Anda di halaman 1dari 30

Analisis Manajemen di Ruang Rawat Inap Bedah dan

Syaraf Rumah Sakit Universitas Tanjungpura


Pontianak

PROGRAM PROFESI NERS


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PENDAHULUAN

Manajemen keperawatan adalah proses merancang dan memelihara suatu


lingkungan dimana orang-orang yang bekerja sama dalam satu kelompok dapat
mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Manajemen mengandung tiga prinsip
pokok yang menjadi ciri utama penerapannya yaitu efisiensi dalam pemanfaatan
sumber daya, efektif dalam memilih alternatif kegiatan untuk mencapai tujuan
organisasi, dan rasional dalam pengambilan keputusan manajerial. Penerapan
manajemen keperawatan memerlukan peran tiap orang yang terlibat didalamnya
untuk menyikapi posisi masing-masing melalui fungsi manajemen (Suarli, 2012).

2
Lingkungan kerja yang digunakan dalam
praktik profesi manajemen keperawatan
mahasiswa Program Profesi Ners Fakultas
Kedokteran Universitas Tanjungpura
adalah ruang Rawat Inap Bedah dan
Syaraf RS Universitas Tanjungpura
PENGKAJIAN
Gambaran umum, Hasil pengkajian
Manajemen Keperawatan Di Ruang Rawat
Inap Bedah dan Syaraf

Jun Akizaki
The Power of PowerPoint thepopp.com
Gambaran Umum Ruangan

Lokasi
Ruang rawat Inap Bedah dan Syaraf terletak di lantai 3 RS Universitas Tanjungpura
Denah Ruangan
VISI DAN MISI

MISI
1. Memberikan asuhan keperawatan secara
holistik
2. Meningkatkan keterampilan sumberdaya
Mempercepat proses recovery melalui manusia
pelayanan keperawatan yang profesional 3. Mengembangkan standar operasional
prosedur perawatan berdasarkan
Visi evidance base practice
4. Meningkatkan pengetahuan dan motivasi
pasien dalam mendorong proses recovery
5. Mengurangi hari rawat pasien

6
Gambaran SDM

Diruang Rawat Inap Bedah dan Saraf terdapat 17 orang perawat,


7 orang berpendidikan S1 Ners, 2 orang berpendidikan D4
Keperawatan, dan 8 orang berpendidikan D3 Keperawatan.

7
Struktur Organisasi

8
PENAMPILAN KINERJA PELAYANAN

Penampilan kinerja pelayanan di ruang Berdasarkan hasil observasi yang telah


perawatan bedah dan saraf belum optimal dilakukan, kurangnya pelayanan patient
karena instrumen tersebut belum di safety seperti tidak terdapat adanya tanda
sosialisasikan kepada perawat-perawat di pengenal pasien, tanda resiko jatuh, kartu
ruangan tersebut sehingga kinerja dari pengunjung, etiket cairan infus, tidak
perawat tidak dapat terukur dengan adanya form preoperatif.
maksimal. Pengukuran kinerja perawat
hanya diberlakukan kepada perawat-
perawat yang berstatus pegawai negeri
sipil sedangkan perawat honorer belum
diberikan pengukuran/indikator kinerja
perawat sehingga menghambat penilaian
rumah sakit terhadap kinerja perawat
secara menyeluruh. Penilaian indikator
kinerja kegiatan dilakukan setiap 6 bulan
sekali oleh pihak manajemen rumah sakit. 9
PENGUMPULAN DATA
Pengumpulan data dilakukan tanggal 3 5
Juli 2017, meliputi ketenagaan, sarana, dan
prasarana, MAKP, sumber keuangan dan
pemasaran (marketing). Data yang
diperoleh, dianalisis SWOT sehingga
didapatkan beberapa rumusan masalah,
kemudian dipilih satu sebagai prioritas
masalah.

10
M1 MAN (SDM)

Diruang Rawat Inap Bedah dan Saraf terdapat 17 orang perawat, 7 orang berpendidikan S1
Ners, 2 orang berpendidikan D4 Keperawatan, dan 8 orang berpendidikan D3 Keperawatan.

The Power of PowerPoint |


thepopp.com
11
M2- Material

Lokasi ruangan rawat inap Bedah dan Saraf terletak dilantai 3 (tiga) Rumah
Sakit Universitas Tanjungpura
Sebelah utara berdekatan dengan Ruang Rawat Nifas
Sebelah Barat berdekatan dengan Ruang Akreditasi, Aula Rumah Sakit
Universitas Tanjungpura, serta Lift
Desain Klasifikasi Pelayanan Ruang Rawat Inap Bedah dan Saraf Rumah
Sakit Universitas Tanjungpura

12
M3- Methode

Penerapan Pemberian Model Asuhan Keperawatan (MAKP)


Penerapan MAKP diruang Rawat Inap Bedah dan Saraf sebelumnya menggunakan metode Tim
namun metode ini terkadang tidak berjalan dengan lancar. Berdasarkan informasi yang didapatkan
oleh kepala ruangan mengatakan bahwa diruangan menggunakan metode tim, namun tidak berjalan
dengan baik terkadang menggunakan metode kombinasi dan metode ini dilakukan secara
kondisional, dikarenakan terdapat hambatan dalam menjalankanya seperti keterbatasan Sumber
Daya Manusia secara maksimal.
Cont...

