Anda di halaman 1dari 19

PEMERINTAH KABUPATEN PASAMAN BARAT

DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG


Jalan M.Natsir Pasaman Baru - Simpang Empat
Telp. (0753) 7464234/ Fax (0753) 7464233

KERANGKA ACUAN KERJA


(K.A.K)

PENYUSUNAN RDTR DAN


PENZONINGAN KAWASAN AIR BANGIS
SEBAGAI PUSAT PELAYANAN KAWASAN (PPK)

TAHUN 2017

0
KERANGKA ACUAN KERJA
PENYUSUNAN RDTR DAN PENZONINGAN KAWASAN AIR BANGIS
SEBAGAI PUSAT PELAYANAN KAWASAN (PPK)

I. LATAR BELAKANG
Pesatnya pertumbuhan fisik dan transformasi sosial ekonomi masyarakat seringkali tidak
sejalan dengan kesiapan pemerintah kota dalam mewadahinya sehingga mengakibatkan
terjadinya tumpang tindih dalam pemanfaatan lahan. Untuk itu Pemanfaatan ruang kota
perlu dikendalikan. Pengendalian pemanfaatan ruang kota pada umumnya dilaksanakan
dengan berpedoman pada Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
(RTRW) Kabupaten/kota. Akan tetapi sesuai dengan tingkatan hierarki, skala dan
kedalaman materi yang diatur di dalamnya, produk RTRW Kabupaten pada umumnya
hanya mengatur struktur dan pola pemanfaatan lahan dalam skala makro kabupaten, dan
tidak cukup rinci untuk dijadikan landasan operasional pengendalian Pemanfaatan ruang
untuk pembangunan sarana dan prasarana lingkungan kota. Pengendalian pemanfaatan
ruang, pada skala yang lebih rinci dan operasional pada kawasan kota tertentu,
didasarkan pada Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan
Perkotaan.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2003, tentang Pembentukan Kabupaten


Dharmasraya, Kabupaten Solok Selatan, dan Kabupaten Pasaman Barat di Provinsi
Sumatera Barat (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 153 Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4348). Kabupaten Pasaman Barat merupakan salah satu
Kabupaten yang baru mekar saat ini tengah mempersiapkan beberapa rencana detail tata
ruang untuk dijadikan arahan dalam pembangunan kawasan sesuai peruntukannya

Dalam RTRW Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2012 yang sudah di Perdakan dengan
Peraturan Daerah Kabupaten Pasaman Barat Nomor 18 Tahun 2012 Pasal 40 Ayat 5 Point
a. bahwa; perwujudan PPK Air Bangis dilakukan dengan salah satunya adalah penyusunan
Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Air Bangis dengan jumlah penduduk 24.701 jiwa
sesuai data Pasaman Barat Dalam Angka Tahun 2016. Dalam dokumen RTRW
Kabupaten Pasaman Barat Air Bangis merupakan kawasan perkotaan yang berfungsi
untuk melayani kegiatan skala kecamatan atau beberapa desa yang sudah ditetapkan oleh
pemerintah kabupaten. Air bangis juga merupakan kawasan perkotaan pantai yang sangat
rawan terhadap bencana alam.
Secara internal Air Bangis ditetapkan sebagai kawasan strategis kabupaten. Selain sebagai
kawasan bersejarah, Air Bangis juga mempunyai objek wisata baik wisata alam (bahari)
maupun budaya. Sebagian besar masyarakat Air Bangis merupakan masyarakat nelayan.
Saat ini sedang dibangun pelabuhan laut yang diarahkan untuk angkutan barang. Dengan
terbangunnya pelabuhan laut di Air Bangis, diperkirakan pengangkutan hasil produksi
Pasaman Barat seperti CPO yang selama ini melalui jalur darat akan beralih melalui jalur
laut. Oleh karena itu kawasan ini perlu mendapat prioritas penanganan agar
pertumbuhannya dapat lebih cepat dan sekaligus terkendali sehingga perkembangan
yang terjadi membawa dampak yang positif bagi kehidupan sosial, terutama masyarakat
nelayan dan kondisi lingkungan.

Dalam upaya pengendalian pembangunan yang lebih terinci perlu disusun Rencana Detail
Tata Ruang dan Peraturan Zonasinya sebagai salah satu dasar dalam pengendalian
penataan ruang dan sekaligus menjadi dasar penyusunan rencana tata bangunan dan

1
lingkungan bagi zona-zona yang pada rencana detail tata ruang ditentukan sebagai zona
yang penanganannya diprioritaskan.

II. MAKSUD, TUJUAN DAN SASARAN

1. Maksud Kegiatan
Maksud dari Penyusunan RDTR dan Penzoningan Kawasan Air Bangis sebagai Pusat
Pelayanan Kawasan (PPK) ini adalah untuk mewujudkan rencana detail tata ruang yang
mendukung terciptanya kawasan strategis maupun kawasan fungsional secara aman,
produktif dan berkelanjutan.

2. Tujuan Kegiatan
Tujuan dari Penyusunan RDTR dan Penzoningan Kawasan Air Bangis sebagai Pusat
Pelayanan Kawasan (PPK) ini adalah :
a. Menciptakan arahan bagi masyarakat dalam pengisian pembangunan fisik kawasan.
b. Menciptakan pedoman bagi instansi dalam menyusun zonasi, pemberian perizinan,
dan kesesuaian pemanfaatan bangunan dengan peruntukan lahan.
c. Menciptakan acuan dalam pengembangan kawasan perkotaan.
d. Menciptakan dasar pengendalian tata ruang
e. Menciptakan dasar penyusunan RTBL

3. Sasaran
Sasaran dari Penyusunan RDTR dan Penzoningan Kawasan Air Bangis sebagai Pusat
Pelayanan Kawasan (PPK) ini adalah:
a. Terciptanya keselarasan, keserasian, keseimbangan antar lingkungan permukiman
dan antar kegiatan dalam kawasan.
b. Terwujudnya keterpaduan program pembangunan antar kawasan maupun dalam
kawasan.

