Anda di halaman 1dari 7

PERSALINAN LAMA

No. Dokumen : 147/SOP/DX/2017

No. Revisi :0
SOP
Tanggal Terbit : 03 Januari 2017

Halaman : 01/07

PUSKESMAS dr. Suripto


PURWOJATI NIP.196810172006041006

Persalinan lama adalah persalinan yang berlangsung lebih dari 18-


1. Pengertian
24 jam sejak dimulai dari tanda-tanda persalinan.

2. Tujuan Supaya mampu memberikan tindakan dengan benar dan tepat.

Surat Keputusan Kepala Puskesmas Purwojati Nomor


3. Kebijakan 059/SK.UKP/I/2017 tentang Penyusunan Rencana Layanan Medis
dan Layanan Terpadu di Puskesmas Purwojati.

Departemen Kesehatan RI.2002. Asuhan Persalinan Normal


4. Referensi
Depkes RI: Jakarta.

a. Peralatan

1) Ruang berukuran minimal 15 m2;

2) Tempat tidur bersalin;


3) Tiang infus;
4) Lampu sorot dan lampu darurat;
5) Oksigen dan maskernya;
6) Perlengkapan persalinan;
7) Alat resusitasi;
8) Lemari dan troli darurat;
5. Prosedur
9) Partograf;
10) Dopler;
11) Ambulans.
b. Langkah Langkah
1) Melakukan Anamnesa;
Pasien datang dalam kondisi fase persalinan Kala 1 atau Kala
2 dengan status: kelainan pembukaan serviks atau partus
macet.
Faktor Risiko:

Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Kepala Puskesmas Purwojati
PERSALINAN LAMA

No. Dokumen : 147/SOP/DX/2017

No. Revisi :0
SOP
Tanggal Terbit : 03 Januari 2017

Halaman : 02/07

PUSKESMAS dr. Suripto


PURWOJATI NIP.196810172006041006

(Po, Pa, Paatau gabungan 3 P )


a) Power : His tidak adekuat (his dengan frekuensi <3x/10
menit dan Durasi setiap kontraksinya <40 detik);
b) Passenger : malpresentasi, malposisi, janin besar;
c) Passage : panggul sempit, kelainan serviks atau vagina,
tumor jalan lahir;
d) Gabungan : dari faktor-faktor di atas.
2) Melakukan Pemeriksaa fisik dan penunjang sederhana;
a) Pemeriksaan Fisik Patognomonis;
1) Pada ibu;
(a) Gelisah;
(b) Letih;
(c) Suhu badan meningkat;
(d) Berkeringat;
(e) Nadi cepat;
(f) Pernafasan cepat , Meteorismus;
(g) Bandle ring, edema vulva, oedema serviks, cairan
ketuban berbau terdapat mekoneum.
2) Pada janin;
(a) Denyut jantung janin cepat, hebat, tidak teratur,
bahkan negatif;
(b) Air ketuban terdapat mekoneum kental kehijau-
hijauan, cairan berbau;
(c) Caput succedenium yang besar;
(d) Moulage kepala yang hebat;
(e) Kematian janin dalam kandungan;
(f) Kematian janin intrapartal;

Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Kepala Puskesmas Purwojati
PERSALINAN LAMA

No. Dokumen : 147/SOP/DX/2017

No. Revisi :0
SOP
Tanggal Terbit : 03 Januari 2017

Halaman : 03/07

PUSKESMAS dr. Suripto


PURWOJATI NIP.196810172006041006

3) Kelainan Pembukaan Serviks;


a) Persalinan Lama;
(1) Nulipara;
Kemajuan pembukaan (dilatasi) serviks pada
fase aktif< 1,2 cm/jam;
Kemajuan turunnya bagian terendah < 1
cm/jam.
(2) Multipara;
Kemajuan pembukaan (dilatasi) serviks pada
fase aktif<1,5 cm/jam;
Kemajuan turunnya bagian terendah <2 cm/jam.
b) Persalinan Macet;
(1) Nulipara;
Fase deselerasi memanjang (> 3 jam);
Tidak ada pembukaan (dilatasi) > 2 jam;
Tidak ada penurunan bagian terendah > 1 jam;
Kegagalan penurunan bagian terendah (Tidak
ada penurunan pada fase deselerasi atau kala
2).
(2) Multipara;
Fase deselerasi memanjang > 1 jam;
Tidak ada pembukaan (dilatasi) > 2 jam;
Tidak ada penurunan bagian terendah > 1 jam;

Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Kepala Puskesmas Purwojati
PERSALINAN LAMA

