Anda di halaman 1dari 3
BAB Rekomendasi 6 6.1. Kriteria Rekomendasi Penanganan Di dalam pengembangan alternatif-alternatif penanganan masalah
BAB Rekomendasi 6 6.1. Kriteria Rekomendasi Penanganan Di dalam pengembangan alternatif-alternatif penanganan masalah

BAB

Rekomendasi 6

6.1. Kriteria Rekomendasi Penanganan

Di dalam pengembangan alternatif-alternatif penanganan masalah lalu lintas, beberapa hal yang menjadi pertimbangan utama adalah:

Jaringan jalan eksisting digunakan sebagai dasar untuk pengembangan alternatif penanganan, sehingga tidak terjadi perubahan drastis pada jaringan jalan. Penanganan harus cukup mudah untuk diterapkan dan bernilai ekonomis. Tidak memerlukan penegakan hukum yang ketat. Rekomendasi penanganan masalah lalu lintas tersebut dapat berupa penanganan secara fisik (pelebaran jalan, pembangunan akses baru, pembangunan simpang tidak sebidang, ataupun yang lain); maupun penanganan secara non fisik melalui manajemen rekayasa lalu lintas (pembatasan jam operasi pengangkutan batubara, sistem satu arah, larangan parkir, optimasi simpang, ataupun yang lain). Walaupun penanganan secara manajemen dapat menekan kebutuhan biaya, namun penanganan cara ini cenderung bersifat “solusi sesaat” (instantaneous) dan biasanya hanya efektif untuk diterapkan dalam jangka pendek.

biasanya hanya efektif untuk diterapkan dalam jangka pendek. PT. PRIMA RESTU KREASI KONSULTAN TEKNIK Kantor :
biasanya hanya efektif untuk diterapkan dalam jangka pendek. PT. PRIMA RESTU KREASI KONSULTAN TEKNIK Kantor :
biasanya hanya efektif untuk diterapkan dalam jangka pendek. PT. PRIMA RESTU KREASI KONSULTAN TEKNIK Kantor :
PT. PRIMA RESTU KREASI KONSULTAN TEKNIK Kantor : Jl. Letjen Ryacudu No. 9 Sukarame Bandar
PT. PRIMA RESTU KREASI
KONSULTAN TEKNIK
Kantor : Jl. Letjen Ryacudu No. 9 Sukarame Bandar Lampung

776 66

7

L La L a ap p po o or r ra a an n nA

LLa L aap ppo oor rra aan nnA AAk kkh hhi iir rr

AAn nna aal lli iis ssa aaD DDa aam mmp ppa aak kkL LLa aal llu uuL LLi iin nnt tta aas ss( ((A AAn nnd dda aal lla aal lli iin nn) )) HHO OOT TTE EEL LLH HHO OOR RRI IIS SSO OON NNL LLA AAM MMP PPU UUN NNG GG

A

H

6.2. Rekomendasi Penanganan Lalu Lintas

Dari hasil analisis dan pemodelan terhadap jaringan jalan serta persimpangan- persimpangan di sekitar “Hotel Horison Lampung”, maka direkomendasikan usulan-usulan penanganan lalu lintas yang dibagi menjadi 2 tahapan waktu pelaksanaan.

6.2.1. Pengembangan Tahap I (< 5 Tahun ke depan) Untuk meningkatkan aksesibilitas dan menjaga kinerja lalu lintas pada jaringan jalan di sekitar kawasan pelabuhan dan tuks, maka diusulkan alternatif penanganan lalu lintas sebagai berikut:

Pemasangan rambu RPPJ di persimpangan Garuda, dan Jaka Utamadiusulkan alternatif penanganan lalu lintas sebagai berikut: Pemasangan Paku Marka dan atau Marka sepanjang jalan R.A

Pemasangan Paku Marka dan atau Marka sepanjang jalan R.A KartiniPemasangan rambu RPPJ di persimpangan Garuda, dan Jaka Utama Penambahan petak parkir mobil penumpang dari 126

Penambahan petak parkir mobil penumpang dari 126 petak parkir menjadi 162 petak parkir, dan penambahan luas ruang parkir dari 4019 m 2 menjadi 4500 m 2 2 menjadi 4500 m 2

Penyediaan/penyiapan alternatif gerbang akses masuk hotel dan gerbang akses keluar hotel di jalan Supraptoluas ruang parkir dari 4019 m 2 menjadi 4500 m 2 Pembangunan shelter dan jembatan penyeberangan

Pembangunan shelter dan jembatan penyeberangan kawasan sekolah di jalan Supraptomasuk hotel dan gerbang akses keluar hotel di jalan Suprapto Pembuatan celukan ( lay bus )

Pembuatan celukan (lay bus ) di gerbang akses Keluar masuk hotel lay bus) di gerbang akses Keluar masuk hotel

6.2.2. Pengembangan Tahap II (5 Tahun ke depan) Untuk meningkatkan aksesibilitas dan menjaga kinerja lalu lintas pada jaringan jalan di sekitar kawasan hotel, maka diusulkan alternatif penanganan lalu lintas sebagai berikut:

Pembangunan “elevated bus only way” untuk menekan pertumbuhan kendaraan pribadi yang beroperasi di jalan elevated bus only way” untuk menekan pertumbuhan kendaraan pribadi yang beroperasi di jalan

Pembatasan jumlah kendaraan pribadi yang beroperasi pada beberapa ruas jalan, perlu dicoba konsep 3 in 1 untuk mobil pribadi ataupun 2 in 1 untuk sepeda motorpertumbuhan kendaraan pribadi yang beroperasi di jalan Pelebaran ruas jalan R.A Kartini, Suprapto, S Parman dan

Pelebaran ruas jalan R.A Kartini, Suprapto, S Parman dan Lindu IIpada beberapa ruas jalan, perlu dicoba konsep 3 in 1 untuk mobil pribadi ataupun 2 in

pribadi ataupun 2 in 1 untuk sepeda motor Pelebaran ruas jalan R.A Kartini, Suprapto, S Parman

7 7 7 7 7 7

L La L a ap p po o or r ra a an n nA

LLa L aap ppo oor rra aan nnA AAk kkh hhi iir rr

AAn nna aal lli iis ssa aaD DDa aam mmp ppa aak kkL LLa aal llu uuL LLi iin nnt tta aas ss( ((A AAn nnd dda aal lla aal lli iin nn) )) HHO OOT TTE EEL LLH HHO OOR RRI IIS SSO OON NNL LLA AAM MMP PPU UUN NNG GG

A

H

SO O ON N NL L LA A AM M MP P PU U UN N

Pemasangan rambu, marka, alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) yang terintegrasi dan terkontrol secara sistem atau ATCS

6.3. Jawab dan Wewenang

Tanggung jawab dan wewenang dalam hal ini berkaitan dengan upaya realisasi setiap alternative usulan penanganan masalah lalu lintas pada setiap tahapan rencana pengembangan sebagaimana diperlihatkan pad Tabel VI-1 berikut.

lalu lintas pada setiap tahapan rencana pengembangan sebagaimana diperlihatkan pad Tabel VI-1 berikut. 7 7 7

7 7 7 8 8 8