Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH MASALAH KEMACETAN DAN SOLUSI

MENGATASINYA
Posted on 07.34 by Faisal Nurghani

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Lalu lintas adalah sarana untuk bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain, oleh karena
itu lalu lintas merupakan salah satu masalah penting. Apabila arus lalu lintas terganggu atau
terjadi kemacetan, maka mobilitas masyarakat juga akan mengalami gangguan. Gangguan-
gangguan ini akan berdampak negatif pada masyarakat.
Masalah lalu lintas merupakan suatu masalah sulit yang harus dipecahkan bersama dan
sangat penting untuk segera diselesaikan. Apabila masalah lalu lintas tidak terpecahkan, maka
semua kerugian yang timbul akibat masalah ini akan ditanggung oleh masyarakat itu sendiri, dan
apabila masalah ini dapat terpecahkan dengan baik, maka masyarakat sendiri yang akan
mendapatkan manfaatnya.

Sebagai salah satu negara sedang berkembang, Indonesia seperti negara sedang berkembang
lainnya mengalami permasalahan-permasalahan lebih kompleks dibandingkan dengan negara-
negara maju, mulai dari pertumbuhan penduduk yang tinggi, kesenjangan sosial, hingga
kurangnya sarana dan prasarana yang menunjang pembangunan itu sendiri. Kemacetan atau
kongesti adalah salah satu diantaranya.

B. Permasalahan
Kemacetan lalu lintas sangat sulit untuk dihilangkan, paling tidak hanya dapat dikurangi
kepadatannya. Hal ini disebabkan karena kemacetan lalu lintas dipengaruhi oleh banyak faktor
yang saling berkaitan satu sama lainnya. Letak geografis suatu daerah salah satunya.Untuk
mengatasi atau paling tidak mengurangi kemacetan lalu lintas perlu kita ketahui terlebih dahulu
hal-hal yang menjadi penyebab timbulnya kemacetan lalu lintas, apa dampak negatif yang timbul
akibatnya dan bagaimana upaya yang dapat kita lakukan bersama agar dapat mengurangi
terjadinya kemacetan lalu lintas tersebut.

C. Tujuan
Makalah ini bertujuan untuk mempelajari masalah kemacetan lebih lanjut, mengetahui
tentang sebab-sebab kemacetan di Indonesia dan juga dapat mengetahui dampak yang
ditimbulkannya bagi kehidupan masyarakat, kemudian dicari solusi yang tepat untuk mengatasi
masalah kemacetan.

PEMBAHASAN

A. Pengertian Kemacetan
Sebelum membahas tentang pengertian kemacetan lalu lintas, sebaiknya kita pelajari terlebih
dulu pengertian dari lalu lintas itu sendiri. Dalam UU RI Nomor 14 Tahun 1992, ditetapkan
pengertian lalu lintas adalah gerak kendaraan, orang dan hewan di jalan.
Jadi, Kemacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas
yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. Kemacetan banyak
terjadi di kota-kota besar, terutamanya yang tidak mempunyai transportasi publik yang baik atau
memadai ataupun juga tidak seimbangnya kebutuhan jalan dengan kepadatan penduduk,
misalnya Jakarta.
Kemacetan lalu lintas menjadi permasalahan sehari-hari di Jakarta, Surabaya, Bandung,
Medan, Semarang, Makassar, Palembang, Denpasar, Jogjakarta, dan kota-kota besar lainnya di
Indonesia. Dinas perhubungan DKI Jakarta mencatat, pertambahan jumlah kendaraan bermotor
rata-rata 11 persen per tahun sedangkan pertambahan jalan tak sampai 1 persen per tahunnya.

B. Penyebab Kemacetan Lalu Lintas


Dari beberapa uraian diatas dapat ditarik faktor-faktor penyebab terjadinya kemacetan lalu lintas
antara lain :
1. Arus kendaraan yang melewati jalan tersebut telah melampaui kapasitas jalan tersebut.
2. Terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan tersebut sehingga menimbulkan rasa ingin tahu warga
yang menyebabkan warga berkerumun memadati jalan atau kendaraan yang terlibat kecelakaan
yang belum dibersihkan atau disingkirkan dari badan jalan.

