Anda di halaman 1dari 30
BUKU 4 PEDOMAN WAHANA PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PPSDM KESEHATAN

BUKU 4

PEDOMAN WAHANA PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA

BUKU 4 PEDOMAN WAHANA PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PPSDM KESEHATAN
BUKU 4 PEDOMAN WAHANA PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PPSDM KESEHATAN
BUKU 4 PEDOMAN WAHANA PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PPSDM KESEHATAN
BUKU 4 PEDOMAN WAHANA PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PPSDM KESEHATAN
BUKU 4 PEDOMAN WAHANA PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PPSDM KESEHATAN

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PPSDM KESEHATAN

2015

EDISI 4 CETAKAN KE EMPAT TAHUN 2015 BUKU 4 Pedoman Pendamping Program Internsip Dokter Indonesia

610.69

Katalog Dalam Terbitan. Kementerian Kesehatan RI Ind

P

Indonesia, Kementerian Kesehatan RI.

Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumberdaya Manusia Kesehatan

Pedoman Pendamping Program Internsip Dokter Indonesia: Buku 4 Jakarta :

Kementerian Kesehatan RI, 2011

1. Judul I. HEALTH MANPOWER

SAMBUTAN KEPALA BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SDM KESEHATAN

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, berkat rahmat dan karunia-Nya sehingga Badan PPSDM Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Komite Internsip Dokter Indonesia (KIDI) telah berhasil menyelesaikan pedoman yang akan digunakan dalam pelaksanaan Program Internsip Dokter Indonesia.

Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) adalah program yang ditujukan untuk se ap dokter yang baru lulus pendidikan dokter, sebagai prasyarat untuk prak k mandiri dan registrasi di Konsil Kedokteran Indonesia.

Dalam pelaksanaan PIDI dibutuhkan perangkat pedoman pelaksanaan, pedoman peserta, pedoman wahana dan pedoman pendamping. Pedoman tersebut telah disusun oleh Tim, yang terdiri atas perwakilan Konsil Kedokteran Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia, Kolegium Dokter Indonesia, Asosiasi Rumah Sakit, Asosiasi Ins tusi pendidikan Kedokteran serta Tim dari Kementerian Kesehatan.

Saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang se nggi- ngginya kepada seluruh Tim Penyusun yang telah berdedikasi dalam penyusunan Pedoman Program Internsip Dokter Indonesia ini. Harapan saya semoga program ini akan dapat meningkatkan kualitas dokter di Indonesia.

Kepada para peserta yang akan menjalani program dan dokter pendamping yang akan berpar sipasi dalam PIDI, saya harapkan dapat menjalankan peran dan fungsi masing-masing sesuai dengan panduan pedoman yang telah disusun tersebut. Saya yakin dokter peserta internsip melalui PIDI ini akan mendapatkan pengalaman prak k yang berharga, dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya, sehingga pada waktunya kelak akan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

Terima Kasih dan Selamat Bekerja.

Jakarta, Jakarta, Agustus Agustus 2015 2015 Kepala Kepala Badan Badan PPSDM PPSDM Kesehatatan Kesehatatan
Jakarta, Jakarta, Agustus Agustus 2015 2015
Kepala Kepala Badan Badan PPSDM PPSDM Kesehatatan Kesehatatan

Usman Sumantri

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan ilmu dan kekuatan kepada kita sehingga penyusunan Pedoman Program Internsip Dokter Indonesia ini dapat terlaksana.

Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) telah dilaksanakan sejak tahun 2010, diperlukan pedoman untuk acuan peserta, pendamping wahana dan semua pihak yang terkait dengan program PIDI tersebut. Buku pedoman yang telah disusun ini memuat informasi tentang batasan program, tatacara pelaksanaan, tempat pelaksanaan, kriteria peserta, pendamping dan wahana serta ketentuan penyelesaian program dan informasi lainnya. Untuk memudahkan, buku pedoman disusun menjadi 5 buku yaitu buku 1 pedoman pelaksanaan, buku 2 pedoman peserta, buku 3 pedoman pendamping, buku 4 pedoman wahana ditambah satu buku berisi buku log dan kumpulan borang PIDI.

Buku pedoman ini adalah edisi kedua sebagai penyempurnaan edisi pertama yang telah diterbitkan pada tahun 2009. Penyempurnaan melipu is lah-is lah yang lazim digunakan dalam program pelayanan kesehatan, sinkronisasi antar buku pedoman, dan format buku log. Ditambahkan pula implementasi program internsip dalam beberapa program pemerintah di bidang kesehatan dan konsep kedokteran keluarga pada pelayanan kesehatan primer.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpar sipasi pada penyusunan buku Pedoman Pelaksanaan Internsip Dokter Indonesia.

