Anda di halaman 1dari 19

1

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini memaparkan hasil penelitian tentang faktor faktor yang

mempengaruhi prilaku bullying pada anak usia sekolah dasar di Madrasah

Ibtidaiyah Ar-Raudhah Samarinda. Penelitian ini dilaksanan pada tanggal 24

april 6 mei 2017. Pada waktu pengambilan data didapatkan semua murid

kelas I sampai VI bersedia menjadi responden yaitu 86 orang. Pengumpulan

data menggunakan instrument berupa kuesioner. Hasil penelitian ini disajikan

dalam bentuk table dan tekstual yang didasarkan pada analisis univariat dan

bivariat.

A. Hasil Penelitian
1) Gambaran umum lokasi penelitian
MI Ar-Raudhah Samarinda terletak di jalan Raudah Gg Raudah I. MI

Ar-Raudhah didirikan pada tahun 1975 yang diresmikan oleh kepala

dinas pendidikan provinsi yang menduduki jabatan pada waktu itu.


MI Ar-Raudhah Samarinda mempunyai pegawai 24 orang, yang

terdiri dari 1 orang kepala sekolah, 18 orang guru, 1 orang petugas tata

usaha, 1 orang petugas perpustakaan,1 cleaning service dan 2 penjaga

sekolah. Jumlah siswa di SDN 010 Palaran berjumlah 323 siswa yang

terbagi dalam 12 kelas yaitu kelas 1A berjumlah 33 siswa, kelas 1B

berjumlah 34 siswa, kelas 2A berjumlah 28 siswa, kelas 2B berjumlah

28 siswa, kelas 3A berjumlah 22 siswa, kelas 3B berjumlah 23 siswa,

kelas 4A berjumlah 26 siswa, kelas 4B berjumlah 26 siswa, kelas 5A


2

berjumlah 26 siswa, kelas 5B berjumlah 27 siswa, kelas 6A berjumlah

25 siswa, kelas 6B berjumlah 25 siswa.


1) Identitas SDN 010 palaran
a. Nama sekolah : Madrasah Ibtidaiyah Ar-Raudhah Samarinda
b. NPSN : 30401152
c. Alamat : Jl. Raudah Gg Raudah 1 No.120 Kec. Samarinda Ulu
2) Visi dan Misi MI Ar-Raudhah Samarinda
Visi :
Mencetak siswa yang beriman, berakhlakul karimah, serta berilmu

pengetahuan
Misi :
1. Mempersiapkan manusia yang beriman, berakhlak dan berilmu.
2. Menciptakan suasana madrasah yang santun.
3. Menghantarkan siswa untuk melangkah kejenjang yang lebih

tinggi.
4. Melaksanakan praktik ibadah setiap hari
5. Mengadakan bimbingan membaca dan menulis Al-Quran
3) Sarana dan Prasarana
a. UKS
b. Perpustakaan : buku teks utama, buku teks pelengkap dan

referensi buku baca lainnya


c. Alat-alat olahraga : bola volley, bola basket, bola kasti, net, ring

basket, bola sepak, stopwatch, matras, dll


d. Alat-alat kantor : computer, printer, papan data, filling cabinet
Lainnya : televisi, kipas angin, dispenser, tape recorder,

soundsystem
2) Analisa Univariat
1. Karakteristik responden

Analisis univariat dalam penelitian ini menggambarkan distribusi

frekuensi dari seluruh variabel, yaitu : umur, jenis kelamin

Responden dalam penelitian ini adalah anak usia sekolah dasar

kelas I sampai kelas VI yang berjumlah 86 siswa . pada saat

dilakukan penelitian semua responden hadir.


