Anda di halaman 1dari 116

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

( KD 3.1-4.1 )
Sekolah : S M A N 5 MALANG
Mata pelajaran : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Kelas / Semester : XI / GANJIL
Materi Pokok : Hak Asasi Manusia dalam Pancasila
Alokasi Waktu : 6 x 45 menit ( 3 pertemuan )
Program/Varian : MIPA/ 5 SEMESTER
A. Kompetensi Inti ( KI )
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan
metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


- Kompetensi Dasar
1.1 Menghayati nilai-nilai ajaran agama dan kepercayaan dalam kehidupan bermasyarakat.
1.2 Menghayati isi dan makna pasal 28E dan 29 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945
2.1 Menghayati nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara
2.4 Mengamalkan sikap toleransi antarumat beragama dan kepercayaan dalam hidup
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
2.5 Mengamalkan perilaku toleransi dan harmoni keberagaman dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Indonesia.
3.1 Menganalisis kasus-kasus pelanggaran HAM dalam rangka pelindungan dan pemajuan
HAM sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
dan bernegara.
- Indikator Pencapaian Kompetensi
3.1.1 Menjelaskan pengertian hak asasi manusia (HAM)
3.1.2 Menjelaskan instrumen HAM nasional
3.1.3 Mencontohkan HAM dalam Undang-Undang Dasar 1945
3.1.4 Mencontohkan kasus-kasus pelanggaran HAM di dalam dan luar negeri
3.1.5 Mengklasifikasi kasus-kasus pelanggaran HAM
3.1.6 Menganalisis berbagai kasus pelanggaran HAM yang bertentangan dengan konsep
dan nilai-nilai Pancasila dari berbagai sumber
3.1.7 Menganalisis upaya perlindungan HAM sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam
kehidungan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 1


4.1 Menyaji kasus-kasus pelanggaran HAM dalam rangka perlindungan dan pemajuan HAM
sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara.
4.1.1 Membuat laporan hasil analisis macam-macam HAM yang terdapat dalam pasal 28
A sampai dengan pasal 28 J UUD 1945
4.1.2 Membuat laporan hasil klasifikasi berbagai kasus pelanggaran HAM yang
bertentangan dengan konsep dan nilai-nilai Pancasila
4.1.3 Membuat laporan hasil analisis berbagai kasus pelanggaran HAM di Indonesia
4.1.4 Membuat laporan hasil analisis peran pemerintah dan peran masyarakat dalam
upaya perlindungan HAM di Indonesia
4.1.5 Membuat laporan tentang perkembangan kasus perlindungan HAM di Indonnesia
4.1.6 Membuat laporan hasil analisis terhadap tantangan dan hambatan dalam
menegakan HAM di Indonesia

C. Materi Pembelajaran
1. Fakta
a. Jenis pelanggaran HAM yang bersifat berat, meliputi :

1) Pembunuhan masal (genosida)

2) Pembunuhan sewenang-wenang atau di luar putusan pengadilan

3) Penyiksaan

4) Penghilangan orang secara paksa

5) Perbudakan atau diskriminasi yang dilakukan secara sistematis

b. Jenis pelanggaran HAM yang biasa, meliputi :

1) Pemukulan

2) Penganiayaan

3) Pencemaran nama baik

4) Menghalangi orang untuk mengekspresikan pendapatnya

5) Menghilangkan nyawa orang lain

c. Contoh kasus pelanggaran HAM di Indonesia :

1). Kasus Pembunuhan Munir


Munir Said Thalib bukan sembarang orang, dia adalah aktifis HAM yang pernah
menangani kasus-kasus pelanggaran HAM. Munir lahir di Malang, 8 Desember
1965. Munir pernah menangani kasus pelanggaran HAM di Indonesia seperti kasus
pembunuhan Marsinah, kasus Timor-Timur dan masih banyak lagi. Munir meninggal
pada tanggal 7 September 2004 di dalam pesawat Garuda Indonesia ketika ia sedang
melakukan perjalanan menuju Amsterdam, Belanda. Spekulasi mulai bermunculan,
banyak berita yang mengabarkan bahwa Munir meninggal di pesawat karena
dibunuh, serangan jantung bahkan diracuni. Namun, sebagian orang percaya bahwa

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 2


Munir meninggal karena diracuni dengan Arsenikum di makanan atau minumannya
saat di dalam pesawat.

2). Pembunuhan Aktivis Buruh Wanita, Marsinah


Marsinah merupakan salah SATU buruh yang bekerja di PT. Catur Putra Surya
(CPS) yang terletak di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Masalah muncul ketika
Marsinah bersama dengan teman-teman sesama buruh dari PT. CPS menggelar unjuk
rasa, mereka menuntut untuk menaikkan upah buruh pada tanggal 3 dan 4 Mei 1993.
Dia aktif dalam aksi unjuk rasa buruh. Masalah memuncak ketika Marsinah
menghilang dan tidak diketahui oleh rekannya, dan sampai akhirnya pada tanggal 8
Mei 1993 Marsinah ditemukan meninggal dunia.

3). Penculikan Aktivis 1997/1998


Salah SATU kasus pelanggaran HAM di Indonesia yaitu kasus penculikan aktivis
1997/1998. Kasus penculikan dan penghilangan secara paksa para aktivis pro-
demokrasi, sekitar 23 aktivis pro-demokrasi diculik.

4). Penembakan Mahasiswa Trisakti


Kasus penembakan mahasiswa Trisakti merupakan salah SATU kasus penembakan
kepada para mahasiswa Trisakti yang sedang berdemonstrasi oleh para anggota polisi
dan militer.

5). Pembantaian Santa Cruz/Insiden Dili


Kasus ini masuk dalam catatan kasus pelanggaran HAM di Indonesia, yaitu
pembantaian yang dilakukan oleh militer atau anggota TNI dengan menembak warga
sipil di Pemakaman Santa Cruz, Dili, Timor-Timur pada tanggal 12 November 1991.

6). Peristiwa Tanjung Priok


Kasus ini murni pelanggaran HAM. Bermula ketika warga sekitar Tanjung Priok,
Jakarta Utara melakukan demonstrasi beserta kerusuhan yang mengakibatkan
bentrok antara warga dengan kepolisian dan anggota TNI yang mengakibatkan
sebagian warga tewas dan luka-luka.

7). Pembantaian Rawagede


Peristiwa ini merupakan pelanggaran HAM berupa penembakan beserta
pembunuhan terhadap penduduk kampung Rawagede (sekarang Desa Balongsari,
Rawamerta, Karawang, Jawa Barat) oleh tentara Belanda pada tanggal 9 Desember
1947 diringi dengan dilakukannya Agresi Militer Belanda I. Puluhan warga sipil
terbunuh oleh tentara Belanda yang kebanyakan dibunuh tanpa alasan yang jelas.
http://pknonline76.blogspot.com/2013/08/contoh-kasus-pelanggaran-ham-dan-
upaya.html

d. Contoh kasus pelanggaran HAM di Luar Negeri :

1) Tahun 1979 di Uni Soviet

Negara Uni Soviet yang sekarang telah pecah menjadi negara Rusia, telah melakukan
penyerangan yang berkepanjangan di negara Afganistan yang berlangsung sejak tahun 1979
1990 an. Sejumlah pasukan perang sebanyak 85 ribu tentara di datangkan langsung dari

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 3


Uni Soviet untuk bertempur di Afganistan. Hal ini membuat banyak korban jiwa yang
berjatuhan di Afganistan, baik korban militer maupun warga sipil

2) Tahun 1992 1995 di Serbia dan Bosnia

Pada periode tahun 1992 1995 terjadi perang sipil di negara Bonia yang dipimpin oleh
Radofan Karadzic. Dalam perang di Bosnia tersebut terjadi pembunuhan massal yang
dilakukan terhadap 8000 warga muslim Bosnia di Srebenica. Srebenica adalah daerah
kantong bagi penduduk penduduk Muslim yang tinggal di Bosnia. Dalam perang tersebut
Radofan Karadzic bertekad untuk melakukan pembersihan etnis kepada warga non Serbia.
http://zakipedia.blogspot.com/2013/02/inilah-kasus-kasus-pelanggaran-ham.html

e. Peran pemerintah dan masyarakat dalam upaya perlindungan HAM

f. Tantangan dan hambatan dalam menegakan HAM di Indonesia


g. Tokoh-tokoh yang berjasa dalam penegakan HAM di Indonesia antara lain
1. Munir Said Thalib S.H ( lebih sering disebut Munir ) Aktifis HAM lahir di malang 8
Desember 1965 Meninggal di Jakarta dalam Pesawat jurusan ke Amsterdam 7 September
2004 Akibat diracun . Jabatan terakhir sebagai Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau
HAM .
2. Baharudin Lopa S.H mantan Menteri Hukum dan HAM RI ke 22 tahun 2 Jui
2001 s.d 20 Juli 2001 pada masa Presiden Abdulrahman Wahid .
2. Konsep
a. Menurut Kuncoro Purbo Pranoto, Hak asasi manusia adalah hak yang bersifat asasi
artinya hak hak yang dimiliki manusia menurut kodratnya yang tidak dapat
dipisahkan dari hakikatnya sehingga bersifat suci.
b. Menurut John Locke, Hak asasi manusia yang dibawa sejak lahir yang secara kodrati
melekat pada setiap manusia dan tidak dapat diganggu gugat.
c. Menurut Darji Darmo Diharjo, Hak asasi manusia adalah dasar atau hak-hak pokok
yang dibawa manusia sejak lahir sebagian adalah anugerah Tuhan yang Maha Esa.
Hak hak asasi itu menjadi dasar dari hak dan kewajiaban-kewajiban yang lain.
3. Prinsip
a. Nilai nilai HAM yang terkandung dalam Pancasila
b. Undang undang dasar 1945 bab XA tentang Hak Asasi Manusia pasal 28A 28J
c. Undang undang nomor 39 tahun 1999 tentang HAM
d. Kepres nomor 181 tahun 1998 tentang komisi nasional anti kekerasan terhadap
perempuan.
e. Kepres nomor 36 tahun 1990 tentang konvensi hak-hak anak.
f. Piagam PBB 1995
g. Deklarasi universal HAM 1948
h. Instrumen HAM nasional
4. Prosedur
Proses pengadilan bagi pelanggar HAM
C. Pendekatan dan Metode Pembelajaran
Pendekatan saintifik dengan metode Studi Kepustakaan, Diskusi kelompok, Tanya jawab,
Resitasi/penugasan dan presentasi kelompok

D. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran Media :


1. Media:

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 4


Film Motivasi, Power Point, Foto terkait dengan kasus Pelanggaran HAM dan perlindungan
HAM.
2. Alat :
LCD, sound sistem, papan tulis, spidol, kertas HVS
3. Sumber belajar:
a. Suparmin dkk, 2013, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan SMA/MA kelas X,
Mediatama
b. Sekretaris Jendral MPR RI tahun 2013 Undang Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahhun 1945
c. Bambang Tri Purwanto. 2013 Membangun wawasan kewarganegaraan SMA kelas X.
Platinum.
d. Heri Herdiawanto & Jumanta. 2010 Cerdas, Kritis dan Aktif Berwarganegara, Erlangga.
e. Retno Listyarti. 2011. Pendidikan Kewarganegaraan SMA dan SMK kelas X. Esis
f. http://zakipedia.blogspot.com/2013/02/inilah-kasus-kasus-pelanggaran-ham.html
g. http://pknonline76.blogspot.com/2013/08/contoh-kasus-pelanggaran-ham-dan-
upaya.html
D.Langkah langkah kegiatan pembelajaran
Pertemuan Pertama
1. Pendahuluan (10 menit)
a. Menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran
(berdoa, mengecek kehadiran siswa).
b. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang sudah dipelajari dan terkait
dengan materi yang akan dipelajari (diberi contoh 2 pertanyaan).
c. Mengantarkan perserta didik kepada suatu permasalahan/tugas yang akan dilakukan
untuk mempelajari suatu materi dan menjelaskan tujuan pembelajaran/KD yang akan
dicapai.
d. Menyampaikan garis besar materi dan penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan
peserta didik untuk menyelesaikan masalah atau tugas. (guru menyampaikan pokok-
pokok materi yaitu tentang hak asasi manusia
2. Kegiatan Inti
Waktu
No Langkah
Kegiatan Belajar (menit
. Pembelajaran
)
1 Mengamati - Guru menginstruksikan pada siswa untuk: 10
a. Melihat tayangan LCD terkait HAM
b. Membaca buku teks tentang pengertian
HAM dan instrumen HAM
c. Membaca UUD 1945 pasal 28 A sampai
28 J tentang HAM
- Guru melakukan penilaian proses
2 Menanya - Guru memberi instruksi pada siswa untuk 10
membuat pertanyaan tentang apa yang
belum dipahami dari apa yang diamati/dari
apa yang dibaca atau untuk mendapatkan
informasi tambahan tentang apa yang
diamati/ dibaca terkait dengan:
a. Tentang pengertian HAM dan instrumen
HAM
b. Isi yang terkandung dalam UUD 1945

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 5


Waktu
No Langkah
Kegiatan Belajar (menit
. Pembelajaran
)
pasal 28 A sampai 28 J tentang HAM
3 Mengumpulkan - Guru menginstruksikan pada siswa untuk 15
informasi membaca berbagai buku sumber selain buku
teks/paket dan UUD 1945 yang terkait
dengan pengertian HAM dan jeni-jenis
HAM .
- Guru melakukan penilaian proses dengan
menggunakan instrumen penilaian sikap
siswa yang sudah disiapkan.
4 Mengasosiasikan/ - Guru meninstruksikan pada siswa untuk 15
Mengolah melakukan diskusi kelompok
membicarakan/menganalisis temuan
Informasi
temuan/informasi yang telah dikumpulkan
dari berbagai buku sumber sehingga
mencapai tingkat pemahaman yang lebih
sempurna terkait dengan :
a. Pengertian HAM dari para ahli dan
piagam HAM
b. Mengelompokkan jenis-jenis HAM yang
terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945
pasal 28 A sampai pasal 28 J
- Guru memotivasi siswa yang pasif,
membantu siswa/kelompok yang mengalami
kesulitan .
- Guru melakukan penilaian proses diskusi
dengan menggunakan instrumen penilaian
diskusi yang telah disiapkan.
5 Mengomunikasi- - Guru memberi kesempatan pada Perwakilan 15
kan hasil siswa/kelompok secara bergantian untuk
mempresentasikan hasil kerjanya didepan
siswa yang lain dikelas dan dilanjutkan
dengan tanya jawab audience dengan
kelompok penyaji
- Guru melakukan penilaian dengan
menggunakan instrumen penilaian
presentasi dan penilaian keaktifan audience.
- Guru memberikan penguatan pada hal hal
yang dianggap penting dari pertanyaan
maupun tanggapan siswa

3. Penutup (15 menit)


a. Guru bersama-sama dengan peserta didik dan / atau sendiri membuat rangkuman /
simpulan pelajaran.
b. Melakukan penilaian dan / atau refleksi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan
secara konsisten dan terprogram (akan lebih baik jika menggunakan Learning Log).
c. Memberikan umpan balik terhadap hasil pembelajaran.

