Anda di halaman 1dari 8

KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI

UNIVERSITAS KHAIRUN
Fakultas Teknik
Program Studi Teknik Elektro
Alamat : Kampus II Gambesi. Ternate, Telp. (0921) 3121356 Faks. . (0921) 3121356

UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) GENAP TA 2016/2017

Mata Kuliah : Kualitas Daya Listrik


Dosen : Idham A. Djufri, ST.,MT
Hari/Tanggal : Selasa / 13 Juni 2017
Jam : 13.30 15.30
Waktu : 120 Menit
Jenis Ujian : Open buku

Soal :
1. Apakah perbedaan autara transforrnator uji tegangan tinggi dengan transfolmator
daya?.
2. Jelaskan dengan gambar, perbedaan rangkaian-rangkaian penyearah untuk
membangkitkan tegangan dc.
3. Sebutkan standar waktu tegangan impuls petir dan impuls kontak. Berapa besar
toleransi yang diijinkan pada besaran-besaran waktu tersebut?
4. Jelaskan pengaruh induktansi pada bentuk gelombang tegangan impuls pada
pembangkitan tegangan impuls.
5. Pada rangkaian pembangkitan tegangan impuls, sebutkan komponen-komponen yang
mempengaruhi waktu ke puncak dan waktu punggung tegangan tersebut.
6. Berikan standard waktu arus impuls eksponensial dan arus impuls waktu panjang
(segiempat) beserta toleransinya
7. Gambarkan rangkaian pembangkitan arus impuls segiempat Bagaimanakah cara
memperpanjang waktu impuls pada pembangkitan arus impuls segiempat?
8. Jelaskan perbedaan proses perbanyakan elektron pada poses ionisasi dan emisi.
9. Apa yang didefinisikan oleh koefesien ionisasi Townsend pertama dan koefesien
ionisasi Townsend kedua?
10. Jelaskan perbedaan antara ionisasi photon dan emisi photon!

***** SELAMAT BEKERJA******


NAMA : DUPPY PURBAYATRY SEPTIANO
NIM : 07251621104
TUGAS : UAS TEKNIK TEGANGAN TINGGI

Jawaban :

1. Perbedaan transformator uji tegangan tinggi dengan transfolmator daya :

Trafo uji ini berfungsi untuk menguji apakah sistem jaringan tegangan tinggi memiliki
ketahanan dalam menghadapi tegangan normal maupun tegangan lebih.Tegangan normal
dalam konteks ini adalah tegangan yang dapat di handle trafo dalam waktu yang tak
terbatas.Sedangkan tegangan lebih adalah suatu tegangan dalam sistem tegangan tinggi
yang dapat ditahan oleh jaringan dalam waktu yang terbatas.

Dalam pengujiannya,trafo uji memiliki karakteristik yang tidak sama seperti trafo
tenaga.Trafo tenaga sering dipakai oleh beberapa pembangkit seperti PLTA,PLTU dan
PLTN.Perbedaan karakteristik trafo uji dan trafo tegangan adalah :

Perbandingan lilitan trafo uji lebih besar dibanding trafo tenaga.Hal tersebut
dikarenakan trafo daya hanya memiliki catu sebesar 220 v atau tegangan distribusi
sedangkan yang akan dibangkitkan untuk pengujian tegangan tinggi bisa mencapai
satuan KV.Maka dari pada itu perbandingan lilitan sekunder dan primernya lebih besar
trafo tenaga.

Kapasitas KVA-nya lebih kecil dibandingkan dengan kapasitas trafo tenaga oleh
karena keperluan mengadakan lompatan api tidak perlu tenaga yang besar. Yang
diperlukan disini adalah tegangan,bukan tenaga.

Hanya trafo satu fasa yang digunakan.Hal ini disebabkan karena biasanya pengujian
dilakukan fasa-demi-fasa.

Biasanya terminalnya (ujung lilitannya) ditanahkan (grounded) untuk keperluan


proteksi dan keamanan.
Pada waktu merencanakan isolasi untuk trafo penguji hanya diperhitungkan isolasi
terhadap tegangan penguji maksimum, karena tidak diharapkan trafo tersebut tidak
mengalami tegangan

2. Perbedaan rangkaian-rangkaian penyearah untuk membangkitkan tegangan dc :

Tegangan tinggi searah dibangkitkan dengan menyearahkan tegangan tinggi bolak-


balik.

Gambar. Rangkaian penyearah setengah gelombang

Gambar 2.4Tegangan keluaran penyearah setengah gelombang

Jika dibutuhkan tegangan keluaran yang lebih rata maka diterminal keluaran dipasang
kapasitor perata.