III. LOKASI KEGIATAN


Lokasi kegiatan Penyusunan RDTR dan Penzoningan Kawasan Air Bangis sebagai Pusat
Pelayanan Kawasan (PPK) di Air Bangis Kecamatan Sungai Beremas Kabupaten Pasaman
Barat

IV. SUMBER PENDANAAN


Pelaksanaan kegiatan Penyusunan RDTR dan Penzoningan Kawasan Air Bangis sebgai
Pusat Pelayanan Kawasan (PPK) ini dibiayai melalui dana Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pasaman Barat Tahun Anggaran 2017 pada Dokumen
Pelaksanaan Anggaran (DPA) SOPD Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Kabupaten Pasaman Barat dengan pagu anggaran sebesar Rp.600.000.000,00 (Enam
ratus juta rupiah).

V. NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA


Nama Pengguna Jasa untuk kegiatan ini adalah Kuasa Pengguna Anggaran Bidang Cipta
Karya dan Penataan Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten
Pasaman Barat.

2
VI. DASAR HUKUM

Penyusunan RDTR dan Penzoningan Kawasan Air Bangis sebagai Pusat Pelayanan
Kawasan (PPK) didasarkan pada:

Undang-undang
a. Undang-undang No. 38 tahun 2004 tentang Jalan;
b. Undang-undang No. 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana;
c. Undang-undang RI No. 26 Tahun 2007, tentang Penataan Ruang;
d. Undang-undang No. 27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-
Pulau Kecil;
e. Undang-undang No. 12 tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas UU No.32/2004
tentang Pemerintah Daerah;
f. Undang-undang No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas & Angkutan Jalan;
g. Undang-undang No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup;
h. Undang-undang No. 41 tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan
Berkelanjutan;
i. Undang-undang No. 45 tahun 2009 tentang Perubahan atas UU No.31/2004 tentang
Perikanan;
j. Undang-undang No. 1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Peraturan Pemerintah
a. Peraturan Pemerintah No. 10 tahun 2000 tentang Ketelitian Peta untuk Penataan
Ruang Wilayah;
b. Peraturan Pemerintah No. 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan
antara Pemerintah; Pemerintahan Daerah Propinsi, dan Pemerintahan Daerah
Kabupaten/Kota;
c. Peraturan Pemerintah No. 26 tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Nasional;
d. Peraturan Pemerintah No. 10 tahun 2010 tentang Perubahan Fungsi Kawasan Hutan;
e. Peraturan Pemerintah No. 11 tahun 2010 tentang Penertiban dan Pendayagunaan
Tanah Terlantar;
f. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 15 Tahun 2010 tentang
Penyelenggaraan Penataan Ruang;

Peraturan Menteri
a. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2011 tentang Pedoman
Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi
Kabupaten/Kota;
b. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia No. 67 Tahun 2012 tentang
Pedoman Pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis DalamPenyusunan Atau
Evaluasi Rencana Pembangunan Daerah;

Peraturan Daerah
Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pasaman Barat No. 18
tahun 2012.

3
VII. LINGKUP DAN TAHAPAN KEGIATAN

1. Lingkup Kegiatan
Ruang lingkup pekerjaan Penyusunan RDTR dan Penzoningan Kawasan Air Bangis
sebagai Pusat Pelayanan Kawasan (PPK) yaitu :
A. Menentukan dan menetapkan kawasan perencanaan yang meliputi kawasan Ibu
Kota Kecamatan Sungai Beremas yaitu Air Bangis ( 20.000 ha) sesuai dengan
RTRW Kabupaten Pasaman Barat.

B. Pengumpulan dan Pengolahan Data.


a. Persiapan Survey Lapangan
Tahap Persiapan Survey
Menyiapkan metode dan jadwal survey
Menyiapkan daftar isian data (checklist data), list pertanyaan dan
wawancara
Menyiapkan daftar peta
Menyiapkan daftar peralatan
Menyiapkan tenaga yang diperlukan

Tahap Survey, meliputi :


a. Survey data sekunder (instansional);
Data citra satelit resolusi tinggi (CSRT) kombinasi Word View dan
Pleades Tahun 2016 Sumber LAPAN.
b. Survey sekunder berupa citra pada point a harus dilakukan koreksi
geometric dan orthorifikasi, sehingga Data Citra benar dan dapat
dipergunakan sebagai peta dasar untuk digitasi dalam peta tematik di
rencana zonasi skala 1 : 5000.
data primer (field study).

C. Analisa Kawasan Perencanaan


Tahap Analisis, meliputi :
Analisa struktur kawasan perencanaan
Analisa kemampuan lahan
Analisa blok peruntukan blok rencana
Analisa prasarana transportasi
Analisa fasilitas umum
Analisa utilitas umum
Analisa amplop ruang
Analisa kelembagaan dan peran serta masyarakat
Perumusan dan ketentuan teknis RDTR
Pengaturan zonasi kawasan perencanaan

D. Perumusan Konsep Rencana dan ketentuan teknis rencana detail

4
E. Penyusunan produk rencana detail tata ruang
1. Rencana struktur ruang kawasan
- rencana persebaran penduduk
- struktur kawasan perencanaan yaitu struktur fungsi dan peran
kawasan;
- rencana blok kawasan
- rencana skala pelayanan
- rencana system jaringan yang meliputi jalan raya, fasilitas jalan raya,
angkutan air;
- rencana system jaringan utilitas, meliputi jaringan air minum, listik,
gas, drainase, air limbah, persampahan
2. Rencana peruntukan Blok
- perdagangan dan jasa,
- industry dan perdagangan,
- pertambangan, pariwisata,
- agropolitan/pertanian,
- ruang terbuka hijau, ruang terbuka non hijau,
3. Rencana penataan bangunan dan lingkungan (amplop ruang)
- tata kualitas lingkungan,
- tata bangunan,
- arah garis sempadan
4. Indikasi program pembangunan
lokasi, jumlah, waktu dan pembiayaan terhadap
- bangunan/jaringan/lingkungan baru yang akan dibangun,
- bangunan/jaringan/lingkungan yang akan ditingkatkan,)
- bangunan/jaringan/lingkungan yang akan diperbaiki,
- bangunan/jaringan/lingkungan diperbaharui,
- bangunan/jaringan/lingkungan yang akan dipugar,
- bangunan/jaringan/lingkungan yang akan dilindungi.

