Anda di halaman 1dari 9

PERCOBAAN 2

SIMULASI CLOSE LOOP CONTROL DASAR : KONTROL DIGITAL TO


DIGITAL, KECEPATAN DISPLAY LED MENGGUNAKAN SWITCH ON/OFF
(1/0)

I. TUJUAN
Memahami prinsip dasar minimum system CPU Z80 yang terdiri dari CPU,
Memory, dan Peripheral Input/Output sebagai controller.
Mahasiswa dapat menganalogikan percobaan control loop tertutup ini baik dari
segi perangkat keras, maupun dari segi perangkat lunaknya (program), dengan
sistem dan program control loop tertutup yang sebenarnya (dimensi yang
aplikatif)
Memberikan penguasaan aplikasi dasar pengontrolan kecepatan digital movement
melalui simulasi gerakan display LED yang dapat dianalogikan dengan besaran
listrik atau fisika dalam teknik control aplikatif.
Praktikan dapat memahami dan dapat merangkai dasar-dasar peralatan
Input/Output pada suatu system rangkaian berbasis mikroprossesor.

II. DASAR TEORI


Sistem control loop tertutup atau dikenal dengan close loop control merupakan
suatu system yang mempunyai terminal masukan atau input, keluaran atau output dan
dan formulasi matematika yang digunakan untuk mengolah data input unutk
dikeluarkan pada terminal output yang data output sebagian atau di sampling akan di
umpan balikkan ke terminal input sebagai nilai pembanding dari data input yang
menjadi referensi yang dapat mempengaruhi kinerja atau keluaran dari system.
Analogi fisik dari system rangkaian control loop tertutup yang sebenarnya,
missal rangkaian pengatur temperature suhu pada suatu boiler. Outpunya adalah
berbentuk heater sedangkan inputnya berbentuk sensor suhu. Algoritma kontrol yang
paling sederhana unutk merealisasikan rangkaian tersebut adalah bila suhu tinggi
maka heater akan dimatikan dan apabila suhu terlalu rendah, heater akan dinyalakan.
Hubungan input output inilah yang disebut dengan system control loop tertutup.
Di sebut sebagai control elektronik karena mempunyai makna bahwa suatu
system yang memiliki piranti input dan piranti output. Piranti input disini berfungsi
sebagai penerima data data dari system yang dikontrol. Sedangkan piranti output
merupakan pemberi aksi atau tindakan kepada system yang di control berdasarkan
nilai referensi dari input. Rangkian control elektronik berbasis microprocessor
mempunyai pengertian yang lebih mendalam, bahwa otak dari system control tersebut
suatu mikroprosesor dengan arahan program sebagai kemudinya.
Syarat bahwa rangkaian control harus memiliki output sebagai aktuator dan
input yang biasa disebut sebagai sensor, menunjukkan bahwa ruang lingkup tata
rangkaian atau perangkat kerasnya adalah sangat relatif dan sangat tergantung dari
permasalahan yang hendak dikontrolnya. Untuk itu setiap rangkaian kontrol berbasis
mikroprosesor dapat menerapkan berbagai macam Peripheral Input Output untuk
membentuk fungsi sensor dan aktuator itu. Realisasi perancangan dapat berkembang
dari mulai satu bit input dan satu bit output sampai dengan jumlah bit yang tak
terhingga.
System rangkaian yang paling sederhana berbasis Z80 telah memenuhi
persyaratan sebagai system control elektronik yang ditunjukkan blokdiagram pada
gambar berikut.

Dari blok diagram diatas terdiri dari 3 komponen utama agar Z80 bisa menjadi
system control elektronik sederhana, yaitu :
CPU / Mikroprosesor TMPZ84C00
Sistem memory : EEPROM dan RAM
SIstem piranti I/O : IC pheriperal
Dari ketiga komponen utama diatas, masing masing memiliki fungsi kerja
sendi yang berbeda dan saling melengkapi. Piranti I/O dari system control diatas
adalah gerbang hubungan yang menghubungkan dengan system yang akan di control.
Aksi yang dikehendaki oleh sistem control ini dapat diwujudkan sebagai perintah
pengemudian suatu aktuator, yang level awal keluaran dari sistem kontrolnya adalah
level biner. Demikian pula untuk masukan yang akan dijadikan referensi aksi system
control. Masukan ini diambil melalui gerbang Peripheral Input, yang level akhir data
diwujudkan dalam biner pula.

Sedangkan yang disebut sebagai sistem yang dikontrol diilustrasikan pada


gambar 3-2. Blok diagram ini dapat mewakili seluruh model permasalahan yang dapat
diatur dengan control elektronik. Terminal input, paling tidak, dapat terdiri dari sebuah
jalur atau lebih (sekumpulan jalur) atau lebih (sekumpulan jalur) yang beroperasi pada
logika digital. Demikian pula pada terminal output, dapat terdiri dari sebuah jalur atau
lebih (sekumpulan jalur) yang beroperasi pada logika digital pula.

