Anda di halaman 1dari 11

BAB I

Pendahuluan

A. Latar Belakang
Amandemen Undang-undang Dasar 1945 Pasal 28h dan Undang-undang No 23 Tahun
1992 menyatakan bahwa kesehatan adalah hak asasi manusia yang fundamental,
seyogyanya setiap warga negara mendapatkan pelayanan kesehatan yang paripurna.
Pelayanan kesehatan yang prima merupakan salah satu contoh pelayanan kesehatan yang
paripurna,pemberian asuhan keperawatan yang baik dengan memperhatikaan segala
kebutuhan manusia sesuai dengan hirarki H.L Bloom dimana kebutuhan eliminasi dari
masing-masing pasien sangat diutamakan karena Eliminasi merupakan kebutuhan dasar
manusia yang asensial dan ber peran penting dalam menentukan kelangsungan hidup
manusia (Asradi 2005)
Eliminasi dibutuhkan untuk menjaga homeostastik melalui pembuangan sisa
metabolisme.secara garis besar,sisa metabolism tersebut trbagi ke dalam dua jenis yaitu
smpah yang berasal dari salurancernak yang di buang baik sewbagai feses
(nondigestiblewaste) serta sampah metabolism yang di buang baik bersama feses ataupun
melalui saluran lain seperti urine ,co2,nitrogen,dan h2o.Eliminasi terbagi menjadi dua
pula yaitu eliminasi fekal(buang air besar/bab), dan eliminasi urine (buang air kecil/bak)
(Asmadi. 2008)

Pola Defekasi pada setiap individu waktui defekasi dan jumlah feses sangatlah bersifat
individual .orang dalam keadaan normal ,frekuensi buang air besar 1 kali sehari ,Tetapi
ada pula yang buang air besar 3-4 kali seminggu .Ada yang buang air besar setelah
sarapan pagi ,ada pula yang malam hari. Pola defekasi individu juga bergan tung pada
bowel training yang di lakukan pada masa kanak-kanak .sebagian besar orang memiliki
kebiasaan defekasi setelah setelah sarapan pagi karena adanya refleks gastrotolik yang
menyebab kan mass movement pada usus besar. Umumnya feses bergantung pada
jumlah intake makanan. Namun secara khusus jumlah feses sanangat bergantung pada
kandungan serat dan cairan pada makanan .pola defekasi akan berubah karena adanya
kontifikasi ,fekal inflation ,diare ,dan inkontinensia .kondisi ini berpengaruh terhadap
konsistensi dan frekuensi buang air besar

1 Karya Tulis Orthopedic Nursing Award 2014


Latihan fisik membantu seseorang untuk mempertahankan tonus otot.tonus otot
yang baik dari otot-otot abdominal,otot velvis,dan digrama sangat penting bagi dekasi
dan miksi.latihan fisik merangsang terhadap timbulnya peristalti. Fisiologis keadaan
cemas,takut dan marah meningkatkan setres yang berlebihan pada individu sehingga
menpengaruhi eliminasi fekal dan urine.ketika seseorang mengalami kecemasan atau
ketakutan,terkadang terkadang dia akan mengalami diare ataupun sulit buang besar.(
Ganong 2008). Pada pasien fraktur ekremitas bawah hal ini sangat mungkin terjadi stress
yang meningkat,cara depikasi yang berbeda serta nyeri yang timbul akibat farktur sangat
memungkinkan pasien mengalami perubahan pola defikasi

Dari studi pendahuan yang dilakukan peneliti di RSUP sanglah khususnya di


Bangsal Angsoka 1 rata-rata pasien fraktur ekstremitas bawah yang dirawat perbulan
mencapai 40 pasien perbulan dari 40 pasien yang diwawancarai mereka umumnya tidak
dapat Buang Air Besar (BAB) rata-rata lebih dari 5 hari setelah dirawat inap di ruangan
,maka dari itu peneliti ingin melakukan penelitian sederhana dengan memberikan
perlakuan yaitu pijat abdomen (ILU) kepada pasien yang mengalami faktur ekstremitas
bawah yang kemungkinan mengalami konstipasi

B. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian tehnik
pijat abdomen (I L U)terhadap pencegahan konstipasi pada pasien yang mengalami
farktur ektrimitas bawah di Bangsal Angsoka I RSUP Sanglah 2014
C. Masalah Penelitian
Apakah ada pengaruh pemberian tehnik pijat abdomen (I L U)terhadap pencegahan
konstipasi pada pasien yang mengalami farktur ektrimitas bawah di Bangsal Angsoka I
RSUP Sanglah 2014
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Empiris
Manfaat empiris yang didapatkan adalah sebagai bahan pertimbangan bagi
peneliti yang lain guna melihat pengaruh pijat abdomen terhadap pencegahan
konstipasi pada pasien farktur
2. Manfat Bagi Istitusi

2 Karya Tulis Orthopedic Nursing Award 2014


Sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil kebijakan dalam pemberian
pelayanan asuhan keperawatan pada pasien fraktur di RSUP Sanglah

