Anda di halaman 1dari 4

2nd audit FVN-

1. Dalam melaksanakan general audit (pemeriksaan umum) atas laporan keuangan, dimana
akuntan public harus memberikan opini atas kewajaran suatu laporan keuangan, akuntan public
melaksanakan compliance test dan substantive test.
Pertanyaan :
a. Apakah yang dimaksud dengan compliance test?
Compliance Test adalah pengujian yang dilakukan terhadap bukti-bukti transaksi perusahaan untuk
mengetahui apakah setiap transaksi yang telah terjadi sudah dicatat sesuai dengan sistem dan prosedur yang
telah ditetapkan oleh manajemen perusahaan.
Compliance test dilakukan untuk membuktikan efektif atau tidaknya pengendalian internal suatu perusahaan.

b. Apa pula yang dimaksud dengan substantive test?


Subtantive Test adalah tes yang digunakan untuk membuktikan kewajaran saldo-saldo perkiraan Neraca dan
Laba Rugi.

c. Apakah dengan melakukan compliance test dan substantive test tersebut akuntan public
sudah dapat menetapkan opini untuk laporan auditnya? Apabila ya jelaskan, tidak juga
jelaskan! Penjelasan singkat tapi lengkap.
Dengan melakukan compliance test dan substantive test, akuntan public tetap tidak boleh langsung
menetapkan opini untuk laporan auditnya sekalipun kita tahu bahwa dengan melakukan kedua uji tersebut
hasilnya sudah cukup baik (bagus) sebab akuntan public tetap harus memperhatikan dan mempertimbangkan
hal-hal lainnya seperti contingent liabilities dan juga disclosure lainnya yang dapat mengubah opini untuk
laporan auditnya.

2. Jawablah pertanyaan berikut ini!


A. Apakah yang dimaksud dengan contingent liability? Berikan contoh (min 3)
Pengertian dari kewajiban bersyarat (contingent liability) adalah potensi pembayaran di kemudian hari yang
jumlahnya belum pasti dan kejadiannya pun tergantung kepada peristiwa di masa mendatang.
Contoh :
Pending litigation
Income tax disputes
Product warranties
Notes receivable discounted
Guarantees of obligations of others
Unused balances of outstanding L/C
B. Data contingent liability terdapat pada buku besar atau jurnal?

C. Apakah yang dimaksud dengan subsequent event? Ada berapa macam? Sebutkan contohnya
masing-masing 3 buah!
Pengertian dari menelaah peristiwa kemudian (subsequent events) adalah peristiwa-peristiwa setelah
tanggal Neraca di mana peristiwa kemudian dapat mengakibatkan adjustment terhadap laporan keuangan
dan/atau juga pengungkapan (disclosure).
Terdapat dua macam subsequent event, yaitu peristiwa kemudian yang mengakibatkan adjustment dan
yang mengakibatkan pengungkapan (disclosure) atas saldo akun dalam laporan keuangan periode berjalan
kalau jumlahnya material .
Contoh peristiwa kemudian berikut ini yang memerlukan penyesuaian (adjustment) atas saldo akun
dalam laporan keuangan periode berjalan kalau jumlahnya material :
Pengungkapan pailit dari suatu pelanggan
Penyelesaian perkara hukum dengan jumlah yang berbeda dari jumlah yang dicatat dalam buku
Pelepasan peralatan yang tidak digunakan dalam operasi dengan harga di bawah nilai buku.
Contoh peristiwa kemudian berikut ini yang memerlukan pengungkapan (disclosure) atas saldo
akun dalam laporan keuangan periode berjalan kalau jumlahnya material :
Penurunan dalam nilai pasar efek-efek yang disimpan sebagai investasi sementara atau penjualan
kembali efek-efek
Penerbitan obligasi atau efek-efek ekuitas
Penurunan nilai pasar persediaan sebagai konsekuensi tindakan pemerintah yang menghalangi
penjualan suatu barang
Kerugian persediaan yang tidak diasuransikan akibat suatu kejadian (misal : kebakaran, banjir, dll)
Adanya merger atau akuisisi

