Anda di halaman 1dari 15
PUSAT PENGEMBANGAN KAWASAN STRATEGIS BADAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN

PUSAT PENGEMBANGAN KAWASAN STRATEGIS BADAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

GG

WILAYAH KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT G G RENCANA PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR TERPADU WILAYAH

RENCANA PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR TERPADU

WILAYAH PENGEMBANGAN STRATEGIS 35

PULAU PULAU KECIL TERLUAR PANTAI BARAT SUMATERA

EXECUTIVE SUMMARY

TERPADU WILAYAH PENGEMBANGAN STRATEGIS 35 PULAU – PULAU KECIL TERLUAR PANTAI BARAT SUMATERA EXECUTIVE SUMMARY
DAFTAR ISI Executive Summary Rencana Pembangunan Infrastruktur Terpadu WPS 35 Pulau – Pulau Kecil Terluar

DAFTAR ISI

Executive Summary Rencana Pembangunan Infrastruktur Terpadu WPS 35 Pulau Pulau Kecil Terluar Pantai Barat Sumatera

Bagian 1 PROFIL WPS G- 1 Bagian 2 ULTIMATE WPS G- 13

Bagian 3 STRATEGI PENGEMBANGAN WILAYAH (SPW) G- 15

Bagian 4 STRATEGI PENGEMBANGAN INFRASTRUKUR (SPI) G- 19

PULAU-PULAU KECIL TERLUAR PANTAI BARAT SUMATERA

WPS 35

1

P R O F I L

WILAYAH PENGEMBANGAN STRATEGIS

PULAU PULAU KECIL TERLUAR PANTAI BARAT SUMATERA

PULAU-PULAU KECIL TERLUAR PANTAI BARAT SUMATERA

WPS 35

PROFIL WILAYAH

PULAU RONDO

WILAYAH

:

KOTA SABANG

PROPINSI

:

ACEH

KOORDINAT

:

6° 4′ 30″ LU, 95° 6′

45″ BT

01

: 6 ° 4′ 30″ LU, 95 ° 6′ 45″ BT 01 PULAU RUSA 03 02
: 6 ° 4′ 30″ LU, 95 ° 6′ 45″ BT 01 PULAU RUSA 03 02
PULAU RUSA 03 02 WILAYAH : KABUPATEN ACEH BESAR PROPINSI : KOORDINAT : ACEH 5°16′
PULAU RUSA
03
02
WILAYAH
:
KABUPATEN ACEH
BESAR
PROPINSI
:
KOORDINAT
:
ACEH
5°16′ 34″ LU, 95° 12′
07″ BT
PULAU BENGGALA
WILAYAH : KABUPATEN ACEH
BESAR
PROPINSI : ACEH
KOORDINAT : 5° 47′ 34″ LU, 94°
58′ 21″ BT
PULAU RAYA
PULAU SALAUT BESAR
WILAYAH : KABUPATEN
05
simeulue
PROPINSI : ACEH
KOORDINAT : 5° 47′ 34″ LU, 94° 58′
21″ BT
WILAYAH : KABUPATEN ACEH 04
JAYA
PROPINSI : ACEH
KOORDINAT : 4° 52′ 33″ LU, 95°
21′ 46″ BT
PULAU WUNGA
07
WILAYAH
:
KABUPATEN NIAS
UTARA
PROPINSI
:
KOORDINAT
:
SUMATERA UTARA
1° 13′ 39″ LU, 97° 5′
11″ BT
PULAU SIMEULUE CUT 06
WILAYAH : KABUPATEN
SIMEULUE
PROPINSI : ACEH
KOORDINAT : 2° 31′ 47″ LU, 95°
55′ 5″ BT
PULAU SINYAUNYAU (NGIAU)
09
PULAU SIMUK
08
WILAYAH : KABUPATEN
KEPULAUAN MENTAWAI
PROPINSI : SUMATERA bARAT
KOORDINAT : 1° 51’ 58″ LS, 99° 4′
34″ BT
WILAYAH : KABUPATEN NIAS
SELATAN
PROPINSI : SUMATERA UTARA
KOORDINAT : 00° 05′ 33″ LU, 97°
51” 14″ BT
PULAU SIBARUBARU
10
WILAYAH : KABUPATEN
12
PULAU ENGGANO
KEPULAUAN MENTAWAI
WILAYAH : KABUPATEN
BENGKULU UTARA
PROPINSI : BENGKULU
KOORDINAT : 5° 47′ 34″ LU,
94° 58′ 21″ BT
PROPINSI : SUMATERA BARAT
KOORDINAT : 3° 17′ 48″ LS, 100°
19′ 47″ BT
1 5 2 8 . 7 4
4 . 9 0 1
K M 2
J I W A
11
PULAU MEGA
BT 1 5 2 8 . 7 4 4 . 9 0 1 K M 2

