Anda di halaman 1dari 19

TUGAS KELOMPOK

VARICELLA
D
I
S
U
S
U
N
NAMA KELOMPOK

ALMAR BRIJETNO RUKMINI SARI


A.INDRA SUKRI RASNA MAULANI
HUSNI NUR HIKMAH
HJ.FARIDAH EVA KUMALASARI
HJ.RAHMA MURSALIN
SUPRATMAN

STIKES KURNIA JAYA PERSADA PALOPO


TAHUN 2017
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Varisela adalah penyakit infeksi virus akut dan cepat menular, yang disertai gejala
konstitusi dengan kelainan kulit yang polimorf, terutama berlokasi di bagian sentral tubuh.
(Prof. Dr. Maswali Harahap, 2000 : 94)
Varicella pada umumnya menyerang anak-anak ; dinegara-negara bermusin empat,
90% kasus varisela terjadi sebelum usia 15 tahun. Pada anak-anak , pada umumnya
penyakit ini tidak begitu berat.
Namun di negara-negara tropis, seperti di Indonesia, lebih banyak remaja dan orang
dewasa yang terserang Varisela. Lima puluh persen kasus varisela terjadi diatas usia 15
tahun. Dengan demikian semakin bertambahnya usia pada remaja dan dewasa, gejala
varisela semakin bertambah berat.

B. TUJUAN
1. Untuk mengetahui konsep dasar dan teori penyakit Varicella
2. Untuk mengetahui konsep dasar asuhan keperawatan untuk penyakit Varicella.

C. MANFAAT
1. Agar lebih mengetahui tentang penyakit Varicella.
2. Agar terhindar dari bahayanya Penyakit Varicella.
3. Agar meningkatkah asuhan keperawatan Varicella bagi perawat.
BAB II
KONSEP MEDIS

A. Definisi
Varisela berasal dari bahasa latin, Varicella. Di Indonesia penyakit ini dikenal
dengan istilah cacar air, sedangkan di luar negeri terkenal dengan nama Chicken pox.
Varisela adalah Penyakit Infeksi Menular yang disebabkan oleh virus Varicella
Zoster, ditandai oleh erupsi yang khas pada kulit.
Varisela atau cacar air merupakan penyakit yang sangat menular yang disebabkan
oleh virus Varicella Zoster dengan gejala-gejala demam dan timbul bintik-bintik merah
yang kemudian mengandung cairan.
Varisela adalah penyakit infeksi virus akut dan cepat menular, yang disertai gejala
konstitusi dengan kelainan kulit yang polimorf, terutama berlokasi di bagian sentral tubuh.
(Prof. Dr. Maswali Harahap, 2000 : 94)
Varisela merupakan penyakit akut menular yang ditandai oleh vesikel di kulit dan
selaput lendir yang disebabkan oleh virus varisella. Varisela adalah infeksi akut prime yang
menyerang kulit dan mukosa secara klinis terdapat gejala konstitusi, kelainan kulit
polimorfi terutama berlokasi di bagian sentral tubuh, disebut juga cacar air, chicken pox
(Kapita Selekta, 2000).
B. Etiologi
Virus Varicella Zoster, termasuk Famili Herpes Virus. Menurut Richar E, varisela
disebabkan oleh Herpes virus varicella atau disebut juga virus varicella-zoster (virus V-Z).
Virus tersebut dapat pula menyebabkan herpes zoster. Kedua penyakit ini mempunyai
manifestasi klinis yang berbeda. Diperkirakan bahwa setelah ada kontak dengan virus V-Z
akan terjadi varisela; kemudian setelah penderita varisela tersebut sembuh, mungkin virus
itu tetap ada dalam bentuk laten (tanpa ada manifestasi klinis) dan kemudian virus V-Z
diaktivasi oleh trauma sehingga menyebabkan herpes zoster. Virus V-Z dapat ditemukan
dalam cairan vesikel dan dalam darah penderita verisela dapat dilihat dengan mikroskop
electron dan dapat diisolasi dengan menggunakan biakan yang terdiri dari fibroblas paru
embrio manusia.

