Anda di halaman 1dari 17

SOAL UJIAN KOMPETENSI (UKOM)

APDFI JAWA TENGAH


OBAT TRADISIONAL
KORWIL BARAT

KASUS:
Perkolasi merupakan suatu cara penarikan memakai alat yang disebut perkolator yang
simplisianya terendam dalam cairan penyari, dimana zat-zat akan terlarut dan larutan tersebut
akan menetes secara beraturan sampai memenuhi syarat yang telah ditetapkan.
Pertanyaan soal :
1. Termasuk cara penarikan apakah dimana cairan penyari yang dipakai dapat
dipergunakan secara perbulang-ulang?
A. Perkolasi bertekanan
B. Perkolasi sinambung
C. Perkolasi biasa
D. Perkolasi bertingkat
E. Reperkolasi

KASUS:
Sebanyak 20 gram serbuk lada hitam dimasukkan ke dalam alat soklet lalu ditambahkan
etanol 96 % sebanyak 50 ml. Setelah dilakukan penyarian selama sekitar 3 jam didapatkan 6
sirkulasi per jam. Hasil ekstrak kental ditambahkan 10 ml KOH etanolik 10 % dan timbul
endapan. Kemudian sari dipisahkan dari bagian yang tidak larut, sari tersebut didiamkan
dalam kulkas selama satu malam sampai terbentuk kristal. Kristal yang terbentuk dipisahkan
lalu dicuci dengan Et-OH 96 % dikeringkan dalam almari pengering dengan suhu 40o C
selama 45 menit. Kristal yang dihasilkan sebanyak 6 gram.
Pertanyaan Soal :
2. Hasil hidrolisis senyawa piperin dengan KOH etanolik 10 % adalah............
A. Asam mevalonat
B. Asam piperinat
C. Asam piruvat
D. Asam arakidonat
E. Asam laktat

