Anda di halaman 1dari 21

JURNAL TUGAS AKHIR

ANALISIS SEBARAN PERGERAKAN PENUMPANG DALAM MENGHADAPI ASEAN


OPEN SKY 2015
(STUDI KASUS MASKAPAI PENERBANGAN FULL SERVICE DI KAWASAN
INDONESIA TIMUR)

LAODE MUH. ALI CONOCO


D 111 09 330

JURUSAN SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2015
ANALISIS SEBARAN PERGERAKAN PENUMPANG DALAM MENGHADAPI ASEAN
OPEN SKY 2015
(STUDI KASUS MASKAPAI PENERBANGAN FULL SERVICE DI KAWASAN
INDONESIA TIMUR)

Laode Muh. Ali Conoco


Mahasiswa S1 Jurusan Sipil
Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin
Alamat : BTN Angkasa Pura I Blok B9/15
allyconoco@gmail.com

Prof.Ir.Sakti Adji Adisasmita, M.si. M.eng .Sc.Ph.D. Ir. Syafruddin Rauf, MT


Dosen Jurusan Teknik Sipil Dosen Jurusan Teknik Sipil
Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin
Telp/Fax : 0411-587636 Telp/Fax : 0411-587636

1
ABSTRAK

ASEAN Open Sky merupakan kebijakan pelonggaran pasar lalu lintas udara antara negara-negara
ASEAN yang akan di berlakukan pada tahun 2015. Liberalisasi penerbangan merupakan
implementasi dari kebijakan yang akan di terapkan pada tahun 2015. Kebijakan tersebut akan
mendorong peningkatan pengguna jasa transportasi udara dan meningkatkan keuntungan dari segi
ekonomi. Indonesia akan menerapkan kebijakan open sky pada lima bandara Internasional.
Bandar udara Internasional Sultan Hasanuddin sebagai salah satu dari lima bandara itu yang
merupakan gateway airport dan hub maskapai Full Service di kawasan Indonesia Timur harus
mempersiapkan diri dengan meningkatkan kapasitas infrastruktur dan pelayanan bandar udara.
Kebijakan ASEAN open sky pada tahun 2015 juga akan membuat semakin tingginya
persaingan dalam industri jasa penerbangan. Maskpai Full Service yang menjadi pelaku
penerbangan yang secara umum termasuk di dalamnya penerbangan kelas medium-high service
(kelas pertama, ekonomi premium, bisnis, klub) dengan kriteria penerbangan medium-high, yaitu
adanya pelayanan boga yang disediakan pada perjalanan udara dan pelayanan lainnya yang tidak
ada dalam penerbangan kelas ekonomi atau maskapai penerbangan berbiaya rendah yang biasa
disebut Low Cost Carrier (LCC), harus meningkatkan kinerja Airline, meningkatkan kuaitas
sumber daya manusia dan pengetahuan mengenai besarnya permintaan dan sebaran pergerakan
penumpang. Untuk meningkatkan kapasitas bandar udara perlu diketahui berapa besaran
pertumbuhan pesawat pada masa mendatang. Proyeksi pertumbuhan pesawat pada tahun rencana
dengan metode regresi didapatkan pertumbuhan sebesar 78,69% pada tahun 2018(periode 5
tahun) dan 195% pada tahun 2023 (periode 10 tahun) untuk rute domestik. Untuk rute
internasional pertumbuhan pesawat sebesar 108,4% pada tahun 2018 dan 290,66% pada tahun
2023. Dalam menganalisis kinerja airline dilakukan perhitungan load factor (LF) dan penilaian
pelayanan melalui kuisioner, didapatkan hasil perhitungan load factor sebesar 57,04% untuk
rute domestik dan 41,73% untuk rute internasional. Penilaian pelayanan melalui kuisioner
penumpang di dapatkan 64,73% puas, 33,85% kurang puas dan 1,43% tidak puas. Untuk
analisis sebaran pergerakan penumpang digunakan model Gravity dengan batasan zona asal yang
menghasilkan Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai daerah sebaran terbanyak
sebesar 1.206.016 penumpang dan Kota Biak, Provinsi Papua sebagai daerah sebaran terkecil
sebagai daerah dengan sebaran terkecil sebanyak 73 penumpang di kawasan Indonesia Timur.

Kata Kunci : Sebaran Pergererakan Penumpang, Bandar Udara Sultan Hasanuddin, Full Service,
Low Cost Carrier, ASEAN Open Sky 2015
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