3. Terjadinya banjir yang merendam badan jalan sehingga para pengendara kendaraan
memperlambat laju kendaraannya.
4. Adanya perbaikan jalan.
5. Kepanikan untuk mengevakuasi diri ke tempat yang lebih aman akibat peringatan akan
terjadinya bencana alam seperti tsunami, tanah longsor, banjir dan lainnya.
6. Adanya bagian jalan yang rusak atau longsor.
7. Ketidak tahuan masyarakat akan aturan lalu lintas.
8. Parkir kendaraan yang tidak tertata baik atau tidak pada tempatnya.
9. Pasar tumpah yang secara tidak langsung memakan badan jalan sehingga pada akhirnya
membuat sebuah antrian terhadap sejumlah kendaraan yang akan melewati area tersebut.
10. Pengaturan lampu lalu lintas yang bersifat kaku yang tidak mengikuti tinggi rendahnya arus lalu
lintas.

Sedangkan, penyebab kemacetan di yang biasa terjadi di Ibu Kota (DKI Jakarta) :
Pertama, ruas jalan jauh di bawah kebutuhan normal yang seharusnya 20 persen dari total luas
kota.Saat ini, lahan jalan Jakarta hanya 6,2 persen saja dari total lahan.
Kedua, moda angkutan umum belum sesuai dengan kebutuhan di kota besar. Menurut Andrinof,
angkutan umum utama di Jakarta harusnya berupa bus dan kereta yang bisa mengangkut
penumpang dalam jumlah besar.
Ketiga yaitu minimnya jembatan penyeberangan orang atau terowongan penyeberangan orang.
Sehingga orang kerap kali menyeberang beramai-ramai saat arus lalu lintas sedang tinggi. Ini
tentu menghambat laju kendaraan.
Keempat, karena kebijakan perumahan perkotaan yang salah. Rumah susun di Jakarta jumlahnya
amat kecil. Akibatnya, orang menyebar ke daerah pinggir. Penyebaran rumah ke pinggir
membuat orang lama dan banyak berada di jalan.
Kelima karena banyaknya persimpangan jalan yang belum memiliki bangunan fly
over maupun underpass.
Keenam, angka urbanisasi dan pertumbuhan penduduk di pinggir Jakarta amat tinggi. Jumlahnya
di atas 4,5 persen per tahun. Sementara, mayoritas dari mereka bekerja di Jakarta.
ketujuh, yaitu karena banyaknya titik bottleneck, seperti di pintu-pintu masuk jalan tol.
Delapan yaitu karena kurangnya angkutan massal seperti bus dan kereta.
Terakhir, yaitu karena buruknya tata ruang dan kesalahan pemberian ijin bangunan seperti mall
dan ruko.

