Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN

GASTRITIS

Disusun Oleh :

Nama : Lia Purwanti


NIM : A0011014

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
BHAKTI MANDALA HUSADA SLAWI
2014
SATUAN ACARA PENYULUHAN
KATARAK

Sasaran : Ny. P
Hari/tanggal : Rabu, 21 April 2014
Waktu : 10:10 WIB
Tempat : Trayeman
Penyaji : Lia purwanti

A. Tujuan Instruksional Umum


Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit klien dan keluarga diharapkan dapat
mengerti tentang penyakit Katarak dengan baik

B. Tujuan Instruksional Khusus


1. Menjelaskan tentang pengertian katarak
2. Menjelaskan tentang tanda dan gejala terkena katarak
3. Menjelaskan tentang macam-macam katarak
4. Menjelaskan tentang penyebab katarak
5. Menjelaskan tentang penatalaksanaan dan pencegahan katarak

C. Pokok bahasan : Katarak

D. Sub Pokok bahasan


1. Pengertian katarak
2. Tanda dan gejala katarak
3. Macam-macam katarak
4. Penyebab katarak
5. Penatalaksanaan dan pencegahan katarak

E. Alat Bantu :
Leaflet
F. Metode
1. Ceramah dan tanya jawab.
2. Leaflet.

G. Kegiatan Penyuluhan

NO WAKTU KEGIATAN PENYULUHAN KEGIATAN PESERTA


1. 5 menit Pembukaan :
1. Mengucapkan salam. Menjawab salam
2. Menjelaskan nama dan akademi Mendengarkan
3. Menjelaskan tujuan pendidikan Mendengarkan
kesehatan
4. Menyebutkan materi yang diberikan.
5. Menanyakan kesiapan peserta

2. 10 menit Pelaksanaan :
1. Penyampaian materi Mendengarkan
a. Menjelaskan tentang pengertian katarak
b. Menjelaskan tentang tanda dan gejala
terkena katarak
c. Menjelaskan tentang macam-
macam katarak
d. Menjelaskan tentangpenyebab katarak
e. Menjelaskan tentangpenatalaksanaan dan
pencegahan katarak Bertanya
2. Tanya jawab
a. Memberikan kesempatan kepada peserta
untuk bertanya
3. 10 menit Evaluasi:
1. Menanyakan kembali hal-hal yang Menjawab
sudah dijelaskan mengenai katarak Menjelaskan
2. Meminta CI dan CT untuk memberikan Memperhatikan
tambahan, masukan dan saran pada
penyuluhan kesehatan yang sudah
dilakukan

4. 5 menit Penutup :
1. Menutup pertemuan dengan Mendengarkan
menyimpulkan materi yang telah dibahas Menjawab salam
2. Memberikan salam penutup
H. Evaluasi :
1. Klien dan keluarga mampu mengulangi penjelasan yang telah disampaikan oleh
perawat
2. Klien dan keluarga mampu menjawab pertanyaan yang diajukan perawat
3. Penilaian

I. Pengorganisasian
1. Penyaji
2. Moderator
3. Fasilitator
4. Notulen
5. Observer
6. Pembimbing Lahan Praktek
7. Pembimbing Akademik

J. Kreteria Evaluasi
1. Klien dan keluarga mampu menjelaskan pengertian katarak
2. Klien dan keluarga mengerti tanda dan gejala penyakit katarak
3. Klien dan keluarga mampu menyebutkan macam-macam katarak
4. Klien dan keluarga mengetahui penyebab katarak
5. Klien dan keluarga mengetahui cara penatalaksanaan dan pencegahan katarak
KATARAK

A. Pengertian Katarak
1. Dalam bahasa Indonesia disebut buyar penglihatan seperti tertutup air terjun
akibat lensa yang keruh.
2. Katarak adalah keadaan di mana terjadi kekeruhan pada serabut atau bahan lensa
di dalam kapsul lensa (Sidarta Ilyas, 1998)
3. Katarak adalah proses terjadinya opasitas secara progresif pada lensa atau kapsul
lensa, umumnya akibat dari proses penuaan yang terjadi pada semua orang lebih
dari 65 tahun (Marilynn Doengoes, dkk. 2000).
4. Katarak adalah keadaan kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi
(penambahan cairan) lensa, denaturasi protein lensa, atau akibat kedua-
duanya.Biasanya mengenai kedua mata dan berjalan progresif. (Kapita Selekta
Jilid Satu, 2001).

