Anda di halaman 1dari 43

WILAYAH NEGARA

BATAS WILAYAH

BATAS ZEE

Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara


kepulauan yang berciri Nusantara dengan wilayah yang batas-
batas dan hak-haknya ditetapkan dengan undang-undang
(Pasal 25A) **
NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA 43

NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA


Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan, yang berbentuk Republik
[Pasal 1 (1)]

Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan


daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota, yang tiap-tiap provinsi,
kabupaten, dan kota itu mempunyai pemerintahan daerah, yang diatur dengan
undang-undang.
[ Pasal 18 (1)**]

Negara mengakui dan menghormati satuan-satuan pemerintahan daerah yang


bersifat khusus atau bersifat istimewa yang diatur dengan undang-undang
[Pasal 18B (1)**]

Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat


beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan
perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia,
yang diatur dalam undang-undang
[Pasal 18B (2)**]

Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang berciri
Nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan
undang-undang.
(Pasal 25A**)

Khusus mengenai bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat


dilakukan perubahan.
[Pasal 37 (5)****]
BENDERA, BAHASA, DAN LAMBANG NEGARA, SERTA LAGU KEBANGSAAN 41

ATRIBUT KENEGARAAN

Bendera Negara Indonesia ialah Sang Merah Putih


(Pasal 35)
Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia (Pasal 36)
Lambang Negara ialah Garuda Pancasila dengan
semboyan Bhinneka Tunggal Ika (Pasal 36A) **
Lagu Kebangsaan ialah Indonesia Raya (Pasal 36B) **
BENTUK
NEGARA

Negara Kesatuan Negara Serikat


yakni suatu negara (Federasi) ialah suatu
yang berdaulat di negara yang merupakan
mana seluruh negara suatu gabungan
yang berkuasa beberapa negara yang
hanyalah satu menjadi suatu negara
pemerintah yang bagian
mengatur seluruhnya Contoh: Negara
Amerika serikat
NEGARA KESATUAN

Pelaksanaan pemerintah dapat dilaksanakan melalui


sistem sentralisasi dan disentralisasi. Sifat negara
kesatuan ini pada umumnya bersifat:

a. Kedaulatan mencakup ke dalam ditangani negara pusat


b. Negara mempunyai satu UUD, satu Kepala Negara,
satu DPR
c. Negara ada satu kebijakan menyangkut persoalan
POLSOSBUD dan ekonomi serta ketahanan keamanan
UNSUR NEGARA

1 Rakyat yang Bersatu

2 Daerah atau Wilayah

3 Pemerintah yang Berdaulat

4 Pengakuan dari Negara Lain


BANGSA
Ernast Renan (Perancis)
Bangsa terbentuk karena adanya keinginan untuk hidup
bersama ( hasrat bersatu ) dengan perasaan setia
kawan yang agung
Otto Bauer (Jerman)
Bangsa adalah kelompok manusia yang mempunyai
persamaan karakter. Karateristik tumbuh karena
adanya persamaan nasib
F. Ratze (Jerman)
Bangsa terbentuk karena adanya hasrat bersatu.
Hasrat itu timbul karena adanya rasa kesatuan antara
manusia dan tempat tinggalnya (paham geopolitik)
WAWASAN KEBANGSAAN ADALAH CARA PANDANG
SUATU BANGSA MENGENAI DIRI DAN IDEOLOGINYA,
SERTA CITA-CITANYA; YANG DIORIENTASIKAN
UNTUK MEMPERKOKOH DAN MENJAGA PERSATUAN
BANGSA DAN KETAHANAN BANGSA

AKHLAK & MORAL PROFESIONALISM

IPTEK

KETAHANAN BANGSA
WASBANG

IDEOLOGI, BELA NEGARA,


PEMBAURAN,
KEWASPADAAN
MASING2 POK.
MENGANDALKAN
ORIENTASINYA SENDIRI,
DINAMIKA BANGSA TDK TOLERAN-POK. LAIN
SBG MUSUH

DEMOKRASI ANARKHI

BINGKAI DI DALAMNYA
ANAK BANGSA BERINTERAKSI
MENENTUKAN PILIHAN2
Pidato Kenegaraan Presiden RI tanggal 16 Agustus 2007

PANCASILA UUD 1945

PILAR
KEBANGSAAN
INDONESIA

BHINNEKA
TUNGGAL IKA
NKRI
WAWASAN KEBANGSAAAN

Wawasan Kebangsaan Indonesia tercetus/


diikrarkan pada sumpah pemuda tanggal 28
oktober 1928 sebagai tekat perjuangan dan
merupakan konvensi Nasional.

