Anda di halaman 1dari 5

BAB III

METODE DAN TEKNIK PELAKSANAAN

I. Desain Mini Project

Mini project dibuat seperti desain penelitian yang merupakan suatu rancangan
yang bisa digunakan oleh peneliti sebagai petunjuk dalam perencanaan dan
pelaksanaan penelitian untuk mencapai suatu tujuan atau menjawab suatu pertanyaan
penelitian (Notoatmojo, 2012).

Desain yang akan digunakan oleh peneliti dalam mini project adalah deskriptif
observasional untuk mengamati profil faktor resiko gizi buruk terhadap status gizi
balita. Penelitian ini menggunakan pendekatan Crossectional, artinya semua
variabel yang termasuk efek akan diteliti dan di kumpulkan pada waktu yang
bersamaan (Notoatmodjo, 2012).

II. Lokasi dan Waktu Penelitian

Lokasi penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Sindangbarang


Kota Bogor baik di dalam maupun di luar puskesmas (lapangan) dan waktu penelitian
dilaksanakan selama periode Januari tahun 2017 hingga April tahun 2017.

III. Populasi dan Subjek Penelitian

Populasi target adalah balita dengan gizi buruk yang rutin berkunjung ke
klinik gizi di Puskesmas Sindangbarang Kota Bogor selama periode pengambilan
sampel Januari hingga April 2017.

Pengambilan sampel dilakukan secara whole sampling dimana sampel diambil


secara keseluruhan pada pasien balita dengan gizi buruk yang rutin di bawa ke klinik
gizi Puskesmas Sindangbarang sebanyak 13 balita.
IV. Variable penelitian

Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu sebagai berikut:


1. Variabel bebas (Independen variable)
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Pengetahuan, sikap dan perilaku; ekonomi
dan penyakit yang di derita yang merupakan faktor resiko dari keadaan gizi buruk
2. Variabel terikat (Dependen variable)
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah status gizi balita

V. Alur mini project

1. Pengumpulan Data Primer


a. Data nutrition Screening secara lengkap terhadap balita. Data yang
diambil beserta cara pengumpulannya adalah :
i. Data nama, umur, tanggal lahir, alamat dikumpulkan melalui
wawancara atau anamnesa secara langsung dengan orang tua
anak balita yang datang untuk berobat di Puskesmas Sindang
barang.
ii. Data berat badan, tinggi badan, dikumpulkan melalui
pengukuran secara langsung pada balita
iii. Data status gizi di ukur dengan indikator BB/U, TB/U, BB/TB
untuk anak Balita, berdasarkan Supariasa, dkk (2002) yaitu:
Kategori status gizi BB/U :
> + 2 SD = berat badan lebih (gizi lebih)
-2 s/d + 2 SD = berat badan normal (gizi normal)
-3 s/d < -2 SD = berat badan rendah (gizi kurang)
< -3 SD = berat badan sangat rendah (gizi buruk)
Kategori status gizi TB/U :
> +2 SD = jangkung
-2 s/d +2 SD = normal
-3 s/d < -2 SD = pendek
< -3 SD = sangat pendek
Kategori status gizi BB/TB:
> +2 SD = gemuk
+2 s/d -2 SD = normal
-3 s/d -2 SD = kurus
< -3 SD = sangat kurus

c. Data eveluasi satu public health project dengan protokol standart, data
yang dikumpulkan berupa : Nama balita, Tanggal lahir, Berat Badan,
Tinggi badan, Umur, Alamat, Status gizi, Nama orang tua, Jumlah
saudara balita, Pekerjaan orang tua, Penghasilan orang tua, Jumlah
orang yang tinggal dalam satu keluarga, Keadaan hygiene sanitasi,
Pengetahuan ibu, Kebiasaan makan balita meliputi jenis bahan
makanannya, porsi makannya, dan frekuensi konsumsi pada balita,
serta faktor lain yang dapat mempengaruhi status gizi balita.