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 6


d. Merencanakan kegiatan tindak lanjut remidi, pengayaan, layanan konseling dan atau
memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai hasil belajar peserta
didik.
e. Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
Pertemuan Kedua
1. Pendahuluan (10 menit)
a. Menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran
(berdoa, mengecek kehadiran siswa).
b. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang sudah dipelajari dan terkait
dengan materi yang akan dipelajari (diberi contoh 2 pertanyaan).
c. Mengantarkan perserta didik kepada suatu permasalahan/tugas yang akan dilakukan
untuk mempelajari suatu materi dan menjelaskan tujuan pembelajaran/KD yang akan
dicapai. (guru melakukan tanya jawab terkait tugas yang diberikan pada minggu
sebelumnya tentang kasus-kasus Pelanggaran HAM, menyampaikan tujuan
pembelajaran dan KD)
d. Menyampaikan garis besar materi dan penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan
peserta didik untuk menyelesaikan masalah atau tugas. (guru menyampaikan pokok-
pokok materi yang terkait kasus pelanggaran HAM )

2. Kegiatan Inti
Waktu
No Langkah
Kegiatan Belajar (menit
. Pembelajaran
)
1 Mengamati - Guru menginstruksikan pada siswa untuk 10
mendengarkan dan menyimak informasi guru
dan tayangan film di LCD berbagai kasus
pelanggaran HAM di Indonesia maupun di
luar negeri.
- Guru menginstruksikan untuk membaca buku
teks yang terkait dengan kasus pelanggaran
HAM.
2 Menanya - Guru memberi instruksi pada siswa untuk 10
membuat pertanyaan tentang apa yang belum
dipahami dari informasi guru dan tayangan
film atau ;
- Siswa membuat pertanyaan untuk
mendapatkan informasi tambahan tentang apa
yang diamati dari informasi guru dan menulis
pertanyaan pada buku tugas masing masing
3 Mengumpulkan - Guru menginstruksikan pada siswa untuk 15
informasi menggali informasi dari berbagai buku
sumber lain, internet yang terkait dengan
Kasus kasus pelanggaran HAM baik di
dalam maupun di luar negeri.
- Guru melakukan penilaian sikap siswa
dengan menggunakan instrumen penilaian
sikap siswa tehadap pelajaran yang sudah
disiapkan.
4 Mengolah - Guru menginstruksikan pada siswa untuk 15

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 7


Waktu
No Langkah
Kegiatan Belajar (menit
. Pembelajaran
)
informasi melakukan aktivitas diskusi kelompok
membahas informasi yang diperoleh/
dikumpulkan dari berbagai buku sumber lain
dan membuat kesimpulan yang mencakup
(latar belakang, pelaku, dampak, solusi)
- Guru melakukan penilaian kinerja siswa
dengan menggunakan instrumen penilaian
diskusi yang telah disiapkan
5 Mengomunikasika - Siswa secara bergantian mempresentasikan 15
n hasil diskusinya dihadapan kelompok lainnya
di kelas dan dilanjutkan dengan tanya jawab
dari audien kepada kelompok penyaji
- Guru melakukan penilaian dengan
menggunakan instrumen penilaian presentasi
dan keaktifan siswa(audience)
- Guru memberikan penguatan pada hal hal
yang dianggap penting dari pertanyaan
maupun tanggapan siswa

3. Penutup (15 menit)


a. Guru bersama-sama dengan peserta didik dan / atau sendiri membuat rangkuman /
simpulan pelajaran.
b. Melakukan penilaian dan / atau refleksi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan.
c. Memberikan umpan balik terhadap hasil pembelajaran.
d. Merencanakan kegiatan tindak lanjut remidi, pengayaan, layanan konseling dan/ atau
memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai hasil belajar peserta
didik.
e. Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

Pertemuan Ketiga
1. Pendahuluan (10 menit)
a. Menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran
(berdoa, mengecek kehadiran siswa).
b. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang sudah dipelajari dan terkait
dengan materi yang akan dipelajari (diberi contoh 2 pertanyaan).
c. Mengantarkan perserta didik kepada suatu permasalahan/tugas yang akan dilakukan
untuk mempelajari suatu materi dan menjelaskan tujuan pembelajaran/KD yang akan
dicapai. (guru melakukan tanya jawab terkait tugas yang diberikan pada minggu tentang
contoh upaya pemerintah dan masyarakat dalam perlindungan HAM, tantangan dan
hambatan dalam penegakan HAM)
d. Menyampaikan garis besar materi dan penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan
peserta didik untuk menyelesaikan masalah atau tugas. (guru menyampaikan pokok-
pokok materi yaitu upaya pemerintah dan masyarakat dalam perlindungan HAM,
tantangan dan hambatan dalam penegakan HAM)

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 8


2. Kegiatan Inti
Waktu
No Langkah
Kegiatan Belajar (menit
. Pembelajaran
)
1 Mengamati - Guru menginstruksikan pada siswa membaca 10
kembali materi yang sudah menjadi tugas PR
tentang :
a. perkembangan kasus perlindungan HAM
di Indonnesia
b. informasi dari bebagai sumber berkaitan
dengan upaya penegakan HAM di
Indonesia dan berbagai tantangan yang
dihadapinya
c. tangtangan dan hambatan dalam
menegakan HAM di Indonesia
2 Menanya - Guru menginstruksikan pada siswa agar 10
membuat pertanyaan di buku tugas masing
masing tentang informasi yang belum
dipahami atau
- Siswa membuat pertanyaan utuk
mendapatkan informasi tambahan tentang
peristiwa/masalah yang diamati
3 Mengumpulkan - Guru meninstruksikan pada siswa melakukan 15
informasi diskusi kelompok untuk menganalisis
tentang :
a. perkembangan kasus perlindungan HAM
di Indonnesia
b. tangtangan dan hambatan dalam
menegakan HAM di Indonesia
- guru melakukan penilaian kerja siswa dengan
menggunakan instrumen penilaian yang telah
disiapkan
4 Mengolah Infomasi - guru meninstruksikan pada siswa untuk 15
melakukan diskusi kelompok mengolah dan
menganalisis berbagai informasi upaya
penegakan HAM yang telah dikumpulkan
oleh masing masing anggota kelompoknya
- siswa mendiskusikan perkembanga kasus
pelanggaran HAM di Indonesia
- Siswa mendiskusikan tantangan dan
hambatan serta jasa dari tokoh-tokoh dan
lembaga yang bergerak dalam menegakkan
HAM di Indonesia
- Guru melakukan penilaian kinerja siswa
dengan menggunakan instrumen penilaian
yang sudah dipersiapkan
5 Mengomunikasika - Guru menginstruksikan Perwakilan kelompok 15
n hasil mempresentasikan hasil temuannya
dihadapan kelompok lainnya di kelas dan
melakukan tanya jawab dengan audience
- Guru memfasilitasi dan melakukan penilaian
RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 9
Waktu
No Langkah
Kegiatan Belajar (menit
. Pembelajaran
)
dengan menggunakan instrumen penilaian
presentasi dan keaktifan siswa
- Guru memberi penguatan pada hal-hal yang
dianggap penting dari pertanyaan dan
tanggapan siswa

3. Penutup (15 menit)


a. Guru bersama-sama dengan peserta didik dan / atau sendiri membuat rangkuman /
simpulan pelajaran.
b. Melakukan penilaian dan / atau refleksi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan
secara konsisten dan terprogram (akan lebih baik jika menggunakan Learning Log).
c. Memberikan umpan balik terhadap hasil pembelajaran.
d. Merencanakan kegiatan tindak lanjut remidi, pengayaan, layanan konseling dan/ atau
memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai hasil belajar peserta
didik.
e. Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
E. Penilaian
1. Jenis : tes dan non tes
2. Teknik dan bentuk penilaian :
1) Penilaian kompetensi sikap meliputi sikap terhadap materi pelajaran, guru pengajar,
proses pembelajaran, dan nilai atau norma yang berhubungan dengan materi hak dan
kewajiban warga negara dengan teknik observasi, penilaian diri, penilaian teman
sejawat, dan jurnal (instrument terlampir).
2) Penilaian kompetensi pengetahuan tes tulis dalam bentuk soal uraian (instrument
terlampir)
3) Penilaian kompetensi keterampilan:
Penilaian presentasi dengan menggunakan instrumen presentasi dalam bentuk daftar cek
atau skala penilaian yang dilengkapi rubrik

MALANG , 1 JULI 2017


Mengetahui
KepalaSMA Negeri 5 Malang Guru Mata PPKn

ANIS ISROFIN.,M.Pd Drs.Effendi Harsono


NIP.19630917 198702 2 001 NIP.-.

Catatan Kepala Sekolah


................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................
.........................................................................................................................

LAMPIRAN: 01.
RINGKASAN MATERI HAM

1. Pengertian dan sejarah HAM


RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 10
a. Hak adalah kewenangan untuk bertindak.
b. Hak asasi manusia adalah hak pokok/hak dasar yang dibawa sejak ia lahir
c. Hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada diri manusia itu
sendiri ,ia harus di hormti,dijunjung tinggi dan harus dilindungi oleh negara ,hukum
dan pemerintahan serta oleh setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat
dan martabat manusia itu sendiri
d. Hak asasi manusia adalah hak yang bersifat asasi artinya hak hak yang dimiliki
manusia menurut kodratnya yang tidak dapat dipisahkan dari hakekatnya
e. Hak asasi manusia bersifat suci karena ia merupakan hak dasar yang dimiliki setiap
manusia sebagai anugerah Tuhan YME
f. Hak asasi manusia adalah sejumlah hak yang melekat dan berakar pada tabiat setiap
pribadi manusia dan tidak bisa dicabut/dipisahkan oleh siapapun , dimanapun dan
kapanpun manusia itu berada
g. Hak asasi manusia adalah hak hak pokok yang bersifat universal
h. Pengertian hak asasi manusia tidaklah bersifat statis melinkan dinamis,artinya
hakasasi manusia yang semulahanya merupakan kepedulian akan perlindungan
individu dalam menghadapi absolutisme negara,berkembang menjadi hak hak
penciptaan kondisi sosial,ekonomi politik dan budaya yang diperhitungkan sehingga
memungkinkan individu mengembangkan dirinya menjadi pribadi manusia yang
multidimensional
Sejarah HAM
Sejarah perjuangan kelahiran HAM dimulai di Inggris sebagai perlawanan terhadap raja
yang berkuasa secara mutlak,selanjutnya dilakukan oleh Prancis,Amerika kemudian
indinesia
Bukti bukti sejarah perjuangannya itu al
a. kaum bangsawan berhasil memaksa raja John untuk
- menerbitkan Magna Charta( larangan penghukuman,penahanan dan perampasan
benda dengan sewenang wenang) th1215
- Menerbitkan Habeas corpus act( orang yang ditahan harus dihadapkan pada hakim
dalam waktu 3 hari dan diberitahu atas tuduhan apa ia ditahan) th1679
- Menerbitkan Bill of Rights ( akta deklarasi hak dan kebebasan kawula dan tatacara
suksesi raja) akta ini merupakan konstitusi modern pertam di dunia. Yang isinya
menegaskan raja tunduk kepada parlemen,tidak dapat memungut pajak
apapun,memiliki pasukan pada masa damai tanpa persetujuan parlemen dan harus
mengakui hak hak parlemen. Undang undang ini masih diskriminatif karena hanya
mengkui hak kaum bangsawan itupun hanya laki laki.th 1689
b. Prancis : terbitnya piagan Declaration dess droiet d ll home et du citoyen
c. Amerika serikat : Declaration of independence

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 11


d. Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia

2. Pengertian hak asasi manusia menurut Pasal 1 butir 1 UU No. 39 tahun 1999 tentang HAM
dan pasal 1 UU No. 26 tahun 2000 tentang pengadilan HAM adalah seperangkat hak yang
melekat pada hakikat keberadaraan manusia sebagai makhluk Tuhan yang Maha Esa dan
merupakan anugerah-Nya yang wajib di hormati, dijunjung tinggi oleh Negara, hukum,
pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat
manusia.
3. Macam-macam Hak Asasi Manusia
Secara umum :
a. Hak asasi manusia yang berkenaan dengan kehidupan social dan politik.
b. Hak asasi manusia yang berkenaan dengan kehidupan dibidang ekonomi, social dan
budaya.

Menurut Frans Magnis Suseno :


1. Hak-hak asasi yang bersifat negatif atau liberal ;hak ini pada dasarnya menuntut agar
kemandirian setiap orang atas dirinya sendiri dihormati oleh pihak lain.
2. Hak asasi aktif atau demokratis ; setiap orang memiliki hak untuk turut serta
menentukan arah perkembangan masyarakat tempat ia hidup.
3. Hak asasi positif ; didasarkan pada pandangan tentang tugas dan kewajiban negara.
4. Hak asasi social ; merupakan hak warga negara untuk memperoleh keadilan dibidang
ekonomi dan budaya.
Pandangan mengenai macam macam HAM sangatlah beragam.perbedaan ini
sangatla dipengaruhi oleh latar belakang /kondisi negara asal para filsuf dan pakar HAN
dan kondisi perkbangan zaman
John Locke,Aristoteles, Montesquieu dan JJ Rousseau menyimpulkan bahwa hak hak asasi
manusia mencakup hak kemerdekaan atas diri sendiri, hak kemerdekaan beragama, hak
kemerdekaan berkumpul, hak menyatakan kebebasn warga negara dari pemenjaraan
sewenang wenang( bebas dari rasa takut,hak kemerdekaan pikiran dan pers
Menurut Briefly,pada dasarnya hak asasi manusia dapat dibagi atas hak mempertahankan
diri(self preservation), hak kemerdekaan( independence), hak persamaan
pendapat(equality),hak untuk dihargai( respect)dan hak bergaul sesama manusia(intercourse)
Dari kumpulan pendapat tersebut ,dapat disimpulkan bahwa macam macam hak asasi
manusia al:
- hak asasi pribadi( personal rights )
- hak asasi ekonomi( property rights )
- hak asasi politik ( political right )
- hak asasi bidang hukum (Riggts of legal equality)

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 12


- hak asasi sosial dan kebudayaan)hak hak asasi dalan tatacaraperadilan dan perlindungan
hukum( procedural right)
4. Pelaksanaan HAM di indonesia
5. Upaya pemerintah dalam menegakan HAM di indonesia
6. Instrumen atau dasar hukum yang mengatur pelaksanaan HAM di indonesia(UUD dan
peraturan perundangan lainnya
7. Peran masyarakat dalam menegakan HAM di indonesia
peran serta dalam penegakan HAM di Indonesia
o Proses pemajuan, penghormatan, dan penegakan HAM
Bagimana cara menumbuhkan sikap hormat menghormati dan menegakkan HAM di
indonesia? Memang bukan pekerjaan yang mudah. Namun ini bukan tidak mungkin
dilakukan. Adanya berbagai peraturan tertulis tentang HAM di Indoneia sudah
menunjukkan kemauan untuk menegakkan HAM di Iindonesia.
Upaya pemerintah untuk menegakkan HAM Indonesia dapat berupa peraturan
perundang undangan dan lembaga lembaga yang berperan dalam perlindungan dan
penegakan HAM. Peraturan dan lembaga itu disebut Instrumen HAM. Sebagian besar
peraturan HAM di Indonesia dihasilkan dimasa reformasi.
Peraturan perundang undangan serta kovenan Internasional sudah banyak diratifikasi oleh
Indonesia. Upaya penegakan HAM akan berhasil jika putusan pengadilan tidak memihak
dan merdeka dalam memperjuangkan penegakan ham di Indonesia.
Dibanding dengan masa berlakunya , pada masa reformasi, perkembangan HAM di
Indonesia memiliki landasan oerasional yang lebih jelas. Sebenarnya istilah hak dasar /
hak asasi manusia sudah banyak tercantum dalam peraturan perundang undangan di
Indonesia, seperti dalam UUD 1945, Konstitusi RIS 1949, UUDS 1950 dan Tap MPRS
no XIV/ MPRS/1966. Walaupun begitu, Ketetapan MPR tentang HAM baru dihasilkan
pada masa reformasi, misalnya dalam Tap no XVII/MPR/1998
Sebagai upaya untuk tetap menegakkan hak hak asasi manusia di Indonesia, melalui
Keputusan Presiden No 50 th 1993 pemerintah membentuk lembaga independen Komisi
Nasional Hak A sasi Manusia di Indonesia( Komna HAM) yang bekedudukan di Jakarta
Komnas HAM hanya berfungsi sebagai penyelidik dengan mengumpulkan berbagai data
dan fakta dari kasus yang diduga melanggar HAM. Hasil penyelidikan diserahkan kepada
pihak kejaksaan. Selanjutnya proses hukuman diserahkan kepada pengadilan
Penegakan HAM secara yuridis formal diperkuat dengan dikeluarkannya UU no 39
th 1999 tentang pelaksanaan HAM di Indonesia,UU no 26 th 2000 tentang pengadilan
HAM, Tap MPR ni XVII/MPR/1998 memuat tentang piagam HAM yang mencakup hak
untuk hip, hak untuk berkeluarga dan melanjutkan keturunan, hak untuk mengembangkan
diri, hak atas keadiln, hak kemerdekaan ,hak atas kebebasan informasi,hak atas
keamanan, hak kesejahteraan hak atas perlindungan dan pemajuan oleh pemerintah

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 13


Meskipun dari sisi perangkat perundang undangan sudah menunjukkan kemajuan yang
positif,namun penegakan HAM dan keadilan masih jauh dari harapan. Banyak
pelanggaran HAM yang terjadi tidak diselesaikan secara adil atau memenuhi keadilan
masyara
o Pelanggaran HAM dan penanganan kasus pelanggaran HAM
Dalam usaha penegakan HAM di sebuah negara, khususnya di Indonesia,partisipasi
masyarakat dan pemerintah sangat dibutuhkan. Pihak masyarakat yang dapat dan berhak
berpartisipasidalam usaha perlindungan,pemajuan dan penegakan HAM meliputi individu,
kelompok, organisasi polotik,organisasi masyarakat,Lembaga swadaya masyarakat atau
lembaga kemasyarakatan lainnya.
Pelanggaran HAM dapat terjadi kapan dan di mana saja. Setiap individu berhak
ikut berpartisipasi dalam usaha penegakan HAM apabila ia mendapat perlakuan atau
melihat tindakan yang melanggar HAM. Bentuk partisipasi yang dapat dilakukan adalah
melaporkan apabila terjadi pelanggaran HAM kepada Komnas HAM atau lembaga
lainnya.seiring dengan perkembangan masyarakat dewasa ini,perubahan yang terjadi
ditengah masyarakat juga semakin pesat dan dinamis sehingga sangatlah sulit bagi
pemerintah untuk mengamati kebutuhan hak asasi masyarakat setiap waktu.untuk
menghadapi kendala tersebut,masyarakat dapat membantu dengan melakukan
penelitian,pendidikan, dan penyebarluasan informasi mengenai HAM baik dilakukan
secara sendiri sendiri maupun bekerjasama dengan Komnas HAM. Upaya penegakan
HAM umumnya dilakukan dengan dua pendekatan sekaligus yaitu pencegahan dan
penindakan.
Pencegahan adalah upaya untuk menciptakan kondisi yang semakin kondusif
Bagi penghormatan HAM. Upaya ini dilakukan melalui berbagai cara persuasif misalnya:
1. penciptaan perundang undangan HAM yang semakin lengkap,termasuk didalamnya
ratifikasi berbagai instrumen HAM internasional
2. penciptaan lembaga lembag pemantau dan pengawas pelaksanaan HAM
3. penciptaan perundang undangan dan pembentukan lembaga peradilan HAM
4. pelaksanaan pendidikan HAM pada masyarakat
5. menugaskan kepada lembaga tinggi negara dan aparatur pemerintahan untuk
menghormati, menegakkan dan menyebarluaskan pemahaman tentang HAM
sepanjang tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945
Penindakan dilakukan melalui berbagai upaya sbb:
1. pelayanan,konsultasi, pendampingan,dan advokasi bagi masyarakat yang menghadapi
kasus HAM memiliki peran penting.
2. penerimaan pengaduan dari korban pelanggaran HAM . dalam hal ini Komnas HAM,
Lembaga lembaga Bantuan Hukum, dan LSM HAM memiliki peran penting.

