Anda di halaman 1dari 9

1

PHB TEGANGAN MENENGAH

MODUL PAPAN HUBUNG BAGI TEGANGAN


MENENGAH
TEKNIK INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK

KELAS XII

OLEH :

MUHAMMAD RIO ALRIZAL

140534603928

S1 PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO


1
PHB TEGANGAN MENENGAH

PAPAN HUBUNG BAGI TEGANGAN MENENGAH


Papan hubung bagi tegangan menengah (switchgear) adalah panel distribusi yang
mendistribusikan beban kepanel-panel yang lebih kecil kapasitasnya. Dalam
bahasa Indonesia artinya Panel Tegangan Menengah (PTM) atau juga disebut
MVMDB (Medium Voltage Main distribution Board) dan sedangkan untuk
tegangan rendah disebut LVMDB (Low Voltage Main Distribution Board).

Gambar 1. PHB TM

A. KONDISI OPERASI

Papan hubung bagi tegangan menengah (panel) biasanya ditempatkan pada


ruang yang memiliki sirkulasi udara. Panel tegangan menengah harus didesain
memiliki keandalan tinggi dan downtime minimum, mudah dalam pengoperasian
dan pemeliharaan. Panel tegangan menengah harus didisain untuk meminimalkan
resiko hubungan pendek untuk memastikan keselamatan pribadi dan operasional
dalam segala kondisi operasi maupun selama inspeksi, pemeliharaan, terhubung,
pengawasan spare panel, dimana kondisi panel masih beroperasi. Panel tegangan
menengah akan menyediakan tegangan 6.6 kV, 50 Hz, untuk menyuplai peralatan
pembangkit dan peralatan lain. Daya akan disalurkan ke peralatan dari busbar 6.6
kV.
Panel tegangan menengah harus memiliki 3 kompartemen, yaitu
kompartemen kabel, kompartemen busbar, dan kompartemen breaker.
Tiap panel harus memiliki sekat pemisah internal dari lembar logam yang
diperlukan untuk membentuk kompartemen yang terpisah antara busbar, relai
/instrumen, sambungan kabel, dan sebagainya.

B. Jenis-Jenis PHB
1
PHB TEGANGAN MENENGAH

1. Ditinjau dari sisi tegangan operasinya maka PHB dapat di bagi menjadi:
a. PHB tegangan rendah
b. PHB tegagan menengah
c. PHB tegangan tinggi
2. Ditinjau dari sisi tempat pemasangannya maka PHB dapat di bagi menjadi
a. Pasangan dalam
b. Pasang Luar
3. Ditinjau dari sisi sususnanya/tingkatannya di bagi menjadi
a. Main Panel
b. Main Sub Panel
c. Distribusi Panel
4. Ditinjau dari sisi sususnanya/tingkatannya di bagi menjadi
a. Panel Penerangan
b. Panel Tenaga
c. Panel Kontrol
5. Berdasarkan bentuknya, PHB terdiri dari tiga macam, yaitu :
a. Bentuk Lemari
b. Bentuk Kotak
c. Bentuk Meja
6. Berdasarkan perkembangan teknologi, PHB dibagi 2 macam, yaitu
a. Konvensional
b. Modern (berbasis PLC atau yang lainnya)

C. Komponen pada PHB TM


1. Kerangka / Rak
2. Saklar Utama
3. Circuit Breaker
4. Rel Tembaga (busbar)
5. Isolator penumpu Rel
6. Sirkuit Pengukuran
7. Alat ukur Ampere & Volt meter
8. Trafo Arus (CT)
Transformator arus (Current Transformer- CT) adalah salah satu peralatan
di Gardu Distribusi, fungsinya untuk mengkonversi besaran arus besar ke arus
kecil guna pengukuran sesuai batasan alat ukur, juga sebagai proteksi serta
isolasi sirkit sekunder dari sisi primernya.
1
PHB TEGANGAN MENENGAH

Gambar 2. Transformator Arus.