3. Standar waktu tegangan impuls petir dan impuls kontak dan besar toleransi yang diijinkan
pada besaran-besaran waktu tersebut :

a) Tegangan Impuls Petir


Definisi dahi dan punggung gelombang ditetapkan dalam standar-standar
sedemikian rupa sehingga kesulitan dalam menentukan permulaan gelombang dan
puncak gelombang dapat diatasi.
Menurut standar Jepang titik nol nominal dari sebuah tegangan impuls adalah
perpotongan antara sumbu waktu dengan garis lurus yang menghubungkan titik-titik
10% dan 90% dari suatu puncak tegangan. Menurut rekomendasi International
Electrotechnical Commission (IEC), angkanya berturut-turut 30% dan 90%
(Arismunandar, 1984:29). Dahi gelombang didefinisikan sebagai bagian dari
gelombang yang dimulai dari titik nol (nominal) sampai titik puncak, sedang sisanya
disebut punggung gelombang. Setengah puncak gelombang adalah titik-titik pada dahi
dan punggung dimana tegangannya adalah setengah puncak. Menurut standar Jepang
waktu dahi Ts didefinisikan sebagai hasil bagi antara lamanya tegangan naik dari 10%
sampai 90% dari puncak dan 0,8. Sedangkan waktu punggung Tr didefinisikan sebagai
waktu titik nol nominal sampai setengah puncak ekor.
Kecuraman muka gelombang adalah kecepatan naiknya gelombang pada muka
gelombang. Kecuraman rata-rata untuk mudahnya dinyatakan sebagai perbandingan
antara tegangan puncak dan lamanya waktu muka. Gelombang penuh adalah
gelombang yang tidak terputus karena lompatan api atau tembus(breakdown),
mempunyai waktu dahi Ts dan waktu punggung Tr.
Bentuk gelombang impuls petir standar menurut IEC adalah 1,2/50 s. Standar-
standar Jerman dan Inggris menetapkan 1/50 s. Amerika Serikat mempunyai standar
1,5/40 s. Jepang memiliki standar 1/40 s. Toleransi untuk waktu dahi Ts dan waktu
punggung Tr adalah masing-masing: Jepang 0,5-2 s, Inggris 0,5-1,5 s dan 40-60 s,
Amerika Serikat 1,0-2,0 s dan 30-50 s.
b) Tegangan Impuls Kontak
Besaran waktu standar untuk tegangan impuls kontak adalah 250/2500 s. Dengan
TCr = T1 = 250 s 20% dan T2 = 2500 s 60%.
Waktu ke puncak TCr diperoleh dari rentang waktu antara awal impuls dan
tercapainya nilai puncak. Osilasi frekuensi tinggi saat pembangkitan tegangan impuls
masih ada akan tetapi hal ini secara praktis tidak berpengaruh karena konstanta waktu
tegangan impuls petir jauh lebih besar dari osilasi ini. Waktu punggung T2 merupakan
rentang waktu antara awal impuls dan nilai 50% nilai tegngan puncak pada punggung
gelombang. Waktu punggung ini mempnyai toleransi sangat besar, karena tergantung
dari impedansi benda uji, realisasi waktu ounggung ini bisa menjadi sangat sulit.
Toleransi nilai puncak tegangan impuls kontak harus tetap 3%. Permasalahan
penentuan nilai puncak seperti pada tegangan impuls petir tidak ditemui karena proses
osilasi telah hilang saat mencapai nilai puncak. Besaran lain yang biasa melengkapi
besaran tegangan impuls kontak adalah waktu puncak Td yang didefinisikan sebagai
rentang waktu dimana nilai tegangan lebih besar dari 90%.

4. Pengaruh induktansi pada bentuk gelombang tegangan impuls pada pembangkitan


tegangan impuls :

Rangkaian generator impuls yang sesungguhnya memiliki komponen induktansi


sasar yang terhubung seri dengan rangkaian. Adanya induktansi sasar dapat
mengakibatkan osilasi pada muka dan ekor gelombang impuls.

5. Komponen-komponen yang mempengaruhi waktu ke puncak dan waktu punggung


tegangan pada rangkaian pembangkitan tegangan impuls :
Untuk menghasikan bentuk gelombang impuls eksponen ganda dapat digunakan
rangkaian RLC.
Semula kapasitor (C) dimuati oleh sumbertegangan DC, dan pada tegangan tertentu
ketika saklar S1 ditutup maka akan mengalir arus (i) dalam rangkaian R dan L, maka
persamaan arus dapat ditentukan dengan menyelesaikan persamaan defrensial dari
rangkaian Gambar :

Fungsi tegangan impuls adalah jumlah dari 2 buah fungsi eksponensial.

6. Standard waktu arus impuls eksponensial dan arus impuls waktu panjang (segiempat)
beserta toleransinya :

Definisi bentuk gelombang impuls [2]


Bentuk dan waktu gelombang impuls dapat diatur dengan mengubah nilai komponen
rangkaian generator impuls.
Nilai puncak (peak value) merupakan nilai maksimum gelombang impuls.
Muka gelombang (wave front) didefinisikan sebagai bagian gelombang yang dimulai
dari titik nol sampai titik puncak. Waktu muka (Tf) adalah waktu yang dimulai dari
titik nol sampai titik puncak gelombang.
Ekor gelombang (wave tail) didefinisikan sebagai bagian gelombang yang dimulai
dari titik puncak sampai akhir gelombang. Waktu ekor (Tt) adalah waktu yang
dimulai dari titik nol sampai setengah puncak pada ekor gelombang.