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 14


3. investigasi, yaitu pencarian data,informasi dan fakta yang berkaitan dengan peristiwa
dalam masyarakat yang patut diduga merupakan pelanggaran HAM .( ini tugas
Komnas HAM,tapi bisa juga dilakukan oleh LSM HAM dan media massa secara
independen)
4. penyelesaian perkara melalui perdamaian, negosiasi, mediasi dan konsiliasi dan
penilaian ahli( ini tugas dan wewenang Komnas HAM)
5. penyelesaian perkara HAM berat melalui proses peradilan di pengadilan HAM.

o Contoh perilaku yang harus diwujudkan sebagai upaya pemajuan, penghormatan, dan
penegakan HAM di Indonesia
3. Instrumen soal :
a. Buatlah resume dari berbagai buku sumber yang tersedia di perpustakaan sekolah
tentang HAM
b. Apakah yang anda ketahui tentang HAM ?
c. Sebutkan contoh contoh hak asasi pribadi !
d. Mengapa hak asasi manusia tidak dapat dipindahkan pada orang lain ?
e. Tunjukkan dasar hukum bahwa negara Indonesia telah mengakui dan melindungi hak
asasi manusia ?
f. Mengapa HAM harus diperjuangkan ?
g. Coba kalian cari kasus kasus HAM yang terjadi dalam masyarakat saat ini dan
analisislah !
h. Bagaimana sikap anda jika didaerah/ disekeliling anda terjadi pelanggaran berat
terhadap hak asasi manusia ?
Lampiran 02 Penilaian Pengetahuan
SOAL URAIAN :

1. Jelaskan pengertian hak asasi manusia!


2. Sebutkan macam-macam HAM secara umum!
3. Jelaskan latar belakang dan tujuan perjuangan HAM di Perancis ?
4. Sebutkan The Four Freedoms of Rossevelt !
5. Mengapa hak asasi manusia perlu diatur dalam Kontitusi ?

JAWAB :
1. Hak asasi manusia dalam arti umum adalah hak-hak dasar yang dimilki setiap pribadi manusia
sebagai anugerah Tuhan yang tidak dapat diganggu gugat karena telah dibawa sejak lahir dan
atau sejak dalam kandungan.
2. Macam-macam Hak Asasi Manusia Secara umum :
a. Hak Asasi Pribadi (Personal Rights)
Hak asasi pribadi, yaitu hak kemerdekaan memeluk agama, beribadat menurut agama
masing-masing, menyatakan pendapat dan kebebasan berorganisasi atau berserikat.
b. Hak Asasi Ekonomi atau Hak Milik (Economi Rights)
Hak asasi ekonomi atau hak milik, yaitu hak kebebasan memiliki sesuatu, hak membeli

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 15


dan menjual sesuatu, serta hak mengadakan suatu perjanjian atau kontrak.
c. Hak Asasi Persamaan Hukum (Rigths of Legal Equality)
Hak asasi persamaan hukum, yaitu hak memperoleh perlakuan yang sama dalam keadilan
hukum dan pemerintahan.
d. Hak Asasi Politik (Political Rights)
Hak asasi politik, yaitu hak diakui dalam kedudukan sebagai warga negara yang sederajat.
Oleh karena itu, setiap warga negara wajar mendapat hak keikutsertaan dalam pemerintahan,
seperti hak memilih dan dipilih, mendirikan partai politik atau organisasi serta hak
mengajukan petisi dan kritik atau saran.
e. Hak Asasi Sosial dan Kebudayaan (Social and Cultur Rights)
Hak asasi sosial dan kebudayaan, yaitu kebebasan hak untuk memperoleh pendidikan dan
pengajaran atau hak memilih pendidikan dan hak mengembangkan kebudayaan yang
disukai.
f. Hak Asasi Perlakuan Tata Cara Peradilan dan Perlindungan Hukum (Procedural Rights)Hak
asasi perlakuan tata cara peradilan dan perlindungan hukum, yaitu hak mendapat perlakuan
yang wajar dan adil dalam penggeledahan (razia, penangkapan, peradilan dan pembelaan
hukum).
3.Revolusi Prancis adalah bentuk perlawanan rakyat Prancis kepadarajanya sendiri
(Louis XVI) yang telah bertindak sewenang-wenang danabsolut. Declaration des droits
de Ihomme et du citoyen (PernyataanHak-Hak Manusia dan Warga Negara) dihasilkan
oleh Revolusi Prancis.Pernyataan ini memuat tiga hal: hak atas kebebasan (liberty),
kesamaan(egality), dan persaudaraan (fraterniteHak asasi pribadi yaitu hak
kemerdekaan untuk memeluk agama, beribadat menurut agamanya, menyatakan
pendapat dan kebebasan berserikat.
4.Keempat macam kebebasan menurut F D Roosevelt meliputi:
a. kebebasan untuk beragama (freedom of religion),
b. kebebasan untuk berbicara dan berpendapat (freedom of speech),
c. kebebasan dari kemelaratan (freedom from want), dan
d. kebebasan dari ketakutan (freedom from fear).
5.Pengaturan hak asasi manusia oleh hukum/dalam UUD bertujuan untuk :
a. Melindungi dan menjamin terwujudnya hak asasi warga Negara.
b. Tidak adanya perbuatan yang saling melecehkan, diskriminasi dan menciptakan kehidupan
yang seimbang
c. Mencegah terjadinya absolutism dan tindakan sewenang-wenangan penguasa.

Pedoman penskoran :
Soal no 1 = 3 , Soal No 2 = 12 , Soal No 3 =3 Soal No. 4= 4 Soal No.5 = 3

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 16


Lampiran 03 Penilaian Sikap
Contoh instrument penilaian sikap
1. PENILAIAN SIKAP SISWA TERHADAP MATERI PEMBELAJARAN
ASPEK YANG
SKOR DESKRIPSI
DINILAI
Siswa selalu menunjukkan rasa ingin tahu dengan
4 dengan bertanya, dan mencari informasi dari berbagai
sumber.
Siswa menunjukkan rasa ingin tahu dengan dengan
3 bertanya, dan mencari informasi dari berbagai sumber.

RASA INGIN TAHU


Siswa cukup menunjukkan rasa ingin tahu dengan
2 dengan bertanya, dan mencari informasi dari berbagai
sumber.
Siswa kurang atau tidak menunjukkan rasa ingin tahu
1 dengan dengan bertanya, dan mencari informasi dari
berbagai sumber.
Siswa selalu menunjukkan rasa senang dengan wajah
4 ceria saat menerima materi pelajaran.

Siswa menunjukkan rasa senang dengan wajah ceria


3 saat menerima materi pelajaran.

SENANG
Siswa cukup menunjukkan rasa senang dengan wajah
2 cukup ceria saat menerima materi pelajaran.

Siswa kurang atau tidak menunjukkan rasa senang


1 dengan wajah tidak ceria saat menerima materi pelajaran.

Siswa sangat tertarik materi pelajaran dengan selalu


4 bertanya dan merespon pertanyaan guru

Siswa tertarik materi pelajaran dengan bertanya dan


3 merespon pertanyaan guru

KETERTARIKAN
Siswa cukup tertarik materi pelajaran dengan kadang-
2 kadang bertanya dan merespon pertanyaan guru

Siswa tidak tertarik materi pelajaran dan tidak bertanya


1 dan tidak merespon pertanyaan guru

NILAI AKHIR = JUMLAH NILAI X 100


12
KONVERSI NILAI
SKOR 0-100 KUALIFIKASI
3.66-4.00 80-100 SANGAT BAIK SB

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 17


2.66-3.33 65-79 BAIK B

1.66-2.33 40-64 CUKUP C

1.00-1.33 0-39 KURANG K

Lampiran 04 Penilaian Sikap


2. PENILAIAN SIKAP SISWA TERHADAP GURU PENGAJAR

ASPEK YANG DINILAI SKOR DESKRIPSI

Siswa selalu menghormati guru dan selalu


4 menunjukkan perilaku sangat santun terhadap guru
dan selalu mematuhi nasihat guru.
Siswa menghormati guru dan menunjukkan
3 perilaku santun terhadap guru dan mematuhi nasihat
guru.
MENGHORMATI
Siswa cukup menghormati guru dan menunjukkan
2 perilaku cukup santun terhadap guru dan cukup
mematuhi nasihat guru.
Siswa tidak menghormati guru dan tidak
1 menunjukkan perilaku santun terhadap guru dan
tidak mematuhi nasihat guru.
Siswa selalu menunjukkan sikap positif dan kasih
4 sayang kepada guru.

Siswa menunjukkan sikap positif dan kasih sayang


3 kepada guru.

PENUH PERHATIAN
Siswa cukup menunjukkan sikap positif dan kasih
2 sayang kepada guru.

Siswa kurang menunjukkan sikap positif dan kasih


1 sayang kepada guru.

Siswa selalu bertutur kata apa adanya, selalu dapat


4 dipercaya, selalu tulus dalam mengerjakan tugas dari
guru.
Siswa bertutur kata apa adanya, dapat dipercaya,
3 tulus dalam mengerjakan tugas dari guru.

KEJUJURAN
Siswa cukup dapat dipercaya, cukup tulus dalam
2 mengerjakan tugas dari guru.

Siswa selalu tidak dapat dipercaya, tidak tulus dalam


1 mengerjakan tugas dari guru.

NILAI AKHIR = JUMLAH NILAI X 100

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 18


12
KONVERSI NILAI

SKOR 0-100 KUALIFIKASI

3.66-4.00 80-100 SANGAT BAIK SB

2.66-3.33 65-79 BAIK B

1.66-2.33 40-64 CUKUP C

1.00-1.33 0-39 KURANG K


Lampiran 2 Penilaian Sikap
3. PENILAIAN SIKAP SISWA TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN

ASPEK YANG DINILAI SKOR DESKRIPSI

Siswa selalu proaktif dan selalu berkontribusi dalam


4 diskusi kelas, selalu memulai diskusi pada isu-isu yang
terkait dengan materi
Siswa proaktif dan berkontribusi dalam diskusi kelas,
3 memulai diskusi pada isu-isu yang terkait dengan materi
AKTIF
Siswa cukup proaktif dan cukup berkontribusi dalam
2 diskusi kelas, kadang-kadang diskusi pada isu-isu yang
terkait dengan materi
Siswa tidak proaktif dan tidak berkontribusi dalam
1 diskusi kelas, tidak pernah memulai diskusi pada isu-isu
yang terkait dengan materi
Siswa selalu memperhatikan, selalu memahami
4 instruksi, selalu konsentrasi pada tugasnya
Siswa memperhatikan, memahami instruksi, dan
3
FOKUS konsentrasi pada tugasnya
Siswa cukup memperhatikan, cukup memahami
2
instruksi, cukup konsentrasi pada tugasnya
Siswa tidak memperhatikan, tidak memahami
1
instruksi, tidak konsentrasi pada tugasnya
Siswa sangat antusias dengan materi yang diajarkan
4
dan selalu merespon pertanyaan dari guru.
Siswa antusias dengan materi yang diajarkan dan
3
merespon pertanyaan dari guru.
ANTUSIAS Siswa agak antusias dengan materi yang diajarkan
2
dan sedikit merespon pertanyaan dari guru
Siswa tidak antusias dengan materi yang diajarkan
1 dan jarang atau tidak pernah merespon pertanyaan dari
guru
NILAI AKHIR = JUMLAH NILAI X 100
12
KONVERSI NILAI

SKOR 0-100 KUALIFIKASI

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 19


3.66-4.00 80-100 SANGAT BAIK SB

2.66-3.33 65-79 BAIK B

1.66-2.33 40-64 CUKUP C

1.00-1.33 0-39 KURANG K

Lampiran 05 Penilaian Sikap


4. PENILAIAN SIKAP SISWA TERHADAP NORMA YANG BERKAITAN DENGAN
MATERI PEMBELAJARAN

ASPEK YANG
SKOR DESKRIPSI
DINILAI

Siswa selalu mengikuti arahan dan aturan. Siswa


4 sangat tidak perlu koreksi guru untuk mentaati aturan.

Siswa mengikuti arahan dan aturan. Siswa tidak perlu


3 koreksi guru untuk mentaati aturan.

KEPATUHAN
Siswa kadang-kadang mengikuti arahan dan aturan.
2 Siswa cukup perlu koreksi guru untuk mentaati aturan.

Siswa tidak pernah mengikuti arahan dan aturan.


1 Siswa sangat perlu koreksi guru untuk mentaati aturan.

Siswa selalu mendengarkan, berbagi, dan mendukung


4 orang lain, selalu berusaha membuat segala sesuatu
berjalan sebaik-baiknya.
Siswa s mendengarkan, berbagi, dan mendukung
3 orang lain,berusaha membuat segala sesuatu berjalan
sebaik-baiknya.
KEPEDULIAN
Siswa cukup mendengarkan, berbagi, dan mendukung
2 orang lain, cukup berusaha membuat segala sesuatu
berjalan sebaik-baiknya.
Siswa tidak pernah mendengarkan, berbagi, dan
1 mendukung orang lain, tidak pernah berusaha membuat
segala sesuatu berjalan sebaik-baiknya.
TANGGUNG JAWAB Siswa selalu mengerjakan tugas-tugas tepat waktu dan
4 hasilnya selalu maksimal.

Siswa selalu mengerjakan tugas-tugas tepat waktu dan


3 hasilnya selalu maksimal.

2 Siswa selalu mengerjakan tugas-tugas tepat waktu dan


hasilnya selalu maksimal.

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 20


Siswa selalu mengerjakan tugas-tugas tepat waktu dan
1 hasilnya selalu maksimal.

NILAI AKHIR = JUMLAH NILAI X 100


12
KONVERSI NILAI
SKOR 0-100 KUALIFIKASI
3.66-4.00 80-100 SANGAT BAIK SB

2.66-3.33 65-79 BAIK B

1.66-2.33 40-64 CUKUP C

1.00-1.33 0-39 KURANG K

Lampiran 06 Penilaian Sikap


RUBRIK PENILAIAN DIRI KOMPETENSI SPIRITUAL DAN SOSIAL
PESERTA DIDIK DALAM PROSES PEMBELAJARAN

TIDAK
SELAL JAR
SERING PERNA
NO PERNYATAAN U ANG
H
4 3 2 1
1 Saya berkontribusi terhadap brainstorming di
kelas dan menjawab pertanyaan.
2 Saya mendengarkan guru dan teman-teman
lain dalam rangka untuk belajar.
3 Saya berusaha mendapatkan pengetahuan
sebanyak mungkin pada setiap pembelajaran.
4 Saya bertanya dan menjawab dengan baik
dalam setiap pembelajaran.
5 Saya bertanya kepada guru dan teman-teman
sekelompok apakah setiap hal yang lakukan
sudah benar dan sesuai.
6 Saya bekerja dengan baik, bekerja sama dan
berbagi tugas secara adil dengan anggota
kelompok yang lain.
7 Saya menunjukkan sikap menghargai gagasan,
perasaan, dan kontribusi teman sekelas.
8 Saya berhati-hati dalam mengerjakan tugas
dan mendapatkan hasil yang baik dan benar.
9 Saya sopan dan ramah dalam berbicara dan
bertingkah laku.
10 Saya memperlakukan teman-teman dengan
sabar dan toleransi.
11 Saya memuji teman atas hasil kerja mereka.

12 Saya meminta dan mendengarkan pendapat


teman secara terbuka.
13 Saya berkomunikasi secara jujur dan terbuka
dengan guru dan teman.

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 21


14 Saya dapat diandalkan untuk melakukan hal
yang benar.
15 Saya memberikan solusi daripada memberi
masalah di kelas.
16 Saya mendukung teman-teman dalam proses
membuat keputusan di kelas.
17 Saya fokus pada proses dan hasil sekaligus
hasil dalam mengerjakan tugas-tugas dari
guru.
18 Saya bertanggung jawab pada KUALIFIKASI
hasil kerja saya.
19 Saya menunjukkan sikap yang penuh motivasi
dalam setiap pembelajaran.
20 Saya menerima tantangan baru yang menguji
kemampuan dan ketrampilan saya.
21 Saya memperbaiki kesalahan dan belajar dari
kesalahan itu.
22 Saya mencari solusi bukan seseorang untuk
disalahkan dalam setiap masalah.
23 Saya mencari solusi sebanyak banyaknya bila
ada masalah.
24 Saya percaya bahwa saya mampu, berbakat
dan pandai.
25 Saya fokus pada apa yang saya bisa dari pada
apa yang saya tidak bisa.
NILAI AKHIR = JUMLAH SKOR YANG
DIPEROLEH

Lampiran 07 Penilaian Sikap


PENILAIAN DIRI KOMPETENSI SPIRITUAL DAN SOSIAL PESERTA DIDIK
TIDAK
SELAL JARAN
SERING PERNA
N U G
PERNYATAAN H
O
4 3 2 1
1 Saya meningkatkan keimanan dan
ketakwaan kepada Tuhan YME agar
mendapat ridhoNya dalam belajar.
2 Saya menjalankan ibadah sesuai dengan
keyakinan agama saya

3 Saya berdoa setiap mengawali pekerjaan


atau belajar

4 Saya sabar dan mengendalikan diri dalam


menghadapi setiap cobaan, tantangan, atau
masalah
5 Saya mensyukuri setiap apa yang saya
peroleh dalam kehidupan saya

6 Saya berperan aktif dalam kegiatan sosial


di sekolah dan masyarakat

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 22


7 Saya berusaha membela kebenaran dan
keadilan.

8 Saya rela berkorban demi kepentingan


masyarakat, bangsa, dan negara.

