Anda di halaman 1dari 13

PERANCANGAN ALAT PEMARUT UBI KAYU OTOMATIS

BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 2560

La Samadi (samadishompeda@gmail.com)
Jurusan Teknik Informatika
UNIDAYAN BAUBAU
Abstrak:Kabupaten Buton Selatan merupakan salah salah satu kabupaten di Provinsi
Sulawesi Tenggara yang dimana banyak kita jumpai industri rumah tangga. Salah satu
contohnya yaitu industri rumah tangga pembuatan makanan khas daerah yang berbahan dasar
ubi kayu. Bahan dasar untuk membuat makanan khas tersebut masih menggunakan alat
manual yang membutuhkan waktu lama dalam pemrosesannya. Tujuan penelitian ini adalah
untuk membuat alat yang berfungsi sebagai pemarut ubi kayu yang dapat menggantikan alat
parut ubi kayu tradisional. Alat pemarut ubi kayu tersebut dapat bekerja secara otomatis dan
dengan pengoperasian yang sederhana. Sensor Infrared E18-D50NK mendeteksi ubi kayu
bila mendekati mata parutan dan secara otmatis relay aktif sehingga motor akan memutar
mata parutan. Sensor Infrared E18-D50NK akan berhenti mendeteksi bila tidak lagi
mendeteksi ubi kayu yang mendekati mata parutan dalam satu detik relay akan memutuskan
sambungan dan motor akan berhenti berputar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan alat
pemarut ubi kayu otomatis dapat bekerja secara otomatis sehingga memudahkan proses
pemarutan ubi kayu dengan hasil yang lebih baik.

Kata Kunci : Mikrokontroler ATMega 2560, Sensor Infrared E18-D50NK, Relay dua
Chanel dan Motor AC.

1. PENDAHULUAN bidang kerajinan tangan, bidang furniture,


bidang makanan. Karena keterbatasan
1.1 Latar Belakang Masalah dana industri rumah tangga di Kabupaten
Setiap manusia memiliki kebutuhan Buton Selatan biasanya memakai alat-alat
yang bermacam-macam. Kebutuhan yang bisa dibilang sederhana dan serba
tersebut adayang bersifat mutlak untuk manual.
dipenuhi, tetapi ada juga yang bisa ditunda
dalam pemenuhannya.Kebutuhan tersebut Salah satu contoh dari industri rumah
mendesak setiap orang untuk dapat tangga yang bergerak dalam bidang
bertahan hidup dengan bekerja untuk makanan adalah industri pembuatan
memenuhi kebutuhan mereka. Tetapi pada makanan khas daerah yaitu kasuami,
saat ini sangatlah sulit untuk mendapatkan keripik ubi dan tuli-tuli yang berbahan
pekerjaan sehingga minimnya lapangan dasar ubi kayu. Seperti industri rumah
pekerjaan yang tersedia bagi masyarakat tangga lainnya, proses produksi pada
menimbulkan suatu tindakan agar industri ini juga masih dilakukan secara
seseorang mendapatkan penghasilan tanpa manual oleh para pekerjanya, misalnya
harus bergantung pada orang lain, dalam pengupasan kulit ubi kayu yang masih
hal ini penyedia pekerjaan. menggunakan pisau dapur biasa dan
pemarutan ubi kayu yang juga
Dikabupaten Buton Selatan banyak menggunakan parutan manual biasa.
kita jumpai industri rumahtangga (home Sehingga dalam hal ini pekerjaan tersebut
industry). Industri rumah tangga bergerak akan memakan waktu yang cukup lama
dalam banyak bidang, misalnya dalam dan menguras tenaga serta mempunyai
resiko untuk mengalami cedera dalam ini menunjukkan alat parut kelapa telah
melakukan pekerjaanya. dapat bekerja sesuai dengan harapan, dan
dapat menjadi alternatif alat pengganti
Penelitian yang telah dilakukan yang parutan kelapa tradisional untuk rumah
berhubungan dengan penelitian ini yaitu tangga dan industri kecil.
Rancang Bangun Sistem Pengiris
Singkong Otomatis Berbasis Penelitian berikutnya Rancang
Mikrokontroler AT89S51 (Dedy Artha Bangun Alat Pemotong Singkong
Setyono. 2008). Alat ini dapat Otomatis(Ardianty F. Thamin, Ellia
dimanfaatkan pada bidang industri rumah Kendekallo, Dringhuzen J. Mamahit,
tangga (pembuatan keripik singkong). 2015)berguna untuk membantu kegiatan
Sistem ini terdiri atas perangkat keras dan industri rumahan. Dengan hanya menaruh
perangkat lunak. Perangkat keras terdiri singkong dalam tabung dan dengan
dari motor AC, motor stepper, rangkaian sendirinya motor yang dikaitkan dengan
catu daya, rangkaian darlington, rangkaian pisau pemotong akan berputar dan secara
mikrokontroler AT89S51 dan limit switch. otomatis akan berhenti saat singkong
Perangkat lunak menggunakan dalam tabung telah habis.Sistem ini
pemrograman assembly Reads 51. Sistem menggunakan LED dan LDR sebagai
kerja dari alat tersebut yaitu pengaturan sensor. Dimana LED sebagai pemancar
setting untuk mengatur ketebalan, lalu dan LDR sebagai penerima. Saat
singkong diletakkan pada tempat permukaan LDR tertutupi oleh badan
singkong. Penelitian ini menghasilkan singkong maka hal ini akan
perangkat yang dapat melakukan memerintahkan motor yang dikaitkan
pengrajangan singkong secaraotomatis dengan pisau untuk berputar. Dan apabila
dengan ketebalan yang dapat diatur dalam singkong selesai dipotong secara otomatis
3 pilihan. mesin akan berhenti.