Jakarta, Agustus 2015

, d dr. r. Nur Nur Abadi, Ab adi, MM, MM, M.Si M.Si
,
d dr. r. Nur Nur Abadi, Ab adi, MM, MM, M.Si M.Si

Ketua Ketua Komite Komite Internsip Internsip Dokter Dokter Indonesia

DAFTAR ISI

Hal Sambutan Kepala Badan PPSDM Kesehatan Kata Pengantar i iii Da ar Isi v BAB
Hal
Sambutan Kepala Badan PPSDM Kesehatan
Kata Pengantar
i
iii
Da ar Isi
v
BAB I
PENDAHULUAN
1
A. Latar Belakang
1
B. Ruang Lingkup
3
C. Tujuan Internsip
4
BAB II
PENILAIAN KELAYAKAN WAHANA INTERNSIP
5
A. Prinsip Penilaian
5
B. Jenis Wahana Internsip
5
C. Kriteria yang harus dipenuhi
5
D. Parameter Penilaian
6
E. Prosedur pengajuan penilaian wahana Internsip
9
F.
Instrument Penilaian
11
BAB III PENUTUP
16
DAFTAR SINGKATAN
13
GLOSSARY
17
DAFTAR PENULIS
20
UCAPAN TERIMA KASIH
DAFTAR PUSTAKA
21
26

A. Latar Belakang

BAB I

PENDAHULUAN

Sesuai dengan amanah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2004 tentang Prak k Kedokteran, se ap dokter dan dokter gigi yang akan berprak k di

Indonesia harus mempunyai Surat Tanda Registrasi (STR) yang diterbitkan oleh Konsil

Se ap dokter dan dokter gigi yang telah memiliki STR

mempunyai wewenang melakukan prak k kedokteran sesuai dengan pendidikan dan kompetensi yang dimiliki.Syarat untuk mendapatkan STR diantaranya: memiliki ijazah dokter, mempunyai surat pernyataan telah mengucapkan sumpah/janji dokter, dan memiliki Ser kat Kompetensi yang dikeluarkan oleh kolegium sebagai pengakuan terhadap kemampuan seorang dokter untuk menjalankan prak k kedokteran di seluruh Indonesia setelah lulus uji kompetensi.Merujuk kepada Undang-Undang No 29 th 2004 pasal 27, untuk memberikan kompetensi kepada dokter dilaksanakan pendidikan dan pela han kedokteran sesuai dengan standar pendidikan profesi kedokteran. Gunamemahirkan kompetensi yang telah mereka capai setelah memperoleh kuali kasi sebagai dokter, perlu ada program pemahiran yang merupakan tahap pela han keprofesian pra registrasi berbasis kompetensi pelayanan primer. Untuk itu Kolegium Dokter dan Dokter Keluarga Indonesia merancang Program Internsip Dokter Indonesia. Penyelenggaraan program internsip Dokter Indonesia dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan bersama dengan pemangku kepen ngan (stake holders) terkait. Untuk ini dibentuk Komite Internsip Dokter Indonesia (KIDI) Pusat(SK Menteri Kesehatan republic Indonesia Nomor 133/Menkes/SK/V/2014). Sebelum terbentuk KIDI Pusat dan KIDI Provinsi, persiapan dan pelaksanaan Internsip Dokter Indonesia dilaksanakan oleh Tim Ad Hoc Pelaksana Penyiapan Program Internsip Dokter Indonesia (SK Ka Badan PPSDM

Kedokteran Indonesia

Kesehatan Nomor. HK.02.04/2/1767.2/09) dan Tim Ad Hoc Pelaksana Program Internsip Dokter Indonesia (SK Ka Badan PPSDM Kesehatan Nomor. HK.05.03/I/

IV/9275.1/2010).

Program Internsip Dokter Indonesia merupakan tahap pela han keprofesian praregistrasi berbasis kompetensi pelayanan primer guna memahirkan kompetensi yang telah mereka capai setelah memperoleh kuali kasi sebagai dokter melalui

pendidikan kedokteran dasar. Program Internsip Dokter Indonesia dilaksanakan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) RS dan Puskesmas yang telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan dan disahkan oleh Komite Internsip Dokter Indonesia Pusat (KIDI Pusat) sebagai wahana Internsip.

Peserta Internsip hanya diizinkan melakukan prak k kedokteran di Wahana Internsip sesuai Surat Izin Prak k Internsip (SIP Internsip) dan untuk itu se ap peserta didampingi oleh seorang Dokter layanan primer dari wahana tersebut yang disebut sebagai dokter Pendamping. Peran dan fungsi pendamping adalah memfasilitasi proses pemahiran peserta agar tercapai kinerja sebagai dokter layanan primer yang mampu menerapkan pendekatan kedokteran keluarga.

Setelah menyelesaikan Program Internsip Dokter Indonesia, peserta akan memperoleh SK Ka Badan PPSDM Kesehatan tentang penetapan peserta yang telah menyelesaikan Program Internsip Dokter Indonesia dan Surat Tanda Selesai Internsip (STSI) yang dikeluarkan oleh KIDI Pusat. Selanjutnya peserta akan memperoleh STR deni f dari KKI.

KIDI

Untuk

menerbitkan empat buku pedoman ditambah satu buku log yang terdiri atas:

1. Pedoman Pelaksanaan Program Internsip Dokter Indonesia

2. Pedoman Peserta Program Internsip Dokter Indonesia

3. Pedoman Pendamping Peserta Program Internsip Dokter Indonesia.

4. Pedoman Wahana Program Internsip Dokter Indonesia

5. Buku Log dan Kumpulan Borang Program Internsip Dokter Indonesia

Pedoman Wahana memuat ketentuan-ketentuan, persyaratan, prosedur pengajuan yang bila dipenuhi akan ditetapkan dan disahkan sebagai wahana Program Internsip Dokter Indonesia.