PULAU BATU KECIL WILAYAH : KABUPATEN PESISIR BARAT PROPINSI : LAMPUNG

13

KOORDINAT : 5° 47′ 34″ LU, 94° 58′ 21″ BT

WILAYAH : KABUPATEN BENGKULU UTARA PROPINSI : BENGKULU KOORDINAT : 4° 01′ 12″ LS, 101° 01′ 49″ BT

G-1

PROFIL PER PULAU

1 Pulau Rondo Luas 0.42 Km 2 WILAYAH : PROPINSI : KOORDINAT : KOTA SABANG
1
Pulau Rondo
Luas 0.42 Km 2
WILAYAH
:
PROPINSI
:
KOORDINAT
:
KOTA SABANG
ACEH
6° 4′ 30″ LU, 95° 6′ 45″ BT
Pulau Rondo merupakan pulau tak
berpenduduk. Pulau rondo juga menjadi
tempat singgah bagi masyarakat yang
melakukan kegiatan penangkapan ikan di
sekitar pulau. Jenis perikanan tangkap, di
Pulau Rondo antara lain tuna, tenggiri,
tembang dan kerapu.
2
Pulau Benggala
Luas 0.06 Km 2
WILAYAH
:
KABUPATEN ACEH BESAR
PROPINSI
:
ACEH
KOORDINAT
:
5° 47′ 34″ LU, 94° 58′ 21″ BT
Pulau Benggala merupakan tidak
berpenghuni. Kegiatan ekonomi disekitar
Pulau Benggala adalah penangkapan
ikan oleh nelayan. Perairan Benggala
memiliki kekayaan hayati melimpah antara
lain seperti terumbu karang, dan berbagai
jenis ikan hias, tuna, tenggiri, cakalang,
kembung, kerapu, kakap dan teri.
3
Pulau Rusa
Luas 120
4
Pulau Raya
Luas 3,70 Km 2
Km
2
WILAYAH
:
WILAYAH
:
PROPINSI
:
PROPINSI
:
KOORDINAT
:
KABUPATEN ACEH BESAR
ACEH
5°16′ 34″ LU, 95° 12′ 07″ BT

KOORDINAT

:

KABUPATEN ACEH JAYA ACEH 4° 52′ 33″ LU, 95° 21′ 46″ BT

Pasca Tsunami, Pulau Raya tidak berpenghuni, koban Tsunami yang masih hidup saat ini menetap di wulayah pesisir pantai Kabupaten Aceh Jaya. Nelayan dari Lhook Kruet, Pidie, Calang, dan Meulaboh umumnya melakukan penangkapan ikan di sekitar perairan Pulau Raya.

Pulau Rusa merupakan tidak berpenghuni.

Kondisi pantai berbatu besar dan sebagian berpasir putih. Pulau ini dikelilingi oleh batu dan karang. Kegiatan perekonomian di perairan sekitar pulau rusa adahan penangkapan beberapa jenis ikan, teripang dan lobster.

PULAU-PULAU KECIL TERLUAR PANTAI BARAT SUMATERA

WPS 35

G-2

PROFIL PER PULAU

5
5

Pulau Salaut Besar

Luas 2.25 Km 2

PROFIL PER PULAU 5 Pulau Salaut Besar Luas 2.25 Km 2 WILAYAH : KABUPATEN SIMEULUE :
PROFIL PER PULAU 5 Pulau Salaut Besar Luas 2.25 Km 2 WILAYAH : KABUPATEN SIMEULUE :

WILAYAH

:

KABUPATEN SIMEULUE

:

ACEH

:

5° 4734LU, 94° 5821BT

PROPINSI

KOORDINAT

Pulau Salaud Besar merupakan berpenduduk musiman yang dimiliki pemerintah yang dikelola oleh industri kecil rumahan sebagai

lokasi perkebunan kelapa. Di wilayah perairan

hasil tangkap berorientasi ekspor seperti

kakap merah, kerapu, tuna, dan cakalang

6
6

WILAYAH

PROPINSI

Pulau Simeulue Cut

Luas 7.54 Km 2

6 WILAYAH PROPINSI Pulau Simeulue Cut Luas 7.54 Km 2 : KABUPATEN SIMEULUE : ACEH :
6 WILAYAH PROPINSI Pulau Simeulue Cut Luas 7.54 Km 2 : KABUPATEN SIMEULUE : ACEH :

:

KABUPATEN SIMEULUE

:

ACEH

:

5° 4734LU, 94° 5821BT

KOORDINAT

Pulau tak berpenghuni yang menjadi pulau perkebunan masyakat pesisir dan merupakan singgah bagi nelayan-nelayan. 95% hasil pulau adalah kelapa dan diolah menjadi Kopra 5% hasil alam Pulau simeulue Cut adalah Cengkeh dan ikan tangkap. Penangkapan ikan dilakukan oleh nelayan lokal

7
7

WILAYAH

PROPINSI

Pulau Wunga

Luas 9 Km 2

KOORDINAT

7 WILAYAH PROPINSI Pulau Wunga Luas 9 Km 2 KOORDINAT : KABUPATEN NIAS UTARA : SUMATERA

:

KABUPATEN NIAS UTARA

:

SUMATERA UTARA

:

13′ 39″ LU, 97° 5′ 11″ BT

Pulau Wunga memiliki penduduk musiman, yakni menghuni pulau secara periodik. Mereka bermukim hanya saat musim panen dan memelihara kebun kopra milik masing- masing warga,

G-3

8 : :
8
:
:

:

Pulau Simuk

Luas 13.4 Km 2

masing warga, G-3 8 : : : Pulau Simuk Luas 13.4 Km 2 WILAYAH PROPINSI KOORDINAT

WILAYAH

PROPINSI

KOORDINAT

: Pulau Simuk Luas 13.4 Km 2 WILAYAH PROPINSI KOORDINAT KABUPATEN NIAS SELATAN SUMATERA UTARA 00°

KABUPATEN NIAS SELATAN SUMATERA UTARA 00° 05′ 33″ LU, 97° 51” 14″ BT

Pulau Simuk merupakan pulau berpenghuni, yang dihuni oleh 1.733 Jiwa. Sebagain besar lahan pulau merupakan lahan pertanian padi dan perkebunan kelapa. Serta

Terdapat juga sumberdaya alam perikanan tangkap.