Penelitian berikutnya yaitu Alat Parut Dari uraian latar belakang diatas,
Kelapa Berbasis Mikrokontroler maka dapat diangkat sebuah judul
(Muhammad Adinura Arrizky H. 2014). penelitian yaitu Perancangan Alat
Tujuan peneltian ini adalah untuk Pemarut Ubi Kayu Otomatis Berbasis
mendapatkan suatu alat yang berfungsi Mikrokontroler ATMega 2560. Tujuan
sebagai pemarut bahan kelapa, yang penilitian ini adalah untuk membuat alat
diharapkan bisa menggantikan alat parut pemarut ubi kayu otomatis dan untuk
kelapa tradisional. Rancangan alat ini mengimplementasikan alat pemarut ubi
terdiri dari modul Mikrokontroller kayu otomatis berbasis Mikrokontroler
ATMega16 sebagai pengelola data, LCD ATMega 2560. Pembuatan alat pemarutan
2x16, Relay, Sensor Photodioda, dan ubi kayu otomatis ini dapat bermanfaat
Motor AC. Prinsip kerja alat ini adalah bagi pelaku industri rumah tangga,
sebagai pemarut bahan kelapa yang terutama masyarakat ekonomi menengah
berfungsi secara semi otomatis dan dengan yang menggantungkan kehidupan pada
pengoperasian yang sederhana. Ketika industri rumah tangga sehingga
sensor photodioda bagian atas mendeteksi meringankan pekerjaan dan terhindar dari
adanya benda pendorong bahan kelapa, resiko cedera. Kesimpulan dari hasil
maka akan membuat relay aktif dan penelitian ini adalah Sistem kontrol Alat
membuat motor bekerja. Apabila benda Pemarut ubi kayu Otomatis Berbasis
pendorong bahan kelapa sudah sampai di Mikrokontroler ATMega 2560 dapat
sensor bagian bawah maka relay akan terealisasi sesuai dengan perencanaan.
memutus aliran dan motor akan berhenti
dengan sendirinya. Hasil dari proyek akhir
1.2 Rumusan Masalah 2. LANDASAN TEORI
Dari latar belakang yang di uraikan,
maka dapat dirumuskan masalah sebagai 2.1 Sejarah Penyebaran Ubi Kayu
berikut : (Singkong)
1. Bagaimana membuat alat pemarut ubi Ubi kayu/singkong adalah tanaman
kayu otomatis berbasis tropis yang berasal dari Brasil (Amerika
Mikrokontroler ATMega 2560? Selatan). Mula-mula disebarkan ke Afrika
2. Bagaimana mengimplementasikan dan masuk ke Indonesia pada abad 18.
agar alat yang dibuat dapat melakukan Penyebaran singkong keseluruh Indonesia
pemarutan secara otomatis? dilakukan pada tahun 1914-1918, saat itu
Indonesia kekurangan pangan dan
1.3 Batasan Masalah singkong dijadikan sebagai pengganti
Agar penulisan lebih terarah, dan tidak makanan pokok. Singkong ditanam secara
menyebar keluar dari topik masalah, maka komersial di wilayah Indonesia (waktu itu
pembahasan penulisan ini dibatasi ruang Hindia Belanda) pada sekitar tahun 1810,
lingkup pembahasan sebagai berikut : setelah sebelumnya diperkenalkan orang
1. Alat ini dirancang untuk melakukan Portugis pada abad ke-18 ke Nusantara
pemarutan ubi kayu secara otomatis. dari Brasil.
2. Mikrokontroler ATMega 2560 sebagai
pusat pengolahan data pada sistem Ubi kayu (Manihot esculenta Crantz)
yang berfungsi sebagai pengontrol merupakan salah satu bahan pangan yang
rangkaian elektronik dan umumnya utama, tidak saja di Indonesia tetapi juga
dapat menyimpan program di dunia. Di Indonesia, ubi kayu
didalamnya. merupakan makanan pokok ke tiga setelah
padi-padian dan jagung. Sedangkan untuk
1.4 Tujuan Penelitian konsumsi penduduk dunia, khususnya
Adapun tujuan penelitian ini yaitu penduduk negara-negara tropis, tiap tahun
sebagai berikut: diproduksi sekitar 300 juta ton ubi kayu.
1. Untuk membuat alat Pemarut Ubi
Kayu Otomatis Berbasis
Mikrokontroler ATMega 2560.
2. Untuk mengimplementasikan alat
Pemarut Ubi Kayu Otomatis Berbasis
Mikrokontroler ATMega 2560.