2
Penerbangan adalah salah Pada tahun 2015 akan
satu cabang transportasi yang dibuka dan diimplementasikan
menggunakan udara sebagai open sky yang merupakan
medium utamanya dan sebagai kebijakan untuk membuka
suatu sistem transportasi. Yang wilayah udara antar sesama
saat ini telah mengalami anggota ASEAN di lima bandar
perkembangan yang semakin udara Internasional di Indonesia.
pesat yang direfleksikan dengan Dengan di terapkannya kebijakan
pertambahan jumlah penumpang ini di Indonesia, secara langsung
dan peningkatan jumlah akan berpengaruh terhadap
pesawat setiap tahun-nya. perkembangan industri
Peningkatan akan jumlah penerbangan sehingga Indonesia
penumpang dan jumlah pesawat harus berbenah diri, dan
harus di imbangi dengan mempersiapkan diri. Bandar udara
pengembangan infrastruktur Internasional Sultan Hasanuddin
bandar udara. Bandar udara yang sebagai salah satu dari lima
merupakan fasilitas tempat bandara di Indonesia yang ikut
pesawat terbang ikut mendukung dalam kebijakan itu merupakan
dan mengembangkan pintu masuk (gateway airport)
perekonomian, perdagangan, kawasan timur Indonesia. Sebagai
industri dan pariwisata dalam bandar udara hub dan spoke, dan
skala regional dan nasional. juga sebagai hub maskapai Full
Bandar udara saat ini semakin Service di kawasan Indonesia
dikembangkan untuk mewadahi Timur bandar udara Sultan
permintaan akan jasa transportasi Hasanuddin harus segera
udara di Indonesia yang terus mempersiapkan diri dengan
meningkat seiring kemajuan dari meningkatkan kapasitas
beberapa sektor, khususnya infrastruktur dan pelayanan
sektor ekonomi dan pariwisata bandar udara.
sebuah daerah. Maskapai Full Servive (FS)
merupakan konsep industri
penerbangan secara umum
termasuk di dalamnya
penerbangan kelas medium-high
service (kelas pertama, ekonomi
premium, bisnis, klub).
Sedangkan kriteria penerbangan
medium-high yang dimaksud
adalah adanya pelayanan boga
yang disediakan pada perjalanan
udara dan pelayanan lainnya yang
tidak ada dalam penerbangan
kelas ekonomi atau maskapai
penerbangan berbiaya rendah
yang biasa disebut Low Cost
Carrier (LCC). Maskapai full
service yang beroperasi di
Kawasan Indonesia Timur yaitu,
Batik Air, Express Air, Garuda
Indonesia Airlines, Sriwijaya Air,
dan Silk Air. Dalam menghadapi
kebijakan ASEAN Open Sky
2015, maskapai Full Service harus
lebih meningkatkan kinerjanya,
baik dalam meningkatkan
3
pelayanan operasional, kualitas yang dikeluarkan FAA dan ICAO,
sumber daya manusianya, serta di Indonesia sendiri aturan-aturan
pengetahuan mengenai besarnya tersebut tercakup dalam
permintaan penumpang dan PeraturanPemerintah Republik
sebaran pergerakan pada masa Indonesia Nomor 70 tahun 2001
depan atau dalam kurun waktu tentang Kebandarudaraan dan
rencana sebagai dasar dalam Kepmen Perhubungan No. KM 44
persiapan menghadapi ASEAN Tahun 2002 tentang Tatanan
open sky dan persaingan dengan Kebandarudaraan Nasional dan
maskapai asing yang akan masuk CASR 139 untuk wilayah
kawasan Indonesia Timur. aerodrome.
Bandar Udara pengumpul
Dari uraian di atas, penelitian ini akan
(airline hub) merupakan bandar
mencoba mengkaji lebih jauh tentang prediksi
Udara dimana sebuah maskapai
jumlah pesawat, kinerja maskapai Full Service
penerbangan menggunakannya
dan sebaran pergerakan penumpang di kawasan
sebagai titik transfer untuk
Indonesia Timur pada Bandar udara
mendapatkan penumpang ke
Internasional Sultan Hasanuddin Makassar
tujuan yang mereka maksudkan.
dalam menghadapi pasar bebas (open sky)
Ini adalah bagian dari model
industri penerbangan di lingkungan negara-
penghubung dan pembicaraan, di
negara ASEAN, dengan mengangkat judul
mana wisatawan bergerak antara
Analisis Sebaran Pergerakan Penumpang
bandar udara yang tidak dilayani
Dalam Menghadapi ASEAN Open Sky 2015
oleh penerbangan langsung lalu
(Studi Kasus Maskapai Penerbangan Full
mengganti pesawat dalam
Service di Kawasan Indonesia Timur).
perjalanan menuju tujuan mereka.
Banyak maskapai penerbangan
juga terletak di bandar udara di
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
kota-kota tempat kantor pusat
masing-masing maskapai tersebut.
Sistem transportasi sendiri
Bandara Internasional
secara sederhana adalah kegiatan
Sultan Hasanuddin Makassar pada
menghubungkan satu tempat
2015 mendatang akan berubah
dengan tempat lainnya. Secara
statusnya menjadi gateway utama
lebih rinci, sistem transportasi
kedua skala internasional di
adalah sesuatu sistem fungsional
Indonesia setelah Bandara
dalam kehidupan bermasyarakat
Internasional Soekarno- Hatta
sebagai sebuah satu kesatuan,
Jakarta.
dikarenakan ia menyediakan
Perubahan status tersebut
pelayanan pergerakan barang -
dinilai akan menguntungkan
barang maupun masyarakat itu
perekonomian di Makassar.
sendiri dari satu tempat ketempat
Gateway utama tersebut dibuat
lain, yang sangatlah penting
menyusul dibukanya
dalam menjaga masyarakat tetap
penerbangan internasional ke
dalam satu kesatuan
Indonesia atau disebut juga
(Banks,2004).
ASEANOpen Sky.dan pada saat
Bandara adalah suatu tempat
berubah status, semua maskapai
dimana kegiatan-kegiatan
penerbangan akan menjadikan
didalamnya berhubungan dengan
Makassar sebagai hub untuk di
transportasi udara.Bandara
kawasan timur Indonesia. Hal
kebanyakan digunakan untuk
tersebut sejalan dengan keputusan
tujuan komersial namun ada
Menteri No. 11 tahun 2010
beberapa bandara yang berfungsi
tentang tatanan kebandarudaraan
sebagai landasan pesawat
Open Sky Policy adalah sebuah
militer.Pedoman-pedoman
perjanjian internasional baik
perencanaan bandara secara detail
bilateral maupun multilateral
ada pada peraturan- peraturan
4
yang meliberalisasikan kebutuhan masa depan,
peraturan atau regulasi digunakan rumus regresi linear
mengenai industri penerbangan sederhana, yaitu :
dengan tujuan membuat free- Penaksiran parameter dan garis
market environment dan regresi
meminimalisir campur tangan
pemerintah dalam kompetisi di
dunia penerbangan.(asean.org, Ditaksir dari sampel { (Xi,
2010) Yi); I= 1,2,3,...,n} dengan garis
Kebijakan Open Sky Y = a + bx
menerapkan suatu kerangka Untuk proyeksi jumlah
kerja untuk pertumbuhan penduduk dan PDRB digunakan
pelayanan udara komersial metode Growth RateProyeksi
dengan memberikan fleksibilitas penduduk dengan metode
kepada maskapai penerbangan geometrik menggunakan asumsi
untuk menyesuaikan diri bahwa jumlah penduduk akan
terhadap kondisi pasar dan bertambah secara geometrik
menyediakan pelayanan yang menggunakan dasar perhitungan
kompetitif untuk penumpang bunga majemuk (Adioetomo dan
dan kargo. (Havel, 2009) Samosir, 2010). Laju
Oleh karena itu, dalam pertumbuhan penduduk (rate of
kasus Indonesia, tanpa hambatan growth) dianggap sama untuk
kapasitas, pertumbuhan lalu setiap tahun. Berikut formula
lintas internasional akibat yang digunakan pada metode
kebijakan Open Skies. geometrik:
Dengan demikian, dalam periode
segera setelah implementasi
Open Skies, pertumbuhan
dalam permintaan tanpa
kendala akan perjalanan udara
internasional secara optimis,
dapat bertumbuh mencapai
hingga 20 persen per tahun, Load factor adalah suatu
tapi sangat meungkinkan angka yang menunjukkan
akan lebih besar dari 10 besarnya penggunaan tempat
persen per tahun. (Prakarsa yang tersedia dalam suatu
2012) kendaraan terhadap kapasitas
Konsep low cost carrier angkut kendaraan tersebut atau
(LCC) muncul seiring dengan perbandingan antara jumlah
meningkatnya persaingan di penumpang yang diangkut dalam
antara maskapai penerbangan kendaraan terhadap suatu
untuk menekan biaya kapasitas tempat duduk
operasional dan tarif penumpang yang tersedia dalam
penerbangan serendah mungkin kendaraan tersebut. Kemudian
guna menampung permintaan untuk menentukan nilai load
jasa penerbangan yang semakin factor (LF) digunakan rumus
meningkat dan semakin luas. berikut:
Untuk proyeksi jumlah Konsep Dasar Pelayanan
pesawat dan jumlah Jasa Penerbangan Aeronautika
penumpang di gunakan model adalah salah satu dari kegiatan
regresi. Suatu garis regresi bisnis bandar udara dimana
dapat dinyatakan dalam aktifitasnya berhubungan
persamaan matematik yang langsung dengan kegiatan
disebut persamaan regresi. penerbangan dengan produk
Dalam hal ini memperkirakan jasa yang harus tercapai yaitu :
5
-Keselamatan (Safety) Y = a + bx,
-Kenyamanan (Comfortablity) dimana
-Ketepatan Jadwal (Regularity) Y = peubah tidak bebas,
-Keuntungan Perusahaan (Economy for x = peubah bebas,
Company. a = konstanta regresi, dan
b = koefisien regresi,
METODE PENELTIAN Proyeksi penduduk dan PDRB
Untuk memperoleh data Perkapita sebagai variable masukan
sebagai bahan utama dalam dihitung menggunakan metode
penulisan ini, digunakan tiga jenis Growth Rate dengan formula:
pengumpulan data, yaitu: Studi
Pustaka, Studi Lapangan, dan
Analisis Data.
Model regresi untuk memprediksi jumlah
pesawat dengan menggunakan program SPSS
adalah :
dimana:
Pt = Jumlah Penduduk / Nilai PDRB
Perkapita tahun t
P0 = Jumlah Penduduk / Nilai PDRB
Perkapita tahun awal
r = Laju Pertumbuhan Penduduk / Nilai
PDRB Perkapita
t = Periode waktu antara tahun dasar dan
tahun t (dalamtahun)
Untuk mengukur kinerja airline digunakan Dengan demikian ukuran sampel minimal
load factor = kapasitas yang terisi didalam yang diperlukan untuk meneliti gambaran
pesawat / kapasitas yang tersedia x 100%. umum kualitas pelayanan maskapai
penerbangan Full Service melalui wawancara
Gambaran umum kualitas maskapai Full
penumpang di bandara Sultan Hasanuddin
Service di analisis menggunakan kuisioner
Makassar adalah sebanyak 44 orang.
yang diolah sesuai Skala Likert dan
Namun, dalam penelitian ini jumlah sampel
menggunakan Analisis Deskriptif dengan
yang digunakan adalah sebanyak 100 orang.
bantuan Program SPSS. Populasi dalam
Jumlah tersebut didistribusi berdasarkan
kuisioner ini adalah jumlah penumpang
proporsi penerbangan tiap-tiap maskapai yang
pesawat Low Cost Carrier pada bulan Maret
termasuk dalam kategori Full Service.
2013, yaitu sebanyak 445.569 jiwa (Pasanger
movement 2013 AngkasaPura I).