Persyaratan dan prosedur pengajuan melipu :

1. Jenis fasilitas pelayanan kesehatan yang mampu menjadi wahana Program Internsip Dokter Indonesia.

2. Kriteria penilaian fasilitas pelayanan kesehatan yang mampu melaksanakan Program Internsip Dokter Indonesia.

3. Prosedur pengajuan wahana Program Internsip Dokter Indonesia.

4. Parameter penilaian wahana Program Internsip Dokter Indonesia

memudahkan

pelaksanaan

Program

Internsip

Dokter

Indonesia,

B. Ruang Lingkup

Pedoman wahana Program Internsip Dokter Indonesia disusun untuk mempermudah penilaian standar wahana, acuan monitoring dan evaluasi pelaksanaan secara internal di lingkup Kementerian Kesehatan atau lembaga eksternal lainnya.

C. Tujuan

1. Tujuan Umum:

Pedoman Wahana Program Internsip Dokter Indonesia bertujuan untuk menjamin mutu wahana tempat pelaksanaan Program Internsip Dokter Indonesia.

2. Tujuan Khusus:

Pedoman wahana adalah sebagai acuan penilaian wahana Internsip agar terjamin kelayakan yang dinilai secara obyek f.

1. Bagi pengelola wahana, merupakan acuan untuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di wahana tesebut.

2. Bagi Komite Internsip Dokter Indonesia, merupakan salah satu upaya untuk mengendalikan luaran Peserta Program Internsip Dokter Indonesia.

3. Bagi peserta, merupakan acuan dalam memberikan masukan kepada Komite Internsip Dokter Indonesia dan pengelola wahana.

BAB II PENILAIAN KELAYAKAN WAHANA INTERNSIP

A. Prinsip Penilaian

Penilaian dilaksanakan berdasarkan kriteria yang disusun oleh KIDI Pusat. Prinsip penilaian terdiri dari komitmen pimpinan wahana dan jajaran terkait, tata pamong, kesiapan dan kelayakan wahana berupa sarana, prasana dan sumber daya manusia. Penilaian dimulai dari lik dokumen (desk evalua on) yang diperoleh dari borang swanilai penanggung jawab wahana dan pro l wahana yang didapat dari Dinas Kesehatan setempat. Penilaian dilanjutkan dengan kunjungan ke wahana oleh KIDI Pusat dan atau KIDI Provinsi. Penentuan wahana Program Internsip Dokter Indonesia berdasarkan hasil penilaian kelayakan ditetapkan oleh KIDI pusat untuk disahkan oleh Menteri Kesehatan.

B. Jenis Wahana internsip

Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang dapat menjadi wahana internsip adalah:

1. Rumah Sakit pe C dan D atau yang setara. Dalam keadaan tertentu RS pe B dapat dijadikan wahana apabila memenuhi prinsip penilaian wahana seper tersebut terdahulu.

2. Puskesmas atau yang setara, dengan atau tanpa rawat inap.

3. Klinik Layanan Primer lainnya baik milik Pemerintah maupun Swasta.

C. Kriteria yang harus dipenuhi:

1. Mempunyai komitmen nggi dalam pelaksanaan Program Internsip Dokter Indonesia secara konsekuen, antara lain dinilai dari ak tas akademik/ profesi yang sudah ada. Mampu menyediakan sarana prasarana untuk kegiatan Internsip disertai kesediaan Pimpinan Wahana menjadi penanggung jawab Program Internsip Dokter Indonesia.

2. Pemilik wahana dan pengelola Program Internsip Dokter Indonesia dapat melakukan kerjasama dalam bentuk nota kesepahaman dan atau perjanjian kerja sama.

3.

mempunyai izin sesuai ketentuan yang berlaku.

4. Memberikan pelayanan kedokteran primer yang komprehensif, dak saja pelayanan kura f tetapi juga melipu pelayanan promo f, preven f dan bila mungkin rehabilita f. Mempunyai jumlah pasien dan variasi kasus yang mencukupi dengan distribusi usia sesuai dengan buku Log Internsip.

5. Mempunyai jam pelayanan yang memadai.

6. Mempunyai fasilitas pelayanan kegawatdaruratan.

7. Mempunyai manajemen pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standar pelayanan yang berlaku

D. Parameter Penilaian

1.

Organisasi:

a. Visi dan Misi yang dapat menggambarkan komitmen dalam pelaksanaan internsip yang menjamin pelayanan kedokteran primer bermutu.

b. Struktur organisasi yang terdiri dari pimpinan dibantu oleh komite medik/klinik dan e k atau sejenis, yang mampu menjamin pelayanan kedokteran primer yang profesional melalui atmosr pendidikan yang baik.

c. Struktur organisasi mempunyai unit yang menangani internsip secara tuntas. Unit ini dapat berupa bidang pendidikan pela han (diklat) atau unit internsip. Tugas dari unit ini ialah mengelola proses internsip baik kedalam dengan bagian/unit terkait maupun keluar dengan instansi lainnya, sehingga internsip dapat berjalan dengan lancar. Unit ini juga akan menangani perizinan peserta internsip, manajemen pendamping/ supervisor, proses supervisi dll.

d. Struktur manajemen yang melibatkan sistem informasi dengan rekam- medik yang baik dan manajemen pembiayaan yang transparan dan esien.

2. Memiliki dokter yang bersedia menjadi Pendamping dalam jumlah dan jenis yang cukup. Rasio Pendamping dengan peserta internsip adalah 1 : 5. Semua pendamping memenuhi kriteria pendamping antara lain telah mengiku pela han pendamping.

3.

Sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang pelaksanaan internsip,

antara lain:

ruang diskusi, ruang is rahat, ruang jaga dan perpustakaan.

4. Wahana Internsip diharapkan mampu memberikan kesempatan kepada peserta Internsip untuk:

a. Pengelolaan kasus UKP ditargetkan harus memenuhi jumlah dan jenis yang cukup dengan kode kegiatan:

1)

Kasus Medik

2)

Kasus Bedah

3)

Kasus Kegawat daruratan

4)

Kasus Jiwa

5)

Medikolegal

b. Selama satu tahun, se ap peserta internsip secara keseluruhan telah menangani sekurang-kurangnya 400 kasus dan telah menjalani proses internsip selama paling kurang 1 tahun dengan rincian:

1)

Berdasarkan umur:

i. Bayi–anak

25-40%

ii. Dewasa (15-60 th)

40-60%

iii. Lansia (>60th)

15-25%

2) Berdasarkan jenis kelamin, kasus laki-laki dan perempuan

3)

50%+10%

Berdasarkan kelompok:

i. Medik

50-70%

ii. Bedah

10-40 %

iii. Kegawat-daruratan

10-30 %

iv. Kejiwaan

1-5%

v. Medikolegal 0-5 %

c. Pengelolaan kasus UKM Dilaksanakan di Puskesmas (Kesehatan Masyarakat) ditargetkan harus memenuhi jumlah jenis yang cukup dengan kode kegiatan:

1) Pelayanan Kesehatan Masyarakat Primer (PKMP)* dengan kode kegiatan:

i. Upaya Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

ii. Upaya Kesehatan Lingkungan

iii. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana (KB)

iv. Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat

v. Upaya surveillance, Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular dan Tidak Menular

vi. Upaya Pengobatan Dasar

vii. Mini project dengan pendekatan lingkaran pemecahan masalah.

viii. Masing-masing kode kegiatan sekurang-kurangnya satu kasus

2)

Pelayanan Kesehatan Perorangan Primer (PKPP)**

3)

Peneli an sederhana mengenai status kesehatan masyarakat

5. Wahana Internsip melakukan pelayanan promo f, preven f, kura f dan rehabilita f.

6. Pelayanan

kesehatan tersebut didasarkan kepada standar pelayanan yang

telah disusun.

7. Wahana Internsip memiliki pelayanan penunjang seper laboratorium sederhana dan/ atau radiologi yang sesuai dengan pelayanan kedokteran primer. Pelayanan penunjang tersebut dapat dimanfaatkan Peserta Internsip.

8. Wahana Internsip memiliki Rekam Medik yang dapat menjamin kerahasiaan pasien dan dimanfaatkan untuk menambah ilmu pengetahuan.

9. Wahana Internsip mampu melaksanakan administrasi internsip.

10. Wahana Internsip diharapkan melaksanakan kegiatan yang dapat menciptakan atmosr akademik melalui penyusunan makalah, presentasi kasus, audit medik, dll.

E. Prosedur Pengajuan Penilaian Wahana Internsip

1. Wahana internsip milik pemerintah baik pusat maupun daerah ditunjuk oleh Dinas Kesehatan Provinsi/ Kabupaten/ Kota untuk melaksanakan Program Internsip Dokter Indonesia. Selanjutnya KIDI Pusat menetapkan wahana dan Menteri Kesehatan mengesahkannya.

2. Wahana internsip di lingkungan Kementerian Pertahanan RI ditunjuk oleh Direktorat Kesehatan Direktorat Jenderal Kekuatan Pertahanan Kementerian Pertahanan. Selanjutnya KIDI Pusat menetapkan wahana dan Menteri Kesehatan mengesahkannya.

3.

Wahana internsip di lingkungan Kepolisian Negara RI ditunjuk oleh Pusat Kedokteran Kepolisian. Selanjutnya KIDI Pusat menetapkan wahana dan Menteri Kesehatan mengesahkannya.

4. Pimpinan wahana internsip Pemerintah dan swasta dapat mengajukan permohonan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota secara tertulis kepada KIDI Provinsi untuk dilakukan penilaian. KIDI Provinsi akan mengirimkan permintaan tertulis dari wahana internsip kepada KIDI Pusat. Selanjutnya KIDI Pusat menetapkan wahana dan Menteri Kesehatan mengesahkannya.

5. Persyaratan yang harus dilengkapi oleh calon wahana internsip sebagai berikut :

a. Borang swanilai

b. Pro l Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Company Pro le) yang berisi:

1)

Visi dan Misi Fasilitas Pelayanan Kesehatan

2)

Organisasi pengelola

3)

Da ar dokter/ dokter spesialis, tenaga tetap atau dak tetap dan

4)

masa kerja di wahana. Jenis layanan medik yang tersedia di rumah sakit. Jenis layanan

5)

PKMP dan PKPP yang ada di Puskesmas. Laporan kinerja 1 tahun terakhir antara lain jenis kasus, jumlah kasus penderita rawat jalan/ rawat inap, dan BOR (Bed Occupantcy Rate).

c. Komitmen Pimpinan Wahana sebagai penanggungjawab Program Internsip Dokter Indonesia.

6. Atas dasar penunjukan dari instansi yang berwenang (Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota, Direktorat Kesehatan Direktorat Jenderal Kekuatan Pertahanan Kementerian Pertahanan, Pusat Kedokteran Kepolisian) maka KIDI Provinsi mengirim borang swanilai ke Pimpinan Wahana. Setelah diisi, Pimpinan Wahana mengirimkan kembali borang swanilai ke KIDI provinsi beserta lampirannya (sesuai persyaratan di bu r 5).

