Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI

PERAWATAN DAN PERBAIKAN


SISTEM KOPLING HIDROLIK PADA KENDARAAN
TOYOTA DYNA
DIBENGKEL KELUARGA MANUNGGAL SEJAHTERA KROYA

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat


Ujian Akhir Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Nusawungu
Tahun Pelajaran 2016/2016

Disusun oleh :

Nama : Andi Zulkifli


Tingkat : XII TKR 1
NIS : 2889
Program Studi Keahlian : Teknik Otomotif
Kompetensi Keahlian : Teknik Kendaraan Ringan

PEMERINTAH KABUPATEN CILACAP


DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
SMK NEGERI NUSAWUNGU
Jl.Perintis,Klumprit,Nusawungu Telp/Fax(0282)5500450
E-mail :smkn_nswg@yahoo.co.id
Cilacap Kode Pos 53283
2015
HALAMAN PENGESAHAN

Laporan Prakerind ini telah disetujui oleh Pembimbing Sekolah dan disahkan
oleh Kepala SMK Negeri Nusawungu pada :

Hari : ..

Tanggal : ..

Nusawungu, Agustus 2015


Ketua Program Keahlian Disetujui,
Teknik Kendaraan Ringan Pembimbing Sekolah

NANO SETIANA, S.Pd. AKROMUL FATA, S.Kom


NIP :19611122 200701 1 002

Mengetahui
Kepala SMK Negeri Nusawungu

Drs. AKHMAD MARWANTO, M.Pd.


Pembina
NIP: 19670723 199303 1 007
HALAMAN PENGESAHAN INDUSTRI

Laporan Prakerind ini telah di setujui dan disahkan oleh Pembimbing Bengkel
Keluarga Manunggal Sejahtera pada :

Hari : ..

Tanggal : ..

Mengetahui, Kroya, Agustus 2015


Kepala Bengkel Pembimbing

MATRONO NOVI
HALAMAN PENGUJIAN

Laporan Prakerindini telah diuji dan dipertahankan dihadapan Penguji


Sekolah pada :

Hari : Senin, Agustus 2017

Tempat: SMK Negeri Nsawungu

Nusawungu, Agustus 2017


Penguji II Penguji I

________________________ ________________________
NIP :19630807 200701 1 012 NIP : 19630807 200701 1 012
MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO
1. Hidup tidak menghadiahkan barang sesuatupun kepada manusia tanpa bekerja
keras

2. Kalau hari ini kita menjadi penonton bersabarlah menjadi pemain esok hari

3. Harapan kosong itu lebih menyakitkan daripada kenyataan yang pahit sekalipun

4. Ceroboh dan tidak bisa menahan emosi adalah sikap yang bisa berakibat fatal

PERSEMBAHAN
1. Kedua orang tua yang telah membiayai dan
mendoakan saya sehingga bisa menuntut ilmu.
2. Bapak Kepala SMK Negeri Nusawungu.
3. Bapak Pimpinan Bengkel Dwi Jaya Motor
Gombong.
4. Bapak Ketua Program Studi Keahlian Teknik
Otomotif.
5. Bapak Pembimbing Industri Bengkel Dwi Jaya
Motor Gombong.
6. Bapak Pembimbing Prakerind SMK Negeri
Nusawungu.
7. Bapak, Ibu Guru dan Karyawan SMK Negeri
Nusawungu.
8. Pembaca yang budiman.
KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-
Nya sehingga dapat melaksanakan Prakerind dan menyelesaikan penyusunan
laporan.Sebagaimana difungsikannya Laporan Praktek Kerja Industri (Prakerind) ini
adalah sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Nasional.
Selain itu laporan ini ditulis dan disusun dengan baru sebagai salah satu bukti
bahwa penulis telah menyelesaikan Praktek Kerja Industri (Prakerind) selama 3 (tiga)
bulan dari 02 Februari 2014 sampai dengan 30 April 2015 di Bengkel Dwi Jaya
Motor Gombong. Penyajian laporan ini ditekankan kearah pendekatan tentang Wiper
dan Washer.
Dalam penyusunan laporan ini, penulis telah mendapatkan bantuan dari pihak
yang terkait baik itu bantuan secara moril atau materiil. Maka pada kesempatan ini
penyusun menyampaikan terima kasih kepada :
1. Bapak Drs. Akhmad Murwanto selaku Kepala SMK Negeri Nusawungu.
2. Bapak Sucipto selaku Pemilik Bengkel Dwi Jaya Motor Gombong.
3. Bapak Nano Setiana, S.Pd selaku Ketua Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan
Ringan.
4. Bapak Salim selaku Pembimbing Bengkel Dwi Jaya Motor Gombong.
5. Bapak Akromul Fatta selaku Pembimbing pada SMK Negeri Nusawungu.
6. Bapak dan Ibu Guru SMK Negeri Nusawungu.
7. Semua pihak yang membantu secara langsung maupun tidak langsung dalam
pelaksanaan Prakerind maupun dalam penyusunan laporan.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini tidak lepas dari
kekurangan.Untuk kritik dan saran yang membangun demi perbaikan laporan ini
sangat diharapkan.Semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca dan memperluas
wawasan khasanah tentang prosedur pembiayaan.