Teknik penarikan sampling menggunakan


simple random sampling. Adapun perhitungan
jumlah sampel minimal adalah sebagai
berikut.
Item Pertanyaan = 21
Poin tiap pertanyaan = 1 - 3
Populasi (N) = 273.081 jiwa
Skor tertinggi = 21 x 3 = 63
Skor terendah = 21 x 1 = 21
Rentang = 63 21 = 42 Gambar 1. Diagram Pie Persentase Distribusi
/2 = Z0.05/2 = Z0.025 = 1,96
Sampel
=3
S = 0,24 X R = 0,24 X 42 = 10,08 Untuk analisis sebaran pergerakan
penumpang adalah digunakan city-pair / air trip
distribution
Gravity model PCGR dengan rumus :

6
diperoleh dengan mengalikan nilai jarak
T zona asal ke tiap-tiap zona tujuan, waktu
i tempuh rata-rata selama di udara, dan biaya
j O (tarif dasar) berdasarkan Peraturan Menteri
= i aj / (cij2) Perhubungan No. 26 tahun 2010.
N 8) Memasukkan nilai Oi, aj, dan cij ke dalam
aj / rumus Tij untuk mendapatkan Trip
(cij2) Distribution ke tiap-tiap zona tujuan.
Lokasi dan Waktu Penelitian
j=1
Penelitian dan pengambilan data dilakukan
Dimana :
di bandar udara Internasional Sultan
Tij = Jumlah perjalanan yang diproduksi
Hasanuddin, PT Angkasa Pura I Makassar,
oleh zona asal I dengan tujuan di
Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi
zona tujuan j.
Selatan dan kantor cabang Airline di Makassar.
Oi = Jumlah keseluruhan perjalanan
Waktu penelitian dan pengambilan data
yang diproduksi oleh zona asal i.
dilaksanakan selama 1 bulan, yaitu pada
aj = Daya tarik zona tujuan ( Jumlah
tanggal 13 Maret sampai dengan tanggal 13
Penduduk, variable sosial ekonomi,
April 2014.
dan pangsa pasar)
cij = Jarak, waktu, dan biaya
HASIL DAN PEMBAHASAN
n = Jumlah zona
Berikut tahapan-tahapan dalam perhitungan
Kelas Perjalanan Full Service (FS)
Air Trip Distribution model gravity PCGR
1) Data-data hasil wawancara yang berupa Kelas perjalanan pada sebuah pesawat
usulan rute dipisahkan antara rute yang terbang biasanya terbagi dua, tiga atau empat
sudah ada (eksisting) dan rute baru dan model. Penerbangan domestik biasanya
diberi kode untuk tiap-tiap zona memiliki dua kelas: Kelas Ekonomi dan Kelas
berdasarkan provinsi masing-masing. Pertama Domestik yang dibagi pada kabin.
2) Mencari persentase total penumpang pada Penerbangan internasional dapat mencapai
rute eksisting terhadap jumlah penumpang empat kelas: Kelas Ekonomi, Kelas ekonomi
FSC tahun 2013 yang diperoleh dari PT Premium, Kelas Bisnis atau Kelas
Angkasa Pura I Makassar. Klub dan Kelas Pertama.
3) Menghitung proyeksi jumlah penumpang Sebagai bandara internasional di
FSC rute domestik menggunakan analisis kawasan Indonesia Timur, maskapai yang
regresi linear berganda dengan variabel beroperasi di Bandara Sultan Hasanuddin pun
bebas jumlah penduduk provinsi Sulawesi mempunyai kelas perjalanan yang bermacam-
Selatan sebagai X1 dan PDRB Perkapita macam pada penerbangan domestik dan
Atas Dasar Harga Berlaku provinsi internasional. Namun pada tulisan ini, kelas
Sulawesi Selatan sebagai X2. perjalanan yang ditinjau adalah penerbangan
4) Hasil Proyeksi jumlah penumpang FSC rute layanan penuh atau dalam istilah Full Service
domestik tersebut kemudian dikalikan (FS), yang secara umum termasuk di dalamnya
dengan total penumpang pada rute eksisting penerbangan kelas medium-high service (kelas
terhadap jumlah penumpang FSC tahun pertama, ekonomi premium, bisnis, klub).
2013 yang didapatkan sebelumnya untuk Sedangkan kriteria penerbangan medium-high
memperoleh nilai trip production (Oi) pada yang dimaksud adalah adanya pelayanan boga
zona pengembangan rute tahun rencana. yang disediakan pada perjalanan udara dan
5) Nilai daya tarik (aj) diperoleh dengan pelayanan lainnya yang tidak ada dalam
mengalikan faktor yang menjadi daya tarik penerbangan kelas ekonomi atau maskapai
zona, yaitu PDRB Perkapita Atas Dasar penerbangan berbiaya rendah yang biasa
Harga Berlaku (aj1), Jumlah Penduduk disebut Low Cost Carrier (LCC).
masing-masing provinsi (aj2), dan pangsa
pasar tiap-tiap zona (aj3). Tabel 1. Daftar Maskapai Full Service yang
6) Khusus nilai aj2 dan aj3 juga dihitung Beroperasi di Bandar Udara Sultan
proyeksinya untuk periode tahun rencana Hasanuddin
dengan metode growth rate.
7) Nilai faktor jarak, waktu, dan biaya (cij) N Maskapai Full N Maskapai Full
o. Service Domestik o. Service Internasional
7
1 Batik Air 1 Garuda Indonesia (operator
(Jiwa) (Rupiah)
/tahun)
2 Express Air 2 Silk Air Y X1 X2
3 Garuda Indonesia 2009 10,232 7,949.292 11.689.000

