Anda di halaman 1dari 7

PENINGKATAN PERSENTASE METANA

DALAM KUALITAS BIOGAS SEBAGAI BAHAN BAKAR


ALTERNATIF MENGGUNAKAN MEMBRAN BERBAHAN
KARBON AKTIF

Abdullah Saleh*, Jhonson D L Tobing, Hardani Pratama

*Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya


Jl. Srijaya Negara, Bukit Besar, Palembang, 30139
e-mail : dullascurtin@yahoo.com

Abstrak
Biogas merupakan salah satu contoh sumber energi yang dikembangkan. Bahan baku yang banyak serta
relatif mudah ditemukan membuat biogas tidak sulit dikembangkan sebagai sumber energi alternatif.
Sebagai contoh, kotoran hewan sekalipun dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan
biogas.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan biogas dengan kualitas yang baik melalui purifikasi
karbon aktif untuk mengurangi kadar H2S dan CO2. Pada proses purifikasi biogas ini menggunakan laju
alir dan biogas sebagai variabel tetap sertakomposisi campuran karbon aktif pada membran sebesar
40:50:60 persen berat dan tanah liat sebagai perekat. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa biogas
dengan kandungan metana yang paling tinggi dihasilkan oleh adsorpsi pada membran campuran karbon
aktif : tanah liat sebesar 60 : 40.

Kata kunci : biogas, karbon aktif, kandungan metana


Abstract
Biogas is one example of energy source which is developed .The raw material as well as many relatively
easily found make biogas is not hard developed as a source of alternative energy .As an example ,
droppings animal can be used as raw material of the manufacture of biogas .This research aims to get
biogas with good quality through active carbon purification to reduce levels of h2s andco2 .In the process
of biogas purification is using flow rate and biogas as fixed and variable composition a mixture of carbon
active on the membrane as 40: 50: 60 percent of the weight and clay as adhesive .Of the results of
research shows that biogas with the content of methane the most highly produced by adsorption on the
membrane a mixture of carbon active: clay of 60: 40.

Key words: Biogas, activated carbon, methane composition

1. PENDAHULUAN mencemari lingkungan dan mengganggu


kesehatan. Dengan demikian diperlukan adanya
Biogas merupakan salah satu contoh pemurnian biogas terlebih dahulu sebelum
sumber energi yang dikembangkan. Bahan baku digunakan sebagai bahan bakar.
yang banyak serta relatif mudah ditemukan Pada penelitian ini bertujuan untuk
membuat biogas tidak sulit dikembangkan mendapatkan biogas dengan kualitas yang baik
sebagai sumber energi alternatif. Sebagai melalui purifikasi dengan menggunakan
contoh, kotoran hewan sekalipun dapat membran karbon aktif untuk mengurangi kadar
dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan H2S dan CO2 yang cukup tinggi sehingga akan
biogas. didapat biogas dengan kuantitas metana yang
Biogas sangat potensial sebagai bahan tinggi. Dengan tingginya kadar metana dalam
bakar karena memiliki kandungan metana. biogas, semakin baik pula biogas yang
Biogas juga sudah mulai dikembangkan dan dihasilkan
dimanfaatkan oleh beberapa industri sebagai
bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar Biogas sebagai alternatif energi biomassa
minyak. Tetapi kandungan H2S dan CO2dalam Biogas merupakan bahan bakar gas
biogas yang cukup tinggi dapat berpotensi (biofuel) dan bahan bakar yang dapat

