Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH AGAMA ISLAM

SIFAT-SIFAT RASUL

Nama : Sasya Naurah Salsabila


Kelas : XI

HOMESCHOOLING KAK SETO


2016
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Mengenal Rasul merupakan sebuah bahasan yang sangat penting dalam
pembinaan keagamaan seorang muslim. Dalam kalimat syahadat kesaksian yang
pertama yang dilakukan seorang adalah keyakinan bahwa Allah itu Esa dan yang
kedua adalah keimanan terhadap kerasulan Muhammad SAW. Oleh karena itu
pengenalan terhadap Rasulullah sangat menentukan tingkat pemahaman,
penghayatan dan pengamalan seseorang terhadap ikrar keislaman mereka, karena
dari sinilah terbentuklah kepribadian muslim.
Mengenal Rasul menjadi sebuah keperluan yang asasi bagi kaum
muslimin masa kini karena mereka tidak hidup bersama dengan nabi, mereka
harus beriman kepada Rasul dengan keimanan yang sebenar-benarnya. Inilah
sebuah upaya untuk menghayati makna syahadatain.
Ibnu Qoyyim menerangkan bahwa kebutuhan manusia yang utama adalah
mengenal para rasul dan ajaran yang dibawanya, percaya akan berita dan yang
disampaikannya serta taat pada yang diperintahkan, sebab tidak ada jalan menuju
kebahagiaan dan keberhasilan di dunia dan akhirat kecuali dengan tuntunan para
rosul.
Tidak ada pula petunjuk untuk mengetahui yang baik dan buruk maupun
keutamaan yang lain kecuali mengikuti rasul untuk mendapatkan ridha Allah.
Untuk itu, dalam makalah ini akan dijelaskan sifat-sifat apa saja yang dimiliki
rasul sehingga sifat-sifat rasul tersebut dapat dicontoh dan diterapkan kedalam
kehidupan sehari-hari.

1.2 Rumusan Masalah


Bagaimana penjelasan sifat-sifat rasul dan sifat-sifat rasul apa saja yang dapat
dicontoh dan diterapkan ?
BAB II

ISI

2.1 Pengertian Rasul


Rasul adalah seorang lelaki yang terpilih dan yang diutus oleh Allah dengan
risalah kepada manusia.Rasul sebagai pembawa risalah yang Allah berikan
kepadanya dan juga Rasul sebagai contoh dan teladan bagi aplikasi Islam di dalam
kehidupan seharian. Untuk lebih jelasnya bagaimana mengenal Rasul yang
menjalankan peranan pembawa risalah dan sebagai model, maka kita perlu
mengenal apakah ciri-ciri dari Rasul tersebut. Ciri-ciri Rasul adalah mempunyai
sifat-sifa yang asas, mempunyai mukjizat, sebagai pembawa berita gembira, ada
berita kenabian dan memiliki ciri kenabian, juga nampak hasil perbuatannya.

2.2 Sifat-sifat Rasul


Sifat-sifat rasul terdiri dari sifat wajib, sifat mustahi, sifat jaiz, dan sifat
maksum. Berikut adalah penjelasan untuk sifat-sifat yang dimiliki rasul :

1) Sifat Wajib adalah sifat yang pasti di miliki oleh para rasul Allah . Ada 4 sifat
wajib yaitu :
- Sidiq => Benar
- Amanah => Dapat dipercaya
- Tablig => Menyampaikan
- Fatanah => Cerdas

2) Sifat Mustahil adalah sifat yang tidak mungkin di miliki oleh para rasul Allah .
Sifat mustahil ada 4, yaitu :
- Kazib => Dusta
- Khianat => Tidak dapat di percaya
- Kitman => Menyembunyikan
- Baladah => Bodoh

3) Sifat Ja'iz adalah sifat yang boleh di miliki oleh para rasul Allah seperti sifat
sifat manusia pada umumnya . Sifat ja'iz, yaitu :
- Makan - Punya anak
- Minum - Merasa sakit
- Tidur - Senang
- Menikah - dll
4) Maksum adalah sifat Rasulullah yang senantiasa terpelihara dari segala dosa .