3 Karya Tulis Orthopedic Nursing Award 2014


BAB II
Tinjauan Pustaka

A. Tinjauan Pustaka
Defekasi adalah pengeluaran feses dari anus dan rektum. Hal ini juga disebut bowel
movement. Frekwensi defekasi pada setiap orang sangat bervariasi dari beberapa kali perhari
sampai 3 atau 5 kali perminggu. Banyaknya feses juga bervariasi setiap orang. Ketika gelombang
peristaltik mendorong feses kedalam kolon sigmoid dan rektum, saraf sensoris dalam rektum
dirangsang dan individu menjadi sadar terhadap kebutuhan untuk defekasi.(Ganong 2008)

Gangguan eliminasi fekal adalah keadaan dimana seorang individu mengalami atau
berisiko tinggi mengalami statis pada usus besar, mengakibatkan jarang buang air besar, keras,
feses kering. Untuk mengatasi gangguan eliminasi fekal biasanya dilakukan huknah, baik
huknah tinggi maupun huknah rendah. Memasukkan cairan hangat melalui anus sampai ke kolon
desenden dengan menggunakan kanul rekti (Asmadi 2005)

B. Hipotesa

Terdapat pengaruh pemberian tehnik pijat abdomen (I L U) terhadap pencegahan konstipasi pada
pasien yang mengalami farktur ektrimitas bawah di Bangsal Angsoka I RSUP Sanglah 2014

4 Karya Tulis Orthopedic Nursing Award 2014


BAB III
Metodologi Penelitian

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian diskriptif analitik yaitu suatu

metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk membuat gambaran atau

mendeskripsikan tentang suatu keadaan secara obyektif. Pendekatan yang digunakan ialah cross

sectional ialah subjek penelitian dikumpulkan satu kali dalam waktu yang bersamaan (Bhisma ,

2010).

B. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat penelitian

Penelitian ini dilakukan di Instalasi Rawat Inap Irna C Bangsal A1 Rumah Sakit Umum

Pusat Sanglah Denpasar

2. Waktu penelitian

Penelitian ini dilakukan mulai bulan Maret sampai Juni tahun 2014

C. Variabel penelitian

a. Variabel bebas

Dalam penelitian ini yang menjadi variable bebas adalah pengaruh pemberian pijat abdomen

(ILU) pada pasien fraktur ekstremitas bawah

b. Variabel terikat

Dalam penelitian ini yang menjadi variable terikat adalah pencegahan konstipasi pada pasien

fraktur ektremitas bawah

c. Variabel Penggangu

5 Karya Tulis Orthopedic Nursing Award 2014


Variabel penganggu dalam penelitian ini adalah umur,jenis kelamin,jumlah dan variasi

makanan

D. Populasi dan Sampel Penelitian

1. Populasi penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah pasien faktur yang di rawat di Bangsal Angsoka 1

RSUP Sanglah Denpasar.

2. Sampel penelitian

a. Unit analisis

Unit analisis dalam penelitian ini adalah pasien fraktur yang dirawat di bangsal angsoka

1 RSUP Sanglah Denpasar. Sampel penelitian adalah bagian dari populasi seluruh pasien

fraktur yang dirawat di bangsal angsoka 1 selama bulan maret sampai juni 2014.

b. Jumlah dan cara pengambilan sampel

Sampel penelitian adalah sebagian yang diambil dari keseluruhan subjek yang diteliti dan

dianggap mewakili seluruh populasi ( Notoatmojo, 2010). Menurut Ariola (2006), penentuan

besaran sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Slovin, yaitu :

n = N/(1+Ne^2)

c. Tehnik pengambilan sampel


Sampel yang diambil menggunakan tehnik pengambilan secara Non Random (Non

Probability) Sampling dengan menggunakan metode Accidental Sampling yaitu dilakukan

dengan mengambil kasus yang kebetulan ada atau tersedia sesuai dengan konteks penelitian

dimana sampel yang digunakan adalah pasien farktur ektremitas bawah yang di rawat di

bangsal angsoka 1 RSUP Sanglah (Bisma,2010).

6 Karya Tulis Orthopedic Nursing Award 2014


E. Pengolahan dan Analisis Data

1. Pengolahan data

Setelah data terkumpul, kemudian dikelompokkan dan diolah dengan analisa

statistik,sumber data untuk kedua variabel yang akan di konversikan dapat berasal dari sumber

perlakuan yang tidak sama, jenis data yang di korelasikan adalah jenis data ratio , serta data dari

ke dua variable harus membentuk distribusi normal.sebelum dianalisa data yang di peroleh juga

dilakukan validasi hasil agar tidak ada data yang sama,kemudian dilakukan perekapan data.

