Anda di halaman 1dari 16

Rancangan Karya Tulis

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur selalu kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena hanya
dengan Rahmat, Hidayah, serta Inayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul Rancangan Karya Tulis.

Shalawat serta salam selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW
beserta keluarga dan para sahabatnya, dan atas keteladanan Beliau lah kita bisa konsisten
didalam menetapi agama islam.

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Tehnik Penulisan Karya Ilmiah
(TPKI) / Bahasa Indonesia pada program studi Ekonomi Syariah STAIM Nglawak -
Kertosono.

Dalam proses penyelesaian makalah ini tidak terlepas dari peran dan sumbangsih
pemikiran serta intervensi dari berbagai sumber. Karena itu dalam kesempatan ini, kami
ingin menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang membantu dalam
menyelesaikan penulisan makalah ini yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu.

Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan
dan masih jauh dari kesempurnaan, sehingga kami sangat mengharapkan kritik dan saran
yang membangun. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat. Amin.

Kertosono, 18 Juni 2015

Kelompok Tiga

i
Rancangan Karya Tulis

DAFTAR ISI

Kata pengantar ....................................................................................................... i


Daftar isi ................................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang ................................................................................................. 1
2. Rumusan Masalah ............................................................................................ 1
3. Tujuan .............................................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN
1. Pengertian Rancangan Karya Tulis .................................................................. 2
2. Ruang Lingkup Rancangan Karya Tulis .......................................................... 3
3. Pendidikan Rancangan Karya Tulis ................................................................. 4
BAB III PENUTUP
Kesimpulan ............................................................................................................ 5
Daftar Pustaka ........................................................................................................ 6

ii
Rancangan Karya Tulis

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Karya ilmiah adalah hasil atau produk dari penelitian ilmiah, oleh sebab itu
kegiatan penelitian sebagai refleksi dari berpikir ilmiah dikalangan ilmuan dan calon
ilmuan. Karya ilmiah adalah tulisan tentang ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan
ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar serta fakta yang disajikan
dapat berasal dari pengamatan, studi pustaka, penyebaran angket, wawancara ataupun
dari pengalaman.
Dalam membuat karya ilmiah kita perlu memperhatikan dan mampu untuk
memahami tata cara merencanakan karya tulis. Dalam menyusun karya tulis perlu
diperhatikan cara memilih judul, beberapa hal tentang tinjauan pustaka dan rancangan
karya tulis. Di sini akan dijelaskan tentang itu semua.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah karya tulis ilmiah?
2. Bagaimanakah Rancangan Karya Tulis ilmiah?
3. Bagaimana cara memilih judul dalam penulisan karya tulis?
4. Apa yang di maksud dengan tinjauan pustaka?
5. Bagaimana cara membuat rancangan karya tulis?

C. Tujuan
1. Mengetahui Pengertian karya tulis ilmiah
2. Untuk mengetahui bagai mana cara menyusun rancangan karya tulis ilmiah
3. Untuk mengetahui cara memilih judul yang baik dan benar.
4. Untuk mengetahui pengertian dari tinjauan pustaka.
5. Untuk mengetahui cara membuat rancangan karya tulis.

3
Rancangan Karya Tulis

BAB II
PEMBAHASAN

1. Pengertian Karya Tulis Imiah


Karya ilmiah (bahasa Inggris: scientific paper) adalah laporan tertulis dan diterbitkan
yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau
sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh
masyarakat keilmuan.
Menurut Eko Susilo, M. Karya tulis ilmiah merupakan suatu karangan atau tulisan yang
diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan,
penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika
penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/
keilmiahannya.

2. Rancangan Karya Tulis Ilmiah


Rancangan karya tulis ilmiah meliputi :
1. Pendahuluan
Penulisan karya ilmiah melibatkan tiga perencanaan yaitu isi, format dan teknik
penulisan, serta bahasa.
1.1. Perencanaan Isi
Produk berpikir konseptual dan analitis
Prinsip pengklasifikasian, pembagian, dan keruntutan
Kaidah kelengkapan dan konsistensi.

