Anda di halaman 1dari 28

LAPORAN KEGIATAN PERCOBAAN MODUL B

OLEH ; KELOMPOK 4

Anggota;

1. MARDIATI,SPd
2. ITNA FAUZA,S.Pd
3. SILFIA FEBRIANI,S.Pd
4. YUSNA YETTI S.Pd
5. USMAR DEWITA.S.Pd
6. DELLI SURYANI.S.Pd

LEMBAR KEGIATAN 1 ENERGI POTENSIAL

KASUS .

Dua buah benda yang memiliki massa dan bahan yang sama, jauh dari ketinggian yang berbeda

h1

A.

B. h2

Pertanyaan

1. Menurut anda benda manakah yang memiliki energi potensial yang lebih besar ?

Jawaban ; Benda A
Karena benda A mempunyai jarak menjauhi bumi, semakin jauh jarak benda dari bumi maka
energi yang tersimpan dalam sistem merupakan hasil interaksi grafitasi antara benda dan bumi
dengan bumi

rumus Ep = m x g x h
dimana
m = massa bend ( Kg)
g = percepatan grafitasi (m/det)
h = tinggi (m)

2. Buktikanlah jawaban anda dengan sebuah percobaan


a. Buat langkah-langkah percobaan dengan menggunakan alat dan Bahanberikut
Kalereng
Plastisin
Penggaris
Air
Pipet Tetes
Jawab; Langkah-langkah percobaan
PERCOBAAN ENERGI POTENSIAL

Tujuan
Mengetahui besar energi potensial gravitasi suatu benda
Alat dan bahan
Kelereng kecil, kelereng besar
Air,
Plastisin (lilin mainan yang dicairkan)
Penggaris
pipet tetes
Gambar

sebuah kelereng dijatuhkan dari ketinggian ( h)

Energi potensial gravitasi benda pada ketingggian h.

Cara kerja

1. Siapkan alat dan bahan.


2. Jatuhkan kelereng besar dari ketinggian 30 cm tepat di atas plastisin. Amati bekas
yang terjadi pada plastisin.
3. Ulangi kegiatan tersebut dengan menjatuhkan kelereng yang sama tepat di atas
plastisin pada ketinggian satu meter. Amati kembali bekas yang ditunjukkan pada
platisin. Catat perbedaan yang terjadi pada kedua kegiatan tersebut.
4. Ulangi kegiatan di atas dengan menjatuhkan kelereng kecil di atas plastisin pada
ketinggian 60 cm.
5. Amati bekas yang terjadi pada plastisin.
6. Catat perbedaannya dengan bekas kelereng yang besar.
7. isilah gelas dengan air dan jatuhkan kelereng kedalam air amatilah apa yang terjadi

Jika kelereng dijatuhkan kedalam cairan terjadi 3 gaya yang bekerja


gaya archimedes
gaya gesek dan
gaya berat.

F = W = mg. Jadi, usaha yang diperlukan untuk mengangkat benda setinggi h adalah:

W = F.S = W = m.g.h

Dengan demikian, benda yang berada pada ketinggian h mempunyai potensi untuk melakukan usaha
sebesar W = m.g.h
sehingga dapat digambarkan sbb;

Energi potensial benda yang mula-mula berada pada ketinggian h1.

Besarnya usaha yang dilakukan oleh gaya berat adalah:

W = m.g.h1 m.g.h2
W = m.g.(h1 h2) = -m.g(h2 h1)
W = - Ep

b. Tulislah Data Hasil Pengamatan Anda


Jawab ;

Menurut pengamatan kami ; hal ini menunjukkan bahwa besarnya energi potensial
gravitasi sebanding denganketinggian (h)dan massa benda (m)

E p : h dan E p : m

sehingga :
E p = mgh dimana

E p= energi potensial (J)


m= massa benda (kg)
g = konstanta gravitasi (m/s2
h= ketinggian (m)

3. Apakah jawaban anda pada No 1 diatas (Hipotesis sementara) sesuai dengan hasil percobaan
anda?
jawab; ya

4. Kesimpulan
Energi Potensial adalah energi yang dimiliki karena kedudukan nya
semakin tinggi ketinggian dari bumi maka benda memiliki energi potensial grafitasi
Energi potensial merupakan energi yang masih tersimpan atau tersembunyi pada benda,
sehingga mempunyai potensi untuk melakukan usaha. Misalnya, sebuah benda dengan
massa m diangkat dari permukaan tanah sampai ketinggian h dari tanah
Jadi, benda-benda yang jatuh bebas dari ketinggian yang sama di tempat yang sama
(percepatan gravitasinya sama) akan jatuh dalam waktu yang sama.
LEMBAR KEGIATAN 2 PEROBAHAN BENTUK ENERGI

1. Apakah yang terjadi ketika bola dijatuhkan pada lantai


Jawab ; Memantul

2. Mengapa demikian
karena : karena bola memberikan gaya aksi kelantai dan lantai memberikan reaksi pada bola
(Hukum Newton III)