2.3 Sifat Wajib dan Sifat Mustahil Rasul

A. Sifat Wajib Bagi Rasul :


1. Basyariyah (manusia)
Rasul sebagai manusia biasa seperti kita semua. Perbezaannya adalah Allah
memberikan wahyu untuk disampaikan kepada orang lain. Kenapa Allah SWT
perlu menegaskan bahawa Rasul itu manusia biasa. Dengan penegasan ini maka
dapat disimpulkan bahawa Rasul dari golongan kita juga, dari manusia yang
seperti kita juga misalnya makan, minum, tidur, beristeri, bekerja, belajar, penat,
dan sifat-sifat kemanusiaan lainnya. Perbezaannya hanyalah terletak kepada
amanah yang Allah berikan kepada Rasul iaitu wahyu. Meyakini betul bahawa
Rasul seperti kita maka tidak ada alasan bagi kita untuk menolak perintah Rasul,
tidak ada alasan tidak mampu, tidak boleh dan sebagainya. Juga tidak boleh beri
alasan anak, isteri, sibuk kerja dan sebagainya kerana Rasul juga mempunyai
tanggung jawan demikian juga terhadap anak, isteri dan sebagainya.
Dalil = 14:11, Rasul sebagai manusia biasa

2. 'Ismah (terpelihara dari kesalahan)


Manusia biasa yang tidak mendapatkan wahyu mungkin melakukan kesilapan
dan kesalahan. Tetapi bagi para Rasul yang diberi amanah untuk menyampaikan
dakwah mesti terpelihara dari kesalahan kerana yang disampaikan adalah sesuatu
yang berasal dari Allah SWT. Allah SWT perlu memelihara aturan dan firmannya
dari kesalahan. Dengan sifat Rasul demikian iaitu dijaga oleh Allah SWT maka
apa yang dikeluarkan Nabi adalah benar dan kita perlu meyakininya.
Dalil = 5:67, Allah memelihara Rasul dari kejahatan manusia
66:1, Allah pengampun lagi penyayang

3. Sidq (benar)
Rasul - rasul dan Muhammad SAW mempunyai sifat sidq yang membawa
kebenaran. Orang yang membawa kebenaran tentunya ia sendiri bersifat sidq
sehingga apa yang disampaikan dapat diterima. Oleh itu, dengan sifat ini ramai
masyarakat jahiliyah menerima Islam. Sifat sidq bererti mengikuti Islam sebagai
sumber kebenaran. Tidak mengikuti Islam bererti mengikuti hawa nafsunya
sehingga menjauhkan diri dari kebenaran.
Dalil = 39:33, Muhammad SAW membawa kebenaran
53:3-4, Tiadalah ia berbicara menurut hawa nafsunya
4. Fatanah (cerdas)
Kecerdasan Rasulullah dapat dilihat bagaimana Rasul menyusun dakwah dan
strategi-strategi seperti berperang, berdakwah ke tempat lain dan sebagainya. Di
antara kecerdasan Rasul adalah mempunyai pandangan bahawa Islam akan
menaklukkan Mekah dan menaklukkan Khaibar. Rasul menggambarkan pada saat
tersebut ummat Islam masuk ke Masjidul Haram dengan aman sentosa, serta
bercukur dan menggunting rambut kepala tanpa sedikitpun. Kecerdasan Rasul
dalam memperkirakan kekuatan Ummat Islam dan kelemahan pihak lawan juga
dibuktikan di dalam peperangan lainnya.
Dalil = 48:27, pandangan Nabi terhadap kemenangan Islam

5. Amanah
Sifat lainnya adalah Amanah. Amanah secara umum bererti bertanggungjawab
terhadap apa yang dibawanya, menepati janji, melaksanakan perintah,
menunaikan keadilan, memberikan hukum yang sesuai dan dapat menjalankan
sesuatu yang disepakatinya. Sifat demikian dimiliki oleh para Rasul dan kita mesti
mengikutinya. Sifat ini sangatlah diperlukan di dalam kehidupan kita tidak hanya
dalam segi ibadah khusus tetapi secara umum seperti bekerja, belajar dan
berhubungan dengan orang lain. Bos di tempat kita bekerja akan menyenangi kita
yang mempunyai sifat amanah ini bahkan dengan sifat ini kita akan berjaya dan
berprestasi.
Dalil = 4:58, Alah menyuruhmu supaya menunaikan amanah