B. Tanda dan Gejala Katarak


1. Pengelihatan tidak jelas seperti ada kabut yang menghalangi obyek
2. Peka terhadap sinar
3. Kesulitan memfokuskan kerja dengan dekat / merasa di ruang gelap
4. Tampak kecoklatan / putih susu pada pupil
5. Penglihatan ganda saat melihat satu benda dengan satu mata, gejala ini terjadi
saat katarak bertambah luas.

C. Macam-macam Katarak
1. Katarak yang didapat sejak lahir
2. Katarak yang didapat pada anak sesudah lahir
3. Katarak yang didapat pada lanjut usia
4. Katarak yang disebabkan penyakit lain
5. Katarak yang disebabkan trauma.
D. Penyebab Katarak
Sebagian besar katarak terjadi karena proses bertambahnya usia seseorang. Katarak
kebanyakan muncul pada usia lanjut. Data statistik menunjukkan bahwa lebih dari
90% orang berusia di atas 65 tahun menderita katarak. Sekitar 50% orang berusia 75-
85 tahun daya penglihatannya berkurang akibat katarak.
Walaupun sebenarnya dapat diobati, katarak merupakan penyebab utama kebutaan di
dunia, sehingga katarak akan mengakibatkan adanya kebutaan.
Penyebab katarak lainnya meliputi :
1. Faktor keturunan
2. Cacat bawaan sejak lahir
3. Masalah kesehatan, misalnya diabetes
4. Penggunaan obat tertentu, khususnya steroid
5. gangguan metabolisme seperti DM (Diabetus Melitus)
6. gangguan pertumbuhan
7. Mata tanpa pelindung terkena sinar matahari dalam waktu yang cukup lama
8. Rokok dan Alkohol
9. Operasi mata sebelumnya
10. Trauma (kecelakaan) pada mata
11. Faktor-faktor lainya yang belum diketahui.

E. Penatalaksanaan dan Pencegahan katarak


Salah satu cara pengobatan katarak adalah dengan cara pembedahan ,yaitu
lensa yang telah keruh diangkat dan sekaligus ditanam lensa intraokuler sehingga
pasca operasi tidak perlu lagi memakai kaca mata khusus (kaca mata aphakia).
Setelah operasi harus dijaga jangan sampai terjadi infeksi.
Pembedahan dilakukan bila tajam penglihatan sudah menurun sedemikian rupa
sehingga mengganggu pekerjaan sehari-hari atau bila telah menimbulkan penyulit
seperi glaukoma dan uveitis.
Tekhnik yang umum dilakukan adalah ekstraksi katarak ekstrakapsular, dimana isi
lensa dikeluarkan melalui pemecahan atau perobekan kapsul lensa anterior sehingga
korteks dan nukleus lensa dapat dikeluarkan melalui robekan tersebut. Namun dengan
tekhnik ini dapat timbul penyulit katarak sekunder.
Dengan tekhnik ekstraksi katarak intrakapsuler tidak terjadi katarak sekunder
karena seluruh lensa bersama kapsul dikeluarkan, dapat dilakukan pada yang matur
dan zonula zinn telah rapuh, namun tidak boleh dilakukan pada pasien berusia kurang
dari 40 tahun, katarak imatur, yang masih memiliki zonula zinn.
Dapat pula dilakukan tekhnik ekstrakapsuler dengan fakoemulsifikasi yaitu
fragmentasi nukleus lensa dengan gelombang ultrasonik, sehingga hanya diperlukan
insisi kecil, dimana komplikasi pasca operasi lebih sedikit dan rehabilitasi penglihatan
pasien meningkat.
Untuk mencegah katarak adalah dengan menjaga pola makan bergizi yang
baik untuk proses metabolisme, seperti konsumsi buah dan sayuran serta menjaga agar
tidak terjadi trauma atau kecelakaan pada mata.
DAFTAR PUSTAKA

Ilyas S. 2005. Penuntun Ilmu Penyakit Mata. 3rd edisi. Jakarta : Balai Penerbit FKUI. hal:
128-136.
Ilyas S. 2008. Ilmu Penyakit Mata. ed 3. Jakarta: Balai Penerbit FKUI, 200-211
http://zonavick.blogspot.com/2010/10/laporan-pendahuluan-katarak.html