9 Saya berusaha menjadi warga negara yang


baik dan bertanggung jawab.

10 Saya berusaha bergaul dengan siapa saja


tanpa memandang suku, agama, ras,
keturunan, dan status social
NILAI AKHIR = JUMLAH NILAI X 100
40

Lampiran 08 Penilaian Sikap


Contoh Format Pengolahan Nilai Sikap

RAPOR (LCK)
N
NAMA OBS PD PT JUR RT
O Kualitati
Deskripsi
f
1 Gilang 85 75 80 75 79 B Sikapnya baik. Me-
nunjukkan sikap
jujur dan santun kpd
guru dan teman.
Namun kontrol
dirinya perlu
ditingkatkan
2 .

Keterangan:
OBS : Rata-rata Penilaian Sikap yang diperoleh dari observasi pada proses pembelajaran
PD : Rata-rata Penilaian Diri Kompetensi Spiritual dan Sosial
PT : Rata-rata Penilaian Teman Sejawat Peserta Didik terhadap Kompetensi Spiritual dan
Sosial
JUR : Jurnal (Catatan guru terhadap kelebihan dan kekurangan peserta didik)
RT : Rata-rata Nilai OBS, PD, PT, dan JUR
LCK : Laporan Capaian Kompetensi

KONVERSI NILAI
SKOR 0-100 KUALIFIKASI

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 23


3.66-4.00 80-100 SANGAT BAIK SB

2.66-3.33 65-79 BAIK B

1.66-2.33 40-64 CUKUP C

1.00-1.33 0-39 KURANG K


Lampiran 3 Penilaian Keterampilan / Presentasi

Aspek Penilaian
Jumlah
No Nama Siswa Sistematika Gesture dan Nilai
Komunikasi Wawasan Semangat Skor
Penyampaian Penampilan

1
2
3
4
5
6
7
8
9
1
0
1
1
1
2
1
3
1
4
1
5
1
6
1
7
1
8
1
9
2
0
Keterangan :
Masing masing kolom diisi dengan kriteria :
4 : Baik Sekali
3 : Baik
2 : Cukup
1 : Kurang

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 24


RENCANA PELAKSAAN PEMBELAJARAN (RPP)
BAB. II (KD 3.2- 4.2 )

Sekolah : SMA NEGERI 5 MALANG


Matapelajaran : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Kelas/Semester : XI MIA.IIS, BBI/ Ganjil
Materi Pokok :Menelusuri dinamika demokrasi dalam kehidupan
Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara
Alokasi Waktu: 6 X 45 Menit

A. KOMPETENSI INTI
1) KI 1 : Menghayatidanmengamalkanajaran agama yang dianutnya.
2) KI 2 : Menghayatidanmengamalkanperilakujujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotongroyong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsivedan pro-
aktifdanmenunjukkansikapsebagaibagiandarisolusiatasberbagaipermasalahandalamberintera
ksisecaraefektifdenganlingkungansocialdanalamsertadalammenempatkandirisebagaicermina
n Bangsadalampergaulandunia.
3) KI 3 :Memahami, menerapkan, menganalisispengetahuanfaktual, konseptual,
proceduralberdasarkan rasa ingintahunyatentangilmupengetahuan, teknologi, seni, budaya,
danhumanioradenganwawasankemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,
danperadabanterkaitpenyebabfenomenadankejadian,
sertamenerapkanpengetahuanproceduralpadabidangkajian yang
spesifiksesuaidenganbakatdanminatnyauntukmemecahkanmasalah
4) KI 4 :Mengolah, menalar,
danmenyajidalamranahkonkretdanranahabstrakterkaitdenganpengembangandari yang
dipelajarinya di sekolahsecaramandiri,
danmampumenggunakanmetodasesuaikaidahkeilmuan.

B. KOMPETENSI DASAR dan INDIKATOR Pencapaian Kompetensi

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 25


1.3. Menghayati persamaan kedudukan warga Negara tanpa membedakan ras, agama dan
kepercayaan, gender, golongan , budaya, dan suku dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara
2.5. Menghayati budaya demokrasi dengan mengutamakan prinsip musyawarah, mufakat dan
kesadaran bernegara kesatuan dalam konteks NKRI.
3.3. Menganalisis perkembangan demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara
Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Menjelaskan hakekat demokrasi
2. Menganalisis penerapan demokrasi di Indonesia
3. Mengidentifikasikasi perilaku yang mendukung tegaknya nilai-nilai demokrasi
4.3. Menyaji hasil anlisis perkembangan demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara
Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Menyaji hasil analisis penerapan demokrasi di Indonesia
2.Mempresentasikan hasil analisis tentang perilaku yang mendukung tegaknya nilai-nilai
demokrasi

C. TUJUAN PEMBELAJARAN :
Pertemuan 1
Melalui kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan
mengkomunikasikan peserta didik :
1. Dapat menjelaskan dengan benar tentang makna demokrasi
2. Dapat menguraikan macam-macam demokrasi dengan benar
3. Dapat menjelaskan dengan benar tentang prinsip-prinsip demokrasi
4. Dapat menganalisis dengan benar tentang jenis dan prinsip-prinsip demokrasi yang
diterapkan di Indonesia
5. Dapat menyajikan hasil analisis terkait jenis dan prinsip-prinsip demokrasi yang diterapkan
di Indonesia

Pertemuan 2
Melalui kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan
mengkomunikasikan peserta didik :
1. Dapat menguraikan dengan benar prinsip-prinsip yang terkandung dalam Demokrasi
Pancasila
2. Dapat menjelaskan pelaksanaan demokrasi di Indonesia pada berbagai kurun waktu dengan
benar
3. Dapat mengalisis dengan benar pelaksanaan demokrasi di Indonesia pada berbagai kurun
waktu
4. Menyaji hasil analisis pelaksanaan demokrasi di Indonesia pada berbagai kurun waktu

Pertemuan 3
Melalui kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan
mengkomunikasikan peserta didik :
1. Dapat menjelaskan dengan benar pentingnya kehidupan yang demokrasi
2. Dapat mendiskripsikan perilaku yang mendukung tegaknya nilai-nilai demokrasi
3. Dapat mengidentifikasi dengan benar perilaku yang mencerminkan upaya menegakkan
nilai-nilai demokrasi
4. Dapat menyaji hasil identifikasi perilaku yang mencerminkan upaya menegakkan nilai-
nilai demokrasi

D. MATERI PEMBELAJARAN
Fakta
Terdapatnya Pelaksanaan Pemilihan Umum :
- Pemilhan Presiden dan Wakil Presiden
- Pemilihan anggota Legeslatif
- Pemilhan Kepala dan Wakil Kepala Daerah

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 26


Konsep
Pertemuan 1
1. Kata Demokrasi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu demos yang berarti
rakyat, dan kratein/cratein yang berarti pemerintahan, sehingga dapat diartikan sebagai
pemerintahan rakyat
- Menurut Abraham Lincoln demokrasi adalah suatu system pemerintahan dari rakyat,
oleh rakyat dan untuk rakyat
- Pada hakekatnya pemerintahan demokrasi yang berkuasa adalah rakyat

Pertemuan 2
1. Menurut Ahmad Sanusi dalam tulisannya yang berjudul Memberdayakan Masyarakat
dalam Pelaksanaan 10 Pilar Demokrasi (2006: 193-205).10 pilar demokrasi
konstitusional Indonesia menurut Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945
2. Prinsip-prinsip demokrasi ada dua pendapat :
- Henry B. Mayo yang dikutip oleh Miriam Budiardjo dalam bukunya yang berjudul
Dasar-dasar Ilmu Politik (2008:118-119)
- Alamudi yang dikutip oleh Sri Wuryan dan Syaifullah dalam bukunya yang berjudul
Ilmu Kewarganegaraan (2006:84)
Pertemuan 3
1. Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia
- Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia pada periode 1945 - 1949
- Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia pada periode 1949 - 1959
- Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia pada periode 1959 - 1965
- Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia pada periode 1965 - 1998
- Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia pada periode 1998 sekarang
Prinsip
1. UUD 1945
2. UU No.8 tahun 2012 tentang Pemilu

PROSEDUR
Proses pemilihan umum

E. METODE PEMBELAJARAN
a. Pendekatan yang digunakan : Saintifik
b. Model yang digunakan : Problem Based Learning
- Fase 1/orientasi peserta didik kepada masalah
- Fase 2/ Menorganisasi peserta didik
- Fase 3 / Membimbing penyelikan individi dan kelompok
- Fase 4 / mengembangkan dan menyajikan hasil karya
- Fase 5 / menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
c. Metode yang digunakan: Ceramah, Diskusi kelompok, Tanya jawab dan Penugasan

F. MEDIA, ALAT DAN SUMBER PEMBELAJARAN


MEDIA
- Modem /wi fi Internet
- Koran
- Gambar yang menunjang materi
ALAT
- LCD Projector
SUMBER PEMBELAJARAN
- Buku Teks Pelajaran PPKn Kelas XI

G. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 27


Pertemuan 01
No Kegiatan Waktu
1. Kegiatan Pendahuluan 10 menit
- Guru mempersiapkan klas agar lebih kondusif
- Guru memberi motivasi
- Guru menyampaikan topic (kompetensi dasar& tujuan pembelajaran)
2. Kegiatan Inti 65 menit
a. Fase 1 (orientasi peserta didik kepada masalah)
1) Peserta didik diminta mengamati gambar 3.1 yang terdapat pada buku
Teks Pelajaran PPKn Kelas XI (hal 59) dan Guru memberikan
informasi suatu permasalahan yang terjadi saat ini yang berhubungan
dengan tujuan pembelajaran
b. Fase 2(Menorganisasi peserta didik)
1) Guru membagi peserta didik menjadi 4 kelompok, masing
masing kelompok beranggotaan 4 orang

c. Fase 3(Membimbing penyelikan individu dan kelompok)


1) Peserta didik mengamati gambar 3.1 sehingga peserta didik akan
merasa stimulasi untuk meningkatkan pengetahuan dan rasa
keingintahuan muncul berbagai pertanyaan)
2) Guru memberi permasalahan yang berbeda untuk diselesaikan
masing masing kelompok
3) Guru memberi motivasi peserta didik untuk mencari dengan
menggunakan sumber lain dari media elektronik dan media masa
sehingga dapat menjawab pertanyaan tsb, dan akhirnya mendapat
hipotesis sementara
4) Peserta didik diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan
berusaha mencari informasi secara mandiri dengan sesame peserta
didik , guru hanya sebagai fasilitator
5) Peserta didik diberi kesempatan menyatakan ide-idenya secara
terbuka dan penuh kebebasan
d. Fase 4(mengembangkan dan menyajikan hasil karya)
1) Peserta didik mengumpulkan artifak
2) Artifak peserta didik dapat dipamerkan
3) Artifak yang dipamerkan dapat dinilai oleh guru yang lain

e. Fase 5(menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah)


1) Peserta didik dapat menceriterakan kembali proses pemikiran dan
aktivitas yang telah dilakukan selama proses kegiatan belajarnya
2) Peserta didik menganalisis dan mengevaluasi proses dan ketrampilan
3 Kegiatan Penutup 15 menit
a. Peserta didik dapat ditanya apakah sudah memahami materi pelajaran
tersebut
b. Peserta didik menyimpulkan materi yang telah di bahas pada pertemuan
ini
c. Guru memberikan penanaman berkonstitusi dan menutup kegiatan
dengan mengucap rasa syukur kepada Tuhan YME karena telah berjalan
baik dan lancar

Pertemuan 02
No Kegiatan Wakt
u
1. Kegiatan Pendahuluan 10
meni
t
- Guru mempersiapkan klas agar lebih kondusif

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 28


- Guru memberi motivasi
- Guru menyampaikan topic (kompetensi dasar & tujuan pembelajaran)
2. Kegiatan Inti 65
meni
t
Fase 1 (orientasi peserta didik kepada masalah)
1) Peserta didik diminta mengamati gambar 3.3 yang terdapat pada buku
Teks Pelajaran PPKn Kelas XI (hal 67) dan Guru memberikan informasi
suatu permasalahan yang terjadi saat ini yang berhubungan dengan
tujuan pembelajaran
Fase 2(Menorganisasi peserta didik)
1) Guru membagi peserta didik menjadi 5 kelompok, masing masing
kelompok beranggotaan 4 orang
Fase 3(Membimbing penyelikan individi dan kelompok)
a. Peserta didik mengamati gambar 3.1 sehingga peserta didik akan merasa
stimulasi untuk meningkatkan pengetahuan dan rasa keingintahuan
muncul berbagai pertanyaan
b. Guru memberi permasalahan yang berbeda untuk diselesaikan
masing masing kelompok antara lain:
- Kelompok 1 : Pelaksanaan Demokrasi periode 1945-1949
- Kelompok 2 : Pelaksanaan Demokrasi periode 1949-1959
- Kelompok 3 : Pelaksanaan Demokrasi periode 1959-1965
- Kelompok 4 : Pelaksanaan Demokrasi periode 1965-1998
- Kelompok 4 : Pelaksanaan Demokrasi periode 1998-sampai
sekarang
c. Guru memberi motivasi peserta didik untuk mencari dengan
menggunakan sumber lain dari media elektronik dan media masa
sehingga dapat menjawab pertanyaan tsb, dan akhirnya mendapat
hipotesis sementara
d. Peserta didik diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan
berusaha mencari informasi secara mandiri dengan sesame peserta didik
, guru hanya sebagai fasilitator
e. Peserta didik diberi kesempatan menyatakan ide-idenya secara terbuka
dan penuh kebebasan

Fase 4(mengembangkan dan menyajikan hasil karya)


a. Peserta didik mengumpulkan artifak
b. Artifak peserta didik dapat dipamerkan
c. Artifak yang dipamerkan dapat dinilai oleh guru yang lain
Fase 5(menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah)
a. Peserta didik dapat menceriterakan kembali proses pemikiran dan
aktivitas yang telah dilakukan selama proses kegiatan belajarnya
b. Peserta didik menganalisis dan mengevaluasi proses dan ketrampilan
3 Kegiatan Penutup 15
meni
t
a. Peserta didik dapat ditanya apakah sudah memahami materi pelajaran
tersebut
b. Peserta didik menyimpulkan materi yang telah di bahas pada pertemuan
ini
c. Guru memberikan penanaman berkonstitusi dan menutup kegiatan
dengan mengucap rasa syukur kepada Tuhan YME karena telah berjalan
baik dan lancar

Pertemuan 03
No Kegiatan Waktu

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 29


1. Kegiatan Pendahuluan 10
menit
- Guru mempersiapkan klas agar lebih kondusif
- Guru memberi motivasi
- Guru menyampaikan topic (kompetensi dasar)
2. Kegiatan Inti 65
menit
Fase 1 (orientasi peserta didik kepada masalah)
1. Peserta didik diminta membaca yang terdapat pada buku Teks
Pelajaran PPKn Kelas XI bab 3 Sub Bab c ( hal 84- 87) dan Guru
memberikan informasi suatu permasalahan yang terjadi saat ini
yang berhubungan dengan tujuan pembelajaran

Fase 2 (Menorganisasi peserta didik)


a. Guru memberikan tugas mandiri anjurkan untuk menggunakan
sumber selain buku teks pelajaran PPKn kelas 11 yaitu Internet,
mencari contoh contoh karakteristik Negara Demokrasi dalam
berbagai lingkungan, peserta didik untuk mengerjakan tugas
mandiri 3.3 (hal 86-87)

o Fase 3 (Membimbing penyelikan individi dan kelompok)


a. Peserta didik di anjurkan untuk menggunakan sumber selain
buku teks pelajaran PPKn kelas 11 yaitu Internet, mencari
contoh contoh karakteristik Negara Demokrasi dalam berbagai
lingkungan, peserta didik untuk mengerjakan tugas mandiri 3.3
(hal 86-87)
b. Guru memberi motivasi peserta didik sehingga dapat menjawab
pertanyaan tsb, dan akhirnya mendapat hipotesis sementara
c. Peserta didik diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan
dan berusaha mencari informasisecara mandiri dengan sesame
peserta didik , guru hanya sebagai fasilitator
Fase 4(mengembangkan dan menyajikan hasil karya)
a. Peserta didik mengumpulkan artifak
b. Artifak peserta didik dapat dipamerkan
c. Artifak yang dipamerkan dapat dinilai oleh guru yang lain
Fase 5 (menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah)
a. Peserta didik dapat menceriterakan kembali proses pemikiran
dan aktivitas yang telah dilakukan selama proses kegiatan
belajarnya
b. Peserta didik menganalisis dan mengevaluasi proses dan
ketrampilan
3 Kegiatan Penutup 15
menit
a. Peserta didik dapat ditanya apakah sudah memahami materi pelajaran
tersebut
b. Peserta didik menyimpulkan materi yang telah di bahas pada pertemuan
ini
c. Guru memberikan penanaman berkonstitusi dan menutup kegiatan
dengan mengucap rasa syukur kepada Tuhan YME karena telah berjalan
baik dan lancar

H. PENILAIAN
a.Jenis/Teknik Penilaian
1. Penilaian Sikap (non Test )
2. Penilaian Pengetahuan (Test)
3. Penilaian Ketrampilan (non Test)

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 30


b.Bentuk Instrumen dan Instrumen (terlampir)
1.Penilaian Sikap (Lembar Pengamatan Sikap dan Lembar Kinerja Presentasi )
2.Penilaian Pengetahuan (lembar Penilaian Pengetahuan)
3.Pedoman Penskoran
(terlampir)