Dalam prakteknya, terminal input maupun output dapat beroprasi pada


bermacam macam besaran. Namun besaran ini harus di terjemahkan ke dalam besaran
logika dengan level yang sesuai bila system tersebut akan dihubungkan ke rangkain
berbasi mikroprosesor. Piranti penerjemah ini biasa disebut sebagai interface piranti
sensor dan actuator. Bila system kontrol digabungkan dengan rangkaina yang
dikontrol akan didapat diagram sebagai berikut.
Suatu system minimum yang menggunkan CPU Z80 sebagai otaknya memiliki
fasilitas 8 bit port input dan 8 bit port output

Pada percobaan ini akan dipelajari tentang control Input/Output melalui


simulasi Switch dan LED di FZ80I/O. Didalam percobaan ini diberikan dua buah
program yang lebih kompleks untuk memberikan wawasan yang lebih mendalam
tentang bagaimana operasi penyalaan sekumpulan formasi LED dapat dikontrol
kecepatan displaynya melalui 8 buah switch yang tersedia.
Selain daripada model control kecepatan,struktur pemanggilan formasi data
tampilan adalah juga suatu hal yang menarik ubtuk dipelajari. Yaitu bagaimana
menerapkan system Loading Data berstruktur dalam pemanggilan data berurut.
III. ALAT DAN BAHAN
1. Modul FZ80CPU
2. Modul FZ80I/O
3. Power Supply +5V
4. IC 62256
5. Zilog 80
IV. SETTING PERCOBAAN

V. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Menyiapkan modul yang di pakai beserta komponen komponennya
2. Menyalakan supply dengan tegangan +5V
3. Mengecek setiap data pada toggle alamat dengan mngubah-ubah
toggle address
4. Menyetting konfigurasi jumoer IC 62256 sebagau berikut: JP1 pada
pin 2, JP2 pada pin 1, JP3 pada pin 2, JP4 pada pin 2, JP5 pada pin 2
5. Memasukkan program data dengan fasilitas DMA, yaitu menyetting
toggle data sesuai kode biner berikut:
Alamat Kode Mesin Label Mnemonic Komentar
0000 3E 8B LD A,8BH
0002 D3 83 OUT (83H),A ;INISIALISASI 8255
0004 DB 81 LOOP: IN A,(81H) ;BACA DATA DI
SWITCH
0006 D3 80 OUT (80H),A ;TULIS DI LED
0008 C3 04 00 JP LOOP ;ULANGI
6. Setelah memasukkan data, menekan WRITE untuk menulis data pada
alamat yang dituju.
7. Setelah itu menguji program dengan mengatur switch pada posisi
AUTO dan RUN
8. Mengamati jalannya program, lalu mengubah-ubah input switch
sebagai data input yang berubah dalam system control loop tertutup,
serta mengamati output pada LED
9. Mengulangi langkah 5 8 untuk program-program berikut ini
Program #2
Alamat Kode Mesin Label Mnemonic Komentar
0000 3E 8B LD A,8BH
0002 06 00 LD B,0
0004 D3 83 LAGI: OUT (83H),A ;INISIALISASI 8255
0006 10 FD DJNZ LAGI:
0008 DB 81 LOOP: IN A,(81H) ;BACA DATA DI
SWITCH
000A 0F RRCA
000B 0F RRCA
000C D3 80 OUT (80H),A ;TULIS DI LED
000E C3 08 00 JP LOOP ;ULANGI
Program #3
Alamat Kode Mesin Label Mnemonic Komentar
0000 3E 8B LD A,8BH
0002 06 00 LD B,0
0004 D3 83 LAGI: OUT (83H),A ;INISIALISASI 8255
0006 10 FD DJNZ LAGI:
0008 DB 81 LOOP: IN A,(81H) ;BACA DATA DI
SWITCH
000A 07 RLCA
000B 07 RLCA
000C 07 RLCA
000D 07 RLCA
000E 07 RLCA
000F D3 80 OUT (80H),A ;TULIS DI LED
0011 C3 08 00 JP LOOP ;ULANGI
Program #4
Alamat Kode Label Mnemonic Komentar
Mesin
0000 3E 8B LD A,8BH
0002 06 00 LD B,0
0004 D3 83 LAGI: OUT (83H),A ;INISIALISASI 8255
0006 10 FD DJNZ LAGI:
0008 DB 81 LOOP: IN A,(81H) ;BACA DATA DI
SWITCH
000A EE F0 XOR 11111111B
000C D3 80 OUT (80H),A ;TULIS DI LED
000E C3 08 JP LOOP ;ULANGI
00
VI. HASIL DATA PERCOBAAN
Percobaan #1
SW SW SW SW SW SW SW SW LE LE LE LE LE LE LE LE
0 1 2 3 4 5 6 7 D0 D1 D2 D3 D4 D5 D6 D7

Percobaan #2
SW SW SW SW SW SW SW SW LE LE LE LE LE LE LE LE
0 1 2 3 4 5 6 7 D0 D1 D2 D3 D4 D5 D6 D7
Percobaan #3
SW SW SW SW SW SW SW SW LE LE LE LE LE LE LE LE
0 1 2 3 4 5 6 7 D0 D1 D2 D3 D4 D5 D6 D7