7. KIDI Pusat dan atau KIDI Provinsi akan melakukan kunjungan untuk melaksanakan penilaian kelayakan pada waktu yang disepaka bersama.

8. Berdasarkan hasil kunjungan dan rekomendasi KIDI Provinsi, KIDI Pusat menetapkan wahana sebagai pelaksana Program Internsip Dokter Indonesia.

9. Kementerian Kesehatan mengeluarkan Surat Keputusan penggunaan fasilitas kesehatan sebagai wahana Program Internsip Dokter Indonesia.

F. Instrumen Penilaian

Instrumen penilaian kelayakan Wahana Internsip menggunakan borang swanilai. Borang swanilai seper tertera dalam tabel berikut.

Tabel 1. Borang Swanilai untuk Rumah Sakit dan Klinik

No.

 

Komponen Penilaian Kelayakan

Ya / dak

Jumlah

1

Visi, Misi dan tujuan

   

2

 

SDM (rasio)

   
 

02.1.

Dokter

   

02.2.

Spesialis Penyakit Dalam

   

02.3.

Spesialis Bedah

   

02.4.

Spesialis Anak

   

02.5

Spesialis Kebidanan

   

02.7

Perawat

   

02.8

Farmasi

   

02.9

Teknisi Laboratorium

   

3

Sarana Prasarana

   
 

03.1 Ruang Diskusi

   

03.2 Ruang Jaga/ is rahat

   

03.3 Ruang Perpustakaan

   

03.4 Ruang Locker

   

4

Pelayanan Medik

   
 

04.1 Penyakit dalam

   
 

04.2 Bedah

   
 

04.3 Anak

   

04.4 Kebidanan

   

04.5

lainnya

   
 

5 Penunjang Medik

   
 

Laboratorium sederhana

   

Radiologi

   

Farmasi/ apo k

   

Gizi

   
 

6 Adminsitrasi

   
 

7 Rekam medik

   
   

8 Jenis pasien

   
 

08.1 Rawat Jalan

   

08.2 Rawat Inap

   

Kesimpulan :

 

Tabel 2. Borang Swanilai untuk Puskesmas

No.

 

Komponen Penilaian Kelayakan

Ya/ dak

Jumlah

1

Visi, Misi dan tujuan

     

2

SDM (rasio)

     
 

02.1.

Dokter

   
 

02.2.

Dokter Spesialis

   
 

02.3

Supervisor terla h

   
 

02.4

Perawat

   
 

02.5

Farmasi

   
 

02.6

Teknisi Laboratorium

   

3

Sarana Prasarana

     
 

03.1 Ruang Diskusi

     
 

03.2 Ruang Jaga/ Is rahat

     
 

03.3 Ruang Perpustakaan

     
 

03.4 Ruang Locker

     

4

Program Pelayanan Kesehatan yang tersedia

     
 

4.1

Pelayanan Kesehatan Masyarakat Primer (PKMP)

   
   

4.1.1 Upaya Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

   
   

4.1.2 Upaya Kesehatan Lingkungan

   
   

4.1.3 Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga

Berencana (KB)

   
   

4.1.4 Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat

   
   

4.1.5 Upaya surveillance, Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit

   

.

Menular dan Tidak Menular

   

4.1.6 Pengobatan

   
   

4.1.7 Mini Project

   
 

4.2

Pelayanan Kesehatan Perorangan Primer (PKPP)

   

5

Penunjang Medik

     
 

Laboratorium sederhana

     
 

Farmasi/ Apo k

     
 

Gizi

   

6

Adminsitrasi

     

7

Rekam medik

     

8

Jenis pasien

     
 

08.1

Rawat Jalan

   
 

Rawat Inap 08.2

     

Kesimpulan :

 

BAB III

PENUTUP

Pedoman Wahana Program Internsip Dokter Indonesia ini disusun untuk memenuhi kebutuhan seluruh pihak terkait sehingga semua pihak harus menggunakan buku ini sebagai acuan dalam melaksanakan Program Internsip Dokter Indonesia di seluruh Indonesia. Diharapkan melalui Program Internsip Dokter Indonesia yang dilakukan dengan baik akan meningkatkan pelayanan dan berdampak kepada status kesehatan di masyarakat Indonesia.

Buku ini masih jauh dari sempurna karena itu diharapkan koreksi, masukan, usulan penyempurnaan dari semua pihak yang memiliki perha an untuk perkembangan Program Internsip Dokter Indonesia.