Mengetahui Malang , 1 JULI 2017


KepalaSMA Negeri 5 Malang Guru Mata PPKn

A N I S I S R O F I N ,M.Pd. Drs.Effendi Harsono


NIP.19630917 198702 2 001 NIP.-.
Catatan Kepala Sekolah




Lampiran:
a. Lembar Observasi dan kinerja presentasi

LEMBAR PENGAMATAN OBSERVASI


DAN KINERJA PRESENTASI
Mata Pelajaran : PPKn
Kelas/Program : XI/Wajib kelompok A
Kompetensi : KD 3.2 dan 4.2

Observasi
Memberi Memberi
No NamaSiswa Bertanya Menjawab Nilai
masukan argumentasi
(1) (2) (3) (4)
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 31


20.
21.
dst

Keterangan pengisian skor:


No Aspek Ya Tidak
1 Bertanya
2 Menjawab
3 Memberi masukan
4 Memberi argumentasi
4 aspek = Sangat tinggi
3 aspek = Tinggi
2 aspek = Cukup tinggi
1 aspek = Kurang

Jawablah petanyaan berikut ini!

a. Lembar Kerja Praktik


Buatlah laporan pengamatan data dari berbagai sumber tentang sistem pembagian kekuasaan
pemerintahan Negara kesatuan Republik Indonesia, kedudukan dan fungsi kementerian Negara
dan pemerintahan daerah dalam lingkup Negara Kesatuan Republik Indonesia
Kirim laporan melalui email teguhsma8mlg@yahoo.com
Struktur laporan adalah sebagai berikut:
a. Judul
b. Tujuan
c. Landasanteori
d. Ruang lingkup pengamatan (sertakan dengan gambar atau foto)
e. Langkah kerja
f. Data pengamatan
g. Jawaban pertanyaan
h. Kesimpulan
i. Referensi

Keterangan pengisian skor:


No Aspek Ada Tidak Ada
1 Judul 5
2 Tujuan 10
3 Landasanteori 15
4 Ruang lingkup pengamatan (sertakan dengan gambar 20
atau foto)
5 Langkah kerja 10
6 Data pengamatan 10
7 Jawaban pertanyaan 10
8 Kesimpulan 10
9 Referensi 10
Jumlah Skor 100

FORMAT PENILAIAN LAPORAN HASIL PENUGASAN


(PORTOFOLIO)

Mata Pelajaran : PPKn


Kelas/Peminatan : XI/MIA
MateriPokok : Sistem pembagian kekuasaan pemerintahan negara,
kementerian negara dan pemerintahan daerah

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 32


Sko
r
AspekPenilaian Nilai
rata-
rata
No NamaSiswa

Penyajian Data
Kejujuran

JawabanPertan
Ketelitian
Visual
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20. dst

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 33


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( KD 3.3-4.3 )
Sekolah : S M A N 5 MALANG
Matapelajaran : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Kelas / Semester : XI / Ganjil
Materi Pokok : Sistem Hukum dan Peradilan Nasional di
Indonesia
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit ( 2 pertemuan )
Program/Varian : MIPA/6 SEMESTER

A.Kompetensi Inti ( KI )
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya,
dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 34


4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

A. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapain Kompetensi


1.1 Menghayati nilai nilai ajaran agama dan kepercayaan dalam kehidupan bermasyarakat
1.1.1 Mensyukuri adanya sistem hukum demi terciptanya keadilan di Indonesia.

2.5 Mengamalkan perilaku toleransi dan harmoni keberagaman dalam kehidupan


bermasyarakat, berbangsa dan bernegara Indonesia.
2.5.1 Berdisiplin diri untuk selalu mematuhi hukum yang berlaku demi terciptanya
ketertiban.

3.5 Memahami sistem hukum dan peradilan nasional dalam lingkup NKRI.
3.5.1 Menjelaskan pengertian sistem hukum
3.5.2 Menjabarkan tujuan sistem hukum NKRI
3.5.3 Menguraikan macam macam penggolongan hukum yang berlaku di Indonesia
3.5.4 Mengurutkan sumber hukum dan tata urutan peraturan hukum di Indonesia.
3.5.5 Menjelaska pengertian sistem peradilan
3.5.6 Menegaskan kembali tujuan sistem peradilan
3.5.7 Mendeskripsikan macam macam peradilan di Indonesia
3.5.8 Menelaah berbagai alat kelengkapan peradilan nasional

4.5 Menyaji hasil telaah sistem hukum dan peradilan nasional dalam lingkup NKRI
4.5.1 Membuat laporan hasil analisis macam macam peradilan di Indonesia.
4.5.2 Membuat laporan hasil analisis sistem hukum dan peradilan dalam lingkup NKRI
4.5.3 Menyusun laporan hasil telaah berbagai alat kelengkapan peradilan nasional

B. Materi Pembelajaran
1. Faktual:
1. Pro kontra wacana pengadilan khusus narkotika
2. Hukuman Koruptor terlalu ringan
2. Konseptual dan Prinsipial :
2.1. Konseptual
Sistem Hukum Dalam NKRI
a. Pengertian sistem hukum
b. Tujuan sistem hukum NKRI
c. Macam macam penggolongan hukum yang berlaku di Indonesia
d. Sumber hukum dan tata urutan peraturan hukum di Indonesia.
Sistem Peradilan Indonesia
a. Pengertian sistem peradilan
b. Tujuan sistem peradilan
c. Macam macam peradilan di Indonesia

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 35


d. Alat kelengkapan peradilan nasional
2.2. Prinsipial :
UU No 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang undangan
UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika
UU No 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi
UU No 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman
UUD 1945pasal 24 C tentang tugas dan kewenangan MK

3. Prosedural :
Jika terjadi pelanggaran hukum atau tindakan kriminal, penyelesaiannya:
1. oleh pihak yang berwajib
2. tidak main hakim sendiri
3. Prosedur penyelesaian perkara pidana dan perkara perdata
4.Metakognitif :
a. Solusi pencegahan pelanggaran hukum
b.Solusi pencegahan dan penaggulangan kasus-kasus KKN

C. Pendektan, Model, dan Metode Pembelajaran


1. Pendekatan : Saintifik
2. Metode : Informasi, dan diskusi.
3. Model pembelajaran: PBL (Problem Based Learning).

D. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran :


4. Media:
Power Point, Foto terkait dengan kasus Pelanggaran Hukum, foto penanganan kasus
pelanggaran hukum dan tindak kriminal
5. Alat :
LCD, sound sistem
6. Sumber belajar:
h. Suparmin dkk, 2013, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan SMA/MA kelas X,
Mediatama
i. Heri Herdiawanto&Jumanta . 2010 Cerdas, Kritis, dan Aktif Berwarganegara., Erlangga
j. Retno Listyarti .2011. Pendidikan Kewarganegaraan SMA dan SMK kelas X, ,Esis
k. UU No 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang undangan
l. UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika
m. UU No 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi
n. UU No 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman
o. UUD 1945pasal 24 C tentang tugas dan kewenangan MK
p. Internet dan media cetak

E. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan ke dua belas
4. Pendahuluan (15 menit)

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 36


d. Menyiapkan Peserta didik secara Psikis dan fisik untuk mengikuti proses
pembelajaran (Berdoa, mengecek kehadiran siswa).
e. Mengajukan Pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang sudah dipelajari dan terkait
dengan materi yang akan dipelajari
contoh pertanyaan
1. Apa yang kamu ketahui tentang hukum ?
2. Apa manfaat hukum bagi kehidupan kita sehari hari ?
f. Menyampaikan garis besar materi dan penjelasan tentang kegiatan yang akan
dilakukan peserta didik dalam proses pembelajaran hari ini. (guru menyampaikan
pokok-pokok materi yaitu Sistem Hukum Dalam NKRI, Sistem Peradilan Indonesia )
g. Mengantarkan perserta didik kepada suatu permasalahan / tugas yang akan dilakukan
untuk mempelajari suatu materi dan menjelaskan tujuan pembelajaran / KD yang
akan di capai. (guru melakukan tanya jawab terkait tugas yang diberikan pada
minggu sebelumnya, menayangkan tujuan pembelajaran dan KD)
5. Kegiatan Inti
Sintaks Kegiatan Pembelajaran Keterkaitan Waktu
/Prosedur dengan 5 M (menit
Problem Based )
Learning

Fase 1 a. Peserta didik mengamati tayangan power Mengamati 5


Orientasi peserta point/mind mapp tentang sistem hukum dan menit
didik pada peradilan di Indonesia
b. Peserta didik membaca bagian bagian dari
masalah
mind mapp yang ditayangkan dan
membuat catatan penting
Fase 2 a. Guru menginstruksikan agar masing masing Menanya 10
Mengorganisasi peserta didik mengambil satu kartu yang menit
peserta didik bertisi no yang akan disesuaikan dengan
tugas yang harus dilakukan
b. Guru menginstruksikan kepada peserta
didik untuk membuat pertanyaan tentang
apa yang belum dipahami dari apa yang
diamati/ dari apa yang dibaca / untuk
mendapat informasi tambahan terkait
dengan peta konsep materi sistem hukum
dalam NKRI
c. Peserta didik menanyakan hal-hal yang
terkait dengan sistem hukum dalam NKRI
Fase 3 a. Peserta didik mencari informasi dari Mengumpulkan 25
Membimbing berbagai buku sumber yang tersedia di Informasi dan menit
penyelidikan perpustakaan sekolah tentang sistem Mengasosiasi/

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 37


individu dan hukum dan peradilan nasional di Indonesia, Menganalisis
kelompok selanjutnya mendiskusikan hasil temuannya
dalam kelompoknya masing masing
b. Peserta didik menyimpulkan hasil
diskusinya dan membuat laporan hasil di
buku tugas masing masing anggota
kelompok sebagai laporan porto polio
c. Guru membimbing dan memotivasi kepada
setiap kelompok sambil melakukan
penilaian sikap terhadap proses
pembelajaran dengan menggunakan
instrumen penilaian sikap (lampiran 2)
Fase 4 a. Peserta didik melakukan pembelajaran Mengomunikasik 15
Mengembangka teman sejawat dengan cara membentuk an menit
n dan kelompok baru yang tediri dari peserta
menyajikan didik yang bernomor 1 s/d 7 . selanjutnya
hasil karya secara bergantian menyampaikan materi
satu sama lainnya sampai seluruh anggota
kelompoknya memahami semua materi
temuannya, dan masing masing peserta
didik menulis laporan di buku tugasnya.
b. Guru melakukan bimbingan jika ada
sesuatu yang belum jelas atau ada yang
kurang tepat
Guru melakukan penilaian keterampilan
menggunakan instrumen penilaian
presentasi (lampiran 3) dan melakukan
penilaian porto polio
Fase 5 Guru bersama siswa melakukan evaluasi Mengomunikasik 5
Menganalisa terhadap proses materi pembelajaran yang baru an menit
dan saja diselesaikan oleh peserta didik
mengevaluasi
proses
pemecahan
masalah

6. Penutup (15 menit)


f. Guru bersama-sama dengan peserta didik dan / atau sendiri membuat rangkuman /
simpulan pelajaran.
g. Melakukan penilaian terhadap aktivitas dan hasil kerja siswa

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 38


h. Guru membimbing siswa merefleksi pesan moral yang dapat diaplikasikan dalam
kehidupan sehari hari (berkaitan dengan tujuan pendidikan nasional) dengan
menggunakan Learning Log.
i. Memberikan umpan balik terhadap hasil pembelajaran dan memberi pujian dan
motivasi pada siswa
j. Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya dan
menginstruksikan pada peserta didik untuk mencari artikel dan membaca materi
tentang pengertian sistem peradilan, tujuan sistem peradilan, macam macam
peradilan di Indonesia, alat kelengkapan peradilan nasional
Pertemuan ke tigabelas
1. Pendahuluan (15 menit)
a. Menyiapkan Peserta didik secara Psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran
(Berdoa, mengecek kehadiran siswa).
b. Mengajukan Pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang sudah dipelajari dan terkait
dengan materi yang akan dipelajari
contoh pertanyaan
D. Apa yang kamu ketahui tentang peradilan?
E. Apa peradilan dengan pengadilan ?
c. Menyampaikan garis besar materi dan penjelasan tentang kegiatan yang akan
dilakukan peserta didik dalam proses pembelajaran hari ini. (guru menyampaikan
pokok-pokok materi yaitu Sistem Hukum Dalam NKRI, Sistem Peradilan Indonesia )
d. Mengantarkan perserta didik kepada suatu permasalahan / tugas yang akan dilakukan
untuk mempelajari suatu materi dan menjelaskan tujuan pembelajaran / KD yang akan
di capai. (guru melakukan tanya jawab terkait tugas yang diberikan pada minggu
sebelumnya, menayangkan tujuan pembelajaran dan KD)

2. Kegiatan Inti
Sintaks /Prosedur Kegiatan Pembelajaran Keterkaitan Waktu
Problem Based dengan 5 M (menit)
Learning

Fase 1 c. Peserta didik mengamati tayangan Mengamati 5 menit


Orientasi peserta power point/mind mapp tentang
didik pada masalah sistem hukum dan peradilan di
Indonesia
d. Peserta didik membaca bagian bagian
dari mind mapp yang ditayangkan
dan membuat catatan penting
Fase 2 d. Masing masing peserta didik Menanya 10 menit
Mengorganisasi mengambil satu kartu yang bertisi no
peserta didik yang akan disesuaikan dengan tugas
yang harus dilakukan
e. Guru menginstruksikan kepada

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 39


peserta didik untuk membuat
pertanyaan tentang apa yang belum
dipahami dari apa yang diamati/ dari
apa yang dibaca / untuk mendapat
informasi tambahan terkait dengan
peta konsep materi sistem hukum dan
peradilan di Indonesia
f. Peserta didik menanyakan hal-hal
yang terkait dengan sistem hukum
dan peradilan di Indonesia
Fase 3 d. Peserta didik mencari informasi dari Mengumpulk 25 menit
Membimbing berbagai buku sumber yang tersedia an Informasi
penyelidikan di perpustakaan sekolah tentang dan
individu dan sistem hukum dan peradilan nasional Mengasosias
kelompok di Indonesia, selanjutnya i/
mendiskusikan hasil temuannya Menganalisis
dalam kelompoknya masing masing
e. Peserta didik menyimpulkan hasil
diskusinya dan membuat laporan
hasil di buku tugas masing masing
anggota kelompok sebagai laporan
porto polio
f. Guru membimbing dan memotivasi
kepada setiap kelompok sambil
melakukan penilaian sikap terhadap
proses pembelajaran dengan
menggunakan instrumen penilaian
sikap (lampiran 2)
Fase 4 c. Peserta didik melakukan Mengomunik 15 menit
Mengembangkan pembelajaran teman sejawat dengan asikan
dan menyajikan hasil cara membentuk kelompok baru yang
karya tediri dari peserta didik yang
bernomor 1 s/d 7 . selanjutnya secara
bergantian menyampaikan materi satu
sama lainnya sampai seluruh anggota
kelompoknya memahami semua
materi temuannya, dan masing
masing peserta didik menulis laporan
di buku tugasnya.
d. Guru melakukan bimbingan jika ada

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 40


sesuatu yang belum jelas atau ada
yang kurang tepat
Guru melakukan penilaian
keterampilan menggunakan
instrumen penilaian presentasi
(lampiran 3) dan melakukan penilaian
porto polio
Fase 5 Guru bersama siswa melakukan evaluasi Mengomunik 5 menit
Menganalisa dan terhadap proses materi pembelajaran asikan
mengevaluasi proses yang baru saja diselesaikan oleh peserta
pemecahan masalah didik

3. Penutup (15 menit)


a. Guru bersama-sama dengan peserta didik dan / atau sendiri membuat rangkuman /
simpulan pelajaran.
b. Melakukan penilaian terhadap aktivitas dan hasil kerja siswa
c. Guru membimbing siswa merefleksi pesan moral yang dapat diaplikasikan dalam
kehidupan sehari hari (berkaitan dengan tujuan pendidikan nasional) dengan
menggunakan Learning Log.
d. Memberikan umpan balik terhadap hasil pembelajaran dan memberi pujian dan
motivasi pada siswa
e. Menyampaikan rencana ulangan harian pada pertemuan berikutnya

F. Penilaian :
1. Jenis penilaian : Tes dan Non Tes
2. Teknik dan Bentuk penilaian :
a. penilaian kompetensi sikap meliputi
- sikap terhadap materi pelajaran
- sikap terhadap guru pengajar
- sikap dalam proses pembelajaran
b. penilaian kompetensi pengetahuan :
- tes tulis dalam bentuk soal pilihan ganda dan uraian
- tes lisan dalam bentuk daftar pertanyaan
- penugasan dalam bentuk penugasan individu
c. penilaian kompetensi keterampilan :
- penilaian kinerja dalam bentuk daftar cek atau skala penilaian yang dilengkapi dengan
rubrik

Mengetahui, Malang, 1 Juli 2017


Kepala SMA Negeri 5 Malang Guru Mata Pelajaran PPKn

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 41


A N I S I S R O F I N ,M.Pd. Drs.Effendi Harsono
NIP.19630917 198702 2 001 NIP.-

Catatan Kepala Sekolah


................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................
.......................................................