4 Sriwijaya 2010 12.770 8.042.298 12.653.010


Arriv
2011 14.313 8.136.393 14.103.022
Sumber: Hasil Olahan Data al
2012 16.341 8.190.399 15.786.540
Berdasarkan data pergerakan pesawat 2013 18.666 8.244.764 17.563.417
(Aircraft movement) 2013 diketahui bahwa
2009 10.234 7.949.292 11.689.000
proporsi pergerakan pesawat FS dari Bandar
Udara Sultan Hasanuddin adalah sebagai 2010 12.772 8.042.298 12.653.010
berikut. Depa
2011 14.318 8.136.393 14.103.022
rture
2012 16.346 8.190.399 15.786.540
2013 18.671 8.244.764 17.563.417

Sumber: Hasil Olahan Data


Dari hasil analisis regresi diperoleh
persamaan untuk prediksi jumlah pesawat
tahun rencana rute domestik, yaitu:
- Kedatangan (Arrival)
Y= -93.181,97912 + 0,011888458 X1 +
0,00078 X2 (1)
- Keberangkatan (Departure)
Y= -93.334,41164 + 0,011908374 X1 +
0,00078 X2 (2)

Untuk analisis regresi jumlah pesawat full


Gambar 2. Diagram Proporsi Pergerakan service rute internasional digunakan data
Pesawat Full Service Terhadap Total sebagai berikut.
Pergerakan Pesawat Penerbangan
Komersial
Sumber: Hasil Olahan Data Tabel 3. Data Analisis Regresi Pesawat
Berdasarkan histogram di atas diketahui Maskapai Full Service Internasional
bahwa pergerakan rata-rata pesawat full service Jumlah Jumlah PDRB
Pesawat Penduduk Perkapita
rute domestik arrival dan departure adalah
Tahun (operato
sebanyak 18.668 operator pada tahun 2013 atau (Jiwa) (Rupiah)
r/tahun)
sekitar 40,18% jika dibandingkan dengan Y X1 X2
keseluruhan pergerakan pesawat komersial
2009 138 7.949.292 11.689.000
yang beroperasi di bandar udara Sultan
Hasanuddin Makassar pada tahun 2013. 2010 125 8.042.298 12.653.010
Sedangkan untuk pergerakan rata-rata pesawat Arrival 2011 208 8.136.393 14.103.022
full service rute Internasional arrival dan 2012 218 8.190.399 15.786.540
departure adalah sebanyak 268 operator atau
2013 268 8.244.764 17.563.417
sekitar 39,63% dari keseluruhan pergerakan
pesawat komersial yang beroperasi di bandar 2009 137 7.949.292 11.689.000
udara Sultan Hasanuddin Makassar pada tahun 2010 126 8.042.298 12.653.010
2013. Depar
2011 208 8.136.393 14.103.022
ture
Analisis Regresi Pertumbuhan Pesawat 2012 218 8.190.399 15.786.540
Maskapai Full Service 2013 269 8.244.764 17.563.417
Tabel 2. Data Analisis Regresi Pesawat
Maskapai Full Service Domestik Sumber: Hasil Olahan Data
Tahu Jumlah Jumlah PDRB
n Pesawat Penduduk Perkapita

8
Dari hasil analisis regresi diperoleh
persamaan untuk prediksi jumlah pesawat
tahun rencana rute internasional, yaitu:
- Kedatangan (Arrival)
Y = -356,5002103 + 2,74955E-05 X1 +
2,26047E-05 X2 (3)
- Keberangkatan (Departure)
Y = -397,8113208 + 3,29177E-05 X1 +
2,24654E-05 X2 (4)

Proyeksi Jumlah Penduduk Provinsi


Sulawesi Selatan
Tabel 4. Data Jumlah Penduduk Provinsi
Sulawesi Selatan Tahun 2003-2013
Jumlah Penduduk
Pertumbuhan
Tahun Sulawesi Selatan
(Jiwa) I
2003 7.413.408 1,17%
2004 7.500.145 1,17%
Gambar 3. Grafik Pertumbuhan Jumlah
2005 7.587.897 1,17% Penduduk Sulawesi Selatan
2006 7.676.675 1,17% Sumber : Hasil Olahan Data
2007 7.766.492 1,17%
2008 7.857.360 1,17%
Proyeksi Jumlah PDRB Perkapita Atas
Dasar Harga Berlaku Provinsi Sulawesi
2009 7.949.292 1,17% Selatan
2010 8.042.298 1,17% Tabel 5. Data Jumlah PDRB Perkapita Atas
2011 8.136.393 0,66% Dasar Harga Berlaku Provinsi Sulawesi
2012 8.190.399 0,66%
Selatan Tahun 2008-2013
PDRB Perkapita Atas Dasar Pertumbu
2013 8.244.764 0,66% Harga Berlaku han
Pertumbuhan rata-rata 1,03% Tahun
Sulawesi Selatan rata-rata
Sumber : Badan Pusat Statistik Rp i
Provinsi Sulawesi Selatan
2008 10.308.000 11,25%
Dari tabel di atas diketahui jumlah
penduduk provinsi Sulawesi Selatan periode 2009 11.689.000 13,40%
2003-2013 dengan rata rata pertumbuhan 2010 12.653.000 8,25%
adalah sebesar 1,03 % pertahun. Data tersebut 2011 14.103.000 11,46%
kemudian dimasukkan ke dalam rumus growth
2012 15.786.000 11,93%
rate dan didapatkan hasil proyeksi selama
periode 10 tahun mendatang seperti terlihat 2013 17.563.417 11,26%
pada gambar di bawah ini. Pertumbuhan rata-rata 11,26%
Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi
Sulawesi Selatan
Dari tabel di atas diketahui jumlah PDRB
Perkapita Atas Dasar Harga Berlaku Sulawesi
Selatan tahun 2008-2013. Dengan rata-rata
pertumbuhan sebesar 11,26% tiap tahunnya,
Sulawesi Selatan menjadi salah satu provinsi
dengan pertumbuhan ekonomi perkapita
terbesar tiap tahunnya. Kemudian data tersebut
juga dimasukkan ke dalam rumus growth rate
dan didapatkan hasil proyeksi selama periode

9
10 tahun mendatang seperti terlihat pada Sumber: Hasil Olahan Data
gambar di bawah ini.
Variabel bebas X1 dan X2 di atas
55000000
dimasukkan pada masing-masing persamaan,
50000000
yaitu prediksi jumlah pesawat rute domestik
arrival (1), prediksi jumlah pesawat rute
Produk Domestk Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku (Rp)

45000000 domestik departure (2), prediksi jumlah


pesawat rute internasional arrival (3) dan
40000000 prediksi jumlah pesawat rute internasional
departure (4). Hasil perhitungan dapat dilihat
35000000 pada tabel 4.9 dan tabel 4.10.