Muatan RDTR
1. Tujuan Penataan BWP
2. Rencana Pola Ruang
3. Rencana Jaringan Prasarana
4. Penetapan Sub BWP yang diprioritaskan penanganannya
5. Ketentuan pemanfaatan ruang;
6. Peraturan zonasi
Tahap Peraturan Zonasi
Out put berupa peraturan zonasi sebagai hasil digitasi yang telah terkoreksi
dan orthorifikasi (peta tematik dan peta rencana yang diperlukan) perlu
diasistensikan dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk memperoleh
rekomendasi peta skala 1 : 5000 produk RDTR telah dilegalkan dan dapat
digunakan dalam Peraturan Derah.

5
Penyusunan Materi Teknis, meliputi :
a. Fungsi dan peran wilayah perencanaan
b. Tujuan penataan ruang wilayah perencanaan
c. Rencana sistem fasilitas dan utilitas kawasan perencanaan
d. Intensitas pemanfaatan ruang,
Spesifikasi Teknis Peta dan Citra adalah sebagai berikut :
a. Umum
Pada dasarnya peta dibedakan menjadi peta sebagai input dan output
(produk). Peta sebagai input merupakan data dasar dalam
memvisualisasikan informasi secara spasial sesuai dengan letak
geografis atau koordinat fokusnya. Koordinat yang digunakan adalah
berlaku secara nasional dengan otoritas dari Badan Informasi
Geospatial (BIG). Demikian pula halnya untuk citra satelit
menggunakan data citra ikonos/quickbird.
b. Bentuk Data
Setiap peta baik peta dasar, peta tema dan citra satelit sebagai input
maupun sebagai produk peta analisa dan peta rencana harus disusun
berdasarkan kaidah perpetaandisusun/dibuat dalam bentuk shp yang
dapat di olah dan diedit dengan GIS.
c. Orientasi Sistem Informasi Geografis
Baik peta dasar, peta tema dan citra satelit berorientasi kepada Basis
data Spasial. Basis data spasial adalah integrasi peta dan atribut
entitas, yang dikemas dalam peta dasar yang sudah menerapkan
koordinat global (real world coordinates) atau dengan kata lain peta
tersebut sudah georeference. Sehingga software peta yang
digunakan harus berorientasi kepada Sistem Informasi Geografis.
d. Skala Peta
Untuk pekerjaan ini, skala peta harus dibuat dengan skala 1 : 5.000.
Peta tematik sesuai dengan Permen PU No. 20/PRT/M2011).

Penyusunan dokumen KLHS.

Penyusunan Draft Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Pasaman


Barat tentang Penyusunan RDTR dan Penzoningan Kawasan Air Bangis
sebagai Pusat Pelayanan Kawasan (PPK).

F. Proses Pendampingan Legalisasi rencana detail tata ruang


G. Pengendalian rencana detail, meliputi aturan zonasi, aturan insentif dan
disinsentif, perijinan dan pengendalian pemanfaatan ruang
H. Pelibatan Peran Masyarakat dalam Penyusunan RDTR dan Penzoningan
Kawasan Air Bangis sebagai Pusat Pelayanan Kawasan (PPK)

2. Tahapan Kegiatan
Dalam rangka memenuhi target sasaran sesuai dengan yang dipersyaratkan, berikut
rincian tahapan kegiatan yang harus dilaksanakan:

6
a. Rapat Koordinasi Awal Kegiatan Penyusunan RDTR dan Penzoningan Kawasan
Air Bangis sebagai Pusat Pelayanan Kawasan (PPK).
Segera setelah proses kontrak antara Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dengan
pihak penyedia jasa selesai, akan diadakan rapat awal untuk koordinasi sebelum
memulai pekerjaan Penyusunan RDTR dan Penzoningan Kawasan Air Bangis
sebagai Pusat Pelayanan Kawasan (PPK) di Kabupaten. Rapat akan
diselenggarakan oleh KPA Bidang Cipta Karya dan Penataan Ruang Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pasaman Barat beserta Tim
Pelaksana/Tim Teknis Penyusunan RDTR dan Penzoningan Kawasan Air Bangis
sebagai Pusat Pelayanan Kawasan (PPK).

Pada rapat tersebut akan disampaikan hal-hal sebagai berikut:


i. Penjelasan lingkup tugas konsultan Penyusunan RDTR dan Penzoningan
Kawasan Air Bangis sebagai Pusat Pelayanan Kawasan (PPK)
ii. Penjelasan tahapan kegiatan yang harus dilaksanakan;
iii. Penjelasan deliniasi kawasan studi;
iv. Jadwal penyampaian dan pembahasan laporan.

b. Penyusunan Laporan Pendahuluan


Segera setelah rapat Koordinasi Awal, tim Penyedia Jasa segera menyusun
Laporan Pendahuluan serta bahan tayangan yang akan disampaikan pada Rapat
Pendahuluan yang setidaknya memuat materi sebagai berikut:
i. Metodologi pekerjaan dan jadwal penugasan tenaga ahli
ii. Gambaran awal profil kawasan (data sekunder);
iii. Observasi awal sekitar deliniasi kawasan studi;
iv. Format, lokasi, jadwal dan target data survey lokasi;
v. Agenda acara, lokasi acara, target data dan daftar undangan pelaksanaan
focus group discussion (FGD) di daerah;
vi. Identifikasi awal potensi dan permasalahan lokal kawasan;
vii. Studi data peraturan daerah terkait dengan Penyusunan RDTR dan
Penzoningan Kawasan Air Bangis sebagai Pusat Pelayanan Kawasan (PPK);
dan
viii. Pembahasan dengan Tim pelaksana/tim Teknis.

c. Rapat Pembahasan Laporan Pendahuluan


Sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, tim tenaga ahli konsultan segera
mengagendakan dan menyelenggarakan Rapat Pembahasan Laporan
Pendahuluan dalam bentuk workshop dengan mengundang seluruh tim teknis
serta dihadiri juga oleh tenaga ahli sesuai ijazah. Dalam Rapat Pembahasan
Laporan Pendahuluan tersebut harus disusun Berita Acara Pembahasan Laporan
Pendahuluan.

d. Pelaksanaan Survey Pemetaan oleh Tim Konsultan


Sesuai dengan jadwal dan agenda yang telah disepakati, tim Penyedia Jasa segera
melaksanakan survey lokasi dengan target data yang telah ditetapkan pada
pembahasan Laporan Pendahuluan.