9
9

Pulau Sinyaunyau

Luas 1.33 Km 2

perikanan tangkap. 9 Pulau Sinyaunyau Luas 1.33 Km 2 WILAYAH PROPINSI KOORDINAT : : : KABUPATEN

WILAYAH

PROPINSI

KOORDINAT :

:

:

Luas 1.33 Km 2 WILAYAH PROPINSI KOORDINAT : : : KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI SUMATERA bARAT 1°

KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI

SUMATERA bARAT

51’ 58″ LS, 99° 4′ 34″ BT

Pulau Sinyaunyau merupakan pulau tak berpenghuni yang menjadi pulai persinggaan bagi nelayan. Dataran Pulau terdapat perkebunan kelapa yang umumnya dimilik masyarakat yang bermukim di Pulau Siberut

10
10

Pulau Sibarubaru

Luas 2.05 Km 2

di Pulau Siberut 10 Pulau Sibarubaru Luas 2.05 Km 2 WILAYAH : PROPINSI : KOORDINAT :

WILAYAH

:

PROPINSI

:

KOORDINAT :

Luas 2.05 Km 2 WILAYAH : PROPINSI : KOORDINAT : KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI SUMATERA BARAT 3°

KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI SUMATERA BARAT 3° 17′ 48″ LS, 100° 19′ 47″ BT

Pulau Sibarubaru merupakan pulau dengan penduduk tidak tetap/ musiman yang berasal dari pulau pagai.

Kondisi pesisir pantai Pulau Sibarubaru dipenuhi oleh fosil

karang. Sebagian besar daratan adalah perkebunan

kelapa terdapat 2 pondok kecil milik warga. Sektor unggulan kegiatan ekonomi Pulai Sibarubaru adalah Kelapa. Kelapa yang dihasilkan Pulau Sibarubaru termasuk kedalam kelapa dengan kualitas yang baik.

11 WILAYAH PROPINSI
11
WILAYAH
PROPINSI

KOORDINAT

Pulau Mega

Luas 1.5 Km 2

11 WILAYAH PROPINSI KOORDINAT Pulau Mega Luas 1.5 Km 2 : : : KABUPATEN BENGKULU UTARA

:

:

:

PROPINSI KOORDINAT Pulau Mega Luas 1.5 Km 2 : : : KABUPATEN BENGKULU UTARA BENGKULU 4°

KABUPATEN BENGKULU UTARA BENGKULU 4° 01′ 12″ LS, 101° 01′ 49″ BT

UTARA BENGKULU 4° 01′ 12″ LS, 101 ° 01′ 49″ BT Pulau Mega merupakan pulau tidak

Pulau Mega merupakan pulau tidak berpenghuni dan hanya menjadi tempat singgah para nelayan. Pulau Mega memiliki pesisir pantai yang landau dan berpasir putih dengan pecahan karang. Secara ekonomis,

pulau mega kaya akan jenis ikan karang seperti

ikan Bendera, ikan kepe-kepe, dan ikan sersan

12 WILAYAH PROPINSI
12
WILAYAH
PROPINSI

Pulau Enggano

Luas 397.2 Km 2

:

:

KOORDINAT :

KABUPATEN BENGKULU UTARA BENGKULU 5° 47′ 34″ LU, 94° 58′ 21″ BT

Pulau Enggano merupakan pulau berpenghuni

dengan jumlah penduduk 3.091 Jiwa. Komoditi utama Pulau Enggano adalah Pisang dan Melinjo, terdapat industri kecil pengolahan pisang di pulau. Selain perkebunan, sebagian lahan pulau adalah sawah masyarakat sebagai upaya menjaga ketahanan.

13 WILAYAH PROPINSI
13
WILAYAH
PROPINSI

Pulau Batu Kecil

Luas 1,5 km 2

:

:

KOORDINAT :

KABUPATEN PESISIR BARAT LAMPUNG 5° 47′ 34″ LU, 94° 58′ 21″ BT

Pulau Bertuah merupakan pulau tak berpenghuni yang dikelola dan dimiliki

oleh warga marga Adat Belimbing yang dikelola sebagi lahan perkebunan. Hasil perkebunankopra sekitar 3-6 ton/tahun. perkebunan kelapa yang mendominasi dataran pulau membuat hasil kopra melimpah

PULAU-PULAU KECIL TERLUAR PANTAI BARAT SUMATERA

WPS 35

G-4

PROFIL

PULAU BERPENGHUNI

P. SIMUK Luas 13.4 Km 2 (1.733 JIWA) Keteangan
P. SIMUK
Luas 13.4 Km 2
(1.733 JIWA)
Keteangan

G-5

P. ENGGANO Luas 397.2 Km 2 (3.091 JIWA) Keteangan
P. ENGGANO
Luas 397.2 Km 2
(3.091 JIWA)
Keteangan

PULAU-PULAU KECIL TERLUAR PANTAI BARAT SUMATERA

WPS 35

G-6

PROFIL

PULAU BERPENGHUNI

P. WUNGA Luas 9 Km 2 ( 77 JIWA)
P. WUNGA
Luas 9 Km 2
( 77 JIWA)

Keteangan

BERPENGHUNI P. WUNGA Luas 9 Km 2 ( 77 JIWA) Keteangan G-7 PROFIL SOSIAL DAN EKONOMI

