Anda di halaman 1dari 7

APLIKASI METODE GRAVITASI (GAYA BERAT) UNTUK IDENTIFIKASI

STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DI DAERAH LAMSUJEN, LHOONG, ACEH


BESAR

Zarbahani1), Siti Fatimah2), Musrizal3), Muhammad Dhuha Razaq4), Muhammad Hafiz5), Livia Minda Yeni6),
Nurul Hikmah Saputri7), Nindi Yusifa8), Cut Kiki9),Rizkia Alaika10),Zara Muriza11),Mohd.Ikhwan12)

Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala


Email: bahninyathaa@gmail.com

Abstract
In a gravity method, gravity anomaly has been an important part for predicting subsurface based
on density. Anomaly value calculated based on correction result to remove a gauging noise in a
field. The reconnaissance research to predict the position and subsurface geology structural such as
fault, fracture, fold etc in surrounding subdistrict Lamsujen area, Lhoong, Aceh Besar was carryout by
gravity method. Gravity methods used to determine or subsurface geological structure based on the
density of the rock. Data processing is done in the research include: drift correction, terrain correction,
free air correction, complete Bougeur anomaly, spectral analisys, SVD analysis, 2D modeling and 3D
inversion modeling and tentative model. The measurement was done in two times in base at begin and
end of measurements.

Keywords: Gravity Method, density, fault, bouger anomaly

Abstrak
Dalam metode gravitasi secara umum nilai anomali gaya berat atau percepatan gravitasi menjadi
bagian yang sangat penting untuk memprediksi lapisan bawah permukaan berdasarkan perbedaan rapat
massa (density). Nilai anomali dihitung berdasarkan hasil pengkoreksian yang dilakukan untuk
menghilangkan noise yang terjadi dalam pengukuran di lapangan. Penelitian ini digunakan untuk
memprediksi posisi dan keadaan geologi bawah permukaan sebagai sebuah patahan, rekahan lipatan dan
lainnya di sekitar wilayah Lamsujen, Lhoong, Aceh Besar yang memungkinkan untuk dilakukan dengan
metode gravitasi. struktur geologi bawah permukaan bumi berdasarkan nilai densitas batuan. Pengolahan
data yang dilakukan dalam penelitian meliputi : koreksi apungan, koreksi medan, koreksi udara bebas,
anomali Bouguer lengkap, analisis spektral, analisis SVD, pemodelan 2D dan pemodelan inversi 3D serta
model tentatif untuk menginterpretasi struktur geologi bawah permukaan Lamsujen. Pengukuran
dilakukan sebanyak dua kali, base merupakan tempat memlulai pengukuran dan pengukuran diakhiri di
base juga.