DAFTAR SINGKATAN

1. AIPKI: Asosiasi Ins tusi Pendidikan Kedokteran Indonesia

2. BALKESMAS Balai Kesehatan Masyarakat

3. DPJP Dokter Penanggung Jawab Pasien

4. EKG Elektro Kardio Gram

5. IDI Ikatan Dokter Indonesia

6. IPTEKDOKKES Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedokteran dan Kesehatan

7. KBK Kurikulum Berbasis Kompetensi

8. KDDKI Kolegium Dokter dan Dokter Keluarga Indonesia

9. KIDI Komite Internsip Dokter Indonesia

10. KKI Konsil Kedokteran Indonesia

11. MKDKI Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia

12. PKPP Pelayanan Kesehatan Perorangan Primer

13. PKMP Pelayanan Kesehatan Masyarakat Primer

14. PUSKESMAS Pusat Kesehatan Masyarakat

15. RS Rumah Sakit

16. FASYANKES Fasilitas Pelayanan Kesehatan

17. SDM Sumber Daya Manusia

18. SKP Satuan Kredit Profesi

19. STR Surat Tanda Registrasi

20. STSI Surat Tanda Selesai Internsip

21. SLPI Surat Laporan Pelaksanaan Internsip

22. UKP Upaya Kesehatan Perorangan

23. UKM Upaya Kesehatan Masyarakat

24. PKPP Pelayanan Kesehatan Perorangan Primer

25. PKMP Pelayanan Kesehatan Masyarakat Primer

GLOSSARY

1. AIPKI Suatu lembaga yang dibentuk oleh para dekan fakultas kedokteran yang berfungsi memberikan per mbangan dalam rangka memberdayakan dan menjamin kualitas pendidikan kedokteran yang diselenggarakan oleh fakultas kedokteran

2. Dokter Dokter lulusan pendidikan kedokteran baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

3. IDI Organisasi profesi untuk dokter

4. KBK Kurikulum yang meni k -beratkan kepada kompetensi dokter sesuai dengan standar kompetensi dokter yang di tetapkan oleh KKI.

5. KDDKI Badan yang dibentuk oleh organisasi profesi untuk masing-masing disiplin ilmu yang bertugas mengampu cabang disiplin ilmu tersebut

6. KIDI Pusat ins tusi/ lembaga yang di tetapkan dengan kep menkes dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program internsip

7. KIDI Provinsi Ins tusi/ lembaga yang diangkat dan bertanggung jawab terhadap KIDI Pusat dengan tugas menyelenggarakan program internsip

8. KKI suatu badan otonom, mandiri, nonstruktural, dan bersifat independen, yang terdiri atas Konsil Kedokteran dan Konsil Kedokteran Gigi.

9. Kolegium badan yang dibentuk oleh organisasi profesi untuk masing-masing cabang disiplin ilmu yang bertugas mengampu cabang disiplin ilmu tersebut.

10. Kompetensi dokter menjalankan prak k kedokteran sesuai dengan Standar Kompetensi Dokter yang telah disahkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia.

11. Layanan primer Pelayanan medik dasar yang merupakan kompetensi dokter umum

12. MKDKI Lembaga yang berwenang untuk menentukan ada daknya kesalahan yang dilakukan dokter dan dokter gigi dan menetapkan sanksi

13. Pasien Se ap orang yang melakukan konsultasi masalah kesehatannya untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang diperlukan baik secara langsung maupun dak langsung kepada dokter atau dokter gigi

14.

Pendamping Internsip internsip

Dokter yang telah memiliki kriteria sebagai pendamping

15. Peserta Internsip Dokter peserta program internsip yang telah lulus dari Fakultas Kedokteran yang menggunakan kurikulum berbasis kompetensi (KBK)

16. Prak k Layanan medik yang diberikan seorang dokter kepada pasien sesuai dengan kompetensinya

17. Prak k Kedokteran Rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh dokter dan dokter gigi terhadap pasien dalam melaksanakan upaya kesehatan.

18. Program Internsip Dokter Indonesia Program pela han keprofesian praregistrasi berbasis kompetensi pelayanan primer guna memahirkan kompetensi yang telah mereka capai setelah memperoleh kualikasi sebagai dokter melalui pendidikan kedokteran dasar

19. Registrasi Pencatatan resmi terhadap dokter dan dokter gigi yang telah memiliki kuali kasi tertentu lainnya serta diakui secara hokum untuk melakukan ndakan profesinya

20. FASYANKES Tempat penyelenggaraan upaya pelayanan kesehatan yang digunakan untuk prak k kedokteran adtau kedokteran gigi

21. Ser kat Kompetensi Dokter Surat tanda pengakuan terhadap kemampuan seorang dokter atau dokter gigi untuk menjalankan prak k kedokteran di seluruh Indonesia setelah lulus uji kompetensi

22. SK Pendamping Internsip Surat keputusan yang diterbitkan oleh KIDI Pusat yang diberikan kepada seorang dokter yang telah memenuhi syarat sebagai pendamping internsip dokter

23. SLPI Surat yang ditandatangani oleh Pendamping dan Pimpinan Wahana Internsip sebagai buk bahwa peserta telah menyelesaikan Program Internsip

24. STR Internsip Buk tertulis yang diberikan oleh Konsil Kedokteran Indonesia kepada dokter yang telah diregistrasi untuk mengiku kegiatan internsip

25. STSI Surat yang dikeluarkan oleh pimpinan saryankes yang menyatakan bahwa sudah menyelesaikan program internsip

26. Sumpah/ Janji Dokter Sumpah yang dibacakan oleh seseorang yang akan menjalani profesi dokter Indonesia secara resmi

27.

Surat Izin Prak k Buk tertulis yang diberikan pemerintah kepada dokter dan dokter gigi yang akan menjalankan prak k kedokteran setelah memenuhi persyaratan

28. UKP/PKPPSe ap kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat serta swasta untuk memlihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan.

29. UKM/PKMP Se ap kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat serta swasta, untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah dan menanggulangi mbulnya masalah kesehatan di masyarakat.