2. Analisa data

Analisa data yang dilakukan setelah memperoleh data dari masing-masing perlakukan

dilakukan analasisa data dengan melihat normalitas data terlebih dahulu. Dalam penelitian ini

peneliti memperoleh dua data dari masing-masing hasil perlakuan yaitu data dari hasil hasil

sampel yang dilakukan pijat abdomen (ILU) dengan tidak dilakukan pijat abdomen (ILU)

mengunakan uji qkuadrat analisis. Dengan derajat kepercayaan sebesar 5% atau 0,05

7 Karya Tulis Orthopedic Nursing Award 2014


BAB IV
Analisa dan Hasil Penelitian
A. Hasil
1. Kondisi Lokasi Penelitian
RSUP sanglah merupakan rumah sakit rujukan terbesar untuk wilayah Bali,NTB,NTT

berlokasi di jalan Diponogoro Denpasar Bali . Sebagai rumah sakit umum pusat RSUP

sanglah memiliki isntalasi rawat inap untuk menunjang pelayanan medis serta berfungsi

sebagai tempat pendidikan dan penelitian. Bangsal Angsoka 1 merupakan Bangsal rawat

inap kelas III yang bernaung di bawah Ka Irna C, Guna mendukung operasional

Bangsal Angsoka 1 memiliki klasifikasi tenaga kesehatan sebagai berikut :

Klasifikasi Tenaga Kesehatan


No Kualisifikasi Tenaga Pendidikan Jumlah
1 Perawat S1 4
2 Perawat D4 1
3 Perawat D3 20
4 Tenaga non medis dan keperwatan SMU/SMK 5
5 Billing /Administrasi SMU/SMK 1
6
Jumlah 30
Sumber : Data Primer penelitian2014
2. Karakteristik Subjek Penelitian

a. Umur Responden

Gambaran karakteristik menurut umur responden adalah sebagai berikut

Responden yang berumur 22 sampai 32 tahun sebanyak 12 responden atau 34,3 %,

pasien berumur 33 sampai 42 tahun sebanyak 10 responden atau 30,3% sedangkan

8 Karya Tulis Orthopedic Nursing Award 2014


responden berumur 44 sampai 53 tahun sebanyak 5 responden atau 17,2% dan

responden yang berumur lebih dari 54 tahun sebanyak 3 responden atau 16,2%

b. Jenis kelamin responden

Dari 30 jumlah sampel yang diambil diperoleh responden yang berjenis kelamin laki laki

sebanyak 23 orang atau 76,5 % dan yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 7 orang

atau 23,3 %

3. Hasil Anilisa data

Dalam penelitian ini peneliti memperoleh dua data dari masing-masing hasil perlakuan
2
yaitu data dari hasil dalam uji beda x diperoleh nilai signifikasi 0,03 yang nantinya

dibandingkan dengan nilai alpha sebesar 0.5 maka kesimpulan yang di peroleh H

diterima dan H0 ditolak atau terdapat perbedaan antara perlakuan pijat abdomen pada

pasien farktur ektremitas bawah dengan pasien yang tidak mendapatkan perlakuan pijat

abdomen

Adapun Odd ratio yang di peroleh adalah sebesar 2,34 artinya pasien yang tidak

mendapatkan perlakuan pijat abdomen mempunyai resiko 2,34 kali mengalami konstipasi

terdap pasien yang mendapatkan perlakuan pijat abdomen (ILU)

B. Kesimpulan dan Saran


1. Kesimpulan
a. Terdapat pengaruh yang bermakna pada pemberian tehnik pijat abdomen (I L U)
terhadap pencegahan konstipasi pada pasien yang mengalami farktur ektrimitas
bawah di Bangsal Angsoka I RSUP Sanglah 2014
b. Odd ratio yang di peroleh adalah sebesar 2,34 artinya pasien yang tidak mendapatkan
perlakuan pijat abdomen mempunyai resiko 2,34 kali mengalami konstipasi terdap
pasien yang mendapatkan perlakuan pijat abdomen (ILU)
2. Saran

9 Karya Tulis Orthopedic Nursing Award 2014


Saran peneliti melaui hasil penelitian ini adalah diharapkan hasil penelitian ini dapat
terus diterapkan pada perawatan pasien fraktur guna mencegah terjadinya konstipasi

10 Karya Tulis Orthopedic Nursing Award 2014


DAFTAR PUSTAKA

Alimul Aziz. 2006. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia Aplikasi Konsep dan Proses Keperawatan

Bisma Murti,2005 edisi ref 2010 , Metodologi Penelitian Klinis,Gajahmada Pers, Yogyakarta

Gandasoebrata, R., 2002, Penuntun Laboratorium Klinik, Bandung: Dian Rakyat

Gyton Alih bahasa Petrus Andrianto, 2002 refisi 2007, Fisiologi dan Proses Penyakit, Jakarta:
EGC

Perry, Potter. 2005. Fundamental keperawatan, edisi 4, volume 1. Jakarta : EGC

Perry, Potter. 2005. Fundamental keperawatan, edisi 4, volume 2. Jakarta : EGC

11 Karya Tulis Orthopedic Nursing Award 2014