Anda di halaman 1dari 23

Dongkrak Hidrolik

Dongkrak hidrolik merupakan salah satu aplikasi sederhana dari Hukum Pascal. Berikut ini prinsip kerja
dongkrak hidrolik. Saat pengisap kecil diberi gaya tekan, gaya tersebut akan diteruskan oleh fluida
(minyak) yang terdapat di dalam pompa. Akibatnya, minyak dalam dongkrak akan menghasilkan gaya
angkat pada pengisap besar dan dapat mengangkat beban di atasnya.

Gambar1. Dongkrak Hidrolik

Prinsip kerja dongkrak hidrolik adalah dengan memanfaatkan hukum Pascal, Tekanan yang diberikan
pada suatu fluida dalam ruang tertutup akan diteruskan ke segala arah sama rata. Dongkrak hidrolik
terdiri dari dua tabung yang berhubungan yang memiliki diameter yang berbeda ukurannya. Masing-
masig ditutup dan diisi cairan seperti pelumas (oli dkk). Apabila tabung yang permukaannya kecil ditekan
ke bawah, maka setiap bagian cairan juga ikut tertekan. Besarnya tekanan yang diberikan oleh tabung
yang permukaannya kecil diteruskan ke seluruh bagian cairan. Akibatnya, cairan menekan pipa yang luas
permukaannya lebih besar hingga pipa terdorong ke atas .

Luas permukaan pipa yang ditekan kecil, sehingga gaya yang diperlukan untuk menekan cairan juga
kecil. Tapi karena tekanan (Tekanan= gaya / satuan luas) diteruskan seluruh bagian cairan, maka gaya
yang kecil tadi berubah menjadi sangat besar ketika cairan menekan ke pipa yang luas permukaannya
besar.

Gambar 2. Mesin hidrolik pengangkat Mobil

P1 adalah tekanan pada tabung kecil, dan P2 adalah tekanan pada tabung besar.

Dengan mengetahui gaya berat mobil maka dapat dihitung gaya minimal yang diberikan pada pompa
hidrolik untuk mengangkat mobil tersebut. Semakin besar gaya berat mobil yang diangkat maka semakin
besar luas permukaan keluaran (A2) dari dongkrak hidrolik. Minimal gaya keluaran (F2) yang dihasilkan
oleh dongkrak hidrolik harus lebih besar/ samadengan gaya berat benda yang diangkat.

Hal yang sama dengan dongkrak hidrolik, prinsip pascal diterapkan juga pada pompa sepeda.
Sistem Hidrolik

Apa Sistem Hidrolik itu .

Sistem Hidrolik adalah suatu sistem/ peralatan yang bekerja berdasarkan sifat dan
potensi / kemampuan yang ada pada zat cair ( liquid ).

Kata hidrolik sendiri berasal dari bahasa Greek yakni dari kata hydro yang
berati air dan aulos yang berarti pipa. Namun, pada masa sekarang ini sistem
hidrolik kebanyakan menggunakan air atau campuran oli dan air (water emulsian)
atau oli saja.

Penggunaan sistem hidrolik, dalam bidang penerapannya :

Transmisis Otomatis Dongkrak Hidrolik

Press Hidrolik Rem Hidrolik


Di bidang Industri

alat press

mesin pencetak plastik

mesin pencetak logam

pesawat angkat (lift, katrol)

robots

Di bidang Kendaraan

bolduser

traktor

car lift

dongkrak hidrolik

dump truck

komponen-komponen kendaraan ( power steering, rem )p>

Di bidang Penerbangan

penggerak alat-alat kontrol

penggerak roda

pengangkat peralatan

Keuntungan Sistem Hidrolik

Tenaga besar, dimensi peralatan yang kecil

Kecepatan gerak yang dapat diatur (bervariasi)

Mudah diubah arah gerakannya


Pencegahan beban lebih yang sederhana konstruksinya (reliev valve)

Mudah dihentikan tanpa merusak

Macam-macam Sistem Hidrolik

Hidrostatis :
Pesawat hidrolik yang menggunakan sifat zat cair yaitu dapat meneruskan
tenaga / daya kesegala arah
Contoh : Dongkrak hidrolik, rem hidrolik, derek lantai

Dongkrak Hidrolik Rem Hidrolik Derek Lantai

Hidrodinamis :
Pesawat hidrolik yang menggunakan potensi zat cair yang bergerak sehingga
memiliki / menimbulkan tenaga hidrolik
Contah : Turbin air, pembangkit listrik

Sistem Hidrolik

Hukum Pascal Dan Penerapannya

Prinsip-prinsip Penting dari Zat Cair/ Hidrolik

Cairan tidak dapat dimampatkan/ dikompresikan / diperkecil volumenya

Hukum Pascal :
Tekanan yang diberikan pada zat cair / hidrolik dalam bejana tertutup,
besarnya tekanan akan diteruskan ke segala arah, dengan tekanan sama besar
Fluida terdiri atas zat cair [liquid], satuan tekanan yang digunakan Standard
Internasional (S1) ialah Pascal (Pa).