3

Berdasarkan kuesioner yang telah diisi oleh responden

didapatkan hasil sebagai berikut :

a. Umur responden

Distribusi umur responden sebagai berikut :

Table : 4.1 distribusi karakteristik responden berdasakan umur

murid kelas I - VI Palaran, Mei - Juni 2017

Umur Frekuensi (%)

9 tahun 3 3.7

10 tahun 24 29.6

11 tahun 23 28.4

12 tahun 19 23.5

13 tahun 9 11.1

14 tahun 3 3.7

Total 81 100.0
4

Berd

sumber : data primer

Berdasarkan table 4.1 didapatkan responden terbanyak

adalah berumur 10 tahun sebanyak 3 responden (29.6%) dan

yang terkecil adalah yang berumur 14 tahun sebanyak 3

responden (3.7%), umur 9 tahun sebanyak 3 responden (3.7%),

umur 11 tahun sebanyak 23 responden (28.4%), umur 12 tahun

sebanyak 19 responden (23.5%), dan pada umur 13 tahun

sebanyak 9 responden (11.1%)


b. Jenis kelamin

Distribusi jenis kelamin responden sebagai berikut :

Table 4.2 distribusi karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin

murid kelas IV V dan VI, April - Mei 2017

Jenis kelamin Frekuensi (%)


Laki laki 39 48.1
Perempuan 42 51.9
Total 81 100.0
Sumber : data primer

Berdasarkan table 4.2 didapatkan mayoritas siswa SDN

010 Palaran berjenis kelamin terbanyak adalah perempuan

sebanyak 42 responden (51.9%), dan laki laki 39 responden

(48.1%).
5

c. Kelas responden
Distribusi kelas responden sebagai berikut :
Table : 4.3 distribusi karakteristik responden berdasakan kelas IV V dan

VI SDN 010 Palaran, april-mei 2017

Kelas Frekuensi (%)


Kelas 4 28 34.6
Kelas 5 29 35.8
Kelas 6 24 29.6
Total 81 100.0
Sumber : data primer

Berdasarkan table 4.3 didapatkan responden terbanyak

pada kelas 5 sebanyak 29 responden (35.8%), dan yang terkecil

adalah kelas 6 sebanyak 24 responden (29.6%), kelas 4

sebanyak 28 responden (34.6%).


3) Analisa bivariat

Data Hubungan antara Tingkat Pengetahuan Siswa Kelas IV, V

Dan VI Dengan Kebiasaan Cuci Tangan Pakai sabun (CTPS). Analiss

bivariat yang dilakukan terhadap dua variabel yang diduga

berhubungan atau berkorelasi. Hubungan masing-masing variabel

tersebut didapatkan berdasarkan analisa dengan menggunakan uji


6

statistik Chi-Square ( x 2 ) dengan tingkat kemaknaan 95 % atau =

0,05. Dinyatakan berhubungan jika nilai P value 0.05 berarti memiliki

hubungan antara variabel independen dan variabel dependen,

sedangkan jika nilai P value 0,05 berarti tidak memiliki hubungan

antara variabel independen dan variabel dependen. Hubungan antara

variabel tersebut adalah sebagai berikut

1) Pengetahuan tentang mencuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan

karakteristik responden penelitian


Hasil uji beda antara Pengetahuan tentang mencuci tangan

pakai sabun (CTPS) dengan karakteristik responden penelitian

dapat dilihat pada table 4.4 dibawah ini :

Tabel 4.4 Hasil uji antara tingkat pengetahuan dan cuci tangan pakai

sabun CTPS dengan karakteristik responden

Pengetahuan CTPS
Karakteristik tinggi sedang rendah *p
responden F % F % F %
Umur 9 tahun 0 0% 3 3.7% 0 0% .009
10 tahun 1 1.2% 23 28.4% 0 0%
11 tahun 0 0% 22 27.2% 1 1.2%
12 tahun 0 0% 19 23.5% 0 0%
13 tahun 0 0% 9 11.1% 0 0%
14 tahun 0 0% 3 3.7% 0 0%
Jenis Laki laki 1 1.2% 37 45.7% 1 1.2% .000
Kelamin Perempuan 0 0% 42 61.9% 0 0%
Kelas kelas 4 1 1.2% 27 33.3% 0 0% .000
7

