Anda di halaman 1dari 14

PENGARUH PENGETAHUAN KEBANCANAAN TERHADP SIKAP

KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT MENGHADAPI BENCANA BANJIR DI


KELURAHAN PESAWAHAN KECAMATAN TELUK BETUNG SELATAN
BANDAR LAMPUNG TAHUN 2017

(Proposal)

Oleh
SAFIRA
1413034058

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI
UNIVERSITAS LAMPUNG

2017
DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR TABEL ........................................................................... i

DAFTAR GAMBAR ................................................................................... ii

I. PENDAHUALUAN.............................................................. 1
A. Latar Belakang.................................................................
B. Identifikasi Masalah.........................................................
C. Batasan Masalah
D. Rumusan Masalah...........................................................
E. Tujuan Penelitian.............................................................
F. Kegunaan Penelitian ..........................................................
G. Ruang Lingkup Penelitian .

II. TINJAUAN PUSTAKA,KERANGKA PIKIR,HIPOTESIS


A. Tinjauan Pustaka
1. Pengertian Bencana
2. Pengetahuan Kebencanaan
3. Pengertian Bencana Banjir
4. Sikap Kesiapsiaagaan masyarakat Menghadapi Bencana Banjir
B. Penelitian yang Relevan
C. Kerangka Pikir
D. Hipotesis
III. METODE PENELITIAN
A. Metode penelitian
B. Desain Penelitian
C. Populasi dan sempel
1. Populasi
2. Sampel
D. Variabel penelitian
1. Variabel Bebas (X)
2. Variabel Terikat(Y)
E. Definisi Oprasional Variabel
1. Pengetahuan Kebencanaan Tentang Banjir
2. Sikap kesiapsiagaan
F. Teknik Pengumpulan Data
1. Dokumentasi
2. Angket
3. Observasi
G. Uji Persyaratan Instrumen
1. Uji Validitas
2. Uji Reliabilitas
H. Tenik Analisis Data
1. Uji Persyaratan Regeresi Linier Sederhana
a. Uji Normalitas Data
b. Uji Linieritas
2. Analisis Regeresi Linier sederhana
3. Uji Hipotesis
a. Uji Hiptesis Secara Parsial ( Uji t
b. Uji Koofisien Dertriminasi Secara Simultan (R)
I.

DAFTAR PUSTAKA..................................................................... 31

LAMPIRAN-LAMPIRAN ............................................................ 32
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Negara Indonesia merupakan negara yang memeiliki resiko bencana alam yang tinggi
.Secara geografis Negara Indonesia adalah negara kepulauan yang terletak pada
pertemuan tiga lempeng tektonik yaitu lempeng indo-Australia,lempeng Eurasia dan
lempeng Pasifik.Sehingga negara indonesia memiliki resiko bencana alam yang
tinggi.Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan
mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam
dan/atau faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan
lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis.

Berdasarkan data dari BNPB(Badan Nasional Penggulangan Bencana)disepanjang


tahun 2016 sampai dengan awal tahun 2017 tercatat Indonesia mengalami 3086
bencana yang terjadi meliputi bencana tanah longsor,banjir dan angin puting beliung
yang terjadi diberbagai daerah di Indonesia. Memperhatikan data terkait bencana
alam yang sering terjadi di hampir terjadi disetiap daerah adalah bencana Banjir.

Bencana Banjir terjadi umumnya pada musim penghujan di Indoneia musim


penghujan datang pada bulan Oktober-Maret setiap tahunnya namun tidak menutup
kemungkinan terjadi hujan sepanjang tahun.Khusunya pada musim penghujan
intensitas curah hujan relatif tinggi dikombinasikan dengan penggundulan hutan dan
tersumbatnya saluran dauran serta kurangnya daerah resapan air hal hal inilah yang
menyebabkan sungai sungai meluap dan terjadi bencana banjir.

Kota Bandar Lampung merupakan kota dengan kelas kerawanan bencana banjir yang
pada umum nya rendah namun dalam kurun waktu 3 tahun terakir ini terjadi banjir
di beberapa titik di kota Bandar Lamupung seperti teluk betung ,way halim ,kedaton
rajabasa ,sukarame dan kaliawi di akhir musim penghujan .Banjir umumnya
menendah daerah pemukiman dengan ketinggian yang bervariasi dari 20 cm sapai
dengan pingangg orang dewasa.Dikutip dari repulika online 20 februari 2017 terjadi
bencana banjir dibeberapa titik diatas hal ini menjaikan bahwa kota Bandar lampung
kini memiliki resiko cukup besar dan harus siaga bencana banjir setiap tahunnya.