51,047,919
30000000
Hasil Perhitungan Jumlah Pesawat

45,881,873
Maskapai Full Service
41,238,631
25000000
37,065,284
Maskapai Full Service Domestik
33,314,280
29,942,877

20000000
Tabel 7. Rekapitulasi Hasil Perhitungan
26,912,660
24,189,100

Jumlah Pesawat Maskapai Full


21,741,165
19,540,960

15000000
Service Rute Domestik Tahun
17,563,417
15,786,000
14,103,000

Rencana
12,653,000
11,689,000
10,308,000

10000000
Jumlah
Jumlah
PDRB Pesawa
5000000 Penduduk
t
n Tahun Per
Tahun
Tahun
X1 X2 Y
Gambar 4. Grafik Pertumbuhan PDRB
0 2013 8.244.764 17.563.417 18.666
Perkapita Atas Dasar Harga Berlaku
Sulawesi Selatan 1 2014 8.329.844 19.540.960 21.089
Sumber : Hasil Olahan Data 2 2015 8.415.803 21.741.165 23.827
Arr
ival 5 2018 8.679.038 29.942.877 33.354

10 2023 9.136.186 51.047.919 55.251


Menghitung Laju Pertumbuhan Pesawat
Persamaan Y = -93.181,97912 + 0,011888458 X1 +
Maskapai Full Service (1) 0,00078 X2
Tabel 6. Data Masukkan Variabel Bebas Tahun 0 2013 8.244.764 17.563.417 18.671
Rencana
1 2014 8.329.844 19.540.960 21.095
Jumlah
PDRB Perkapita De
Penduduk par
2 2015 8.415.803 21.741.165 23.834
Sulawesi Atas dasar harga tur 5 2018 8.679.038 29.942.877 33.362
Selatan berlaku e
Tahun 10 2023 9.136.186 51.047.919 55.260
(Jiwa) (Rupiah) Persamaan Y = -93.334,41164 + 0,011908374 X1 +
X1 X2 (2) 0,00078 X2

(1), (2), (3), (4) (1), (2), (3), (4) Sumber: Hasil Olahan Data
2014 8.329.844 19.540.960 Berdasarkan tabel rekapitulasi di atas
2015 8.415.803 21.741.165 diketahui bahwa jumlah pesawat full service
2016 8.502.649 24.189.100 rute arrival domestik pada tahun 2015 (tanpa
2017 8.590.390 26.912.660
pengaruh ASEAN Open Sky) sebanyak 23.827
operator pertahun. Untuk periode 5 tahun
2018 8.679.038 29.942.877 sebanyak 33.354 operator pertahun dan untuk
2019 8.768.600 33.314.280 periode 10 tahun sebanyak 55.251 operator
2020 8.859.086 37.065.284 pertahun dengan rata-rata pertumbuhan 11,47%
2021 8.950.506 41.238.631
pertahun.
Sedangkan jumlah pesawat FS departure
2022 9.042.869 45.881.873 domestik pada tahun 2015 (tanpa pengaruh
2023 9.136.186 51.047.919 ASEAN Open Sky) sebanyak 23.834 operator
pertahun, kemudian sebanyak 33.362 operator

10
pertahun untuk periode 5 tahun dan sebanyak Persamaan 4)
Y = -397,81 + 0,000033 X1 + 0,000022
X2
55.260 operator pertahun untuk periode 10
tahun kedepan dengan rata-rata pertumbuhan Sumber: Hasil Olahan Data
11,47% pertahun.
Berdasarkan tabel rekapitulasi di atas
55260 dapat diketahui bahwa jumlah pesawat arrival
55251 FS rute internasional pada tahun 2015 (tanpa
50121
pengaruh ASEAN Open Sky) sebanyak 366
50112 operator pertahun. Untuk periode 5 tahun
45401
45392
41059
sebanyak 559 operator pertahun dan untuk
periode 10 tahun sebanyak 1.049 operator
41050
37057
pertahun dengan rata-rata pertumbuhan 14,62%
37048
33362 pertahun.
29944
33354 Sedangkan jumlah pesawat departure FS
26776
29936 pada tahun 2015 (tanpa pengaruh ASEAN
23834
26769 Open Sky) sebanyak 368 operator pertahun,
21095
23827
18671 kemudian sebanyak 561 operator pertahun
21089
18666 untuk periode 5 tahun dan sebanyak 1.050
operator pertahun untuk periode 10 tahun
kedepan dengan rata-rata pertumbuhan 14,59%
pertahun.
Jumlah Pesawat Full Service Carrier Rute
Domestik - Kedatangan (Arrival)
Jumlah Pesawat Full Service Carrier Rute
4Domestik
5 -6Keberangkatan
13 1 1 1 1 1 1 2 2 2 237 8 9(Departure)0 1 2
2 0 2 0 2 0 2 0 2 0 20 20 2 0 2 0 2 0 2 0
Gambar 5. Grafik Pertumbuhan Pesawat
Maskapai Full Service Rute
Domestik Periode 2013-2023
Sumber: Hasil Olahan Data

Maskapai Full Service Internasional


Tabel 8. Rekapitulasi Hasil Perhitungan
Jumlah Pesawat Maskapai Full
Service Rute Internasional Tahun
Rencana 823929
726822
931
1050
1049

Jumlah
639725
561
490 638

Jumlah
425 559
368 488
315 424
269 366

PDRB Pesawa
314
268

Penduduk 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

t
20 20 20 20 20 20 20 20 20 20 20
Jumlah Pesawat Full Service Carrier Rute Internasional -
Kedatangan (Arrival)
Keberangkatan (Departure)

n Tahun Per Gambar 6. Grafik Pertumbuhan Pesawat


Tahun Maskapai Full Service Rute
X1 X2 Y Internasional Periode 2013-2023
0 2013 8.244.764 17.563.417 268 Sumber: Hasil Olahan Data
1 2014 8.329.844 19.540.960 314

2 2015 8.415.803 21.741.165 366


Arr
ival 5 2018 8.679.038 29.942.877 559 Pengaruh Efek Stimulus ASEAN Open Sky
10 2023 9.136.186 51.047.919 1.049 Tahun 2015 Terhadap Prediksi Jumlah
Persamaan Y = -365,50 + 0,000027 X1 + 0,000023 Pesawat Tahun Rencana
(3) X2 Untuk wilayah Indonesia, sebagai
De
par
0 2013 8.244.764 17.563.417 269 dampak diberlakukannya ASEAN Open Sky
tur 1 2014 8.329.844 19.540.960 315 tahun 2015 ada 3 skenario perkembangan
e
2 2015 8.415.803 21.741.165 368
jumlah pesawat (operator), yaitu pesimis
(perkiraan awal), moderate (rata-rata), dan
5 2018 8.679.038 29.942.877 561
optimis (peningkatan tertinggi).
10 2023 9.136.186 51.047.919 1.050