Timbang Terima Ronde Keperawatan Supervisi Keperawatan

Timbang terima berdasarkan hasil wawancara Belum pernah dilakukannya ronde keperwatan Supervisi ada dilakukan oleh pihak manajemen
sudah dilakukan diruangan, namun terkadang diruangan Rawat Inap Bedah dan Saraf rumah sakit. Didalam ruangan sudah juga
timbang terima tidak dilakukan sesuai prosedur dikarenakan susahnya menyatukan waktu untuk dilakukan supervisi namun tidak terdapat laporan
yang berlaku. melakukan ronde keperawatan dengan tenaga tertulis dalam supervisi yang dilakukan oleh kepala
kesehatan yang lain. ruangan.

Discharge Planning Pengelolaan Sentralisasi Dokumentasi Keperawatan


Obat
Discharge planning di ruang Bedah dan Saraf Sentralisasi obat di ruang rawat Inap Bedah dan Pendokumentasian yang berlaku diruang Rawat
sudah dilakukan pada pasien yang pulang dari Saraf sudah berjalan dengan baik dengan adanya Inap Bedah dan Saraf adalah sistem SOAP
ruangan Bedah dan Saraf. tempat khusus obat emergency. Alur sentralisasi (subject, Object, Analize, and Planning) yaitu suatu
obat adalah obat diresepkan oleh dokter yang sistem pendokumentasian yang berorientasi pada
menangani pasien tersebut kemudian diserahkan pasien. Sistem pendokumentasian dengan SOAP
kepihak keluarga menyerahkan resep tersebut ke diruang Rawat Inap Bedah dan Saraf dilakukan
depo farmasi. Setelah keluarga mendapatkan obat sesuai pergantian jam dinas.
dari depo farmasi, keluarga menyerahkan obat
tersebut ke perawat. 14
M4 Money

Sumber pembiayan ruangan berasal dari anggaran Rumah Sakit. Sedangkan


pembiayaan dari pasien sebagian BPJS dan Umum. Biaya perawatan berlaku saat
ini sesuai dengan kelas perawatan.

15
M5 Marketing

BOR (Bed Occupation rate)


Berdasarkan hasil pengkajian yang dilakukan pada hari Rabu tanggal 5 Juli 2017
didapatkan BOR pada bulan Januari 58,67%, Februari 74,28%, Maret 67,87%, April
53,42%, Mei 58,06%, dan Juni 30,13%.
ALOS (Average Length of Stay)
Berdasarkan hasil pengkajian yang dilakukan pada hari Rabu tanggal 5 Juli 2017
didapatkan ALOS pada bulan Januari 4 hari, Februari 5 hari, Maret 4 hari, April 5 hari,
Mei 5 hari, dan Juni 6 hari.
TOI (Turn Over Interval)
Berdasarkan hasil pengkajian yang dilakukan pada hari Rabu tanggal 5 Juli 2017
didapatkan TOI pada bulan Januari 3 hari, Februari 2 hari, Maret 2 hari, April 4 hari,
Mei 4 hari, dan Juni 13 hari.
16
SWOT Analysis

S W

O T

17
HASIL PENGKAJIAN
M1 MAN (SDM)
4 columns

PERENCANAAN PENGORGANISASIAN
Diruang Rawat Inap Bedah dan Saraf terdapat 17 Penggorganisasian perawat di ruangan
orang perawat., 7 orang berpendidikan S1 Ners, 2
orang berpendidikan D4 Keperawatan, dan 8 orang
berpendidikan D3 Keperawatan.

ANALYZE CONTROLLE
Diruang Rawat Inap Bedah dan Saraf semua perawat Kepala Ruangan sering memotivasi perawat
telah mengikuti pelatihan BTCLS, 3 orang perawat ruangannya untuk melakukan pelatihan seperti
telah mengikuti pelatihan CDWCN, dan 1 orang pelatihan CWCS ataupun CDWCN.
perawat telah mengikuti pelatihan CWCS.

19
M2 Material
PATIENT SAFETY

PERENCANAAN PENGORGANISASIAN
Diruang rawat inap sudah memiliki tempat tidur yang Perawat sudah menerapkan aturan puasa sebelum
memiliki pagarnya, setiap lorong ruangan ruang Bedah pasien melakukan tindakan operasi, perawat sudah
dan Saraf sudah memiliki pegangan tangan untuk menerapkan penggunaan pagar tempat tidur pada
pasien berjalan, ruangan sudah memiliki tanda untuk pasien pascaoperasi dan pasien dengan resiko jatuh.
menunjukan pasien untuk puasa sebelum dilakukan
operasi dan setiap toilet pasien sudah terdapat bel
untuk memanggil perawat.

ANALYZE CONTROLLE
Diruangan terdapat bel yang ada didalam toilet pasien Untuk meningkatkan pasien safety perawat memiliki
namun tidak dapat digunakan, belum adanya tanggung jawab di setiap shift.
pengkajian resiko jatuh untuk pasien.

