Anda di halaman 1dari 5

4.

1 Hutan Mangrove

Praktikum analisis vegetasi hutan mangrove pada daerah pangkal babu data yang
di peroleh pada plot pertama pada tingkat semai ditemukannya dua jenis yaitu
jeruju dengan api-api putih, jerusju yang ditemukan sebanyak 3 buah degan
kondisi jeruju muda dengan keadaan tidak adanya duri yang tumbuh pada daun
ataupun batangnya, semai api-api putih dicirikan dengan batang yang berwarna
kuning dan putih dengan jumlah 7 buah pada plot pertama.

Pada plot pertama dengan keadaan tegakan pancang di temukannya beberapa jenis
yang berbeda yaitu api-api putih, api-api hitam, tumu dan bakau dengan jumlah
yang paling mendominasi adalah api-api hitam dengan jumlah 8 buah dengan ciri
batang yang berwara hitam, semai dengan julah paling sedikit berjumlah 2 buah
dengan spessies berupa api-api putih dan bakau, dengan ciri-ciri api-api putih ini
memiliki batag yang berwarna putih dengan kondisi daun yang serupa dengan
api-api hitam, ciri dari bakau sendiri adalah keadaan pucuk yang berwarna merah
dengan memilikinya akar tujang, jumlah tumu yang di temukan sejumlah 5 buah.

Pada plot pertama pohon yang di temukan semuanya berupa api-api hitam dan
api-api putih dengan ciri-ciri yang membedakan adalah kondisi batang yang
berwarna hitam mencirikan api-api hitam dan batang yang berwarna putih berupa
api-api putih.

Pada plot kedua di temukannya semai berupa api-api, nyirih, tumu, dan bakau
dengan jumlah terbanyak berupa api-api dengan jumlah 25 dengan keadaan
speseis tersedikit berupa nyirih dan bakau dengan jumlah hanya 1 buah,
sedangkan tumu di temukan sebanyak 2 buah. Tingkat pancang yang ditemukan
pada plot kedua ini berupa tumu, jeruju dan nyirih. Sedangkan pohon di
temukannya hanya api-api putih.

Untuk memebedakan antara tumu dan bakau terletak pada pucuk tunas dan
keadaan warna batang, tumu memiliki warna hijau terang pada pucuk dan batang
yang muda sedangkan pada bakau pucuk berwarna merah dengan batang yang
berwarna gelap, kondisi buah tumu memiliki buah berwarna merah pada
klopaknya sedangkan pada bakau tidak ditemukannya buah saat diakukanyya
pengamatan secara angsung di pangkal babu.

Pada pengamatan yang di lakukan dengan PH 7.5 dengan suhu 27o kelembaban
yang di dapat sebesar 76 % ph yang diperoleh berupa basa diperkirakan
dikarenakan adanya pengaruh pasang surut dan adanya tingkat kandungan garam
pada air laut. Suhu pada kondisi lapangan terik namun kondisi suhu yang di dapat
sebesar 27o di perkirakan karena rapatnya tegakan semai.

Untuk preaktikum analisis vegetasi sendiri digunakan untuk mengamati mangrove


mayor sedangkan mangrove minor pengamatan di lakukan dengan metode
observasi, adapun yang di temukan pada observasi yang di lakukan sejauh 5 km,
pohon yang ditemukan banyak namun yang dapat diidentifikasi dengan jeas
spesiesnya berupa : ubi kayu, pisang, nyirih, jamuju, jambu air, pedada, tumu,
Acacia sp, Artocarpus heteropilus, Cocos nucifera, areca catecu, paku laut,
Cerbera manghas, ketepeng, dan waru.

Pada pengamatan observasi ditemukannya jenis satwa berupa suku aves dan
reptilia, berupa : burung elang, burung walet, burung silat, burung gagak, dan
biawak.

4.2 Hutan Gambut

Metode yang dilakukan pada hutan gambut berupa analisis vegetasi dengan
tingkat semai ditemukannya jenis berupa : kelat, pandan, keladi, dan dua spesies
yang tidak diketahui, sedangkan pada tingkat pancang ditemukan berupa : jambu,
kelat, bernai, meranti dan dua jenis yang tidak di ketahui, jambu dan kelat di
temukan paling banyak sebanyak masing-masing 3 buah.

Pada tingkat tiang ditemukanya jenis kelat sebanyak 2 buah mangga 1 buah dan
spesies yang tidak diketahui 1 buah, sedangkan stadia pada tingkat pohon di
temukan ditemukannya 6 tubuhan dengan hanya 1 jenis yang dapat diketahui
sukunya berupa suku mangga karena di cirikan dari bentuk daun, warna getah
dengan aroma yang di munculkan dari pucuk saat dilakukanya peremasan.
Jenis serangga yang ditemukan pada lokasi praktikum berupa ulat bulu yang
dicirikan dengan warna hitam dengan besar sebesar jari tangan pria dewasa, dan
ditemukannnya juga serangga berupa lebah dengan ciri-ciri warna bergaris-garis
pada bagian badan.