1.5 Manfaat Penelitian


Pembuatan perancangan alat Gambar 2.1 Tanaman Ubi Kayu
pemarutan ubi kayu otomatis ini
diharapkan dapat bermanfaat bagi pelaku 2.2 Definisi Ubi Kayu (Singkong)
industri rumah tangga, terutama sebagai Bahan Pangan
masyarakat ekonomi menengah yang
Salah satu jenis tanaman pangan yang
menggantungkan kehidupan pada industri
sudah lama dikenal dan di budidayakan
rumah tangga. Dengan adanya alat
oleh petani diseluruh wilayah nusantara
pemarut otomatis ini maka diharapkan
adalah ubi kayu. Ubi kayu (Manihot
dapat meringankan pekerjaan dalam
Esculenta Crantz) termasuk salah satu
melakukan parutan dan terhindar dari
tanaman palawija penting di Indonesia,
resiko cedera.
karena merupakan bahan pangan ketiga
setelah padi dan jagung. Ubikayu sebagai
salah satu komoditas yang cukup penting
di Indonesia sudah selayaknya untuk Pemanfaatan ubi kayu dikelompokkan
didorong dan dikembangkan produksinya menjadi dua kelompok, yaitu sebagai
dalam rangka diversifikasi pertanian dan bahan baku tapioka (tepung tapioka atau
diversifikasi pangan yang sedang giat gaplek) dan sebagai pangan langsung. Ubi
dilaksanakan saat ini (Wargiono, 1979). kayu sebagai pangan langsung harus
memenuhi syarat utama, yaitu tidak
Aneka umbi-umbian seperti ubikayu mengandung racun HCN (< 50 mg per kg
mempunyai prospek yang cukup luas umbi basah). Sementara itu, umbi ubi kayu
untuk dikembangkan sebagai substitusi untuk bahan baku industri tidak
beras dan untuk diolah menjadi makanan disyaratkan adanya kandungan protein
bergengsi. Kegiatan ini memerlukan maupun ambang batas HCN, tapi yang
dukungan pengembangan teknologi proses diutamakan adalah kandungan karbohidrat
dan pengolahan serta strategi pemasaran yang tinggi (Muchtadi dan Sugiyono
yang baik untuk mengubah image pangan 1992).
inferior menjadi pangan normal bahkan
superior (Rachman dan Ariani, 2002).

Pola konsumsi pangan selain


dipengaruhi oleh faktor produksi,
ketersediaan, dan budaya, juga dipengaruhi
oleh faktor ekonomi, sosial, pendidikan,
gaya hidup, pengetahuan, aksessibilitas
dan sebagainya. Bahkan faktor prestise
dari pangan kadang kala menjadi sangat
menonjol sebagai faktor penentu daya Gambar 2.2 Olahan Mentah Ubi Kayu
terima pangan (Hafsah, 2003; Martianto
dan Ariani, 2004). Kandungan gizi tanaman ubi kayu dapat
dilihat dalam tabel 2.2 dibawah ini:
Potensi pengembangan ubi kayu di
Indonesia sangat besar karena produksinya Tabel 2.2 Kandungan Gizi dalam tiap 100g
dari tahun ke tahun semakin meningkat ubi kayu
seperti disajikan pada Tabel 2.1.