C. Dampak Kemacetan Lalu Lintas


Kemacetan lalu lintas sangatlah tidak disukai oleh semua masyarakat, karena kemacetan
dapat menyebabkan banyak kerugian terhadap para pengguna jalan. Dampak kemacetan lalu
lintas antara lain adalah pemborosan BBM, pemborosan waktu serta menimbulkan polusi udara.
Pemborosann BBM terjadi karena kemacetan menyebabkan kendaraan menjadi terhambat
sehingga terjadi pembakaran yang tidak efektif.
Selain pemborosan BBM, bila terjadi kemacetan tentu kita juga akan rugi waktu. Misalnya
jarak 60 km bisa kita tempuh hanya dengan waktu 1 jam, maka bila terjadi kemacetan dengan
waktu yang sama mungkin kita hanya dapat menempuh jarak 10-20 km saja.
Jadi, dampak yang ditimbulkan oleh kemacetan lalu lintas sangat banyak. Selain waktu dan
biaya, kemacetan lalu lintas juga dapat menyebabkan stress dan menimbulkan emosi. Akibatnya
pekerjaan pun menjadi terganggu. Kadang-kadang akibat terburu-buru akan terjadi kecelakaan
yang dapat mengancam nyawa para pengguna jalan.
Kemacetan juga menyebabkan laju kendaraan menjadi lambat dan pembakaran pun menjadi
lama, pembakaran yang lama akan menghasilkan karbondioksida sehingga akan menimbulkan
polusi udara yanng semakin banyak. Karbondioksida mengandung racun yang dapat
mengganggu kesehatan masyarakat sehingga produktivitas menurun. Bila produktivitas menurun
maka perekonomian juga akan terganggu.
Selain itu, kemacetan juga dapat mengganggu kelancaran kendaraan darurat seperti
ambulans dan pemadam kebakaran dalam menjalankan tugasnya. Jadi dampak yang diakibatkan
oleh kemacetan lalu lintas sangat luas, mulai dari bidang kesehatan, ekonomi hingga
produktivitas kerja.
Dapat disimpulkan kemacetan lalu lintas dapat menimbulkan dampak-dampak negatif, antara
lain :
a. Kerugian waktu, karena kecepatan yang rendah.
b. Pemborosan energi.
c. Keausan kendaraan lebih tinggi, karena waktu yang lebih lama untuk jarak yang
pendek, radiator tidak berfungsi dengan baik dan penggunaan rem yang lebih sering.
d. Meningkatkan polusi udara, karena pada kecepatan rendah konsumsi energi lebih tinggi, dan
mesin tidak beroperasi pada kondisi yang optimal.
e. Meningkatkan stress pengguna jalan.
f. Mengganggu kelancaran kendaraan darurat seperti: ambulans, pemadam kebakaran dalam
menjalankan tugasnya.
D. Solusi Permasalahan Kemacetan
Guna mengatasi kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas kendaraan bermotor perlu
ditempuh berbagai upaya (program aksi), utamanya:
1. Menerapkan manajemen lalu lintas (traffic management) yang tepat dan efektif.
Manajemen lalu lintas bertujuan untuk keselamatan, keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu
lintas. Manajemen lalu lintas meliputi:
a. Kegiatan perencanaan lalu lintas
Kegiatan perencanaan lalu lintas meliputi inventarisasi dan evaluasi tingkat pelayanan. Maksud
inventarisasi antara lain untuk mengetahui tingkat pelayanan pada setiap ruas jalan dan
persimpangan. Maksud tingkat pelayanan dalam ketentuan ini adalah merupakan kemampuan
ruas jalan dan persimpangan untuk menampung lalu lintas dengan tetap memperhatikan faktor
kecepatan dan keselamatan.
b. Kegiatan pengaturan lalu lintas
Kegiatan pengaturan lalu lintas meliputi: penataan sirkulasi lalu lintas, penentuan kecepatan
minimum dan maximum, larangan atau perintah penggunaan jalan bagi pemakai jalan.
2. Menyediakan dan mengoperasikan angkutan massal/umum perkotaan yang berkapasitas
mencukupi dan dikelola secara profesional.
3. Membangun ketersediaan prasarana perkotaan yang berkapasitas yang mampu melayani lalu
lintas secara lancar.
4. Menerapkan strategi kebijakan transportasi perkotaan yang komprehensif, akomodatif dan
berwawasan masa depan.

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memecahkan permasalahan kemacetan lalu
lintas yang harus dirumuskan dalam suatu rencana yang komprehensif yang biasanya meliputi
langkah-langkah sebagai berikut :
1. Peningkatan kapasitas jalan
Salah satu langkah yang penting dalam memecahkan kemacetan adalah dengan
meningkatkan kapasitas jalan/parasarana seperti :
a. Memperlebar jalan, menambah lajur lalu lintas sepanjang hal itu memungkinkan.
b. Merubah sirkulasi lalu lintas menjadi jalan satu arah.
c. Mengurangi konflik dipersimpangan melalui pembatasan arus tertentu, biasanya yang paling
dominan membatasi arus belok kanan.
d. Meningkatkan kapasitas persimpangan melalui lampu lalu lintas, persimpangan tidak
sebidang/flyover.
e. Mengembangkan inteligent transport sistem.

2. Keberpihakan kepada angkutan umum


Untuk meningkatkan daya dukung jaringan jalan dengan adalah mengoptimalkan kepada
angkutan yang efisien dalam penggunaan ruang jalan antara lain :
a. Pengembangan jaringan pelayanan angkutan umum.
b. Pengembangan lajur atau jalur khusus bus ataupun jalan khusus bus yang di Jakarta dikenal
sebagai Busway.
c. Pengembangan kereta api kota, yang dikenal sebagai Metro di Perancis, Subway
di Amerika, MRT di Singapura.
d. Subsidi langsung seperti yang diterapkan pada angkutan kota di Transjakarta, Batam ataupun
Jogjakarta maupun tidak langsung melalui keringanan pajak kendaraan bermotor, bea masuk
kepada angkutan umum.