Nusawungu, Agustus 2015


Penyusun,
Andi Zulkifli
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL................................................................................................ i
HALAMAN PENGESAHAN INDUSTRI ............................................................ ii
HALAMAN PENGESAHAN SEKOLAH ............................................................ iii
HALAMAN PENGUJIAN...................................................................................... iv
HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN..................................................... v
KATA PENGANTAR............................................................................................... vi
DAFTAR ISI............................................................................................................. vii
DAFTAR GAMBAR ...............................................................................................viii
DAFTAR TABEL..................................................................................................... ix
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.................................................................................. 1
B. Tujuan Penyusunan Laporan............................................................. 2
C. Alasan Pemilihan Judul..................................................................... 2
D. Faktor Pendukung dan Penghambat.................................................. 2
E. Rumusan Masalah............................................................................. 3
BAB II PELAKSANAAN PEKERJAAN
A. Dasar Teori ....................................................................................... 4
B. Persiapan Kerja................................................................................. 11
C. Keselamatan Kerja............................................................................ 11
D. Alat dan Bahan ................................................................................. 12
E. Langkah Kerja................................................................................... 12
F. Pemeriksaan...................................................................................... 13
G. Hasil Kerja......................................................................................... 14
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan....................................................................................... 16
B. Pengembangan Produk...................................................................... 16
C. Saran-Saran....................................................................................... 16
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Bekerjanya pedal terhadap kopling................................................... 5


Gambar 2.2 Bekerjanya diafragma ....................................................................... 5
Gambar 2.3 Komponen-komponen master silinder .............................................. 6
Gambar 2.4 Pemeriksaan plat dan mengukur kedalaman paku keeling ............... 7
Gambar 2.5 Pelepasan kanvas kopling dengan merusak paku keeling ................ 7
Gambar 2.6 Pemeriksaan keolengan plat kopling ................................................ 8
Gambar 2.7 Pemeriksaan keolengan flywheel ..................................................... 8
Gambar 2.8 Pemeriksaan realease bearing (bantalan pembebas) ......................... 9
Gambar 2.9 Pemeriksaan diafragma secara visual................................................ 9
Gambar 2.10 Pengukuran kedalaman diafragma .................................................. 10
Gambar 2.11 Pemeriksaan kerataan pegas diafragma .......................................... 14
Gambar 2.12 Pengukuran ketidakrataan ujung pegas diafragma.......................... 14
Gambar 2.13 Penyetelan ketinggian dan kerataan pegas diafragma .................... 14
Gambar 2.14 Memeriksa, melepas dam memasang bantalan pilot baru .............. 14
Gambar 2.15 Pemeriksaan garpu penekan ........................................................... 14
Gambar 2.16 Pemasangan plat kopling ................................................................ 14
Gambar 2.17 Pengencangan baut pengikat .......................................................... 14
Gambar 2.18 Pemeriksaan kembali kerataan diafragma ...................................... 14
Gambar 2.19 Pemeriksaan kembali pembebas garpu ........................................... 14
Gambar 2.20 Pemeriksaan bantalan pembebas .................................................... 14
Gambar 2.21 Pemasangan boot, garpu dan bantalan pembebas ........................... 14
Gambar 2.22 Pemeriksaan gerak bebas pedal....................................................... 14
Gambar 2.23 Pemblidingan pada silinder pembebas............................................ 14
Gambar 2.24 Pemompaan pada pedal kopling...................................................... 14
DAFTAR TABEL