Partisipasi masayarakat disegala lapisan sangat diperlukan dalam rangka menciptakan


kesiapsiagaan dalan upaya mengurangi rsiko serta menaggulangi bencana banjir hal
itu dpat dwujidkan dalan bentuk pendidikan kebencanaan . melalui pendidikan
kebencanaan masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana mengetahui
pengetahuan,sikap,dan keterampilan tentang kesiapsiagaan bencana dan tanggap
darurat bencana (Dwi,SuryatiEmi,Dkk.2009)

Pendidikan kebencanaan dapat diperoleh melalui pendidikan formal ataupun non


formal melalui pendidikan formal sekolah merupakan lembaga yang dapat
memfasilitasi masyarakat dalam mengurangi resiko bencana melalui kegiatan
pembelajaran .pendidikan kebencanaan disekolah dilaksanakan dalam bentuk
intrakulikuler dan ekstrakulikuler.sedangakan non formal masyarakat dapat
membentuk komunitas mitigasi bencana sebagai forum dikusi dan pendidikan
kebencanaan.

Pengalaman bencana banjir yang melanda beberapatitik di kota bandar lampung


februari 2017 menjadiikan pengaaman banjir terbesar selama 33 tahun terakhir ini.
Banjir sebelumnya terjadi pada tahun 1983 dengan ketinggian 1 sampai 2 M halini
yang dihadapi kkhusus nya di kelurahan Gedong kapuan dan keurahan Pesawahan
kecamatan telik Betung Selatan ,Bandar Lampung sebagai titi paling parah yang
terendam banjir kemudian banjir yang cukup besar juga terjadi pada maret 2016 dan
di pertengahan tahun 2015 dengan intensitas yang rendah.

Dari hal hal yang telah dijelaskan inilah yang menarik minat peneliti dalam rangka
mencari pengeruh pengetahuan kebencanaan terhadap kesiapsiagaan masyarakat
menghadpai bencana banjir di Kelurahan Peswahan yang rawan terjadinya bencana
banjir .

B. Identifikasi masalah

Berdasarkan Latar belakang diatas identifikasi masalah dalam penelitian adalah sebagai

berikut :

1. Kurangnya pemahamaan masyarakat tentang resiko bencana banjir ,Mitigasi

Bencana Banjir.dan Penaggualangan Becana banjir disekitarnya

2. Perlunya pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam hal mitigasi dan

penanggulangan bencana Banjir di kota Bandar Lampung .


C. Batasan Masalah

Permasalahan yang akan di teliti pada kegiatan penelitian dibatasi fokus pada hala

hal sebgai berikut :

1. Pengeruh pengetahuan tentang bencana banjir terhadap kesiap siagaan

masyarakat

2. Bentuk peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana

banjir

D. Rumusan Masalah

Masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini yaitu:

1. Bagaimana pengaruh pengetahuan kebencanaan terhadap sikap

kesiapsiagaan warga dalam menghadapi bencana banjir di Kelurahan

Pesawahan Kecamatan Teluk Betung Selatan Bandar Lampung ?

E. Tujuan Peneliti

Tujuan dari penelitian ini yaitu:

1. Mengetahui tingkat pengetahuan kebencanan masyarakat dalam

kaitannya dengan bencana tanah longsor di Desa Sridadi Kecamatan Sirampog

Kabupaten Brebes.

2. Mengetahui sikap kesiapsiagaan warga terhadap bencana tanah longsor di

Desa Sridadi Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes.

3. Mengetahui pengaruh pengetahuan kebencanaan terhadap sikap

kesiapsiagaan warga dalam menghadapi bencana tanah longsor di Desa

Sridadi Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes.


F. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini dapat dijadikan kajian yang ilmiah dalam menelaah tentang

pengaruh pengetahuan kebencanaan untuk meningkatkan sikap

kesiapsiagaan terhadap bencana banjir.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi praktisi pendidikan dapat memberikan pembelajaran tentang

kebencanaan, khususnya bencana tanah longsor terkait untuk upaya

peningkatan kesiapsiagaan warga terhadap bencana banjir, baik secara

eksplisit maupun tidak.

b. Sebagai bahan sumber untuk mengadakan penelitaian lebih lanjut pada

permasalahan yang sama.