Tabel 2.1 Luas Panen dan Produksi


Ubi Kayu di Indonesia

Sumber: Direktorat Gizi, Depkes R.I.,


Sumber: Departemen Pertanian (2009) 1981
Pemanfaatan ubi kayu dikelompokkan bisa dikonsumsi dan mempunyai rasa yang
menjadi dua kelompok, yaitu sebagai gurih seperti mengandung mentega.
bahan baku tapioka (tepung tapioka atau Singkong ini dijadikan tepung dan bahan
gaplek) dan sebagai pangan langsung. Ubi baku bioetanol. Singkong gajah memiliki
kayu sebagai pangan langsung harus umbi yang berat, mudah ditanam, dan bisa
memenuhi syarat utama, yaitu tidak langsung dikonsumsi sebagai bahan
mengandung racun HCN (< 50 mg per kg makanan pengganti beras dengan rasa
umbi basah). Sementara itu, umbi ubi kayu ketan.
untuk bahan baku industri tidak
disyaratkan adanya kandungan protein d. Singkong Mukibat
maupun ambang batas HCN, tapi yang Singkong mukibat berasal dari Jawa
diutamakan adalah kandungan karbohidrat Timur yang ditemukan oleh Mukibat,
yang tinggi (Muchtadi dan Sugiyono seorang petani di desa Ngadiluwih, Kediri.
1992). Singkong mukibat merupakan hasil dari
okulasi atau penyambungan antar batang.
Mukibat pertama kali membudidayakan
singkong ini dengan cara menyambung
singkong biasa dengan singkong karet.
Biasanya, umbi singkong mukibat diambil
patinya untuk diolah sebagai bioetanol.

Gambar 2.3 Makanan olahan ubi kayu e. Singkong Emas


Jenis singkong ini merupakan
2.3 Jenis Ubi Kayu (Singkong) rekayasa bibit singkong dari Thailand yang
a. Singkong Manggu dikawinkan dengan singkong karet lokal.
Singkong manggu berasal dari Jawa Umbi ini pertama kali diperkenalkan di
Barat yang telah dikenal sejak lama dan Bengkulu dan ditanam oleh petani
mempunyai diameter batang 4-5 cm. Jenis Bengkulu.
singkong yang satu ini bisa dikonsumsi
karena mempunyai rasa yang enak, manis, 2.4 Alat Parut
dan dapat diolah menjadi beragam Alat parut merupakan suatu benda
makanan. Singkong manggu mudah yang digunakan untuk membantu dan
ditanam, mudah dikupas, dagingnya memudahkan pekerjaan dalam kehidupan
empuk, dan renyah serta mempunyai kadar sehari-hari manusia. Alat parut saat ini
pati yang tinggi. sangat beragam untuk jenis dan
bentuknya, mulai dari ukuran kecil hingga
b. Singkong Kuning yang besar. Penggunaan alat parut
Singkong ini mempunyai tekstur lebih biasanya yang dilakukan pada kehidupan
kenyal dan legit serta warna yang kuning. rumah tangga contohnya seperti memarut
Masakan yang dibuat menggunakan kelapa, ubi kayu, kunyit dan lain
singkong ini mempunyai warna yang sebagainya.
cantik dan menggugah selera. Singkong
kuning sering dibuat menjadi tape Dalam penggunaan alat parut pada
singkong dengan rasa yang manis dan umumnya sangat banyak kita jumpai
warna kuning yang cantik. dipasar-pasar yang mengunakan mesin
manual engkol yang memilki resiko kerja
c. Singkong Gajah dalam melakukannya. Alat parut yang
Singkong ini berasal dari Kalimantan digunakan ibu rumah tangga biasanya
Timur dan mempunyai umbi yang besar masih dikerjakan secara manual sehingga
dengan diameter 8 cm. Ketela yang satu ini sangat menguras tenaga.
a. Perkembangan Alat Parut 3. Alat Parut menggunakan tenaga listrik
Dari masa ke masa kebutuhan Alat parut ini digunakan memanfaatkan
manusia selalu meningkat. Itulah sebabnya tenaga listrik, kemudian mata parutan akan
manusia dituntut untuk selalu berusaha berputar dan bahan parutan kita arahkan
dalam rangka pemenuhan kebutuhan kemata parutan.
hidup. Pada kehidupan rumah tangga
kebutuhan akan alat parut sangat penting.
Alat parut saat ini memiliki perkembangan
yang cukup baik dari tahun ke tahun.