Tabel Halaman
2.1 Alat dan Bahan ............................................................................................... 12
2.2 Hasil Pemeriksaan ........................................................................................... 15
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Dalam dunia pendidikan khususnya pada Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK) Program Praktek Kerja Industri (Prakerind) bertujuan untuk menyiapkan
sumber daya manusia yang siap bekerja secara terampil dengan kemampuan yang
diperolehnya.Oleh karena itu program Prakerind memegang peranan yang sangat
penting bagi sekolah untuk mengetahui seberapa jauh ilmu yang telah dikuasai
peserta didik dalam penerapannya di dunia usaha yang sebenarnya.
Praktek Kerja Industri (Prakerind) adalah suatu bentuk penyelenggaraan
dari sekolah yang memadukan secara sistematik dan sinkron antara program
pendidikan sekolah dan program pengusahaan yang diperoleh melalui kegiatan
bekerja langsung di dunia kerja untuk mencapai suatu tingkat keahlian
profesional.
Di dalam Praktek Kerja Industri (Prakerind) ini peserta didik mampu
memanfaatkan tempat usaha sebagai lingkungan belajar yang dapat digunakan
untuk mengasah keahlian dan keterampilan sesuai jurusan atau bidang yang sudah
mereka ambil sebagai peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), melatih
etos kerja untuk menguasai dan menerapkan teori dengan praktek dan
mendapatkan pengalaman sebagai pekerja yang bertanggung jawab.
Sesuai dengan pelaksanaan kegiatan, maka laporan ini dibuat setelah
kegiatan Prakerind selama tiga bulan. Oleh karena itu penyusunan laporan ini
harus sesuai dengan apa yang telah dilakukan selama Prakerind, yang bertempat
di Bengkel Dwi Jaya Motor Gombong.
Dalam penyusunan laporan, penyusun mengambil salah satu kompetensi
sebagai bahan laporan dan penyusunan laporan yaitu Perawatan Kendaraan pada
komponen wiper dan washer.
B. TUJUAN PENYUSUNAN LAPORAN
Adapun tujuan penyusunan laporan ini bagi peserta didik adalah sebagai
berikut :
1. Sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Nasional (UN).
2. Sebagai bukti tertulis bahwa penyusun telah melaksanakan Prakerind.
3. Untuk melatih siswa agar terampil, mandiri, bertanggung jawab dan ulet.

C. ALASAN PEMILIHAN JUDUL


1. Adanya referensi buku tentang wiper dan washer.
2. Penyusun ingin mendalami tentang wiper dan washer, baik dari komponen,
cara perbaikan maupun komponennya.

D. FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT


Setiap kegiatan tentu saya memiliki faktor-faktor yang mendukung dan
juga faktor-faktor yang menghambat proses jalannya kegiatan. dalam penyusunan
laporan Prakerind, penyusun mengalami faktor-faktor pendukung dan
penghambat, antara lain adalah :
1. Faktor Pendukung
a. Tersedia sarana prasarana yang memadai.
b. Sering melakukan praktik perawatan dan perbaikan sistem kopling di
tempat pkl
c. Adanya pembimbing industri yang profesional dan mau membimbing
kami pada saat melaksanakan pkl
2. Faktor Penghambat
a. Terbatasnya kemampuan dan pengetahuan penyusun tentang sistem
perbengkelan.
b. Kurangnya alat yang memadai.
c. Kurangnya keterampilan dan kreatifitas.
d. Kurangnya pengalaman penyusun tentang sistem kopling
e. Kurangnya buku referensi dan buku pendukung dalam penulisan laporan.
E. RUMUSAN MASALAH
Pada penyusunan laporan ini, penyusun akan menjelaskan masalah yang akan
dibahas. Perumusan masalah tersebut adalah :
1. Apa saja komponen-komponen pada sistem kopling ?
2. Bagaimana prinsip kerja sistem kopling ?
3. Bagaimana langkah-langkah pemeriksaan dan perbaikan pada sistem
kopling ?
BAB II
PELAKSANAAN PEKERJAAN

