Anda di halaman 1dari 4

Menghitung Luas Penampang Kabel Menggunakan Data Tabel

By tedi nk1 comment

Dalam menghitung kebutuhan besar kabel dalam istilah luas penampang kabel perlu
dibedakan menjadi dua jenis , yaitu:

a. Perhitungan luas penampang kabel untuk fasa tunggal, dan


b. Perhitungan luas penampang kabel untuk tiga fasa.

Rumus Untuk Menghitung Kebutuhan Luas Penampang Kabel Satu Fasa :

I = P / (E x Cos Phi)

Sebelum menentukan luas penampang kabel, perlu di hitung KHA-nya lebih dahulu, KHA
adalah Kemampuan Hantar Arus.
KHA = 125% x I nominal

Contoh pertanyaan:
Suatu instalasi listrik rumah tangga atau industri memiliki kapasitas 900Watt, cos phi sebesar
0,8, tegangan yang dipakai adalah 220Volt. Tentukan besarnya kemampuan hantar arus
(KHA) untk menentukan kabel yang dipakai?

Jawaban:
I = P / (V x cos phi)
I = 900 / (220 x 0,8)
I = 900 / 176
I = 5,114
Hasil KHA adalah = 125% x 5,114 A = 6,3925 A = 6,39A

Kemudian cari pada tabel diatas kemampuan kabel yang mampu mengantarkan arus sebesar
6,39 Ampere. tapi anda juga bisa browsing dengan pencarian tabel kemampuan penampang
kabel .
Rumus Untuk Menghitung Kebutuhan Luas Penampang Kabel Tiga Fasa :

I = P / (3 x E x Cos Phi)

Dimana:
I = Arus beban listrik dalam satuan Ampere
P = Beban yang dibutuhkan dalam Watt
E = Tegangan antar fasa dalam Volt
Cos Phi = Faktor Daya

Contoh pertanyaan:
Suatu instalasi listrik industri (asumsi industri untuk pemakaian 3 phase) memiliki kapasitas
20.000 Watt, cos phi sebesar 0,8, tegangan antar phase yang dipakai adalah 415Volt.
Tentukan besarnya kemampuan hantar arus (KHA) untk menentukan kabel yang dipakai?
3 = 1,73

Jawaban:
I = P / (3 x E x Cos Phi)
I = 20.000 / (3 x 415 x 0,8)
I = 20.000 / (1,73 x 332)
I = 20.000 / 574,36
I = 34,83 Ampere

Hasil KHA adalah = 125% x 34,83 A = 43,53 Ampere


Cari dalam tabel kemampuan kabel dengan satuan mm2 seperti soal pertama, yang mampu
dilalui arus sebesar 43,53 Ampere

Dalam menyesuaikan atau menentukan luas penampang kabel (besar kabel ) yang dibutuhkan
perlu perhitungan teoritis dulu seperti diatas yang kemudian di sesuaikan dengan luas
penampang atau besar kabel yang telah tersedia di pasaran.

Namun dalam hal ini lebih baik memilih besaran kabel lebih besar yang tersedia dilapangan,
sebagai contoh dalam perhitungan teoritis dibutuhkan luas penampang kabel 2mm2, maka
perlu pembelian kabel dengan diameter 2,5mm yang tersedia dipasaran

Cara mudah menghitung besar penampang kabel feeder

Posted: Desember 21, 2010 in Iptek

9
6 Votes

Buat agan/aganwati sekalian, saya mau berbagi sedikit ilmu nih dan mudah-mudahan bisa berguna.
Kita dapat menghitung besarnya penampang kabel feeder yang akan kita gunakan dalam suatu
design ME dengan cara sebagai berikut.

Pertama-tama kita jumlahkan dulu seluruh daya (dalam Watt) yang akan digunakan dalam
bangunan/ gedung tersebut dari mulai lampu, stop kontak, pompa dll. Misalnya total daya-nya
sudah kita dapatkan misalnya 20000 watt. nilai tersebut lalu kita konversikan menjadi va dengan
cara membagi dengan 0.8. Maka hasilnya adalah

20000 W/ 0.8 = 25000 VA

Kemudian hasil tersebut kita bagi 3 lalu dibagi 220. Maka hasilnya adalah

25000 va / 3 / 220 = 37.9 A

Hasil tersebut lalu kita cocokan dengan tabel electrical data yang bisa kita minta kepada suplier
kabel dan umumnya tabel yg dijadikan acuan adalah tabel untuk kabel type NYY dan yg kita lihat
adalah nilai current carrying capacity at 30 C in ground. Berdasarkan tabel tersebut, besar arus 37.9
A dapat menggunakan kabel dengan ukuran 4 mm2 (41 A) hasilnya kita bulatkan keatas. Namun
untuk lebih safety/ amannya kita pilih ukurannya kabelnya 2 tingkat dari hasil yg kita dapat. Untuk
kasus di atas, maka utk safety-nya kita gunakan kabel feeder dengan ukuran 10 mm2. Demikian dan
mudah-mudah berguna. Kalo agan/aganwati punya cara yg lebih baik dan lebih tepat, mohon di
share buat nambah pengetahuan saya juga, thanks
Luas penampang kabel untuk arus bolak-balik Line to netral/ 1 fasa :

A = (l x I x Cos ) / (y x u )

Luas penampang kabel untuk arus bolak-balik Line to line/ 3 fasa :

A = (3 x l x I x Cos ) / (y x u)

dimana :

A = Luas penampang nominal penghantar yang diperlukan (m2)

I = Kuat arus dalam penghantar (Ampere)

u = Rugi tegangan dalam penghantar (Volt)

= u x V, dimana u = Persentase Drop Tegangan, Max 5 %

contoh : u = 5 % x 380 Volt = 19 Volt

l = Jarak dari permulaan penghantar hingga ujung (meter)

y = Daya hantar jenis bahan penghantar yang digunakan (S/meter)

y cu = 56200000 S/meter

y al = 33000000 S/meter