3. Perhatikan sebuah bola yang menggelinding pada bidang berikut


Faktor apa yang mempengaruhi energi Potensial bola sebelum Menggelinding?
Bentuk benda
Ukuran benda
Permukaan benda
4. Identifikasi Perobahan energi yang terjadi pada bola.dengan mengabaikan gesekan
gambarkan perobahan bentuk energi dalam bentuk diagram lingkaran
jawab :

dapat digambarkan dengan diagram berikut ;

atau dapat juga digambarkan sbb


4. identifikasi energi pada bola

Ek = min ,Ep = Maxs. Ep = mgh

Ep > Ek Ep > Ek

Ek =Maxs.
LEMBAR KEGIATAN 3 ENERGI PEGAS

1. Tujuan
1. Menentukan konstanta pegas suatu pegas
2. Menentukan Enwrgi potensial suatu pegas

2. landasan teori
Hukum Hooke
Jika sebuah pegas ditarik dengan gaya tertentu, maka panjangnya akan berubah.Semakin
besar gaya tarik yang bekerja, semakin besar pertambahan panjang pegastersebut. Ketika
gaya tarik dihilangkan, pegas akan kembali pada keadaan semula. Jika beberapa
pegas ditarik dengan gaya yang sama, pertambahan panjang setiap pegas akan berbeda.

Perbedaan ini disebabkan oleh karakteristik setiap pegas. Karakteristik suatu pegas
dinyatakand engan konstanta pegas (k).Hukum Hooke menyatakan bahwa sebuah pegas
ketika diberi gaya tarik F akan bertambah panjang sejauh x, dan dalam kasus ini berlaku:
F = k.x

Dengan:

F = gaya tarik (N)


k = tetapan pegas (N/m)
x = pertambahan panjang akibat gaya (m)

Energi Potensial Pegas (Ep) dan Usaha (W) untuk Meregangkan Pegas

Energi potensial adalah energi yang dimiliki benda karena kedudukannya terhadapsuatu
acuan.Energi potensial pegas dihitung berdasarkan acuan titik setimbangnya,
sehinggasaat pegas menyimpang sejauh x akan memiliki energi potensial yang besarnya:

Ep = 1/2 kx

Usaha yang diperlukan untuk meregangkan pegas akan setara dengan perubahanenergi
potensial pada pegas akibat usikan peregangan tersebut,
sehingga :

W = 1/2 kx2
3. Alat dan Bahan

1. Pegas Spiral 2 buah


a. Statif 1 buah
b. Mistar 30 cm 1 buah
c. Beban Pemberat 1 set
d. Statif

Gambar percobaan
4. Prosedur Percobaan:

1. Rangkai dan Susunlah alat seperti gambar berikut.


2. Ukurlah Panjang Pegas Mula-mula sebelum diberi beban

3. Pada kaitan Pegas gantungkan massa 50 gram,catat Perubahan Panjang Pegas dalam
tabel Pengamatan
4. Ulangi kegiatan pada langkah 2 dengan beberapa massa berbeda,catat pertambahan
panjang pegas.
5. Hitunglah konstanta masing-masing pegas dengan menggunakan persamaan :

k = F/x

dimana k = konstanta ( Nm)


F = Gaya beban Pemberat ( N )
x = Pertambahan Panjang Pegas (m)

5. Data Tabel Pengamatan


Massa Beban Pertambahan Panjang Pegas Konstanta Pegas
( Gram) ( Cm ) ( N/m)
50 1,3 0,38

70 5,3 1,3

90 6,3 1,4

110 6,9 1,5

6. Ulangi kegiatan diatas untuk pegas lainnya,masukkan hasil Pengamatan pada tabel
berikut
Massa Beban Pertambahan Panjang Konstanta Pegas Konstanta Pegas
(Gram) Pegas (cm) ( N/m ) Rata-Rata
50 0,3 0.1 0,2

70 0,4 0,1 0,7

90 0,8 0,01 0,7

110 0,9 0,12 0,8

7. Tentukan Konstanta rata-rata pegas


8. Buatlah Grafik antara Gaya Berat ( F = m.g ) dengan Pertambahan Panjang Pegas
( x ) pada kertas grafik milimeter Block
gambar ( a ) Gambar (b)

9. Hitunglah besar energi yang dimiliki pegas dari grafik tersebut.


10. kesimpulan
1. Setiap bahan memiliki konstanta pegas yang berbeda.
2. Apabila sebuah pegas diberi gaya dan dilepaskan maka pegas tersebut
akan kembali kebentuk awalnya.
3. Besarnya konstanta pegas dan x mempengaruhi besarnya energi potensial pegas.
4. Semakin besar nilai konstanta, maka nilai energi potensial yang didapat
juga semakinbesar. Sebaliknya semakin kecil nilai konstanta, maka semakin besar
nilai energi potensial.
5. Sifat elastis adalah sifat bahan yang selalu berusaha
menghambat perubahan bentuknyadan cenderung mengenbalikanyya ke bentuk
semula. Benda yang memiliki sifat inidinamakan dengan benda elastis.
6. Perubahan panjang suatu pegas berbanding lurus (linier) dengan gaya tarik atau
gayatekan yang diberikan pada pegas tersebut.
7. Semakin berat beban yang digunakan semakin besar pula konstanta pegasnya.
8. Konstanta pegas berbanding lurus dengan massa dan gravitasi bumi
serta berbanding terbalik dengan x.
9. Jika sebuah pegas ditarik oleh gaya yang besarnya tidak melebihi batas
elastisitas pegas,pegas tersebut bertambah panjang sebanding dengan besarnya
gaya yang makamempengaruhi pegas tersebut.
10. Jika gaya tarik tidak melampaui batas elastis pegas, maka pertambahan panjang
pegas berbanding lurus (sebanding) dengan gaya tariknya.
LEMBAR KERJA 4 USAHA