7
e. Pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD)
Sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, tim Penyedia Jasa segera
mengagendakan dan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan
mengundang tim teknis dan seluruh pemangku kepentingan terkait. Dalam FGD
tersebut tim konsultan menyampaikan hasil survey awal lokasi untuk dapat
dikonfirmasi oleh pihak terkait serta mengidentifikasi kawasan rawan bencana,
kawasan pariwisata di daerah yang akan diselaraskan menggunakan perangkat
berupa Dokumen RDTR dan Penzoningan Kawasan Air Bangis sebagai Pusat
Pelayanan Kawasan (PPK).
Di akhir pelaksanaan FGD wajib disusun Berita Acara FGD yang ditandatangani
bersama oleh peserta yang memuat kesepakatan bersama sebagai berikut:
i. Pengesahan deliniasi kawasan studi oleh pihak berwenang Pemerintah
Daerah;
ii. Identifikasi potensi dan permasalahan kawasan dan penetapan visi misi
RDTR dan Penzoningan Kawasan Air Bangis sebagai Pusat Pelayanan
Kawasan (PPK)
iii. Kesepakatan pihak-pihak terkait dalam rangka melegalkan Dokumen RDTR
dan Penzoningan Kawasan Air Bangis sebagai Pusat Pelayanan Kawasan
(PPK), dalam bentuk penyusunan rancangan Peraturan Bupati;
iv. Kesepakatan perlibatan komunitas masyarakat lokal (bila ada) yang dapat
memperkaya materi Penyusunan RDTR dan Penzoningan Kawasan Air Bangis
sebagai Pusat Pelayanan Kawasan (PPK), termasuk didalamnya aturan
bersama;
v. Rencana indikasi program kawasan dari masing-masing pemangku
kepentingan di tingkat Pemerintah Daerah baik dalam jangka pendek,
menengah maupun jangka panjang.

f. Penyusunan Laporan Antara


Tim Penyedia Jasa segera menyusun Laporan Antara serta bahan tayangan yang
akan disampaikan pada Rapat Pembahasan Laporan Antara yang setidaknya
memuat materi sebagai berikut:
i. Kesepakatan deliniasi kawasan studi oleh pihak berwenang Pemerintah
Daerah;
ii. Gambaran potensi dan permasalahan lokal kawasan;
iii. Pengelompokan daftar rencana indikasi program kawasan dari masing-
masing pemangku kepentingan di tingkat Pemerintah Daerah baik dalam
jangka pendek, menengah maupun jangka panjang;
iv. Sistematika dan materi dokumen RDTR dan Penzoningan Kawasan Air Bangis
sebagai Pusat Pelayanan Kawasan (PPK).
v. Sistematika dan materi draft rancangan Peraturan Daerah terkait dengan
penetapan dokumen RDTR dan Penzoningan Kawasan Air Bangis sebagai
Pusat Pelayanan Kawasan (PPK).
vi. Rencana indikasi program kawasan dari masing-masing pemangku
kepentingan di tingkat Pemerintah Daerah baik dalam jangka pendek,
menengah maupun jangka panjang.
vii. Penyusunan Dokumen KLHS.

8
g. Rapat Pembahasan Laporan Antara
Sesuai dengan jadwal dan agenda yang telah disepakati, tim tenaga ahli konsultan
segera mengagendakan dan menyelenggarakan Rapat Laporan Antara dengan
mengundang tim teknis, serta unsur Pemerintah Daerah terkait Pembahasan
Laporan Antara diselenggarakan di tingkat Kabupaten pada lokasi RDTR dan
Penzoningan Kawasan Air Bangis sebagai Pusat Pelayanan KawasanDalam rapat
pembahasan Laporan Antara tersebut tim tenaga ahli konsultan menyampaikan
data yang didapat hasil pelaksanaan survey dan Focus Group Discussion (FGD)
yang disusun dalam bentuk Laporan Antara.
Di akhir pelaksanaan Pembahasan Laporan Antara wajib disusun Berita Acara
Pembahasan Laporan Antara yang ditandatangani bersama oleh peserta yang
hadir. Notulensi tersebut pada intinya merupakan catatan, usulan, masukan dan
kesepakatan bersama hasil pemaparan Laporan Antara yang perlu ditindaklanjuti
oleh konsultan dalam rangka penyempurnaan Laporan Antara.
Segera setelah dilaksanakannya pembahasan Laporan Antara di daerah, tim
tenaga ahli konsultan segera memperbaiki substansi materi sesuai dengan
catatan, usulan, masukan dan kesepakatan yang terjadi pada tahap pembahasan
Laporan Antara di daerah. Setelah seluruh perbaikan selesai dilakukan, tim tenaga
ahli konsultan segera menyampaikan produk Laporan Antara yang telah
diperbaiki tersebut disertai dengan Berita Acara FGD dan Berita Acara
Pembahasan Laporan Antara kepada PPK dan tim Pelaksana/Teknis.