30. Wahana Sarana pelayanan kesehatan yang menjadi tempat pelaksanaan program internsip yang telah memenuhi kriteria sebagai wahana internsip

31. Stakeholders Semua pihak, organisasi maupun perorangan yang peduli dan atau terlibat terhadap suatu usaha.

PENULIS :

1. drg. Tritaraya , SH

2. Prof. Mulyohadi Ali, dr, Sp. FK

3. Prof. Firman Lubis

4. Dr. Slamet Budiarto, SH

5. Prof. Budi Sampurna

6. Dr. Iskandar, Sp. A

7. Dr. Nur Abadi

8. Dr. Tom Surjadi

9. DR. Basuki D. Purnomo, dr. Sp. U

10. Dr. M. Djauharai Widjajakusumah

11. Dr. Riyani Wikaningrum

12. Prof. dr. Soeharto

13. Dr. Masruroh Rahayu

14. Dr. Sugito Wonodirekso

15. Prof. Dr. Qomariyah

16. Dr. Herqutanto

17. Dr. Wida Fatmaningrum

18. Dr. Yulherina

19. Dr. Bernard SM Hutabarat

20. Dr. Woro Hapsari

21. Dr. Nita Arisan

22. DR. dr. Putu Suyaso

UCAPAN TERIMAKASIH

Kementerian Kesehatan RI menyampaikan terima kasih dan penghargaan se nggi- ngginya kepada semua pihak yang telah membantu, dimulai dari usulan draf pertama hingga diterbitkannya Pedoman Internsip Dokter Indonesia ini.

A. Kelompok Kerja Program Internsip Dokter Indonesia

Sesuai dengan Kepmenkes Nomor 993/MENKES/SK/X/2008

1. Sekretaris Jenderal Depkes RI

2. Dirjend. Bina Pelayanan Medik Depkes RI

3. Dirjend. Bina Kesehatan Masyarakat Depkes RI

4. Ketua Konsil Kedokteran Indonesia

5. Ketua Umum PB IDI

6. Kepala Badan PPSDM Kesehatan Depkes RI

7. Kabid Pemberdayaan Puspronakes LN, Badan PPSDMK

8. Kabid Perencanaan dan Sumberdaya Pusdiknakes Badan PPSDMK

9. Sekretaris Badan PPSDMK

10. Kepala Pusdiknakes, Badan PPSDMK

11. Kepala Puspronakes LN, Badan PPSDMK

12. Ketua Elect PB IDI

13. Sekretaris Konsil Kedokteran Indonesia

14. Kepala Biro Kepegawaian, Depkes RI

15. Kepala Pusdiknakes, Badan PPSDMK

16. Kepala Bidang Bin-Bang Pradokyan Primer dan Doga

17. drg. Ninin Se aningsih, MM (Kepala Bagian Program dan Informasi, Ditjen Bina Yanmedik)

18. drg. Marliana Purba, MM (Biro Kepegawaian, Depkes RI)

19. Syamsul Bahri SKM, M.Kes (Kepala Bagian Program dan

Informasi, Set. Badan PPSDMK)

20. Minarto, SKM, M.Kes (Sekretariat KKI)

21. Ne y T. Pakpahan (Biro Hukum dan Organisasi, Depkes RI)

22. Ketua Divisi Pembinaan Konsil Kedokteran Indonesia

23. Kepala Biro Hukum dan Organisasi Depkes RI

24. Wakil Ketua MKDKI

25. Kabag Hukormas Badan PPSDMK

26.

Kabag Penyusunan Peraturan Biro Hukor Depkes RI

27. Kabag Hukormas Ditjen Yanmedik Depkes RI

28. Kabag Hukormas Ditjen Binkesmas, Depkes RI

29. Kabag Pelayanan Hukum Sekretariat KKI

30. Sek. Kolegium Dokter dan Dokter Keluarga

31. Biro Hukum PB IDI

32. Ketua Kolegium Dokter dan Dokter Keluarga Indonesia PB IDI

33. Kepala Pusdiklat SDMK, Badan PPSDMK

34. Ketua PDKI PB IDI

35. Ketua Divisi Pendidikan Konsil Kedokteran Indonesia

36. Ketua Divisi Registrasi Kosil Kedokteran Indonesia

37. Kabag Kepegawaian dan TU Set. Badan PPSDMK

38. Kabid Perencanaan dan Informasi Pusrengun SDM Kesehatan, Badan PPSDMK

39. Kabag Umum dan Kepegawaian Set. Ditjen Bina Yanmedik

40. Kabag Program dan Informasi, Ditjen Binkesmas Depkes RI

41. Ketua BP2KB PB IDI

42. Kabid Perencanaan dan Program Puspronakes LN Badan PPSDMK

43. Kasubag Perencanaan Pegawai Biro Kepegawaian, Depkes RI

44. Kepala Pusrengun SDM Kesehatan, Badan PPSDMK

45. Ses Ditjen Bina Yanmedik, Depkes RI

46. Kabid Distribusi dan Kemandirian Pusrengun SDM Kesehatan, Badan PPSDMK

47. Kabag Tata Laksana Keuangan, Biro Keuangan dan Perlengkapan, Depkes RI

48. Kabag Keuangan dan Perlengkapan Set. Badan PPSDMK

49. Kasubdit Bina Yanmed RSU Pendidikan, Ditjen Bina Yanmed Depkes RI

50. Kabag Program dan Informasi, Ditjen Binkesmas Depkes RI

51. Ketua Komisi Internsip Kolegium DDKI PB IDI

52. Kabag Administrasi Umum dan Sekretariat KKI

53. Kabag Pengembangan Pegawai Biro Kepegawaian, Depkes RI

54. Kabid Kendali Mutu Pusdiklat SDMK, Badan PPSDM Kesehatan

B. TIM AD HOC

Sesuai dengan SK Kepala Badan PPSDM Kesehatan Nomor HK.02.04/2/1767.2/09

1. dr. Bambang Giatno Rahardjo, MPH (Kepala Badan PPSDM Kesehatan)