KASUS:
Salah satu metode ekstraksi simplisia yaitu infus. Pembuatan infus sendiri yaitu dengan cara
memanaskan panci yang berisi simplisia diatas penangas air yang mendidih selama 15 menit.
Pertanyaan soal :
3. Berapakah suhu yang digunakan dalam pembuatan sediaan infus?
A. 30oC
B. 60oC
C. 90oC
D. 100oC
E. 120oC
KASUS:
Daun cengkeh mengandung zat kimia yang dapat dimanfaatkan sebagai anti mikroba seperti
virus dan bakteri bahkan digunakan dalam insektisida. Dalam laboratorium untuk
mengisolasi zat tersebut dengan teknik cair-cair, agar dapat menghasilkan eugenol murni.
Maka pada isolasi tersebut ditambahkan larutan encer dari basa kuat seperti KOH, ternyata
dilaboratorium KOHnya habis.
Pertanyaan Soal :
4. Larutan apakah yang dapat dipakai sebagai pengganti KOH?
A. NH2
B. NaCl
C. NaOH
D. CaCl
E. CaCl2
KASUS:
Ekstraksi merupakan kegiatan penarikan kandungan kimia yang dapat larut sehingga terpisah
dari bahan yang tidak dapat larut dengan menggunakan pelarut cair. Metode ekstraksi sendiri
dibagi menjadi beberapa macam.
Pertanyaan soal :
5. Metode Ekstraksi apakah yang dilakukan dengan cara mengalirkan pelarut melalui
serbuk simplisia yang telah dibasahi?
A. Maserasi
B. Soxhletasi
C. Destilasi
D. Perkolasi
E. Infus
KASUS:
Fraksinasi adalah memisahkan suatu zat aktif dari ekstrak berdasarkan kepolaranya. Urutan
dalam metode fraksinasi adalah dari senyawa non polar menuju ke senyawa polar.
Pertanyaan Soal :
6. Jika kita akan melakukan fraksinasi untuk mendapatkan senyawa zat aktif, urutan pelarut
manakah yang digunakan pada ekstrak etanol suatu simplisia?
A. N Heksana, etanol, Etil asetat
B. Etil asetat, etanol, N-Heksana
C. Etanol, N-Heksana, Etil asetat
D. N-Heksana, Etil asetat, etanol
E. Etil asetat, N-Heksana, Etanol
KASUS:
Pemilihan metode ekstraksi sangat dipengaruhi oleh sifat bahan yang akan di isolasi. Salah
satu cara yang bisa dipakai adalah dengan cara memanaskan panci yang berisi simplisia di atas
penangas air yang mendidih selama 30 menit.
Pertanyaan soal :
7. Metode simplisia apakah yang dimaksud dalam pernyataan di atas?
A. Soxhletasi
B. Maserasi
C. Perkolasi
D. Destilasi
E. Dekok
KASUS:
Untuk melakukan isolasi senyawa flavonoid, hal pertama yang dilakukan adalah ekstraksi
menggunakan metanol. Ekstrak metanol kemudian dipekatkan dan setelah didapat ekstrak
pekat kemudian ditambah dengan N-heksana,
Pertanyaan Soal :
8. Fungsi penambahan N-heksana adalah :
A. Untuk melarutkan flavonoid
B. Untuk melarutkan senyawa dengan polaritas rendah
C. Untuk melarutkan senyawa dengan polaritas yang tinggi
D. Untuk melarutkan senyawa larut air
E. Untuk melarutkan senyawa larut metanol
KASUS:
Prinsip maserasi adalah ekstraksi zat aktif yang dilakukan dengan cara merendam serbuk
dalam pelarut yang sesuai selama beberapa hari pada temperature kamar terlindung dari
cahaya, dan dilakukan pengadukkan pada setiap hari nya.
Pertanyaan soal :
9. Apa fungsi pengadukkan pada metode maserasi?
A. untuk meratakan konsentrasi larutan di luar butir serbuk simplisia sehingga tetap
terjaga adanya derajat konsentrasi yang sekecil-kecilnya antara larutan di dalam sel
dengan larutan di luar sel
B. untuk mencampurkan sampel dengan pelarut yang digunakan
C. untuk memberikan tekanan yang sama pada semua sampel
D. agar tidak mudah tumbuh nya jamur dan kapang
E. agar mudah dilakukkannya identifikasi pada zat kimia yang terkandung pada
sampel
KASUS:
Zat balast adalah zat yang terdapat didalam simplisia tanaman yang tidak memiliki efek
farmakologi, sehingga keberadaanya mengganggu metabolit sekunder yang diinginkan. Zat
balast biasanya memiliki polaritas yang rendah.
Pertanyaan Soal :
10. Untuk memurnikan suatu ekstrak dari zat tersebut maka ekstrak perlu dicuci
dilarutkan dalam pelarut,
A. Dengan polaritas yang tinggi
B. Dengan polaritas yang rendah
C. Dengan kelarutan yang besar
D. Dengan kelarutan yang kecil
E. Dengan polaritas yang tinggi dan kelarutan yang besar
KASUS:
Salah satu metode ekstraksi simplisia adalah maserasi. Cairan penyari dibagi 2. Seluruh serbuk
simplisia dimaserasi dengan cairan penyari pertama, sesudah dienap tuangkan dan diperas,
ampas dimaserasi lagi dengan cairan penyari yang kedua
Pertanyaan soal :
11. Apa nama metode dari pernyataan tersebut?
A. Digesti
B. maserasi bertingkat
C. maserasi melingkar
D. Remaserasi
E. maserasi berkelanjutan
KASUS:
Proses isolasi dilakukan melalui beberapa tahap hingga didapat zat aktif yang diinginkan. Pada
isolasi piperin dari buah lada putih, salah satu tahap yang harus dilakukan adalah menyimpan
filtrat hasil isolasi di dalam lemari es selama kurang lebih 24 jam.
Pertanyaan soal :
12. Apa fungsi dari penyimpanan filtrat hasil isolasi di dalam lemari es ?
A. Mendapatkan kristal yang bersih
B. Memperoleh kristal yang banyak
C. Memperoleh kristal yang murni
D. Mendapatkan kristal yang berkualitas
E. Mempercepat pembentukan kristal
KASUS:
Suatu metode/proses pemisahan suatu komponen yang terdapat dalam zat padat dengan cara
penyaringan berulang-ulang dengan menggunakan pelarut tertentu, sehingga semua komponen
yang diinginkan akan terisolasi.
Pertanyaan soal :
13. Apa nama metode dari pernyataan tersebut?
A. Destilasi D. Perkolasi
B. Maserasi E. Refluks
C. Soxhletasi

KASUS:
Proses isolasi disamping memperhatikan sifat fisik simplisia dan sifat zat aktifnya, harus juga
memperhatikan zat-zat yang sering terdapat dalam simplisia seperti protein, karbohidrat, lemak
dan gula. Salah satu tahap pada isolasi piperin adalah penambahan KOH etanolik 10%.
Pertanyaan soal :
14. Apa fungsi penambahan larutan KOH etanolik 10% pada isolasi piperin ?
A. Mendapatkan kristal
B. Mempercepat reaksi
C. Membentuk suasana basa
D. Memisahkan senyawa resin dengan meminimalkan pembentukan garam
E. Menghindari terbentuknya endapan pada filtrat
KASUS:
Suatu metode ekstraksi pada tumbuhan salah satunya adalah metode soxhletasi.
Pertanyaan soal :
15. Bagaimanakah prinsip dari metode ekstraksi tersebut?
A. cairan penyari mengekstraksi sampel secara berkesinambungan
B. pelarut dan sampel dipisahkan ditempat yang berbeda
C. penarikan senyawa kimia dimana cairan penyari dapat dipakai secara berulang-
ulang
D. keseimbangan konsentrasi larutan di luar sel dan di dalam sel
E. perbedaan titik didih
KASUS:
Salah satu metabolit sekunder dari daun teh yang dapat diisolasi adalah kafein. Dari
serangkaian tahapan pada proses isolasinya penambahan larutan tertentu sangat diperlukan,
salah satunya adalah penambahan pelarut yang berfungsi untuk memberikan suasana asam
sehingga garam alkaloid lebih mudah larut dalam air tetapi tidak larut dalam pelarut organik.
Pertanyaan soal :
16. Pelarut apa yang ditambahkan untuk tujuan diatas ?
A. Air D. Etanol
B. Kloroform E. Metanol
C. Pb asetat