1. TUJUAN PERCOBAAN
Menentukan besarnya usaha pada bidang datar.

2. ALAT DAN BAHAN


3. Balok Kecil
4. Balok Besar
5. Penggaris
6. Dynamometer
7. Timbangan
3. Materi
Dalam kehidupan sehari-hari usaha artinya kerja
Pengertian usaha dalam Fisika,
usaha merupakan proses perubahan Energi dan usaha ini selalu dihubungkan dengan gaya (F)
yang menyebabkan perpindahan (s) suatu benda. Dengan kata lain, bila ada gaya yang
menyebabkan perpindahan suatu benda, maka dikatakan gaya tersebut melakukan usaha
terhadap benda
dirumuskan secara matematis dapat ditulis sebagai berikut:

W= Fxs

W : Besar Usaha (kg . m2/s2, joule atau newton . meter)


F : Besar komponen gaya pada arah perpindahan (Newton)
s : Besar perpindahan (m)

Jika gaya yang bekerja membentuk sudut dengan arah perpindahan, perhatikan gambar
dibawah ini

Sebuah benda yang bermassa m ditarik dengan gaya F dan jika membentuk sudut dengan
horisontal. Jika gaya yang melakukan usaha membentuk sudut dengan perpindahan s, maka
gaya tersebut dapat diuraikan ke dalam dua komponen, yaitu :

Komponen y : Fy= F sin

Komponen x, gaya yang searah dengan perpindahan :

Fx= F cos

Sesuai dengan rumus Fs merupakan komponen gaya pada arah perpindahan, maka pada rumus F
s digantikan dengan F cos dan dapat dituliskan
sebagai: W = Fy . s = F cos .s = F s cos

4. Prosedur /Langkah percobaan


1. Timbanglah massa balok dari kayu yang tersedia
2. Letakkan alat diatas meja dan rakitlah seperti gambar
3. Buatlah garis A sebagai acuan awal balok mulai bergerak seperti gambar dibawah
4. Tariklah dinamo meter dengan jarak sebesar 20 cm.30 cm,dan 50 cm dan catat
pengamatanmu pada tabel. A
F B

F
gambar

W=Fxs

Tabel 1
No Massa Balok Besar Gaya ( N) Jarak ( m ) Usaha ( J )
(Kg)
1 50 0,5 0,2 0,1
2 75 0,7 0,2 0,14
3 90 0,9 0,2 0,18

5. Ganti lah balok besar dengan kecil


6. lakukan percobaan seperti langkah diatas
7. Catat hasil pengamatan dalam tabel

Tabel 2
No Massa balok Kecil ( Kg) Gaya ( N ) Jarak ( m ) Usaha ( J )
1 20 0.2 0,3 0.6
2 40 0.4 0,3 0.12
3 60 0,6 0,3 0,18
5. Pertanyaan
Dari percobaan diatas yang dirasakan terhadap massa balok besar dan kecil adalah :
jika balok besar diperlukan gaya lebih besar dari pada balok yang kecil
sksla dynamometer berbeda
W=FxS
benda dikatakan tidak melakukan usaha jika gaya F = 0

6. Kesimpulan;
Usaha : kerja atau hasil kali gaya dengan perpindahan
satuan usaha adalah Joule
Rumus : W = F x s
Energi kinetik
Peta konsep

Usaha pada benda Energi

perobahan energi energi mekanik


persatuan waktu

DAYA Energi Potensial


PERCOBAAN INGENHOUSZ
1. Tujuan :
Untuk membuktikan adanya gas oksigen sebagai hasil proses fotosintesis.
Untuk mengetahui pengaruh suhu, intensitas cahaya, terhadap kecepatan proses fotosintesis.

2. Latar Belakang Teori :

Setiap makhuk hidup memiliki beberapa ciri atau sifat dasar. Salah satu yang utama
adalah makhluk hidup perlu makanan dan mengeluarkan zat sisa. Apabila kita cermati, sifat dasar
tersebut mengarahkan kita kepada suatu mekanisme yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup
yang disebut dengan metabolisme.
Metabolisme yang terjadi pada setiap jenis makhluk hidup tentunya tidak sama.
Bergantung komponen penyusun makhluk hidup tersebut dari tingkat seluler hingga organisme.
Dalam proses metabolisme terjadi berbagai reaksi kimia baik untuk menyusun maupun
menguraikan senyawa tertentu. Proses penyusunan tersebut disebut anabolisme, sedang proses
penguraiannya disebut katabolisme.
Salah satu contoh proses metabolisme (anabolisme) yang sering kita dengar adalah proses
fotosintesis. Proses tersebut terjadi pada tumbuhan berklorofil, tepatnya pada jaringan tiang /
palisade dan bunga karang pada mesofil daun. Pada sel palisade atau bunga karang, proses ini
terjadi di dalam sebuah organel yaitu kloroplas. Seperti yang telah diketahui, proses ini hanya
dapat terjadi pada saat ada cahaya. Cahaya itu dapat berupa cahaya matahari maupun cahaya
lampu, yang penting dalam cahaya tersebut terdapat sinar putih yang merupakan spektrum cahaya
dari cahaya mejikuhibiniu (merah-jingga-kuning-hijau-biru-nila-ungu). Selain cahaya matahari,
proses fotosintesis juga membutuhkan karbon dioksida dan air.