C. Klasifikasi

Menurut Siti Aisyah (2003). Klasifikasi Varisela dibagi menjadi 2 :

1. Varisela congenital

Varisela congenital adalah sindrom yang terdiri atas parut sikatrisial, atrofi

ekstremitas, serta kelainan mata dan susunan syaraf pusat. Sering terjadi ensefalitis

sehingga menyebabkan kerusakan neuropatiki. Risiko terjadinya varisela congenital sangat

rendah (2,2%), walaupun pada kehamilan trimester pertama ibu menderita varisela.

Varisela pada kehamilan paruh kedua jarang sekali menyebabkan kematian bayi pada saat

lahir. Sulit untuk mendiagnosis infeksi varisela intrauterin. Tidak diketahui apakah

pengobatan dengan antivirus pada ibu dapat mencegah kelainan fetus.

2. Varisela neonatal

Varisela neonatal terjadi bila terjadi varisela maternal antara 5 hari sebelum sampai

2 hari sesudah kelahiran. Kurang lebih 20% bayi yang terpajan akan menderita varisela

neonatal. Sebelum penggunaan varicella-zoster immune globulin (VZIG), kematian varisela

neonatal sekitar 30%. Namun neonatus dengan lesi pada saat lahir atau dalam 5 hari

pertama sejak lahir jarang menderita varisela berat karena mendapat antibody dari ibunya.
Neonatus dapat pula tertular dari anggota keluarga lainnya selain ibunya. Neonatus yang

lahir dalam masa risiko tinggi harus diberikan profilaksis VZIG pada saat lahir atau saat

awitan infeksi maternal bila timbul dalam 2 hari setelah lahir. Varisela neonatal biasanya

timbul dalam 5-10 hari walaupun telah diberikan VZIG. Bila terjadi varisela progresif

(ensefalitis, pneumonia, varisela, hepatitis, diatesis pendarahan) harus diobati dengan

asiklovir intravena. Bayi yang terpajan dengan varisela maternal dalam 2 bulan sejak lahir

harus diawasi. Tidak ada indikasi klinis untuk memberikan antivirus pada varisela

neonatal atau asiklovir profilaksis bila terpajan varisela maternal.

D. Manifestasi Klinik

Masa tunas penyakit berkisar antara 8-12 hari.

Didahului stadium prodromal yang ditandai :

1. Demam

2. Malaise

3. Sakit kepala

4. Anoreksia

5. Sakit punggung

6. Batuk kering

7. Sore throat yang berlangsung 1-3 hari.


Stadium : erupsi yang ditandai dengan terbentuknya verikula yang khas, seperti tetesan
embun (teardrops) vesikula akan berubah menjadi pustule, kemudian pecah menjadi
kusta, sementara proses ini berlangsung, timbul lagi vesikel baru sehingga menimbulkan
gambaran polimorfi.
Penyebaran lesi terutama adalah di daerah badan kemudian menyebar secara satrifugal
ke muka dan ekstremitas. (Prof.dr. Marwali Harahap, 2000 : 94 95 )
E. Patofisiologi
Menyebar Hematogen.
Virus Varicella Zoster juga menginfeksi sel satelit di sekitar Neuron pada ganglion
akar dorsal Sumsum Tulang Belakang. Dari sini virus bisa kembali menimbulkan gejala
dalam bentuk Herpes Zoster.
Sekitar 250 500 benjolan akan timbul menyebar diseluruh bagian tubuh, tidak
terkecuali pada muka, kulit kepala, mulut bagian dalam, mata , termasuk bagian tubuh yang
paling intim. Namun dalam waktu kurang dari seminggu , lesi teresebut akan mengering
dan bersamaan dengan itu terasa gatal. Dalam waktu 1 3 minggu bekas pada kulit yang
mengering akan terlepas.
Virus Varicella Zoster penyebab penyakit cacar air ini berpindah dari satu orang ke
orang lain melalui percikan ludah yang berasal dari batuk atau bersin penderita dan
diterbangkan melalui udara atau kontak langsung dengan kulit yang terinfeksi.
Virus ini masuk ke tubuh manusia melalui paru-paru dan tersebar kebagian tubuh melalui
kelenjar getah bening.
Setelah melewati periode 14 hari virus ini akan menyebar dengan pesatnya ke
jaringan kulit. Memang sebaiknya penyakit ini dialami pada masa kanak-kanak dan pada
kalau sudah dewasa. Sebab seringkali orang tua membiarkan anak-anaknya terkena cacar
air lebih dini.
Varicella pada umumnya menyerang anak-anak ; dinegara-negara bermusin empat,
90% kasus varisela terjadi sebelum usia 15 tahun. Pada anak-anak , pada umumnya
penyakit ini tidak begitu berat.
Namun di negara-negara tropis, seperti di Indonesia, lebih banyak remaja dan orang
dewasa yang terserang Varisela. Lima puluh persen kasus varisela terjadi diatas usia 15
tahun. Dengan demikian semakin bertambahnya usia pada remaja dan dewasa, gejala
varisela semakin bertambah berat.