KASUS:
Salah satu metode ekstraksi cara dingin adalah perkolasi. Prinsip ekstraksi dengan metode
perkolasi, selain polaritas pelarut dan polaritas senyawa yang akan di sari serta difusi pasif
dan kelarutan.

Pertanyaan soal :
17. Prinsip ekstraksi metode perkolasi selain pernyataan yang ada di atas adalah?
A. Gaya grafitasi
B. Gaya dorong
C. Kecepatan
D. Titik didih
E. Perbedaan konsentrasi
KASUS:
Kafein merupakan senyawa yang bersifat basa, larut dalam pelarut organik dan air panas,
berasa pahit dan mempunyai efek fisiologis sebagai stimulansia. Pada prosedur isolasinya
untuk mendapatkan kafein diperlukan penambahan pelarut organik yaitu kloroform.
Pertanyaan soal :
18. Apa fungsi dari kloroform pada isolasi kafein?
A. Mengikat kafein yang larut dalam pelarut organik tetapi tidak larut dalam air
B. Memberikan suasana asam
C. Melarutkan garam alkaloid kafein
D. Mempermudah kelarutan kafein dalam air
E. Mempercepat pembentukan kafein
KASUS:
Salah satu metode penarikan senyawa kimia yang terdapat pada tumbuhan yaitu menggunakan
metode ekstraksi. Metode ekstraksi terdiri dari beberapa macam, pemakaian metode ekstraksi
tergantung senyawa yang akan di isolasi.
Pertanyaan soal :
19. Jika suatu senyawa tidak tahan terhadap pemanasan dengan suhu tinggi, metode
ekstraksi apakah yang paling sesuai dan dapat digunakan?
A. Maserasi dan perkolasi
B. Maserasi dan infundasi
C. Maserasi dan decocta
D. Perkolasi dan infundasi
E. Perkolasi dan decocta

KASUS:
Tujuan proses isolasi daun teh adalah memperoleh zat aktif berupa kafein, proses diuraikan
untuk menghasilkan ekstrak cair, yang dilanjutkan dengan proses penguapan, ekstraksi dengan
kloroform dan pembentukan kristal kafein.
Pertanyaan soal :
20. Cara apa yang dapat dilakukan untuk pembentukan kristal kafein ?
A. Penguapan
B. Pengadukan
C. Pemanasan pada suhu rendah
D. Mikrosublimasi
E. Penyimpanan dalam lemari es
KASUS:
Sokletasi adalah sebuah metode penyarian simplisia secara berkesinambungan, dimana cairan
penyari dipanaskan hingga menguap, uap cairan penyari terkondensasi menjadi molekul-
molekul air oleh pendingin balik dan turun menyari simplisia dalam slongsong dan
selanjutnya masuk kembali ke dalam labu alas bulat setelah melewati pipa sifon.
Pertanyaan soal :
21. Didalam metode sokletasi sebaiknya menggunakan pelarut?
A. Dengan titik didih rendah
B. Dengan titik didih tinggi
C. Dengan polaritas yang tinggi
D. Dengan polaritas yang rendah
E. Dengan titik didih dan polaritas tinggi

KASUS:
Eugenol merupakan zat aktif dari minyak cengkeh yang mempunyai bau khas aromatic,
berbentuk cair, rasa pedas dan berwarna coklat kehitaman, dimana dalam prosedur isolasinya
diperlukan penambahan KOH 1 N.
Pertanyaan soal :
22. Apa fungsi penambahan KOH 1 N pada isolasi eugenol ?
A. Mengubah eugenol menjadi garam kalium eugenolat yang larut dalam air
B. Mengubah garam kalium eugenolat menjad eugenol yang larut dalam air
C. Mempercepat reaksi
D. Membentuk suasana basa
E. Mendapatkan eugenol murni
KASUS:
Minyak atsiri merupakan suatu komponen yang terdapat didalam tumbuhan. Minyak atsiri
disebut juga sebagai minyak volatile atau mudah menguap.
Pertanyaan soal :
23. Metode ekstraksi apakah yang paling tepat untuk mendapatkan minyak atsiri?
A. Maserasi
B. Infundasi
C. Dekokta
D. Perkolasi
E. Destilasi

