Anda di halaman 1dari 5

Lampiran 5

Satuan Acara Penyuluhan (SAP)

ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR)

Tanggal : 23 November 2014


Waktu : 10.30 WIB
Tempat : Puskesmas Tanah Sareal
Sub Pokok Bahasan : Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)
Pelaksana : Bunga Mutiara Putri

1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan selama 15 menit, ibu mampu memahami
tentang Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)/IUD.

2. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan ibu mampu :
a. Menjelaskan tentang keuntungan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim
(AKDR)/IUD.
b. Menjelaskan tentang indikasi dan kontra indikasi Alat Kontrasepsi Dalam
Rahim (AKDR)/IUD.
c. Menjelaskan tentang efek samping penggunaan Alat Kontrasepsi Dalam
Rahim (AKDR)/IUD.
d. Menjelaskan tentang petunjuk penting bagi pengguna Alat Kontrasepsi
Dalam Rahim (AKDR)/IUD.

3. Materi
Terlampir

1
4. Metode
a. Ceramah
b. Tanya jawab
5. Media dan Alat
a. Leaflet
b. AKDR/IUD

6. Kegiatan Penyuluhan

No. Waktu Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Peserta

1. 3 menit Menjelaskan seputar tujuan penyuluhan Memperhatikan

Menjelaskan materi penyuluhan sesuai


2. 5 menit Menyimak
dengan materi yang terlampir.

Evaluasi dengan mengajukan pertanyaan Menjawab


3. 5 menit kepada peserta penyuluhan tentang materi pertanyaan.
yang diberikan.

Mengucapkan terima kasih


4. 2 menit Menjawab salam
Salam

2
7. Evaluasi

1. Meminta peserta untuk menjelaskan tentang keuntungan Alat


Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)/IUD.

2. Meminta peserta untuk menjelaskan tentang indikasi dan kontra indikasi


Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)/IUD

3. Meminta peserta untuk menjelaskan tentang efek samping penggunaan


Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)/IUD.

4. Meminta peserta untuk menjelaskan tentang petunjuk penting bagi


pengguna Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)/IUD.

8. Daftar Pustaka

Pinem,Satrcha.2009.Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana.


Jakarta: Trans Info Media

3
Lampiran

Keluarga Berencana
Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)/ IUD

A. Keuntungan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)/IUD.


1. Dapat dipakai oleh semua perempuan dalam usia 20-30 tahun/ masih
medapatkan haid.
2. Berjangka panjang (dapat sampai 10 tahun tidak perlu diganti)
3. Tidak mempengaruhi produksi dan kualitas ASI
4. Tidak ada interaksi dengan obat- obatan.
B. Indikasi dan Kontra indikasi Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)/IUD
1. Indikasi AKDR
a. Wanita usia 20-30 tahun atau masih mendapat haid
b. perempuan yang pernah hamil, tapi belum pernah melahirkan.
c. Ingin kontrasepsi jangka panjang
2. Kontra Indikasi AKDR
a. Kemungkinan hamil atau sedang hamil
b. Sedang mengalami infeksi vagina, seperti: vaginitis.
c. Penderita kanker vagina
d. Pada saat haid darah yang keluar banyak
e. Sakit saat haid
f. Adanya perdarahan vagina yang belum jelas penyebabnya
C. Menjelaskan tentang efek samping penggunaan Alat Kontrasepsi Dalam
Rahim (AKDR)/IUD
1. Tidak mendapat haid selama 3 bulan.
2. Kejang.
3. Perdarahan di vagina
4. Benang hilang
5. Adanya pengeluaran cairan dari genetalia.

4
Apabila terdapat dari salah satu efek samping yang diatas maka pengguna
AKDR disarankan agar segera pergi ke petugas kesehatan.
D. Petunjuk penting bagi pengguna Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)/IUD
1. Kembali memeriksakan diri setelah 4-6 minggu pemasangan AKDR
2. Selama bulan pertama menggunakan, periksalah benang AKDR secara
rutin, terutama setelah haid. Setelah bulan pertama pemakaian hanya perlu
memeriksa keberadaan benang setelah haid bila mengalami: kram atau
kejang perut bagian bawah, nyeri setelah senggama, perdarahan setelah
senggama.
3. Kembali ke klinik apabila: tidak dapat meraba benang AKDR, AKDR
terlepas, siklus haid terganggu, ada pengeluaran cairan melalui genetalia
yang mencurigakan, ada infeksi.