F. Komplikasi
Cacar air jarang menyebabkan komplikasi. Jika terjadi komplikasi dapat berupa
infeksi kulit. Komplikasi yang paling umum ditemukan adalah :
1. Bekas luka yang menetap. Hal ini umumnya ditemukan jika cacar air terjadi pada anak
yang usianya lebih tua atau cenderung pada orang dewasa.
2. Acute Cerebral Ataxia Komplikasi ini tidak umum ditemukan dan cenderung lebih
mungkin tejadi pada anak yang lebih tua. Komplikasi ini ditandai dengan gerakan otot yang
tidak terkoordinasi sehingga anak dapat mengalami kesulitan berjalan, kesulitan bicara,
gerakan mata yang berganti-ganti dengan cepat. Ataxia ini akan menghilang dengan
sendirinya dalam waktu beberapa minggu atau bulan.

Pada beberapa kelompok, cacar air mungkin menyebabkan komplikasi yang serius
seperti cacar air yang berat dan seluruh tubuh, pneumonia dan hepatitis yang termasuk
dalam kelompok tersebut :
1. Bayi dibawah usia 28 hari.
2. Orang dengan kekebalan tubuh rendah
3. Komplikasi yang terjadi pada orang dewasa berupa ensefalitis, pneumonia, karditis,
glomerulonefritis, hepatitis, konjungtivitis, otitis, arthritis dan kelainan darah (beberapa
macam purpura).
4. Infeksi pada ibu hamil trimester pertama dapat menimbulkan kelainan congenital,
sedangkan infeksi yang terjadi beberapa hari menjelang kelahiran dapat menyebabkan
varisela congenital pada neonatus.

G. Pencegahan
1. Hindari kontak dengan penderita.
2. Tingkatkan daya tahan tubuh.
3. Imunoglobulin Varicella Zoster
- Dapat mencegah (atau setidaknya meringankan0 terjadinya cacar air. Bila diberikan dalam
waktu maksimal 96 jam sesudah terpapar.
- Dianjurkan pula bagi bayi baru lahir yang ibunya menderita cacar iar beberapa saat
sebelum atau sesudah melahirkan.
H. Penatalaksanaan
1. Nyeri diberikan analgetik
2. Terdapat infeksi sekunder diberikan antibiotic
3. Defisiensi imunitas diberikan antiviral/imunostrimulator.
4. Sejak lesi muncul dalam 3 hari pertama diberikan asiklovir.
5. Untuk mencegah fibrosis ganglion diberikan kortikosteroid.
6. Pengobatan tropical tergantung pada stadium, pada 5 stadium besikal diberikan bedak
untuk mencegah pecahnya vesikel agar tidak terjadi infekel sekunder. (Arif
Mansjoer, 2000 : 129)
BAB III
KONSEP KEPERAWATAN