1 kPa = 1000 Pa
di Eropa satuan tekanan menggunakan "bar"
1 bar = 100 kPa

Kegunaan Prinsip Hidrolik

Dapat meneruskan gerakan dalam jarak yang jauh

Dapat meningkatkan panjang gerakan, dalam hal ini tenaga gerakan akan turun

Dapat meningkatkan besarnya tenaga tekan, dalam hal ini panjang gerakan
akan turun

Jika kedua silinder sama ukurannya, lalu sebuah gaya (N) bekerja pada silinder utama
menyebabkan piston pada silinder kedua (actuator) mendapat gaya yang sama, bila
kedua piston bergerak pada jarak yang sama

Untuk menghitung gaya, tekanan atau penambahan gaya dapat digunakan rumus
segitiga, yaitu:
Gaya = F (Force) = Newton (N)

Tekanan = P (Pressure) = Kpa

Luas penampang = A (Area) = m

F=PxA

P = F / A = Kpa A = F / P = m

Contoh penghitungan :
Gaya yang bekerja 50 N luas penampang 40 mm
Besarnya gaya yang bekerja / satuan luas atau tekanan = 50 N : 0,04 m = 1250 Kpa

Memperpanjang Gerakan

Jika piston pada silinder I lebih besar dari pada piston II (actuator) maka Piston
II pergerakannya lebih panjang

Jika piston pada silinder I lebih besar 10 X dibanding piston II, maka piston II
akan pergerakannya 10 X lebih besar
Meningkatkan Besar Tekanan

Jika piston silinder I lebih kecil dari pada piston silinder II (actuator), maka
Piston II menerima gaya tekan lebih besar

Jika piston silinder I lebih kecil daripada piston II, maka piston II
pergerakannya lebih pendek

Sistem hidrolik ini didukung oleh 3 unit komponen utama, yaitu:

1. Unit Tenaga, berfungsi sebagai sumber tenaga dengan liquid/ minyak hidrolik

Pada sistem ini, unit tenaga terdiri atas:

Penggerak mula yang berupa motor listrik atau motor bakar


Pompa hidrolik, putaran dari poros penggerak mula memutar pompa
hidrolik sehingga pompa hidrolik bekerja
Tangki hidrolik, berfungsi sebagai wadah atau penampang cairan
hidrolik
Kelengkapan (accessories), seperti : pressure gauge, gelas penduga,
relief valve

2. Unit Penggerak (Actuator), berfungsi untuk mengubah tenaga fluida


menjadi tenaga mekanik

Hidrolik actuator dapat dibedakan menjadi dua macam yakni:

Penggerak lurus (linier Actuator) : silinder hidrolik


Penggerak putar : motor hidrolik, rotary actuator

3. Unit Pengatur, berfungsi sebagai pengatur gerak sistem hidrolik.

Unit ini biasanya diwujudkan dalam bentuk katup atau valve yang
macam-macamnya akan dibahas berikut ini.

3.1 Katup Pengarah (Directional Control Valve = DCV)

Katup (Valve) adalah suatu alat yang menerima perintah dari luar
untuk melepas, menghentikan atau mengarahkan fluida yang melalui
katup tersebut.

Contoh jenis katup pengarah: Katup 4/3 Penggerak lever, Katup pengarah
dengan piring putar, katup dengan pegas bias.

3.2 Macam-macam Katup Pengarah Khusus

1) Check Valve adalah katup satu arah, berfungsi sebagai pengarah


aliran dan juga sebagai pressure control (pengontrol tekanan)

2) Pilot Operated Check Valve, Katup ini dirancang untuk aliran cairan
hidrolik yang dapat mengalir bebas pada satu arah dan menutup
pada arah lawannya, kecuali ada tekanan cairan yang dapat
membukanya.