Jurnal Teknik Kimia No. 2, Vol. 21, April 2015 Page | 34


diperbaharui (renewable fuel) yang dihasilkan Komposisi biogas bervariasi tergantung
secara anaerobic digestion atau fermentasi dengan asal proses anaerobik yang
anaerob dari bahan organik dengan bantuan terjadi. Biogas hasil fermentasi
bakteri metana seperti Methanobacterium sp. biasanya memiliki konsentrasi metana yang
Bahan yang dapat digunakan sebagai bahan rendah. sekitar 40%.Metana berkadar rendah
baku pembuatan biogas yaitu bahan dalam biogas sebesar itu hanya bisa
biodegradable seperti biomassa (bahan organik dimanfaatkan sebagai bahan bakar dalam
bukan fosil), kotoran, sampah padat hasil kegiatan masak memasak. Guna menaikan
aktivitas perkotaan dan lain-lain. Akan tetapi, kemanfaatan biogas sebagai energi baru
biogas biasanya dibuat dari kotoran ternak terbarukan, perlu dilakukan tahap pemurnian
seperti kerbau, sapi, kambing, kuda dan lain metana secara mudah dan murah. Dengan
lain. sistem/ alat pemurnian (purifikasi) metana,
biogas dapat diaplikasikan sebagaisumber bahan
Proses pembuatan biogas baku energi alternatif.
Fermentasi adalah proses produksi
energi dalam sel dalam keadaan Nilai kalor pembakaran biogas
anaerobik (tanpa oksigen). Secara umum, Panas pembakaran dari suatu bahan
fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi bakar adalah panas yang dihasilkan dari
anaerobik, akan tetapi terdapat definisi yang pembakaran sempurna bahan bakar pada
lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi volume konstan dalam kalorimeter dan
sebagai respirasidalam lingkungan anaerobik dinyatakan dalam kal/kg atau Btu/lb. Panas
dengan tanpa akseptor elektron eksternal. pembakaran dari bahan bakar bisa dinyatakan
Proses pembuatan biogas dilakukan dalam HighHeating Value (HHV) dan Lower
secara fermentasi yaitu proses terbentuknya gas Heating Value (LHV). High Heating Value
metana dalam kondisi anaerob dengan bantuan merupakan panas pembakaran dari bahan bakar
bakteri anaerob di dalam suatu digester yang di dalamnya masih termasuk latent heat
sehingga akan dihasilkan gas metana (CH4) dan dari uap air hasil pembakaran.Low Heating
gas karbon dioksida (CO2) yang volumenya Value merupakan panas pembakaran dari bahan
lebih besar dari gas hidrogen (H2), gas nitrogen bakar setelah dikurangi latent heat dari uap air
(N2) dan gas hydrogen sulfida (H2S). Proses hasil pembakaran
fermentasi memerlukan waktu 7 sampai 10 hari
untuk menghasilkan biogas dengan suhu Karbon aktif
optimum 35 oC dan pH optimum pada range 6,4 Karbon aktif adalah karbon yang
7,9. Bakteri pembentuk biogas yang diproses sedemikian rupa sehingga pori
digunakan yaitu bakteri anaerob seperti porinya terbuka, dan dengan demikian akan
Methanobacterium, Methanobacillus, mempunyai daya serap yang tinggi. Karbon
Methanococcus dan Methanosarcina. aktif merupakkankarbon yang bebas serta
memiliki permukaan dalam (internal surface),
Komposisi biogas sehingga mempunyai daya serap yang baik.
Keaktifan daya menyerap dari karbon aktif ini
Tabel 1. Komposisi biogas tergantung dari jumlah senyawa kabonnya yang
berkisar antara 85 % sampai 95% karbon bebas.
No. Komponen Satuan Komposisi Karbon aktif yang berwarna hitam, tidak
(%) berbau, tidak terasa dan mempunyai daya serap
1 Gas metana %Vol 55-75 yang jauh lebih besar dibandingkan dengan
2 Karbon %Vol 24-45 kabon aktif yang belum menjalani proses
dioksida aktivasi, serta mempunyai permukaan yang
3 Nitrogen %Vol 0-0,3 luas, yaitu memiliki luas antara 300 sampai
2000 m/gram.
4 Hidrogen %Vol 1-5 Karbon aktif ini mempunyai dua
5 Karbon %Vol 0,1 bentuk sesuai ukuran butirannya, yaitu karbon
monoksida aktif bubuk dan karbon aktif granular (butiran).
6 Oksigen ppm 0,1-0,5 Karbon aktif bubuk ukuran diameter butirannya
kurang dari atau sama dengan 325 mesh.
7 Hidrogen ppm 0,1-3 Sedangkan karbon aktif granular ukuran
sulfida diameter butirannya lebih besar dari 325 mesh