3. Pembatasan kendaraan pribadi


Langkah ini biasanya tidak populer tetapi bila kemacetan semakin parah harus
dilakukan manajemen lalu lintas yang lebih ekstrem sebagai berikut:
a. Pembatasan penggunaan kendaraan pribadi menuju suatu kawasan tertentu seperti yang
direncanakan akan diterapkan di Jakarta melalui Electronic Road Pricing (ERP). ERP berhasil
dengan sangat sukses di Singapura, London, Stokholm. Bentuk lain dengan penerapan
kebijakan parkir yang dapat dilakukan dengan penerapan tarip parkir yang tinggi di kawasan
yang akan dibatasi lalu lintasnya, ataupun pembatasan penyediaan ruang parkir dikawasan yang
akan dibatasi lalu lintasnya,
b. Pembatasan pemilikan kendaraan pribadi melalui peningkatan biaya pemilikan kendaraan, pajak
bahan bakar, pajak kendaraan bermotor, bea masuk yang tinggi.
c. Pembatasan lalu lintas tertentu memasuki kawasan atau jalan tertentu, seperti diterapkan di
Jakarta yang dikenal sebagai kawasan 3 in 1 atau contoh lain pembatasan sepeda
motormasuk jalan tol, pembatasan mobil pribadi masuk jalur busway.

Ada juga solusi dari dengan melibatkan peran pemerintah dan masyarakat, yaitu :
1. Peran Pemerintah
Urbanisasi dan angka kelahiran yang tinggi menyebabkan pertumbuhan penduduk menjadi
tidak terkendali. Berarti pemerintah harus membatasi laju urbanisasi dan menekan angka
kelahiran dengan cara menjalankan program keluarga berencana.
Bila pemerintah berhasil menangani laju urbanisasi dan angka kelahiran, maka jumlah
pengguna jalan juga akan terkendali. Untuk mencegah semakin parahnya keadaan lalu lintas,
pemerintah perlu megupayakan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan memaksimalkan
kendaraan umum, selain membangun ruas jalan baru, pemerintah juga harus menetapkan batas
kecepatan suatu kendaraan untuk meminimalisasi terjadinya kecelakaan lalu lintas yang dapat
menyebabkan kemacetan.
Disamping itu, pemerintah juga sebaiknya memperbaiki jalan yang rusak, memperlebar
jalan, menambah jembatan peyeberangan dan memperbaiki jembatan penyeberangan yang rusak.
Setelah semua itu terlaksana, pemerintah tetap tidak boleh langsung bersenang-senang, karena
mereka juga masih harus memperbaiki rambu-rambu lalu lintas, memperbaiki lampu lalu lintas
serta sebisa mungkin menjadikan halte agar dapat menjadi lebih aman dan nyaman.
Busway dibuat lebih efektif dengan menambahkan jumlah armada, sehingga penumpang
tidak menunggu lama dan waktu tempuh menjadi lebih cepat atau lebih singkat. Selain itu
pemerintah harus pula mengoptimalkan kereta api yang telah ada, meningkatkan pelayanan dan
kenyamanannya baik di stasiun maupun di dalam kereta api itu sendiri, sehingga banyak penggua
jalan yang mau berpindah dari kendaraan pribadi ke kereta api.
Peraturan ditegakkan sehingga penduduk menjadi lebih disiplin. Apabila ada kendaraan
yang bersalah segera ditilang sesuai dengan aturan yang berlaku. Misalnya angkutan umum yang
berhenti bukan di halte, kendaraan yang menerobos lampu merah, motor yang berada di jalur
kanan serta pejalan kaki yang tidak disiplin juga harus didenda agar mereka merasa jera dengan
apa yang telah mereka lakukan. Selain semua itu, pemerintah juga harus mengajak para
pengguna jalan agar beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum.