KASUS:
Untuk memperoleh eugenol pada tahap isolasi dilakukan dengan penambahan-penambahan
pelarut, selain penambahan KOH 1 N ditambahkan juga H2SO4.
Pertanyaan soal :
24. Apa fungsi dari H2SO4?
A. Mendapatkan eugenol dalam jumlah banyak
B. Mengubah garam kalium eugenolat menjadi eugenol yang larut dalam air
C. Mempercepat reaksi
D. Membentuk suasana basa
E. Mengubah eugenol menjadi garam kalium eugenolat yang larut dalam air
KASUS:
Sebanyak 100 gram daun Citrus hystric diekstraksi dengan metode destilasi uap selama
sekitar 4 jam menghasilkan 3 ml minyak atsiri. Kemudian destilat minyak atsiri tersebut di
analisis kualitatif dengan KLT menggunakan fase gerak heksana dan etil asetat dengan
perbandingan 96 : 4, bercak noda yang dihasilkan berwarna ungu dengan Rf 0,353.
Pertanyaan soal :
25. Apakah pengertian dari destilasi?
A. Proses ekstraksi dengan cara perendaman
B. Proses ektraksi yang menggunakan pelarut yang selalu baru yang dilakukan
dengan alat khusus dengan jumlah pelarut yang relatif konstan dengan adanya
pendingin balik.
C. Proses ektraksi dengan pengadukan kontinue pada temperatur tinggi.
D. Proses ektraksi dengan pelarut air pada temperatur penangas air selama waktu
tertentu
E. Proses ekstraksi senyawa yang mudah menguap berdasarkan peristiwa tekanan
parsial.
KASUS:
Isolasi eugenol dapat dilakukan dengan pelarut eter, dengan pertimbangan bahwa eugenol
mudah larut di dalam eter. Dalam prosedurnya dapat dilakukan ekstraksi dengan eter tersebut
secara berulang-ulang, yang sering dilakukan adalah sebanyak 3 kali ekstraksi.
Pertanyaan soal :
26. Apa fungsi dilakukannya ekstraksi sebanyak 3 kali?
A. Mendapatkan eugenol murni
B. Mempercepat terikatnya eugenol dalam eter
C. Menghindari gagalnya isolasi
D. Memperoleh eugenol berkualitas
E. Mengikat eugenol dalam jumlah maksimal
KASUS:
Telah dilakukan isolasi dan penetapan kadar minyak atsiri dari Cymbopogon caulis dengan
metode destilasi Stahl. Metode ekstraksi ini digunakan pada bagian tanaman yang
mengandung minyak atsiri. Simplisia yang digunakan dipotong-potong terlebih dahulu untuk
memperkecil ukuran partikel sehingga minyak atsiri dapat lebih mudah keluar dari sel dan
untuk memperluas permukaan simplisia sehingga semakin banyak simplisia yang berinteraksi
dengan larutan penyari. Destilasi dilakukan selama 3 jam, larutan sampel akan mendidih dan
menghasilkan uap air yang didalamnya juga terkandung minyak atsiri. Dari hasil destilasi 200
gram simplisia dihasilkan minyak atsiri sebanyak 1,5 mL.
Pertanyaan soal :
27. Bagaimana prinsip dari metode destilasi Stahl?
A. Penyarian zat aktif dengan cara perendaman, dengan adanya perbedaan konsentrasi
maka zat aktif yang terdapat di dalam sel akan larut dan akhirnya keluar.
B. Penarikan komponen kimia dengan memanaskan simplisia dan cairan penyari
dalam labu alas bulat sehingga uap cairan penyari akan terkondensasi ,menjadi
molekul-molekul uap yang berlangsung secara berkesinambungan sampai
penyarian sempurna.
C. Perbedaan titik didih dari zat-zat cair dalam campuran zat cair tersebut sehingga
zat yang memiliki titik didih terendah akan menguap lebih dahulu.
D. Penyarian dengan menggunakan pelarut yang selalu baru dan jumlah yang konstan
dan disertai dengan adanya pendingin balik.
E. Proses pemanasan dengan cairan penyarinya adalah air
KASUS:
Penyulingan dengan cara destilasi air dilakukan dengan merendam bahan yang akan disuling
di dalam air, lalu direbus. Sebelum bahan direbus bahan yang berukuran besar dapat dirajang
terlebih dahulu. Pada proses perebusan tersebut uap air yang keluar dialirkan melalui alat
pendingin agar menjadi cair (terkondensasi). Selanjutnya, cairan tersebut yang merupakan
campuran minyak dengan air ditampung.
Pertanyaan soal :
28. Apa tujuan proses perajangan bahan ?
A. Memperkecil ukuran sampel
B. Mempercepat proses destilasi
C. Membantu proses kondensasi
D. Memperkecil permukaan bahan
E. Memperluas permukaan bahan
KASUS:
Cairan penyari akan menembus dinding sel dan masuk kedalam ronnga sel yang mengandung
zat aktif, zat aktif akan larut dan karena adanya perbedaan konsentrasi antara larutan zat aktif