Jurnal Teknik Kimia No. 2, Vol. 21, April 2015 Page | 35


Ada 2 tahap utama proses pembuatan ribuan meter persegi. Karbon aktif yang atom-
karbon aktif yakni proses karbonasi dan proses atomnya merupakan atom-atom karbon yang
aktifasi. dapat berfungsi sebagai bahan penyerap.
Dijelaskan bahwa secara umum proses
karbonisasi sempurna adalah pemanasan bahan
baku tanpa adanya udara sampai temperatur Klasifikasi membran
yang cukup tinggi untuk mengeringkan dan Berdasarkan ukuran pori, membran
menguapkan senyawa dalam karbon. Pada dapat dibedakan dibagi menjadi 2 yaitu:
proses ini terjadi dekomposisi termal dari bahan 1. Membran berpori (porous membran)
yang mengandung karbon, dan menghilangkan Prinsip pemisahan membran berpori
spesies non karbonnya. Proses aktifasi bertujuan didasarkan pada perbedaan ukuran partikel
untuk meningkatkan volume dan memperbesar dengan ukuran pori membran. Membran
diameter pori setelah mengalami proses jenis ini biasanya digunakan untuk proses
karbonisasi, dan meningkatkan penyerapan. mikrofiltrasi (melewatkan air, menahan
Pada umumnya karbon aktif dapat di aktifasi mikroba) dan ultrafiltrasi (melewatkan air
dengan 2 (dua) cara, yaitu dengan cara aktifasi menahan garam mineral).
kimia dan aktifasi fisika. 2. Membran non pori (non-porous membran)
1. Aktifasi kimia, arang hasil karbonisasi Prinsip pemisahannya didasarkan pada
direndam dalam larutan aktifasi sebelum perbedaan kelarutan dan berdifusi. Membran
dipanaskan. Pada proses aktifasi kimia, dengan jenis ini digunakan untuk proses
arang direndam dalam larutan pengaktifasi permeasi gas dan perevaporasi.
selama 24 jam lalu ditiriskan dan dipanaskan
pada suhu 600 9000oC selama 1 2 jam. Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya
2. Aktifasi fisika, yaitu proses menggunakan Banyak penelitian yang telah
gas aktifasi misalnya uap air atau CO2 yang dilakukan oleh para ilmuan sebelumnya tentang
dialirkan pada arang hasil karbonisasi. pemurnian Biogas. Penelitian yang dilakukan
Proses ini biasanya berlangsung pada para ilmuan sebelumnya adalah pemurnian
temperatur 800 11000oC. dengan menggunakan berbagai adsorber.
Penelitian ini dilakukan dengan pemilihan
Adsorpsi dengan karbon aktif adsorber, perlakuan, dan kondisi yang berbeda,
Adsorpsi adalah suatu proses yang diantaranya adalah sebagai berikut :
terjadi ketika suatu cairan maupun gas terikat 1. Kwartiningsih,Endang, Fakultas Teknik
kepada suatu padatan dan akhirnya membentuk UNS,2007. Pemurnian Biogas dari
suatu lapisan film (lapisan tipis) pada Kandungan Hidrogen Sulfida (H2S)
permukaan padatan tersebut. Berbeda dengan Menggunakan Larutan Absorben dari Besi
absorpsi, dimana fluida terserap oleh fluida Bekas (Besi Rongsok). Biogasdimurnikan
lainnya membentuk suatu larutan. Mirip dengan menggunakan larutan absorben Fe-
dengan tegangan permukaan,adsorpsi EDTA 0,2 M dan larutan absorben Fe-
merupakan konsekuensi dari energi permukaan. EDTA 0,1 Mdengan variasi tinggi dan
Namun,atom pada permukaan adsorben tidak diameter kolom serta laju alir.
sepenuhnya dikelilingi oleh atom adsorben lain 2. Mutiari, Anies, S2 Teknik Kimia UGM,
dan karena itu dapat menarik adsorbat. Zat yang 2011. Kesetimbangan dan Proses
diserap disebut adsorbat sedangkan zat Kecepatan pada Mekanisme Penjerapan
penyerap disebut dengan adsorben. Karbondioksida (CO2) Menggunakan Strong
Molekul-molekul yang mempu-nyai Base Anion Exchange Resin Untuk
diameter lebih kecil dari saluran masuk karbon Purifikasi Biogas. Biogas dimurnikan
aktif akan terserap dari bagian permukaan ke dengan menggunakan Strong Base Anion
pusat rongga tersebut. Sedangkan untuk Exchange Resin untuk meneliti
molekul-molekul yang ukurannya lebih besar kesetimbangan dan proses kecepatan yang
dari saluran masuk rongga tidak dapat masuk ke hanya terkhusus pada mekanisme
dalamkarbon aktif.Berarti karbon aktif dapat penyerapan CO2.
digunakan sebagai penjernih ataupun 3. Aditya, Kusuma, UNDIP, 2012. Pemurnian
menghilangkan busuk. Pada karbon aktif Biogas dari Kandungan Hidrogen Sulfida
terdapat banyak pori berukuran nano hingga (H2S) dengan NaOH, CuSO4, Fe2(SO4)3
mikrometer. Sedemikian banyaknya pori Dalam Packed Coloumn Secara Kontinyu
sehingga dalam satu gram karbon aktif bila Proses purifikasi menggunakan NaOH,
semua dinding rongga pori direntangkan, luas CuSO4, Fe2(SO4)3 Dalam Packed Coloumn
permukaannya dapat mencapai ratusan hingga