h. Penyusunan Laporan Draft Akhir


Setelah diterimanya Laporan Antara, tim tenaga ahli konsultan segera menyusun
Laporan Draft Akhir serta bahan tayangan yang akan disampaikan pada Rapat
Pembahasan Laporan Draft Akhir yang setidaknya memuat materi sebagai
berikut:
i. Materi Dokumen RDTR dan Penzoningan Kawasan Air Bangis sebagai Pusat
Pelayanan Kawasan (PPK),
ii. Data spasial 1 : 5000
iii. Materi rancangan Peraturan Bupati dengan penetapan dokumen RDTR, dan
Penzoningan Kawasan Air Bangis sebagai Pusat Pelayanan Kawasan (PPK);
dan
iv. Rencana indikasi program kawasan dari masing-masing pemangku
kepentingan di tingkat Pemerintah Daerah baik dalam jangka pendek,
menengah maupun jangka panjang

i. Pelaksanaan Rapat Pembahasan Laporan Draft Akhir


Pada tahap ini tim tenaga ahli konsultan didampingi dengan tim Pelaksana/teknis
menyampaikan paparan yang lengkap dan utuh mencakup keseluruhan dokumen
RDTR dan Penzoningan Kawasan Air Bangis sebagai Pusat Pelayanan Kawasan
(PPK), dan Rancangan Peraturan Daerah dihadapan Bupati beserta jajarannya.
Adapun hasil dari paparan ini ialah pernyataan tertulis disetujui atau disetujui
dengan catatan keseluruhan dokumen produk Penyusunan RDTR dan
Penzoningan Kawasan Air Bangis sebagai Pusat Pelayanan Kawasan (PPK),
beserta kelengkapan materinya oleh Bupati yang dituangkan dalam Berita Acara

9
Pembahasan Laporan Draft Akhir dan ditandatangani bersama oleh kepala
daerah/bupati, tim pelaksana/teknis serta tim leader Konsultan RDTR dan
Penzoningan Kawasan Air Bangis sebagai Pusat Pelayanan Kawasan (PPK).

j. Penyempurnaan Laporan Draft Akhir


Segera setelah pelaksanaan Rapat Pembahasan Laporan Draft Akhir, tim tenaga
ahli konsultan segera bekerja menyempurnakan seluruh dokumen Penyusunan
RDTR dan Penzoningan Kawasan Air Bangis sebagai Pusat Pelayanan Kawasan
(PPK), berdasarkan catatan, usulan, masukan dan kesepakatan bersama pada saat
dilaksanakannya rapat pembahasan Laporan Draft Akhir.

k. Pelaksanaan Rapat Pembahasan Laporan Akhir


Sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, tim Penyedia Jasa segera
mengagendakan dan menyelenggarakan Rapat Pembahasan Laporan Akhir
dengan mengundang seluruh tim teknis. Rapat Pembahasan Laporan Akhir
diadakan ditingkat kabupaten dengan agenda finalisasi keseluruhan dokumen
produk Penyusunan RDTR dan Penzoningan Kawasan Air Bangis sebagai Pusat
Pelayanan Kawasan (PPK), sebagai berikut:
i. Laporan Akhir yang memuat keseluruhan substansi RDTR dan Penzoningan
Kawasan Air Bangis sebagai Pusat Pelayanan Kawasan (PPK), sesuai dengan
ketentuan Pedoman Penyusunan RDTR dan Penzoningan Kawasan Air Bangis
sebagai Pusat Pelayanan Kawasan (PPK), disertai dengan data spasial peta
GIS 1 : 5000 (Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2011
tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan
Zonasi Kabupaten/Kota); dan
ii. Rancangan Peraturan Daerah terkait dengan penetapan dokumen RDTR dan
Penzoningan Kawasan Air Bangis sebagai Pusat Pelayanan Kawasan (PPK).
Di akhir rapat pembahasan laporan akhir disusun Berita Acara Pembahasan
Laporan Akhir yang memuat catatan, usulan, masukan dan kesepakatan bersama
dengan tim pelaksana/teknis terkait penyempurnaan keseluruhan dokumen
tersebut diatas.

l. Legalisasi/Penandatanganan Produk Dokumen RDTR dan Penzoningan


Kawasan Air Bangis sebagai Pusat Pelayanan Kawasan (PPK)
Setelah seluruh catatan, usulan, masukan dan kesepakatan bersama yang
dituangkan dalam Berita Acara Pembahasan Laporan Akhir ditindaklanjuti oleh
tim tenaga ahli konsultan, seluruh dokumen produk Penyusunan RDTRdan
Penzoningan Kawasan Air Bangis sebagai Pusat Pelayanan Kawasan (PPK)
tersebut segera disampaikan ke Pemerintah Daerah untuk mendapat legalisasi
dalam bentuk penandatanganan oleh pihak-pihak terkait. Apabila proses
penandatanganan membutuhkan waktu, maka tim tenaga ahli konsultan diminta
untuk membuat Berita Acara Serah Terima Dokumen RDTR dan Penzoningan
Kawasan Air Bangis sebagai Pusat Pelayanan Kawasan (PPK), yang ditandatangan
oleh unsur pihak Pemerintah Daerah. Berita Acara Serah Terima Dokumen ini
digunakan sebagai bukti telah selesainya serangkaian proses Penyusunan RDTR
dan Penzoningan Kawasan Air Bangis sebagai Pusat Pelayanan Kawasan (PPK),
yang telah menghasilkan keseluruhan produk RDTR dan Penzoningan Kawasan