cahaya
Pada proses fotosintesis ini akan dihasilkan dua senyawa yaitu glukosa dan oksigen.

klorofil
CO2 + H2O C6H12O6 +O2 + H2O

Untuk mengetahui kandungan glukosa sebenarnya dapat diketahui dengan percobaan Sact sedang
untuk mengetahui kandungan oksigen dapat diketahui dengan menggunakan lidi yang membara
seperti pada percobaan Ingenhouz. Akan tetapi pada kesempatan ini, yang akan dilihat bukanlah
kandungannya, akan tetapi kecepatan proses tersebut bila diberi perlakuan yang berbeda beda
terkait suhu, intensitas cahaya, dan NaHCO3. Percobaan kami kali ini merupakan percobaan
Ingenhousz.

3. Alat dan Bahan :

Gelas kimia 1 ltr (2 buah).


Tabung reaksi (1 buah).
Corong Kaca (1 buah).
Kawat penyangga (1 batang).
Termometer (1 buah).
Waskom (1 buah).
Kertas, pensil, penghapus, penggaris, (masing-masing 1 buah)
Hydrilla.
4. Gambar
a b c

d. e

f. g.

5. Langkah Kerja :

1. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan.


2. Memasukkan 2 potongan tanaman hydrilla ke dalam corong. Diusahakan agar tanaman
hydrilla tidak keluar dari corong.
3. Menutup bagian tabung corong dengan tabung reaksi.
4. Memasukkan tiga kawat penyangga ke dalam gelas kimia untuk menjaga keseimbangan
dari corong yang telah diisi dengan hydrilla. Sebaiknya, jarak antara bawah corong
dengan dasar gelas kimia tidak terlalu jauh, sekitar 0,5 cm.
5. Memasukkan gelas kimia ke dalam waskom yang berisi air, diikuti dengan memasukkan
corong yang di dalamnya berisi tanaman hydrilla ke dalam gelas kimia tersebut.
Selanjutnya tutup bagian tabung corong dengan tabung reaksi, diusahakan tidak terbentuk
ruang udara.
6. Meletakkan gelas kimia A di tempat yang teduh.
7. Meletakkan gelas kimia B di tempat yang terbuka (terkena sinar matahari langsung).
8. Mengukur suhu awal masing-masing gelas kimia.
9. Menunggu hingga muncul gelembung-gelembung udara yang tampak pada tabung reaksi.
10. Mengamati dan mencatat banyaknya gelembung yang muncul lalu memasukkan data ke
tabel.
11. Setelah banyak rongga udara yang terbentuk di tabung reaksi, lalu angkat tabung reaksi
perlahan dan tutup rapat agar gas di dalamnya tidak keluar.
12. Memasukkan bara api dari lidi ke atas mulut masing-masing tabung reaksi dan melihat
apa yang terjadi. Ini dilakukan untuk membuktikan ada atau tidaknya oksigen.
13. Mencatat hasil pengamatan.
6. Hasil dan Pembahasan

Hasil Pengamatan
. Hasil pengamatan yang kami lakukan disajikan dalam tabel sebagai berikut :
Ketika diletakkan di tempat yang lansung terkena sinar matahari selama 10 menit terjadi
3 gelembung dan ketika dalam ruangan selama 10 menit 2 gelembung
Perbedaan jumlah gelembung terjadi lebih banyak ditempat yang terkena sinar matahari

Perbedaan jumlah gelembung terjadi disebapkan oleh suhu dan Intensitas cahaya

tabel berikut menunjukkan jumlah gelembung yang terjadi

No. Perangkat Banyaknya gelembung (+/-) Nyala api Keterangan


1. A + Kecil
2. B ++ Sedang

Keterangan:
+ : gelembung yang terbentuk sedikit
+ + : gelembung yang terbentuk sedang

Pada percobaan tentang proses fotosintesis, Hydrilla verticillata dengan panjang yang
telah ditentukan dimasukkan ke dalam corong kaca yang ditutup dengan tabung reaksi dan
kemudian ke dalam beaker glass yang berisi air sampai penuh, apabila dilakukan perlakuan
dengan memberikan cahaya pada Hydrilla verticillata tersebut akan menghasilkan gelembung
udara yang banyak, sedangkan apabila diberi perlakuan dengan ditempatkan pada tempat yang
tidak terdapat cahaya dengan lama pengamatan yang sama, maka Hydrilla verticillata yang
direndam akan mengeluarkan gelembung udara dalam jumlah yang relatif sangat sedikit.
Percobaan yang ditambah larutan NaHCO3 ternyata dapat mempercepat laju fotosintesis.
Fungsi larutan NaHCO3 disini sebagai katalisator dalam reaksi fotosintesis.