Lampiran 1 : Ringkasan Materi Pembelajaran


Mengarungi Bahtera Keadilan Bangsa Indonesia

A.SISTEM HUKUM NASIONAL INDONESIA

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 42


1.Pengertian Sistim Hukum Nasional
Sistim hukum nasional adalah keseluruhan unsur unsur hukum nasional yang saling berkait
guna mencapai tatanan sosial yang berkeadilan. Adapun sistim hukum meliputi dua bagian yaitu:
a. Stuktur Kelembagan Hukum
Sistim berserta mekanisme kelembagaan yang menopang Pembentukan dan Penyelenggaraan
hukum di Indonesia.
Sistim Kelembagan Hukum meliputi :
1. Lembaga lembaga peradilan
2. Apatatur penyelenggaraan Hukum
3. Mekanisme penyelenggaraan hukum
4. Pengawasan pelaksanaan hukum
b. Materi Hukum yaitu

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 43


Kaidah kaidah yang dsituangkan dan dibakukan dalam persatuan hukum baik yang tertulis
ataupun yang tidak tertulis.
c. Budaya Hukum yaitu:
Pembahasan mengenai budaya hukum menitik beratkan pada pembahasan mengenai kesadaran
hukum masyarakat

Jadi sistem hukum nasional Indonesia adalah hukum Indonesia itu sendiri, yaitu sebuah sistem
yang dibangun dari proses penemuan, pengembangan, adaptasi, bahkan kompromi dari beberapa
sistem yang telah ada.
Sistem hukum hanya berfungsi sepihak sehingga supremasi hukum tidak dapat berjalan secara
maksimal.

Menurut Laoren Friedman terdiri atas 3 (tiga) sistem hukum yaitu: materi hukum; struktur hukum,
dan cultur / budaya hukum. Materi hukum diartikan dimana saat hukum dijalankan sesuai dengan
fungsinya, maka materi hukum harus jelas, seperti Undang-Undang dan peraturan formil lainnya
yang berlaku di dalam masyarakat. Tanpa materi hukum yang baik maka dapat menimbulkan
interpretasi atau penafsiran sehingga hukum dapat melenceng dari subtansinya. Sementara struktur
hukum seperti polisi, jaksa, hakim harus menjalankan fungsinya sebagaimana dalam UU dan
peraturan lainnya. Sebab pada lembaga-lembaga inilah ujung tombak penegakan hukum itu berada.
Meskipun banyak terdapat kasus yang menunjukkan bahwa aparatur lembaga-lembaga ini
seringkali melakukan pelanggaran hukum yang mengangkangi supremasi hukum sipil. Mungkin
kalau anda pernah mendengar istilah "mafia peradilan" yang keberadaannya sulit untuk dibuktikan
namun nyata adanya. Akibat dari praktek ini, rakyat kecil kelas dua menjadi korban diskriminasi
hukum. Selain materi hukum, struktur hukum maka masyarakat sebagai bagian dari sistem hukum,
berperan penting dalam menaati aturan yang berlaku dalam lingkungan masyarakat sebagai kultur
kebiasaan taat hukum baik penegak hukum maupun masyarakatnya. Agar tidak saling suap-
menyuap atau budaya KKN dalam setiap penanganan hukum.

Sistem berasal dari bahasa Yunani systema yang berarti suatu keseluruhan yang tersusun dari
sekian banyak bagian (whole compound of several parts). Sistem merupakan suatu kebulatan yang
memiliki unsur-unsur dan peran yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi.

[1] Masing-masing bagian atau unsur harus dilihat dalam kaitannya dengan bagian-bagian atau
unsur-unsur lain dan dengan keseluruhannya seperti mozaik atau legpuzzle.

[2] Sistem merupakan pengorganisasian dari bagian-bagian yang saling berhubungan dan saling
menggantungkan diri satu dari yang lain dan membentuk satu kesatuan. Suatu sistem adalah suatu
perangkat komponen yang berkaitan secara terpadu dan dikoordinasikan sedemikian rupa untuk
mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Adapun ciri-ciri dari sistem yaitu : terikat pada waktu dan tempat; kontinu, berkesinambungan, dan
otonom; terdapat pembagian di dalamnya; tidak menghendaki adanya konflik antara unsur-unsur
atau bagian-bagian; sebagai pelengkap; dan memiliki konsep yang fundamental. Dengan demikian
dapat dirumuskan bahwa sistem hukum adalah suatu keseluruhan yang terdiri atas bagian-bagian
atau unsur-unsur yang saling menentukan, saling pengaruh mempengaruhi dan tidak boleh saling
bertentangan (harus konsisten), untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Secara sederhana, sistem
hukum adalah susunan hukum yang teratur. Sistem hukum terdiri dari suatu keseluruhan kompleks
unsur-unsur yaitu peraturan, putusan, pengadilan, lembaga atau organisasi, dan nilai-nilai. Sistem
hukum bersifat kontinu, berkesinambungan dan otonom. Sistem hukum berfungsi untuk menjaga
atau mengusahakan keseimbangan tatanan dalam masyarakat (restitutio in integrum).

[3]Sistem hukum bukan sekedar kumpulan peraturan-peraturan saja namun peraturan-peraturan itu
dapat diterima sebagai sah apabila dikeluarkan dari sumber-sumber yang sama, seperti peraturan
hukum, yurisprudensi, dan kebiasaan. Menurut Friedman, suatu sistem hukum terdiri dari : struktur
atau kelembagaan sebagai kerangka dasar dari sistem hukum itu sendiri, substansi hukum yang
terdiri dari aturan-aturan yang bersifat materiil maupun formil, dan budaya hukum yakni nilai-nilai
atau pandangan masyarakat termasuk perilaku aparat dalam sistem hukum itu sendiri.

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 44


Di Indonesia dikenal ada beberapa sistem hukum yang berlaku, yaitu sistem hukum adat, sistem
hukum Islam, dan sistem hukum nasional. Sistem hukum nasional dan sistem hukum Indonesia
adalah dua hal yang berbeda. Sistem hukum nasional berarti sistem hukum yang diberlakukan oleh
negara (state law), sedangkan sistem hukum Indonesia merefleksikan keanekaragaman hukum yang
hidup dalam masyarakat. Sistem hukum nasional berasal dari dua istilah yaitu sistem dan hukum
nasional. Pengertian sistem telah dijelaskan di bagian terdahulu. Sedangkan hukum nasional adalah
hukum atau peraturan perundang-undangan yang didasarkan kepada landasan ideologi dan
konstitusional negara, yaitu Pancasila dan UUD 1945 atau hukum yang dibangun di atas kreativitas
atau aktivitas yang didasarkan atas cita rasa dan rekayasa bangsa sendiri.

Hukum nasional tidak lain adalah sistem hukum yang bersumber dari nilai-nilai budaya bangsa
yang sudah lama ada dan berkembang sekarang. Sistem hukum nasional adalah sebuah sistem
hukum (meliputi materiil dan formil; pokok dan sektoral) yang dibangun berdasarkan ideologi
negara Pancasila, UUD 1945 dan dapat juga bersumber pada hukum lain asal tidak bertentangan
dengan jiwa Pancasila dan UUD 1945, serta berlaku di seluruh Indonesia.

Sistem hukum nasional seperti yang diutarakan di atas tersebut masih belum dapat terwujud
sepenuhnya di Indonesia. Masih begitu banyak peraturan perundang-undangan yang saling tumpang
tindih dan bertentangan satu sama lain. Hukum sebagai suatu sistem tidak menghendaki adanya
peraturan yang saling tumpah tindih atau bertentangan. Di Indonesia masih banyak peraturan
perundang-undangan yang tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila maupun UUD 1945 sehingga
dalam penerapannya tidak memberikan rasa keadilan bagi rakyat dan tidak adanya kepastian
hukum.

Ketika berbicara mengenai sistem hukum, maka ada tiga komponen penting yang juga perlu dilihat,
yaitu legal structure, legal substance, dan legal culture. Pembangunan sistem hukum yang
dilakukan di Indonesia masih dominan secara substansi saja, namun struktur dan budayanya masih
kurang mendapatkan perhatian. Indonesia belum memiliki sistem hukum nasional yang
representatif. Untuk dapat mewujudkan sistem hukum nasional yang berlandaskan keadilan maka
perlu dikembangkan budaya hukum di seluruh lapisan mayarakat. Kemudian mengakui dan
menghormati hukum adat dan hukum agama serta memperbaharui undang-undang warisan kolonial
dan hukum nasional yang diskriminatif. Perilaku aparat penegak hukum juga perlu diperbaiki
sehingga tidak hanya hukumnya saja yang baik tapi dalam implementasinya pun dapat berjalan
dengan baik karena dukungan aparat penegak hukum yang baik pula. Hal-hal tersebut perlu
mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya pula oleh
pemerintah dan masyarakat.

Para ahli memberikan pengertian hukum secara berbeda antara lain sbb. :
Utrecht : Hukum adalah himpunan peraturan-peraturan yang mengurus tata tertib masyarakat,
karena itu harus ditaati.
Prof. Mr. E.M. Meyers : Hukum adalah semua peraturan yang mengandung pertimbangan
kesusilaan, ditujukan kepada tingkah laku manusia dalam masyarakat, dan yang menjadi
pedoman bagi penguasa negara dalam melakukan tugasnya.
Leon Duguit : Hukum adalah aturan tingkah laku para anggota masyarakat, yang daya
penggunaannya diindahkan oleh suatu masyarakat sebagai jaminan dari kepentingan bersama
dan bila dilanggar menimbulkan reaksi bersama terhadap orang yang melakukan pelanggaran
tersebut.
S.M. Amin. SH. : Hukum adalah kumpulan peraturan yang terdiri dari norma dan sanksi-sanksi
dengan tujuan untuk menciptakan ketertiban dan keamanan dalam pergaulan manusia.
Immanuel Kant : hukum adalah keseluruhan syarat-syarat yang dengan kehendak bebas dari
orang yang satu dapat menyesuaikan diri dengan kehendak bebas dengan orang lain.
Prof Dr. Van Kan : hukum adalah keseluruhan peraturan hidup yang bersifat memaksa untuk
melindungi kepentingan manusia di dalam masyarakat.
J.C.T. Simorangkir dan Woerjono Sastropranoto : hukum adalah peraturan-peraturan yang
bersifat memaksa dan dibuat oleh badan-badan resmi yang berwajib, yang menentukan tingkah
laku manusia dalam lingkungan masyarakat. Pelanggaran terhadap peraturan tadi berakibat
diambilnya tindakan hukum.

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 45


Mochtar Kusumaatmadja dan B. Arief Sidharta : hukum adalah perangkat kaidah-kaidah
dan asas-asas yang mengatur kehidupan manusia dalam mayarakat.
Hugo de Groot dalam bukunya De Jure Belli ac Facis (1625) : hukum adalah peraturan
tentang perbuatan moral yang menjamin keadilan.
Van Vollenhoven dalam bukunya Het Adat rech van Nederland Indie : hukum adalah suatu
gejala dalam pergaulan hidup yang bergolak terus menerus dalam keadaan bentur membentur
tanpa henti-hentinya dengan gejala yang lain.
Aristoteles : hukum adalah rangkaian peraturan yang mengikat baik rakyat meupun penguasa.
Samidjo, SH. : hukum adalah himpunan peraturan-peraturan yang bersifat memaksa, berisikan
suatu perintah, larangan atau ijin untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu dengan maksud
untuk merngatur tata tertib dalam kehidupan masyarakat.
Kamus Besar Bahasa Indonesia : hukum adalah
1).peraturan atau adat yang secara resmi dianggap mengikat, dikukuhkan oleh
penguasa, pemerintah atau otoritas.
2).undang-undang,peraturan dan sebagainya untuk mengatur pergaulan hidup
masyarakat.
3).patokan(kaidah,ketentuan) mengenai peristiwa (alam dan sebagainya) yang tertentu.
4).keputusan (pertimbangan) yang ditetapkan oleh hakim (dipengadilan).
2. Tata hukum Indonesia
Dalam hukum positif di Indonesia berlaku tata hukum sebagai berikut :
a.Hukum Tata Negara (HTN) adalah ketentuan-ketentuan yang mengatur
tentang organisasi untuk mencapai tujuanannya dalam kemasyarakatan.
b.Hukum Administrasi Negara (HAN) adalah ketentuan-ketentuan yang
mengatur tentang pengelolaan administrasi pemerintahan dalam arti luas,
yang bertujuan untuk mengetahui cara tingkah laku negara dan alat-alat
perlengkapan negara.
c.Hukum Perdata adalah ketentuan-ketentuan yang mengatur dan membatasai
tingkah lakuy manusia dalam memenuhi kepentingannya atau kepentingan-
kepentingan perseorangan.
d.Hukum Pidana adalah ketentuan-ketentuan yang mengatur dan membatasi
tingkah laku manusia dalam meniadakan pelanggaran kepentingan umum.
e.Hukum Acara atau Hukum Formal adalah peraturan hukum yang mengatur
tentang cara bagaimana mempertahankan dan menjalankan peraturan hukum
material.

Tata hukum ini terbagi atas ;


1. Hukum Acara Pidana adalah ketentuan-ketentuan yang mengatur cara
bagaimana pemerintah menjaga kelangsungan pelaksanaan hukum pidana
material.
2. Hukum Acara Perdata adalah ketentuan-ketentuan yang mengatur tentang
cara bagaimana mempertahankan dan menjalankan peraturan hukum perdata
material.

3.Penggolongan hukum
Penggolongan hukum menurut Dudu Duswara Machmudin dan C.S.T. Kansil dapat
dilihat dalam tabel berikut :
Jenis
Penggol Macamnya Pengertiannya Contohnya
ongan
1. Hukum Hukum yang tercantum dalam UU Pemilu.
Undang- peraturan perundang-undangan.

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 46


Undang Hukum yang diambil dari Hukum adat
2. Hukum adat peraturan-2 adat dan kebiasaan. Minangkabau.
Berdasa dan kebiasaan. Hukum yang terbentuk dari KUHP
rkan 3. Hukum putusan pengadilan.
sumbern Yurisprudensi Hukum yang ditetapkan oleh Hukum batas negara.
ya 4. Hukum traktat negara peserta perjanjian
Internasional ---
5. Hukum doktrin. Hukum yang berasal dari pendapat
ahli hukum terkemuka.
Hukum Tertulis Hukum tertulis dan tercantum KUHP, KUHD,
dalam berbagai peraturan negara. KUHAP.
Hukum tertulis terbagi atas :
a. hukum tertulis yang UU, Keppres, PP dll.
Berdasa dikodifikasi
rkan b. hukum tertulis yang Hukum adat dan
bentukn Hukum tidak tidak dikodifikasi kebiasaan
ya tertulis. Hukum yang masih hidup dalam Konvensi
keyakinan dan kenyataan
masyarakat.
Hukum Publik Hukum yang mengatur hubungan Hukum Tatanegara
antara warga negara dan negara Hukum Pidana,
yang menyangkut kepentingan Hukum Acara Pidana.
Berdasa umum. Hukum perdata
rkan Hukum Dagang.
isinya Hukum Privat Hukum yang mengatur hubungan Hukum Waris.
antara orang yang satu dengan
yang lain dan bersifat pribadi.
Hukum nasional Hukum yang berlaku di dalam Hukum Indonesia
suatu negara. Hukum Australia &
Berdasa Hukum Hukum yang mengatur hubungan Hukum Indonesia dll.
rkan Internasional antara dua negara atau lebih. Hukum Amerika.
tempat Hukum Perang,
berlakun Hukum yang berlaku dalam negara Hukum Perdata
ya Hukum asing lain. Internasional.
Hukum Gereja
Vatikan Roma.
Kaidah yang ditetapkan Gereja
Hukum Gereja untuk para anggotanya.
Hukum Positif Hukum yang berlaku saat ini Hukum Pidana
(Ius Constitutum) berdasarkan KUHP
sekarang.
Berdasa Hukum yang akan Hukum yang dicita-citakan, Hukum Pidana
rkan datang diharapkan atau direncanakan akan Nasional yang hingga
masa (Ius berlaku pada masa yang akan kini masih disusun
berlaku Constituendum) datang. Piagam PBB tentang
nya Hukum yang berlaku tanpa DUHAM.
Hukum Universal, mengenal batas ruang dan waktu.
Hukum Berlaku sepanjang masa,
Asasi/Hukum Alam dimanapun dan terhadap siapapun.
Hukum Material Hukum yang mengatur tentang isi KUH Pidana,
(menimbulkan hak hubungan antar sesama anggota KUH Perdata, UU
dan kewajiban) masyarakat, antar anggota No. 1 Th. 1974
Berdasa masyarakat dengan penguasa tentang Perkawinan.
rkan negara. Hukum Acara
cara Hukum Formal Hukum yang mengatur bagaimana Peradilan Tata Usaha
memper cara penguasa mempertahankan Negara.
taha dan menegakkan serta

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 47


kannya melaksanakan kaidah-kaidah
hukum material dan bagaimana
cara menuntutnya apabila hak
seseorang telah dilanggar oleh
orang lain.
Kaidah hukum Hukum yang dalam keadaan Ketentuan pasal 340
yang memaksa. apapun harus ditaati dan bersifat KUH Pidana.
mutlak daya ikatnya. Ketentuan pasal 1152
Berdasa Kaidah hukum Kaidah hukum yang dapat KUH Perdata.
rkan yang dikesampingkan oleh para pihak
sifat nya mengatur/melengka dengan jlan membuat ketentuan
pi khusus dalam suatu perjanjian
yang mereka adakan.