Kelas 5 0 0% 28 34.6% 1 1.2%


Kelas 6 0 0% 24 29.6% 1 1.2%
Sumber : data primer *kolmogorov-smirbov

Dari tabel 4.4 diatas didapatkan hasi bahwa rentang umur 9

tahun tidak ada tingkat pengetahun tinggi dan rendah dan

mayoritas tingkat pengetahun sedang sebanyak 3 responden

(3.7%), pada umur 10 tahun didapatkan bahwa terdapat 1

responden dengan tingkat pengetahuan tinggi (1.2%) 23

responden dengan tingkat pengetahuan sedang (28.4) dan tidak

ada respoden yang memiliki tingkat pengetahuan rendah. Pada

umur 11 tahun tidak ada tingkat pengetahun tinggi 22

responden dengan tingkat pengetahuansedang (27.2%) 1

responden dengan tingkat pengetahaun rendah (1.2%), pada

umur 12 tahun tidak ada tingkat pengetahun tinggi dan rendah

dan mayoritas tingkat pengetahun sedang sebanyak 19

responden (23.5%), pada umur 13 tahun tidak ada tingkat

pengetahun tinggi dan rendah dan mayoritas tingkat

pengetahun sedang sebanyak 9 responden (11.1%), pada umur

14 tahun tidak ada tingkat pengetahun tinggi dan rendah dan

mayoritas tingkat pengetahun sedang sebanyak 3 responden

(3.7%). Dari hasil uji kolmogorov-smirnov didapatkan p value .

009 > 0,05 yang bearti tidak ada hubungan antara umur dan

tingkat pengetahuan cuci tangan


8

Dari tabel 4.4 didapatkan hasil bahwa terdapat responden 1

responden berjenis kelamin laki-laki dengan tingkat

pengetahuan tinggi (1.2%) 37 responden laki-laki dengan

tingkat pengetahaun sedang (45.7%) dan tidak ada responden

laki-laki yang memiliki tingkat pengetahuan rendah, pada

responden perempuan tidak ada didapatkan tingkat

pengetahuan tinggi dan rendah mayoritas responden dengan

tingkat pengetahaun sedang 42 (61.9%). Dari hasil uji

kolmogorov-smirnov didapatkan p value .000 < 0,05 yang bearti

ada hubungan antara jenis kelamin dan tingkat pengetahuan

cuci tangan.

Dari tabel 4.4 didapatkan hasil bahwa terdapat responden 1

responden dikelas 4 dengan tingkat pengetahuan tinggi (1.2%)

33 responden dengan tingkat pengetahaun sedang 27 (33.3%)

dan tidak ada responden di kelas 4 yang memiliki tingkat

pengetahuan rendah, pada kelas 5 didapatkan hasil bahwa

tidak ada responden dengan tngkat pengetahaun tinggi 28

responden dengan tingkat pengetahaun sedang (34.6%) 1

responden dengan tingkat pengetahaun rendah (1.2%) pada

kelas 6 didapatkan hasil bahwa tidak ada responden dengan

tngkat pengetahaun tinggi 24 responden dengan tingkat

pengetahaun sedang (29.6%) 1 responden dengan tingkat

pengetahaun rendah (1.2%) Dari hasil uji kolmogorov-smirnov


9

didapatkan p value .000 < 0,05 yang bearti ada hubungan

antara kelas dan tingkat pengetahuan cuci tangan.

2) Hubungan tingkat pengetahaun siswa kelas IV V dan VI demgan

kebiasaan mencuci tangan pakai sabun (CTPS) di SDN 010

Palaran
Hubungan tingkat pengetahaun siswa kelas IV V dan VI

demgan kebiasaan mencuci tangan pakai sabun (CTPS) di SDN

010 Palaran dianalisis dengan menggunakan kolmogorov-smirnov.

Alasan dilakukan dengan kolmogorov-smirnov yakni data tidak

layak untuk di uji Chi-square Karena ada beberapa sel yang dinilai

expected-nya kurang dari lima sehingga menggunakan uji

kolmogorov-smirnov.hasil uji dengan menggunakan kolmogorov-

smirnovdapat dilihat pada table 4.5 dibawah ini :