3) Katup Pengatur Tekanan, Tekanan cairan hidrolik diatur untuk


berbagai tujuan misalnya untuk membatasi tekanan operasional
dalam sistem hidrolik, untuk mengatur tekanan agar penggerak
hidrolik dapat bekerja secara berurutan, untuk mengurangi
tekanan yang mengalir dalam saluran tertentu menjadi kecil.
Macam-macam Katup pengatur tekanan adalah:

a. Relief Valve, digunakan untuk mengatur tekanan yang bekerja


pada sistem dan juga mencegah terjadinya beban lebih atau
tekanan yang melebihi kemampuan rangkaian hidrolik.

b. Sequence Valve, berfungsi untuk mengatur tekanan untuk


mengurutkan pekerjaan yaitu menggerakkan silinder hidrolik
yang satu kemudian baru yang lain.

c. Pressure reducing valve, berfungsi untuk menurunkan tekanan


fluida yang mengalir pada saluran kerja karena penggerak
yang akan menerimanya didesain dengan tekanan yang lebih
rendah.

4) Flow Control Valve, katup ini digunakan untuk mengatur volume


aliran yang berarti mengatur kecepatan gerak actuator (piston).

Fungsi katup ini adalah sebagai berikut:

untuk membatasi kecepatan maksimum gerakan piston


atau motor hidrolik

Untuk membatasi daya yang bekerja pada sistem

Untuk menyeimbangkan aliran yang mengalir pada cabang-


cabang rangkaian.

Macam-macam dari Flow Control Valve :

Fixed flow control yaitu: apabila pengaturan aliran tidak


dapat berubah-ubah yaitu melalui fixed orifice.

Variable flow control yaitu apabila pengaturan aliran dapat


berubah-ubah sesuai dengan keperluan

Flow control yang dilengkapi dengan check valve

Flow control yang dilengkapi dengan relief valve guna


menyeimbangkan tekanan

Menggambar Rancangan Rangkaian Hidrolik


Setelah kita pelajari komponen-komponen sistem hidrolik secara detail dan
juga telah kita pelajari berbagai simbol dari setiap komponen sebagai
bahasan tenaga fluida, demikian juga telah kita pelajari cara membaca
diagram rangkaian (circuit diagram) maka akan kita mulai dengan cara
mendesain (merancang) suatu rangkaian sesuai dengan yang kita kehendaki
bila telah tersedia komponen-komponen sistem hidrolik.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merancang rangkaian hidrolik adalah:

Tujuan penggunaan rangkaian

Ketersediaan komponen

Konduktor dan konektor yang digunakan macam apa

Tekanan kerja sistem hidrolik berapa

Rancangan rangkaian hidrolik perlu dituangkan dalam bentuk diagram


rangkaian hidrolik dengan menggunakan simbol-simbol grafik, dengan
bantuan simbol-simbol grafik para desainer dapat menuangkan pemikiran
lebih mudah, lebih tenang sehingga dapat berkreasi seoptimal mungkin.

Cara membuat diagram rangkaian biasanya dengan membuat tata letak


komponen sebagai berikut:

Actuator diletakkan pada gambar yang paling atas

Unit pengatur diletakkan di bawahnya

Unit tenaga diletakkan pada bagian paling bawah

Setelah simbol-simbol komponen lengkap dalam lay out (tata


letak) barulah digambar garis-garis penghubung sebagai
gambar konduktor dengan garis-garis sesuai dengan macam
konduktor yang digunakan

Gambar. Tata letak komponen hidrolik


Gambar. Diagram rangkaian hidrolik lengkap
Sistem Hidrolik

Minyak Hidrolik
Fungsi minyak/ cairan hidrolik adalah:

Sebagai medium penerus daya, dan mudah


mengalir

Mampu melumasi semua komponen yang bergerak

Perapat antara bagian yang menerima tekanan

Mendinginkan komponen-komponen karena


sirkulasinya

Macam-macam minyak / cairan hidrolik:

1. Oli, digunakan pesawat hidrolik pada umumnya, keburukannya


adalah dapat terbakar dan merusak karet seal

2. Minyak hidrolik tahan api, yaitu:

Air Glycol, terdiri dari 35% - 40% air, glycol dan oli air yang dilarutkan, juga
disertakan bahan tambah untuk mencegah busa, karat

Emulsi oli-air, larutan oli-air dengan perbandingan sesuai keperluan juga


disertakan bahan tambah untuk meningkatkan kualitas

Cairan Syntetis, dibuat dari bahan-bahan yang diproses secara kimia jenisnya
antara lain phosphate eters, chlomiated

Prinsipprinsip penting dari zat cair (Hidrolik)

Cairan tidak dapat dimampatkan / dikompresikan / diperkecil volumenya


Hukum Pascal :