2. Peran Masyarakat
Masyarakat sebagai pengguna jalan juga dapat membantu pemerintah dalam menangani
kemacetan lalu lintas seperti dengan beralih ke angkutan umum yang tersedia dan lebih tertib
berlalu lintas agar para pengguna kendaraan pribadi seharusnya mengikuti aturan agar tidak
mengganggu pengguna jalan yang lain. Pejalan kaki harus mau membiasakan diri berjalan di
trotoar dan menyeberang di jembatan penyeberangan. Apabila ingin menggunakan angkutan
umum, maka kita harus menghentikan angkutan tersebut di halte yang telah di sediakan, begitu
pula bila ketika hendak turun.
Untuk para supir hendaknya mempunyai kesadaran yang tinggi untuk mematuhi rambu-
rambu lalu lintas. Supir angkutan umum tidak berhenti di sembarang tempat. Pada saat berhenti
kendaraan dipinggirkan agar tidak mengganggu kendaraan lain dan jangan menjadikan
perempatan atau pertigaan sebagai terminal. Pedagang kaki lima sebaiknya tidak berdagang di
trotoar karena trotoar merupakan haknya pejalan kaki, begitu juga pejalan kaki untuk tidak
membeli barang-barang di troatoar.
Apabila menggunakan kendaraan pribadi sebaiknya gunakan kendaraan yang kecil dan
jangan mencoba untuk menerobos lampu merah jika terjadi kemacetan lalu lintas dan jangan
menggunakan kendaraan pribadi untuk keperluan yang tidak penting. Bagi para pengguna sepeda
motor gunakanlah selalu jalur kiri dan dengan kecepatan yang tidak tinggi.
PENUTUP

A. Kesimpulan
Lalu lintas sudah sedemikian macetnya. Dari tahun ke tahun kemacetan ini diperkirakan
akan terus bertambah sebab pertambahan kendaraan bermotor 11 persen pertahun sedangkan
pertambahan jalan hanya 1 persen pertahun. Dari perbandingan ini kita dapat membayangkan
mengapa kemacetan lalu lintas itu sangat sulit untuk diatasi.
Untuk mengatasi kemacetan yang semakin bertambah bahkan untuk mengatasi terjadinya
kemacetan total, maka seluruh masyarakat dan juga pemerintah harus segera memikirkan jalan
keluarnya dari sekarang. Pemerintah harus bisa mengendalikan laju urbanisasi dan juga harus
dapat menekan angka kelahiran secara serius. Pemerintah segera membangun jalan satu arah,
serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan kereta api, busway dan angkutan umum lainnya
mulai dari sekarang. Selain itu, pemerintah juga sebaiknya memperbaiki penegakan hukum
tentang tata tertib berlalu lintas.
Masyarakat juga dapat membantu pemerintah dalam mengurangi kemacetan, misalnya
dengan selalu tertib berlalu lintas, meningkatkan kesadaran hukum tentang lalu lintas serta juga
dapat dilakukan dengan cara mematuhi semua peraturan lalu lintas. Bila semua itu dapat
dilakukan dengan baik, mungkin kemacetan lalu lintas akan sedikit berkurang. Kedisiplinan
berlalu lintas para pengguna jalan memang masih sangat rendah. Hal ini merupakan salah satu
masalah penyebab terjadinya kemacetan lalu lintas. Dan itu sangat merugikan masyarakat karena
kemacetan dapat menyebabkan pemborosan BBM, pemborosan waktu serta dapat menimbulkan
polusi udara.
B. Saran
1. Pemerintah sebaiknya meningkatkan pelayanan angkutan umum, agar masyarakat tertarik untuk
berpindah dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum.
2. Melakukan pembatasan usia kendaraan karena jika kendaraan tersebut sudah terlalu tua, maka
kendaraan tersebut menjadi tidak fungsional lagi.
3. Penegakan hukum yang tegas terhadap pengguna jalan, pejalan kaki dan pedagang
kaki lima yang melanggar aturan.
4. Aturan yang tegas dan ketat terhadap arus urbanisasi dengan cara yang lebih optimal, dan
hukuman dipertegas apabila ada yang melanggar.
5. Pemerintah juga sebaiknya memasukkan pendidikan berlalu lintas dalam lingkup sekolah dasar
dan sekolah menengah.
DAFTAR PUSTAKA

Adisasmita, R & Adisasmita, S.A. 2011. Manajemen Transportasi Darat : Mengatasi Kemacetan
Lalu Lintas di Kota Besar (Jakarta). Jakarta:Graha Ilmu.

Khisty, Jotin C dan B. Kent Lall. 2003. Transportation Engineering : An Introduction, 3rd
Edition. Pearson Education. Prentice Hall.