Tabel 4.5 hasil uji beda antara tingkat pengetahuan dengan kebiasaan

cuci tangan pakai sabun

Pengetahaun

Tinggi Sedang Renda *p


F % F % F %
Kebiasaan Dilakukan 1 1.2% 75 92.6% 1 1.2% .000

Tidak 0 0.2% 4 4.9% 0 0%


dilakukan
Total 1.2% 97.4% 1.2%
Sumber : Data primer *kolmogorov-smirnov
10

Berdasarkan hasil analisa dari tabel 4.5 diatas dapat kita lihat

bahwa nilai significancy .000 yang mana nilai p > 0.05 dapat

disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat

pengetahaun dengan kebiasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS) di

SDN 010 Palaran

B. Pembahasan

Pada pembahasan ini menjelaskan tentang hasil penelitian serta

membandingkan dengan teori atau penelitian terkait, mendiskusikan hasil

penelitian yang telah diuraikan, menjelaskan keterbatasan penelitian yang

telat diuraikan, menjelaskan keterbatasan penelitian dan implikasi

penelitian untuk keperawatan.

1. Analisa Univariat

a) Karakteristik responden

1. Umur

Karakteristik usia siswa disini dibagi menjadi 6 kelompok usia

yaitu 9 10 11 12 13 14 tahun yang terdiri dari kelas 4 5 dan 6.

Peneliti melakukan penelitian menggunakan lembar kuesioer

didapatkan responden terbanyak adalah berumur 10 tahun

sebanyak 3 responden (29.6%) dan yang terkecil adalah yang

berumur 14 tahun sebanyak 3 responden (3.7%), umur 9 tahun

sebanyak 3 responden (3.7%), umur 11 tahun sebanyak 23


11

responden (28.4%), umur 12 tahun sebanyak 19 responden

(23.5%), dan pada umur 13 tahun sebanyak 9 responden (11.1%)

Usai mempengaruhi terhadap daya tangkap dan pola piker

seseorang. Semakan bertambah usia akan semakain berkembang

pula daya tangkap dan pola pikirnya, sehingga pengetahuan yang

diperolah semakain membaik (Notoatmodjo, 2007)

2. Jenis kelamin

Karakteristik jenis kelamin responden disini dibagi menjadi 2

kelompok usia yaitu laki- laki dan perempuan yang terdiri dari

kelas 4 5 dan 6, jenis kelamin terbanyak adalah perempuan

sebanyak 42 responden (51.9%), dan jenis kelamin terkecil adalah

laki laki 39 responden (48.1%) hal ini dilatarbelakangi oleh

proporsi jumlah siswa laki-laki yang ada di SDN 010 Palaran lebih

sedikit dibandingkan dengan siswa perempuan

3. Kelas

Karakteristik kelas responden disini dibagi menjadi 3 kelompok

usia yaitu yang terdiri dari kelas 4 5 dan 6, didapatkan responden

terbanyak pada kelas 5 sebanyak 29 responden (35.8%), dan

yang terkecil adalah kelas 6 sebanyak 24 responden (29.6%),

kelas 4 sebanyak 28 responden (34.6%). Hal ini dikarenakan

siswa yang paling banyak berada ada kelas 5


12

2. Analisa Bivariat

1. Pengetahuan tentang mencuci tangan pakai sabun (CTPS)


Berdasarkan hasil analisa variabel pengetahuan tentang

kebiassan cuci tangan diperoleh mayoritas siswa yang ada di

SDN 010 Palaran mempunyai tingkat pengetahuan sedang

(97.5%) yang bearti bahwa tingkat pengetahuan terkait cuci

tangan siswa di SDN 010 Palaran dalam kategori sedang.

Uji statistik yang diperoleh menunjukkan bahwa hasil P

value sebesar .000 < 0,05 sehingga dapat dinyatakan bahwa

terdapat adanya hubungan yang bermakna antara hubungan

antara tingkat pengetahuan siswa kelas IV, V Dan VI dengan

kebiasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS) Di Sekolah Dasar

Negeri 010 Palaran.

Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi

setelah orang melakukan penginderaan terhadap objek tertentu.

Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia, yakni

indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba.

Sebagian besar, pengetahuan manusia diperoleh dari mata dan

telinga (Notoatmodjo, 2011).


13

Secara sederhana, pengetahuan adalah segala sesuatu

yang diketahui manusia tentang benda, sifat, keadaan, dan

harapan-harapan. Pengetahuan adalah informasi atau

maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Dalam

pengertian lain, pengetahuan adalah berbagai gejala yang

ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan indera atau

akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian tertentu

yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya.