6. Tabligh (menyampaikan)
Salah satu rahsia kenapa Islam tersebar dengan cepat ke seluruh pelosok
tempat dan bagaimana pula dengan cepatnya perubahan-perubahan di tengah
masyarakat.Kenapa jumlah bilangan pengikut Islam semakin hari semakin ramai
dan semakin banyak yang menyokongnya. Jawabannya adalah sifat tabligh
dimiliki oleh Rasul dan pengikutnya. Setiap muslim merasakan bahawa dakwah
atau menyampaikan Islam sebagai suatu kewajiban yang perlu dilaksanakan di
mana sahaja dan bila masa sahaja. Ertinya dalam keadaan bagaimanapun, Ummat
Islam sentiasa menyampaikan risalah ini kepada siapa sahaja yang menerimanya.
Dalil = 5:67, Sampaikanlah apa yang diturunkan kepadanya

7. Iltizam (komitmen)
Rasulullah SAW beserta Rasulnya sangatlah dikenal dengan komitmenya
dengan Islam dan apa yang dibawanya. Beliau tahan dan tidak merasa takut
sedikitpun menghadapi cabaran dan tantangan dari pihak jahiliyah. Rasul selalu
komitmen dan dapat menghadapi cabaran dengan baik. Sifat iltizam ini perlu
dipupuk pada diri kita kerana dengan sifat inilah, nilai-nilai Islam pada diri kita
menjadi terpelihara dengan baik. Tanpa iltizam maka godaan syaitan dan
gangguan kafir menjadi terasa pada kita dan perubahan berlaku bahkan menjadi
futur dan sesat . NauzubilLah. Kemenangan bersama-sama dengan sifat iltizam
ini.
Dalil = 17:74, kalau sekiranya tiadalah kami tetapkan komitmen engkau,
sesungguhnya hampir engkau condong sedikit kepada mereka itu.
68:1-8, menggambarkan bagaimana Muhammad SAW disebut gila kerana
ia tetap komitmen dengan Islam, tahan dari cabaran kesesatan dan tidak
mengikuti orang yang mendustakan agama Allah.

8. Khuluqin Azim (akhlak yang mulia)


Sifat-sifat yang dimiliki oleh para rasul menggambarkan akhlak yang mulia.
Akhlak mulia bererti akhlak yang tinggi kemudian untuk mencapainya perlu
proses dan latihan. Tidak semua manusia boleh mencapai akhlak ini kecuali
mereka yang mengikuti tarbiyah islamiyah. Akhlak mulia yang dimiliki seseorang
maka akan disenangi oleh masyarakat di sekitarnya, mereka menerima dan
menyambut individu yang berakhlak mulia. Sunnah dakwah melihatkan bahawa
kebencian pihak Jahiliyah kerana aqidah yang dibawa ummat Islam bukan kerana
akhlaknya. Mereka menerima akhlak Islam kerana tidak merugikannya bahkan
menguntungkannya.
Dalil = 68:4, Sesungguhnya engkau (ya Muhammad) mempunyai akhlak yang
mulia.

9. Akhlak Qur'an
Akhlak mulia adalah juga akhlak Al Qur'an. Bererti akhlak Rasul adalah
amalan dan tingkah laku yang sesuai dengan Al Qur'an atau yang diarahkan oleh
Al Qur'an. Jadi untuk mendapati akhlak mulia seperti yang dimiliki Rasul maka
mesti mengamalkan Al Qur'an dalam kehidupan sehari-harinya. Al Qur'an berjalan
adalah akhlak Rasul.
Dalil = Hadits, bertanya kepada Aisyah RA bagaimanakah akhlak RasululLah ?
jawabannya adalah khuluquhu Al Qur'an.