Jurnal Teknik Kimia No. 2, Vol. 21, April 2015 Page | 36


Secara Kontinyu dengan rentang waktu 3. Atur laju alir biogas menuju membran
proses hingga 170 menit. karbon aktif.
4. Edbert, Budi levi, UNSRI, 2013. 4. Ambil sampling outlet biogas yang keluar
Peningkatan Persentase Metana Dalam dari digester dan masukkan ke dalam
Kualitas Biogas Sebagai Bahan Bakar tempat penyimpan sampel biogas.
Alternatif Menggunakan Zeolit dan Karbon 5. Ambil sampling outlet biogas dari digester
Aktif. Biogas dipurifikasi menggunakan dan lakukakan pengadsorpsian dengan
zeolit dan karbon aktif yang dimasukkan rangkaian alat pengadsorpsi dengan
kedalam kolom adsorpsi berbagai macam komposisi membran yang
5. Dermawan, Arrizky, UNSRI, 2014. telah disiapkan.
Peningkatan Persentase Metana Dalam 7. Ambil sampling outlet biogas yang keluar
Kualitas Biogas Sebagai Bahan Bakar dari membrandan masukkan ke dalam
Alternatif Menggunakan Karbon Aktif. tempat penyimpan sampel biogas.
Pemurnian biogas dilakukan dengan 8. Ukur kadar metana dari masing-masing
menggunakan kolom adsorpsi dengan sampling.
variasi laju alir.
Flowheet purifikasi biogras
2. METODOLOGI PENELITIAN

Tempat dan Waktu


Penelitian ini akan dilakukan di
Peternakan sapi Tumbuh Bersama, yang
berada di Desa Sukamulya, Kecamatan
Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumetra
Selatan.Waktu pelaksanaan direncanakan
selama 3bulan , yaitu pada bulan September
2013 sampai November 2013.