1.2. Perencanaan Format dan Teknik Penulisan


Standar (Universal)
Lazim (Selingkung)

4
Rancangan Karya Tulis

Konvensional

1.3. Perencanaan Bahasa (Ragam Ilmiah)


Nada formal dan objektif
Lazim bertitik tolak orang ketiga dan kalimat pasif
Gramatik konsisten
Berbeda dengan ragam bahasa sastra dan bahasa keseharian
Berada pada tingkat resmi, bukan tingkat keseharian (kolokial)
Berbentuk wacana pemaparan (ekspositori)
Pengungkapan dengan lengkap, jelas, ringkas, dan tepat.
Terhindar dari unsur bahasa yang usang, kolot, dan basi.
Terhindar dari ungkapan yang ekstrim dan emosional.
Terhindar dari kata-kata yang mubazir.
Sebagai alat komunikasi pikiran, bukan perasaan.
Berukuran sedang dalam panjang kalimat.
Lazim dilengkapi dengan gambar, diagram, peta, daftar, dan tabel.

2. Pengembangan Gagasan ke dalam Bentuk Paragraf


Setelah rancangan dan materi atau bahan karya tulis ilmiah telah tekumpul, baik
data, gambar, tulisan dan lain - lain, maka selanjutnya adalah pengembangan gagasan ke
dalam bentuk paragraf, yaitu dengan :
Syarat: utuh, padu, dan terkembang
Komponen: gagasan dasar (kalimat topik) dan gaasan pengembang (kalimat
pengembang)
Gagasan pengembang: fakta, contoh, definisi, ilustrasi, kualifikasi, rincian, data
statistik, analog, perbandingan, urutan kausalitas, dan urutan peristiwa
Struktur: induktif, deduktif, dan kombinasi
Pengungkapan visual: tabel, gambar, diagram, figurasi, poligon yang berfungsi
sebagai supplemen pengungkapan verbal (dirujuk dalam teks).
3. Kaidah Tata Tulis Ilmiah

5
Rancangan Karya Tulis

Kaidah tata tulis ilmiah ada beberapa kaidah yang biasa digunakan, yaitu :
3.1. Kaidah Universal
penggunaan ragam bahasa tulis ilmiah
penggunaan bahasa yang baik dan benar
penggunaan ejaan dan tanda baca
penggunaan kata, lambang, peristilahan, kalimat, dan paragraf.

3.2. Kaidah Selingkung


norma konvensi
bisa berbeda satu lembaga dengan lembaga lain
format pelaporan (pembagian bab) dan format-format penunjang yang lain:
halaman sampul, judul, persetujuan, pengesahan, pelampiran.
penulisan halaman sampul, halaman judul, penulisan judul dan subjudul,
pengutipan, penulisan tabel, gambar, penulisan halaman, dan penulisan
daftar pustaka.

3.3. Penulisan Judul, Judul Bab, dan Subbab


Judul dan judul bab ditulis dengan huruf kapital semua
Subjudul ditulis dengan huruf kecil, kecuali huruf pertama tiap unsur kata
Kata depan ditulis dengan huruf kecil semua (di, ke, dari, pada, untuk, bagi,
yang)
Huruf pertama pada perulangan (kedua) yang menjadi subjudul ditulis
dengan huruf kecil (Faktor-faktor, Sumber-sumber)
Penomoran bab menggunakan angka romawi: I, II, III, IV, dan V.
Penomoran subjudul dapat menggunakan angka arab atau campuran huruf
dan angka.

3.4. Penulisan Kutipan


Pengutipan dilakukan dengan menuliskan nama akhir, tahun, dan
halaman sumber rujukan. Contoh: Menurut Soedardji (2003:11), . Jika ada
dua pengarang, pengutipan dilakukan dengan menyebut nama akhir kedua
6
Rancangan Karya Tulis

pengarang tersebut. Contoh: Menurut Chairul dan Agustin (1995:23), . Jika


pengarang lebih dari tiga, penulisan rujukan dilakukan dengan menulis nama
akhir pengarang pertama diikuti dengan dkk. Contoh: Menurut Amry, dkk.
(1989:215), . Jika nama pengarang tidak disebutkan, yang dicantumkan dalam
rujukan adalah nama lembaga yang menerbitkan, nama dokumen yang
diterbitkan, atau nama koran. Contoh: Kompas (Minggu, 29 Februari 2004)
menulis bahwa. Untuk karya terjemahan, perujukan dilakukan dengan menulis
nama pengarang asli. Menurut Rujukan dari dua sumber atau lebih oleh
pengarang yang berbeda dicantumkan dalam satu tanda kurung dengan titik
koma sebagai pemisah. Contoh: (Soedardjo, 2003:23; Chairul, 2003:19).