A. DASAR TEOR
1. Fungsi kopling
Kopling adalah unit yang diperlukan untuk memindahkan tenaga putar dari mesin ke
transmisi yang kemudian diteruskan ke roda melalui poros propeler dan differential.
Jenis-jenis kopling
Kopling memiliki beberapa jenis dengan kategori yang berbeda pula, kopling
berdasarkan jenis pegas penekan yang digunakan ada dua macam yaitu :
Kopling dengan pegas koil (coil spring clotch )
Kopling dengan pegas diafragma (diaphragma spring clutch)
Dan kopling berdasarkan mekanisme penggeraknya ada dua tipe yaitu :
Kopling mekanis (menggunakan penggerak kabel)
Kopling hidrolis (menggunakan penggerak fluida)
1. Sistem kerja kopling
Prinsip kerja kopling adalah dengan menghubungkan dan memutuskan putaran mesin
menuju transmisi yang dilakukan oleh plat kopling berupa piringan (disc) yang dilapisi
dengan kanvas yang di keling
Pada kopling dengan tipe hidrolik berkerjanya dengan bantuan dari fluida atau minyak
bertekanan. Fluida yang digunakan adalah fluida khusus minyak ini diisiksn melalui rese
rvoir master silinder kopling
Pada saat pedal kopling diinjak fluida dalam master silinder akan tertekan oleh batang
pendorong dan mengalir atau menekan piston silinder pembebas melalui selang flexsible.
Pada saat silinder pembebas menerima tekanan akan diteruskan menuju garpu pembebas
sehingga akan menekan pegas dan membebaskan kanvas kopling dengan flywheel.karena
kanvas kopling bebas dengan flywheel atau roda gaya maka putaran tidak sampai pada
transmisi.
2. Berkerjanya penekan
a. Bekerjanya pedal terhadap kopling
Pedal kopling merupakan tuas penekan, jadi pada saat pedal diinjak fluida
didalam silinder master akan tertekan oleh torak melalui batang pendorong dan mengalir
menuju silinder pembebas. Torak pada silinder pembebas akan tertekan dan menekan
garpu pembebas sehingga kopling terbebas.

Gambar 2.1 Bekerjanya pedal terhadap kopling


b. Berkerjanya diafragma
Diafragma merupakan pegas penekan yang menekan kanvas, yang cara
kerjanya adalah :
1. Pegas diafragma menekan plat penekan, maka kopling berhubungan.
2. Bantalan pembebas membengkokkan pegas diafragma maka plat penekan
terbebas dan membebaskan kopling.

Gambar 2.2 Bekerjanya diafragma

A. PERSIAPAN PEKERJAAN
Sebelum kita akan melakukan pekerjaan sebaiknya kita mempersiapkan terlebih dahulu
apa saja yang dibutuhkan agar pekerjaan berjalan dengan lancar dan menambahkan hasil
yang maksimal. Adapun persiapan kerja diantaranya sebagai berikut :
1. Siapkan bahan dan peralatan sebelum melakukan pembongkaran kopling, amati
komponen-komponen kopling terlebih dahulu sebelum melakukan pembongkaran.
2. Lakukan pembongkaran.
3. Perbaiki jika terjadi kerusakan atau ganti dengan yang baru apabila memang perlu
diganti.
4. Lakukan pemasangan kembali komponen-komponen kopling.
5. Bersihkan alat dan bahan kerja, serta kembalikan alat pada tempatnya semua.

B. KESELAMATAN KERJA
Keselamatan adalah salah satu hal yang paling penting dalam melakukan pekerjaan.
Keselamatan kerja yang perlu diperhatikan dalam perbaikan dan perawatan kopling adalah
sebagai berikut :
1. Berdoalah sebelum melakukan pekerjaan.
2. Memakai seragam kerja bersih dan rapi sesuai standar keselamatan.
3. Menggunakan alat dan bahan sesuai dengan fungsinya.
4. Perhatika prosedur yang benar saat melakukan pekerjaan.
5. Meletakkan kembali peralatan kerja pada tempatnya masing-masing.
6. Bertanya kepada pembimbing jika mengalami kesulitan dalam melakukan pekerjaan.
7. Konsentrasi dengan pekerjaan yang dilakukan.
C. ALAT DAN BAHAN
Alat dan Bahan yang dibutuhkan dalam perawatan dan perbaikan sistem kopling hidrolik
adalah :
1.
Tabel 2.1 Alat dan Bahan

N ALAT BAHAN
O
1. 1 set Kabel visto 1 unit Stand Panel Rangkaian
2. 1 buah Multimeter Kelistrikan Wiper dan Washer
3. 1 buah Amperemeter
4. 1 set Alat Tulis
5. 1 set Majun