G-7

PROFIL

SOSIAL DAN EKONOMI

Pulau WUNGA

Pulau Wunga merupakan pulau berpenghuni tetap ± 20 KK (77 jiwa) dan berpenghuni tidak tetap sebanyak 30 KK (120 jiwa) yang umumnya berasal dari penduduk Dusun I Desa Afulu Kecamatan Afulu. Masayarakat di pulau ini pada umumnya adalah nelayan dan penjaga kebun.

di pulau ini pada umumnya adalah nelayan dan penjaga kebun. Sumber Mata Pencaharian Penduduk Pulau Wunga
di pulau ini pada umumnya adalah nelayan dan penjaga kebun. Sumber Mata Pencaharian Penduduk Pulau Wunga
di pulau ini pada umumnya adalah nelayan dan penjaga kebun. Sumber Mata Pencaharian Penduduk Pulau Wunga
di pulau ini pada umumnya adalah nelayan dan penjaga kebun. Sumber Mata Pencaharian Penduduk Pulau Wunga

Sumber Mata Pencaharian Penduduk Pulau Wunga

Sumberdaya alam Pulau Wunga selain perikanan yang menjadi andalan masyarakat adalah

kebun kelapa untuk dijadikan kopra, yang merupakan aktivitas

utama masyarakat yang berada

di Pulau Wunga. Dari karang- karang yang naik ke permukaan dan mengering, masyarakat langsung memanfaatkan permukaan lahan yang timbul tersebut untuk ditanami pohon

kelapa.

PULAU-PULAU KECIL TERLUAR PANTAI BARAT SUMATERA

WPS 35

G-8

PROFIL

SOSIAL DAN EKONOMI

Pulau SIMUK

 

Jumlah Penduduk Pulau Simuk Tahun 2015

No

Desa

Jumlah Penduduk (Jiwa)

Kepadatan (Jiwa/Km 2 )

 

1 Gondia

178

6

 

2 Maufa

260

7

 

3 Gobo

381

27

 

4 Gobo Baru

585

-

 

5 Silina Baru

198

-

 

6 Silina

139

11

Pulau Simuk memiliki jumlah penduduk 1.741 jiwa yang

terbagi di 6 Desa. Luas wilayah masing-masing desa belum

terdata karena Pulau Simuk telah menjadi Kecamatan Baru

di Kabupaten Nias Selatan.

telah menjadi Kecamatan Baru di Kabupaten Nias Selatan. Aktivitas ekonomi masyarakat di Pulau Simuk mengandalkan

Aktivitas ekonomi masyarakat di Pulau Simuk

mengandalkan kegiatan berkebun, berternak, melaut dan

berdagang. Kegiatan berkebun yang diusahakan utama

adalah kopra, ternak yang dominan diusahakan adalah

berternak babi, sedangkan aktivitas menangkap ikan hanya

dilakukan oleh sebagian kecil penduduk di daerah pesisir sekitar

pantai.

G-9

Jumlah Penduduk 2015

585

381 260 198 178 139
381
260
198
178
139

Gondia Maufa

Gobo

Gobo

Silina

Silina

 

Baru

Baru

PROFIL

SOSIAL DAN EKONOMI

Pulau ENGGANO

Pulau Enggano memiliki jumlah penduduk total 3.091 jiwa menurut tahun 2015. selain pulau, Enggano

merupakan wilayak kecamatan

dengan potensi perkebunan pisang.

Oleh karena itu, banyak pendudik

yang merupakan petani kebun

walaupun tetap melaut apabila kondisi

cuaca mendukung untuk melaut.

Sumber BPS Kecamatan Enggano Dalam Angka 2015

Jumlah Penduduk 2015 (Jiwa)

Kahyapu,

409 Banjarsari, 921 Malakoni, 293
409
Banjarsari,
921
Malakoni,
293

Apoho, 244

Meok, 610

Kaana, 614

Produksi Buah-Buahan

Produksi Hasil Padi

2013 2014
2013
2014

1282.5

910 757.5 813 813 813 813 483 451 412.5 302.5 382 382 382 382 183
910
757.5 813
813
813
813
483
451
412.5
302.5
382
382 382
382
183

2011

813 483 451 412.5 302.5 382 382 382 382 183 2011 2012 PRODUKSI PADI SAWAH RATA2

2012

PRODUKSI PADI SAWAH RATA2 PADI SAWAH

2013

2014

183 2011 2012 PRODUKSI PADI SAWAH RATA2 PADI SAWAH 2013 2014 PRODUKSI PADI LADANG RATA2 PADI
183 2011 2012 PRODUKSI PADI SAWAH RATA2 PADI SAWAH 2013 2014 PRODUKSI PADI LADANG RATA2 PADI