11
Tabel 9. Dampak ASEAN Open Sky 2015
Terhadap Prediksi Jumlah Pesawat
Maskapai Full Service Rute Domestik

Sumber: Hasil Olahan Data


Data di atas menunjukkan perkiraan
dampak ASEAN Open Sky tahun 2015 rute
Sumber: Hasil Olahan Data Internasional pada tingkatan pesimis, moderate,
dan optimis. Dimana pesimis adalah
Data di atas menunjukkan perkiraan
pertumbuhan garis dasar (baseline rates) sesuai
dampak ASEAN Open Sky tahun 2015 rute
hasil analisa regresi, moderate adalah
Domestik pada tingkatan pesimis, moderate,
pertumbuhan rata-rata akibat dampak ASEAN
dan optimis. Dimana pesimis adalah
Open Sky yaitu meningkat sebesar 10 %,
pertumbuhan garis dasar (baseline rates) sesuai
sedangkan optimis adalah prediksi
hasil analisa regresi, moderate adalah
pertumbuhan tertinggi akibat dampak ASEAN
pertumbuhan rata-rata akibat dampak ASEAN
Open Sky, yaitu meningkat sebesar 20% dari
Open Sky yaitu meningkat sebesar 6%, dan
pertumbuhan awal.
optimis adalah prediksi pertumbuhan tertinggi
akibat dampak ASEAN Open Sky, yaitu
Analisis Kinerja Maskapai Full Service
meningkat sebesar 10 % dari pertumbuhan
awal.
Analisis Load Factor (Faktor Muatan)
Dalam menganalisis load factor atau faktor
muatan digunakan data jumlah penumpang dan
kapasitas kursi yang tersedia untuk rute
domestik dan rute internasional.
Tabel 11. Rekapitulasi Perhitungan Load
Factor Maskapai Full Service Rute
Domestik
Tabel 10. Dampak ASEAN Open Sky 2015
Terhadap Prediksi Jumlah Pesawat
Maskapai Full Service Rute
Internasional

12
transportasi udara, maka kuisioner disusun
dengan item pertanyaan untuk pengelola,
dalam hal ini Bandar Udara Internasional
Sultan Hasanuddin Makassar dan pertanyaan
untuk Airline FS.

Indikator Keamanan (Safety)


Gambaran atribut pelayanan maskapai full
service berdasarkan indikator keamanan, dapat
dilihat pada tabel berikut.
Tabel 13. Penilaian Penumpang terhadap
Indikator Keamanan

Sumber: Hasil Olahan Data


Tabel 12. Rekapitulasi Perhitungan Load
Factor Maskapai Full Service Rute
Domestik Sumber: Hasil Olahan Data
Berdasarkan tabel diatas, diperoleh
keterangan objektif bahwa skor responden
tentang keamanan berada pada kategori sangat
tinggi. Hal ini ditunjukkan oleh presentase
72,75% yang ada pada kategoti 3. Dengan
demikian dapat diperoleh kesimpulan bahwa
rata-rata tingkat pelayanan keamanan maskapai
full service di Bandar udara Sultan Hasanuddin
sangat tinggi. sisanya, sebanyak 25%
menyatakan keamanannya masih kurang, dan
sebanyak 1,75% menyatakan pelayanannya
tidak aman.

Indikator Kenyamanan (Cofortability)


Sumber: Hasil Olahan Data Gambaran attribut pelayanan airline FS
Berdasarkan perhitungan di atas diketahui berdasarkan indikator kenyamanan, dapat
total load factor maskapai full service untuk dilihat pada tabel berikut.
rute domestik mencapai 59,72% kedatangan Tabel 14. Penilaian Penumpang terhadap
(arrival) dan 54,36% untuk keberangkatan Indikator Kenyamanan
(departure). Sedangkan untuk rute
internasional ialah sebesar 41,61% kedatangan
(arrival) dan 41,85% keberangkatan
(departure

Gambaran Umum Kinerja Airline FS


Sejalan dengan konsep layanan be a global
player yang tertuang dalam makalah Dirjen
Perhubungan Udara dalam menyusun
rekomendasi program untuk persiapan ASEAN Sumber: Hasil Olahan Data
Open Sky 2015, dimana Pengelola dan
Operator Makapai Penerbangan adalah bagian Berdasarkan tabel diatas, diperoleh
dari satu kesatuan dalam pelayanan jaringan keterangan objektif bahwa skor responden

13
tentang kenyamanan berada pada kategori
sangat tinggi. Hal ini ditunjukkan oleh
presentase 76% yang ada pada kategoti 3. Tabel 16. Gambaran Umum Kinerja Maskapai
Dengan demikian dapat diperoleh kesimpulan Full Service
bahwa rata-rata tingkat kenyaman pelayanan
maskapai full service di Bandar udara Sultan
Hasanuddin sangat tinggi. sisanya, sebanyak
23% menyatakan kenyamanannya masih
kurang, dan sebanyak 1% menyatakan
pelayanannya tidak nyaman.

Indikator Ketepatan Jadwal (Regularity)


Gambaran attribut pelayanan maskapai full
service berdasarkan indikator ketepatan jadwal,
Sumber: Hasil Olahan Data
dapat dilihat pada tabel berikut.
Secara umum, gambaran kinerja maskapai
Tabel 15. Penilaian Penumpang terhadap full service ada pada kategori sangat tinggi. Hal
Indikator Ketepatan Jadwal ini ditunjukkan oleh presentase sebesar 69,25%
Kategori Nomor Item Rata- berada pada kategori 3. Artinya bahwa secara
%
Skor B9 B10 rata umum, maskapai full service memiliki kinerja
3 58 60 59,00
59,0 yang sangat tinggi dalam melayani penumpang
0 di Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar.
2 42 40 41,00 41,00
1 - - - - Pemodelan Air Trip Distribution Dengan
Jumlah 100 100 100 100 Metode Gravity Model Tipe PCGR
Sumber: Hasil Olahan Data (Production Constrained Gravity)

Berdasarkan tabel diatas, diperoleh Permintaan Pengembangan Rute


keterangan objektif bahwa skor responden Tabel 17. Perintaan Rute Berdasarkan
tentang ketepatan jadwal berada pada kategori Wawancara Penumpang
sangat tinggi, yaitu tepat waktu. Hal ini
ditunjukkan oleh presentase 59,00% yang ada
pada kategori 3. Dengan demikian dapat
diperoleh kesimpulan bahwa rata-rata tingkat
ketepatan jadwal penerbangan maskapai full
service di Bandar udara Sultan Hasanuddin
sangat tinggi. sisanya, sebanyak 41%
menyatakan tingkat ketepatan jadwal masih
kurang (terlambat), dan sebanyak 0% atau
tidak ada yang menyatakan tingkat ketepatan
jadwal sangat rendah (jadwal sering ditunda).