4.Sumber hukum Material dan Sumber


Hukum Formal
A. Sumber hukum material yaitu sesuatu yang menjadi isi pokok,jiwa,roch dan
pendorong utama terwujudnya norma hukum. Sumber hukum material
dibedakan menjadi tiga,yaitu:
1 .Kehendak Tuhan => Thomas Aquino ,Agustinus dan Ibnu Chaldum
2. Ratio/Akal sehat => Groutius alias Hugo De Groot
3. Volksgeist/Pandangan hidup bangsa => Fredriech Carl Von Savigny
B. Sumber hukum Formal yaitu sumber hukum resmi yang dikeluarkan oleh
lembaga yang berwenang. Sumber hukum formal dibedakan menjadi dua yaitu :
1.)Sumber hukum Formal nasional yang meliputi :
a. Undang-undang
b. Kebiasaan dlm praktek ketatanegaraan/Convention
c. Yurisprodensi Nasional
d. Doktrin Nasional
e. Traktat/Perjanjian Internasional
2.)Sumber Hukum Formal internasional
a. Traktat
b. Convention Internasional
c. Yuriprodensi Internasional
d. Doktrin Internasional
e. Asas-asas hukum umum Internasional

5.Tata Urutan Peraturan PerUndang-


Undangan NKRI

5.1 TAP MPRS XX TAHUN 1966


Tentang memorandum DPR gotong-royong mengenai sumber tertib hukum RepubliK
Indonesia dan tata urutan Peraturan perundang-undangan RepubliK Indonesia :
1. UUD 1945
2. KETETAPAN MPR
3. UU / PERPU
4. PERATURAN PEMERINTAH
5. KEPUTUSAN PRESIDEN
6. PERATURAN PELAKSANAAN LAINYA SPT :

a. Inpres b. INSTRUKSI MENTRI c. PERATURAN MENTERI

5.2 TAP MPR No. III/MPR/2000 Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan RepublikIndonesia
adalah:
1. Undang-Undang Dasar 1945
2. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia
3. Undang-Undang

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 48


4. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu)
5. Peraturan Pemerintah
6. Keputusan Presiden
7. Peraturan Daerah

Penjelasan

1. Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) merupakan hukum dasar tertulis Negara
Republik Indonesia, memuat dasar dan garis besar hukum dalam penyelenggaraan negara.

2. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (TAP MPR-RI)


merupakan putusan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sebagai pengemban kedaulatan
rakyat yang ditetapkan dalam sidang-sidang MPR

3. Undang-Undang (UU) dibuat oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersama Presiden
untuk melaksanakan UUD 1945 serta TAP MPR-RI.

4. Perpu dibuat oleh Presiden dalam hal ihwal kegentingan yang memaksa, dengan ketentuan
sebagai berikut:
a. Perpu harus diajukan ke DPR dalam persidangan yang berikut.
b. DPR dapat menerima atau menolak Perpu dengan tidak mengadakan perubahan.
c. Jika ditolak DPR, Perpu tersebut harus dicabut.

5. Peraturan Pemerintah (PP) dibuat oleh Pemerintah untuk melaksanakan perintah undang-
undang.

6. Keputusan Presiden (Keppres) yang bersifat mengatur dibuat oleh Presiden untuk
menjalankan fungsi dan tugasnya berupa pengaturan

5.3 UU no 10 tahun 2004


Tentang tata cara pembentukan peraturan perundang-undangan yang berisi HIRARKHI perundang-
undangan RepubliK Indonesia adalah sebagai berikut :
1. UUD 1945
2. UU / PERATURAN PENGGANTI UU /PERPU
3. PERATURAN PEMERINTAH
4. PERATURAN PRESIDEN
5. PERATURAN DAERAH
a. Peraturan daerah propinsi dibuat oleh DPRD TK I bersama dengan gubernur
b. Peraturan daerah kabuten / kota dibuat oleh DPRD TK II kabupatenten / kota bersama bupati /
walikota
c. Peraturan desa / peraturan setingkat dibuat oleh badan perwakilan desa bersama Kepala
Desa/Kepala Kelurahan

5.4 UU no 12 tahun 2011 Tata urutan peraturan perundang-undangan sebagai berikut:

1.UUD 1945

2.KETETAPAN MPR

3.UU/PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI PERUNDANG-UNDANGAN

4.PERATURAN PEMERINTAH

5.PERATURAN PRESIDEN

6.PERATURAN DAERAH PROVINSI

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 49


7.PERATURAN DAERAH KABUPATEN/KOTA

B. Sistem peradilan Indonesia


Sistim Peradilan Nasional
Sistim Peradilan Nasioanl diartikan sebagai suatu keseluruhan kompenen Peradilan Nasioanal yang
meliputi pihak pihak dalam proses peradilan, Hirarki Peradilan, maupun aspek aspek yang
bersifat procedural dan saling berkaitan sedemkian rupa, sehingga terwujut keadilan hukum.
Untuk mewujutkan tujuanya, seluruh komponen dalam system peradilan harus berfungsi dengan
baik , adapun komponen tersebut meliputi :
1. Materi Hukum Marterial dan Formal ( Hukum Acara )
Hukum material adalah hukum yang berisi tentang perintah dan larangan,materi isinya,jiwanya
hukum serta mngatur tentang obyek dan subyek hukumnya seperti apa/siapa yg dapat diancam
hukuman,apa saja bentuk ancaman hukumannya . Sedangkan hukum formal adalah hukum yang
berisi tentang tata caranya menegakkan hukum material ata caranya melaksanakan mempertahankan
hukum material sepertia bagaimana caranya
menyeliki,menyidik,menuntut,menyidangkan,memvonis dan meneksekusi .
2. Prosedur Peradilan ( Komponen yang bersifat Prosedural )
Yaitu bagaimana proses pengajuan perkara mulai dari penyelidikan penyelidikan penuntutan
sampai pada pemeriksaan di sidang pengadilan,penjantuhan ponis hakim serta eksekusinya.
Prosedur pengadilan yang berlaku meliputi :

a. Penyelidikan
b. Penyidikan
c. Penuntutan
d. Mengadili
e.Eksekusi

Secara umum peranan lembaga peradilan adalah menerima, memaksa, dan sekaligus memutuskan
suatu perkara di sidang pengadilan dalam rangka untuk menegakkan hukum dan keadilan.
3. Budaya Hukum
Komponen yang sangat penting dan menentukan tegaknya keadilan adalah kesadaran hukum
4. Hierarki Kelembagaan Peradilan
Susunan lembaga perradilan yang secara hierarki memiliki fungsi dan kewenangan peradilan
masing masing.
C. Peranan Lembaga Lembaga Peradilan
Lembaga lembaga kekuasaan kehakiman yang berada di Indonesia
1. Mahkamah Agung ( MA )
MA adalah lembaga Pengadilan Negara Tertinggi dari semua lingkungan pengadilan yang dalam
melaksanakan tugasnya terlepas dari pengaruh pemerintah atau pengaruh pengauruh lain.
Susunam MA terdiri dari Pimpinan, Hakikm Anggota ( hakim agung) panitera dan seorang
sekretaris.
MA berwenang memeriksa dan memutuskan :
Permohonan kasasi.
Sengketa tenyang kewenangan mengadili.
Permohonan peninjauan kembali putusan pengadilan yang telah memeperoleh kekuatan hokum
yang tetap.
2. Mahkamah Konstitusi ( MK )
MK adalah salah satu badan negara yang melakukan kekuassan kehakiman yang merdeka, untuk
menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan kedilan. Kedudukan MK adalah di Ibu
Kota Negara Republik Indonesia.
Wewenang MK menurut UU No. 24 Tahun 2003 adalah :
1. Menguji Undang Undang terhadap undang undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945.
2. Memutus sengketa kewenagan lembaga negara yang kewenanganya diberikan oleh Undang
Undang Dasar Republik Indonsia Tahun 1945
3. Memutus pembubaran partai politik

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 50


4. Memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum
5. Memberikan putusan atas pendapat DPR bahwa Presiden dan / Wakil Prtesiden diduga telah
melakukan pelanggaran hukum.
Prinsip dari kewenangan Makamah Konstitusi adalah cheks and balances yang menempatkan semua
lembaga dalam kedudukan setara.
3. Komisi Yudisial ( KY )
Tujuan dari pembentukan komisi Yudiasial adalah dalam rangka mewujudkan lembaga peradilan
dan lembaga penegak hukum dan lainya yang mandiri, bebeas dari pengaruh penguasa ataupun
pihak lain, KY berkedudukan di Ibu Kota Negara RI.
Wewenang Komisi Yudisial adalah :
1. Mengusulkan pengangkatan Hakim Agung kepada DPR
2. Menegakkan dan keluhuran martabat serta menjaga perilaku hakim diseluruh lingkungan
peradilan.
KY mempunyai tugas melekukan pengawasan terhadap perilaku hakim. Tugas pengawasan tersebut
meliputi :
a. Menerima laporan masyarakat mengenai perilaku hakim
b. Meminta laporan secara berkala kepada badan peradilan tentang perilaku hakim.
c. Memeriksa pelanggaran perilaku hakim yang diduga melangggar kode etik perilaku hakim.
d. Memanggil dan meminta keterangan dari hakim yang diduga melanggar kode etik perilaku
hakim.
e. Membuat laporan hasil pemeriksaan yang berupa rekomendasi yang akan disampaikan kepada
MA dan / MK yang terdasar disampaikan kepada presiden dan DPR.
4. Peradilan Umum
Peradilan umum adalah salah satu pelaku penguasaan bagi rakyat pencari keadilan pada umumnya.
Adapun kekuasaan kehakiman di lingkungan peradilan umum dilaksanakan sebagai berikut :
a. Pengadilan Negeri
Pengadilan negeri kedudukanya di kota madya atau di ibu kota kabupaten, adapun susunan
Pengadilan Negeri terdiri dari Pimpinan, Hakim Anggota, Panitera, Sekretaris, dan Jurusita,.
Pengadilan Negeri bertugas dan berwenang memeriksa, memutuskan, dan menyelesaikan perkara
pidana dan perdata di tingakat pertama.
b. Pengadilan Tinggi
Merupakan pengadilan tinggi banding yang berkedudukan di ibu kota provinsi, dan daerah yang
hukumnya meliputi wilayah provinsi. Susunan Pengadilan Tinggi meliputi Pimpinan, Hakim
Anggota, Panitera, dan Sekretaris, Adapun tugas dan wewenang Pengadilan Tinggi adalah :
1. Mengadili perkara pidana dan perdata di tingkat banding.
2. Mengadili di tingkat pertama terahkir mengenai sengketa kewenangan mengadili antar
pengadilan negeri di wilayah hukumnya.
3. Menjaga jalanya pengadilan di tingkat Pengadilan Negeri agar peradilan diselenggarakan dengan
seksama dan sewajarnya.
4. Memberikan keterangan, pertimbangan dan nasehat tentang hukum kepada instansi pemerintah
bil;a diminta.
5. Tugas atau kewenangan berdasarkan undang undang.
Ketua Pengadilan juga bertugas mengadakan pengawasan pelaksanaan tugas dan tingkah laku
hakm, panitera, sekretaris dan jurusita di daerah hukumya.
5.Peradilan Agama
Yang dimaksud Peradilan Agama adalah pengadilan agama Islam. Pengadilan Agama terdapat di
setiap ibu kota Kabupaten. Pengadilan TInggi Agama berkedudukan di setiap ibu kota Propinsi.
Susunan Pengadilan Agama terdiri dari Pimpinan, Hakim, Hakim Anggota, Panitera, Sekretaris, dan
Juru Sita. Sedangkan susunan PENGADILAN Tinggi Agama terdiri dari Pimpinan, Hakim
Anggota, Panitera, dan Sekretaris. Tugas dan wewenang Pengadilan Agama adalah memeriksa,
memutus, dan menyelesaikan perkara-perkara di tingkat pertama antara orang-orang yang beragama
Islam di bidang :
Perkawinan
Kewarisan,wasiat dan hibah yang di lakukan berdasarkan hokum Islam
Wakaf dan sodakoh
Tugas dan wewenang Pengadilan Tinggi Agama adalah :
Mengadili perkara yang menjadi kewenangan Pengadilan Agama dalam tingkat banding.
RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 51
Mengadili di tingkat pertama dan terakhir sengketa kewenangan mengadili antar Pengadilan
Agama di daerah hukumnya.
Pengadilan Tinggi Agama dapat memberikan keterangan, pertimbangan, dan nasehat tentang
hukum Islam kepada instansi pemerintah di daerah hukumnya apabila diminta.
6. Peradilan Militer
Dalam peradilan militer pengadilan adalah badan yang melaksanakan kekuasaan kehakiman di
lingkungan peradilan militer. Peradilan militer merupakan pelaksana kekuasaan kehakiman di
lingkungan Angkata Bersenjata untuk menegakkan hukum dan keadilan dengan memperhatikan
kepentingan penyelenggara pertahanan keamanan Negara.
7. Peradilan Tata Usaha Negara
Peradilan Tata Usaha Negara adalah salah satu pelaksana kekuasaan kehakiman bagi rakyat pencari
keadilan terhadap sengketa tata usaha Negara. Sengketa tata usaha negara adalah sengketa yang
timbul dalam tata usaha negara antara orang /badan hukum perdata dengan badan / pejabat tata
usaha negara baik di pusat maupun daerah. Dan yang dimaksud dengan tata usaha Negara adalah
administrasi Negara yang melaksanakan fungsi untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan baik
di pusat maupun daerah.Pengadilan tata usaha Negara merupakan pengadilan tingkat pertama dan
pengadilan tinggi tata usaha negara merupakan pengadilan tingkat banding.

Kesimpulan

Hukum adalah sekumpulan peraturan yang terdiri dari perintah dan larangan yang bersifat memaksa
dan mengikat dengan disertai sanksi bagi pelanggarnya yang bertujuan untuk mengatur ketentraman
dan ketertiban dalam masyarakat. Untuk mencapai ketentraman dan ketertiban dalam masyarakat
dibutuhkan sikap masyarakat yang sadar hokum. Selain masyarakat pemerintahpun juga harus sadar
hokum. Maka tercapailah ketentraman dan ketertiban itu. Untuk mengantisipasi berbagai
pelanggaran hokum yang terjadi maka di Indonesia telah ada berbagai macam Pengadilan. Dari
yang mengadili masyarakat sampai dengan pemerintah dan para pejaba

Dasar hukum Lembaga Peradilan nasional


Dalam bidang kekuasaan kehakiman, pasal 1 ayat 3 UUD 1945 jo pasal 27 ayat 1 UUD
1945 .selanjutnya diperkuat oleh pasal 24, 24 A, 24 B, 24 C, 25 dan dijabarkan ke dalam beberapa
produk perundang-undangan diantaranya :
1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1970 tentang Pokok-Pokok Kekuasaan Kehakiman , jo
Undang-Undang Nomor 35 Tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kekuasaan Kehakiman jo Undang-
Undang No 4 Tahun 2004
2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung
3. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN)
4. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986 tentang Peradilan Umum
5. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentan Peradilan Hak Azasi Manusia

Lampiran 2 : Penilaian Pengetahuan


Contoh soal:
Jawablah pertanyaan berikut dengan benar.
1. Jelaskan pengertian sistem hukum
2. Coba kamu jabarkan tujuan sistem hukum NKRI
3. Jelaskan macam macam penggolongan hukum yang berlaku di Indonesia
4. Bagaimanakah urutan sumber hukum dan tata urutan peraturan hukum di Indonesia.
5. Bagaimana pengertian sistem peradilan
6. Apakah tujuan sistem peradilan
7. Sebutkna macam macam peradilan di Indonesia
8. Apa saja yang termasuk alat alat kelengkapan peradilan nasional

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 52


Jawaban :

No. ALTERNATIF JAWABAN SKOR


1 Pengertian sistem hukum nasional adalah 2
Keseluruhan aturan hukum yang berlaku dalam suatu negara yang antara satu
negara dengan negara lain tidak sama , tetapi saling berkaitan atau berhubungan
sehingga terbentuk suatu mekanisme dan dapat diterapkan secara konsisten

2 Tujuan sistem hukum NKRI


Adalah membentuk suatu tata urutan perundangan dimana peraturan diatas
adalah hukum yang tertinggi, diikuti oleh peraturan peraturan dibawahnya yang
6
lebih rendah. Sehingga sebagai sebuah sistem, setiap hukum/peraturn yang ada
dibawahnya tidak boleh bertentangan / Saling bertentangan dengan yang lain.
Secara umum tujuan hukum adalah
1. Mengatur pergaulan hidup manusia secara damai
2. Mencapai keadilan
3. Menjaga kepentingan tiap tiap manusia
Sebagaiman yang diatur dalam UUD 1945 alenia IV tujuan hukum positif
Indonesia adalah untuk membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan
untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan
ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian
abadi dan keadilan sosial.
3
Macam macam penggolongan hukum yang berlaku di Indonesia sbb

5
a. Hukum menurut wujud dan bentuknya ( hukum tertulis dan tidak tertulis )

b. Hukum menurut wilayah berlakunya (hukum loka, hukum nasional dan


hukum internasional

c. Hukum menurut waktu ( Ius Constitutum dan Ius Constituendum )

d. Hukum menurut isinya ( ( hukum publik dan hukum privat )

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 53


No. ALTERNATIF JAWABAN SKOR
4 Sumber hukum dan tata urutan peraturan hukum di Indonesia
Sumber hukum:
a. Sumber hukum material adalah sumber hukum yang ditinjau dari sudut
pandang ekonomi, sejarah, sosiologi, filsafat, agama, dan sudut pandang
lainnya.
b. Sumber hukum formal al 5
UU, Kebiasaan (custom), Yurisprodensi, Traktat, doktrin
Tata urutan peraturan hukum di Indonesia sbb
1. UUD 1945
2. UU/PERPU ( yang berwenang DPR bersama Presiden )
3. Peraturan Pemerintah ( dibentuk oleh Presiden tanpa perlu persetujuan
DPR karena dibuat biasanya dalam keadaan darurat/ mendesak harus
segera ditindak lanjuti )
4. Peraturan Presiden ( dibuat dan ditetapkan oleh Presiden dalam
kedudukanya sebagai kepala pemerintahan )
5. Peraturan Daerah ( dibuat oleh DPRD dengan persetujuan bersama kepala
daerah )
a. Perda Provensi dibuat oleh DPRD Provensi bersama dengan
Gubernur
b. Perda Kabupaten/Kota dibuat oleh DPRD Kabupaten/Kota
bersama Bupati/Wali Kota
c. peraturanDesa/ peraturan yang setingkat dibuat oleh Badan
Perwakilan Daerah atau nama lainnya bersama dengan Kepala
Desa atau nama lainnya

5 Pengertian sistem peradilan nasional adalah


1
Keseluruhan perkara pengadilan dalam satu negara yang satu sama lain berbeda,
tetapi saling berkaitan /saling berhubungan sehingga terbentuk suatu mekanisme
dan dapat diterapkan secara konsisten

6 Tujuan sistem peradilan adalah 1


Mewujudkan keadilan hukum bilamana ASPEK YANG DINILAI ASPEK YANG
DINILAI hukumnya berfungsi dengan baik.