Kata Kunci: Metode Gravitasi, densitas, patahan, anomaly bouger

1. PENDAHULUAN dari terjadinya perubahan-perubahan pada


Desa Lamsujen, Lhoong, Aceh Besar batuan oleh proses tektonik.
memiliki kondisi geologi yang sangat kompleks, Keberadaan struktur geologi penting
terlihat dari formasi batuan yang ada untuk diidentifikasi. Hal ini disebabkan karena
diperbukitan dan lembah disekitar daerah patahan dan rekahan berpotensi menyebabkan
Lamsujen. Selain itu Desa Lamsujen diaptit oleh efek samping berupa bencana alam seperti
dua bukit sehingga menyebabkan daerah gempa darat serta longsor yang bersifat
tersebut memiliki topografi seperti cekungan. merusak. Aceh merupakan salah satu wilayah
Hal ini memungkinkan terdapatnya struktur yang sangat menarik untuk dilakukan
geologi seperti patahan dan rekahan serta penelitian patahan karena beberapa gempa yang
strukutur geologi bawah perlukan lainnya. terjadi di wilayah ini bersumber dari pergerakan
Struktur bawah permukaan adalah suatu kondisi patahan. Untuk mengidentifikasi adanya
geologi yang ada di suatu daerah sebagai akibat patahan, rekahan dan struktur geologi lannya,
1
pada penenlitian ini metode yang digunakan Dengan r =[(x x)2 + (y y)2 + (z z)2 ]2
adalah metode gravitasi (gravity).
Metode gravitasi merupakan metode
dalam geofisika yang cukup simpel dan mudah
pengoperasiannya dan mempunyai penetrasi
cukup baik. Prinsip dasar dari metode ini Gambar 2.1 Gaya tarik-menarik antara 2
adalah mengukur nilai medan gravitasi bumi di
suatu tempat di permukaan bumi dengan rata-rata dari gayaberat di
2
ketelitian dalam orde miliGal atau bahkan permukaan bumi adalah 9.80 m/s . Satuan
mikroGal (1 gal = 1 cm/s ). Adapun tujuan yang digunakan adalah gayaberat adalah
pengukurannya untuk memperkirakan kondisi di milliGal (1 mGal=10-3, Gal = 10-3 cm/s2)
bawah permukaan bumi berdasarkan adanya atau ekivalen dengan 10 gu (gravity unit).
kontras densitas batuan di bawah permukaan Variasi gaya berat yang disebabkan oleh
bumi. Medan gravitasi yang terukur di
variasi perbedaan densitas bawah
permukaan adalah sekitar 1 mGal (100
permukaan bumi dipengaruhi oleh berbagai
m/s2).
faktor antara lain posisi lintang dan ketinggian
Percepatan gravitasi g disebut juga
titik pengukuran, gaya gravitasi matahari dan
sebagai kuat medan gravitasi bumi, yaitu
bulan pada saat pengukuran (dikenal dengan
salah satu besaran yang bertuju pada nilai
efek tidal), kondisi topografi daerah disekitar. medan gravitasi bumi. Oleh sebab itu, kuat
medan gravitasi bumi pada titik apa saja
dalam ruang didefinisikan sebagai gaya
2. TINJAUAN PUSTAKA
gravitasi per satuan massa pada suatu massa
Prinsip dasar gravitasi merupakan
uji m (Giancoli, 1997). sehingga, pada suatu
gaya tarik menarik antar dua benda akibat
titik dalam ruang dimana suatu massa uji m
massa benda keduanya dan bergantung pada
mengalami gaya gravitasi F maka kuat
jarak antar benda tersebut. Hal ini
medan gravitasinya adalah :
didasarkan pada hukum Newton tentang
gaya berat (gravitasi). Besarnya nilai gaya
g= (3)
berat antara dua benda tersebut sebanding
dengan massa kedua benda dan berbanding
Harga rata-rata dari gayaberat di
terbalik dengan kuadrat jaraknya (Lilie,
permukaan bumi adalah 9.80 m/s2. Satuan
1999). Hukum gaya berat Newton :m1m2
yang digunakan adalah gayaberat adalah
milliGal (1 mGal=10-3, Gal = 10-3 cm/s2)
=G (1) atau ekivalen dengan 10 gu (gravity unit).
2
Dimana : Variasi gaya berat yang disebabkan oleh
F = gaya antara dua benda (N) variasi perbedaan densitas bawah
G = Konstanta gaya berat (6.67 x 10-11 permukaan adalah sekitar 1 mGal (100
Nm /kg2)
2
m/s2).
M = Massa sumber (kg)
r = jarak antara pusat massa (m) Jika nilai F ini dimasukkan dalam
persamaan (2), maka kita peroleh persamaan
untuk menghitung kuat medan gravitasi oleh
buah benda bermassa m1 dan m2 massa sumber M pada berbagai titik dalam
Pada koordinat Cartesian, gaya tarik medan, yaitu :
menarik antar partikel bermassa m pada
g = 2 (4)
koordinat Q (x, y, z) dengan partikel
bermassa M pada koordinat P(x, y, z) sesuai
Kuat medan gravitasi bumi adalah
dengan persamaan (2), sketsanya pada
gaya yang bekerja pada satuan massa yang
gambar 1.
diletakkan dalam medan gravitasi. sehingga,
() = 2 (2) jika sebuah benda bermassa m mengalami
gaya F berada dalam medan gravitasi bumi, Gambar 2.2 Potensial massa dalam 3D
kuat medan gravitasi bumi adalah F/m. (Telford,dkk., 1990)
Permukaan bumi merupakan bidang
tak beraturan yang cenderung berbentuk Berdasarkan persamaan (9),
lengkung, sehingga hubungan geometris potensial yang disebabkan oleh elemen
antara titik satu dengan lainnya di massa dm pada titik (x, y, z) dengan jarak r
permukaan bumi tidak dapat ditentukan. dari P(0, 0, 0) adalah:
Untuk keperluan pemetaan diperlukan
model matematis yang mempunyai bentuk
dU = G = G