G. Ruang Lingkup Penelitian


PENGARUH PENGETAHUAN KEBANCANAAN TERHADP SIKAP
KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT MENGHADAPI BENCANA BANJIR DI
KELURAHAN PESAWAHAN KECAMATAN TELUK BETUNG SELATAN
BANDAR LAMPUNG TAHUN 2017

(Proposal)

Oleh
SAFIRA
1413034058

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI
UNIVERSITAS LAMPUNG

2017
DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR TABEL ........................................................................... i

DAFTAR GAMBAR ................................................................................... ii

I. PENDAHUALUAN.............................................................. 1
A. Latar Belakang.................................................................
B. Identifikasi Masalah.........................................................
C. Batasan Masalah
D. Rumusan Masalah...........................................................
E. Tujuan Penelitian.............................................................
F. Kegunaan Penelitian ..........................................................
G. Ruang Lingkup Penelitian .

II. TINJAUAN PUSTAKA,KERANGKA PIKIR,HIPOTESIS


A. Tinjauan Pustaka
1. Pengertian Bencana
2. Pengetahuan Kebencanaan
3. Pengertian Bencana Banjir
4. Sikap Kesiapsiaagaan masyarakat Menghadapi Bencana Banjir
B. Penelitian yang Relevan
C. Kerangka Pikir
D. Hipotesis
III. METODE PENELITIAN
A. Metode penelitian
B. Desain Penelitian
C. Populasi dan sempel
1. Populasi
2. Sampel
D. Variabel penelitian
1. Variabel Bebas (X)
2. Variabel Terikat(Y)
E. Definisi Oprasional Variabel
1. Pengetahuan Kebencanaan Tentang Banjir
2. Sikap kesiapsiagaan
F. Teknik Pengumpulan Data
1. Dokumentasi
2. Angket
3. Observasi
G. Uji Persyaratan Instrumen
1. Uji Validitas
2. Uji Reliabilitas
H. Tenik Analisis Data
1. Uji Persyaratan Regeresi Linier Sederhana
a. Uji Normalitas Data
b. Uji Linieritas
2. Analisis Regeresi Linier sederhana
3. Uji Hipotesis
a. Uji Hiptesis Secara Parsial ( Uji t
b. Uji Koofisien Dertriminasi Secara Simultan (R)
I.

DAFTAR PUSTAKA..................................................................... 31

LAMPIRAN-LAMPIRAN ............................................................ 32
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Negara Indonesia merupakan negara yang memeiliki resiko bencana alam yang tinggi
.Secara geografis Negara Indonesia adalah negara kepulauan yang terletak pada
pertemuan tiga lempeng tektonik yaitu lempeng indo-Australia,lempeng Eurasia dan
lempeng Pasifik.Sehingga negara indonesia memiliki resiko bencana alam yang
tinggi.Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan
mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam
dan/atau faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan
lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis.

Berdasarkan data dari BNPB(Badan Nasional Penggulangan Bencana)disepanjang


tahun 2016 sampai dengan awal tahun 2017 tercatat Indonesia mengalami 3086
bencana yang terjadi meliputi bencana tanah longsor,banjir dan angin puting beliung
yang terjadi diberbagai daerah di Indonesia. Memperhatikan data terkait bencana
alam yang sering terjadi di hampir terjadi disetiap daerah adalah bencana Banjir.

Bencana Banjir terjadi umumnya pada musim penghujan di Indoneia musim


penghujan datang pada bulan Oktober-Maret setiap tahunnya namun tidak menutup
kemungkinan terjadi hujan sepanjang tahun.Khusunya pada musim penghujan
intensitas curah hujan relatif tinggi dikombinasikan dengan penggundulan hutan dan
tersumbatnya saluran dauran serta kurangnya daerah resapan air hal hal inilah yang
menyebabkan sungai sungai meluap dan terjadi bencana banjir.

Kota Bandar Lampung merupakan kota dengan kelas kerawanan bencana banjir yang
pada umum nya rendah namun dalam kurun waktu 3 tahun terakir ini terjadi banjir
di beberapa titik di kota Bandar Lamupung seperti teluk betung ,way halim ,kedaton
rajabasa ,sukarame dan kaliawi di akhir musim penghujan .Banjir umumnya
menendah daerah pemukiman dengan ketinggian yang bervariasi dari 20 cm sapai
dengan pingangg orang dewasa.Dikutip dari repulika online 20 februari 2017 terjadi
bencana banjir dibeberapa titik diatas hal ini menjaikan bahwa kota Bandar lampung
kini memiliki resiko cukup besar dan harus siaga bencana banjir setiap tahunnya.