PRODUKSI PADI LADANG RATA2 PADI LADANG

203.7 90 48 36
203.7
90 48
36

Produksi Hasil Palawija

149.9

14 19 18 36 21 19 12.6
14
19
18
36 21
19
12.6

KACANG

KEDELAI

KACANG

UBI JALAR

UBI KAYU

JAGUNG

HIJAU

TANAH

PULAU-PULAU KECIL TERLUAR PANTAI BARAT SUMATERA

KAYU JAGUNG HIJAU TANAH PULAU-PULAU KECIL TERLUAR PANTAI BARAT SUMATERA LUAS PANEN PRODUKSI (TON) WPS 35

LUAS PANEN

KAYU JAGUNG HIJAU TANAH PULAU-PULAU KECIL TERLUAR PANTAI BARAT SUMATERA LUAS PANEN PRODUKSI (TON) WPS 35

PRODUKSI (TON)

WPS 35

G-10

PROFIL

INFRASTRUKTUR

PROFIL INFRASTRUKTUR G-11 PULAU-PULAU KECIL TERLUAR PANTAI BARAT SUMATERA WPS 35 G-12

G-11

PROFIL INFRASTRUKTUR G-11 PULAU-PULAU KECIL TERLUAR PANTAI BARAT SUMATERA WPS 35 G-12

PULAU-PULAU KECIL TERLUAR PANTAI BARAT SUMATERA

WPS 35

G-12

2

ULTIMATE

WILAYAH PENGEMBANGAN STRATEGIS

PULAU PULAU KECIL TERLUAR PANTAI BARAT SUMATERA

PULAU-PULAU KECIL TERLUAR PANTAI BARAT SUMATERA

WPS 35

ULTIMATE

CONCEPT

Hasil proyeksi penduduk:  Tahun 2017 (6475 jiwa) dan 2026 (107460 jiwa)  Terkonsentrasi di
Hasil proyeksi penduduk:
 Tahun 2017 (6475 jiwa)
dan 2026 (107460 jiwa)
 Terkonsentrasi di Pulau
Wunga, Simuk dan
Enggano
Isu dan
Analisis Daya
Dukung dan Daya
Tampung
Permasalahan
WPS 35
Hasil Analisis Perekonomian
 Sektor Unggulan:
Perikanan/Maritim,
tersebar diseluruh
perairan Pulau Pulau
Kecil Terluar (Lobster,
Teripang dan jenis ikan
karang
Prioritas Pengembangan.
Permukiman: Wunga,
Simuk dan Enggano.
Pertanian & Aquaculture:
dan Keamanan:
Enggano. Perikanan : Zona
penangkapan ikan
 Sektor Potensial:
Pertanian
terkonsentrasi di
P.Enggano & Simuk dan
Pariwisata Bahari
perairan PPKT WPS 35.
Pariwisata: Rondo, Nias,
Enggano Siberut

Ketersediaan Infrastruktur Permukiman dan pendukung kegiatan ekonomi masih terbatas, terkait Akses air

minum, penanganan kumuh, akses sanitasi, pelayanan angkutan laut dan dermaga. Khususnya di Pulau Wunga, Simuk dan Enggano

dan dermaga. Khususnya di Pulau Wunga, Simuk dan Enggano Prioritas Pertahanan Mercusuar, Pos Pengaman, Pangkalan AL

Prioritas Pertahanan

Mercusuar, Pos Pengaman, Pangkalan AL Enggano, Peningkatan patroli pengawasan perairan Batas negara Pesisir Barat Sumatera

Terwujudnya Wilayah Pulau- Pulau Kecil Terluar Pesisir Barat Sumatera yang terintegrasi dan terkoneksi dalam rangka mendukung pengembangan potensi bahari secara berkelanjutan dan memperkuat pertahanan keamanan negara.

G-13

Bidang

Infrastruktur Tercapainya pemenuhan kebutuhan infrastruktur PUPR dan NON PUPR pada Pulau- Pulau Kecil Terluar Sumatera
Infrastruktur
Tercapainya pemenuhan
kebutuhan infrastruktur PUPR
dan NON PUPR pada Pulau-
Pulau Kecil Terluar Sumatera
yang handal pada tahun 2026
Permukiman, jaringan air bersih,
listrik, sanitasi , persampahan
serta transportasi yang
berfungsi secara baik dapat
menjadi penggerak kegiatan
pariwisata, kelautan &
perikanan, pertahanan &
keamanan dan sektor lainnya
di WPS 35

Bidang Kelautan, Perikanan & Pertanian

Pengembangan sentra kelautan, perikanan dan pertanian dalam upaya meningkatkan perekonomian wilayah, meningkatkan
Pengembangan sentra kelautan,
perikanan dan pertanian dalam
upaya meningkatkan
perekonomian wilayah,
meningkatkan produktifitas dan
nilai tambah sektor kelautan,
perikanan dan pertanian.
memiliki daya saing dan
mendukung kedaulatan pangan
di WPS 35

ULTIMATE

GOALS

Bidang

Pariwisata

Potensi Pariwisata di kawasan pesisir WPS 35 dapat dikembangkan sebagai wisata bahari. Adanya kawasan resort
Potensi Pariwisata di kawasan
pesisir WPS 35 dapat
dikembangkan sebagai wisata
bahari. Adanya kawasan resort
dan potensi wisata bahari di
WPS 35 akan memicu
pertumbuhan ekonomi dan
terintegrasnya wisata di WPS 35
dengan Pulau besar Sumatera
yang berkelanjutan hingga
2026

Bidang Adaptasi Bencana

Pengembangkan Kawasan PPKT PBS dengan berbasis pada kelestarian lingkungan serta berbasis mitigasi bencana. Mengingat
Pengembangkan Kawasan
PPKT PBS dengan berbasis
pada kelestarian lingkungan
serta berbasis mitigasi
bencana. Mengingat kawasan
WPS 35 memiliki potensi
bencana yang tinggi terutama
abrasi.