dan ukuran tertentu sehingga mendekati
bentuk dan ukuran bumi. (Giancoli, 1997). (2.9)

Potensial gravitasi adalah energi
yang diperlukan untuk memindahkan suatu dimana (x, y, z) adalah densitas dan r2 = x2
massa dari suatu titik ke titik tertentu. + y2 + z2.
Dimana medan potensial bersifat Potensial total dari massa adalah:
konservatif, artinya usaha yang dilakukan
dalam suatu medan gravitasi tidak
U = G
tergantung pada lintasan yang ditempuhnya
tetapi hanya tergantung pada posisi awal dxdydz (2.10)
dan akhir (Untung, 2001). Medan potensial
dapat dinyatakan sebagai gradien atau karena g adalah percepatan gravitasi pada
potensial skalar (Blakely, 1996), melalui sumbu z (arah vertikal) dan dengan
persamaan: asumsi konstan, maka:
g = - U(r) (5)
g = - ( ) = G 3
dxdydz (2.11)
dimana fungsi U pada persamaan adalah
potensial gravitasi, sedangkan percepatan
2.4. Koreksi-Koreksi Dalam Metode
gravitasi g merupakan medan potensial.
Gravitasi
Tanda minus menandakan arah gayaberat
Metode Gaya Berat bekerja
menuju ke titik yang dituju.
berdasarkan kontras densitas dari batuan
Dengan mengasumsikan bumi bumi.Jika ada anomali di bawah permukaan,
dengan massa M bersifat homogen dan maka nilai medan gravitasi akan
berbentuk bola dengan jari-jari R, potensial menyimpang dari normal yang diukur. Jika
gravitasi di permukaan bumi dapat defiasi adalah penambahan nilai, yang
didefinisikan dengan persamaan: disebut anomali positif maka kepadatan
()
U(r) =- =-g(r) anomali lebih besar dari kepadatan daerah
2
sekitarnya. Sebaliknya, jika penyimpangan
U(r)=().dr=- .
tersebut adalah pengurangan nilai, yang
U(r) = -Gm / r2 =G disebut anomali negatif maka densitas

(2.8) anomali kurang dari kepadatan daerah
sekitarnya. Nilai gravitasi yang diukur
dipengaruhi oleh pasang bumi- bulan,
keuntungan dan kerugian dari masa karena
topografi bumi dan referensi. Oleh karena
itu data yang diukur harus dikoreksi untuk
menghilangkan pengaruh- pengaruh ini.