Alat dan Bahan


a. Alat
1. Digester volume 2000 liter
Gambar 1. Gambar flowsheet purifikasi biogas
2. Pipa PVC diameter 3 inci
3. Selang diameter 0,5 inci
4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4. Housing membran
Pada penelitian ini, pemurnian biogas
5. Gas valve
dilakukan dengan proses adsorpsi dengan
6. Tempat penyimpan sampel gas
menggunakan membran setinggi 30 cm, dengan
7. Kompresor
diameter dalam 1 inchi dan diameter luar 2,5
b. Bahan
inchi, komposisi karbon dalam membran
1. Kotoran sapi
sebagai variabel berubahnya, yaitu 40%, 50%,
2. Membran karbon aktif
dan 60% dengan campuran tanah liat sebagai
3. Tanah liat
perekat. Variabel yang menjadi variabel tetap
adalah laju alir dan juga bahan baku kotoran
Variabel Penelitian
sapi sebagai bahan baku penghasil biogas. Pada
a. Variabel berubah
sample awal tanpa perlakuan membran
1. Komposisi karbon aktif dan tanah liat
didapatkan komposisi metana sebesar 54.59%.
dalam membran
Persentase ini dapat dikatakan besar mengingat
b. Variabel tetap
dari studi beberapa literatur mengatakan biogas
1. Suhu
murni memiliki kadar metana sekitar 40%. Hal
2. Laju alir
ini disebabkan karena sapi yang menghasilkan
3. Tekanan
kotoran bahan baku biogas diberikan pakan
rumput-rumput dan daun yang masih segar. Hal
Prosedur Penelitian
ini menyebabkan pencernaan makanan di dalam
1. Masukkan bahan baku berupa kotoran sapi
perut sapi berjalan dengan baik sehingga bakteri
dan air ke dalam digesterdengan
Methanobacterium spdapatberkembang biak
perbandingan 1 : 1.
dengan sangat baik dan feses yang dikeluarkan
2. Fermentasikan bahan baku hingga
oleh sapi mengandung banyak sekali bakteri
terbentuk biogas kurang lebih 14 hari.
tersebut.

Jurnal Teknik Kimia No. 2, Vol. 21, April 2015 Page | 37


Masing-masing sampel biogas masih tersisa sebesar 29,44 %. Sedangkan pada
diberikan perlakuan yang sama yakni dialirkan sampel ke-4 memiliki persentase nitrogen
kedalam balon penampung gas dengan laju alir sebesar 26,67 %
2 cc/min. pada sample ke-2 diperlakukan
adsorpsi menggunakan membran dengan 35% 32,86%
Karbon
campuran karbon aktif dan tanah liat sebesar 30,01% 29,44%
30% Aktif 0 %
40:60 persen berat, menghasilkan biogas dengan 26,67%
kadar metana sebesar 56,27 %. Pada sample ke- 25% Karbon
Aktif 40 %
3 diperlakukan adsorpsi menggunakan membran 20%
dengan campuran karbon aktif dan tanah liat Karbon
sebesar 50:50 persen berat, menghasilkan 15% Aktif 50 %
biogas dengan kadar metana sebesar 57,08 %. 10%
Karbon
Pada sample ke-4 diperlakukan adsorpsi Aktif 60 %
5%
menggunakan membran dengan campuran
karbon aktif dan tanah liat sebesar 60:40 persen 0%
berat, mengasilkan biogas dengan kadar metana
sebesar 60,80 %.
Gambar 3. Persentase nitrogen dalam sampel
biogas
Pengaruh komposisi karbon aktif terhadap
Dari data hasil analisa didapat sampel
persentase metana
Dari data hasil analisa keempat sampel ke-4 memiliki persentase nitrogen yang paling
diatas, menunjukkan adsorbsi dengan membran sedikit.Hal ini menunjukkan bahwa kuantitas
karbon aktif tiap membran juga mempengaruhi
campuran karbon aktif sebesar 60%, sampel ke-
persentase nitrogen yang terdapat di dalam
4, memiliki persentase metana yang paling
biogas.Hal ini disebabkan karena jumlah karbon
tinggi. Hal ini terjadi karena dengan kuantitas
karbon aktif yang paling banyak dalam aktif dalam membran mempengaruhi banyaknya
membran, membuat lebih banyak karbon aktif adsorpsi nitrogen yang terjadi.Pori-pori
membran karbon aktif dapat menahan molekul-
yang dapat mengasorpsi lebih banyak zat
molekul nitrogen untuk tidak dapat melewati
pengotor.Sedangkan metana yang terdapat
membran.Selanjutnya molekul nitrogen
dalam biogas dapat melewati pori-pori karbon
tertempel di permukaan karbon aktif sehingga
pada membran sehingga tidak ikut terserap.
persentase nitrogen menjadi menurun.
70%
60,80% Karbon
57,08% Pengaruh komposisi membran terhadap
60% 54,59% 56,27% Aktif 0 % persentase karbon dioksida
50% Karbon Analisa juga dilakukan untuk menguji
Aktif 40 % persentase karbon dioksida yang terdapat
40% Karbon didalam biogas.Pada sample ke-1 memiliki
Aktif 50 % persentase karbon sebesar 0,48 %.Pada sampel
30% ke-2 memiliki persentase karbon dioksida
Karbon
Aktif 60 % sebesar 0.23 %.Pada sempel ke-3 memiliki
20%
persentase karbon dioksida sebesar 0,17 %,
10% sedangkan sampel ke-4 memiliki persentase
karbon dioksida sebesar 0,19 %.
0%
0,6%
Gambar 2. Persentase metana dalam sampel Karbon Aktif
0,48% 0%
biogas 0,5%
Karbon Aktif
40 %
Pengaruh komposisi karbon aktif terhadap 0,4%
Karbon Aktif
persentase nitrogen 50 %
0,3%
Analisa persentase nitrogen juga 0,23% Karbon Aktif
dilakukan terhadap ke-4 sampel biogas.Pada 0,2% 0,17% 0,19% 60 %
sampel tanpa perlakuan (ke-1), persentase
nitrogen yang terdapat dalam biogas sebesar 0,1%
32,86 %. Pada sampel yang ke-2 dengan
0,0%
perlakuan yang sama seperti pada uji metan
diatas, memiliki persentase nitrogen sebesar Gambar 4. Persentase karbon dioksida dalam
30,01 %. Pada sampel ke-3, nitrogen yang sampel biogas