2. Zulkarnain Kasim, SKM, MBA (Sekretaris Badan PPSDM Kesehatan)

3. Drs. Abdurrahman, MPH (Kepala Pusrengun SDM Kesehatan Badan PPSDMK)

4.

dr. Se awan Soeparan, MPH (Kepala Pusdiknakes Badan PPSDMK)

5. dr. Ida Bagus Indra Gautama (Kepala Pusdiklat SDM Kesehatan, Badan PPSDMK)

6. dr. Asjikin Iman H. Dachlan, MHA (Kepala Puspronakes LN, Badan PPSDMK)

7. dr. Budi Sampurna, SH, DFM, Sp.F(K) (Kepala Biro Hukum dan Organisasi Depkes RI)

8. Prof. DR. Mulyohadi Ali, dr (Konsil Kedokteran Indonesia)

9. dr. Djauhari Widjajakusumah, PFK (Kolegium Dokter dan Dokter Keluarga Indonesia)

10. drg. Judianto, MPH (Kepala Bidang Pemberdayaan, Puspronakes LN, Badan PPSDMK)

11. dr. Rini Rachmawa , MARS (Kepala Bidang Evaluasi dan Pemantauan Puspronakes LN, Badan PPSDMK)

12. Ir. Herwan Bahar, MSc (Kepala Bidang Evaluasi dan Pemantauan Puspronakes LN, Badan PPSDMK)

13. Jenny Songkilawang, SKM (Kasubbid Profesi, Puspronakes LN)

14. drg. Helmawaty Hamid, MPd (Kasubbid TKKI dan TKKA, Puspronakes LN)

15. Prof. Dr. Hj. Qomariyah, MS, PKK, AIFM

16. dr. Untung Suseno Sutarjo, M.Kes

17. dr. Bernard SM. Hutabarat, PAK

18. Prof. DR. Soeharto, dr, MSc, MPdK, SpPD KPTI

19. dr. Ti Savitri

20. Ira Heriawa , SKp

21. dr. Yulherina

22. dr. Tom Surjadi, MPH

23. dr. Si Pariani

24. Prof. Dr. Nancy Margarita Reha a, dr., Sp.An.KIC, KNA

25. Dr. Ova Amelia, dr. SpOG, M.Med

26. A. Syahroni, S.Sos, MPd

27. Hani Annadoroh, Amd. Keb, SKM

28. dr. Sugito Wonodirekso, MS, PKK, PHK

29. dr. Riyani Wikaningrum, DMM, MSc

30. DR. Respa S. Drajat, dr. SpOT

31. DR. Basuki B. Purnomo, dr. SpU

32. drg. Widyawa , MQIH

33. Mu iha , S.Kep, Ners

34. Dorce Tandung, S.Sos, Msi

35. Asril Rusli, SH, MH

36. Burlian SH, M.Kes

37. drg. Astuty, MARS

38. Ne y T. Pakpahan, SH, MH

39. Uud Cahyono, SH

40. Dra. Farida Uli Siahaan, Apt

41. Dewi Suci Mahaya M, SSt

42. JB. Soekirno

43. Wasiya Djuremi, SKM

44. Rr. Kristan Endah WW, SKM

45. Yenni Sulistyowa , SP

DAFTAR PUSTAKA

1. Departemen Kesehatan Republik Indonesia (2004). Sistem Kesehatan Nasional, Jakarta: Departemen Kesehatan

2. Departemen Kesehatan Republik Indonesia; Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 tahun 2004: Prak k Kedokteran: Jakarta 2004

3. Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia (2002). SK. Mendiknas No. 045/U/2002 tentang Kurikulum Pendidikan Tinggi, Jakarta; Depdiknas

4. Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia; Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003: Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta 2003

5. Konsil Kedokteran Indonesia (2006); Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia Nomor 1 tahun 2005 tentang Registrasi Dokter dan Dokter Gigi

6. Konsil Kedokteran Indonesia (2006); SK. Konsil Kedokteran Indonesia Nomor 20/ KKI/KEP/IX/2006 tentang Standar Pendidikan Profesi Dokter

7. Konsil Kedokteran Indonesia (2006); SK. Konsil Kedokteran Indonesia Nomor 21A/ KKI/KEP/IX/2006 tentang Standar Kompetensi Dokter

8. A Premier on Family Medicine Pra ce, Goh Lee Gan, Azrul Azwar, Sugito Wonodirekso, Singapore Interna onal Founda on, 2004

9. Educa on and Professional Development dalam : Improvving Health System: The Contribu on of Family Medicine, Boelen C, Hag C, Hunt VRivo M, Shahady E.Eds, Best Prin ng Company, Singapore2002

10. Teaching Family Medicine dalam A Premier on Family Medicine Pra ce Ed.1, Onion Design Pte Ltd, Singapore 2004 Diunduh dari : wfme wikipedia