3.5. Penyajian Tabel dan Gambar


3.5.1 Tabel
Tujuan:
a. Mensistematisasikan data statistik
b. Memfasilitasi pemahaman dan penafsiran data
c. Memfasilitasi pencarian hubungan antardata

Prinsip penyajian tabel:


a. Tampilan sederhana dan jelas
b. Jika tampilan >1/2 halaman disajikan pada halaman tersendiri.
c. Jika tampilan <1/2 halaman diintegrasikan dalam teks
d. Diberikan identitas (nomor dan nama)
e. Jika lebih dari satu halaman, bagian kepala tabel diulang pada
halaman berikutnya dan diberikan tulisa Lanjutan Tabel pada
tepi kiri halaman berikutnya.
f. Setiap huruf pertama nama tabel ditulis kapital, kecuali kata
depan.
g. Kata Tabel ditulis mulai tepi kiri, diikuti nomor dan nama
tabel.

7
Rancangan Karya Tulis

h. Jika nama tebel lebih dari satu baris, baris kedua dst. dimulai
sejajar dengan huruf awal baru.
i. Judul tabel tidak diakhiri dengan tanda baca
j. Berikan jarak tiga spasi antara teks sebelum dan sesudah tabel
k. Nomor tabel dimulai dari nomor 1
l. Garis paling atas tebel dimulai tiga spasi di bawah nama tebel.
m. Penulisan nomor, persen, dan frekuensi dengan singkatan.
n. Garis horizontal perlu dibuiat, tetapi garis vertical kanan,
tengah, dan kiri tidak perlu
o. Tabel kutipan perlu disebutkan sumber.

3.5.2 Gambar
Yang termasuk gambar: foto, grafik, peta, sket, dan diagram
Tujuan penggunaan gambar:
Visualisasi data/pernyataan kualitatif
Visualisasi hubungan antarvariabel
Penyajian data statistik dengan grafik

Prinsip penyajian gambar:


Judul gambar di bawah presentasi gambar
Cara penulisan nama gambar sama dengan penulisan tabel
Gambar harus jelas dan komunikatif
Gambar >1 halaman disajikan dalam halaman tersendiri
Penyebutan adanya gambar seharusnya sebelum adanya
gambar
Gambar diacu dengan nomor dan nama gambar
Penomoran gambar dengan angka Arab

Petunjuk praktis penulisan


Jarak antara gambar/tabel dengan teks sebelum atau
sesudahnya tiga spasi.

8
Rancangan Karya Tulis

Judul tabel/gambar diketik satu halaman dengan tabel atau


gambarnya.
Tepi kanan teks tidak harus rata.
Tempatkan nomor halaman di tepi kanan atas, kecuali halaman
di awal bab ditempatkan di tengah bawah.
Nama pengarang yang ada pada teks (yang dikutip) harus sama
dengan nama yang ada pada daftar pustaka.
Nama awal dan tengah pengarang dapat disingkat atau ditulis
sempurna, asal taat asas dalam satu daftar.

3.6. Penulisan Daftar Pustaka


3.6. 1 Cara Penulisan Daftar Pustaka
Cara penulisan daftar pustaka bisa di susun sebagai berikut :
1. Buku
2. Buku kumpulan artikel (ada editornya)
3. artikel dalam buku kumpulan artikel (ada editornya)
4. artikel jurnal
5. artikel majalah/Koran
6. dokumen resmi pemerintah
7. karya terjemahan
8. skripsi, tesis, disertasi,
9. makalah yang disajikan
10. internet

Pada dasarnya, unsur yang dituliskan dalam daftar pustaka


meliputi: (1) nama pengarang (ditulis dengan urutan nama akhir, nama
awal, dan nama tengah, tanpa gelar akademik), (2) tahun penerbitan, (3)
judul, termasuk subjudul, (4) tempat penerbitan, dan (5) nama penerbit.
Setiap unsur tersebut diakhiri dengan tanda titik (.), kecuali antara kota
tempat penerbit dan nama penerbit yang dipisahkan dengan tanda titik
dua.