Jurnal Teknik Kimia No. 2, Vol. 21, April 2015 Page | 38


Dari data hasil analisa didapat bahwa argon yang ada dalam biogas, dapat ditahan
sampel ke-3 memiliki persentase karbon oleh pori-pori membran karbon aktif, yang
dioksida yang paling kecil yaitu sebesar 0,17 menyebabkan persentase argon semakin
%.Hal ini menunjukkan adanya kesalahan yang menurun seiring bertambahnya kuantitas karbon
bisa saja terjadi sewaktu melakukan adsorpsi aktif yang digunakan dalam membran.
ataupun sewaktu melakukan analisa gas. Pada penelitian ini kandungan yang
Mengingat bahan yang dianalisa adalah gas, terdapat dalam biogas adalah nitrogen(N2),
maka rentan terjadi kebocoran dan masuknya argon (Ar), karbon dioksida (CO2), dan
udara dari luar saat proses pengambilan sampel metana(CH4, jadi selektivitas penyerapan gas-
ataupun analisa. Karena seharusnya sampel ke-4 gas menggunakan membran karbon aktif hanya
sebagai sampel yang memiliki persentase pada besar molekul. Pada karbon aktif, volume
karbon dioksida yang paling sedikit.Hal ini dan ukuran diameter yang terdapat pada ruang
dikarenakan padaa sampel ke-4 dilakukan hampa dalam kristal karbon aktif yang menjadi
adsorpsi dengan memnggunakan membran yang dasar pemanfaatansebagai bahan/material
memiliki kuantitas biogas yang paling penyaring atau molecular sieving.Karbon aktif
tinggi.Molekul-molekul karbon dioksida yang mempunyai 3 jenis pori, yaitu mikropori
terdapat didalam biogas tertahan oleh pori-pori (ukuran sampai 2 Nanometer), mesopori
membran karbon aktif.Hal ini yang (ukuran 2-50 Nanometer) dan makropori
menyebabkan molekul karbon dioksida tertahan (ukuran lebih dari 50 Nanometer). Makropori
dipermukaan pori-pori membran. dan mesopori merupakan jalan masuk partikel
menuju mikropori, dan pada bagian mikropori
Pengaruh komposisi karbon aktif terhadap inilah sebagian besar peristiwa adsorpsi terjadi.
persentase argon Molekul-molekul yang mempunyai diameter
Analisa juga dilakukan untuk menguji lebih kecil dari pori-pori karbon aktif akan
persentase argon didalam biogas.Pada sampel terserap dari bagian permukaan ke pusat rongga
tanpa perlakuan (ke-1) didapat persentase argon tersebut. Sedangkan untuk molekul-molekul
sebesar 12,05 %.Pada sampel ke-2 didapat yang ukurannya lebih besar dari saluran masuk
persentase argon sebesar 13,46 %. Pada sampel rongga tidak dapat masuk ke dalam pori-pori
ke-3 didapatkan persentase argon sebesar 13,28 karbon aktif.
%, sedangkan pada sampel ke-4 didapatkan Nitrogen, argon dan karbon
persentase argon sebesar 12,31 % dioksidadapat tertahan oleh pori-pori membran
16%
karbon aktif dan tertempel pada pori-pori
membran tersebut sehingga mengakibatkan
13,46% 13,28%
14% Karbon penurunan persentasenitrogen(N2), argon (Ar),
12,05% 12,31%
Aktif 0 % karbon dioksida (CO2). Kondisi sebaliknya
12%
terjadi pada metana (CH4), molekul metana
Karbon
10% dapat melewati pori-pori yang terdapat dalam
Aktif 40
8% % karbon aktif sehingga CH4 yang terdapat dalam
Karbon biogas ketika dialirkan ke membran karbon aktif
6% Aktif 50
dapat lolos melalui rongga-rongga membran.
%
4% Karbon
Aktif 60 4. KESIMPULAN
2% %