Aspek wawasan kebangsaan:


1. Aspek moral
2. Aspek intelektual
MAKNA WAWASAN KEBANGSAAN BI

Mengamanatkan kepada seluruh bangsa agar


menempatkan persatuan dan kesatuan serta
kepentingan dan keselamatan bangsa dan
negara di atas kepentingan pribadi dan
golongan.
WAWASAN NUSANTARA

Pandangan hidup bangsa Indonesia dalam


mendayagunakan konstelasi (iklim) Indonesia,
sejarah dan kondisi sosial budaya untuk
mewujudkan segala dorongan dan rangsangan
di dalam usaha mencapai perwujudan aspirasi
bangsa dan tujuan nasional
CAKUPAN WAWASAN NUSANTARA

1. Kesatuan Politik
2. Kesatuan Sosial Budaya
3. Kesatuan Ekonomi
4. Kesatuan Pertahanan Keamanan Negara
NILAI DAN PRINSIP YANG DIWARISKAN

1. Nilai-Nilai 1945: yakni nilai proklamasi


kemerdekaan, lima sila dalam Pancasila, dalam
pembukaan UUD 1945
2. Prinsip Penjelmaan Pancasila: yakni prinsip
dalam UUD 1945, prinsip yang lahir dari
perjuangan mencapai, mempertahankan dan
mengisi kemerdekaan (rasa senasib, rasa
kekeluargaan dan hidup gotong royong)
PANCASILA
Sebagai Dasar Negara
merupakan Jiwa dan Kepribadian Bangsa
Pandangan hidup Bangsa
Ideologi Negara
Tujuan yang ingin dicapai Bangsa, dan
Perjanjian luhur Bangsa Indonesia saat mendirikan
negara Indonesia.
Mengingat pentingnya Pancasila itu seharusnya kita semua baik
para penyelenggara negara maupun anggota masyarakat tidak
hanya hafal kelima silanya, tetapi akan lebih baik lagi apabila mau
mempelajari, menghayati dan mengamalkan Pancasila yaitu
mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam Pancasila
dalam kehidupan yang nyata sehari-hari.
PEDOMAN PENGHAYATAN DAN PENGAMALAN PANCASILA
Sila Ke 1: Ketuhanan Yang Maha Esa
Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya
terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa,
sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut
dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara
pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda
terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan
kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah
masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan
Yang Maha Esa.
Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan
ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang
Maha Esa kepada orang lain.
PEDOMAN PENGHAYATAN DAN PENGAMALAN PANCASILA
Sila Ke 2: Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan


martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
Mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi
setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama,
kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan
sebagainya.
Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
Berani membela kebenaran dan keadilan.
Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat
manusia.
Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama
dengan bangsa lain.
PEDOMAN PENGHAYATAN DAN PENGAMALAN PANCASILA

Sila Ke 3: Persatuan Indonesia


Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan
keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di
atas kepentingan pribadi dan golongan.
Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa
apabila diperlukan.
Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah
air Indonesia.
Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka
Tunggal Ika.
Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
PEDOMAN PENGHAYATAN DAN PENGAMALAN PANCASILA
Sila ke 4: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah
Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia
mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk
kepentingan bersama.
Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai
hasil musyawarah.
Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan
hasil keputusan musyawarah.
Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas
kepentingan pribadi dan golongan.
Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani
yang luhur.
Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral
kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat
manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan
kesatuan demi kepentingan bersama.
Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk
melaksanakan permusyawaratan.
PEDOMAN PENGHAYATAN DAN PENGAMALAN PANCASILA

Sila ke 5: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia


Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan
suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
Menghormati hak orang lain.
Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan
terhadap orang lain.
Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan
gaya hidup mewah.
Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan
kepentingan umum.
Suka bekerja keras.
Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan
dan kesejahteraan bersama.
Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang
merata dan berkeadilan sosial.
CITA-CITA, TUJUAN DAN
VISI NEGARA INDONESIA
YANG TERTUANG DALAM
UUD 45
A. Bangsa dan Negara Indonesia

HAKIKAT NEGARA INDONESIA


Menurut Ir. Soekarno, yang dimaksud bangsa
Indonesia adalah seluruh manusia yang menurut
wilayahnya telah ditentukan untuk tinggal secara
bersama di wilayah nusantara dari ujung barat
(sabang) sampai ujung timur (merauke) yang telah
menjadi satu. Kemunculan bangsa Indonesia
dipengaruhi oleh paham nasionalisme. Tujuan dari
paham kebangsaan (nasionalisme) sendiri adalah
menciptakan negara bangsa yang wilayah dan
batas-batasnya menyerupai atau mendekati makna
bangsa.
Faktor- faktor penting bagi
pembentukan bangsa Indonesia,
sebagai berikut :
Adanya persamaan nasib, yaitu penderitaan
bersama di bawah penjajahan bangsa asing lebih
kurang selama 350 tahun.
Adanya keinginan bersama untuk merdeka,
melepaskan diri dari belenggu penjajahan.
Adanya kesatuan tempat tinggal, yaitu wilayah
nusantara yang membentang dari sabang sampai
merauke.
Adanya cita-cita bersama untuk mencapai
kemakmuran dan keadilan sebagai suatu bangsa.
B. Proses Terjadinya Negara Indonesia