b. Macam-Macam Alat Parut


Adapun macam-macam alat parut
yang sering kita jumpai yaitu sebagai
berikut:
1. Alat Parut manual
Alat parut ini digunakan dengan Gambar 2.5 Alat Parut Menggunakan
manual dimana bahan parutan kita tenaga listrik
gerakan kemata parutan dengan maju
mundur. 2.5 Mikrokontroler ATMega 2560
Mikrokontroler adalah sebuah chip
yang berfungsi sebagai pengontrol
rangkaian elektronik dan umunya dapat
menyimpan program didalamnya.
Mikrokontroler umumnya terdiri dari
CPU (Central Processing Unit), memori,
I/O tertentu dan unit pendukung seperti
Gambar 2.3 Alat Parut Manual Analog-to-Digital Converter (ADC).
Kelebihan utama dari mikrokontroler ialah
2. Alat Parut menggunakan tenaga mesin tersedianya RAM dan peralatan I/O
Alat parut ini digunakan pendukung sehingga ukuran board
memanfaatkan tenaga mesin dengan bahan mikrokontroler menjadi sangat ringkas.
bakar solar atau premium untuk Mikrokontroler MCS51 ialah
menghidupkan mesinnya. Kemudian mata mikrokomputer CMOS 8 bit dengan 4 KB
parutan akan berputar dan bahan parutan Flash PEROM (Programmable and
kita arahkan kemata parutan. Erasable Only Memory) yang dapat
dihapus dan ditulisi sebanyak 1000 kali.
Mikrokontroler ini diproduksi dengan
menggunakan teknologi high density non-
volatile memory. Flash PEROM on-chip
tersebut memungkinkan memori program
untuk diprogram ulang dalam sistem (in-
system programming) atau dengan
menggunakan programmer non-volatile
memory konvensional. Kombinasi CPU 8
bit serba guna dan Flash PEROM,
menjadikan mikrokontroler MCS51
menjadi microcomputer handal yang
fleksibel.
Gambar 2.4 Alat Parut menggunakan ATmega 2560 adalah chip pengontrol
tenaga mesin data dan digabungkan papan PCB
mempunyai 54 pin digital input/output, komputer pribadi dan mainframe,
dimana 15 pin dapat digunakan sebagai mikrokontroler dibangun dengan elemen-
output PWM, 16 pin sebagai input analog, elemen yang sama. (Anonim. 2004).
dan 4 pin sebagai UART (port serial
hardware), 16 MHz kristal osilator, Mikrokontroler adalah alat yang
koneksi USB, jack power, header ICSP, mengerjakan instruksi-instruksi yang
dan tombol reset. Ini semua yang diberikan, artinya bagian utama dari suatu
diperlukan untuk mendukung sistem otomatis atau terkomputerisasi
mikrokontroler. Cukup dengan adalah program yang di dalamnya yang
menghubungkannya ke komputer melalui dibuat oleh programer. Program
kabel USB atau power dihubungkan menginstruksikan mikrokontroler untuk
dengan adaptor AC-DC atau baterai untuk melakukan jalinan yang panjang dari aksi-
mulai mengaktifkannya. aksi sederhana untuk melakukan tugas
yang lebih kompleks sesuai keinginan
ATMega 2560 kompatibel dengan program.
sebagian besar shield yang dirancang
untuk Arduino Duemilanove atau Arduino 2.6 Sensor Infrared E18-D50NK
Diecimila. Arduino Mega 2560 adalah Infrared (IR) detektor atau sensor
versi terbaru yang menggantikan versi infra merah adalah komponen elektronika
Arduino Mega. yang dapat mengidentifikasi cahaya infra
merah (infrared). Sensor infra merah atau
detektor infra merah saat ini ada yang
dibuat khusus dalam satu modul dan
dinamakan sebagai IR Detector
Photomodules. IR Detector Photomodules
merupakan sebuah chip detektor
inframerah digital yang di dalamnya
Gambar 2.6 Arduino Mega 2560 terdapat fotodiode dan penguat (amplifier).
ATMega 2560 memiliki Spesifikasi Bentuk dan Konfigurasi Pin IR Detector
sebagaimana diterangkan dalam tabel 2.3 Photomodules TSOP.
Spesifikasi ATmega 2560 sebagai berikut :