Morlok, Edward K. 1978. Introduction to Transportation Engineering and


Planning. Mc Graw-Hill.Inc. Pennsylvania.
Permasalahan Lalu Lintas di Kota Yogyakarta dan Pemecahan Masalahnya.
Oleh;Victor Umbu Mesang Lakar

Permasalahan Lalu Lintas di Kota Yogyakarta dan Pemecahan Masalahnya.

ABSTRAK

Jalan selokan mataram terletak di kecamatan Depok, kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta.

Banyaknya jumlah kendaraan yang memasuki kawasan jalan Selokan Mataram dan penyediaan parkir
kendaraan yang kurang memadai menjadikan lalu lintas kendaraan menjadi semrawut dan tak teratur,
bahkan badan jalan sepanjang jalan selokan mataram di manfaatkan sebagai tempat parkir oleh
pengusaha kecil karena tidak menyediakan lahan parkir bagi pengunjungya. Oleh sebab itu di butuhkan
suatu konsep penanganan transportasi yang dapat mengurangi permasalahan kemacetan di jalan
selokan mataram. Cara penanganan dengan merubah sirkulasi lalu lintas menjadi jalan satu arah,
meningkatkan kapasitas persimpangan melalui lampu lalu lintas, membuat bundaran di perempatan
jalan, mengubah jalan selokan mataram menjadi jalur 2 arah dan memperlebar badan jalan Selokan
Mataram.

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Transportasi merupakan urat nadi perekonomian, transportasi mempunyai fungsi yang sangat
strategis yaitu sebagai fasilitas penunjang dan pendorong pembangunan. Sasaran utamanya adalah
meningkatkan kelancaran arus lalu lintas angkutan barang dan manusia dari tempat asal ke tempat
tujuan. Kelancaran transportasi berarti mampu mengatasi hambatan, kepadatan, dan kemacetan lalu
lintas. Kemacetan lalu lintas, terutama yang terjadi di daerah perkotaan merupakan peristiwa yang
umum, yang menimbulkan dampak negatif. Kemacetan lalu lintas tidak mungkin dielakan dalam setiap
hari kerja di kota kota besar. Salah satu penyebab kemacetan lalu lintas adalah terdapatnya
persimpangan jalan. Pada umumnya, kemacetan lalu lintas kendaraan bermotor di daerah perkotaan di
sebabkan karena jumlah kendaraan bermotor (mobil dan sepeda motor) meningkat dari tahun ke tahun
dengan tingkat pertumbuhan yang sangat tinggi. Dalam makalah ini penulis ingin membahas mengenai
kemacetan lalu lintas di jalan Selokan mataram tepatnya potongan jalan dari simpang empat yang
mempertemukan jl.Selokan Mataram dengan jl.Perumnas sampai simpang empat yang mempertemukan
jl. Selokan Mataram dengan Kh Wahid Hasyim.

B. Rumusan Masalah

Bagaimana cara mengatasi kemacetan lalu lintas di jl.Selokan Mataram?

C. Tujuan.

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah menemukan solusi mengatasi kemacetan lalu lintas di
jl.Selokan Mataram.

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

Menurut Kamus Lengkap B.Indonesia karangan Drs.Bambang Marhijanto macet ialah


sendat,tidak bisa bergerak dengan baik,tidak bisa bekerja dengan baik terhenti sama sekali. Kemacetan
adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh
banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. Kemacetan banyak terjadi di kota-kota besar,
terutamanya yang tidak mempunyai transportasi publik yang baik atau memadai ataupun juga tidak
seimbangnya kebutuhan jalan dengan kepadatan penduduk, misalnya Jakarta dan Bangkok.Kemacetan
lalu lintas menjadi permasalahan sehari-hari di Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan dan kota-kota besar
lainnya di Indonesia.

A. Penyebab kemacetan di jalan Selokan Mataram

Kemacetan terjadi karena beberapa alasan,

(1). Volume kendaraan yang melewati jalan telah melampaui kapasitas jalan,
(2). Karena adanya pemakai jalan yang tidak menaati peraturan lalu lintas.

(3). Adanya parkir liar di bahu jalan selokan mataram karena pedagang di pinggiran jalan selokan
mataram tidak mnyediakan lahan parkir.

B. Dampak negatif kemacetan di jalan Selokan Mataram

Kemacetan lalu lintas memberikan dampak negatif yang besar yang antara lain disebabkan:

Kerugian waktu, karena kecepatan perjalanan yang rendah.