Pembahasan

Gelembung yang dihasilkan pada percobaan itu merupakan gas oksigen O2. Gas ini
terbentuk . Gas ini terbentuk karena proses fotolisis dimana air diuraikan menjadi gas oksigen yang
akan muncul berupa gelembung-gelembung dengan persamaan reaksi sebagai berikut:
2H2O 4H+ + O2
Dari persamaan tersebut nampak dihasilkan molekul gas O2 dari penguraian air.
Pada gelas kimia A yang diletakkan di tempat dengan intensitas cahaya rendah, proses
fotosintesisnya ternyata lambat (diketahui dari sedikitnya jumlah gelembung yang dihasilkan). Hal
ini terjadi karena walaupun di dalam air terdapat CO2 terlarut tetapi energi yang tersedia (cahaya)
untuk melakuan proses fotosintesis oleh hydrilla sangat sedikit. Sehingga, walaupun ada bahan
baku, tetapi bila energi untuk mengolah tidak ada maka tidak akan terbentuk hasil.
Pada gelas kimia B dengan kondisi normal (tempat terkena cahaya matahari langsung),
proses fotosintesis berjalan cepat karena pada air sebenarnya telah terdapat sejumlah CO2 terlarut
dan mendapat energi yang banyak untuk melakukan proses fotosintesis tersebut.. Hal ini
disebabkan, walaupun keduanya sama sama memiliki energi untuk produksi yang melimpah
tetapi jumlah cahaya yang tersedia tidak sama.
Dari hasil percobaan, semua tanaman Hydrilla verticillata pada setiap corong
mengeluarkan gelembung-gelembung udara. Gelembung-gelembung ini terkumpul pada dasar
tabung reaksi yang dalam keadaan terbalik, sehingga membentuk rongga udara. Gas yang
terkumpul ini akan diuji coba dengan menggunakan bara api dari lidi. Seperti yang diketahui, api
dapat menyala jika ada oksigen disekitarnya. Untuk membuktikan apakah gelembung udara yang
terkumpul tersebut mengandung oksigen, maka praktikan memasukkan bara api dari lidi ke mulut
tabung reaksi. Ketika bara api dari lidi dimasukkan, ternyata bara api tersebut
menyala(mengeluarkan api). Hal tersebut membuktikan bahwa dalam proses fotosintesis gas yang
dihasilkan adalah oksigen. Ini ditunjukan dengan menyalanya bara api yang didekatkan dengan
mulut tabung reaksi yang berisi gas hasil dari fotosintesis.
7. Kesimpulan

Terbukti bahwa dalam proses fotosintesis menghasilkan gas oksigen. Ini ditunjukan
dengan menyalanya bara api yang didekatkan dengan mulut tabung reaksi yang berisi gas
hasil dari fotosintesis.
Faktor suhu yang rendah akan memperlambat terjadinya proses fotosintesis. Hal ini
bukan berarti suhu yang sangat tinggi akan membuat proses fotosintesis menjadi cepat,
justru tanamannya akan mati. Suhu yang optimallah yang akan membuat proses
fotosintesis menjadi maksimal.
Faktor intensitas cahaya yang terang (cukup/optimal) akan membuat proses fotosintesis menjadi
cepat tetapi bila cahaya yang tersedia sedikit, proses fotosintesis menjadi lambat.
Faktor kadar CO2 terlarut yang melimpah akan mengakibatkan proses fotosintesis berjalan
dengan cepat karena CO2 merupakan bahan baku dari proses fotosintesis.
Suhu, intensitas cahaya, dan kadar karbon dioksida yang tersedia berpengaruh terhadap kecepatan
proses fotosintesis.
PERCOBAAN SACHS
1. TUJUAN
a. Menunjukkan bahwa pada peristiwa fotosintesisdihasilkan amilum (zat tepung )
b. untuk menunjukkan bahwa sinar matahari diperlukan pada peristiwa foto
sintesis

2. LANDASAN TEORI

Proses fotosintesis juga disebut asimilasi karbon, salah satu kemampuan tumbuhan
hijau memanfaatkan zat karbon yang ada di udara untuk diubah menjadi bahan organik
bila tersedia cahaya yang cukup.,fotosintesis merupakan proses pemanfaatan energi
matahari untuk membentuk senyawa karbohidrat dari senyawa sederhana yangada di
alam, yaitu gas CO2 dan air. Secara skematis, dapat dituliskan : Persamaan reaksi di
atas tidaklah menunjukkan mekanisme dari prosesfotosintesi, menunjukkan hasil akhir
yang Cahaya dihasilkan dalam proses fotosintesis (Prawirahartono, 1998: 89). Menurut
Stone (2004), reaksi fotosintesisdapat diartikan bahwa enam molekul karbon dioksida
dan enam molekul
air bereaksi dengan bantuan energi cahaya matahari untuk diubah menjadi satu molekul
glukosa dan enam molekul oksigen.