Tabel 2.4 Spesifikasi ATMega 2560

Gambar 2.7 Sensor Infrared E18-D50NK


Konfigurasi pin infrared (IR) receiver
atau penerima infra merah tipe TSOP
adalah output (Out), Vs (VCC +5 volt
DC), dan Ground (GND). Sensor penerima
inframerah TSOP (TEMIC Semiconductors
Optoelectronics Photomodules) memiliki
fitur-fitur utama yaitu fotodiode dan
Mikrokontroler merupakan sebuah penguat dalam satu chip, keluaran aktif
proses yang digunakan khusus untuk rendah, konsumsi daya rendah, dan
kepentingan kontrol. Meskipun mendukung logika TTL dan CMOS.
mempunyai bentuk lebih kecil dari Detektor infra merah atau sensor
inframerah jenis TSOP (TEMIC
Semiconductors Optoelectronics sedangkan kumparan medan berbentuk
Photomodules) adalah penerima rotor silinder. Arus DC digunakan untuk
inframerah yang telah dilengkapi filter menghasilkan fluks pada kumparan medan
frekuensi 30-56 kHz, sehingga penerima dan dialirkan ke rotor melalui cincin slip.
langsung mengubah frekuensi tersebut Apabila jangkar dihubungkan dengan
menjadi logika 0 dan 1. Jika detektor sumber tegangan tiga fasa akan
inframerah (TSOP) menerima frekuensi menimbulkan medan putar pada stator.
carrier tersebut, maka pin keluarannya Kutub medan rotor yang diberi penguat
akan berlogika 0. Sebaliknya, jika tidak arus searah mendapat tarikian dari kutub
menerima frekuensi carrier tersebut, maka medan putar stator hingga turut berputar
keluaran detektor inframerah (TSOP) akan dengan kecepatan yang sama (sinkron).
berlogika 1.
2. Motor Induksi merupakan motor yang
2.7 Motor AC sering digunakan dalam peralatan industri.
Motor arus bolak-balik (motor AC) Bergerak karena adanya arus induksi.
ialah suatu mesin yang berfungsi Motor induksi ini juga dapat
mengubah tenaga listrik arus bolak-balik diklasifikasikan menjadi:
(listrik AC) menjadi tenaga gerak atau a. Motor induksi satu fasa : hanya
tenaga mekanik berupa putaran dari pada memiliki satu lilitan
rotor. Gerakan yang ditimbulkan motor b. Motor induksi tiga fasa : memiliki
AC dapat terjadi karena sumber arus AC 3 lilitan. Motor induksi 3 fasa ini
atau DC. Tegangan suber AC dapat berupa dapat menghasilkan tenaga yang
satu fasa maupun tiga fasa. Jenis motor lebih besar dari pada motor
AC berdasarkan rotornya: induksi satu fasa.

1. Motor sinkron bekerja pada kecepatan Prinsip kerja dari motor induksi yaitu
tetap pada frekuensi tertentu dan tidak suplai listrik di stator akan menghasilkan
terjadi slip. Motor ini memerlukan arus medan magnet. Medan magnet ini
DC untuk pembangkit daya dan memiliki bergerak dengan kecepatan sinkron di
torsi awal yang rendah, dan oleh karena itu sekitar rotor. Arus dari rotor menghasilkan
motor sinkron cocok untuk penggunaan medan magnet yang kedua dan berusaha
awal untuk beban rendah seperti melawan medan magnet stator sehingga
kompresor udara, perubahan frekuensi dan menyebabkan rotor berputar. Tetapi pada
generator motor. Motor sinkron mampu kenyataannya motor tidak pernah bekerja
memperbaiki faktor daya sistem sehingga pada kecepatan sinkron tetapi pada
sering digunakan pada sistem yang kecepatan dasar yang lebih rendah.
menggunakan banyak listrik. Perbedaan tersebut disebabkan karena
adanya slip yang meningkat dengan
meningkatnya beban. Untuk menghindari
slip maka dapat dipasang sebuah cincinn
geser atau slip ring.

Gambar 2.8 Motor Sinkron

Prinsip Kerja Motor Sinkron yaitu


motor sinkron memiliki kumparan jangkar
pada stator dan kumparan medan pada
rotor. Kumparan jangkar memiliki bentuk
yang sama dengan motor induksi, Gambar 2.9 Motor AC
2.8 Adaptor merupakan tuas saklar dengan lilitan kawat
pada batang besi (solenoid) di dekatnya.
Adaptor adalah sebuah rangkaian
Ketika solenoid dialiri arus listrik, tuas
elektronika yang bekerja dengan
akan tertarik karena adanya gaya magnet
mengubah tegangan AC yang tinggi
yang terjadi pada solenoid sehingga kontak
menjadi DC yang rendah. Adaptor bisa
saklar akan menutup.
dikatakan sebagai pengganti baterai / aki.
Jadi dengan adanya alat ini, rangkaian
Pada saat arus dihentikan, gaya
elektronik yang membutuhkan catu daya
magnet akan hilang, tuas akan kembali ke
baterai bisa diganti dengan adaptor.
posisi semula dan kontak saklar kembali
terbuka. Relay biasanya digunakan untuk
Selain sebagai pengganti baterai,
menggerakkan arus/tegangan yang besar
adaptor juga banyak digunakan sebagai
(misalnya peralatan listrik 4 ampere AC
pencatu daya (power suplay) dan carger
220 V) dengan memakai arus/tegangan
baterai. Sebab jika alat tersebut tidak ada,
yang kecil (misalnya 0.1 ampere 12 Volt
maka listrik dirumah hanya akan
DC). Dibawah ini adalah gambar bentuk
digunakan untuk menyalakan lampu, dan
Relay dan Simbol Relay yang sering
peralatan listrik lainnya.
ditemukan di Rangkaian Elektronika.