Bidang

Pertahanan

& Keamanan

Peningkatan fungsi pertahanan dan keamanan dalam kedaulatan NKRI, melalui pengembangan sarana prasarana pertahanan dan
Peningkatan fungsi pertahanan dan
keamanan dalam kedaulatan NKRI, melalui
pengembangan sarana prasarana
pertahanan dan keamanan berbasis
pulau-pulau kecil

PULAU-PULAU KECIL TERLUAR PANTAI

BARAT SUMATERA

11

WPS 35

G-14

3

STRATEGI

PENGEMBANGAN

WILAYAH

WILAYAH PENGEMBANGAN STRATEGIS

PULAU-PULAU KECIL TERLUAR PANTAI BARAT SUMATERA

PULAU-PULAU KECIL TERLUAR PANTAI BARAT SUMATERA

WPS 35

SKENARIO

PENGEMBANGAN

Skenario Pengembangan Pulau Tidak Berpenghuni 1. Pengembangan Navigasi pelayaran (menara suar, dsb) dan pos pengamanan
Skenario Pengembangan Pulau Tidak
Berpenghuni
1. Pengembangan Navigasi pelayaran
(menara suar, dsb) dan pos
pengamanan perairan
Skenario Pengembangan Pulau
Berpenghuni (P. Wunga, P. Simuk & P.
Enggano) :
2. Pengembangan Tapal Batas
1. Pengembangan Sarana & Prasarana
Permukiman Terpadu
3. Pengembangan instalasi pertahanan
dan keamanan
2. Pengembangan konektivitas antar
4. Pengembangan dermaga sandar
pulau-pulau kecil dan daratan utama
sumatera
5. Pengaman Abrasi pulau melalui
bangunan pengaman pantai atau
3. Pengembangan sentra ekonomi lokal
mangrove
4. Pengembangan Sentra Kelautan dan
Perikanan Terpadu.
5. Pengembangan pos pos pengaman
perairan disetiap pulau
6. Pengembangan Kawasan pariwisata
Bahari
Kendala: Simuk pulau berpenghuni namun
merupakan kawasan hutan Lindung

G-15

PEMBAGIAN KLASTER

namun merupakan kawasan hutan Lindung G-15 PEMBAGIAN KLASTER PULAU-PULAU KECIL TERLUAR PANTAI BARAT SUMATERA WPS 35

PULAU-PULAU KECIL TERLUAR PANTAI BARAT SUMATERA

WPS 35

G-16

STRATEGI

PENGEMBANGAN WILAYAH

Pengembangan wilayah pada WPS 35 diarahkan pada 3 kegiatan utama :

Pariwisata, Kelautan & Perikanan, dan Pertanian

STRATEGI

PENGEMBANGAN

STRATEGI PENGEMBANGAN KELAUTAN & PERIKANAN

PARIWISATA • Pengembangan wisata di WPS 35 ditekankan kepada wisata bahari, mengingat WPS 35 merupakan
PARIWISATA
• Pengembangan wisata di WPS 35
ditekankan kepada wisata bahari,
mengingat WPS 35 merupakan
wilayah pulau-pulau kecil terluar.
• Pengembangan sentra kelautan dan
perikanan untuk meningkatkan
perekonomian wilayah;
• Lokasi kawasan wisata WPS 35 di
Kep. Nias Selatan (Simuk, Telo, dan
• Pengelolaan kawasan konservasi
perairan dalam rangka menjaga
kelestarian sumber daya ikan untuk
mendukung bisnis kelautan dan
Salaut Besar (memiliki festifal surfing
perikanan
internasional), Kab. Kepulauan
Mentawai, dan Kab, Bengkulu Utara
(Enggano) yang beberapa telah
memiliki fasilitas pendukung
kepariwisataan.
• Pengembangan kelautan dan
perikanan terutama dilakukan di
Kab. Bengkulu Utara (Pulau Enggano),
Kab. Nias Selatan dan Kab.
Kepulauan Mentawai
STRATEGI
PENGEMBANGAN
WILAYAH
STRATEGI PENGEMBANGAN
PERTANIAN
• Pengembangan komoditas pertanian untuk meningkatkan perekonomian wilayah;
• Pengembangan infrastruktur dalam menunjang kegiatan pengembangan
komoditas pertanian sehingga memiliki daya saing dan jual yang tinggi.
• Pengembangan komoditas unggulan pertanian telah dilakukan pada Pulau
Simuk, Pulau Enggano, Pulau Batu Kecil,