Gambaran Umum Kinerja Maskapai Full


Service
Secara umum, gambaran kinerja maskapai
full service, dapat dilihat pada tabel
rekapitulasi persentase rata-rata jawaban
responden untuk masing masing indikator
berikut (dalam persen):

Sumber: Hasil Olahan Data


Dari tabel diatas diketahui bahwa ada 14 rute
yang diusulkan oleh penumpang maskapai full
14
service berdasarkan hasil kuisioner. Enam
diantaranya adalah rute baru dan sisannya 6 Tabel 19. Data Analisis Regresi Penumpang
rute adalah rute yang sudah ada . Data rute Maskapai Full Service Domestik
yang digunakan pada pemodelan Air Trip
Distribution model gravity PCGR adalah data
rute eksisting. Sedangkan Data rute baru
menjadi usulan pengembangan rute di Bandar
Udara Sultan Hasanuddin Makassar.

Menentukan Nilai Trip Production (Oi)


Berikut data jumlah penumpang rute
eksisting tahun 2013 berdasarkan data PT
Angkasa Pura I Makassar.

Tabel 18. Data Jumlah Penumpang Rute


Eksisting Tahun 2013

Sumber: Hasil Olahan Data


Dari hasil analisis regresi diperoleh
persamaan untuk prediksi penumpang tahun
rencana:
Y = -5067974.951 + 0.482384257 X1 +
0.24607249 X2
Selanjutnya adalah memasukkan variabel
X1 dan X2 tahun rencana yang telah didapatkan
sebelumnya menggunakan metode growth rate
ke dalam persamaan regresi penumpang
sehingga diperoleh proyeksi jumlah
penumpang pada tahun rencana. Berikut
rekapitulasi proyeksi jumlah penumpang full
service rute Domestik periode 2014-2023.
Tabel 20. Rekapitulasi Proyeksi Jumlah
Penumpang Maskapai Full Service
Domestik
Sumber: Angkasa Pura I
Dari data di atas diketahui total penumpang
pada rute eksisting yang menjadi usulan untuk
pengembangan rute adalah sebanyak 1.091.203
jiwa. Persentase total penumpang dibandingkan
dengan jumlah penumpang FS tahun 2013,
yaitu sebanyak 3.304.881 jiwa (Passanger
Movement : Angkasa Pura I) adalah sebesar
33,02%.

Proyeksi Jumlah Penumpang Maskapai


Full Service Domestik
Proyeksi jumlah penumpang maskapai full
service domestik menggunakan metode analisis
regresi linear berganda dengan jumlah
penduduk provinsi Sulawesi Selatan sebagai
variabel bebas X1 dan jumlah PDRB Perkapita
Atas Dasar Harga Berlaku provinsi Sulawesi
Selatan sebagai variabel bebas X2.

15
Berikut rekapitulasi proyeksi variabel aj1, aj2,
dan aj3 serta rekapitulasi perhitungan nilai aj.
Tabel 22. Rekapitulasi Hasil Proyeksi PDRB
Perkapita Atas Dasar Harga Berlaku
(aj1) Zona Tujuan

Sumber: Hasil Olahan Data


Jumlah Trip Production (Oi) Sumber: Hasil Olahan Data
Dengan menggunakan data proyeksi jumlah Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui
penumpang maskapai full service domestik hasil proyeksi nilai PDRB Perkapita Atas Dasar
yang telah didapatkan dikalikan dengan Harga Berlaku masing-masing zona (provinsi).
persentase jumlah penumpang pada usulan rute Data awal yang digunakan adalah data tahun
pengembangan terhadap jumlah penumpang FS 2013 dan hasil peramalan digunakan untuk
tahun 2013, maka didapatkan nilai Oi zona asal perhitungan pada periode tahun 2013 sampai
tahun 2015 2024. dengan tahun 2024.
Tabel 21. Jumlah Trip Production (Oi) Periode
2014 - 2023 Tabel 23. Rekapitulasi Hasil Proyeksi Jumlah
Penduduk (aj2) Zona Tujuan

Sumber: Hasil Olahan Data


Menentukan Nilai Daya Tarik Zona Tujuan Sumber: Hasil Olahan Data
(aj) Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui hasil
Nilai daya tarik (aj) zona tujuan adalah proyeksi jumlah penduduk masing-masing
hasil kali variabel daya tarik zona tujuan aj1, zona (provinsi). Data awal yang digunakan
aj2, dan aj3 tiap periode (periode 2015-2024). adalah data tahun 2013 dan hasil peramalan
digunakan untuk perhitungan pada periode

16
tahun 2015 (ASEAN Open Sky) sampai dengan pengukuran jarak antar zona asal dengan zona
tahun 2023. tujuan.
Tabel 26. Faktor Jarak Zona Asal ke Zona
Tabel 24. Pangsa Pasar (aj3) Zona Tujuan
Tujuan
Pangsa Pasar
Zona
(aj3)
A 0,002%
B 14,813%
C 14,128%
D 8,529%
E 17,014%
F 16,487%
G 21,249%
S
H 7,777% umber: Hasil Olahan Data
Sumber: Hasil Olahan Data
Mencari Faktor Waktu
Tabel diatas menunjukkan proporsi pangsa Waktu tempuh diperoleh dari hasil
pasar tiap-tiap zona tujuan berdasarkan data pembagian antara jarak (S) dengan kecepatan
pergerakan penumpang tahun 2013. Data pada rata-rata (V). Sedangkan kecepatan rata-rata
variabel ini berfungsi sebagai penyeimbang diperoleh dari rata-rata kecepatan jelajah
untuk hasil perhitungan trip distribution. Hal pesawat yang digunakan oleh maskapai full
tersebut dikarenakan data aj1 dan aj2 yang service Seperti terlihat pada tabel berikut ini.
sangat bervariasi jika dibandingkan dengan Tabel 27. Kecepatan Jelajah Pesawat Maskapai
data sebaran jumlah penumpang tiap-tiap zona Full Service
tujuan pada tahun 2013. Kecepatan
Tabel 25. Rekapitulasi Hasil Perhitungan Daya Jenis Pesawat Jelajah
Tarik (aj) Zona Tujuan Maskapai FS
Km/jam
A 319 812
A 320 812
A 330 871
A 330-200 871
A 330-300 871
B 737-200 780
B 737-300 780
B 737-400 780
B 737-500 780
Sumber: Hasil Olahan Data
B 737-800 815
Menentukan Nilai Faktor Jarak, Waktu dan B 737-900 815
Biaya (Cij) CJRX 829
Faktor jarak, waktu dan biaya adalah D 328 620
hasil kali dari nilai jarak zona asal ke tiap-tiap
zona tujuan, waktu tempuh udara yang Rata-rata 802,769
diperlukan dan biaya yang dibutuhkan untuk Sumber: Wikipedia
perjalanan antar zona tersebut.
Dari tabel di atas diketahui kecepatan jelajah
Mencari Faktor Jarak rata-rata pesawat maskapai full service adalah
Nilai jarak diperoleh melalui 802,769 km/jam. Dengan demikian dapat
pengukuran satelit dengan mamasukkan diperoleh faktor waktu tempuhnya seperti
koordinat masing-masing bandar udara pada terlihat pada tabel berikut.
program Google Earth. Berikut hasil

17
Tabel 28. Rekapitulasi Perhitungan Waktu Menghitung Nilai Trip Distribution (Tij)
Tempuh Zona Asal ke Zona Tujuan Nilai Tij dihitung dengan memasukkan
variabel-variabel ke dalam rumus Tij model
gravity PCGR. Berikut contoh perhitungan
nilai Tij pada tahun 2015.
Tabel 31. Format Perhitungan Trip
Distribution Tahun 2015