D. LANGKAH KERJA
1. Mempersiapkan alat, bahan dan rangkaian sistem wiper
2. Melepas kabel pada konektor switch wiper, dengan menggunakan ohm meter. Dan
mengidentifikasi kabel sumber tegangan dan kabel untuk masing-masing tingkat
kecepatan
3. Melepas konektor pada motor wiper, mengidentifikasi kabel-kabel pada semua tingkat
kecepatan dan posisi pada konektornya
4. Memutar ON switch wiper, amati kerja wiper blade dan memberi tanda daerah operasi
wiper blade atau batas geraknya
5. Memutar OFF switch wiper, mengukur sudut wiper blade yang telah d bei tanda
6. Mengukur tinggi berhentinya blade terhadap dasar kaca, stel tinggi blade kiri dan kanan
bila tidak sama
7. Mengukur tekanan blade ke kaca menggunakan pull scale
8. Menyetel arah penyemprotan dengan memasukan kawat atau penggores ke lubang nozzle
dan menggerakkan ke arah penyemprotan yang di kehendaki
9. Melepas sekering wiper, pasang amper meter dengan terminal sekering. Putar ON
switch wiper
10. Membebaskan penekan wiper blade ke kaca, Putar ON switch wiper
11. Melepas konektor motor wiper
12. Membongkar motor wipper
13. Memeriksa kondisi plat kontak dari keausan
14. Merakit kemabali motor wiper
15. Memeriksa kerja motor wiper tanpa beban dengan menghubungkan langsung ke baterai
untuk kecepatan rendah dan kecepatan tinggi
16. Memasang Kembali motor wiper
17. Memeriksa kerja sistem wiper dengan memutar ON swicth wiper, maka blade harus
bergerak, dan saat swicth OFF maka blade harus berhenti pada posisi yang benar
18. Membersihkan alat dan training objek yang digunakan
19. Melaporkan pada instruktur atau teknisi untuk pemeriksaan kondisi training objek

E. PERAWATAN
Salah satu pemeriksaan sederhana pada mobil untuk mencegah pengeluaran yang tidak
perlu dalam merawat mobil, Wiper termasuk komponen mobil yang harus kita periksa.
Lihat, apakah karet-karetnya masih elastis. Jangan-jangan sudah mengeras sehingga
kurang berfungsi dengan sempurna saat menyapu air dari kaca depan. Keras dan tidak
fleksibel adalah ciri utama karet wiper yang sudah harus diganti.Selain dapat menggores kaca
hingga meninggalkan bekas yang mengganggu pemandangan, karet wiper yang sudah buruk
biasanya ditandai dengan timbulnya embun pada bagian-bagian kaca yang tersapu wiper.
Meskipun tampak sederhana, wiper sebaiknya memang tidak luput dari perhatian dan
harus kita rawat dengan sebaik-baiknya. Terkait dengan pemeriksaan dan perawatan wiper,
tidak ada salahnya untuk mengingat kembali tips and tricks yang pernah AstraWorld ulas
tentang pentingnya menjauhkan (merenggangkan) karet wiper dari kaca ketika mobil diparkir
di tempat yang langsung mendapat sengatan terik matahari.
Cara di atas adalah salah satu upaya sederhana menjaga keawetan karet wiper. Sinar
matahari yang menyengat kaca akan membuat temperatur permukaan kaca ikut naik. Bila
wiper menempel, tentu panas itu akan menyentuh bagian wiper yang terbuat dari karet.
Sesuai sifat dan karakternya, panas berlebih dapat merusak karet.Awalnya, pengaruh buruk
panas terlihat dari perubahan bentuk karet yang memuai. Lama kelamaan, karena sering
mengalami perubahan dari panas ke dingin karet menjadi tidak elastis (keras). Ketika
dioperasikan, wiper dengan karet yang keras semacam itu tentulah akan membuat kaca
tergores.
Untuk menjauhkan karet wiper dari kaca, kita bisa langsung menegakkannya setiap
kali memarkir di bawah terik matahari.Selain dengan menegakkan batang wiper (tuas wiper),
sebetulnya di toko-toko aksesoris mobil banyak dijual alat yang bisa menunjang batang wiper
sehingga karetnya bisa terjauh dari kaca jika alat penunjang ini difungsikan.Dengan alat ini,
batang wiper tidak perlu sampai berdiri tegak.
Tentu saja ada hal-hal lain yang perlu kita lakukan dalam rangka merawat
wiper.Pertama, periksa washer (air wiper) secara berkala.Isi bila tangkinya tampak
kosong.Kedua, atur arah semburan air washer. Yang sering terjadi, arah semburan tidak tepat
mengenai lintasan wiper sehingga proses pembersihan kaca tidak berjalan dengan baik.