Partisipasi masayarakat disegala lapisan sangat diperlukan dalam rangka menciptakan


kesiapsiagaan dalan upaya mengurangi rsiko serta menaggulangi bencana banjir hal
itu dpat dwujidkan dalan bentuk pendidikan kebencanaan . melalui pendidikan
kebencanaan masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana mengetahui
pengetahuan,sikap,dan keterampilan tentang kesiapsiagaan bencana dan tanggap
darurat bencana (Dwi,SuryatiEmi,Dkk.2009)

Pendidikan kebencanaan dapat diperoleh melalui pendidikan formal ataupun non


formal melalui pendidikan formal sekolah merupakan lembaga yang dapat
memfasilitasi masyarakat dalam mengurangi resiko bencana melalui kegiatan
pembelajaran .pendidikan kebencanaan disekolah dilaksanakan dalam bentuk
intrakulikuler dan ekstrakulikuler.sedangakan non formal masyarakat dapat
membentuk komunitas mitigasi bencana sebagai forum dikusi dan pendidikan
kebencanaan.

Pengalaman bencana banjir yang melanda beberapatitik di kota bandar lampung


februari 2017 menjadiikan pengaaman banjir terbesar selama 33 tahun terakhir ini.
Banjir sebelumnya terjadi pada tahun 1983 dengan ketinggian 1 sampai 2 M halini
yang dihadapi kkhusus nya di kelurahan Gedong kapuan dan keurahan Pesawahan
kecamatan telik Betung Selatan ,Bandar Lampung sebagai titi paling parah yang
terendam banjir kemudian banjir yang cukup besar juga terjadi pada maret 2016 dan
di pertengahan tahun 2015 dengan intensitas yang rendah.

Dari hal hal yang telah dijelaskan inilah yang menarik minat peneliti dalam rangka
mencari pengeruh pengetahuan kebencanaan terhadap kesiapsiagaan masyarakat
menghadpai bencana banjir di Kelurahan Peswahan yang rawan terjadinya bencana
banjir .

B. Identifikasi masalah

Berdasarkan Latar belakang diatas identifikasi masalah dalam penelitian adalah sebagai

berikut :

1. Kurangnya pemahamaan masyarakat tentang resiko bencana banjir ,Mitigasi

Bencana Banjir.dan Penaggualangan Becana banjir disekitarnya

2. Perlunya pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam hal mitigasi dan

penanggulangan bencana Banjir di kota Bandar Lampung .


C. Batasan Masalah

Permasalahan yang akan di teliti pada kegiatan penelitian dibatasi fokus pada hala

hal sebgai berikut :

1. Pengeruh pengetahuan tentang bencana banjir terhadap kesiap siagaan

masyarakat

2. Bentuk peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana

banjir

D. Rumusan Masalah

Masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini yaitu:

1. Bagaimana pengaruh pengetahuan kebencanaan terhadap sikap

kesiapsiagaan warga dalam menghadapi bencana banjir di Kelurahan

Pesawahan Kecamatan Teluk Betung Selatan Bandar Lampung ?

E. Tujuan Peneliti

Tujuan dari penelitian ini yaitu:

1. Mengetahui tingkat pengetahuan kebencanan masyarakat dalam

kaitannya dengan bencana tanah longsor di Desa Sridadi Kecamatan Sirampog

Kabupaten Brebes.

2. Mengetahui sikap kesiapsiagaan warga terhadap bencana tanah longsor di

Desa Sridadi Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes.

3. Mengetahui pengaruh pengetahuan kebencanaan terhadap sikap

kesiapsiagaan warga dalam menghadapi bencana tanah longsor di Desa

Sridadi Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes.


F. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini dapat dijadikan kajian yang ilmiah dalam menelaah tentang

pengaruh pengetahuan kebencanaan untuk meningkatkan sikap

kesiapsiagaan terhadap bencana banjir.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi praktisi pendidikan dapat memberikan pembelajaran tentang

kebencanaan, khususnya bencana tanah longsor terkait untuk upaya

peningkatan kesiapsiagaan warga terhadap bencana banjir, baik secara

eksplisit maupun tidak.

b. Sebagai bahan sumber untuk mengadakan penelitaian lebih lanjut pada

permasalahan yang sama.

G. Ruang Lingkup Penelitian