Terjadinya negara Indonesia merupakan proses


atau rangkaian tahap yang berkesinambungan.
Rangkaian tahap perkembangan tersebut
digambarkan sesuai dengan keempat alinea
dalam pembukaan UUD 1945. Secara teoretis,
perkembangan negara Indonesia terjadi
PEMBUKAAN UUD 45
Adanya perjuangan bangsa Indonesia melawan
penjajahan. Perjuangan panjang bangsa Indonesia
menghasilkan proklamasi. Proklamasi barulah
mengantarkan ke pintu gerbang kemerdekaan.
Jadi, dengan proklamasi tidaklah selesai kita
bernegara. Negara yang kita cita-citakan adalah
menuju pada keadaan merdeka, bersatu, berdaulat,
adil, dan makmur (Alinea II Pembukaan UUD
1945).
Terjadinya negara tidak sekadar dimulai dari
proklamasi, tetapi adanya pengakuan akan hak
setiap bangsa untuk memerdekakan dirinya.
Bangsa Indonesia memiliki tekad kuat untuk
menghapus segala penindasan dan penjajahan
suatu bangsa atas bangsa lain. Inilah yang menjadi
sumber motivasi perjuangan (Alinea I Pembukaan
UUD 1945).
Terjadinya negara Indonesia adalah kehendak
bersama seluruh bangsa Indonesia, sebagai suatu
keinginan luhur bersama. Di samping itu adalah
kehendak dan atas rahmat Allah Yang Maha Kuasa.
Ini membuktikan bangsa Indonesia adalah bangsa
yang religius dan mengakui adanya motivasi
spiritual (Alinea III Pembukaan UUD 1945).
Negara Indonesia perlu menyusun alat-alat
kelengkapan negara yang meliputi tujuan negara,
bentuk negara, sistem pemerintahan negara, UUD
negara, dan dasar negara. Dengan demikian
semakin sempurna proses terjadinya negara
Indonesia (Alinea IV Pembukaan UUD 1945).
MAKNA PEMBUKAAN UUD 45
C. Cita-cita, Tujuan, dan Visi Negara
Indonesia
Cita-cita:
Negara Indonesia bercita-cita mewujudkan
masyarakat Indonesia yang adil dan makmur
berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Hal ini sesuai dengan amanat dalam Alinea II
Pembukaan UUD 1945, yaitu negara Indonesia
yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan
makmur.
Tujuan:
Terdapat dalam Alinea IV Pembukaan UUD 1945,
yaitu:
1. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan
seluruh tumpah darah Indonesia;
2. Memajukan kesejahteraan umum;
3. Mencerdaskan kehidupan bangsa;
4. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi,
dan keadilan sosial.
Visi:
Terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai,
demokratis, berkeadilan, berdaya saing, maju dan
sejahtera, dalam wadah NKRI yang didukung oleh
manusia Indonesia yang sehat, mandiri, beriman,
bertakwa, berakhlak mulia, cinta tanah air,
berkesadaran hukum dan lingkungan, menguasai
ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki etos kerja
yang sangat tinggi serta disiplin.
D. Identitas Nasional Indonesia

Identitas nasional Indonesia menunjuk pada


identitas-identitas yang sifatnya nasional. Beberapa
bentuk identitas nasional Indonesia, adalah sebagai
berikut:
Bahasa nasional atau bahasa persatuan yaitu
bahasa Indonesia
Bendera negara yaitu Sang Merah Putih
Lagu kebangsaan yaitu Indonesia Raya
Lambang negara yaitu Garuda Pancasila
Semboyan negara yaitu Bhineka Tunggal Ika
Dasar falsafah negara yaitu Pancasila
Konstitusi negara yaitu UUD 1945
Bentuk NKRI yang berkedaulatan rakyat
Konsepsi wawasan nusantara
Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai
kebudayaan nasional
TERIMA KASIH
FAKTOR MEMBANGUN KARAKTER
Politik
Ideologi

Ekonomi
Kepemimpinan

FAKTOR Sosbud
KARAKTER
Lingkungan

Agama
Pendidikan
Normatif(hukum dan praturan)
NILAI DASAR WAWASAN KEBANGSAAN

1. Penghargaan terhadap harkat dan martabat


manusia sebagai makhluk Tuhan YMK
2. Tekat bersama berkehidupan yang bebas,
merdeka dan bersatu
3. Cinta akan tanah air dan bangsa
4. Demokrasi atau kedaulatan rakyat
5. Kesetiakawanan sosial
6. Masyarakat adil dan makmur
MANFAAT
WAWASAN
KEBANGSAAN

Tidak
Mengembang-
memberikan
kan persatuan
tempat pada
Indonesia
patriotisme yang
picik
DAYA SAING NASIONAL ?

SDM yang kompetitif

Menampilkan keunggulan DAYA SAING


daerah NASIONAL

Regulasi peraturan
TUGAS KELOMPOK

Dalam menindak lanjuti Regulasi Pemerintah


tentang SM3T (Sarjana Mengajar di daerah
Terpencil, Terluar dan Tertinggal), buatlah laporan
(paper) tentang bagaimana kaitan dari SM3T
tersebut dengan Pendidikan Kewarganegaraan
berdasarkan Letak geografis, Ketahanan Nasional,
dan Daya Saing yang mempengaruhi Mutu
Pendidikan.