2. Pengumpulan Data Sekunder

Data sekunder yang dikumpulkan meliputi:

a. Data gambaran umum Puskesmas Sindangbarang, data ini diambil


berdasarkan data sekunder dari Profil Puskesmas Sindnagbarang dan
Laporan Kegiatan Sindangbarang periode 2017.
b. Data assessment status gizi balita pada suatu populasi diambil
berdasarkan data sekunder hasil pemantauan pertumbuhan balita
dalam laporan Gizi
3. Intervensi

Setelah dilakukan wawancara dan penilaian awal terhadap pasien gizi


buruk dan orang tua maka dilakukan intervensi. Intervensi yang dilakukan
berupa pemberian edukasi serta pemberian makanan tambahan yang terdiri
dari susu dan biskuit sebagai tambahan untuk memperbaiki serta memenuhi
gizi dari balita tersebut.

Intervensi diberikan dengan maksud agar dilakukan perbaikan oleh


orang tua terhadap aspek yang belum dilaksanakan dengan baik atau tidak
dilaksanakan sama sekali. Seperti contoh, ibu tidak memperhatikan frekuensi
konsumsi balita yang kurang, porsi makan yang sedikit, dan faktor lainnya.

4. Penilaian ulang

Penilaian ulang ini dilakukan setelah intervensi diberikan kepada


pasien dan orangtua. Penilaian dimaksudkan untuk mengetahui apakah ada
perbaikan peran keluarga dalam penanganan pasien gizi buruk.

VI. Pengolahan data

Langkah-langkah pengolahan data dengan cara komputer :


a. Editing, yaitu hasil wawancara atau pengamatan dari lapangan harus
dilakukan penyuntingan (editing) terlebih dahulu. Secara umum editing adalah
merupakan kegiatan untuk pengecekan dan perbaikan isian formulir atau
format observasi tersebut.
b. Coding (pengkodean), dalam penelitian ini berupa pemberian kode berupa
angka untuk memudahkan dalam pengolahan data.
c. Tabulating (pentabulasian), kegiatan tabulating dalam penelitian ini meliputi
mengelompokan data sesuai dengan tujuan penelitian kemudian dimasukan
kedalam tabel yang telah tersedia.
d. Entry Data (memasukan data) , tahap terakhir dalam penelitian ini yaitu
pemprosesan data kedalam program komputer.

VII. Analisis data

Setelah didapatkan data sebelum dan setelah intervensi, maka dilakukan analisis
data dengan bantuan perangkat lunak microsoft excel. Dalam analisis ini peneliti
menilai presentase faktor resiko terbesar yang memprakarsai gizi buruk pada balita
serta seberapa pengaruh peran orang tua dalam penanganan kasus terhadap balita
dengan gizi buruk. Hal ini dinilai dari penghitungan berat badan dan status gizi
masing-masing anak pada kondisi sebelum dan setelah intervensi.

VIII. Etika Penelitian


Etika penelitian menurut Sugiyono (2013), terdiri dari 3 macam yaitu:
1. Informed consent
Subjek harus mendapatkan informasi secara lengkap tentang tujuan
penelitian yang akan dilaksanakan, mempunyai hak untuk bebas berpartisipasi
atau menolak menjadi responden. Informed consent juga mencantumkan bahwa
data yang diperoleh hanya akan dipergunakan untuk pengembangan ilmu.
2. Anonymity (tanpa nama)
Masalah etika merupakan masalah yang memberikan jaminan dalam
penggunaan subjek penelitian dengan cara tidak memberikan atau mencantumkan
nama responden pada lembar alat ukur dan hanya menuliskan kode pada lembar
pengumpulan data atau hasil penelitian yang disajikan.
3. Confidentiality (kerahasiaan)
Masalah ini merupakan masalah etika dengan memberikan jaminan
kerahasiaan hasil penelitian, baik informasi maupun masalah-masalah lainnya.
Semua informasi yang telah dikumpulkan dijamin kerahasiaannya oleh peneliti,
hanya kelompok data tertentu yang akan dilaporkan pada hasil riset.