A. Pengkajian
1. Aktivitas / Istirahat
Tanda : penurunan kekuatan tahanan
2. Integritas ego
Gejala : masalah tentang keluarga, pekerjaan, kekuatan, kecacatan.Tanda : ansietas,
menangis, menyangkal, menarik diri, marah.
3. Makan/cairan
Tanda : anorexia, mual/muntah
4. Neuro sensori
Gejala : kesemutan area bebas Tanda : perubahan orientasi, afek, perilaku kejang (syok
listrik), laserasi corneal, kerusakan retinal, penurunan ketajaman penglihatan
5. Nyeri / Kenyamanan
Gejala : Sensitif untuk disentuh, ditekan, gerakan udara, peruban suhu.
6. Keamanan
Tanda : umum destruksi jaringan dalam mungkin terbukti selama 3-5 hari sehubungan
dengan proses trambus mikrovaskuler pada kulit.
7. Data subjektif
Pasien merasa lemas, tidak enak badan, tidak nafsu makan dan sakit kepala.
8. Data Objektif :
a) Integumen : kulit hangat, pucat dan adanya bintik-bintik kemerahan pada kulit yang
berisi cairan jernih.
b) Metabolik : peningkatan suhu tubuh.
c) Psikologis : menarik diri.
d) GI : anoreksia.
e) Penyuluhan / pembelajaran : tentang perawatan luka varicela.
B. Masalah yang lazim muncul pada klien

1. Kerusakan integritas kulit


2. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
3. Nyeri akut
4. Hipertermi
5. Resiko infeksi