10
Air Bangis sebagai Pusat Pelayanan Kawasan (PPK), yang diterima oleh pihak
Pemerintah Daerah.

o. Kewajiban Konsultan
a. bertanggung jawab sepenuhnya terhadap pelaksanaan pekerjaan
berdasarkan ketentuan perjanjian kerjasama yang telah ditetapkan.
b. menyusun kajian tersebut berdasarkan ketentuan teknis yang telah
ditetapkan dalam kerangka acuan kerja.
c. melaksanakan pekerjaannya sampai dengan batas waktu yang telah
disepakati.
d. mempresentasikan hasil pekerjaannya dalam forum terbuka. Dalam
kesempatan tersebut, konsultan dapat mengundang narasumber yang
berkompeten untuk hadir.
e. Konsultan dalam melaksanakan pekerjaannya dapat meminta bantuan teknis,
baik kepada Tim pelaksana/Teknis maupun instansi terkait lainnya untuk
memperoleh petunjuk dan pengarahan agar mencapai hasil yang optimal.
f. melaksanakan proses asistensi secara berkala yaitu pada saat:
- Sebelum dan setelah dilaksanakannya Ekspose Laporan Pendahuluan,
Ekpose Laporan Antara dan Ekspose Draft Laporan Akhir
- Setelah pelaksanaan Ekspose Draft Laporan Akhir hingga Laporan Akhir
siap untuk dicetak.
g. Dalam melaksanakan pekerjaannya, konsultan wajib melakukan alih
pengetahuan tentang rencana kepada aparat pelaksana daerah dengan cara
yang disepakati antara pemerintah daerah dengan konsultan.
h. Sebelum melaksanakan pekerjaan, Konsultan diwajibkan untuk menyusun
usulan teknik dan biaya yang terdiri dari:
- Usulan teknik dengan penjelasan terinci tentang metode teknik tahapan
kegiatan, waktu penyelesaian dan lain-lain.
- Usulan biaya dengan perincian biaya pada setiap kegiatan yang akan
dilakukan.
- Program kerja, daftar tenaga ahli dan lain-lain.

VIII. KELUARAN

a. Indikator Keluaran (Kualitatif)


Tersusunnya RDTR dan Penzoningan Kawasan Air Bangis sebagai Pusat Pelayanan
Kawasan (PPK), sesuai dengan Pedoman Penyusunan RDTR dan Penzoningan
Kawasan Air Bangis sebagai Pusat Pelayanan Kawasan (PPK), yang terdapat pada
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2011 tentang Pedoman
Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi di kawasan tersebut.

b. Keluaran (Kuantitatif)
Keluaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah bahwa Konsultan memberikan:
- Laporan Pendahuluan : 5 (lima) eksemplar dalam format A4 80 gr
- Laporan Antara : 5 (lima) eksemplar dalam format A4 80 gr
- Laporan Draft Akhir : 5 (lima) eksemplar dalam format A4 80gr
- Laporan Akhir : 10 (sepuluh) eksemplar dalam format A4 80 gr
- Peta : 10(sepuluh) ekspemplar masing-masing dalam
format A3 dan A1 80 gr

11
- Dokumen KLHS : 10 (sepuluh) ekspemplar dalam format A4 80 gr
- Rancangan Peraturan : 10 (sepuluh) eksemplar dalam format A4 80 gr
Daerah
- Softcopy/eksternal : 1 TB
disk

IX. PERALATAN
Peralatan Minimal yang harus disediakan oleh penyedia adalah sebagai berikut:
No. NAMA PERALATAN JUMLAH STATUS KEPEMILIKAN
1. PC/Laptop 2 Unit Milik Sendiri/Sewa
2. Printer 2 Unit Milik Sendiri/Sewa
3. Kamera Digital 1 Unit Milik Sendiri/Sewa
4. GPS 1 Unit Milik Sendiri/Sewa

X. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN KEGIATAN


Jangka waktu pekerjaan tersebut diatas dapat diselesaikan dalam kurun waktu
pelaksanaan 120 (seratus dua puluh) hari kalender atau sekitar 4 (empat) bulan
terhitung sejak penandatanganan kontrak atau perjanjian kerja oleh kedua belah pihak.

XI. SUBKLASIFIKASI BIDANG USAHA PERENCANAAN dan PERSONIL


Pekerjaan Penyusunan RDTR dan Penzoningan Kawasan Air Bangis sebagai Pusat
Pelayanan Kawasan (PPK), dibutuhkan :

SBU Perencanaan Penataan Ruang


Kode 101 : Jasa Perencanaan dan Perancangan Perkotaan
Kode 102 : Jasa Perencanaan Wilayah
Kode 104 : Jasa Pengembangan Pemanfatan Ruang

PERSONIL YANG DI BUTUHKAN :


Tenaga Ahli;
tenaga yang ahli di bidangnya sebanyak 8 (delapan) orang, terdiri dari 1 (satu) team
leader dan 7 (tujuh) anggota tim, meliputi :
1. Ahli Perencana Wilayah dan Kota/Planologi dan sebagai team leader/Ketua
Tim
- Ketua tim disyaratkan seorang Sarjana Teknik Strata 2 (S2) jurusan
Perencanaan Wilayah dan Kota/Teknik Planologi lulusan Universitas
Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi Swasta yang telah diakreditasi
atau yang telah lulus ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri yang telah
diakreditasi.
- Berpengalaman melaksanakan pekerjaan, RDTR/Penzoningan Kawasan atau
sejenisnya dengan pengalaman profesional 8 tahun dengan melampirkan
Daftar Riwayat Hidup/Curriculum Vitae.
- Mempunyai Sertifikat Keahlian Perencana Wilayah/Kota dan referensi yang
telah mempunyai pengalaman sebagai ketua tim.

