Anda di halaman 1dari 10

EIGRP(Enhanced Interior Gateway Routing Protocol )

Posted by : TrivinistaKelompok2 Rabu, 31 Agustus 2016


Konfigurasi EIGRP

Sebuah perusahaan PT. Sentosa Terus Makmur mempunyai 3 (tiga)

kantor cabang yang saling terhubung dengan jaringan. Gambar topologi

jaringan PT. Sentosa Terus Makmur seperti diatas, mereka akan

menghubungkan ketiga jaringan tersebut sehingga bisa saling terkomunikasi.

Buatlah pengalamatan IP masing-masing jaringan tersebut, hubungkan ke-tiga

kantor cabang tersebut dengan metode routing EIGRP.

Konfigurasi yang dilakukan :

IP address pada laptop0


N
Nama Konfigurasi Setting
o
1 Jenis pengalamatan Static
2 IP Address 192.168.11.11
3 Subnet Mask 255.255.255.0
4 Gateway 192.168.11.1

IP address pada laptop1

N
Nama Konfigurasi Setting
o
1 Jenis pengalamatan Static
2 IP Address 192.168.12.12
3 Subnet Mask 255.255.255.0
4 Gateway 192.168.12.1

IP address pada laptop2

No Nama Konfigurasi Setting


1 Jenis pengalamatan Static
2 IP Address 192.168.13.13
3 Subnet 255.255.255.0
4 Gateway 192.168.13.1

1. Konfigurasi IP address pada router0


1) IP address FastEthernet
Router (config)#interface FastEthernet0/0

Router (config-if)#ip add 192.168.11.1 255.255.255.0

Router (config-if)#no shutdown


2) IP address pada serial0/0/0
Router (config)#interface serial0/0/0

Router (config-if)#ip add 20.20.20.1 255.255.255.248


Router (config-if)#band 64

Router (config-if)#no shutdown


3) EIGRP
Router (config)#router eigrp 2

Router (config-router)#net 192.168.11.1

Router (config-router)#net 20.20.20.1

Router (config-router)#exit

Router (config)#do write

2. IP address pada router1


1) IP adress FastEthernet
Router (config)#interface FastEthernet0/0

Router (config-if)#ip add 192.168.12.1 255.255.255.0

Router (config-if)#no shutdown


2) IP address pada serial0/0/0
Router (config)#interface serial0/0/0

Router (config-if)#ip add 20.20.20.1 255.255.255.248

Router (config-if)#band 64

Router (config-if)#no shutdown


3) IP address pada serial0/0/1
Router (config)#interface serial0/0/1

Router (config-if)#ip add 30.30.30.2 255.255.255.248

Router (config-if)#band 64

Router (config-if)#no shutdown


4) EIGRP
Router (config)#router eigrp 2

Router (config-router)#net 192.168.12.1

Router (config-router)#net 20.20.20.2


Router (config-router)#net 30.30.30.1

Router (config-router)#exit

Router (config)#do write


3. IP address pada router2
1) IP address pada FastEthernet
Router (config)#interface FastEthernet0/0

Router (config-if)#ip add 192.168.13.1 255.255.255.0

Router (config-if)#no shutdown


2) IP address pada serial0/1/0
Router (config)#interface serial0/1/0

Router (config-if)#ip add 30.30.30.2 255.255.255.248

Router (config-if)#band 64

Router (config-if)#no shutdown


3) EIGRP
Router (config)#router eigrp 2

Router (config-router)#net 192.168.13.1

Router (config-router)#net 30.30.30.2

Router (config-router)#exit

Router (config)#do write


4) Pengecekan
Router(config)#do show ip inter brief
Interface IP-Address OK? Method Status Protocol
FastEthernet0/0 192.168.12.1 YES manual up up
FastEthernet0/1 192.168.10.1 YES manual administratively