C. Intervensi

No Diagnosa keperawatan Tujuan dan Kriteria Intervensi


Hasil
1 Kerusakan integritas kulit NOC : Tissue Integrity : NIC : Pressure Management
Skin and Mucous Anjurkan pasien untuk
Definisi : Perubahan pada
Membranes menggunakan pakaian yang
epidermis dan dermis
Kriteria Hasil : longgar
v Integritas kulit yang baik Hindari kerutan padaa tempat
Batasan karakteristik :
bisa dipertahankan tidur
- Gangguan pada bagian
(sensasi, elastisitas,
Jaga kebersihan kulit agar tetap
tubuh
temperatur, hidrasi, bersih dan kering
- Kerusakan lapisa kulit
pigmentasi) Mobilisasi pasien (ubah posisi
(dermis)
v Tidak ada luka/lesi pada pasien) setiap dua jam sekali
- Gangguan permukaan
kulit Monitor kulit akan adanya
kulit (epidermis)
v Perfusi jaringan baik kemerahan
Faktor yang berhubungan
v Menunjukkan Oleskan lotion atau
:
pemahaman dalam minyak/baby oil pada derah
Eksternal :
proses perbaikan kulit yang tertekan
- Hipertermia atau
dan mencegah Monitor aktivitas dan mobilisasi
hipotermia
terjadinya sedera pasien
- Substansi kimia
berulang Monitor status nutrisi pasien
- Kelembaban udara
v Mampu melindungi kulit Memandikan pasien dengan
- Faktor mekanik
dan mempertahankan sabun dan air hangat
(misalnya : alat yang dapat
kelembaban kulit dan
menimbulkan luka,
perawatan alami
tekanan, restraint)
- Immobilitas fisik
- Radiasi
- Usia yang ekstrim
- Kelembaban kulit
- Obat-obatan
Internal :
- Perubahan status
metabolik
- Tulang menonjol
- Defisit imunologi
- Faktor yang
berhubungan dengan
perkembangan
- Perubahan sensasi
- Perubahan status
nutrisi (obesitas,
kekurusan)
- Perubahan status cairan
- Perubahan pigmentasi
- Perubahan sirkulasi
- Perubahan turgor
(elastisitas kulit)
2 Ketidakseimbangan NOC : Nutrition Management
nutrisi kurang dari v Nutritional Status : food Kaji adanya alergi makanan
kebutuhan tubuh and Fluid Intake Kolaborasi dengan ahli gizi
Kriteria Hasil : untuk menentukan jumlah
Definisi : Intake nutrisi v Adanya peningkatan kalori dan nutrisi yang
tidak cukup untuk berat badan sesuai dibutuhkan pasien.
keperluan metabolisme dengan tujuan Anjurkan pasien untuk
tubuh. v Berat badan ideal sesuai meningkatkan intake Fe
dengan tinggi badan Anjurkan pasien untuk
Batasan karakteristik : v Mampu mengidentifikasi meningkatkan protein dan
- Berat badan 20 % atau kebutuhan nutrisi vitamin C
lebih di bawah ideal v Tidak ada tanda tanda Berikan substansi gula
- Dilaporkan adanya intake malnutrisi Yakinkan diet yang dimakan
makanan yang kurang dariv Tidak terjadi penurunan mengandung tinggi serat
RDA (Recomended Daily berat badan yang berarti untuk mencegah konstipasi
Allowance) Berikan makanan yang terpilih (
- Membran mukosa dan sudah dikonsultasikan dengan
konjungtiva pucat ahli gizi)
- Kelemahan otot yang Ajarkan pasien bagaimana
digunakan untuk membuat catatan makanan
menelan/mengunyah harian.
- Luka, inflamasi pada Monitor jumlah nutrisi dan
rongga mulut kandungan kalori
- Mudah merasa kenyang, Berikan informasi tentang
sesaat setelah mengunyah kebutuhan nutrisi
makanan Kaji kemampuan pasien untuk
- Dilaporkan atau fakta mendapatkan nutrisi yang
adanya kekurangan dibutuhkan
makanan Nutrition Monitoring
- Dilaporkan adanya BB pasien dalam batas normal
perubahan sensasi rasa Monitor adanya penurunan
- Perasaan berat badan
ketidakmampuan untuk Monitor tipe dan jumlah
mengunyah makanan aktivitas yang biasa dilakukan
- Miskonsepsi Monitor interaksi anak atau
- Kehilangan BB dengan orangtua selama makan
makanan cukup Monitor lingkungan selama
- Keengganan untuk makan
makan Jadwalkan pengobatan dan
- Kram pada abdomen tindakan tidak selama jam
- Tonus otot jelek makan
- Nyeri abdominal dengan Monitor kulit kering dan
atau tanpa patologi perubahan pigmentasi
- Kurang berminat Monitor turgor kulit
terhadap makanan Monitor kekeringan, rambut
- Pembuluh darah kapiler kusam, dan mudah patah
mulai rapuh Monitor mual dan muntah
- Diare dan atau Monitor kadar albumin, total
steatorrhea protein, Hb, dan kadar Ht
- Kehilangan rambut yang Monitor makanan kesukaan
cukup banyak (rontok) Monitor pertumbuhan dan
- Suara usus hiperaktif perkembangan
- Kurangnya informasi, Monitor pucat, kemerahan, dan
misinformasi kekeringan jaringan
konjungtiva
Faktor-faktor yang Monitor kalori dan intake
berhubungan : nuntrisi
Ketidakmampuan Catat adanya edema, hiperemik,
pemasukan atau mencerna hipertonik papila lidah dan
makanan atau cavitas oral.
mengabsorpsi zat-zat gizi Catat jika lidah berwarna
berhubungan dengan magenta, scarlet
faktor biologis, psikologis
atau ekonomi.