Glukosa adalah molekul yangdibentuk sebagai hasil dari proses fotosintesis yang di
dalamnya tersimpan hasil konversi energi cahaya matahari dalam bentuk ikatan-ikatan
kimia penyusunmolekul tersebut. Glukosa merupakan senyawa kkarbon yang
nantinyadigunakan bersama elemenelemen lain di dalam sel untuk membentuk senyawa
kimia lainyang sangat penting bagi organisme tersebut, sepert DNA, protein gula,
danlemak. Selain itu, organisme dapat memanfaatkan energi kimia yang tersimpan

Dalam ikatan kimia diantara atom-atom penyusun glukosa sebagai sumber energidalam
proses di dalam tubuh.Fotosintesi secara keseluruhan terdiri atas 20 rangkaian reaksi
kimiayangsaling bergantian dan secara garis besar dikelmpokkan dalam dua fase,
yaitureaksi terang dan reaksi sintesis/reaksi gelap/fiksasi CO2

a. Reaksi terang

Selama reaksi terang, klorofil bersama dengan pigmen-pigmen lain didalam kloroplas
menyerap energi cahaya matahari, dari mengkonversinya menjadienergi kimia yang disimpan
dalam ikatan kimia penyusun glukosa
Menurut Stone (2004), air melalui reaksi terang akan diperoleh (fotolisis)menjadi proton,
elektron, dan O2 ,Proton dan elektron yang dihasilkan dari pemecahan ini bergabung
dengan senyawaakseptorelektron NADP+ membentuk NADPH. Energi yang dibentuk
berupa ATP. Tahap reaksi terang atau fotolisisatau reaksi Hill merupakan tahap yang peka
cahaya tetapi tidak tergantung suhu.

b.Reaksi gelap
ATP dan NADPH yang dihasilkan pada reaksi terang akan merubahmolekul CO2 menjadi
molekul gula. Energi kimia hasil konversi dari energicahaya matahari tersimpan dalam
senyawa karbon tersebut. Tahap reaksi gelapatau fiksasi CO2 atau reaksi Blackman
merupakan tahap yang peka cahaya bergantung suhu

3. ALAT DAN BAHAN

1. Daun yang telah ditutupi kertas timah


2. Air
3. Alkohol 70 %
4. Iodium
5. Alumunium foil
6. Gunting
7. Selotip
8. Gelas kimia 250 ml
9. Penjepit kayu
10. Spiritus
11. Pipet tetes
12. Cawan petri
13. Kaki tiga,lampu spritus,kawat kassa 1 bh

4. LANGKAH KERJA

Skema alat

Pada sore hari tutuplah sebagian daun Muntingia calabura


L. atau daun tumbuhan lain dengan menggunakan alumunium foil atau timah.
Petiklah daun setelah daun cukup terkena cahaya matahari
Bukalah aluminium foil yang menutpi daun
Rebuslah air pada becker glass terlebih dahulu
Masukkan daun pada becker glass yang berisi alcohol
Rebus becker glass yang berisi alkohol dan daun ke dalam beker glass yang
berisi air sampai warna daun berubah.
Cuci daun pada air lalu letakkan pada cawan petri
Kemudian tetesi dengan larutan iodine ,amati yang terjadi !
5. Hasil Pengamatan

Warna Daun
No Pengamatan
Tidak Ditutup Ditutupi

1 Sebelum direbus Hijau tua Hijau muda

2 Direbus dengan alkohol Hijau tua Hijau muda

3 Ditetesi iodine Biru kehitaman Putih

6. Gambar Percobaan
A. B.

C. D
E. F.

G. H.

7. KESIMPULAN

Pada percobaan yang telah lita lakukan ini, benar-benar terbukti bahwa dalam peristiwa
fotosintesis dihasilkan amilum (karbohidrat) sebagaimana percobaan penelitian yang telah
dilakukan sebelumnya oleh Sachs pada tahun 1980.
Hal ini terbukti melalui terjadinya perubahan warna pada daun yang telah direbus dalam
air panas setelah ditetesi iodium.
Bagian daun yang tidak ditutupi berubah warna menjadi hitam setelah ditetesi iodium dan
hal ini membuktikan bahwa pada bagian daun itu terdapat amilum sebagai hasil dari
peristiwa fotosintesis yang terjadi sebelum percobaan dilakukan,
sebaliknya pada bagian daun yang ditutupi akan berwarna putih setelah ditetesi iodium dan
hal ini membuktikan bahwa pada bagian daun itu tidak terdapat amilum (karbohidrat)
tidal adanya amilum tersebut karena ketika proses fotosintesis terjadi, bagian daun tersebut
tidak mengalami fotosintesis karena tidak mendapat sinar matahari yang cukup dan tidak
dapat memperoleh karbondioksida dari udara karena bagian daun tersebut tertutup rapat
oleh kertas timah , dan klorofil di bagian tersebut tidak teraktivasi
AKTIVITAS PEMBELAJARAAN
SALING KETERGANTUNGAN ANTARA HEWAN DAN TUMBUHAN

1. Tujuan Praktikum

Untuk Membuktikan Adanya Saling Ketregantungan Antara Tumbuhan


& Hewan

2. Teori

SALING KETERGANTUNGAN

Dengan menyadari adanya saling ketergantungan antara makhluk hidup dan


lingkungannya, kamu akan lebih mengharagai semua ciptaan Tuhan itu.