12
2. Ahli Arsitek
- Sebagai Tenaga Ahli disyaratkan seorang Sarjana Strata Satu (S1) jurusan
Arsitek lulusan Universitas/Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi
Swasta yang telah diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara atau
perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi.
- Berpengalaman melaksanakan pekerjaan, RDTR/Penzoningan Kawasan atau
sejenisnya dengan pengalaman profesional 5 tahun dengan melampirkan
Daftar Riwayat Hidup/Curriculum Vitae.
- Mempunyai Sertifikat Keahlian Arsitek dan referensi yang telah mempunyai
pengalaman sebagai Ahli Arsitek.
3. Ahli Prasarana Wilayah/Sipil
- Sebagai Tenaga Ahli disyaratkan seorang Sarjana Teknik Strata Satu (S1)
jurusan Teknik Sipil lulusan Universitas/Perguruan Tinggi Negeri atau
Perguruan Tinggi Swasta yang telah diakreditasi atau yang telah lulus ujian
negara atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi
- Berpengalaman melaksanakan pekerjaan, RDTR/Penzoningan Kawasan atau
sejenisnya dengan pengalaman profesional 5 tahun dengan melampirkan
Daftar Riwayat Hidup/Curriculum Vitae.
- Mempunyai sertifikat keahlian bidang sarana dan prasarana dan utilitas
lingkungan.
4. Ahli Lingkungan
- Sebagai Tenaga Ahli disyaratkan seorang Sarjana Teknik Strata Satu (S1)
jurusan Teknik Lingkungan lulusan Universitas/Perguruan Tinggi Negeri atau
Perguruan Tinggi Swasta yang telah diakreditasi atau yang telah lulus ujian
negara atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi
- Berpengalaman melaksanakan pekerjaan, RDTR/Penzoningan Kawasan atau
sejenisnya dengan pengalaman profesional 5 tahun dengan melampirkan
Daftar Riwayat Hidup/Curriculum Vitae.
- Mempunyai sertifikat keahlian bidang Perencanaan Teknik Lingkungan
5. Ahli Geografi
- Sebagai Tenaga Ahli disyaratkan seorang Sarjana Strata Satu (S1) Jurusan
Geografi lulusan Universitas/Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi
Swasta yang telah diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara atau
perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi
- Berpengalaman melaksanakan pekerjaan, RDTR/Penzoningan Kawasan atau
sejenisnya dengan pengalaman profesional 5 tahun dengan melampirkan
Daftar Riwayat Hidup/Curriculum Vitae.
- Mempunyai sertifikat keahlian bidang Informasi Geografi
6. Ahli GIS
- Sebagai Tenaga Ahli disyaratkan seorang Sarjana Strata Satu (S1) Jurusan
Geodesi lulusan Universitas/Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi
Swasta yang telah diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara atau
perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi.
- Berpengalaman melaksanakan pekerjaan, RDTR/Penzoningan Kawasan atau
sejenisnya dengan pengalaman profesional 5 tahun dengan melampirkan
Daftar Riwayat Hidup/Curriculum Vitae.

13
- Mempunyai sertifikat keahlian bidang Survey dan pemetaan teristris/Sistem
Informasi Geografi.
7. Ahli Ekonomi Pembangunan
- Sebagai Tenaga Ahli disyaratkan seorang Sarjana Strata Satu (S1) Jurusan
Ekonomi Pembangunan lulusan Universitas/Perguruan Tinggi Negeri atau
Perguruan Tinggi Swasta yang telah diakreditasi atau yang telah lulus ujian
negara atau perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi
- Berpengalaman melaksanakan pekerjaan, RDTR/Penzoningan Kawasan atau
sejenisnya dengan pengalaman profesional 5 tahun dengan melampirkan
Daftar Riwayat Hidup/Curriculum Vitae.
8. Ahli Hukum
- Sebagai Tenaga Ahli disyaratkan seorang Sarjana Strata Satu (S1) Jurusan
Hukum lulusan Universitas/Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi
Swasta yang telah diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara atau
perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi.
- Berpengalaman melaksanakan pekerjaan, RDTR/Penzoningan Kawasan atau
sejenisnya dengan pengalaman profesional 5 tahun dengan melampirkan
Daftar Riwayat Hidup/Curriculum Vitae.

Tenaga Pendukung
Untuk memperlancar dan menunjang pekerjaan baik untuk pekerjaan lapangan maupun
pekerjaan yang dilakukan pada kantor/studio dibutuhkan beberapa orang tenaga
pendukung antara lain;
a. 4 orang surveyor; Pendidikan S-1 Teknik Sipil / D-3 Quantity Surveyor / D-3
Teknik Sipil Pengalaman S-1 Minimal 3 Tahun , D3 Minimal 5 Tahun.
b. 1 Juru Gambar; Pendidikan S-1 Teknik Sipil / D-3 Quantity Surveyor / D-3
Teknik Sipil Pengalaman S-1 Minimal 3 Tahun , D3 Minimal 5 Tahun.
c. 1 orang operator komputer; pendidikan D-3 Ekonomi/komputer atau SMK
Eknonomi/computer pengalaman D-3 Minimal 3 Tahun atau SMK Minimal 5
Tahun
d. 1 orang sekretaris pendidikan D-3 Ekonomi/komputer atau SMK
Eknonomi/computer pengalaman D-3 Minimal 3 Tahun atau SMK Minimal 5
Tahun

14
XII. JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN
Matriks jadwal tahapan pelaksanaan kegiatan ialah sebagai berikut :
BULAN Ket
NO KEGIATAN
1 2 3 4
1. Rapat Koordinasi Awal

2. Pembahasan Laporan
Pendahuluan
3. Pelaksanaan Focus Group
Discussion (FGD)
4. Pelaksanaan Survey
Lokasi di Lokasi Studi
5. Pembahasan Laporan
Antara
6. Pembahasan Laporan
Draft Akhir
7. Pembahasan Laporan
Akhir
8. Penyerahan Produk

Sesuai dengan waktu pelaksanaan dan rencana kerja, tim penyedia jasa diwajibkan untuk
menyusun matrik pelaksanaan kegiatan secara rinci dengan mencantumkan seluruh item
pekerjaan, keterlibatan para tenaga ahli dan waktu yang diperlukan untuk melaksanakan
masing-masing item pekerjaan, serta keluaran dari masing-masing kegiatan.

XIII. PELAPORAN

Sistem pelaporan pekerjaan Penyusunan RDTR dan Penzoningan Kawasan Air Bangis
sebagai Pusat Pelayanan Kawasan (PPK) yaitu :
1. Laporan Pendahuluan
Laporan ini merupakan kesepakatan pekerjaan berdasarkan interprestasi yang
meliputi beberapa aspek sebagai berikut :
Persepsi pemahaman terhadap lingkup pekerjaan.
Rona awal kawasan perencanaan.
Issu pengembangan kawasan.
Rencana kerja penyedia jasa secara menyeluruh.
Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung lainnya.
Jadwal kegiatan penyedia jasa.
Metodologi pelaksanaan dan peralatan survey.
Rencana analisis yang digunakan.
Cheklist data-data yang dibutuhkan
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak SPMK
diterbitkan sebanyak 5 buku laporan.