di dalam sel dengan yang diluar sel, maka larutan yang terdekat didesak ke luar. Peristiwa
tersebut berulang sehingga terjadi keseimbangan konsentrasi antara larutan di luar sel dan di
dalam sel..
Pertanyaan soal :
29. Pernyataan tersebut merupakan prinsip dari?
A. Destilasi
B. Perkolasi
C. Soxhletasi
D. Maserasi
E. Refluks
KASUS:
Pada isolasi minyak atsiri dari rimpang temulawak, minyak atsiri yang didapat di analisa
secara KLT, fase gerak yang digunakan adalah Kloroform:Benzena:etanol (45:45:10).
Pertanyaan soal :
30. Hitung masing-masing eluen yang diperlukan apabila akan dibuat fase gerak 20 ml?
A. Kloroform 8 ml:benzena 10 ml:etanol 2 ml
B. Etanol 1 ml:kloroform 9 ml:benzena 11 ml
C. Benzena 9 ml:Etanol 2 ml:Kloroform 9 ml
D. Kloroform 9ml:benzena 8 ml:etanol 3 ml
E. Benzena 11ml:kloroform 7 ml:etanol 2 ml
KASUS:
Mahasiswa melakukan isolasi minyak atsiri, melakukan penimbangan berat erlenmeyer
127,49 gr. Sedangkan berat hasil destilat sebesar 205,40 gr.
Pertanyaan Soal :
31. Maka berat destilat murni sebesar........
A. 77,94 gr
B. 77,90 gr
C. 77,91 gr
D. 77,92 gr
E. 77,93 gr
KASUS:
Rendemen isolat merupakan prosentase perbandingan dari hasil akhir yang diperoleh
dibandingkan dengan banyaknya bahan awal. Dari isolasi kafein di dapatkan data berat
wadah kosong 150,70 g; berat wadah dan sampel 192,72 g serta berat wadah dan sisa dari
penimbangan sampel adalah 152,60 g. Sementara untuk menimbang kristal kafein hasil
isolasi digunakan kertas saring yang bersih. Berat kertas saring kosong adalah 0,87 g; berat
kertas saring dan kristal kafein sebanyak 2,78 g. Kemudian kristal yang diperoleh disimpan
dalam vial yang bersih dan ditutup rapat, hingga diperoleh berat kertas saring dan sisa kristal
dari penimbangan adalah 0,92 g.
Pertanyaan soal :
32. Berapa rendemen yang diperoleh?
A. 0,046 %
B. 0,46%
C. 4,6%
D. 4,5%
E. 0,45%
KASUS:
Telah dilakukan isolasi dan penetapan kadar minyak atsiri dari Cymbopogon caulis dengan
metode destilasi Stahl. Metode ekstraksi ini digunakan pada bagian tanaman yang
mengandung minyak atsiri. Simplisia yang digunakan dipotong-potong terlebih dahulu untuk
memperkecil ukuran partikel sehingga minyak atsiri dapat lebih mudah keluar dari sel dan
untuk memperluas permukaan simplisia sehingga semakin banyak simplisia yang berinteraksi
dengan larutan penyari. Destilasi dilakukan selama 3 jam, larutan sampel akan mendidih dan
menghasilkan uap air yang didalamnya juga terkandung minyak atsiri. Dari hasil destilasi 200
gram simplisia dihasilkan minyak atsiri sebanyak 1,5 mL.
Pertanyaan Soal :
33. Kadar minyak atsiri Cymbopogon caulis yang diperoleh sebesar............
A. 0,50 %
B. 0,65 %
C. 0,75 %
D. 0,45 %
E. 0,55 %
KASUS:
Pada isolasi piperin digunakan Piperis nigri fructus sebanyak 40 g, setelah melalui proses
isolasi kemudian didapatkan kristal piperin. Kristal selanjutnya ditimbang dengan kertas
saring yang mempunyai berat 0,30 g, sementara berat kertas saring dan kristal piperin adalah
0,55 g.
Pertanyaan soal :
34. Hitung rendemen dari piperin !
A. 6,25 %
B. 0,625 %
C. 62,5 %
D. 10 %
E. 0,1 %
KASUS:
Telah dilakukan identifikasi senyawa minyak atsiri pada jahe (Zingiber officinale). Ekstraksi
dilakukan dengan metode destilasi dengan pelarut aquadest, filtrat yang diperoleh kemudian
di tempatkan pada corong pisah kemudian ditambahkan Na2SO4 anhidrat/NaCl yang
berfungsi untuk mengikat minyak atsiri. Selanjutnya minyak atsiri yang didapat diuji dengan
reaksi identifikasi minyak atsiri dan KLT.
Pertanyaan Soal :
35. Pereaksi penampak noda apakah yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi
minyak atsiri?
A. Menggunakan pereaksi Dragendrof
B. Dengan pereaksi Anisaldehida asam sulfat
C. Dengan pereaksi Mayer
D. Menggunakan NaOH
E. Dengan pereaksi Bauchardat
KASUS:
Sebuah penelitian menggunakan sampel daun salam (Syzygium polyanthum) sebanyak 400
gram. Setelah dikeringkan, diperoleh simplisia kering sebanyak 200 gram. Simplisia tersebut
kemudian diekstrak dengan cara maserasi. Setelah 5 hari dimaserasi, didapatkan ekstrak
kental sebesar 10 gram.