9. Transformator Tegangan - Potential Transformator (PT)

Fungsinya adalah mentransformasikan besaran Tegangan Tinggi ke


besaran Tegangan Rendah guna pengukuran atau proteksi dan sebagai
isolasi antara sisi tegangan yang diukur atau diproteksikan dengan alat
ukurnya / proteksinya. Faktor yang harus diperhatikan dalam pemilihan
transformator tegangan adalah batas kesalahan transformasi dan
pergeseran sesuai tabel dibawah ini :

Gambar 3. Transformator Tegangan

10. Sistem Pembumian


11. Lampu Kontrol / Indikator

D. GAWAI PENGAMAN PHB TEGANGAN MENENGAH (CB)

1. Pemisah Disconnecting Switch (DS)

Berfungsi sebagai pemisah atau penghubung instalasi listrik 6-20 kV. Pemisah
1
PHB TEGANGAN MENENGAH

hanya dapat dioperasikan dalam keadaan tidak berbeban.

Gambar 4. Pemisah Engsel

2. Pemutus beban Load Break Switch (LBS)

Berfungsi sebagai pemutus atau penghubung instalasi listrik 20 kV. Pemutus


beban dapat dioperasikan dalam keadaan berbeban dan terpasang pada kabel
masuk atau keluar gardu distribusi.

3. Pemutus Tenaga - Circuit Breaker (CB)

Berfungsi sebagai pemutus dan penghubung arus listrik dengan cepat dalam keadaan
normal maupun gangguan hubung singkat. Peralatan Pemutus Tenaga (PMT) ini
sudah dilengkapi degan rele proteksi arus lebih (Over Current Relay) dan dapat
difungsikan sebagai alat pembatas beban.

Gambar 5. PMT 20 KV
1
PHB TEGANGAN MENENGAH

4. Grounding
Grounding berfungsi sebagai pengaman listrik. Pengaman listrik akibat
dari beberapa kabel yg terkelupas dan mengenai body part peralatan elektonik
atau peralatan listrik yg selanjutnya mengenai orang. Dengan adanya komponen
panel listrik ini maka aliran listrik yg tak berfungsi akan dibumikan.

5. Fused Cut Out (FCO)

Fuse cut out (sekring) adalah suatu alat pengaman yang melindungi jaringan
terhadap arus beban lebih (over load current) yang mengalir melebihi dari batas
maksimum, yang disebabkan karena hubung singkat (short circuit) atau beban
lebih (over load). Fuse cut out ini hanya dapat memutuskan satu saluran kawat
jaringan di dalam satu alat. Apabila diperlukan pemutus saluran

Gambar 6. Fused Cut Out (FCO)

6. Lightning Arester (LA)

Untuk melindungi Transformator distribusi, khususnya pada pasangan luar dari


tegangan lebih akibat surja petir. Dengan pertimbangan masalah gangguan pada
SUTM, Pemasangan Arester dapat saja dipasang sebelum atau sesudah FCO
1
PHB TEGANGAN MENENGAH

Gambar 7. Lighting Arrester (LA)

Nilai arus pengenal LA : 5 KA 10 KA 15 KA

Untuk tingkat IKL diatas 110, sebaiknya tipe 15 KA. Sedang untuk
perlindungan Transformator yang dipasang pada tengah-tengah jaringan memakai
LA 5 KA, dan di ujung jaringan dipasang LA 10 KA
1
PHB TEGANGAN MENENGAH

DAFTAR RUJUKAN

https://dunia-electrical.blogspot.co.id/2014/12/panel-tegangan-menengah-switchgear.html

diakses pada 12 juli 2017

https://distribusitenagalistrik.wordpress.com/2015/02/22/papan-hubung-bagi-phb/
diakses pada 12 juli 2017

https://electricdot.wordpress.com/2012/07/01/alat-alat-pengaman-pada-jaringan-
distribusi/ diakses pada 12 juli 2017

http://www.mca-indonesia.go.id/assets/uploads/media/pdf/pln-buku-4.pdf
diakses pada 12 juli 2017