Percobaan #4
SW SW SW SW SW SW SW SW LE LE LE LE LE LE LE LE
0 1 2 3 4 5 6 7 D0 D1 D2 D3 D4 D5 D6 D7

Keterangan
Saklar ON (HIGH)
Saklar OFF (LOW)
LED ON (HIGH)
LED OFF (LOW)
VII. ANALISA

Pada praktikum kali ini merupakan percobaan tentang close loop control dimana
pada close loop kontrol terdapat 3 elemen dasar daitu input, formula dan output. Pada
umumnya input pada control close loop menngunakan sensor dan outputnya berupa
aktuator, namun pada percobaan ini karena hanya berupa simulasi maka untuk input
digunakan toggle switch dan output berupa LED. Untuk formulanya sendiri
merupakan program yang akan menjalankan output dalam kondisi input tertentu.
Pada percobaan ini digunakan modul FZ80CPU dan FZ80I/O. Disini FZ80I/O
sebagai perangkat interface input output. Untuk menuliskan data ke memory
menggunakan fasilitas DMA yang ada pada modul FZ80CPU. Percobaan kali ini
menggunakan 4 buah program yang akan menghasilkan output yang berbeda.
Percobaan pertama, dilakukan penulisan program ke memory seperti pada
percobaan sebelumnya. Dalam percobaan pertama ini digunakan 11 alamat untuk di
isikan data atau program dimulai dari 0000h sampai 000Ah. Data pada alamat 0000h
0002h dengan kode mesin 3E, 8B, D3, dan 83 merupakan program untuk
menginialisasi IC I/O 8255 pada FZ80CPU. Untuk membaca data dari switch
digunakan program DB 81 pada alamat 0004h dan 0005h program ini juga akan
menjadi awalan dari looping program selanjutnya. Untuk mengeluarkan hasil proses
digunakan kode program D3 80 untuk alamat 0006h dan 0007h, hasil keluaran akan
di indikasikan melalui LED. Jika LED menyala maka output bernilai HIGH dan
apabila LED mati maka output bernilai LOW. Program pertama akan membuat jika
SW1 di tekan HIGH maka LED1 juga akan menyala dan seterusnya.
Percobaan kedua, pada percobaan ini hampir sama prosesnya dengan percobaan
pertama. Inisialisasi IC 8255 juga dilakukan oleh alamat 0000h 0004h. Namun pada
percobaan kedua program yang digunakan sedikit panjang karena alamat yang
digunakan berjumlah 15 alamat. Untuk membaca switch masih sama yaitu dengan
kode program DB 81 dengan alamat 0008h dan 0009h. Namun disini ada program
yang berbeda yaitu pada alamat 000Ah dan 000Bh, program yang ada pada alamat
tersebut merupakan formula untuk memproses input menjadi output. Kemudian
setelah diproses data akan ditampilkan pada LED melalui alamat 000Ch dan aka nada
perintah looping pada akhir program.
Percobaan tiga, masih sama dengan sebelumnya program ditulis ke memory
melalui DMA. Pada percobaan ini digunakan 19 alamat dengan tiap alamat memiliki
kode program sendiri. Proses inisialisasi juga dilakukan di alamat 0004h dan untuk
membaca data dari switch dilakukan di alamat 0008h. disini terjadi proses yang cukup
panjang terjadi pada alamat 000Ah sampai 000Eh dengan kode program yang sama
yaitu 07. Formula tersebut akan mengahsilakn output berbeda dengan percobaan
sebelumnya. Keluaran hasil pemrosesan formula terjadi pada alamat 000Fh dimana
output dari program akan di tuliskan pada LED sesuai high dan low nya. Tidak lupa
juga pada akhir program ditambahkan program looping untuk mengulangi program
dari atas.
Percobaan empat, pada percobaan ini digunakan 17 alamat. Masih sama dengan
percobaan sebelumnya untuk inisialisasi terjadi pada alamat 0004h dan untuk baca
data dari switch terjadi pada alamat 0008h. Formula yang digunakan pada program ini
sedikit berbeda dimana pada alamat 000Ah dengan kode program EE F0 merupakan
implementasi atau bisa dibayangkan berupa XOR 11111111B. Setelah proses selesai
hasilnya akan di eksekusi oleh alamat 000Ch untuk menyalakan maupun mematikan
LED output,
VIII. KESIMPULAN
Dari hasil prktikum ini dapat disimpulkan bahwa :
Untuk menuliskan program ke memory di perlukan rangkaian yang bernama
DMA.
FZ80CPU dapat dihubungkan ke peripheral yang lain sperti FZ80I/O dengan
menggunakan penghubung berupa IC 8255.
Hasil output yang muncul merupakan hasil dari proses yang dilakukan prosesor
sesuai dnegan kondisi input.
Kode program tidak hanya sebuah kode biasa namun merupakan kode program
yang memiliki fungsi masing masing tergantung kode program yang di berikan
pada alamt tersebut.