Gambar 2.10 Adaptor

2.9 Kabel Jumper


Gambar 2. 14 Gambar bentuk dan Simbol
Kabel Jamper merupakan sebuah alat relay
yang digunakan untuk mentransmisikan
sinyal dari satu tempat ke tempat lain. Pada dasarnya, Relay terdiri dari 4
Dalam penyusunan rangkaian memerlukan komponen dasar yaitu :
kabel-kabel berkawat tunggal berukuran 1. Electromagnet (Coil)
kecil. Kabel seperti itu tersedia dalam 2. Armature
berbagai warna. Panjang kabel yang 3. Switch Contact Point (Saklar)
dibutuhkan bervariasi dari 20 cm, 10 cm, 4. Spring
dan 6 cm.
Berikut ini merupakan gambar dari
bagian-bagian Relay :

Gambar 2.13 Kabel Jumper

2.10 Relay
Relay adalah komponen elektronika
berupa saklar elektronik yang digerakkan Gambar 2.15 Bagian-bagian relay
oleh arus listrik. Secara prinsip, relay
3. METODE PENILITIAN D50NK dan inputan data secara otomatis
kemudian akan diteruskan ke dalam proses
Metode pengujian yang digunakan
output berupa putaran motor. Berikut pada
pada sistem ini adalah metode BlackBox.
gambar 4.1 adalah gambaran umum sistem
Tujuannya adalah untuk mengetahui
secara keseluruhan :
bahwa bagian-bagian fungsionalitas dalam
sistem telah dengan benar menampilkan
pesan-pesan kesalahan jika terjadi
kesalahan.

Metode uji coba BlackBox


mengfokuskan pada keperluan fungsional
dari sebuah sistem. Karena itu uji coba
BlackBox memungkinkan pengembang
untuk membuat himpunan kondisi input
yang akan melatih seluruh syarat-syarat
fungsional suatu program. Uji coba
blackbox bukan merupakan alternatif dari
uji coba whitebox, tetapi merupakan
pendekatan yang melengkapi untuk
menemukan kesalahan lainnya, selain Gambar 4.1 Arsitektur Kerja Sistem
menggunakan metode whitebox.Uji coba Secara Umum.
Blackbox berusaha untuk menemukan
kesalahan dalam beberapa kategori, 4.2 Hasil Rancangan Hardware Dan
diantaranya : Software
1. Fungsi-fungsi yang salah atau hilang 1. Realisasi Perangkat Keras (Hardware)
2. Kesalahan interface a. Rancangan Hardware dalam bentuk
3. Kesalahan dalam struktur data atau Real Device
akses database eksternal Bagian ini merupakan perancangan
4. Kesalahan performa sistem hardware yang bekerja dalam
5. Kesalahan inisialisasi dan terminasi Perancagan alat pemarut ubi kayu otomatis
Berbasis Mikrokontroler ATMega 2560,
Dengan BlackxBox Testing penguji sebagai media penyimpanan algoritma dan
tidak dapat mengakses langsung ke source sebagai pengontrol untuk sistem, dan
code program. Source code tersebut komponen lain yang diaktifkan oleh
dianggap sebagai sebuah kotak hitam besar
Arduino ATMega 2560.
(Big Black Box) yang tidak dapat dilihat
isinya oleh penguji. Penguji hanya Berikut rancangan sistem perangkat
mengetahui bahwa tiap kali informasi keras yang digunakan yaitu :
dimasukkan kedalam kotak hitam tersebut
maka kotak hitam akan mengirimkan
kembali.
4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Cara Kerja Sistem Secara Umum


Sistem bekerja pertama kali, yaitu
megaktifkan ATMega 2560. Selanjutnya
sistem menerima inputan, dimana sistem
akan mengaktifkan sensor Infrared E18- Gambar 4.2 Diagram Hardware
Penjelasan Diagram Hardware Sistem a. Flowchart kerja sistem sensor
1. Arduino ATMega 2560 sebagai
penyimpanan processing kedalam
memory untuk menjalankan fungsi
dari setiap komponen yang digunakan,
dimana setiap komponen dihubungkan
dengan lubang pin yang sudah
ditentukan
2. Sensor mendeteksi gerak yang berada
diarea deteksi
3. Relay mengatur kondisi putaran motor
apabila sensor mendeteksi
4. Adaptor mengtur arus listrik masuk
pada alat yang di hubungkan