Pertanyaan soal :
36. Dari soal diatas, randemen ekstrak daun salam adalah :
A. 2,5%
B. 5%
C. 7.5%
D. 10%
E. 12.5%

KASUS:
Rimpang temulawak dapat diisolasi salah satu kandungan aktifnya yaitu minyak atsiri. Dari
sebanyak 300 g temulawak segar yang telah diperkecil ukurannya dengan cara diiris-
iris,setelah diisolasi dengan destilasi air ternyata didapatkan minyak atsiri sebanyak 15,5 g.
Pertanyaan soal :
37. Berapa rendemen minyak atsiri temulawak?
A. 5,2%
B. 0,52%
C. 52%
D. 6,6%
E. 66%
KASUS:
Sebanyak 20 gram serbuk lada hitam dimasukkan ke dalam alat soklet lalu ditambahkan Et-
OH 96 % sebanyak 50 ml. Setelah dilakukan penyarian selama sekitar 3 jam didapatkan 6
sirkulasi per jam. Hasil ekstrak kental ditambahkan 10 ml KOH etanolik 10 % dan timbul
endapan. Kemudian sari dipisahkan dari bagian yang tidak larut, sari tersebut didiamkan
dalam kulkas selama satu malam sampai terbentuk kristal. Kristal yang terbentuk dipisahkan
lalu dicuci dengan etanol 96 % dikeringkan dalam almari pengering dengan suhu 40 C selama
45 menit. Kristal yang dihasilkan sebanyak 6 gram.
Pertanyaan Soal :
38. Kemurnian piperin yang dihasilkan adalah...............
A. 35 %
B. 20 %
C. 75 %
D. 54 %
E. 30 %
KASUS:
Peranan minyak atsiri dalam kehidupan manusia dikenal sejak beberapa abad yang lalu,
dimana jenis minyak atsiri yang telah dikenal pada saat itu terbatas pada minyak atsiri tertentu
yang berasal dari rempah-rempah. Dengan kemajuan teknologi, penggalian sumber-sumber
minyak atsiri dan pendayagunaannya dalam kehidupan manusia semakin meningkat. Salah satu
tanaman penghasil minyak atsiri adalah Syzygium aromaticum.
Pertanyaan soal :
39. Bagian manakah dari tanaman Syzygium aromaticum yang paling banyak
menghasilkan minyak atsiri ?
A. Akar
B. Batang
C. Kulit batang
D. Bunga
E. Daun
KASUS:
Hasil rendemen dari isolasi eugenol sebesar 78,57%, berat cawan dan zat sebesar 78,45.
Sedangkan berat cawan kosong adalah 69,23.
Pertanyaan Soal :
40. Hitung berat simplisianya........
A. 11,72 gr
B. 11,73 gr
C. 11,74 gr
D. 11,75 gr
E. 11,76 gr
KASUS:
Minyak atsiri disebut juga dengan minyak eteris, minyak terbang atau essential oil, yang
banyak digunakan sebagai bahan baku dalam berbagai industri.
Pertanyaan soal :
41. Kriteria kualitas minyak atsiri ?
A. Harga Rf
B. Harga hRf
C. Warna jernih dan bersih
D. Tidak larut dalam etanol
E. Larut dalam air
KASUS:
Secara kimia bagian utama dari minyak atsiri yang paling banyak di temui dapat dibagi
menjadi monoterpen dan seskuiterpen dengan C10 dan C15.
Pertanyaan soal :
42. Manakah yang merupakan contoh minyak atsiri golongan seskuiterpen?
A. Menthol
B. Kamfor
C. Limonena
D. Kariofilena
E. Geraniol
KASUS:
Minyak atsiri merupakan metabolit sekunder dari suatu tanaman yang umumnya mempunyai
sifat mudah menguap, larut dalam pelarut organik, tidak larut dalam air dan mempunyai bau
khas yang sama dengan tanaman penghasilnya.
Pertanyaan soal :
43. Manakah yang merupakan bagian utama dari minyak atisir?
A. Alkaloid
B. Fenol
C. Terpenoid
D. Flavonoid
E. Poliketida
KASUS:
Sifat minyak atsiri tidak berwarna sesuai dengan persyaratan terutama waktu masih segar.
Pada penyimpanan lama dapat teroksidasi sehingga warnanya menjadi lebih gelap.
Pertanyaan soal :
44. Minyak atsiri dapat teroksidasi menjadi ?
A. Tanin
B. Terpentin
C. Terpenoid
D. Alkaloid
E. Resin
KASUS:
Salah satu sifat fisik dari minyak atsiri adalah indeks bias yang tinggi. Kecuali dinyatakan
lain indeks bias dinyatakan dengan menggunakan sinar Natrium dengan panjang gelombang
589,3 nm pada suhu 20oC.
Pertanyaan soal :
45. Indeks bias dapat didefinisikan juga sebagai?
A. Perbandingan sinus sudut datang dengan sinus sudut bias
B. Perbandingan cos sudut datang dengan sinus sudut bias
C. Perbandingan sinus sudut datang dengan cos sudut bias
D. Perbandingan cos sudut datang dengan cos sudut bias
E. Perbandingan cos sudut bias dengan sinus sudut datang
KASUS:
Minyak atisiri banyak diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, karena minyak atsiri berguna
sebagai pengaroma. Minyak atisiri larut dalam pelarut organik dan tidak larut dalam air, mudah
menguap dan mempunyai bau yang khas seperti tanaman asalnya.
Pertanyaan soal :
46. Bagaimanakah hasil uji identifikasi minyak atsiri yang diteteskan pada kertas saring?
A. noda agak kuning
B. noda tidak membekas
C. noda membekas
D. noda transparan
E. noda agak coklat
KASUS:
Sebanyak 100 mg serbuk Phaleria macrocarpa ditambah dengan 10 ml air dimasukkan ke
dalam tabung reaksi dan dikocok kuat secara vertikal selama sekitar 30 detik. Dari
permukaan cairan terbentuk buih setinggi kurang lebih 4 cm dan tidak hilang selama kurang
lebih 30 menit.
Pertanyaan Soal :
47. Prosedur diatas merupakan uji pendahuluan untuk...........
A. Polifenol
B. Flavonoid
C. Tanin
D. Saponin
E. Alkaloid
KASUS:
Suatu ekstrak diuji menggunakan pereaksi Mayer, Wagner dan Dragendorf. Terbentuk
endapan putih atau keruh dengan pereaksi Mayer, endapan coklat dengan pereaksi Wagner
dan endapan orange dengan pereaksi Dragendorf.
Pertanyaan soal :
48. Dapat disimpulkan ekstrak tersebut mengandung senyawa
A. Saponin
B. Tanin
C. Flavonoid
D. Alkaloid
E. Glikosida
KASUS:
Identifikasi piperin secara kualitatif dapat dilakukan dengan menggunakan metide
kromatografi lapis tipis (KLT) yang terdiri dari fase diam dan fase gerak.
Pertanyaan soal :
49. Apakah prinsip dari metode Kromatografi Lapis tipis (KLT)?
A. pemisahan komponen kimia berdasarkan perbedaan absorben dan eluen
B. pemisahan komponen kimia berdasarkan perbedaan simplisia dan pelarut
C. pemisahan zat kimia yang terkandung berdasarkan perbedaan penyerapan
panjang gelombang
D. pemisahan zat kimia berdasarkan tingkat kepolarannya
E. pemisahan komponen kimia berdasarkan perbedaan absorbsi dan partisi
KASUS:
Pada isolasi minyak atsiri dari rimpang temulawak (Curcuma rhizoma) sebanyak 150 gram
didapat minyak atsiri sebanyak 0,97 gram. Minyak atsiri dianalisa secara KLT, kemudian
didapatkan data bahwa jarak yang ditempuh oleh bercak sebesar 5,3 cm dan jarak pelarut 7,9
cm.
Pertanyaan soal :
50. Hitung berapa harga Rf dan hRf nya?
A. Rf = 0,68 dan hRf = 68
B. Rf = 0,64 dan hRf = 64
C. Rf = 0,67 dan hRf = 67
D. Rf = 0,69 dan hRf = 69
E. Rf = 0,66 dan hRf = 66
KASUS:
Flavonoid merupakan senyawa polifenol yang memiliki 15 atom C dan merupakan senyawa
yang paling banyak terdapat di dalam tumbuhan. Identifikasi jenis flavonoid salah satunya
menggunakan uji WILSTATER. Uji ini dapat memberikan spektrum warna tergantung jenis
flavonoid yang didapat.
Pertanyaan soal :
51. Jika uji wilstater menghasilkan warna merah tua, maka termasuk dalam golongan
flavonoid apa?
A. Flavon
B. Flavonon
C. Isoflavon
D. Flavonol
E. Proantosianidin
Kunci Jawaban B
KASUS:

Identifikasi simplisia dapat dilakukan dengan cara mikroskopis


dan makroskopis. Identifikasi mikroskopis dilakukan dengan
cara melihat fragmen-fragmen yang terdapat pada simplisia
menggunakan mikroskop.

Pertanyaan soal :
52. Gambar mikroskopis tersebut merupakan gambar mikroskopis pati dari?
A. Gandum
B. Kentang
C. Padi
D. Jagung
E. Singkong
KASUS:
Hasil rendemen destilat sereh di uji secara KLT pelarutnya ternyata bergerak sejauh 4,6 cm
dan standart sereh bergerak sejauh 3,4 cm. Sedangkan rendemen destilatnya bergerak sejauh
3,5 cm
Pertanyaan Soal :
53. Hitung Rf standart sereh dan Rf destilat?
A. 0,77 dan 0,765
B. 0,76 dan 0,764
C. 0,75 dan 0,763
D. 0,74 dan 0,762
E. 0,73 dan 0,761
KASUS:

Identifikasi simplisia dapat dilakukan dengan cara mikroskopis


dan makroskopis. Identifikasi mikroskopis dilakukan dengan
cara melihat fragmen-fragmen yang terdapat pada simplisia
menggunakan mikroskop.

Pertanyaan soal :
54. Gambar mikroskopis tersebut merupakan gambar mikroskopis pati dari?
A. Padi D. Gandum
B. Jagung E. Kentang
C. Singkong
KASUS:
Serbuk simplisia rimpang bangle ( Zingiber purpureum Roxb.) sebanyak 800 gram
dimaserasi dengan 6 L metanol selama 5 hari, kemudian ampas diremaserasi dengan 2 L
metanol selama 2 hari. Maserat yang diperoleh dikumpulkan kemudian diuapkan dengan
menggunakan rotary evaporator dan diperoleh ekstrak kental sebanyak 94 gram. Larutan
yang digunakan untuk uji skrining fitokimia dibuat dengan dengan konsentrasi 500 mg/50 ml.
Larutan uji sebanyak 2 ml diuapkan dalam cawan porselin, residu dilarutkan dengan 0,5 ml
CHCl3, kemudian ditambahkan 0,5 ml asam asetat anhidrat. Sebanyak 2 ml asam sulfat pekat
ditambahkan melalui dinding tabung dan terbentuk cincin coklat pada perbatasan larutan.
Pertanyaan Soal :
55. Prosedur diatas merupakan uji pendahuluan ?
A. Tanin D. Steroid
B. Flavonoid E. Triterpenoid
C. Saponin
KASUS:

Butir pati tampak berbentuk khas, bulat telur memanjang,


dengan garis keliling yang tak teratur. Ukuran berkisar antara
45 75 mikrometer. Hillum terletak ditengah, cincin tampak
nyata.

Pertanyaan soal :
56. Gambar mikroskopis tersebut merupakan gambar mikroskopis pati dari?
A. Singkong D. Kentang
B. Padi E. Gandum
C. Jagung
KASUS:
Sebanyak 0,5 gram serbuk simplisia daun jambu biji ( Psidium guajava ) disari dengan 10 ml
aquadest, disaring kemudian filtratnya diencerkan dengan aquadest sampai tidak berwarna.
Diambil 2 ml larutan lalu ditambahkan 2 tetes pereaksi FeCl3 sehingga terjadi warna biru.
Pertanyaan Soal :
57. Prosedur diatas merupakan uji skrining fitokimia?
A. Tanin D. Flavonoid
B. Saponin E. Triterpenoid
C. Alkaloid
KASUS:
Seorang mahasiswa akan mengidentifikasi flavonoid dari ekstrak etanol Annona muricata.
mahasiswa tersebut menggunakan rutin sebagai referensi standar dan menggunakan
Kromatografi lapis tipis sebagai cara identifikasi.
Pertanyaan soal :
58. Bagaimana cara menyimpulkan bahwa terdapat golongan flavonoid dalam ekstrak,
jika bercak KLT dari ekstrak dilihat pada sinar UV?
A. Lebih tinggi dari rutin dan memiliki warna yang sama dengan rutin setelah
disemprot dengan amoniak
B. Lebih tinggi dari rutin dan tidak harus memiliki warna yang sama dengan rutin
setelah disemprot dengan amoniak
C. Lebih rendah dari rutin dan memiliki warna yang sama dengan rutin setelah
disemprot dengan amoniak
D. Lebih rendah dari rutin dan tidak harus memiliki warna yang sama dengan rutin
setelah disemprot dengan amoniak
E. Memiliki bercak yang sejajar dengan rutin dan memiliki warna yang sama
dengan rutin setelah disemprot dengan amoniak
KASUS:
Salah satu metode penentuan isolat murni adalah dengan cara identifikasi menggunakan
kromatografi lapis tipis.
Pertanyaan soal :
59. Bagaimana isolat dapat dikatakan murni?
A. Memiliki 1 bercak
B. Memiliki 2 bercak
C. Memiliki 3 bercak
D. Memiliki lebih dari 3 bercak
E. Memiliki lebih dari 4 bercak
KASUS:
Suatu lempeng KLT memiliki panjang 20 cm. Terdapat suatu bercak yang diukur dari garis
tepi batas bawah sepanjang 5 cm.
Pertanyaan soal :
60. Berapakah hRf bercak tersebut?
A. 0,025 D. 25
B. 0,25 E. 250
C. 2,5