Sumber: Hasil Olahan Data


Mencari Faktor Biaya
Biaya perjalanan diperoleh dari hasil Sumber: Hasil Olahan Data
kali antara jarak dan tarif dasar berdasarkan Dari hasil perhitungan di atas diketahui nilai
Peraturan Menteri Perhubungan No. 26 tahun trip distribution (Tij) terbesar pada rute
2010. pengembangan tahun 2015 adalah sebesar
1.206.016 trip di zona G, yaitu wilayah
Kendari Sulawesi Tenggara. sedangkan nilai
Tabel 29. Rekapitulasi Perhitungan Biaya sebaran perjalanan terkecil adalah sebesar 73
Perjalanan Zona Asal ke Zona Tujuan trip di zona H, yaitu wilayah Biak Papua.
Dengan format perhitungan yang sama,
maka didapatkan nilai Tij periode 2014-2023.
Berikut rekapitulasi perhitungan nilai Tij
periode 2014-2023.
Tabel 32. Rekapitulasi Perhitungan Tij Periode
2014 - 2023

Sumber: Hasil Olahan Data


Menghitung Nilai Cij
Nilai Cij dihitung dengan mengalikan
nilai faktor jarak, waktu dan biaya yang telah
didapatkan sebelumnya. Berikut tabel
rekapitulasi perhitungan Cij.
Tabel 30. Rekapitulasi Perhitungan Faktor
Jarak, Waktu dan Biaya (cij)

Sumber: Hasil Olahan Data


KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan uraian dan pembahasan
yang telah dikemukakan pada skripsi ini, maka
dapat disimpulkan beberapa hal, yaitu :
1. Hasil analisis peramalan pesawat
menunjukkan laju pentumbuhan
Sumber: Hasil Olahan Data
pesawat (arrival dan departure)

18
maskapai full service di Bandar Udara 3. Untuk pihak pengelola bandar udara dan
Internasional Sultan Hasanuddin pengelola maskapai, ada baiknya
Makassar mengalami peningkatan melakukan evaluasi data pergerakan
sebesar 78,69% rute domestik dan penumpang dan data pergerakan
sebesar 108,4 % rute internasional untuk pesawat agar tidak terjadi perbedaan
periode 5 tahun, dan sebesar 195,98% data pada proses database.
rute domestik serta 290,66% rute
internasional untuk periode 10 tahun DAFTAR PUSTAKA
mendatang. Adisasmita, S. A., (2011). Jaringan
2. Dari hasil analisis kuisioner diketahui
tingkat pelayanan maskapai full service Transportasi: Teori dan Analisis, PT.
di Bandar Udara Internasional Sultan
Hasanuddin Makassar berada pada Graha Ilmu, Yogyakarta.
tingkat sangat tinggi. Namun nilai load ________________, (2012). Penerbangan dan
factor (LF) rata-rata (arrival dan Bandar Udara, PT. Graha Ilmu,
departure) masih belum memenuhi Yogyakarta.
standar dalam Cetak Biru Transportasi ________________, (2013). Mega City &
Udara Tahun 2005-2024 oleh Direktorat Mega Airport, PT. Graha Ilmu,
Jenderal Perhubungan Udara, yakni Yogyakarta.
sebesar 57,04% rute domestik dan Ashford, N., dan Wright, P.H. (1992). Airport
41,73% rute internasional. Engineering, edisi ke 3. A Wiley-
3. Model pengembangan rute (air trip Interscience Publication, John Wiley
distribution) di Bandar Udara Sultan & Sons, Inc. New
Hasanuddin tahun 2015 secara empiris York/Chichester/Brisbane/Toronto/Sin
menunjukkan wilayah kota Kendari, gapore.
provinsi Sulawesi Tenggara sebagai Ghobrial, A., dan Kanafani, A. (1995). Future
daerah dengan sebaran perjalanan of Airline Hubbed Networks : Some
terbanyak dibandingkan dengan wilayah Policy Implications. Journal of
tujuan pengembangan rute lainnya Tranportation Engineering, Vol. 121,
sesuai hasil wawancara penumpang. No. 2.
Sedangkan daerah dengan sebaran Horonjeff, R., dan Mc. Kelvey, F., (1988).
perjalanan terkecil ditempati oleh Biak, Perencanaan dan Perancangan
provinsi Papua. Adapun model air trip Bandar Udara, Jilid I, Penerbit
distribution secara grafis (peta) adalah Erlangga, Jakarta.
terlampir. International Civil Aviation Organization
(ICAO), (1999). International
Saran Standards and Recommended
Adapun penulis menyarankan beberapa Practices, AerodromesAnnex 14,
hal, yaitu : Third Edition, July 1999.
1. Perlu penelitian yang sama namun Kanafi, A., (1993). Transportation Demand
dengan tinjauan keseluruhan maskapai Analysis, Mc. Graw Hill Book
penerbangan komersial yang beroperasi Company, New York.
dengan mempertimbangkan Keputusan Menteri Perhubungan, KM 44
infrastruktur yang ada di bandar udara Tahun 2002. Tatanan
Sultan Hasanuddin Makassar, agar Kebandarudaraan Nasional. Jakarta.
nantinya dapat menjelaskan keadaan
dan kesiapan bandar udara Sultan Latifah, Emmy (2012). Liberalisasi
Hasanuddin dalam menghadapi ASEAN Perdagangan Jasa Penerbangan
Open Sky secara keseluruhan. Melalui Kebijakan Open Sky dan
2. Adanya penelitian lebih lanjut untuk Implikasinya Bagi Indonesia,
membuat trip distribution menggunakan Surakarta.
salah satu metode analogi dengan data Peraturan Menteri Perhubungan R.I., Nomor 49
matriks pergerakan yang lengkap untuk Tahun 2005 tentang Sistem
wilayah Indonesia Timur. Transportasi Nasional (SISTRANAS),
Jakarta.

19
Prakarsa Infrastruktur Indonesia, Jurnal
Prakarsa Edisi Januari 2012.
http://indii.co.id/ Jumat, 4 April 2014
Somantri, Ating & Muhidin, Sambas Ali
(2006). Aplikasi Statistika dalam
Penelitian, Penerbit Pustaka Setia,
Bandung.
Tamin, Ofyar Z. (2003). Perencanaan dan
Pemodelan Transportasi Penerbit
ITB, Bandung.
http://www.angkasapura1.co.id. Jumat, 11 April
2014.
http://www.hasanuddinairport.com, Minggu,
13 April 2014.
http://id.wikipedia.org/wiki/Garuda_Indonesia
Kamis, 17 April
2014.
http://id.wikipedia.org/wiki/SilkAir Kamis, 17
April 2014.
http://id.wikipedia.org/wiki/Sriwijaya_Air
Kamis, 17 April
2014.
http://id.wikipedia.org/wiki/XpressAir Kamis,
17 April 2014.
http://indoavis.co.id/main/index.php Jumat, 18
April 2014
http://www.tribun-timur.com, Bandar Udara
Internasional Sultan
Hasanuddin, Kamis,
17 April 2014.

20