Sebelum individu atau sekelompok masyarakat melakukan

kebiasaan mencuci tangan, individu dan masyarakat tersebut

harus mengetahui pengertian, manfaat, dan apa saja resiko

tentang mencuci tangan. Memberikan pendidikan kesehatan

dapat meningkatkan pengetahuan kepada individu atau

sekelompok masyarakat tersebut yang belum mengetahuinya.

2. 6 langkah cuci tangan pakai sabun (CTPS)


Berdasarkan hasil analisa dari tabel 4.4 diatas

didapatkan hasi bahwa terdapat 1 responden (1.2%) yang

mempunyai tingkat pengetahuan tinggi, 79 responden

mempunyai tingat pegetahuan sedang (97,5%), dan 1

responden mempunyai tingkat pengetahuan rendah (1.2%)

Hasil uji statistik yang diperoleh menunjukkan bahwa hasil P

value sebesar 0.000 < 0,05 sehingga dapat dinyatakan bahwa

terdapat adanya hubungan yang bermakna antara hubungan


14

antara tingkat pengetahuan siswa kelas IV, V Dan VI dengan

kebiasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS) Di Sekolah Dasar

Negeri 010 Palaran.

Mencuci tangan adalah membersihkan tangan dari

kotoran, mulai dari ujung jari hingga siku dan lengan atas

dengan cara tertentu sesuai kebutuhan (Kusyati, dkk, 2012).

Mencuci tangan adalah proses menggsosok permukaan

tangan dengan kuat secara bersamaan menggunakan zat

pembersih yang sesuai dan dibilas dengan air mengalir dengan

tujuan menghilangkan mikroorganisme semakin banyak.

Mencuci tangan merupakan satu-satunya prosedur klinis

yang paling penting, tangan merupakan perantara utama

terjadinya infeksi silang. Mencuci tangan dengan sabun dan air

dapat menghilangkan hampir seluruh bakteri trensie

(pendatang), tetapi tidak mengurangi jumlah bakteri yang

memang ada (residen) di tangan tersebut seperti

staphylococcus aureus, dengan jumlah yang signifikan (Ruth

Johnson, Wendy Taylor 2005).

Mencuci tangan dengan sabun adalah salah satu cara

paling efektif untuk mencegah penyakit diare dan ISPA (Infeksi

Saluran Pernafasan Atas), yang keduanya menjadi penyebab

utama kematian anak-anak. Setiap tahun, sebanyak 3,5 juta


15

anak-anak diseluruh dunia meninggal karena penyakit diare dan

ISPA. Mencuci tangan dengan sabun juga dapat mencegah

infeksi kulit, mata, dan cacing yang tinggal di dalam usus

(www.wikipedia.org)

C. Keterbatasan penelitian

Dalam melakukan penelitian, penulis memiliki beberapa keterbatasan

yaitu :

1. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif korelasional yang

bertujuan untuk mengungkapkan hubungan korelatif antara variabel

indenpenden dan variabel dependen yaitu hubungan antara tingkat

pengetahuan siswa kelas IV V dan VI dengan kebiasaan cuci

tangan pakai sabun (CTPS) dengan metode pendekatan cross

sectional yaitu penelitian ini mempelajari dinamika korelasi antara

faktor resiko dengen efek dengan cara pendekatan, observasi atau

pegumpulan data sekaligus pada satu saat (point approach)

2. Penulis memiliki kesibukan yang memakan waktu lama dalam

penelitian karena harus terpotong dengan kuliah praktik dan tugas

perkuliahan dari institusi sebagai syarat kelulusan. Sehingga

penelitian yang dilakukan oleh peneliti mencari waktu luang.

3. Peneliti mengalami kesulitan dalam penelaahan literatur sehingga

penelaahan terhadap fenomena kurang mendalam. Kendala lain

adalah adanya keterbatasan peneliti dalam memperoleh sumber

dalam bentuk data lengkap karena beberapa sumber hanya


16

menampilkan abstrak penelitian sehingga peneliti kurang

mendapatkan informasi yang mendetail tentang hasil penelitian atau

fenomena yang sedang diteliti. Hal ini dikarenakan kemampuan

peneliti yang belum optimal dalam menelusuri sumber literatur serta

aksesibilitas sumber literatur yang masih terbatas, shingga peneliti

menggunakan sumber literatur yang ada.

