Anda di halaman 1dari 5

BAB IV

PEMBAHASAN

Babinimerupakanpembahasan AsuhanKebidanan Pada

bayiBaruLahirbayiNy. E umur 0 hariDengan Berat BadanLahirRendahDi RS

Umi Barokah, Boyolali yaitudenganmembandingkan antara

penatalaksanaanasuhankebidanan yang diberikan di lahandengankonsepteoriyang

ada. Penulistelahmelakukanmanajemenkebidanansesuaidengan 7 langkahVarney.

Adapun 7 langkahVarneyadalah :

A. Pengkajian Data

Penulismelaksanakanpengumpulan data secara

mandiribaiksubyektifmaupunobyektif. Pada kasusdidapatkan data subyektif

pada tanggal 18Desember 2015pukul 18.45 WIB bayilahirsectio caesar. Pada

anamnesaibumengatakanbahwainiadalahanakpertama dan pada

sebelummaupunselamahamiltidakpernahmenderitapenyakitmenular

(Hepatitis, TBC, HIV/AIDS, PMS, dan lain-lain), dan

tidakpernahmenderitapenyakitmenurun (Hipertensi, Jantung, DM, Asma, dan

lain-lain).Ibu juga mengatakan, pada

saathamiliburajinmelakukanpemeriksaan.

Pada data obyektifdidapatkanhasil: KU bayibaik, tangisankuat,

kesadarancomposmentis, hasilpemeriksaanfisiktidakadakelainan,

reflekhisaplemah. Hasilpengukuranantopometri: BB: 2200 gram, PB: 44 cm,

LK: 31 cm, LD: 30 cm, LLA: 9 cm.

52
Halinisesuaidenganteoriteori yang menyatakanbahwabayi yang

digolongkankedalam Berat BadanLahirRendahadalahbayidenganberatlahir

1500 gram 2500 gram (Prawirohardjo, 2006).

Pada kasusinitidakterjadikesenjangan antara teori dan

praktikkarenasemua data dan kondisikliensudah di

dokumentasikandenganlengkap pada lembarasuhankebidanan. Bidan

melakukan asuhan bayi baru lahir normal termasuk resusitasi, pencegahan

hipotermi, inisiasi menyusu dini, injeksi vitamin K 1, perawatan bayi baru

lahir pada masa neonatal (0-28 hari), dan perawatan tali pusat sesuai dengan

Kewenangan bidan menurut PERMENKES No 1464/MENKES/PER/X/2010 pasal

11 ayat 9.

B. Intepretasi Data

Pada teorilangkahkeduainididapatdaripengkajian data dasar yang

disimpulkankemudiandiinterpretasikansehinggadapatdirumuskanmenjadidiagn

osakebidanan dan diagnosamasalah.

Padalangkahinidilakukanidentifikasiterhadapdiagnosa yang akuratatas

data-data yang telahdikumpulkan (Varney, 2007).BayiNy..., ...bulan,

umurkehamilan.....minggu, umur...hari,

jeniskelamin....denganbayiberatlahirrendah.

DalamkasusinidiagnosakebidanannyaadalahbayiNy. E, Bayi baru lahir, sectio

caesar, kurangbulan, umurkehamilan29minggu, umur 0 hari, jenis kelamin laki

- lakidenganberatbadanlahirrendah.

Keduaadalahdiagnosamasalahyaitupermasalahan yang

53
berhubungandengankeluhanatauhal yang seringterjadipada

BBLR.Permasalahan yang munculpada BBLR

biasanyaadalahekstremitasdingin,

reflekhisaplemahbayitidakmaumenyusu(Saifuddin, 2006),

padakasusinidiagnosamasalahnyaadalah ekstermitas dingin

danreflekhisapkurang.Ketigayaitudiagnosakebutuhanyaitudukungandanmotivas

i, mencegahhipotermi, cegahinfeksi,

pengawasannutrisidanpenimbanganketat.Padalangkah II

tidakterdapatkesenjanganantarateoridenganpraktik di lapangan.

C. Diagnosa Masalah Potensial

Pada kasus ini terdapat diagnosa masalah potensial yaitu bayi mungkin

akan mengalami hipotermia dan infeksi. Ini sesuai dengan teori yang

menyatakan bahwa bayi BBLR rentan mengalami hipotermia dan infeksi

(Prawirohardjo, 2006). Pada identifikasi diagnosa potensial tidak ada

kesenjangan antara praktik dengan teori yang ada.

D. Antisipasi Tindakan Segera

Tindakan antisipasi sangat penting untuk dilakukan agar diagnosa

potensial tidak terjadi. Pada kasus ini antisipasi yang dilakukan adalah

menjaga kehangatan bayi dengan menyelimuti , menunda memandikan bayi

selama 6 jam pasca lahir, mencuci tangan setiap sebelum dan sesudah

memegang bayi dan memberikan ASI sedini mungkin. Pada kasus ini tidak

ada kesenjangan antara praktik dan teori yang ada.

54
E. Perencanaan

Perencanaan yang dilakukan untuk penanganan bayi berat lahir rendah

adalah tindakan pencegahan hipotermia, pencegahan infeksi, pengawasan

nutrisi dan penimbangan berat badan dengan ketat. Menurut teori tindakan

yang harus dilakukan pada bayi BBLR selain pencegahan hipotermia dan

infeksi adalah pengawasan nutrisi/ ASI dengan memantau frekuensi minum

bayi dan penimbangan berat badan bayi dengan ketat (Saifuddin, 2010). Dan

salah satu kewenangan bidan yaitu melakukan kolaborasi dengan dokter

spesialis anak untuk pemberian terapi lanjutan. Pada praktik tidak terdapat

kesenjangan dengan teori yang ada.

F. Pelaksanaan

Proses pelaksanaan tindakan sesuai dengan perencanaan yang dibuat.

PadalangkahinidilakukantindakansesuaidenganteoriSaifuddin (2006).Semua

rencana yang telah dibuat dilaksanankan sesuai dengan ketentuan yang ada,

seperti mengeringkan bayi secepatnya setelah lahir, mempertahankan

kehangatan bayi, melakukan inisiasi menyusu dini, dan mencuci tangan

sebelum dan sesudah memegang bayi, penimbangan berat badan. Dan

kolaborasi dengan dokter spesialis anak telah dilakukan sebagaimana dengan

kewenangan bidan sesuai dengan instruksi dokter untuk pemantauan

lanjutan. Pada tahap ini tidak terdapat kesenjangan antara praktik dengan

teori.

G. Evaluasi

55
Proses evaluasi dilaksanakan semua tindakan telah dievaluasi dengan

mengulang kembali dari awal setiap asuhan dan didokumentasikan pada

lembar pendokumentasian.

Padalangkahinidapatdisimpulkanbahwapadatahapevaluasiinimendapatkanha

sil yang baik, karenapadalangkahinibaikevaluasidan proses

semuanyaberhasil. Hal

inimenunjukkanbahwatidakadanyahambatanpadatahapinidantidakadanyakes

enjanganantarateoridanpraktik yang telahdilakukan.

56