10. Uswatun Hasanah (teladan yang baik)


Pada diri Rasul Muhammad SAW terdapat contoh yang baik iaitu akhlak
yang mulia yang digambarkan oleh Allah SWT. Sebagai contoh yang nyata
bagaimana menjadi muslim yang berakhlak mulia dan bagaimana al Qur'an
tertanam dalam diri kita maka ikutilah Nabi Muhammad SAW. mereka yang
mengikuti nabi ini adalah mereka yang mengharapkan rahmat Allah dan hari yang
kemudian, serta ia banyak mengingat Allah.
Dalil = 33:21, Sesungguhnya pada Rasul Allah (Muhammad) ada ikutan yang
baik bagimu.
B. Sifat Mustahil Bagi rasul :

a. Kidzib artinya adalah dusta. Semua Rasul adalah manusia-manusia yang dipilih
oleh Allah SWT sebagai utusan-Nya. Mereka selalu memperoleh bimbingan dari
Allah SWT sehngga terhindar dari sifat-sifat tercela. Setiap rasul benar ucapannya
dan benar pula perbuatannya. Sifat dusta hanya dimiliki oleh manusia yang ingin
mementingkan dirinya sendiri, sedangkan rasul mementingkan umatnya.

b. Khiyaanah artinya adalah berkhianat atau curang. Tidak mungkin seorang rasul
berkhianat atau ingkar janji terhadap tugas-tugas yang diberikan Allah SWT
kepadanya. Orang yang khianat terhadap kepercayaan yang telah diberikan
kepadanya adalah termasuk orang yang munafik, rasul tidak mungkin menjadi
seorang yang munafik.

c. Kitmaan artinya adalah menyembunyikan. Semua ajaran yang disampaikan oleh


para rasul kepada umatnya tidak ada yang pernah disembunyikan. Jangankan yang
mudah dikerjakan dan difahami dengan akal fikiran, yang sulit pun akan
disampaikan olehnya seperti peristiwa Isra dan Miraj Nabi Muhammad SAW.

d. Balaadah artinya adalah bodoh. Seorang rasul mempunyai tugas yang berat.
Rasul tidak mungkin seorang yang bodoh. Jika rasul bodoh, maka ia tidak akan
dapat mengemban amanat dari Allah SWT. Jadi, mustahil rasul memiliki sifat
bodoh.
BAB III

KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan
Mengenal Rasul perlu mengenal sifat-sifatnya. Bahagian tingkah laku,
personaliti, dan penampilan diwarnai oleh sifat seseorang. Begitupun Nabi
Muhammad SAW dapat digambarkan melalui sifat-sifatnya. Mengetahui sifat-
sifat ini diharapkan kita menyedari siapa sebenarnya Rasul dan kemudian kita
dapat mengikutinya. Sifat Nabi seperti manusia biasa yang sempurna dapat diikuti
oleh kita, kerana tingkah laku atau perbuatannya seperti yang dilaksanakan
manusia maka kita pun mesti dapat mengikutinya. Kemudian kita semakin
percaya kepada apa-apa yang dibicarakan atau disampaikan Rasul adalah yang
benar kerana sifat beliau yang 'ismah (terpelihara dari kesalahan), selain itu beliau
adalah orang yang cerdas bererti apa yang dibawanya adalah hasil daripada
pemikiran dan analisa yang mendalam, tepat dan baik. Sifat amanah adalah juga
sifat asas yang setiap manusia mesti menyenangi berkawan dengan mereka yang
amanah, kita sebagai muslim perlu mengikuti sifat ini dengan sempurna begitupun
dengan sifat lainnya seperti tabligh dan iltizam. Sifat-sifat ini menggambarkan
akhlak mulia yang diwarnai oleh akhlak Al Qur,an dan sangatlah sesuai dijadikan
sebagai contoh yang baik bagi kita.

3.2 Nilai Yang Dapat Diambil


Dari Makalah ini, dapat kita ambil pelajaran bahwa sifat-sifat rasul
seharusnya kita contoh untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti
menjadi orang yang selalu amanah, kemudian harus rajin belajar dan semangat
dalam menuntut ilmu agar jadi orang yang cerdas, dan apabila mempunyai ilmu
atau sesuatu yang bisa disampaikan, maka kita harus menyampaikannya agar
orang lain juga tahu akan suatu informasi tersebut. Dan yang paling penting
adalah untuk selalu berbuat baik terhadap sesama manusia.