a. Koreksi Pasang Surut


Koreksi ini dilakukan untuk
menghilangkan efek pengaruh pasang
surut air laut akibat benda-benda lain
disekitar bumi. Gaya pasang surut akan
maksimum bila bulan dan matahari
terletak pada suatu arah dan berlawanan, d. Koreksi Udara Bebas
dan akan minimum jika keduanya tegak Pengukuran gaya berat di mean sea
lurus. Selain itu, penarikan bulan dan level dan di ketinggian tertentu
matahari juga memberikan efek pasang memiliki hasil yang berbeda. Setiap
surut terhadap benda padat bumi. Gejala perubahan ketinggian terhadap mean
ini menjadi suatu ukuran tentang sea level nilai gayaberatnya akan
kekerasan bagian dalam bumi. Menurut berubah. perubahan ratarata
Heiland, komponen tegak gaya pasang- gayaberat terhadap ketinggian
surut gTDL dirumuskan pada sebesar 0.3086 mGal/m. Titik
persamaan berikut pengamatan tidak selamanya berada
pada mean sea level, sehingga perlu
3 1 dilakukan koreksi udara bebas yang
= (cos 2 + ) dirumuskan pada persamaan
22 3
3 (Sleep,1997) :
( cos 2 = 0,3086
22 e. Koreksi Bouguer
1
+ ) Bouguer seorang Perancis pada
3 tahun 1749 melakukan pengamatan
di pegunungan Andes, Peru. Dia
b. Koreksi Apungan (drift)
menyadari adanya ketergantungan
Nilai pengukuran gaya berat pada
ketinggian dan rapat massa. Dia
suatu titik dan diulang kembali
menemukan hubungan analitis rapat
pengukurannya secara teoritis nilai
massa di pegunungan Andes dan
gaya berat akan tetap atau konstan.
rapat massa rata-rata. Sehingga
Namun dalam kenyataannya nilainya
koreksi Bouguer dapat dirumuskan
akan berubah. Factor penyebab
pada persamaan berikut
misalnya goncangan pada saat
(Untung,2001):
transportasi dapat mempengaruhi
= 0.1491
mekanisme alat, ini disebut dengan
f. Koreksi Medan
apungan.( Hadipandoyo,2004)
Adanya efek medan akibat terdapat
0 bukit ataupun lembah disekitar titik
= ( 0 ) pengukuran yang dapat
0
menyebabkan efek penambahan
c. Koreksi Lintang
ataupun pengurangan nilai gayaberat
Bumi berotasi pada porosnya,
pengukuran. Oleh karena itu
sehingga menyebabkan sebaran
dilakukan koreksi medan. Koreksi
massa bumi dan percepatan gravitasi
medan didapatkan dengan Hammer
berbeda. Sebaran massa bumi tidak
Chart (Telford,1990)
sempurna, tetapi massa bumi 2
terkumpul pada porosnya. Sehingga = [ + 2 2
nilai perkiraan gaya berat rata-rata
diberikan oleh fungsi lintang. 2 2 ]
Terdapat rumusan untuk mencari
koreksi lintang antara lain Potsdam
1930, ISGN 1971 (International
Standardizaton Geodetic Network
1971) dan yang terbaru WGS 84 3. METODE PENELITIAN
(Word Geodetic System 1984). WGS 3.1 Waktu dan Lokasi Penelitian
84 dituliskan pada persamaan berikut Penelitian ini dilakukan pada jam
(Untung, 2001). 08.47, tanggal 8 Desember 2016 di daerah
Lamsujen, Lhoong, Aceh Besar.
1 + 0.001938639 sin2
= 97803267714 ( )
1 0.0066943799913 sin2
3.2 Alat dan Bahan c. Selanjutnya diukur berapa
tinggi alat dengan tanah
Tabel 3.1 Alat dan Bahan yang Digunakan untuk koreksi.
No. Nama Alat dan Bahan Jumlah d. Alat gravimeter
1 CG-5 Scintrex 1 unit dihidupkan. Kemudian
2 Tripod 1 buah
ditekan option untuk
3 GPS 1 buah
mengatur lamanya
4 Penggaris 1 buah
pengukuran oleh alat pada
satu titik. Selanjutnya klik
3.3 Tahapan Penelitian
3.3.1 Akuisisi Data F3 pilih edit untuk merubah
Teknik pengumpulan data penelitian ini nilai ketinggian dari tanah
akan di lakukan menggunakan metode gravity. sampai ke alat
Dengan metode ini akan di peroleh data Gravimeternya.
gravitasi relatif yang kemudian akan di proses
sacara lanjut untuk menyelidiki lapisan bawah e. Tahap selanjutnya tekan F3
permukaan Lapangan Tugu Universitas Syiah pilih Function, selanjutnya
Kuala, Darusssalam, Banda Aceh. Adapun alat tekan F5 atur tripod sampai
yang di gunakan adalah Gravimeter. mucul gambar smile pada