Di semua tempat terjadi hubungan saling ketergantungan antara makhluk hidup dan
lingkungannya. Di sawah, kolam, kebun, sungai, danau, dan laut, berbagai makhluk
hidup tinggal bersama. Tempat berlangsungnya hubungan saling ketergantungan antara
makhluk hidup dan lingkungannya disebut ekosistem. Sawah, kolam, kebun, sungai,
danau, dan laut adalah bentuk ekosistem.

Ekosistem dibedakan atas 2 bentuk ,

yaitu

ekosistem alami dan


ekosistem buatan.
Ekosistem alam meliputi antara lain hutan, sungai, danau, laut, padang pasir,
dan kutub.
Ekosistem buatan meliputi antara lain sawah, ladang, kebun, kolam, dan
akuarium.

Setiap ekosistem memiliki beberapa anggota, baik makhluk hidup maupun benda tidak
hidup. Makhluk hidup yang berhubungan dengan makhluk lain disebut komunitas. Jadi,
komunitas adalah kelompok makhluk hidup berbeda yang tinggal bersama dalam suatu
lingkungan tertentu. Misalnya, komunitas di ekosistem terdiri dari harimau, monyet,
ular, dan pohon jati.

3. Alat dan Bahan


Botol 4 bh
Plastik transparan
Karet gelang
Tanaman air
Siput air 2 ekot
air yang sudah disimpan 48 jam
Larutan metilen biru
4. Gambar

5. Cara Kerja
1. Berilah tanda pada botol A,B,C
2. Botol A siput 2 ekor
3. Botol B 2 tanaman air
4. Botol C 1 ekor siput dan 1 tanaman air
5. ketiga botol ditutup dengan karet gelang
1. lakukan pengamatan selama 2 hari
2. catat hasil pengamatan kedalam tabel

6. Hasil Pengamatan

Hari ke Warna air


Botol A Botol B Botol C
( Siput dan Tumbuhan) 2 Tanaman air 2 Ekor Siput
Pagi Siang Pagi Siang Pagi Siang
1 Hijau Biru Biru Hijau Biru Biru
muda ketuaan
kehijauan kehijauan ketuaan
2 Biru keruh Hijau muda Biru Hijau Bening Pudar
kehijauan muda

7. Pertanyaan
1. Mengapa botol percobaan diletakkan pada tempat yang cukup mendapat sinar
matahari
jawab ;untuk membantu proses respirasi
2. Perbedaan botol A dan B adalah : Perbedaan warna pada pagi hari yaitu ; Biru
dan biru kehijauan
3. Perbedaan sangat menyolok sekali,
4. hasil akhir botol A berwarna hijau muda,sama dengan botol B
5. Tumbuhan menghasilkan oksigen untuk pernapasan
siput mengeluarkan CO2 yang digunakan oleh tanaman air untuk respirasi
6. Setiap makhluk hidup membutuhkan lingkungan dan saling ketergantungan dalam
ekosistem.
LEMBAR KEGIATAN PERCOBAAN HAL. 79 MODUL B

MEMBUAT INDIKATOR ALAM DARI TUMBUHAN

A. TUJUAN :
untuk Membuat Indikator dari Alam

B. TEORI DASAR

Indikator asam basa adalah suatu zat yang memberikan warna berbeda pada larutan
asam dan larutan basa. Dengan adanya perbedaan warna tersebut, indikator dapat
digunakan untuk mengetahui apakah suatu zat bersifat asam atau basa.

Beberapa jenis tumbuhan, dapat digunakan sebagai indikator asam dan basa.
Indikator tersebut dinamakan indikator alami.

C. ALAT DAN BAHAN

1. Alat :
Piring kecil
Pisau/gunting
Lap
Penumbuk
Alu

2. Bahan :
Air
Cuka
Air Kapur
Kunyit
Bunga Mawar
Bunga Pacar Air
Daun Rhodis Colour
Daun Pandan
Daun Singkong

D. Langkah Kerja

1. Siapkan alat dan bahan


2. Ambil setiap bahan yang akan dijadikan indikator alami, kemudian tumbuk dan
hancurkan Seperti gambar

3. Tambahkan air, aduk rata


4. Ambil airnya dan simpan di masing-masing piring kecil
5. Teteskan cuka ke setiap piring kecil dan amati perubahan warnanya
6. Kemudian teteskan juga air kapur ke masing-masing bahan dan amati perubahan
warnan
E. Tabel Pengamatan

Perubahan Warna
Kesimpulan
No Nama Bahan Basa
Awal Asam
Indikator Alami
1. Kunyit Oranye Kuning Merah
Merah
2. Bunga mawar Ungu Hijau Indikator Alami
muda
Indikator Alami
3. Bunga Pacar Air Ungu Merah Biru
Kulit manggis
4. Merah Merah Hijau Indikator Alami
Bukan Indikator Alami
5. Daun Pandan Hijau Hijau Hijau
Bukan Indikator Alami
6. Daun Singkong Hijau Hijau Hijau