9
Rancangan Karya Tulis

3.6.1.1 Pustaka dari Buku


Tahun penerbitan ditulis setelah nama pengarang diakhiri
dengan tanda titik, judul digarisbawahi per kata atau dicetak
miring, dengan huruf besar pada awal kata, kecuali kata hubung.
Tempat penerbitan dan nama penerbit dipisahkan dengan tanda
titik dua. Baris pertama dimulai dari margin kiri, baris kedua,
dan seterusnya masuk enam ketuk. Jarak antara baris dalam satu
rujukan satu spasi, jarak antara rujukan yang satu ke yang lain
dua spasi.

3.6.1.2 Pustaka dari Buku yang Berisi Artikel (Ada Editornya)


Cara menuliskannya sama dengan rujukan dari buku hanya
ditambah dengan tulisan (Ed.) jika hanya satu editor dan (Eds.)
jika lebih dari satu editor. (Ed.) atau (Eds.) tersebut ditempatkan
di antara nama pengarang dan tahun penerbitan. Maurice,
Catherine dan Masyita, Dewi. (Eds.). 1996. Behavioral
Intervention for Young Children with Autism: A Manual for
Parents and Professionals. Austin, Texas: 8700 Shoal Creek
Boulevard.

3.6.1.3 Pustaka dari Artikel dalam Buku Kumpulan Artikel (Ada


Editornya).
Nama pengarang artikel ditulis di depan, diikuti tahun
penerbitan. Judul artikel diapit tanda kutip, tidak perlu dicetak
miring atau digarisbawahi per kata. Nama editor ditulis seperti
urutan yang sebenarnya, diberi keterangan (Ed.) atau (Eds.)
Judul buku yang berisi kumpulan artikel dicetak miring atau
digarisbawahi per kata, nomor halaman dituliskan dalam
kurung. Loovas, O. Ivar. 1996. The UCLA Young Autism
Model of Service Delivery dalam Catherine Mauricea dan
Dewi Masyita. (Eds.), Behavioral Intervention for Young

10
Rancangan Karya Tulis

Children with Autism (hlm. 241248). Austin, Texas: 8700


Shoal Creek Boulevard.

3.6.1.4 Pustaka Artikel dalam Jurnal


Nama penulis ditulis, diikuti tahun. Judul artikel diapit
tanda kutip, judul jurnal dicetak miring atau digarisbawahi.
Berikutnya jurnal tahun ke berapa, nomor berapa, dan halaman
berapa.
Marwoto, Y. 2001. Seni dan Subversi dalam Basis, Nomor
09-10, Tahun ke-50, September-Oktober, (hlm.3237).

3.6.1.5 Pustaka dari Artikel dalam Koran atau Majalah


Nama pengarang ditulis paling depan, dikuti tahun, tanggal, dan
bulan. Judul artikel ditulis di antara tanda kutip, nama koran atau
majalah dicetak miring atau digarisbawahi per kata.
Hidayat, Dedy N. 2004. Amerikanisasi Industri Kampanye
Pemilu dalam Kompas, Rabu, 11 Februari, (hlm. 4). Contoh
daftar pustaka : Daftar Pustaka Ary, D., L.C. Jacobs, & A.
Razavieh. 1982. Pengantar Penelitian Pendidikan. (Penerjemah:
Arief Furchan). Surabaya: Usaha Nasional. Cornet, L. & K.
Weeks. 1985a. Career Ladder Plans: Trends and Emerging
Issues1985. Atlanta: Career Ladder Clearinghouse. Cornet, L.
& K. Weeks. 1985b. Planning Career Ladders: Lessons from the
States. Atlanta: Career Ladder Clearinghouse.

3.6.1.6 Format dan Sistematika Penulisan


Sistematika
Alternatif Pertama
Judul bab ditulis dengan huruf kapital semua dengan ditempatkan
di tengah.