Pengambilan data dilakukan secara langsung
menggunakan alat pengukuran gravity layar Gravimeter
(Gravimeter). Pada tahapan ini, akuisisi data f. Selanjutnya untuk memulai
dilakukan untuk menentukan data gravitasi pengukuran tekan F5. Dan
relatif total yang di pengaruhi oleh densitas dari pengukur menjauh dari alat
batuan dibawah permukaan Lapangan Tugu
Universitas Syiah Kuala, Darussalam. Data yang sampai selesai pengukuran.
didapatkan dari survei gravity ini akan diproses Pengukuran
di tahapan selanjutnya. Setelah semua
terpasang dengan benar, tahap
Tabel 3.2 Parameter Pengukuran Gravitasi
selanjutnya adalah
Parameter Pengukuran Magnetik Keterangan
pengambilan data lapangan.
Jumlah line 1 line Pengambilan data lapangan
Panjang line total 1500 meter bisa dilakukan dengan mode
line atau grid dan ini sangat
Spasi antar line 500 meter
bergantung kepada keperluan
survei. Idealnya pengambilan
Tahapan akuisisi data dalam
data lapangan menggunakan 1
metode magnetik terbagi menjadi 2
alat Gravimeter. Pengukuran
tahap, yaitu:
pertama dilakukan di base
Pemasangan Alat sebelum melakukan
a. Langkah awal adalah pengukuran pada titik
memasang tripod pada pengukuran dalam line atau
tanah sampai seimbang. grid. Pengukuran selanjutnya
Indikatornya adalah mata pada line atau grid pengukuran
lembu yang tredapat pada yang telah ditentukan.
tripod tersebut Pengukuran di lakukan pada 7
b. Setelah tripod terpasang titik dengan spasi sebesar 10 m,
dengan benar selanjutnya pada setiap titik pengukuran
dipasang alat gravimeter dilakukan pengukuran selama
Scintrex CG-5 pada tripod.
30 detik sebelum berpindah ke metode gravitasi. Dari hasil akuisisi data
titik lainnya. Dalam yang didapat di lapangan, dilakukan koreksi
pengambilan data gravitasi pada data-data yang didapat tersebut.
Gravimeter. Setelah ditekan Koreksi-koreksi yang dilakukan adalah
tombol untuk memulai koreksi apungan, koreksi lintang, koreksi
pengukuran , pengukur udara bebas dan koreksi bouger. Koreksi
sebaiknya menjauh dari alat apungan merupakan koreksi pada data
untuk memastikan tidak adanya gravitasi, sebagai akibat perbedaan
noise yang disebabkan oleh pembacaan nilai gravitasi di stasiun yang
pengukur sendiri. Hal ini sama pada waktu yang berbeda oleh alat
dilakukan karena Gravimeter gravimeter. Perbedaan tersebut disebabkan
sangat sensitif walaupun karena terjadi guncangan pegas dan
terhadap perubahan yang perubahan temperatur pada alat gravimeter
sangat kecil . Sebaiknya alat selama proses perjalanan dari stasiun
dibiarkan sampai selesai berikutnya. Nilai koreksi apungan yang
merekam data gravitasi dan paling kecil yaitu pada titik A1 adalah
setelah lampu indikator mati 11.360 sekon. Nilai koreksi lintang antar
baru melakukan pengukuran titik survei semua sama yang dipengaruhi
kembali. oleh nilai lintang yang hampir sama. Nilai
koreksi lintang yang didapat adalah 0.029
3.3.2 Pengolahan Data radian. Selanjutnya untuk koreksi udara
Pengolahan data kali ini diakukan bebas, nilai terkecil terdapat pada titik survei
menggunakan Microsoft Excel untuk A1 yaitu -56.1652 mGal yang disebabkan
menentukan kurva dari anomali atau data oleh nilai dari elevasi pada lokasi ini sangat
medan gravitasi relatifnya. Kurva ini besar yaitu 182 meter. Kemudian koreksi
nantinya akan menunjukkan data anomali bouger, nilai terendah didapat pada lokasi
gravitasi yang rendah atau tinggi sesuai base adalah 3.582 mGal. Kemudian
dengan densitas atau keadaan batuan dilakukan perhitungan bouger lengkap untuk
dibawah permukaan yang memperngaruhi mendapatkan nilai medan anomali. Berikut
nilai gravitasi yang terbaca pada alat adalah grafik hubungan nilai bouger lengkap
Gravimeter. dari titik-titik yang telah diukur:

3.3.3 Interpretasi Data


Interpretasi data yaitu kegiatan yang Bouger Lengkap (mGal)
bertujuan untuk menganalisis suatu hasil 3900
pengolahan data dalam bentuk profil 1D
yang menggambarkan bersarnya nilai 3895

percepatan gravitasi yang diperoleh dari 3890 Bouger Lengka


hasil pengolahan data. (mGal)
3885

4. HASIL DAN PEMBAHASAN 3880


Pada penelitian ini, dilakukan A1 A2 Base

pengukuran nilai percepatan gravitasi bumi Gambar 4.1 Grafik Hubungan Nilai Bouger
untuk menentukan densitas batuan yang ada Lengkap
di bawah permukaan daerah Lamsujen,
Lhoong, Aceh besar dengan menggunakan
Dari grafik di atas dapat Hadipandoyo, S., 2004. In House Training
diinterpretasikan bahwa nilai anomali Gravity. Departemen Energi dan
gravitasi dari titik A1 lebih besar dari nilai Sumber Daya Mineral Pusdiklat
anomali gravitasi A2. Apabila nilai anomali Migas Cepu : Blora.
gravitasi besar maka nilai densitas batuan Lillie. R. J. 1999. Whole Earth Geophysics :
juga besar. Jadi pada data di atas dapat An Introductory Textbook for
disimpulkan bahwa densitas batuan pada Geologist and Geophysicist
titik A1 lebih besar dari pada densitas .Prentice-hall.Inc: USA.
batuan di titik A2. Dari hasil ini tidak Telford, W.M.,L.P. 1990. Applied
ditemukan adanya patahan, rekahan dan Geophysics Second Edition.
struktur geologi bawah permukaan lainnya Cambridge University Press,
karena hanya ada dua titik pengukuran. USA.
Untung, M., 2001. Dasar - Dasar Magnet
5. KESIMPULAN dan Gayaberat Serta Beberapa
1. Koreksi-koreksi yang dilakukan adalah Penerapannya (Seri
koreksi apungan, koreksi lintang, koreksi Geofisika).Himpunan Ahli Geofisika
udara bebas dan koreksi bouger. Indonesia.
2. Dari hasil ini tidak ditemukan adanya Sleep, N.H. and Fujita, K., 1997. Principles
patahan, rekahan dan struktur geologi bawah of Geophysics. Blackwell Science,
permukaan lainnya karena hanya ada dua Inc : USA.
titik pengukuran.

6. SARAN
Untuk membantu mewujudkan hasil
penelitian yang lebih baik, diharapkan
adanya penelitian lebih lanjut mengenai
metode gravitasi dan untuk mendapatkan
hasil yang lebih baik sebaiknya digunakan
metode geofisika lainnya.

7. REFERENSI
Blakely, Richard J.,1995. Potential Theory
in Gravity and Magnetic
Application. New York :
Cambridge University Press.
Gaol, L. Karit. 2007. Sistem Geodetik
Global 1984 (WGS 1984) Dalam
Menemukan Nilai Gravitasi Normal.
Bandung: Pusat Penelitian
Geoteknologi LIPI Bandung.
Giancoli, Dugles C.,; Alih bahasa : Imawan,
C., Hasan, Y., Danupoyono, S.,
Irianto, I. D., Santoso, B., dan Raja,
S. L., 1997 : FISIKA, Jilid 1, Edisi
keempat , Jakarta : Erlangga.