Pada kegiatan observasi disekitar plot ditemukannya rotan, meranti, paku-pakuan,


bunga asoka, pandan, dan liana berkayu, rotan dicirikan dengan warna hijau serta
kondisi ukuran yang relatif besar, meranti yang ditemukan memiliki stipula yang
menempel pada setiap buku daun, dan ukuran daun yang relatif besar dan tidak
begitu kasar, ditemukannya spesies yang juga diperkirakan berupa bunga asoka
yang warna bungannya merah jambu serta kelopak bunga yang kecil. Liana
berkayu yang ditemukan dengan kondisi bentuk yang besar dan memiliki kulit
serta berbatang keras dan bergelantungan diatara pohon-pohon.

Pada hutan gambut air berwarna hitam pekat dengan kondisi yang asam saat
dilakukan pengecekan dengan ph meter, ini di sebabkan adanya kandungan zat
organik yang tidak dapat dilarutkan oleh pengurai karna kondisi tanah yang selalu
basah.

4.3 Hutan Dataran Rendah

Semai yang ditemukan pada hutan dataran rendah berupa senduduk dan empat
spesies yang tidak dikenali, dengan senduduk yang mendominasi dengan jumlah
18 buah, pada tingkat pancang hanya ditemukan dua buah spesies yang sama-
sama merupakan bulian yang juga diperkirakan adalah tumbuhan yang ditanam
dengan sengaja dikawasan tersebut.

Pada tingkat tiang di dapat 3 spesies dengan dua di antaranya merupakan betaling,
sedangkan pohon di temukannya banyak spesies di antarannya : 3 jenis meranti
yang berbeda, 2 buah medang sirih, dan 1 buah bayas, simpur, pelaju dan 1 jenis
yang tidak di ketahui.

Pada kondisi klimatologi suhu yang di dapat 28o denang kelembapan 80% di mana
tingkat cahaya yang masuk cukup tinggi namun kondisi semai yang tidak begitu
besar diperkirakan karena adanya penyiangan rumput yang di lihat dari adanya
tebasan yang di lakukan pada tingkat semai yang ada.

4.4 Hutan Pegunungan Bawah

Pada tingakatn semai yang ditemukan pada plot pertama yang mendominasi
adalah daun perahu sebanyak 6 buah, dan 4 buah jenis keladi serta yang paling
sedikit hanya ditemukan 1 buah spesies yaitu jenis pisang, palma, pakis dan
pabung. Pada kondisi pancang di temukan jumlah mempening ada 5 dengan 3
jenis spesies yang berbeda. Pada tinkat tiang di temukan 5 buah dengan 3 jenis
yang berbeda yaitu 2 jenis medang dan 3 jenis melakosrian dengan diameter
terbesar dimiliki oleh medang rotan dengan diameter 15,60 cm sedangkan
diameter terkeil dimilki oleh melakosrian dengan diemeter 13,37 cm.

Pada tingkat pohon ditemukannya jenis : jambu hutan, kayu aro, pauh, mendri,
keramunting merah, medang hijau, keramunting, junjung bukit, dengan pohon
terbesar diameter dimiliki oleh kayu aro dengan diameter sebesar 79,61 denagn
diameter terkecil berupa pohon junjung bukit dengan diameter 21,01.

Kondisi dilapangan dimana dengan suhu 17o dengan kelembaban 78% kondisi
vegetasi yang rapat dengan tajuk yang lebar serta kondisi pohon yang tinggi,
keadaan topografi pada kondisi lapangan dengan kemiringan yang tidak terlalu
curam dengan kondisi tanah gembur yang merupakan jenis tanah andisol dengan
ciri warna gelap tidak di temukannya liat sampai kedalaman 30 cm.

4.5 Hutan Pegunungan Tengah

Pada analisis vegetasi yang dilakukan pada pegunungan tengah untuk tingkatan
semai ditemukan jenis paku-pakuan, palma, pandan dan kedi merah dengan
spesies yang mendominasi adalah palma dengan jumlah spesies tersedikit adalah
kendi merah dengan jumlah 2 buah. Pada tingkat pancang di temukan dua jenis
spesies yaitu keramunting dan melakosrian.

Pada tingkatan tiang yang di temkan adalah jenis spesies : keramunting dan 2
jenis yang tidak di ketahui, sedangkan pada tingkatan pohon di temukan : puspa,
kayu aro, junjung bukit, kelat, mempening, karamunting, medang ijo dan 1 jenis
yang tidak di ketahui namanya, pada kondisi diameter terbesar dimiliki oleh
medang ijo dengan diameter 56,36, sedangkan yang terkecil junjung bukit dengan
diameter 22,61.

Kondisi lapangan dengan suhu 11o dengan kelembapan 85% kondisi pohon dan
tiang mulai berkurang dengan lebar tajuk yang juga mengecil namun kondisi
pohon masih dalam kondisi yang besar-besar, pada area ketinggian ini lumut pada
batang pohon lebih banyak serta tebal.

4.6 Observasi Pegunungan Atas