1. Pemborosan energi, karena pada kecepatan rendah konsumsi bahan bakar lebih rendah,

2. Keausan kendaraan lebih tinggi, karena waktu yang lebih lama untuk jarak yang pendek, radiator tidak
berfungsi dengan baik dan penggunaan rem yang lebih tinggi,

3. Meningkatkan polusi udara karena pada kecepatan rendah konsumsi energi lebih tinggi, dan mesin tidak
beroperasi pada kondisi yang optimal,

4. Meningkatkan stress pengguna jalan,

5. Mengganggu kelancaran kendaraan darurat seperti ambulans, pemadam kebakaran dalam menjalankan
tugasnya.

BAB III

PEMBAHASAN

Pemecahan permasalahan kemacetan di jalan Selokan Mataram.

Ada beberapa opsi yang yang penulis ajukan untuk memecahkan permasalahan kemacetan lalu
lintas di jl.Selokan Mataram. Salah satu langkah yang penting dalam memecahkan kemacetan adalah
dengan meningkatkan kapasitas jalan/parasarana seperti:

1. Memperlebar badan jalan Selokan Mataram.


Bagian jalan yang di maksudkan penulis untuk di perlebar adalah bagian jalan sebelah utara,
karena trotoar yang terdapat di bagian jalan sebelah utara dari titik 1 sampai titik 3 tidak efektif
penggunaannya. Pengguna jalan lebih sering menggunakan trotoar sebelah selatan jalan karena trotoar
sebelah selatan jalan berhubungan langsung dengan toko loak dan perumahan, sedangkan trotoar
sebelah utara tidak berhubungan langsung dengan perumahan penduduk dan pertokoan karena
terdapat selokan mataram yang membatasi perumahan penduduk dan pertokoan dengan badan jalan
dan trotoar. Hampir tidak ada lalu lintas di trotoar sebelah utara jalan.

2. Merubah sirkulasi lalu lintas menjadi jalan satu arah.

Dengan merubah sirkulasi lalu lintas menjadi satu arah, volume kendaraan yang melalui jalan
selokan akan berkurang dengan begitu kemacetan akan terhindarkan. Arah lalu lintas di alihkan ke arah
timur, dengan pertimbangan sebagai berikut.

1. Arah timur jalan selokan mataram lebih banyak di manfaatkan.

2. Sektor perdagangan, pariwisata, dan jasa kebanyakan terdapat di arah timur jalan.

3. Meningkatkan kapasitas persimpangan melalui lampu lalu lintas.


Dengan membuat lampu lalu lintas di titik 2 dan 3 maka lalu lintas kendaraan menjadi lebih
teratur dan tidak semerawut.

4. Membuat bundaran di titik 3 dan 4.

5. Mengubah jalan selokan mataram menjadi jalur 2 arah.

Dengan memanfaatkan ruang bagian atas selokan mataram, maka jalan selokan mataram dapat
di buat menjai 2 arah.

Gambar 1: Titik tinjauan penulis(google maps)


Keterangan gambar:

1. Simpang 4 yang mempertemukan jalan selokan mataram dengan jalan KH Wahid Hasyim.

2. Simpang 4 yang mempertemukan jalan selokan mataram dengan jalan Perumnas.

3. Simpang 4 yang mempertemukan jalan selokan mataram dengan jalan Seturan Raya.
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya dapat di peroleh kesimpulan,

Volume kendaraan yang melewati jalan telah melampaui kapasitas jalan, adanya pemakai jalan yang
tidak tahu aturan lalu lintas, adanya parkir liar di bahu jalan selokan mataram karena pedagang di
pinggiran jalan selokan mataram tidak mnyediakan lahan parkir

Adalah penyebab utama kemacetan lalu lintas yang terjadi di jalan Selokan Mataram.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, maka dapat di kemukakan saran sebagai berikut:

1. Pihak pemerintah sebaiknya dapat memfokuskan penanganan transportasi(sirkulasi dan parkir) dengan
pengaturan parkir yang di tingkatkan secara bertahap.
DAFTAR PUSTAKA

Iskandar,judiza dkk. Menuju Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang tertib,

Direktorat Jenderal Perhubungan darat, Jakarta.

Adisasmita, Sakti Adji 2011, Perencanaan Pembangunan Transportasi,