3 Nyeri akut NOC : Pain Management


v Pain Level,
Definisi : v Pain control, Lakukan pengkajian nyeri
Sensori yang tidak v Comfort level secara komprehensif termasuk
menyenangkan dan Kriteria Hasil : lokasi, karakteristik, durasi,
pengalaman emosional v Mampu mengontrol nyeri frekuensi, kualitas dan faktor
yang muncul secara aktual (tahu penyebab nyeri, presipitasi
atau potensial kerusakan mampu menggunakan Observasi reaksi nonverbal dari
jaringan atau tehnik nonfarmakologi ketidaknyamanan
menggambarkan adanya untuk mengurangi nyeri, Gunakan teknik komunikasi
kerusakan (Asosiasi Studi mencari bantuan) terapeutik untuk mengetahui
Nyeri Internasional): v Melaporkan bahwa nyeri pengalaman nyeri pasien
serangan mendadak atau berkurang dengan Kaji kultur yang mempengaruhi
pelan intensitasnya dari menggunakan respon nyeri
ringan sampai berat yang manajemen nyeri Evaluasi pengalaman nyeri
dapat diantisipasi denganv Mampu mengenali nyeri masa lampau
akhir yang dapat (skala, intensitas,
Evaluasi bersama pasien dan
diprediksi dan dengan frekuensi dan tanda tim kesehatan lain tentang
durasi kurang dari 6 nyeri) ketidakefektifan kontrol nyeri
bulan. v Menyatakan rasa nyaman masa lampau
setelah nyeri berkurang Bantu pasien dan keluarga
Batasan karakteristik : v Tanda vital dalam untuk mencari dan
- Laporan secara verbal rentang normal menemukan dukungan
atau non verbal Kontrol lingkungan yang dapat
- Fakta dari observasi mempengaruhi nyeri seperti
- Posisi antalgic untuk suhu ruangan, pencahayaan
menghindari nyeri dan kebisingan
- Gerakan melindungi Kurangi faktor presipitasi nyeri
- Tingkah laku berhati- Pilih dan lakukan penanganan
hati nyeri (farmakologi, non
- Muka topeng farmakologi dan inter
- Gangguan tidur (mata personal)
sayu, tampak capek, sulit Kaji tipe dan sumber nyeri
atau gerakan kacau, untuk menentukan intervensi
menyeringai) Ajarkan tentang teknik non
- Terfokus pada diri farmakologi
sendiri Berikan analgetik untuk
- Fokus menyempit mengurangi nyeri
(penurunan persepsi Evaluasi keefektifan kontrol
waktu, kerusakan proses nyeri
berpikir, penurunan Tingkatkan istirahat
interaksi dengan orang Kolaborasikan dengan dokter
dan lingkungan) jika ada keluhan dan tindakan
- Tingkah laku distraksi, nyeri tidak berhasil
contoh : jalan-jalan, Monitor penerimaan pasien
menemui orang lain tentang manajemen nyeri
dan/atau aktivitas, Analgesic Administration
aktivitas berulang-ulang) Tentukan lokasi, karakteristik,
- Respon autonom kualitas, dan derajat nyeri
(seperti diaphoresis, sebelum pemberian obat
perubahan tekanan darah, Cek instruksi dokter tentang
perubahan nafas, nadi dan jenis obat, dosis, dan frekuensi