b. Rancangan Hardware dalam bentuk


Bagan Skematik

Gambar 4.4 Flowchart Sistem Kerja Sensor


Infrared E18-D50NK

5. PENGUJIAN SISTEM
Pengujian sistem ini berfungsi untuk
menguji apakah sistem telah bekerja sesuai
Gambar 4.3 Bagan Skematik Hardware dengan yang diharapkan, dari pengujian ini
dilakukan terhadap kinerja hardware
Pengoperasian alat ini secara apakah telah sinkron dengan program yang
keseluruhan adalah sebagai berikut: dimasukan kedalam Arduino ATMega
a. Yang pertama harus dilakukan adalah 2560.
dengan merangkai terlebih dahulu
semua alat ini menjadi satu bagian 5.1 Hasil Pengujian Alat
dan siap untuk dioperasikan. 1. Tampilan keseluruhan alat sistem
b. Setelah semua alat terangkai, alat di kontrol
nyalakan dengan cara di beri tegangan
listrik agar rangkaian keseluruhan
aktif.
c. Pada saat di diaktifkan maka sensor
akan bekerja sesuai pemrograman
yang diberikan. Sistem yang diatur di
program melalui ATMega 2560, akan
berfungsi sesuai dengan sistem yang
diprogram dalam memory ATMega
2560.
Gambar 5.1 Tampilan keseluruhan alat
2. Implementasi Perangkat Lunak
(Software) Pada gambar 5.1 adalah tampilan
keseluruhan alat yang menggunakan
sensor Infrared E18-D50NK untuk
mendeteksi objek pada saat melakukan Berdasarkan tabel 5.1 pengujian sistem
pemarutan. parutan, uji coba yang dilakukan berhasil
dan sukses dengan waktu tertentu. Panjang
2. Tampilan rincian alat sistem kontrol waktu pemarutan tidak berdasarkan jumlah
dan besarnya potongan ubi kayu yang
diparut. Hal ini disebabkan adanya ukuran
panjang dan besarnya ubi kayu yang tidak
sama dalam setiap potongannya.

Gambar 5.2 Tampilan rincian alat

Keterangan :
1. Motor AC Gambar 5.3 Parutan dalam keadaan mati
2. Mata Parutan atau tidak mendeteksi objek
3. Sensor Infrared E18-D50NK
4. Relay dua Chanel
5. Arduino Mega 2560

5.2 Pengujian Alat


Pengujian parutan ini dilakukan
dengan menguji tingkat manfaat dari alat
atau sistem yang dirancang dengan
membuat sebuah tabel percobaan
tujuannya adalah agar mengetahui sejauh Gambar5.4 Parutan dalam keadaan
mana sistem atau alat ini ini dapat Berputar ketika sensor mendeteksi objek
diterapkan kedalam dunia nyata atau
sebuah projek lanjutan.

Tabel 5.1 Pengujian Sistem Parutan

Gambar 5.5 Hasil parutan ubi kayu


menggunakan alat pemarut otomatis
a. Pada gambar 5.3 parutan dalam
keadaan mati karena tidak mendeteksi
gerak sehingga motor tidak berputar.
b. Pada gambar 5.4 parutan dalam
keadaan berputar karena sensor
mendeteksi gerak sehingga motor
berputar otomatis.
c. Pada gambar 5.5 hasil parutan ubi
kayu menggunakan alat pemarut
otomatis berbasis mikrokontroler
ATMega 2560.

6. PENUTUP

6.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengujian sistem
kontrol alat pemarut ubi kayu otomatis
menggunakan sensor Infrared E18-D50NK
maka dapat di ambil kesimpulan sebagai
berikut:
1. Sistem kontrol Alat Pemarut ubi kayu
Otomatis Berbasis Mikrokontroler
ATMega 2560 dapat terealisasi sesuai
dengan perencanaan.
2. Alat telah mampu difungsikan dalam
megontrol pemarutan otomatis yaitu
ketika sensor mendeteksi gerak
adanya ubi kayu, maka alat pemarut
akan berputar secara otomatis dan
akan mati ketika lima detik tidak
mendeteksi gerak.

6.2 Saran
Untuk penyempurnaan penelitian ini
lebih lanjut maka saran perlu ditambahkan
yaitu:
1. Alat parutan ini memilki casing mata
parutan dengan panjang 17 cm, lebar
13 cm dan tinggi 17 cm, sehingga
untuk pegembangan lebih lanjut perlu
dirancang casing mata parutan dimana
panjang lebar dan tinggi diperbesar
dan disesuaikan agar hasil parutan
tepat jatuh pada wadah penampung.
2. Pada bagian penempatan papan
program Mikrokontroler ATMega
2560 dan relay disarankan agar
menggunakan pengaman atau penutup
sehingga terhindar dari percikan ubi
kayu hasil parutan yang mengandung
air yang dapat menyebabkan
kortsleting pada alat pemarut
otomatis.