15
Format Laporan Pendahuluan adalah dengan ketentuan sebagai berikut :
Ukuran kertas : Quarto/A4 80 gram.
Huruf : Arial 12.
Spasi : 1,5 Spasi.
Peta : Berwarna ukuran A3

2. Laporan Antara (Fakta dan Analisa)


Laporan ini merupakan laporan perkembangan kegiatan berdasarkan temuan-
temuan dilapangan dan masalah-masalah lain sesuai dengan kesepakatan dalam
laporan pendahuluan dan sekurang-kurangnya memuat :
Analisis karakteristik wilayah
Analisis potensi dan masalah pengembangan kawasan perkotaan
Analisis daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup yang ditentukan
melalui kajian lingkungan hidup strategis
Analisis kualitas kinerja kawasan dan bangunan
Secara umum penyedia harus melakukan kajian/analisa terhadap setiap aspek yang
di muat dalam pedoman Penyusunan RDTRdan Penzoningan Kawasan Air Bangis
sebagai Pusat Pelayanan Kawasan (PPK).

Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari sejak SPMK


diterbitkan sebanyak 5 buku laporan.
Format Laporan Antara adalah dengan ketentuan sebagai berikut :
Ukuran kertas : A4 80 gram.
Huruf : Arial 12.
Spasi : 1,5 Spasi.
Peta : Berwarna ukuran A3

3. Draft Laporan Akhir


Laporan Draft Akhir sekurang-kurangnya memuat :
Muatan RDTR dan Penzoningan Kawasan Air Bangis sebagai Pusat Pelayanan
Kawasan (PPK). (termasuk di dalamnya pengaturan ITBX);
Materi rancangan Peraturan Bupati dengan penetapan dokumen RDTR, dan
Penzoningan Kawasan Air Bangis sebagai Pusat Pelayanan Kawasan (PPK).
Rencana indikasi program kawasan dari masing-masing pemangku
kepentingan di tingkat Pemerintah Daerah baik dalam jangka pendek,
menengah maupun jangka panjang
Penyusunan dokumen KLHS, No. 67 Tahun 2012 tentang Pedoman
Pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis DalamPenyusunan Atau
Evaluasi Rencana Pembangunan Daerah.
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 90 (Sembilan puluh) hari sejak
SPMK diterbitkan sebanyak 10 buku laporan.
Format Laporan Draft Akhir adalah dengan ketentuan sebagai berikut :
Ukuran kertas : A4 80 gram.
Huruf : Arial 12.
Spasi : 1,5 Spasi
Peta : Berwama ukuran A3

16
4. Laporan Akhir
Laporan Akhir secara subtansi sama dengan Laporan Draft Akhir, akan tetapi
laporan akhir merupakan hasil penyempumaan setelah mendapat masukan dari
hasil diskusi dengan Tim Teknis dan Seminar dengan Stakeholder.
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 120 (seratus dua puluh) hari sejak
SPMK diterbitkan sebanyak 10 buku laporan.
Format Laporan Akhir adalah dengan ketentuan sebagai berikut :
Ukuran kertas : A4 80 gram,
Huruf : Arial 12
Spasi : 1,5 Spasi
Peta : Berwarna ukuran A3

5. Summary Report
Yaitu laporan ringkasan dari setiap tahapan diskusi atau seminar untuk setiap
tahapan diskusi sebagai berikut :
o Diskusi Laporan Pendahuluan 15 Exsemplar.
o Diskusi Laporan Antara 15 Exsemplar.
o Diskusi Laporan Draft Rencana 15 Exsemplar.

6. Dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS)


Penyedia wajib menyampaikan dokumen KLHS sebagai data pendukung untuk
proses Penyusunan Perda RDTR dan Penzoningan Kawasan Air Bangis sebagai
Pusat Pelayanan Kawasan (PPK) sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik
Indonesia No. 67 Tahun 2012.
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 120 (seratus dua puluh) hari sejak
SPMK diterbitkan sebanyak 10 buku laporan.

7. Album Peta
Disamping juga dibuat album peta yang merupakan kelengkapan yang tidak
terpisahkan dari buku laporan akhir yang memuat peta tematik dan peta rencana
sebanyak 20 album dengan skala 1 : 5000 dalam format SIG, dan peta tersebut
merupakan peta yang telah dikoreksi geometris oleh pihak berwenang (BADAN
INFORMASI GEOSPASIAL) dan seluruh kelengkapan tersebut seperti berita acara
pengukuran dan hasil pengukuran merupakan Milik Kuasa Pengguna Anggaran
Bidang Cipta Karya dan Penataan Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang Kabupaten Pasaman Barat. Ukuran A3 dan A1

8. Draft Rancangan Perda


Merupakan rancangan perda yang memuat pokok-pokok materi rencana yang
diserahkan sebanyak 10 buku bersama-sama produk rencana laporan akhir.

17
XIV. PENUTUP
a. Kerangka Acuan Kerja ini merupakan pedoman dasar yang dapat dikembangkan
lebih lanjut oleh Konsultan Perencana sepanjang keluaran akhir dapat dihasilkan
secara optimal dan sesuai dengan yang diharapkan.
b. Seluruh data dan hasil kegiatan sebagaimana dicantumkan dalam KAK ini diserahkan
kepada pengguna jasa dan merupakan milik pengguna jasa yakni Kuasa Pengguna
Anggaran Bidang Cipta Karya dan Penataan Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang Kabupaten Pasaman Barat.

Simpang Empat, April 2017


Kuasa Pengguna Anggaran

FEBRIANTO, ST
NIP: 19800224 200501 1 002

18