11
Rancangan Karya Tulis

Peringkat ke-1 ditandai dengan angka 2 digit yang dipisahkan


oleh tanda titik, tetapi tidak diakhiri dengan titik, dan dimulai dari
tepi kiri. Judul subbabini ditulis dengan huruf kapital dan kecil
dan tebal
Peringkat ke-2 ditandai dengan angka 3 digit yang dipisahkan
oleh tanda titik, tetapi tidak diakhiri dengan titik, dan dimulai dari
tepi kiri. Judul subbab ini ditulis dengan huruf kapital dan kecil
dan tebal.
Peringkat ke-3 ditandai dengan angka 4 digit yang dipisahkan
oleh tanda titik, tetapi tidak diakhiri dengan titik, dan dimulai dari
tepi kiri. Judul subbabini ditulis dengan huruf kapital dan kecil
dan tebal.
Peringkat ke-4 ditandai dengan angka 5 digit yang dipisahkan
oleh tanda titik, tetapi tidak diakhiri dengan titik, dan dimulai dari
tepi kiri. Judul subbabini ditulis dengan huruf kapital dan kecil
dan tebal.

Alternatif Kedua
Judul bab ditulis dengan huruf kapital semua dengan ditempatkan
di tengah.
Peringkat ke-1 ditandai dengan huruf kapital (A, B, C, dan
seterusnya) memakai titik dan ditulis dari tepi kiri; ditulis dengan
huruf kapital dan kecil; serta dicetak tebal.
Peringkat ke-2 ditandai dengan angka (1, 2, 3, dan seterusnya)
yang diakhiri dengan titikdan dimulai dari tepi kiri; ditulis dengan
huruf kapital dan kecil; serta dicetak tebal.
Peringkat ke-3 ditandai dengan huruf kecil (a, b, c, dan
seterusnya) yang diakhiri oleh tanda titik dan dimulai dari tepi
kiri. Judul subbabini ditulis dengan huruf kapital dan kecil serta
dicetak tebal.

12
Rancangan Karya Tulis

Peringkat ke-4 ditandai dengan angka dalam kurung tutup ( 1), 2),
3) dan seterusnya) yang diakhiri dengan titik, dan dimulai dari
tepi kiri. Judul subbabini ditulis dengan huruf kapital dan kecil
serta dicetak tebal.
Peringkat ke-5 ditandai dengan huruf kecil dalam kurung tutup (
a), b), c) dan seterusnya) yang diakhiri dengan titik, dan dimulai
dari tepi kiri. Judul subbab ini ditulis dengan huruf kapital dan
kecil serta dicetak tebal.
Peringkat ke-6 ditandai dengan angka dalam kurung buka dan
kurung tutup ( (1), (2), (3) dan seterusnya) yang diakhiri dengan
titik, dan dimulai dari tepi kiri. Judul subbab ini ditulis dengan
huruf kapital dan kecil serta dicetak tebal.

IlmuPengetahuan Alam sendiri berasal dari kata sains yang berarti alam. Sains menurut
Suyoso (1998:23) merupakan pengetahuan hasil kegiatan manusia yang bersifat aktif dan
dinamis tiada henti-hentinya serta diperoleh melalui metode tertentu yaitu teratur, sistematis,
berobjek, bermetode dan berlaku secara universal.
Menurut Abdullah (1998:18), Ilmu Pengetahuan Alam merupakan pengetahuan teoritis
yang diperoleh atau disusun dengan cara yang khas atau khusus, yaitu dengan melakukan
observasi, eksperimentasi, penyimpulan, penyusunan teori, eksperimentasi, observasi dan
demikian seterusnya kait mengkait antara cara yang satu dengan cara yang lain.
Trianto (2011: 137) menyatakan bahwa secara umum Ilmu Pengetahuan Alam dipahami
sebagai ilmu yang lahir dan berkembang melalui langkah-langkah observasi, perumusan

13
Rancangan Karya Tulis

masalah, penyusunan hipotesis, pengujian hipotesis melalui eksperimen, penarikan


kesimpulan serta penemuan teori dan konsep.
Dari pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa Ilmu Pengetahua Alam merupakan
pengetahuan dari hasil kegiatan manusia yang diperoleh dengan menggunakan langkah-
langkah ilmiah yang berupa metode ilmiah dan dididapatkan dari hasil eksperimen atau
observasi yang bersifat umum sehingga akan terus di sempurnakan.

2. Ruang lingkup Ilmu Pengetahuan Alam

Ruang Lingkup Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) meliputi alam semesta secara keseluruhan
baik yang ada di luar angkasa, dalam bumi dan di permukaan bumi.