dilatasi pupil) Cek riwayat alergi
- Perubahan autonomic Pilih analgesik yang diperlukan
dalam tonus otot atau kombinasi dari analgesik
(mungkin dalam rentang ketika pemberian lebih dari
dari lemah ke kaku) satu
- Tingkah laku ekspresif Tentukan pilihan analgesik
(contoh : gelisah, merintih, tergantung tipe dan beratnya
menangis, waspada, nyeri
iritabel, nafas Tentukan analgesik pilihan, rute
panjang/berkeluh kesah) pemberian, dan dosis optimal
- Perubahan dalam nafsu Pilih rute pemberian secara IV,
makan dan minum IM untuk pengobatan nyeri
secara teratur
Faktor yang berhubungan Monitor vital sign sebelum dan
: sesudah pemberian analgesik
Agen injuri (biologi, kimia, pertama kali
fisik, psikologis) Berikan analgesik tepat waktu
terutama saat nyeri hebat
Evaluasi efektivitas analgesik,
tanda dan gejala (efek
samping)
4 Hipertermia NOC : Thermoregulation NIC : i akut
Kriteria Hasil : Fever treatment
Definisi : suhu tubuh naik v Suhu tubuh dalam Monitor suhu sesering
diatas rentang normal rentang normal mungkin
v Nadi dan RR dalam Monitor IWL
Batasan Karakteristik: rentang normal Monitor warna dan suhu kulit
kenaikan suhu tubuh v Tidak ada perubahan Monitor tekanan darah, nadi
diatas rentang normal warna kulit dan tidak dan RR
serangan atau konvulsi ada pusing, merasa Monitor penurunan tingkat
(kejang) nyaman kesadaran
kulit kemerahan Monitor WBC, Hb, dan Hct
pertambahan RR Monitor intake dan output
takikardi Berikan anti piretik
saat disentuh tangan Berikan pengobatan untuk
terasa hangat mengatasi penyebab demam
Selimuti pasien
Faktor faktor yang Lakukan tapid sponge
berhubungan : Berikan cairan intravena
- penyakit/ trauma Kompres pasien pada lipat
- peningkatan paha dan aksila
metabolisme Tingkatkan sirkulasi udara
- aktivitas yang berlebih Berikan pengobatan untuk
- pengaruh mencegah terjadinya
medikasi/anastesi menggigil
-
ketidakmampuan/penuru Temperature regulation
nan kemampuan untuk Monitor suhu minimal tiap 2
berkeringat jam
- terpapar dilingkungan Rencanakan monitoring suhu
panas secara kontinyu
- dehidrasi Monitor TD, nadi, dan RR
- pakaian yang tidak tepat Monitor warna dan suhu kulit
Monitor tanda-tanda
hipertermi dan hipotermi
Tingkatkan intake cairan dan
nutrisi
Selimuti pasien untuk
mencegah hilangnya
kehangatan tubuh
Ajarkan pada pasien cara
mencegah keletihan akibat
panas
Diskusikan tentang pentingnya
pengaturan suhu dan
kemungkinan efek negatif dari
kedinginan
Beritahukan tentang indikasi
terjadinya keletihan dan
penanganan emergency yang
diperlukan
Ajarkan indikasi dari hipotermi
dan penanganan yang
diperlukan
Berikan anti piretik jika perlu