4. Pengalaman peneliti yang baru pertama kali melakukan penelitian

sehingga diperlukan banyak bimbingan dan masukan dalam

menyelesaikan penelitian ini


17

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah

diuraikan dalam Bab IV yang berkaitan dengan penelitian tentang Hubungan

antara Tingkat Pengetahuan Siswa Kelas IV, V Dan VI Dengan Kebiasaan

Cuci Tangan Pakai sabun (CTPS) di SDN 010 Palaran dapat diambil

kesimpulan dan saran sebagai berikut :

A. Kesimpulan
Dari tujuan penelitian ini dapat diambil beberapa kesimpulan,

diantaranya sebagai berikut :


1. Karakteristik umur responden terbanyak adalah berumur 10 tahun

sebanyak 3 responden (29.6%) dan yang terkecil adalah yang

berumur 14 tahun sebanyak 3 responden (3.7%), umur 9 tahun

sebanyak 3 responden (3.7%), umur 11 tahun sebanyak 23

responden (28.4%), umur 12 tahun sebanyak 19 responden

(23.5%), dan pada umur 13 tahun sebanyak 9 responden (11.1%)


2. Karekteristik jenis kelamin terbanyak adalah perempuan sebanyak

42 responden (51.9%), dan jenis kelamin terkecil adalah laki laki

39 responden (48.1%)
3. Karakteristik kelas responden terbanyak pada kelas 5 sebanyak 29

responden (35.8%), dan yang terkecil adalah kelas 6 sebanyak 24

responden (29.6%), kelas 4 sebanyak 28 responden (34.6%).


4. Hasil distribusi pengetahuan responden tentang cuci tangan pakai

sabun (CTPS) di SDN 010 Palaran, april-mei 2017 dari 81

responden yang mempunyai tingkat pengetahuan tinggu


18

didapatkan frequency 1 (1,2%), responden yang tingkat

pengetahuan sedang didapatkan frequency 79 (97,5%), dan

responden yang mempunyai tingkat pengetahuan rendah

didapatkan frequency 1 (1,2%).


5. Hasil distribusi 6 langkah cuci tangan pakai sabun (CTPS) dari 81

responden yang melakukan 6 langkah CTPS didapatkan frequency

77 (95,2%), dan resonden yang tidak melakukan 6 langkah CTPS

didapatkan frequensi 4 (4.9%).


B. Saran saran
Dalam penelitian ini ada beberapa saran-saran yang dapat

disimpulkan yang kiranya dapat bermanfaat sebagai berikut :


1. Bagi guru SDN 010 Palaran
Disarankan untuk member pendidikan kesehatan maupun

penyuluhan CTPS secara berkesinambungan melalui UKS.

Pendidikan dapat member motifasi yang tinggi bagi siswanya untuk

hidup bersih dan sehat.

2. Bagi murid SDN 010 Palaran


Diharapakn murid sekolah dasar dapat lebih giat

mengaplikasikan CTPS yang baik dan benar secara terus menerus

baik dilingkungan rumah dan sekolah.


3. Bagi institusi pendidikan
Hasil penelitian ini diharapan dijadikan bahan bacaan atau

referensi bagi pihak program studi ilmu keperawatan STIKES

Muhammadiyah Samarinda.
4. Bagi penelitian
Dikarenakan penelitian ini melakukan observasi 6 langkah

CTPS diharapkan peneliti selanjutnya dapat mengembangkan

tentang PHBS dengan prilaku 6 langkah CTPs dan juga dapat


19

mengkaji variabel lain yang mungkin belum diteliti yaitu variabel

yang dapat mempengaruhi pengetahuan meliputi informasi,

budaya, pengalaman dan sosial ekonomi. Dan variabel 6 langkah

CTPS meliputi pengalaman pribadi, pengaruh orang lain, faktor

emosional, dan sebagainya.