G-17

NO ISU STRATEGIS NO. STRATEGI PENGEMBANGAN WPS 1 Disparitas/Kesenjangan pembangunan Sosial Ekonomi antara PPKT
NO
ISU STRATEGIS
NO.
STRATEGI PENGEMBANGAN WPS
1
Disparitas/Kesenjangan
pembangunan Sosial Ekonomi antara
PPKT Pesisir Barat Sumatera dengan
mainland /daratan utamanya
SPW.1
Mengembangan sentra kelautan dan perikanan
untuk meningkatkan perekonomian wilayah;
SPW.2
Mengembangan kawasan wisata (KSPN) untuk
meningkatkan perekonomian daerah
SPW.3
Meningkatkan kualitas SDM agar mampu
mengelola SDA secara maksimal dan
berkelanjutan
SPW.4
Meningkatkan nilai tambah dan kualitas produk
lokal agar memiliki daya saing;
SPW 5
Mengembangkan sistem konektivitas/ jaringan
pemasaran ke sentra industri pengolahan
2
PPKT Pesisir Barat Sumatera termasuk
ke dalam kawasan dengan tingkat
resiko bencana tinggi. Hal tersebut
merupakan kendala dalam
melakukan pembangunan kawasan
PPKT Pesisir Barat Sumatera (termasuk
membatasi aktivitas aliran barang
dan orang)
SPW.6
Membangun sarana dan prasarana yang climate
proof dan berbasis pada mitigasi bencana
SPW.7
Mengembangkan Kawasan PPKT PBS dengan
berbasis pada kelestarian lingkungan dan
pencegahan abrasi pulau
3
PPKT Pesisir Barat Sumatera memiliki
fungsi strategis secara pertahanan
dan keamanan dalam kedaulatan
NKRI karena merupakan batas terluar
SPW.8
Meningkatkan fungsi pertahanan dan keamanan
Negara melalui pengembangan sarana
prasarana pertahanan dan keamanan berbasis
pulau-pulau kecil
4
Memiliki keterbatasan SDA terutama
komoditi landbase produk
perkebunan dan Pertanian untuk
menjamin ketahanan pangan) dan
belum optimalnya pengelolaan
potensi bahari (kelautan, perikanan
dan pariwisata bahari)
SPW.9
Membangun infrastruktur berbasis karakteristik
wilayah untuk mendukung konektifitas, mobilitas
antar daerah dan aksesibilitas simpul produksi
untuk meningkatkan produktifitas dan nilai
tambah sektor kelautan dan perikanan serta
perkembanan pariwisata
5
Keterbatasan akses masyarakat
dalam pelayanan sarana dan
prasarana dasar permukiman dan
perumahan
SPW.1
Membangun infrastruktur PUPR untuk
meningkatkan kualitas lingkungan kehidupan
0
masyarakat.
6
Memiliki keterbatasan Sumberdaya
air dan keterbatasan lahan
pengembangan permukiman
SPW
Mengembangkan kantung-kantung/bak
11
penampungan air hujan disetiap kawasan
permukiman setiap pulau, optimalisasi
pemanfaatan sumber air eksisting dan
memanfaatkan lahan pengembangan
permukiman 30% dari luas pulau
7
Kinerja pelayanan Infrastruktur lokal
dan regional kawasan PPKT Pesisir
Barat Sumatera belum Optimal.
SPW.1
Merumuskan prioritas pembangunan infrastruktur
2
secara terpadu dan berjenjang (jangka pendek,
jangka menengah dan jangka panjang)
SPW.1
Merencanakan pengembangan kawasan PPKT
3
PBS melalui perencanaan infrastruktur secara
terpadu dan terintegrasi
PULAU-PULAU KECIL TERLUAR PANTAI
BARAT SUMATERA
perencanaan infrastruktur secara terpadu dan terintegrasi PULAU-PULAU KECIL TERLUAR PANTAI BARAT SUMATERA WPS 35 G-18

WPS 35

G-18

STRATEGI PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR

NO ISU STRATEGIS NO. STRATEGI PENGEMBANGAN WPS 1 Disparitas/Kesenjangan pembangunan Sosial Ekonomi antara PPKT
NO
ISU STRATEGIS
NO.
STRATEGI PENGEMBANGAN WPS
1
Disparitas/Kesenjangan pembangunan
Sosial Ekonomi antara PPKT Pesisir Barat
Sumatera dengan mainland /daratan
utamanya
SPW.1
Mengembangan sentra kelautan dan perikanan
untuk meningkatkan perekonomian wilayah;
SPW.2
Mengembangan kawasan wisata (KSPN) untuk
meningkatkan perekonomian daerah
SPW.3
Meningkatkan kualitas SDM agar mampu mengelola
SDA secara maksimal dan berkelanjutan
SPW.4
Meningkatkan nilai tambah dan kualitas produk lokal
agar memiliki daya saing;
SPW 5
Mengembangkan sistem konektivitas/ jaringan
pemasaran ke sentra industri pengolahan
2
PPKT Pesisir Barat Sumatera termasuk ke
dalam kawasan dengan tingkat resiko
bencana tinggi. Hal tersebut merupakan
kendala dalam melakukan
pembangunan kawasan PPKT Pesisir
SPW.6
Membangun sarana dan prasarana yang climate
proof dan berbasis pada mitigasi bencana
SPW.7
Mengembangkan Kawasan PPKT PBS dengan
berbasis pada kelestarian lingkungan dan
pencegahan abrasi pulau
Barat Sumatera (termasuk membatasi
aktivitas aliran barang dan orang)
3
PPKT Pesisir Barat Sumatera memiliki
fungsi strategis secara pertahanan dan
keamanan dalam kedaulatan NKRI
karena merupakan batas terluar
SPW.8
Meningkatkan fungsi pertahanan dan keamanan
Negara melalui pengembangan sarana prasarana
pertahanan dan keamanan berbasis pulau-pulau
kecil
4
Memiliki keterbatasan SDA terutama
SPW.9
komoditi landbase produk perkebunan
Membangun infrastruktur berbasis karakteristik
wilayah untuk mendukung konektifitas, mobilitas
dan Pertanian untuk menjamin
antar daerah dan aksesibilitas simpul produksi untuk
ketahanan pangan) dan belum
optimalnya pengelolaan potensi bahari
(kelautan, perikanan dan pariwisata
bahari)
meningkatkan produktifitas dan nilai tambah sektor
kelautan dan perikanan serta perkembanan
pariwisata
5
Keterbatasan akses masyarakat dalam
pelayanan sarana dan prasarana dasar
permukiman dan perumahan
SPW.1
Membangun infrastruktur PUPR untuk meningkatkan
kualitas lingkungan kehidupan masyarakat.
0
6
Memiliki keterbatasan Sumberdaya air
dan keterbatasan lahan
pengembangan permukiman
SPW
Mengembangkan kantung-kantung/bak
11
penampungan air hujan disetiap kawasan
permukiman setiap pulau, optimalisasi pemanfaatan
sumber air eksisting dan memanfaatkan lahan
pengembangan permukiman 30% dari luas pulau
7
Kinerja pelayanan Infrastruktur lokal dan
regional kawasan PPKT Pesisir Barat
Sumatera belum Optimal.
SPW.1
Merumuskan prioritas pembangunan infrastruktur
2
secara terpadu dan berjenjang (jangka pendek,
jangka menengah dan jangka panjang)
SPW.1
Merencanakan pengembangan kawasan PPKT PBS
3
melalui perencanaan infrastruktur secara terpadu
dan terintegrasi