Vital sign Monitoring


Monitor TD, nadi, suhu, dan RR
Catat adanya fluktuasi tekanan
darah
Monitor VS saat pasien
berbaring, duduk, atau berdiri
Auskultasi TD pada kedua
lengan dan bandingkan
Monitor TD, nadi, RR, sebelum,
selama, dan setelah aktivitas
Monitor kualitas dari nadi
Monitor frekuensi dan irama
pernapasan
Monitor suara paru
Monitor pola pernapasan
abnormal
Monitor suhu, warna, dan
kelembaban kulit
Monitor sianosis perifer
Monitor adanya cushing triad
(tekanan nadi yang melebar,
bradikardi, peningkatan
sistolik)
dentifikasi penyebab dari
perubahan vital sign

5 Resiko Infeksi NOC : NIC :


v Immune Status Infection Control (Kontrol
Definisi : Peningkatan v Knowledge : Infection infeksi)
resiko masuknya control Bersihkan lingkungan
organisme patogen v Risk control setelah dipakai pasien lain
Kriteria Hasil : Pertahankan teknik isolasi
Faktor-faktor resiko : v Klien bebas dari tanda Batasi pengunjung bila perlu
- Prosedur Infasif dan gejala infeksi Instruksikan pada
- Ketidakcukupan v Mendeskripsikan proses pengunjung untuk mencuci
pengetahuan untuk penularan penyakit, tangan saat berkunjung dan
menghindari paparan factor yang setelah berkunjung
patogen mempengaruhi meninggalkan pasien
- Trauma penularan serta
Gunakan sabun antimikrobia
- Kerusakan jaringan dan penatalaksanaannya, untuk cuci tangan
peningkatan paparan v Menunjukkan Cuci tangan setiap sebelum
lingkungan kemampuan untuk dan sesudah tindakan
- Ruptur membran mencegah timbulnya kperawtan
amnion infeksi Gunakan baju, sarung tangan
- Agen farmasi v Jumlah leukosit dalam sebagai alat pelindung
(imunosupresan) batas normal Pertahankan lingkungan
- Malnutrisi v Menunjukkan perilaku aseptik selama pemasangan
- Peningkatan paparan hidup sehat alat
lingkungan patogen Ganti letak IV perifer dan line
- Imonusupresi central dan dressing sesuai
- Ketidakadekuatan dengan petunjuk umum
imum buatan Gunakan kateter intermiten
- Tidak adekuat untuk menurunkan infeksi
pertahanan sekunder kandung kencing
(penurunan Hb, Tingktkan intake nutrisi
Leukopenia, penekanan Berikan terapi antibiotik bila
respon inflamasi) perlu
- Tidak adekuat
pertahanan tubuh primer Infection Protection
(kulit tidak utuh, trauma (proteksi terhadap infeksi)
jaringan, penurunan kerja Monitor tanda dan gejala
silia, cairan tubuh statis, infeksi sistemik dan lokal
perubahan sekresi pH, Monitor hitung granulosit,
perubahan peristaltik) WBC
- Penyakit kronik Monitor kerentanan
terhadap infeksi
Batasi pengunjung
Saring pengunjung terhadap
penyakit menular
Partahankan teknik aspesis
pada pasien yang beresiko
Pertahankan teknik isolasi
k/p
Berikan perawatan kuliat
pada area epidema
Inspeksi kulit dan membran
mukosa terhadap kemerahan,
panas, drainase
Ispeksi kondisi luka / insisi
bedah
Dorong masukkan nutrisi
yang cukup
Dorong masukan cairan
Dorong istirahat
Instruksikan pasien untuk
minum antibiotik sesuai resep
Ajarkan pasien dan keluarga
tanda dan gejala infeksi
Ajarkan cara menghindari
infeksi
Laporkan kecurigaan infeksi
Laporkan kultur positif

E. Evaluasi
Evaluasi disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai dalam intervensi dan masalah
gangguan intebritas kulit dikatakan teratasi apabila :
1. Fungsi kulit dan membran mukosa baik dengan parut minimal
2. Krusta berkurang
3. Suhu kulit, kelembapan dan warna kulit serta membran mukosa normal alami, tidak
terjadi kelainan neurogik.
4. Tidak terjadi kelainan respiratorik.
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Varicella adalah infeksi akut primer oleh virus Varicella Zooster yang menyerang kulit
dan mukosa.
2. Penyakit ini disebabkan oleh virus Varicella Zooster. Penamaan virus ini memberi
pengertian bahwa infeksi primer virus ini menyebabkan penyakit Varicella. Sedangkan
kreativitasnya menyebabkan Herpes Zooster.
3. Pada beberapa kelompok yaitu :
a) Bayi dibawah usia 28 hari
b) Orang dengan kekebalan tubuh rendah.

B. Saran
Diharapkan kepada mahasiswa (i) dapat mengetahui apa itu Varicella dan jadikan
sebagai ilmu keperawatan dalam kehidupan sehari-hari.
DAFTAR PUSTAKA

Doengoes, Marilynn. E,.(1999). Rencana Asuhan Keperawatan Pedoman untuk


Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien.EGC : Jakarta.

Tarwoto dan Wartonah. (2000). Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan.
Salemba Medika : Jakarta.
Varisela . http://www.aventispasteur.co.id/news.asp?id7
Varisela Klinikku. http://www.klinikku.com/pustaka/medis/integ/varisela-klinis.html
Cacar Air. http://www.medicastore.com/med/detail_pyk_php?id=&iddtl