Anda di halaman 1dari 3

1. Anemia sedang/berat 21.

Panas/demam tinggi tulang rahang (os


2. Apnea/gasping yang sudah di atas maksila dan
3. Bayi/anak dengan 40C mandibula) terbuka
ikterus 22. Sangat sesak, gelisah, dan tertutup; {d} luka
4. Bayi kecil/prematur kesadaran menurun, terbuka di wajah
5. Cardiac arrest / payah sianosis dengan 13. Selulitis
jantung (mungkin retraksi hebat dinding 14. Kolesistitis akut
maksudnya henti dada/otot-otot 15. Korpus alienum pada:
jantung) pernapasan {a] intra kranial; {b}
6. Cyanotic Spell (tanda 23. Sesak tapi dengan leher; {c} dada/toraks;
penyakit jantung) kesadaran dan kondisi {d} abdomen; {e}
7. Diare profus (lebih umum yang baik anggota gerak; {e}
banyak dari 10x sehari 24. Syok berat, dengan genital
BAB cair) baik dengan nadi tidak teraba dan 16. Cardiovascular
dehidrasi maupun tekanan darah tidak accident tipe
tidak terukur, termasuk di perdarahan
8. Difteri dalamnya sindrom 17. Dislokasi persendian
9. Murmur/bising rejatan dengue 18. Tenggelam (drowning)
jantung, Aritmia 25. Tetanus 19. Flail chest
10. Edema/bengkak 26. Tidak BAK/kencing 20. Fraktur kranium (patah
seluruh badan lebih dari 8 jam tulang
11. Epitaksis (mimisan), 27. Tifus abdominalis kepala/tengkorak)
dengan tanda dengan komplikasi 21. Gastroskisis
perdarahan lain 22. Gigitan
disertai dengan Kriteria Gawat hewan/manusia
demam/febris Darurat Bagian 23. Hanging (terjerat
12. Gagal ginjal akut Bedah leher?)
13. Gangguan kesadaran 24. Hematotoraks dan
dengan fungsi vital pneumotoraks
yang masih baik 1. Abses serebri 25. Hematuria
2. Abses submandibula
14. Hematuria 26. Hemoroid tingkat IV
15. Hipertensi berat 3. Amputasi penis (dengan tanda
16. Hipotensi atau syok 4. Anuria strangulasi)
5. Appendiksitis akut
ringan hingga sedang 27. Hernia inkarserata
17. Intoksikasi atau 6. Atresia Ani 28. Hidrosefalus dengan
keracunan (misal: 7. BPH dengan retensi peningkatan tekanan
minyak tanah, atau urin intrakranial
obat serangga) dengan 8. Cedera kepala berat 29. Penyakit Hirschprung
9. Cedera kepala sedang
keadaan umum masih 30. Ileus Obstruksi
baik 10. Cedera vertebra/tulang 31. Perdaraha Internal
18. Intoksikasi disertai belakang 32. Luka Bakar
11. Cedera wajah dengan
gangguan fungsi vital 33. Luka terbuka daerah
19. Kejang dengan gangguan jalan napas abdomen/perut
penurunan kesadaran 12. Cedera wajah tanpa 34. Luka terbuka daerah
20. Muntah profus (lebih gangguan jalan napas kepala
banyak dari 6x dalam namun termasuk: {a} 35. Luka terbuka daerah
patah tulang hidung
satu hari) baik dengan toraks/dada
dehidrasi maupun terbuka/tertutup; {b} 36. Meningokel/myelokel
tidak Patah tulang pipi (os pecah
zygoma) terbuka dan 37. Trauma jamak
tertutup; {c} patah (multiple trauma)
38. Omfalokel pecah 7. Infark Miokard dengan 4. Endoftalmitis/panoftal
39. Pankreatitis akut kompikasi (misal: syok) mitis
40. Patah tulang dengan 8. Kelainan jantung 5. Glaukoma akut dan
dugaan cedera bawaan dengan sekunder
pembuluh darah gangguan ABC 6. Penurunan tajam
41. Patah tulang iga jamak 9. Krisis hipertensi penglihatan mendadak