Pada tegangan impuls yang disebabkan oleh sambaran petir maupun yang disebabkan
oleh proses hubung buka, waktu untuk mencapai puncak gelombang dan waktu penurunan
tegangan sangat bervariasi sehingga untuk pengujian perlu ditetapkan bentuk standar
tegangan impuls.

Nilai toleransi waktu muka dan waktu ekor gelombang untuk standar
Jepang adalah 0,5 2 s dan 35 50 s, standar Inggris 0,5 1,5 s dan 40 60 s,
sedangkan untuk standar Amerika adalah 1,0 2,0 s dan 30 50 s.

7. Rangkaian pembangkitan arus impuls segiempat dan cara memperpanjang waktu impuls
pada pembangkitan arus impuls segiempat

Dalam teknologi tegangan tinggi, suatu pulsa tegangan polaritas tunggal dikatakan
sebagai impuls. Dalam gambar 1 ditunjukan 3 contoh penting yang disertai parameter
paramater :

Gambar 1. Contoh Tegangan Impuls


Keterangan :
U = Tegangan tembus
Td = Waktu paruh
S = Kecuraman
a. Tegangan impuls persegi
b. Tegangan impuls bentuk gergaji
c. Tegangan impuls eksponensial ganda
Ketergantungan terhadap waktu maupun tempo tegangan impuls tergantung pada cara
pembangkitannya. Untuk percobaan dasar sering digunakan tegangan impuls persegi
melonjak hingga nilai yang hampir konstan, maupun tegangan impuls berbentuk gergaji
yang yang

8. Perbedaan proses perbanyakan elektron pada poses ionisasi dan emisi :

Proses ionisasi merupakan proses fisik mengubah atom atau molekul menjadi ion
dengan menambahkan atau mengurangi partikel bermuatan seperti elektron atau lainnya
sedangkan proses Emisi merupakan suatu peristiwa terlepasnya satu atau lebih elektron dari
ikatanya dalam suatu atom atau molekul.

9. Yang didefinisikan oleh koefesien ionisasi Townsend pertama dan koefesien ionisasi
Townsend kedua :

Mekanisme ini berlaku pada jarak sela elektroda yang kecil, atau kira-kira p.s 10
bar mm.
Arus yang dihasilkan oleh peristiwa tembus hanya merupakan hasil dari proses
ionisasi.
Elektron mula dihasilkan oleh ionisasi eksternal (UV, sinar kosmik, thermal, emisi
medan listrik pada permukaan elektroda, dll).
Elektron mula akan mengionisasi molekul-molekul gas sehingga menghasilkan
elektron avalans (kumpulan elektron dan ion positif).
Elektron avalans akan terbentuk dari katoda ke anoda sehingga menyebabkan
tembus.

10. Perbedaan antara ionisasi photon dan emisi photon :

Photon merupakan partikel dari cahaya yang mengakibatkan radiasi elektromagnetik.


Photon identik dengan panjang gelombang (_) yang menentukan spektrum dari gelombang
elektromagnetik, diantaranya sinar gamma, sinar-X, cahaya ultraviolet, cahaya tampak,
inframerah, microwaves, dan gelombang radio. Partikel photon tidak memiliki massa
seperti elektron, sehingga dapat merambat dengan kecepatan cahaya termasuk dalam ruang
hampa. Photon juga memiliki karakteristik seperti gelombang, seperti dapat dipantulkan
oleh lensa, dan dapat saling menghilangkan apabila terjadi interferensi gelombang akibat
pemantulan. Sebuah photon yang memiliki energi mampu mengeksitasi sebuah molekul
seperti elektron pada photoreceptor cell, atau dengan efek photovoltaic, photon mampu
mengeksitasi elektron menjadi elektron bebas yang dapat menghasilkan arus listrik.
Sedangkan fenomena munculnya emisi photon saat elektron berekombinasi dari pita
konduksi ke pita valensi. Jika proses absorpsi, elektron menerima energi agar dapat
tereksitasi dari pita valensi ke pita konduksi,maka pada spontaneous emission, elektron
melepas energi minimal sebesar energigap, kemudian energi yang dilepaskan tersebut
mengemisikan photon dengan besar yang sama dengan energi gap. Besarnya energi gap
mempengaruhi panjang gelombang dari photon yang diemisikan, dalam aplikasi laser
semikonduktor, biasanya jenis material yang digunakan adalah direct band gap dengan
energi gap yang sudah ditentukan untuk menghasilka spektrum cahaya yang diinginkan.
Dalam penulisan ini, konsep up/down-conversion diilhami dari fenomena tersebut untuk
mengkonversi energi photon yang diterima dari cahaya matahari dengan memaksimalkan
panjang gelombang yang sesuai dengan karakteristirk sola.