down down
Serial0/0/0 20.20.20.2 YES manual up up
Serial0/0/1 30.30.30.1 YES manual up up
Vlan1 unassigned YES unset administratively down down
4. IP Route
Router#show ip route
Codes: C - connected, S - static, I - IGRP, R - RIP, M - mobile, B BGP
D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area
N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2
E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E EGP
i - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area
* - candidate default, U - per-user static route, o ODR
P - periodic downloaded static route
Gateway of last resort is not set
20.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
D 20.0.0.0/8 is a summary, 00:05:37, Null0
C 20.20.20.0/29 is directly connected, Serial0/0/0
30.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
D 30.0.0.0/8 is a summary, 00:05:33, Null0
C 30.30.30.0/29 is directly connected, Serial0/0/1
D 192.168.11.0/24 [90/40514560] via 20.20.20.1, 00:05:37, Serial0/0/0
C 192.168.12.0/24 is directly connected, FastEthernet0/0
D 192.168.13.0/24 [90/40514560] via 30.30.30.2, 00:05:33, Serial0/0/1
5. Pengecekan Koneksi PC0 ke PC1
PC>ping 192.168.12.12
Pinging 192.168.12.12 with 32 bytes of data:
Reply from 192.168.12.12: bytes=32 time=17ms TTL=126
Reply from 192.168.12.12: bytes=32 time=12ms TTL=126
Reply from 192.168.12.12: bytes=32 time=15ms TTL=126

Ping statistics for 192.168.12.12:


Packets: Sent = 4, Received = 3, Lost = 1 (25% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 12ms, Maximum = 17ms, Average = 14ms
Tugas!!
1. Pengertian EIGRP
Enhanced Interior Gateway Routing Protocol ( EIGRP ) adalah sebuah protocol

proprietary (milik ) Cisco yang bekerja pada router Cisco dan pada prosesor-

prosesor route internal yang terdapat pada switch layer core dan switch layer

distributor Cisco.
2. Penggunaan protocol rouring EIGRP
EIGRP menggunakan 4 teknologi kunci yang berkombinasi untuk membedakan

EIGRP dengan protokol routing yang lainnya:


neighbor discovery/recovery, reliable transport protocol (RTP), DUAL

finitestate machine, dan protocol-dependent modules.


1) Neighbor discovery/recovery
2) Menggunakan paket hello antar neighbor.
3) Reliable Transport Protocol (RTP)
4) Pengiriman paket yang terjamin dan terurut kepada semua neighbor.
5) DUAL finite-state machine
6) Memilih jalur dengan cost paling rendah dan bebas looping untuk mencapai

destination.
7) Protocol-dependent module (PDM)
8) EIGRP dapat mendukung IP, AppleTalk, dan Novell NetWare.
9) Setiap protokol disediakan modul EIGRP tersendiri dan beroperasi tanpa saling

mempengaruhi satu sama lain.

Neighbor discovery/recovery mechanism: teknologi ini memungkinkan router

untuk dapat mengenali setiap neighbor pada network yang terhubung langsung

secara dinamik. Router juga harus mengetahui jika ada salah satu neighbor yang

mengalami kegagalan dan tidak dapat dijangkau lagi (unreachable). Proses ini

dapat diwujudkan dengan pengiriman paket hello yang kecil secara periodik.

Selama router menerima paket hello dari router neighbor, maka router akan

mengasumsikan bahwa router neighbor berfungsi dengan normal dan keduanya

dapat bertukar informasi routing.

RTP: Bertanggung jawab atas pengiriman paket-paket kepada neighbor yang

terjamin dan terurut. RTP mendukung transmisi campuran antara paket

multicast dan unicast. Untuk tujuan efisiensi, hanya paket EIGRP tertentu yang

dikirim menggunakan teknologi RTP.


DUAL finite state machine: mewujudkan proses penentuan untuk semua

komputasi route. DUAL melacak semua route yang di advertise oleh setiap

neighbor dan menggunakan metric untuk menentukan jalur paling effisien dan

bebas looping ke semua network tujuan.

Protocol-dependent modules (PDM): bertanggung jawab untuk keperluan

layer network protokol-protokol tertentu. EIGRP mendukung IP, AppleTalk, dan

Novell NetWare; setiap protokol tersebut telah disediakan module EIGRP nya

masing-masing dan satu sama lain beroperasi secara independent. Module IP-

EIGRP misalnya, bertanggung jawab untuk pengiriman dan penerimaan paket-

paket EIGRP yang telah di enkapsulasi dalam IP.