F. Pertanyaan
Bagaimana kecendrungan perubahan warna dari bunga yang berwarna didalam
asam basa?
jawab. tergantung jenis tanaman contoh jika bunga warna merah + asam menjadi
warna merah
bagaimana kecendrungan perubahan warna dari daun yg berwarna sama dalam
asam basa?
jawab; menghasilakan warna yang sama setelah diberi larutan

G. Kesimpulan :

Berdasarkan percobaan, dapat disimpulkan bahwa beberapa tumbuhan dapat

dijadikan indikator alami asam dan basa karena jika ditetesi air kapur dan cuka

beberapa tumbuhan mengalami perubahan warna. Air tumbuhan yang dapat menjadi

indikator adalah kunyit, bunga mawar, dan kulit manggis ,bunga pacar air karena

mengalami perubahan warna yang mencolok. Sedangkan daun rhodis colour, daun

pandan, dan daun singkong hanya sedikit bahkan tidak mengalami perubahan warna.
LEMBAR KEGIATAN 2 SIFAT ASAM-BASA BERBAGAI BAHAN

DILingkungan Sekitar
1. Tujuan
untuk mengetahui sifat asam basa berbagai bahan

2. Alat /Bahan
alat :
Plat tetes
Pipet Tetes
Bahan.
cuka
jeruk nipis
Sabun
Kunyit
rinso

3. Teori
a. Asam

b. Basa

Beda sifat asam dan basa


4. Langkah Kerja
1. Siapkan larutan Indikator yang akan digunakan
2. Siapkan Bahan Yang aakan diuji
3. Teteskan Indikator pada bahanyang diuji,aduk dengan lidi dan amati warna
4. tulis hasil pengamatan
5. Tabel pengamatan

Nama bahan Warna Indikator Alam Sifat Bahan yang


Mula-mula Setelah ditambah diuji
bahan
Cuka Merah Kuning cerah Asam
Sabun Biru Orange Basa
Asam kapas Merah Kuning cerah Asam
Ubi Biru Ungu Basa
Rinso Biru Biru Basa

Pertanyaan
1. Tentukan Bahan yang bersifat asam,Basa ,Netral
Asam ; jeruk nipis,cuka,
Basa : Sabun ,Rinso,
2. cara menggunakannya
contoh
kunyit,diparut ditambah asam menjadi warna kuning cerah
LEBAR KEGIATAN MENGUJI PH BEBERAPA LARUTAN

1. Tujuan Percobaan
untuk menentukan sifat keasaman atau kebasaannya menggunakan kertas indikator universal

2. Alat dan Bahan

kertas Indikator Universal


Pipet Tetes
Cuka
Air Sabun
Air Jeruk

gambar warna pH larutan

3. Langkah Kerja
a. Teteskan larutan Cuka kpada Kertas Indikator Universal,bandingkan warna yang
muncul dengan warna pada sksla pH indikator universal
b. Tentukan pH larutan cuka
c. Lakukan percobaan dengan larutan yang lain
d. catat pada tabel pengamatan
Tabel pengamatan

Larutan Warna Indikator Harga pH Sifat larutan


Cuka Merah 3 Asam
Air sabun Biru Basa
Rinso Biru Basa
Jeruk Merah Asam
Kunyit Biru Basa

Pertanyaan
a. Larutan Yang paling asam ; cuka
b. urutan keasaman dan kebasaan
asam ; cuka,jeruk
basa ; Sabun,Rinso,kunyit
LEMBAR KEGIATAN
PENGARUH DETERJEN DALAM KONSENTRASI YANG BERBEDA

1. TUJUAN
Untuk mengetahui pengaruh deterjen dalam konsentrasi berbeda pada
kehidupan ikan

2. Alat dan Bahan.


Gelas kimia 4 bh
Gelas Ukur 4 bh
Deterjen
Ikan Mas kecil 2 ekor
gambar

3. Cara Kerja
a. Larutkan 1 gr deterjen kedalam aquades.dan encerkan larutan ini
b. masukan kedalam gelas kimia larutan deterjendengan konsentrasi berbeda
tandai dengan huruf pada botol a,b,c,d

c. masukkan 2 ekor ikan


d. amatilah setiap 5 menit dan catatlah pada tabel

e. Tabel Pengamatan

No Konsentasi Keadaan ikan dalam waktu


deterjen 5 menit 10 menit 15 menit 20 menit
1 0,1 % Kurang segar lemas lemas mati
2 0,07 segar Agak lemas lemas mati
3 0,04 segar lemas lemas mati
4 0,01 segar segar lemas mati

Pertanyaan
1.Kesimpulan : bahwa pengaruh deterjen dalam konsentrasi berbeda pada ikan
menyebabkan ikan mati dalam waktu berbeda
2. deterjen memang berpengaruh pada hewan lain
3. Jangan membuang limbah deterjen kedalam saluran air atau sungai

Anda mungkin juga menyukai