20
M2 Material
PROFESIONAL SAFETY

PERENCANAAN PENGORGANISASIAN
Ruangan sudah memiliki alat pelindung diri seperti Ruangan sudah menggunakan alat pelindung diri
handscoon, masker, dan scort. setiap melakukan tindakan ke pasien seperti
menggunakan handscoon, masker, dan scort.

ANALYZE CONTROLLE
Diruangan terdapat scort namun terdapat beberapa Untuk meningkatkan pemakaian alat pelindung diri
perawat yang masih belum menggunakan scort. kepada setiap perawat.

21
M3 metode
Model Pemeberian Asuhan Keperawatan

PERENCANAAN PENGORGANISASIAN
Diruangan menerapkan metode pemberian asuhan Pengorganisasian perawat ruangan yang terdiri dari 1
keperawatan yaitu metode Tim. Yang terdiri dari 3 orang kepala ruangan, 3 ketua tim dan 3-4 angota pada
ketua tim. setiap tim

ANALYZE CONTROLLE
Penerapan metode tim diruangan belum berjalan Untuk meningkatkan jumlah tenaga perawat yang ada
dengan baik hal ini menurut kepala ruangan ini perawat dan meningkatkan kemampuan perawat
dikarenakan keterbatasan sumber daya manusia diruangan.
yang ada.

22
M3 metode
Ronde Keperawatan

PERENCANAAN PENGORGANISASIAN
Diruangan Rawat Inap Bedah dan Saraf belum pernah -
melakukan ronde keperawatan

ANALYZE CONTROLLE
Belum ada dilakukannya ronde keperawatan hal ini Untuk melakukan ronde keperawatan sehingga
karena terdapat keterbatasan waktu untuk melakukan perawat dapat beripikir secara kritisdalam menangani
ronde keperawatan. pasien dan meningkatkan kemampuan untuk
memodifikasi rencana keperawatan.

23
M3 metode
Supervisi Keperawatan

PERENCANAAN PENGORGANISASIAN
Diruangan Rawat Inap Bedah Saraf dan manajemen Manajemen rumah sakit dan ruangan sudah
rumah sakit pernah melakukan supervise keperawatan menerapkan supervise keperawatan namun masih
belum berjalan secara optimal

ANALYZE CONTROLLE
Supervise keperawatan dilakukan oleh pihak Supervise keperawatan dilakukan agar dapat
manajemen rumah sakit setiap enam bulan meningkatkan kedisiplinan dan kinerja perawat serta
sekali,sedangkan dari rungan sudah dilakukan namun meningkatkan pengembangan staf untuk tenaga kerja
tidak dilaporkan secara tertulis. yang ada.

24
M3 metode
Sentralisasi Obat

PERENCANAAN PENGORGANISASIAN
Diruangan sudah memiliki sentralisasi obat. Pihak Sudah diterapkan memisahkan obat untuk masing
keluarga memberikan semua obat yang telah masing pasien, tempat obat emergency dan non
diresepkan dan diambil ke apotik lalu memberikan emergency sudah dipisahkan, dan semua obat pasien
semua obat yang diambil ke perawat. Ruangan sudah diberikan ke perawat.
memiliki setiap loker masing - masing pasien. Terdapat
tempat khusus obat emergency dan non emergency.

ANALYZE CONTROLLE
Belum adanya pemberian etiket khusus untuk setiap Untuk meningkatkan sentralisasi obat sebagai
infus. tanggung jawab setiap PJ shift.

25
M3 metode
Discharge Planning

PERENCANAAN PENGORGANISASIAN
Pada ruangan bedah dan syaraf sudah terdapat Manajemen keperawatan rumah sakit sudah
discharge planning, setiap pasien yang sudah membuatkan standar dan format discharge planning
diperbolehkan pulang akan diberikan lembar discharge sehingga dapat diterapkan secara optimal oleh
planning . dimana lembar discharge planning berfungsi perawat diruangan
juga sebagai lembar untuk melakukan kontrol ulang

ANALYZE CONTROLLE
Berdasarkan hasil observasi, perawat ruangan sudah Kepala ruangan selalu memotivasi dan
melakukan discharge planning kepada setiap pasien mengharuskan perawat ruangannya untuk selalu
yang diperbolehkan pulang (rawat jalan) memberikan discharge planning kepada pasien yang
diperbolehkan pulang .

26
M3 metode
Standar Asuhan Keperawatan dan Standar Dokumentasi

PERENCANAAN PENGORGANISASIAN
Diruangan belum ada standar Asuhan Keperawatan, Diruangan sudah menerapkan standar dokumentasi
namun sudah terdapat standar dokumentasi yang menggunakan SOAP.
menggunakan SOAP (subjectif, obejctif, analisis,
planing)

ANALYZE CONTROLLE
Standar dokumentasi yang ada diruangan belum Meningkatkan cara mendokumentasi yang benar
sesuai dengan standar dokumentasi yang ada. sesuai standar yang berlaku, dan menerapkan satuan
asuhan keperawatan.

27
IDENTIFIKASI MASALAH
POA
Thank You for
Watching!
Any Questions?