D. Apakah perbedaan pokok antara subsequent event dan subsequent discovery of fact?
Jelaskan!
Perbedaan pokok antara subsequent event dan subsequent discovery of fact adalah :
Subsequent event adalah peristiwa-peristiwa setelah tanggal Neraca di mana peristiwa kemudian dapat
mengakibatkan adjustment terhadap laporan keuangan dan/atau juga pengungkapan (disclosure).
Sedangkan subsequent discovery of fact adalah fakta baru yang ditemukan setelah laporan audit sudah
diterbitkan yang dapat merubah opini yang telah diberikan dan dalam hal ini auditor tetap harus
memperbaiki opininya sesuai dengan kondisi nyata yang ada.
Subsequent discovery of fact yang memerlukan penerbitan kembali laporan keuangan bukan berasal dari
kejadian yang terjadi setelah tanggal laporan auditor.
3. Dalam general audit, pemeriksaan atas saldo cash merupakan pemeriksaan yagn harus dilakukan
oleh akuntan public!
a. Jelaskan mengapa audit atas saldo kas merupakan hal yang penting!
Audit atas saldo kas penting karena :
Kas dipengaruhi oleh sebagian besar siklus lainnya, yang berarti bahwa dalam hal ini banyak
peluang terjadinya kesalahan
Meski saldo kas itu sendiri jumlahnya tidak besar, tetapi jumlah debit dan kreditnya biasanya
sangat material
Kas adalah harta yang paling disukai untuk dicuri

b. Sebutkan kesalahan2 yang mungkin terjadi, yang ga bisa terungkap lewat pelaksanaan bank
reconciliation!
Kesalahan-kesalahan berikut, tidak terungkap dalam rekonsiliasi bank :
Kesalahan pada penagihan ke pelanggan
Menagih pelanggan dengan harga yang lebih rendah daripada yang ditetapkan kebijaksanaan perusahaan.
Penggelapan kas dengan jalan menahan hasil penerimaan kas dari pelanggan sebelum dicatat. Piutang
tersebut dihapus sebagai piutang tak tertagih.
Pembayaran ganda atas suatu faktur pemasok.
Pembayaran yang tidak benar atas pengeluaran pribadi pejabat perusahaan.
Pembayaran untuk bahan baku yang tidak pernah diterima
Pembayaran kepada karyawan untuk ja, kerja yang melampaui jam kerja yang sebenarnya
Pembayaran bunga kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa di atas suku bunga yang berlaku.

c. Sebutkan pula kesalahan2 yang mungkin terjadi, yang bisa terungkap lewat pelaksanaan
bank reconciliation!
Kesalahan-kesalahan yang dapat terungkap melalui bank rekonsiliation, antara lain :
Kegagalan memasukkan selembar cek yang belum dikliring bank pada daftar cek beredar, walaupun
sudah dicatat dalam buku pengeluaran kas
Kas yang diterima klien sesudah tanggal Neraca tetapi dicatat sebagai penerimaan kas dalam tahun
berjalan.
Setoran yang dicatat dalam buku kas mendekati akhir tahun, disetorkan ke bank, dan dimasukkan dalam
rekonsiliasi bank sebagai setoran dalam perjalanan.
Pembayaran wesel bayar yang didebet langsung ke saldo bank oleh bank, tetapi tidak dicantumkan dalam
catatan klien.
4. Jawablah pertanyaan berikut!
A. Terkadang manajemen mengecilkan jumlah utang (liability) dalam laporan keuangannya
1. Kemungkinan untuk tujuan apakah hal tersebut dilakukan oleh manajemen? Jelaskan!
Biasanya manajemen mengecilkan jumlah hutang dengan tujuan agar laporan keuangan yang
disajikan terlihat lebih baik dari yang semestinya (window dressing).
2. Termasuk dalam jenis error apakah hal tersebut dilakukan oleh manajemen? Jelaskan!
Ketika manajemen mengecilkan jumlah hutang berarti secara tidak langsung manajemen telah
menyajikan laporan keuangan yang menyesatkan dan error ini disebut juga dengan intentional
error (ketidakberesan).
Arti dari ketidakberesan adalah salah saji atau hilangnya jumlah atau pengungkapan dalam
laporan keuangan yang disengaja.

B. Prosedur pemeriksaan apakah yang biasanya digunakan oleh akuntan public untuk meneliti
kemungkinan adanya unrecorded liability?
Pengujian atas kewajiban yang tidak dicatat (unrecorded liabilities) :
Memeriksa dokumentasi yang mendasari setiap pengeluaran kas setelah tanggal Neraca
Memeriksa dokumentasi yang mendasari setiap tagihan yang belum dibayarkan beberapa minggu
setelah akhir tahun
Menelusuri laporan penerimaan barang yang dibuat sebelum akhir tahun ke faktur pemasoknya
Menelusuri rekening tagihan pemasok yang menunjukkan saldo terhutang ke Neraca saldo
hutang usaha
Mengirimkan konfirmasi hutang
Pengiriman konfirmasi dilakukan kepada pemasok aktif yang saldonya tidak tercantum
dalam neraca saldo, bermanfaat untuk mencari jumlah-jumlah yang dihilangkan
Konfirmasi jenis ini biasanya menggunakan konfirmasi saldo nol (zero balance
confirmation)
Konfirmasi hutang usaha biasanya kurang lazim dilaksanakan (bukan mandatory procedure)