3. Terminologi dan table routing EIGRP


Untuk menyimpan informasi jaringan yang terupdate dan mendukung

konvergensi yang cepat, EIGRP menggunakan bebrapa tabel. EIIGRP router

menyimpan informasi topologi rute di dalam RAM sehingga dengan ini dapat

bereaksi dengan cepat terhadap perubahan. tiga tabel yang saling berhubungan :
Tabel Neighbor / Tetangga

Tabel Topologi

Tabel Routing
1) Tabel Neighbor

Tabel Neighbor berisi daftar informasi tentang router tetangga yang terhubung
langsung. EIGRP mencatat alamat tetangga yang baru ditemukan dan antarmuka

yang menghubung -kannya. Ketika tetangga mengirimkan paket hello, ia

mengiklankan waktu tunggu (hold time). Waktu tunggu disini maksudnya

adalah panjang waktu yang router lakukan untuk menemukan tetangga yang

terdekat. Jika paket hello tidak diterima dalam waktu tunggu, timer akan

berakhir / kedaluarsa dan DUAL akan mengulang kembali topologi tsb. Karena

konvergensi cepat tergantung pada informasi yang akurat dari tetangga, tabel ini

sangat penting untuk operasi EIGRP.


2) Tabel Topologi

Tabel topologi berisi semua daftar rute yang telah dipelajari dari setiap tetangga

EIGRP. DUAL mengambil informasi dari tetangga dan tabel topologi dan

menghitung biaya rute terendah untuk setiap jaringan. Tabel topologi

mengidentifikasi hingga empat utama loop-free rute untuk setiap satu tujuan.

Biaya rute ini muncul dalam tabel routing. EIGRP mampu mendistribusikan

semua jaringan keluar dari lalu lintas yang padat, atau mengirim paket ke tujuan

menggunakan lebih dari satu jalur. Kemampuan Ini menggunakan rute

pengganti yang baik biaya yang sama dan biaya yang tidak setara. Fitur ini

menghindari overloading setiap satu rute dengan paket. Rute cadangan ini

disebut juga feasible successor ( cadangan rute yang diidentifikasikan didalam


tabel topologi), muncul dalam tabel topologi tetapi tidak dalam tabel

routing. Jika rute utama gagal, feasible successor menjadi rute pengganti.

Cadangan ini terjadi selama sebagai feasible successor memiliki jarak lebih

rendah dari jarak saat ini ke tujuan.


3) Tabel routing

Kalau tabel topologi berisi informasi tentang banyak kemungkinan jalan untuk

tujuan jaringan, sedangkan tabel routing hanya menampilkan jalur terbaik yang

disebut rute pengganti.

EIGRP menampilkan informasi tentang rute dalam dua cara :

a) Tabel routing menunjuk rute yang dikenali melalui EIGRP dengan D.


b) EIGRP tag rute dinamis atau statis dikenal dari routing protokol lain atau dari

luar jaringan EIGRP sebagai D EX atau eksternal, karena mereka tidak berasal

dari EIGRP router dalam Administrasi yang sama.


4. Perbedaan RIP dan IEGRP
1) Routing Information Protocol (RIP)
a. Kelebihan
a) menggunakan metode Triggered Update
b) RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikan

informasi routing.
c) Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap

harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut

(triggered update).
d) Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang

cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan
b. Kekurangan
a) Jumlah host Terbatas
b) RIP tidak memiliki informasi tentang subnet setiap route.
c) RIP tidak mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM).
Ketika pertama kali dijalankan hanya mengetahui cara routing ke dirinya sendiri

(informasi lokal) dan tidak mengetahui topologi jaringan tempatnya berada


2) Enchanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP)
a. Kelebihan
a) melakukan konvergensi secara tepat ketika menghindari loop.
b) memerlukan lebih sedikit memori dan proses
c) memerlukan fitur loopavoidance
b. Kekurangan
Hanya untuk Router Cisco