G-19

STRATEGI

PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR

No

ISU STRATEGIS

STRATEGI PENGEMBANGAN WILAYAH (SPW)

STRATEGI PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR (SPI)

     

Pembangunan atau penambahan

PPKT Pesisir Barat Sumatera memiliki fungsi strategis

Meningkatkan fungsi pertahanan dan keamanan Negara melalui pengembangan sarana prasarana pertahanan dan keamanan
Meningkatkan fungsi pertahanan
dan keamanan Negara melalui
pengembangan sarana prasarana
pertahanan dan keamanan berbasis
pulau-pulau kecil

fasilitas/instalasi pertahanan Termasuk pos pengaman

secara pertahanan dan keamanan dalam kedaulatan NKRI karena merupakan batas terluar;

secara pertahanan dan keamanan dalam kedaulatan NKRI karena merupakan batas terluar;

Pembangunan prasarana pelindung pantai

3

Pengembangan prasarana untuk mendukung pertahanan dan keamanan

Pembangunan fasilitas untuk navigasi

pelayaran

 
 

Memiliki keterbatasan SDA terutama komoditi landbase produk perkebunan dan Pertanian untuk menjamin ketahanan pangan dan belum optimalnya pengelolaan potensi bahari

 

Peningkatan produktifitas lahan pertanian

Meningkatkan intensifikasi dan teknologi pertanian

Peningkatan pelayanan sarana dan prasaranan produksi dan pemasaran hasil perkebunan dan pertanian

Membangun infrastruktur berbasis

Pengembangan akses pendukung kegiatan pertanian, kelautan dan perikanan

(kelautan, perikanan dan pariwisata bahari)

karakteristik wilayah untuk

 

4

mendukung konektifitas, mobilitas antar daerah dan aksesibilitas simpul produksi untuk meningkatkan produktifitas dan nilai tambah sektor

Pengembangan akses pendukung kegiatan pariwisata bahari

 

perkebuhan dan pertanian,

kelautan dan perikanan serta perkembangan pariwisata

 

Memiliki keterbatasan Sumberdaya air dan keterbatasan lahan pengembangan

Mengembangkan kantung- kantung/bak penampungan air hujan disetiap kawasan permukiman setiap pulau, dan optimalisasi

pemanfaatan sumber air eksisting

Pengembangan bak penampungan air hujan disetiap bangunan air hujan, sebagai cadangan sumber air minum

5

permukiman

Memanfaatkan lahan pengembangan permukiman 30% dari luas pulau

Penetapan luas lahan pengembangan permukiman maksimal 30 % dari luas setiap pulau dalam rangka keseimbangan sistem ekologi pulau

     

Penyediaan sistem persampahan terpadu

Keterbatasan akses masyarakat dalam

Membangun infrastruktur PUPR di kawasan permukiman kumuh pulau Wunga, Simuk dan Enggano, untuk meningkatkan kualitas
Membangun infrastruktur PUPR di
kawasan permukiman kumuh pulau
Wunga, Simuk dan Enggano, untuk
meningkatkan kualitas lingkungan
kehidupan masyarakat

Pengembangan/perluasan SPAM Permukiman

Pengembangan instalasi air limbah

6

pelayanan sarana dan prasarana dasar permukiman dan perumahan

Peningkatan kualitas perumahan

Pengembangan saluran drainase permukiman

   

Pengembangan teknologi Energi terbarukan

 

Kinerja pelayanan

Membangun kawasan PPKT PBS melalui perencanaan infrastruktur secara terpadu dan terintegrasi
Membangun kawasan PPKT PBS
melalui perencanaan infrastruktur
secara terpadu dan terintegrasi

Pengembangan akses sistem jaringan

7

Infrastruktur lokal dan regional kawasan PPKT Pesisir Barat

transportasi untuk konektivitas antar wilayah

pulau (pelabuhan/dermaga jalan

BARAT SUMATERA

PULAU-PULAU KECIL TERLUAR PANTAI

 

Sumatera belum Optimal.

bandara)

WPS 35

G-20