42. Patah tulang leher 10. Miokardititis dengan (misal: ablasio retina,
43. Patah tulang terbuka syok CRAO, perdarahan
44. Patah tulang tertutup 11. Nyeri dada (angina vitreous)
45. Infiltrat pektoris) 7. Selulitis orbita
periapendikuler 12. Sesak napas karena 8. Semua kelainan kornea
46. Peritonitis generalisata payah jantung mata (misal: erosi,
47. Phlegmon pada dasar 13. Pingsan yang dilatari ulkus/abses,
mulut oleh penyakit/kelainan descematolisis)
48. Priapismus jantung 9. Semua trauma mata
49. Perdarahan raktal (misal: trauma tumpul,
50. Ruptur tendon dan otot Kriteria Gawat trauma
51. Strangulasi penis Darurat Bagian fotoelektrik/radiasi,
52. Tension pneumotoraks Obstetri Ginekologi trauma tajam/tembus)
53. Tetanus generalisata (Kebidanan & 10. Trombosis sinus
54. Torsio testis Kandungan) kavernosus
55. Fistula trakeoesofagus 11. Tumor orbita dengan
56. Trauma tajam dan perdarahan
tumpul di daerah leher 1. Abortus 12. Uveitis/skleritis/iritasi
57. Trauma tumpul 2. Distosia
3. Eklampsia
abdomen Kriteria Gawat
58. Traumatik amputasi 4. Kehamilan ektopik
Darurat Bagian
59. Tumor otak dengan terganggu (KET)
Paru
penurunan kesadaran 5. Perdarahan
60. Unstable pelvis antepartum
6. Perdaragan postpartum 1. Asma bronkiale sedang
61. Urosepsi
7. Inversio uteri parah
8. Febris puerperalis 2. Aspirasi pneumonia
Kriteria Gawat
9. Hiperemesis 3. Emboli paru
Darurat Bagian
gravidarum dengan 4. Gagal napas
Kardiovaskuler
dehidrasi 5. Cedera paru (lung
(Jantung &
10. Persalinan kehamilan injury)
Pembuluh Darah)
risiko tinggi daa/atau 6. Hemoptisis dalam
persalinan dengan jumlah banyak
1. Aritmia penyulit (massive)
2. Aritmia dan 7. Hemoptoe berulang
rejatan/syok Kriteria Gawat 8. Efusi plura dalam
3. Korpulmonale Darurat Bagian jumlah banyak
dekompensata akut Mata (massive)
4. Edema paru akut 9. Edema paru non
5. Henti jantung kardiogenik
6. Hipertensi berat 1. Benda asing di kornea 10. Pneumotoraks
dengan komplikasi mata/kelopak mata tertutup/terbuka
(misal: enselofati 2. Blenorrhoe/ 11. Penyakit Paru
hipertensi, CVA) Gonoblenorrhoe Obstruktif Menahun
3. Dakriosistisis akut
dengan eksaserbasi 10. Syok karena kelainan di
akut bidang THT
12. Pneumonia sepsis 11. Trauma akut di bidang
13. Pneumotorak ventil THT-KL
14. Status asmatikus 12. Tuli mendadak
15. Tenggelam 13. Vertigo (berat)

Kriteria Gawat Kriteria Gawat


Darurat Bidang Darurat Bidang
Penyakit Dalam Syaraf

1. Demam berdarah 1. Kejang


dengue (DBD) 2. Stroke
2. Demam tifoid 3. Meningoensefalitis
3. Difteri
4. Disekuilibrium pasca
hemodialisa
5. Gagal ginjal akut
6. GEA dan dehidrasi
7. Hematemesis melena
8. Hematochezia
9. Hipertensi maligna
10. Keracunan makanan
11. Keracunan obat
12. Koma metabolik
13. Leptospirosis
14. Malaria
15. Observasi rejatan/syok

Kriterita Gawat
Darurat Bidang THT

1. Abses di bidang THT-


KL
2. Benda asing di laring,
trakea, bronkus
dan/atau benda asing
tenggorokan
3. Benda asing di telinga
dan hidung
4. Disfagia
5. Obstruksi jalan napas
atas grade II/III
Jackson
6. Obstruksi jalan napas
atas grade IV Jackson
7. Otalgia akut
8. Parese fasialis akut
9. Perdarahan di bidang
THT