F. HASIL KERJA
1. Gambar Rangkaian Sistem Wiper Dan Washer
Gambar 11. Rangkaian Sistem Wiper dan Washer
2. Pemeriksaan
Tabel 2.2 Hasil Pemeriksaan
No. Item Data Pengukuran
1. Besar sudut sapu wiper 80
2. Tinggi titik wiper blade 35 cm
3. Tekanan blade terhadap kaca -
Arus motor wiper (dengan bena)
4. Kecepatan Rendah 1,2 A
Kecepatan Tinggi 2,4 A
Arus motor wiper (tanpa beban)
5. Kecepatan Rendah 1A
Kecepatan Tinggi 1,6 A

3. Pemeriksaan Kerja Motor Washer


Tabel 2.3 Pemeriksaan Kerja Motor Washer
No. Item Data Pengukuran
1. Arah semprotan Searah ke kaca
2. Arus Motor 1,4

4. Pemeriksaan Motor Wiper


Tabel 2.4 Pemeriksaan Motor Wiper
No. Item Data Pengukuran
1. Plat Kontak Baik
2. Sikat Baik
3. Drive Gear Baik
4. Armateur Baik
5. Kumparan Baik
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Melalui pelaksanaan Praktek Kerja Industri (Prakerind) penyusun dapat mengambil
kesimpulan bahwa kegiatan Prakerind merupakan program nasional yang sangat bermanfaat
bagi siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) guna menyelaraskan pendidikan di
lembaga sekolah dan dunia kerja sehingga terdapat tenaga kerja yang kompeten dan
profesional. Adapun manfaat yang dapat penyusun simpulkan antara lain :
1. Sebagai pengenalan awal terhadap dunia kerja.
2. Praktek Kerja Industri (Prakerind) merupakan praktek yang nyata siswa dalam dunia
kerja sehingga bermanfaat bagi siswa untuk bersosialisasi dengan masyarakat dan dunia
kerja pada umumnya.
3. Setelah tiga bulan dalam menyelesaikan Prakerind, penyusun telah menemukan
pengalaman yang belum di dapat di sekolah.

B. PENGEMBANGAN PERBAIKAN
Menurut pandangan penyusun dalam mengembangkan jasa ataupun produk dalam
suatu badan usaha itu perlu dilakukan demi kemajuan usaha tersebut.Adapun saran
pengembangan produk dari penyusun diantaranya adalah pelayanan cepat dan maksimal agar
konsumen merasa puas.

C. SARAN-SARAN
Dalam penyusunan laporan Prakerind ini penyusun memberikan beberapa saran
kepada pihak-pihak yang telah membantu Prakerind antara lain sebagai berikut :
1. Untuk Industri
a. Penyusun berharap agar pembimbing industri lebih memperhatikan dengan baik
siswa-siswi yang melaksanakan Prakerind sehingga menambah pengalaman dan
pengetahuan.
b. Lebih ditingkatkan pelayanan yang ramah, baik, sopan dan lebih maksimal kepada
konsumen yang memperbaiki kendaraannya di Bengkel Dwi Jaya Motor Gombong.
2. Untuk Sekolah
a. Penyusun berharap agar pihak sekolah selalu menjaga hubunan baik dengan industri
yang telah bersedia memberikan tempat dan kesempatan kepada siswa-siswi SMK
Negeri Nusawungu untuk melaksanakan Prakerind dan juga sebagai modal penting
agar program Praktek Kerja Industri (Prakerin) dapat berjalan sesuai harapan dan
saling menguntungkan satu sama lain.
b. Dalam pemberian tugas selama Prakerind sebaiknya lebih tertata lagi agar siswa-siswi
yang sedang melaksanakan Prakerind dapat menyelesaikan tugas dari sekolah dengan
maksimal.
3. Untuk Siswa
a. Menerapkan sikap bertanggung jawab dan disiplin.
b. Siswa menjaga nama baik sekolah ketika di industri maupun saat bersosialisasi
sehari-hari dengan masyarakat sekitar.
c. Siswa hendaknya bersikap aktif dalam industri guna menambah wawasan dan
pengetahuan pada saat Prakerind berlangsung.
DAFTAR PUSTAKA

Daryanto.1994. Rangkuman Bahasan Reparasi Teknik Mobil.Bandung: PT Tarsisto.

Daryanto.1999. Reparasi Wiper dan Washer Mobil.Jakarta: Bumi Aksara.

Daryanto.1993. Teknik Pemeliharaan Mobil Pemeriksaan dan Perbaikan. Jakarta: Bumi Aksara.

https://bonar79.wordpress.com/about/automotif/tips-trik/perawatan-wiper-dan-washer/.
Diakses pada 20-06-2015 pukul 09.48.