Dalam pembelajaran, ruang lingkup IPA mencakup semua materi yang terkait dengan
objek alam serta persoalannya, yaitu makhluk hidup, energi dan perubahannya, bumi dan
alam semesta serta proses materi dan sifatnya. Adapun Aspek pembelajaran IPA terdiri dari
tiga aspek yaitu Fisika, Biologi dan Kimia. Pada apek Fisika, IPA lebih memfokuskan pada
benda-benda tak hidup. Pada aspek Biologi, IPA mengkaji pada persoalan yang terkait
dengan makhluk hidup serta lingkungannya. Sedangkan pada aspek Kimia, IPA mempelajari
gejala-gejala kimia baik yang ada pada makhluk hidup maupun benda tak hidup yang ada di
alam.

3. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam

Pendidikan IPA menurut Tohari (1978:3) merupakan usaha untuk menggunakan tingkah
laku siswa hingga siswa memahami proses-proses IPA, memiliki nilai-nilai dan sikap yang
baik terhadap IPA serta menguasi materi IPA berupa fakta, konsep, prinsip, hukum dan teori
IPA.

Pendidikan IPA menurut Sumaji (1998:46) merupakan suatu ilmu pengetahuan sosial
yang merupakan disiplin ilmu bukan bersifat teoritis melainkan gabungan (kombinasi) antara
disiplin ilmu yang bersifat produktif.

14
Rancangan Karya Tulis

Dari kedua pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan IPA merupakan suatu
usaha yang dilakukan secara sadar untuk mengungkap gejala-gejala alam dengan
menerapkan langkah-langkah ilmiah serta untuk membentuk kepribadian atau tingkah laku
siswa sehingga siswa dapat memahami proses IPA dan dapat dikembangkan di masyarakat.

Dengan demikian pendidikan IPA bukan hanya sekedar teori akan tetapi dalam setiap
bentuk pengajarannya lebih ditekankan pada bukti dan kegunaan ilmu tersebut. Bukan berarti
teori-teori terdahulu tidak digunakan, ilmu tersebut akan terus digunakan sampai menemukan
ilmu dan teori baru. Teori lama digunakan sebagai pembuktian dan penyempurnaan ilmu-
ilmu alam yang baru. Hanya saja teori tersebut bukan untuk dihapal namun di terapkan
sebagai tujuan proses pembelajaran dan perlu adanya usaha yang dilakukan agar pendidikan
IPA yang ada sekarang ini dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan awal yang akan dicapai,
karena kita tahu bahwa pendidikan IPA tidak hanya pada teori-teori yang ada namun juga
menyangkut pada kepribadian dan sikap ilmiah dari peserta didik. Untuk itu maka
kepribadian dan sikap ilmiah perlu ditumbuhkan agar menjadi manusia yang sesuai dari
tujuan pendidikan.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan:
1. Dapat dikatakan bahwa hakikat pengertian IPA adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari gejala-gejala melalui serangkaian proses yang dikenal dengan proses ilmiah yang
dibangun atas dasar sikap ilmiah dan hasilnya terwujud sebagai produk ilmiah yang menyusun
atas tiga komponen yang terpenting berupa konsep, prinsip dan teori yang berlaku secara
universal.

2. Ruang Lingkup Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) meliputi alam semesta secara keseluruhan baik
yang ada di luar angkasa, di bumi meliputi di permukaan bumi dan di dalam bumi, mencakup semua
materi yang terkait dengan objek alam serta persoalannya, yaitu makhluk hidup, energi dan

15
Rancangan Karya Tulis

perubahannya, bumi dan alam semesta serta proses materi dan sifatnya, dan dalam pembelajarannya
IPA terdiri dari tiga aspek yaitu Fisika, Biologi dan Kimia.

3. Pendidikan IPA menjadi suatu bidang ilmu yang memiliki tujuan agar setiap siswa terutama yang
ada di sekolah mulai Sekolah Dasar sampai dengan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas bahkan Mahasiswa
Perguruan Tinggi memiliki kepribadian yang baik dan dapat menerapkan sikap ilmiah serta dapat
mengembangkan potensi yang ada di alam untuk di jadikan sebagai sumber ilmu dan dapat diterapkan
dalam kehidupan sehari-hari.

BAB IV
DAFTAR PUSTAKA

1. https://jackytyoo.wordpress.com/2013/04/12/ruang-lingkup-ipa/
2. http://hamlandz.blogspot.com/2011/07/makalah-ilmu-alamiah-dasar-ruang.html

16