Tekanan yang diberikan pada zat cair / hidrolik dalam bejana tertutup,
besarnya tekanan akan terteruskan ke segala arah, dengan tekanan sama
besar

PENTING

Jika cairan hidrolik akan diganti dengan macam yang


lainnya, maka cairan semula harus dikuras dan dibilas,
periksa apakah seal oil cocok untuk cairan yang baru

Macam-macam minyak hidrolik yang digunakan pada kendaraan, yaitu:

1. Minyak transmisi otomatis

Automatic Transmision Fuid (ATF) mempunyai kualitas tinggi dengan


berbagai macam bahan tambah, minyak harus dapat memasuki
saluran yang sangat kecil

Kekentalan minyak harus sesuai karena suhu kerjanya sering


berubah

Pada kecepatan normal ATF bersuhu 100 C, ATF harus tahan


terhadap oksida, dan tidak boleh berbusa

A coefficient of friction addjusting agent ditambah untuk menambah


daya gesek pada kopling transmisi otomotis sehingga tidak selip

2. Tipe minyak ATF dan Power Steering

Tipe F dan Dexton II, Tipe F mempunyai daya gesek yang besar
dibanding Dexton II

Pada baut tap transmisi diberi tanda tertentu, macam minyak apa
yang digunakan

Merk mobil tertentu biasanya membuat minyak ATF sendiri,


misalnya suatu perusahaan tertentu membuat minyak ATF dengan
no. Part : 0888600405

Minyak Power Steering harus peka terhadap tekanan yang bekerja


dan memilik fungsi pelumas baik (untuk silinder tenaga dan pompa),

ATF biasanya diwarnai merah atau kekuningan untuk membedakan


dengan oli yang lainnya

3. Minyak rem adalah minyak yang tidak mengandung minyak bumi karena
minyak rem tidak boleh merusak dan melarutkan karet yang banyak digunakan
pada sistem rem.
4. Minyak ini dibuat dari alkohol dan susunan kimia serta ether

Persyaratan minyak rem

a. titik didih tinggi, jika titik didih kurang memenuhi syarat sebagian
minyak menguap membentukVapour lock, dan kerja rem kurang
efektif

b. minyak rem harus dapat menahan karat pada komponen logam dan
tidak merusak komponen dari karet

c. mempunyai kekentalan (viskositas) tertentu sebab minyak rem


dalam bekerja mempunyai tugas meneruskan tekanan

Tipe Minyak

Tipe minyak rem dikenal dengan nama DOT (Departement Of


Transportation) dan pada bagian belakang tanda DOT diikuti dengan
angka.
Contoh : DOT 3 (SAE J1 730) merupakan minyak rem yang paling paling
sering dipakai, dan mempunyai titik didih sebesar 205 C. Dalam
menggunakan minyak rem tidak diperbolehkan mencampur dengan minyak
rem merk lain, karena akan merusak struktur minyak

Sistem Hidrolik

Dongkrak
Dongkrak adalah alat untuk menaikkan kendaraan guna
mempermudah pekerjaan reparasi di bagian bawah kendaraan

Macam-macam dongkrak :

1. Crocodile jack / dongkrak buaya paling banyak


digunakan di bengkel-bengkel ataupun digarasi
kendaraan sekarang ada yang ukuran kecil
sehingga dapat di bawa di mobil. Keuntungan
pemakaian crocodile jack dibandingkan yang
lainnya adalah lebih mudah digunakan karena
gampang menggesernya ke arah posisi yang
diinginkan, di samping itu, waktu yang dibutuhkan
untuk mengangkat kendaraan lebih cepat dan
aman.

Di dalam rumah yang dibuat dari baja tuang dapat berjalan dan
berputar di atas empat roda, terdapat sebuah pompa minyak yang
toraknya digerakkan oleh tuas panjang. Tuas tersebut dapat juga
dipakai untuk mendorong atau menarik dongkrak.Perbandingan
lengan-lengan batang pengangkat kira-kira 20:1Disekeliling rumah
dan diatas pompa diisi dengan minyak encer (SAE-10).

Prinsip kerja dongkrak buaya :

Posisi naik :

Pompa memasukkan minyak ke bawah torak yang besar (d), ketika


tuas (e) dengan sandaran untuk kendaraan bergerak ke atas. Di
atas saluran pompa ada katup pengaman kecil (f) yang membuka
berlawanan dengan pegas, bila kita terus-menerus memompa pada
kedudukan tertinggi.