No. Dokumen : 147/SOP/DX/2017

No. Revisi :0
SOP
Tanggal Terbit : 03 Januari 2017

Halaman : 04/07

PUSKESMAS dr. Suripto


PURWOJATI NIP.196810172006041006

Kegagalan penurunan bagian terendah (Tidak


ada penurunan pada fase;
deselerasi atau kala 2).
4) Faktor Penyebab;
a) His tidak efisien (in adekuat);
b) Faktor janin (malpresentasi, malposisi, janin besar);
c) Faktor jalan lahir (panggul sempit, kelainan serviks,
vagina, tumor.
5) Faktor Predisposisi;
a) Paritas dan interval kelahiran;
b) Ketuban pecah dini.
6) Pemeriksaan penunjang;
a) Partograf;
b) Doppler;
c) Urin;
d) Darah tepi lengkap.
7) Melakukan Pemeriksaan Diagnosis Klinis;
a) Distosia pada kala I fase aktif;
Grafik pembukaan serviks pada partograf berada di
antara garis waspada dan garis bertindak, atau
sudah memotong garis bertindak, atau;
b) Fase ekspulsi (kala II) memanjang;
Tidak ada kemajuan penurunan bagian terendah
janin pada persalinan kala II. Dengan batasan waktu;
Maksimal 2 jam untuk nullipara dan 1 jam untuk

PERSALINAN LAMA

Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Kepala Puskesmas Purwojati
No. Dokumen : 147/SOP/DX/2017

No. Revisi :0
SOP
Tanggal Terbit : 03 Januari 2017

Halaman : 05/07

PUSKESMAS dr. Suripto


PURWOJATI NIP.196810172006041006

multipara, ATAU Maksimal 3 jam untuk nulipara dan


2 jam untuk multipara bila pasien menggunakan
analgesia epidural.
Diagnosis Banding : -
3) Melakukan Penatalaksanaan;
Motivasi pasien dalam proses persalinan dan informasikan
rencana persalinan sesuai dengan perkembangan pasien.
a) Penatalaksanaa umum;
Segera rujuk ibu ke rumah sakit yang memiliki pelayanan
seksio sesarea.
b) Penatalaksanaan khusus;
(1) Tentukan sebab terjadinya persalinan lama;
(a) Power: his tidak adekuat (his dengan frekuensi
<3x/10 menit dan durasi tiap kontraksinya < 40
detik);
(b) Passenger: malpresentasi, malposisi, janin besar;
(c) Passage : panggul sempit, kelainan serviks atau
vagina, tumor jalan lahir.
(2) Sesuaikan tatalaksana dengan penyebab dan situasi.
Prinsip umum;
(a) Lakukan augmentasi persalinan denga oksitosin
dan atau amniotomi bila terdapat gangguan power.
Pastikan tidak ada gangguan passenger atau
passage;

PERSALINAN LAMA

Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Kepala Puskesmas Purwojati
No. Dokumen : 147/SOP/DX/2017

No. Revisi :0
SOP
Tanggal Terbit : 03 Januari 2017

Halaman : 06/07

PUSKESMAS dr. Suripto


PURWOJATI NIP.196810172006041006

(b) Lakukan tindakan operatif (forsep, vakum, atau


seksio sesarea) untuk gangguan passenger dan
atau passage, serta untuk gangguan power yang
tidak dapat diatasi dengan augmentasi persalinan;
(c) Jika ditemukan obstruksi atau CPD, tatalaksana
adalah seksio cesarea.
(3) Berikan antibiotik (kombinasi ampicilin 2 g IV tiap 6 jam
dan gentamisin 5mg/kgBB tiap 24 jam) jika ditemukan;
Tanda-tanda infeksi (demam, cairan pervaginam
berbau);
Atau ketuban pecah lebih dari 18 jam;
Usia kehamilan 37 minggu;
(4) Pantau tanda gawat janin;
(5) Catat hasil analisis dan seluruh tindakan dalam rekam
medis lalu jelaskan pada ibu dan keluarga hasil analisis
serta rencana tindakan;
(6) Komplikasi;
Infeksi intrapartum, Ruptura uteri, Pembentukan fistula,
Cedera otot-otot dasar panggul, Kaput suksedaneum,
Molase kepala janin, Kematian ibu dan anak.
(7) Konseling dan Edukasi;
Dibutuhkan dukungan dari suami pasien. Pendekatan
yang dilakukan kepada keluarga sehubungan dengan
proses penyembuhan penyakit

PERSALINAN LAMA

No. Dokumen : 147/SOP/DX/2017


SOP
No. Revisi :0

Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Kepala Puskesmas Purwojati
Tanggal Terbit : 03 Januari 2017

Halaman : 07/07

PUSKESMAS dr. Suripto


PURWOJATI NIP.196810172006041006

pasien maupun pencegahan penularan atau relaps


penyakit ini;
(8) Kriteria rujukan;
Apabila tidak dapat ditangani di fasilitas pelayanan
tingkat pertama atau apabila level kompetensi SKDI
dengan kriteria merujuk.

6. Unit Terkait RGD VK, Ruang Bersalin.

7. Rekaman Historis Perubahan

NO Halaman Yang dirubah Perubahan Tgl. Mulai Diberlakukan

Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Kepala Puskesmas Purwojati