Anda di halaman 1dari 3

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Kasus low resistivty dan low contrast disebabkan oleh dominasi litologi yang berkembang

pada cekungan penelitian dan hal tersebut tentu sangat berkaitan dengan mekanisme system

pengendapan batuan itu sendiri. Tentu pengetahuan geologi yang berkembang sangat berpengaruh

untuk penentuan interpretasi petrofisika pada reservoir contohnya studi pada lingkungan

pengendapan (fasies). Lingkungan pengendapan deltaic khususnya memiliki karakteristik litologi

batupasir dengan sisipan shale. Atau biasa disebut dalam kasus LRLC adalah kasus thin laminated

dan batuan shaly sand. Lapisan tipis shale dapat mengganggu sehingga tidak terbaca oleh log, dan

juga kandungan shale yang memiliki mineral konduktif (siderite dan ankerit) dapat membuat

pembacaan log Gamma Ray rendah dan mengakibatkan kesalahan interpretasi dikarenakan

mineral tersebut memberikan excess konduktifitas dan membuat nilai resistivitas berkurang. Pada

intinya, penyebab LRLC adalah nilai resitivitas yang lebih kecil dibaca pada log daripada nilai

resitivitas sebenarnya. Akibatnya, nilai Sw yang dihasilkan dari perhitungan pun akan lebih kecil

dari nilai Sw sebenarnya.

Penulis menyimpulkan dari hasil identifikasi dan evaluasi kasus LRLC, data yang didapat

maka metode terbaik yang lebih banyak menurunkan nilai Sw jika dibandingkan dengan metode

conventional yaitu metode mixed. Dilihat dari hasilnya metode mixed dapat menurunkan nilai Sw

sebanyak 23% dari sebelumnya. Akibatnya jika nilai Sw turun maka produksi yang dihasilkan dari

interpretasi petrofisika pada cadangan pun akan meningkat. Dari hasil perhitungan pay summary
perbandingan net to gross yang dihasilkan dari metode conventional dan metode LRLC, maka

didapat hasil bahwa kenaikan cadangan sebanyak 81% (hamper 2x cadangan awal) dihasilkan dari

net to gross metode LRLC (mixed).

Kesimpulannya bahwa metode evaluasi LRLC yang dapat menurunkan nilai Sw menjadi

semakin kecil juga dapat mempengaruhi perhitungan cadangan pada reservoir menjadi lebih

efektif dan efisien sebesar hampir 2x cadangan awal. Jika semua lapangan di Indonesia memiliki

karakteristik shaly sand yang menyebabkan kasus LRLC maka metode evaluasi LRLC ini dapat

menaikkan produksi minyak dan gas di Indonesia sebanyak 2x lipat dari sebelumnya. Hal ini juga

dapat berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia begitupun Negara Indonesia

sendiri.

5.2 Saran

1. Perlu dilakukan logging Neutron Magnetic Resonance (NMR) dengan resolusi yang tinggi,

untuk mendeteksi beberapa kasus di Indonesia, dimana reservoirnya bersifat shaly sand

yang berisi hidrokarbon namun resistivitasnya rendah akibat kandungan serpih, alat ini

sangat direkomendasikan.

2. Data XRD dan Special Core Analysis (SCAL) yang hanya terdapat pada kedua sumur yang

sama yaitu GA-15 dan GA-16 karena memiliki karakteristik sumur yang sama. Seharusnya

sampel XRD dan SCAL lebih merata lagi pada sumur yang lain agar interpretasi data yang

didapat lebih akurat untuk menentukan volume shale dan porositas efektif.

3. Meninjau kembali identifikasi dan evaluasi formasi pada Formasi Cibulakan Atas.