Posisi turun :

Untuk menurunkan torak (d) dan lengan angkat (e), dibukakan


katup buang dengan engkol kecil (h), sehingga minyak mengalir
kembali dari silinder ke ruang persediaan. Tempat persediaan
minyak harus selalu terisi sesuai ukuran

2. Bottle jack / dongkrak botol, dongkrak ini


disebut bottle jack karena bentuknya seperti botol.
Fungsi bottle jack sama seperti crocodile jack, yaitu
untuk mengangkat kendaraan pada ketinggian tertentu
untuk dapat melakukan perbaikan pada bagian bawah
kendaraan. Perbedaannya adalah penggunaan bottle
jack dapat dimasukkan ke dalam kendaraan sebagai
perlengkapan utama kendaraan yang mutlak dibutuhkan
untuk mengganti roda (ban) sewaktu ban kempis/
bocor.Untuk mendongkrak sebuah kendaraan, dongkrak
harus diletakkan tegak lurus pada torak pengangkatnya
supaya tidak menjadi bengkok.

Prinsip kerja dongkrak botol

Posisi naik :

Untuk mengangkat kendaraan harus diputar tutup pengalir


pembalik minyak (a) dengan batang pompa yang juga berfungsi
sebagai kunci, sesudah torak pengangkat pada kedudukan yang
rendah . Setelah itu, batang pompa (b) digeserkan naik turun, di
mana pompa (c) mengapit minyak dari ruangan persediaan (d) ke
bawah torak pengangkat (e). Bila dipompa terus pada kedudukan
yang tinggi katup pengaman kecil bekerja.
Posisi turun :

Kendaraan diturunkan dengan cara memutar sekrup ke kiri sampai


putaran memakai batang pompa, di mana katup pengalir
pembalik minyak terbuka.

Bagaimana menggunakan dongkrak dengan aman

Pada waktu menggunakan alat dongkrak, utamakan keamanan.


Hanya karena kesalahan kecil dapat menyebabkan kecelakaan
besar

Lokasi dongkrak dan penopang (Stand)


Untuk mencegah agar lokasi penempatan dongkrak dan stand tidak
rusak, pilihlah tempat-tempat yang kuat

Cara Menggunakan Dongkrak

1. Letakkan ganjalan pada ban-ban belakang apabila bagian depan


kendaraan yang diangkat. Sebaliknya, letakkan ganjalan pada ban-
ban depan apabila bagian belakang kendaraan yang diangkat.

2. Dongkrak diletakkan di tempat yang telah ditentukan.

3. Sebelum dongkrak mulai mengangkat, periksalah sekali lagi


apakah tempat pengangkatan kendaraan tepat berada di tengah-
tengah sadel dongkrak. Sebab bila tidak, dongkrak dapat slip
sewaktu mengangkat kendaraan.

4. Sebelum mengangkat dan menurunkan kendaraan, periksalah


bahwa tidak ada orang atau sesuatu disekitarnya, apabila lagi
dibawah kendaraan.

Jangan sekali-kali bekerja di bawah kendaraan yang hanya


ditopang dengan dongkrak saja. Topanglah kendaraan tersebut
dengan stand (penopang)
Sebelum mengoperasikan dongkrak Anda harus mengecek hal-hal
sebagai berikut:

Periksalah sistem hidrolik, pastikan tidak ada kebocoran cairan.

Apakah dongkrak tersebut mampu mengangkat beban yang


diinginkan.

Sadelnya berputar dengan bebas, dan bertahan pada posisinya pada


waktu mendongkrak

Apabila dalam pemeriksaan tersebut ada masalah/ kerusakan,


segera lakukan servis/ perbaikan sesuai SOP (Standard Operational
Prosedurs)

Pemeliharaan :

Jagalah kebersihan dongkrak, periksalah bila terdapat kebocoran


cairan, berikan cairan hidrolik sampai batas atas bila diperlukan.
Teteskan sedikit oli pada roda troli.

Dalam penggunaan dongkrak, jangan menahan beban terlalu lama.


Gunakanlah jack stand sebagai pengganti dongkrak

Simpanlah dongkrak pada lokasi yang aman di lantai bengkel

Pelajarilah buku manual servis, sebelum menggunakan

Masalah-masalah yang sering terjadi / timbul kerusakan pada


dongkrak adalah :

1. Terjadi kebocoran pada seal oil

2. Pada saat digunakan, tiba-tiba beban turun

3. Dongkrak tidak mampu mengangkat beban sesuai dengan


spesifikasinya

4. Pada sistem hidrolisnya terjadi kebocoran

5. Minyak hidrolis kurang

6. Viskositas minyak hidrolik rendah/ jelek