0% 1. Adsorpsi dengan menggunakan membran


karbon aktif dapat digunakan untuk
Gambar 5. Persentase argon dalam sample
meningkatkan persentase metana dalam
biogas
peningkatan kualitas biogas.
Dari data hasil analisa, didapat bahwa
2. Semakin tinggi kuantitas karbon aktif yang
sampel ke-1 memiliki persentase argon yang digunakan sebagai bahan dasar membran
paling kecil sebesar 12,05 % %.Hal ini juga maka akan menghasilkan persentase
menunjukkan masih adanya kesalahan-
metana yang semakin tinggi pula.
kesalahan yang terjadi pada saat pengambilan
3. Biogas dengan persentase metana sebesar
sampel ataupun pada saat anlisa sampel.Karena
60,80 % adalah hasil terbaik yang didapat
karbon aktif seharusnya dapat mengadsorpsi dari penelitian ini.
argon yang terdapat dalam biogas, sehingga
sampel ke-4 dengan kuantitas karbon aktif
DAFTAR PUSTAKA
terbanyaklah yang seharusnya paling bagus
Abbasi, T and Tauseef S.M. 2012. Bogas
dalam mengadsorpsi argon.Molekul-molekul
Energy. India : Springer

Jurnal Teknik Kimia No. 2, Vol. 21, April 2015 Page | 39


Akbar, M. Ali. 2010. Pembuatan Membran
Mikrofilter Zeolit Alam dengan
Penambahan Semen Portland Putih.
Skripsi Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah.
Hambali, Eliza., dkk, 2007. Teknologi
Bioenergi. Agromedia : Jakarta.
Hamidi, Nurkholis, dkk.2011. Peningkatan
Kualitas Bahan Bakar Biogas Melalui
Proses Pemurnian Dengan Zeolit Alam.
Jurnal Rekayasa Mesin Vol.2, No. 3
Tahun 2011 : 227-231
McCabe, W.L.1999. Operasi Teknik Kimia Jilid
1. Jakarta : Erlangga.
Price,E.C and Cheremisinoff,P.N.1981.Biogas
Production and Utilization.Ann Arbor
Science Publishers, Inc .United States of
America
Reynold, T.D.1981. Unit Operation and Process
in Environmental Engineering.
University Wadswort Inc. A and M
Texas.
Shannon, R. 2000. Biogas conference
proceedings. [online]
http://www.rosneath.com.all
/ipc6/ch08/shannon2/. Diakses pada 24
Maret 2015.
Sugiarto, dkk. 2013. Purifikasi Biogas Sistem
Kontinyu Menggunakan Zeolit. Jurnal
RekayasaMesin Vol.4, No.1 Tahun 2013
1-10

Jurnal Teknik Kimia No. 2, Vol. 21, April 2015 Page | 40