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 54


No. ALTERNATIF JAWABAN SKOR
7 Macam macam peradilan di Indonesia al 3
ii. Peradilan Umum
iii. Peradilan Agama
iv. Peradilan Militer
v. Peradilan Tata Usaha Negara

8 Alat alat kelengkapan peradilan nasional al 2


a. Hakim
b. Panitera
c. Jaksa
d. polisi

Jumlah Skor 25

Lampiran 3 Penilaian Sikap


Contoh instrument penilaian sikap
1. PENILAIAN SIKAP SISWA TERHADAP MATERI PEMBELAJARAN
ASPEK YANG
SKOR DESKRIPSI
DINILAI
Siswa selalu menunjukkan rasa ingin tahu dengan
4 dengan bertanya, dan mencari informasi dari berbagai
sumber.
Siswa menunjukkan rasa ingin tahu dengan dengan
3 bertanya, dan mencari informasi dari berbagai sumber.

RASA INGIN TAHU


Siswa cukup menunjukkan rasa ingin tahu dengan
2 dengan bertanya, dan mencari informasi dari berbagai
sumber.
Siswa kurang atau tidak menunjukkan rasa ingin tahu
1 dengan dengan bertanya, dan mencari informasi dari
berbagai sumber.
SENANG Siswa selalu menunjukkan rasa senang dengan wajah
4 ceria saat menerima materi pelajaran.

Siswa menunjukkan rasa senang dengan wajah ceria


3 saat menerima materi pelajaran.

2 Siswa cukup menunjukkan rasa senang dengan wajah


cukup ceria saat menerima materi pelajaran.

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 55


Siswa kurang atau tidak menunjukkan rasa senang
1 dengan wajah tidak ceria saat menerima materi pelajaran.

Siswa sangat tertarik materi pelajaran dengan selalu


4 bertanya dan merespon pertanyaan guru

Siswa tertarik materi pelajaran dengan bertanya dan


3 merespon pertanyaan guru

KETERTARIKAN
Siswa cukup tertarik materi pelajaran dengan kadang-
2 kadang bertanya dan merespon pertanyaan guru

Siswa tidak tertarik materi pelajaran dan tidak bertanya


1 dan tidak merespon pertanyaan guru

NILAI AKHIR = JUMLAH NILAI X 100


12
KONVERSI NILAI
SKOR 0-100 KUALIFIKASI
3.66-4.00 80-100 SANGAT BAIK SB

2.66-3.33 65-79 BAIK B

1.66-2.33 40-64 CUKUP C

1.00-1.33 0-39 KURANG K

Lampiran 2 Penilaian Sikap


2. PENILAIAN SIKAP SISWA TERHADAP GURU PENGAJAR

ASPEK YANG
SKOR DESKRIPSI
DINILAI

Siswa selalu menghormati guru dan selalu menunjukkan


4 perilaku sangat santun terhadap guru dan selalu mematuhi
nasihat guru.
Siswa menghormati guru dan menunjukkan perilaku santun
3 terhadap guru dan mematuhi nasihat guru.

MENGHORMATI
Siswa cukup menghormati guru dan menunjukkan perilaku
2 cukup santun terhadap guru dan cukup mematuhi nasihat
guru.
Siswa tidak menghormati guru dan tidak menunjukkan
1 perilaku santun terhadap guru dan tidak mematuhi nasihat
guru.
PENUH PERHATIAN 4 Siswa selalu menunjukkan sikap positif dan kasih sayang
kepada guru.

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 56


Siswa menunjukkan sikap positif dan kasih sayang kepada
3 guru.

Siswa cukup menunjukkan sikap positif dan kasih sayang


2 kepada guru.

Siswa kurang menunjukkan sikap positif dan kasih sayang


1 kepada guru.

Siswa selalu bertutur kata apa adanya, selalu dapat


4 dipercaya, selalu tulus dalam mengerjakan tugas dari guru.

Siswa bertutur kata apa adanya, dapat dipercaya, tulus


3 dalam mengerjakan tugas dari guru.

KEJUJURAN
Siswa cukup dapat dipercaya, cukup tulus dalam
2 mengerjakan tugas dari guru.

Siswa selalu tidak dapat dipercaya, tidak tulus dalam


1 mengerjakan tugas dari guru.

NILAI AKHIR = JUMLAH NILAI X 100


12
KONVERSI NILAI

SKOR 0-100 KUALIFIKASI

3.66-4.00 80-100 SANGAT BAIK SB

2.66-3.33 65-79 BAIK B

1.66-2.33 40-64 CUKUP C

1.00-1.33 0-39 KURANG K

Lampiran 2 Penilaian Sikap


3. PENILAIAN SIKAP SISWA TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN

ASPEK YANG DINILAI SKOR DESKRIPSI

AKTIF Siswa selalu proaktif dan selalu berkontribusi dalam


4 diskusi kelas, selalu memulai diskusi pada isu-isu yang
terkait dengan materi
Siswa proaktif dan berkontribusi dalam diskusi kelas,
3 memulai diskusi pada isu-isu yang terkait dengan materi

2 Siswa cukup proaktif dan cukup berkontribusi dalam


diskusi kelas, kadang-kadang diskusi pada isu-isu yang
terkait dengan materi

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 57


Siswa tidak proaktif dan tidak berkontribusi dalam
1 diskusi kelas, tidak pernah memulai diskusi pada isu-isu
yang terkait dengan materi
Siswa selalu memperhatikan, selalu memahami
4 instruksi, selalu konsentrasi pada tugasnya
Siswa memperhatikan, memahami instruksi, dan
3
FOKUS konsentrasi pada tugasnya
Siswa cukup memperhatikan, cukup memahami
2
instruksi, cukup konsentrasi pada tugasnya
Siswa tidak memperhatikan, tidak memahami
1
instruksi, tidak konsentrasi pada tugasnya
Siswa sangat antusias dengan materi yang diajarkan
4
dan selalu merespon pertanyaan dari guru.
Siswa antusias dengan materi yang diajarkan dan
3
merespon pertanyaan dari guru.
ANTUSIAS Siswa agak antusias dengan materi yang diajarkan
2
dan sedikit merespon pertanyaan dari guru
Siswa tidak antusias dengan materi yang diajarkan
1 dan jarang atau tidak pernah merespon pertanyaan dari
guru
NILAI AKHIR = JUMLAH NILAI X 100
12
KONVERSI NILAI

SKOR 0-100 KUALIFIKASI

3.66-4.00 80-100 SANGAT BAIK SB

2.66-3.33 65-79 BAIK B

1.66-2.33 40-64 CUKUP C

1.00-1.33 0-39 KURANG K

Lampiran 2 Penilaian Sikap


4. PENILAIAN SIKAP SISWA TERHADAP NORMA YANG BERKAITAN DENGAN
MATERI PEMBELAJARAN

ASPEK YANG
SKOR DESKRIPSI
DINILAI

KEPATUHAN Siswa selalu mengikuti arahan dan aturan. Siswa


4 sangat tidak perlu koreksi guru untuk mentaati aturan.

Siswa mengikuti arahan dan aturan. Siswa tidak perlu


3 koreksi guru untuk mentaati aturan.

2 Siswa kadang-kadang mengikuti arahan dan aturan.


Siswa cukup perlu koreksi guru untuk mentaati aturan.

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 58


Siswa tidak pernah mengikuti arahan dan aturan.
1 Siswa sangat perlu koreksi guru untuk mentaati aturan.

Siswa selalu mendengarkan, berbagi, dan mendukung


4 orang lain, selalu berusaha membuat segala sesuatu
berjalan sebaik-baiknya.
Siswa s mendengarkan, berbagi, dan mendukung
3 orang lain,berusaha membuat segala sesuatu berjalan
sebaik-baiknya.
KEPEDULIAN
Siswa cukup mendengarkan, berbagi, dan mendukung
2 orang lain, cukup berusaha membuat segala sesuatu
berjalan sebaik-baiknya.
Siswa tidak pernah mendengarkan, berbagi, dan
1 mendukung orang lain, tidak pernah berusaha membuat
segala sesuatu berjalan sebaik-baiknya.
Siswa selalu mengerjakan tugas-tugas tepat waktu dan
4 hasilnya selalu maksimal.

Siswa selalu mengerjakan tugas-tugas tepat waktu dan


3 hasilnya selalu maksimal.

TANGGUNG JAWAB
Siswa selalu mengerjakan tugas-tugas tepat waktu dan
2 hasilnya selalu maksimal.

Siswa selalu mengerjakan tugas-tugas tepat waktu dan


1 hasilnya selalu maksimal.

NILAI AKHIR = JUMLAH NILAI X 100


12
KONVERSI NILAI
SKOR 0-100 KUALIFIKASI
3.66-4.00 80-100 SANGAT BAIK SB

2.66-3.33 65-79 BAIK B

1.66-2.33 40-64 CUKUP C

1.00-1.33 0-39 KURANG K

Lampiran 2 Penilaian Sikap


RUBRIK PENILAIAN DIRI KOMPETENSI SPIRITUAL DAN SOSIAL
PESERTA DIDIK DALAM PROSES PEMBELAJARAN

TIDA
SELAL SERIN JARA K
NO PERNYATAAN U G NG PERN
AH
4 3 2 1

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 59


1 Saya berkontribusi terhadap brainstorming
di kelas dan menjawab pertanyaan.
2 Saya mendengarkan guru dan teman-teman
lain dalam rangka untuk belajar.
3 Saya berusaha mendapatkan pengetahuan
sebanyak mungkin pada setiap
pembelajaran.
4 Saya bertanya dan menjawab dengan baik
dalam setiap pembelajaran.
5 Saya bertanya kepada guru dan teman-teman
sekelompok apakah setiap hal yang lakukan
sudah benar dan sesuai.
6 Saya bekerja dengan baik, bekerja sama dan
berbagi tugas secara adil dengan anggota
kelompok yang lain.
7 Saya menunjukkan sikap menghargai
gagasan, perasaan, dan kontribusi teman
sekelas.
8 Saya berhati-hati dalam mengerjakan tugas
dan mendapatkan hasil yang baik dan
benar.
9 Saya sopan dan ramah dalam berbicara dan
bertingkah laku.
10 Saya memperlakukan teman-teman dengan
sabar dan toleransi.
11 Saya memuji teman atas hasil kerja mereka.

12 Saya meminta dan mendengarkan pendapat


teman secara terbuka.
13 Saya berkomunikasi secara jujur dan terbuka
dengan guru dan teman.
14 Saya dapat diandalkan untuk melakukan hal
yang benar.
15 Saya memberikan solusi daripada memberi
masalah di kelas.
16 Saya mendukung teman-teman dalam proses
membuat keputusan di kelas.
17 Saya fokus pada proses dan hasil sekaligus
hasil dalam mengerjakan tugas-tugas dari
guru.
18 Saya bertanggung jawab pada
KUALIFIKASI hasil kerja saya.
19 Saya menunjukkan sikap yang penuh
motivasi dalam setiap pembelajaran.
20 Saya menerima tantangan baru yang
menguji kemampuan dan ketrampilan saya.
21 Saya memperbaiki kesalahan dan belajar
dari kesalahan itu.
22 Saya mencari solusi bukan seseorang untuk
disalahkan dalam setiap masalah.
23 Saya mencari solusi sebanyak banyaknya
bila ada masalah.
24 Saya percaya bahwa saya mampu, berbakat
dan pandai.
25 Saya fokus pada apa yang saya bisa dari
pada apa yang saya tidak bisa.

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 60


NILAI AKHIR = JUMLAH SKOR YANG
DIPEROLEH

Lampiran 2 Penilaian Sikap


PENILAIAN DIRI KOMPETENSI SPIRITUAL DAN SOSIAL PESERTA DIDIK
SERIN JARAN TIDAK
SELALU
N G G PERNAH
PERNYATAAN
O
4 3 2 1
1 Saya meningkatkan keimanan dan ketakwaan
kepada Tuhan YME agar mendapat ridhoNya
dalam belajar.
2 Saya menjalankan ibadah sesuai dengan
keyakinan agama saya

3 Saya berdoa setiap mengawali pekerjaan atau


belajar

4 Saya sabar dan mengendalikan diri dalam


menghadapi setiap cobaan, tantangan, atau
masalah
5 Saya mensyukuri setiap apa yang saya
peroleh dalam kehidupan saya

6 Saya berperan aktif dalam kegiatan sosial di


sekolah dan masyarakat

7 Saya berusaha membela kebenaran dan


keadilan.

8 Saya rela berkorban demi kepentingan


masyarakat, bangsa, dan negara.

9 Saya berusaha menjadi warga negara yang


baik dan bertanggung jawab.

10 Saya berusaha bergaul dengan siapa saja


tanpa memandang suku, agama, ras,
keturunan, dan status sosial
NILAI AKHIR = JUMLAH NILAI X 4
40

Lampiran 2 Penilaian Sikap


Contoh Format Pengolahan Nilai Sikap

RAPOR (LCK)
N
NAMA OBS PD PT JUR RT
O Kualitati
Deskripsi
f
1 Gilang 85 75 80 75 79 B Sikapnya baik. Me-
nunjukkan sikap jujur

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 61


dan santun kpd guru dan
teman. Namun kontrol
dirinya perlu
ditingkatkan
2 .

Keterangan:
OBS : Rata-rata Penilaian Sikap yang diperoleh dari observasi pada proses pembelajaran
PD : Rata-rata Penilaian Diri Kompetensi Spiritual dan Sosial
PT : Rata-rata Penilaian Teman Sejawat Peserta Didik terhadap Kompetensi Spiritual dan
Sosial
JUR : Jurnal (Catatan guru terhadap kelebihan dan kekurangan peserta didik)
RT : Rata-rata Nilai OBS, PD, PT, dan JUR
LCK : Laporan Capaian Kompetensi

KONVERSI NILAI
SKOR 0-100 KUALIFIKASI

3.66-4.00 80-100 SANGAT BAIK SB

2.66-3.33 65-79 BAIK B

1.66-2.33 40-64 CUKUP C

1.00-1.33 0-39 KURANG K

Lampiran 3 Penilaian Keterampilan / Presentasi

Aspek Penilaian
Jumlah
No Nama Siswa Sistematika Gesture dan Nilai
Komunikasi Wawasan Semangat Skor
Penyampaian Penampilan

1
2
3
4
5
6
7
8

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 62


9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

Keterangan :
Masing masing kolom diisi dengan kriteria :
4 : Baik Sekali
3 : Baik
2 : Cukup
1 : Kurang

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
Sekolah : SMA NEGERI 5 MALANG
Mata pelajaran : PPKn
Kelas/Semester : XI / GENAP
Alokasi Wakt : 8 JAM PELAJARAN ( 8 X 45 MENIT )
A. Kompetensi Inti (KI)
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan
sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 63


minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara
efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar
1. KD pada KI-1
1.4. Menghargai karakter berahklak mulia dalam memperkuat komitmen negara kesatuan.
2. KD pada KI-2
2.1. Mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup dan ideologi nasional dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
3. KD pada KI-3
3.5. Mengevaluasi peran Indonesia dalam hubungan internasional.
4. KD pada KI-4
4.5. Menyaji hasil evaluasi dari berbagai media massa tentang peran Indonesia dalam hubungan
internasional.
C. Indikator Pencapaian Kompetensi*)
1. Indikator KD pada KI-1
1.4.1.Berserah diri (tawakal) kepada Tuhan setelah berikhtiar atau melakukan usaha.
1.4.2.Menjaga lingkungan hidup disekitar rumah tempat tinggal, sekolah dan masyarakat
1.4.3.Memelihara hubungan baik dengan sesama umat beragama yang berbeda-beda
2. Indikator KD pada KI-2
2.1.1. Menunjukan perilaku jujur dalam proses pembelajaran
2.1.2.Menunjukan perilaku disiplin dalam proses pembelajaran
2.1.3.Menunjukan perilaku tanggung jawab dalam proses pembelajaran
3. Indikator KD pada KI-3
3.5.1.Menjelaskan makna hubungan internasional
3.5.2. Menganalisis pentingnya hubungan internasional bagi Indonesia
3.5.3. Mengidentifikasi manfaat yang diperoleh bangsa Indonesia dalam menjalin hubungan
internasional.
3.5.4. Mengidentifikasi bentuk-bentuk kerja sama yang dikembangkan Indonesia berdasarkan
politik luar negeri bebas aktif.
3.5.5.Menjelaskan makna perjanjian internasional
3.5.6. Menjelaskan asas-asas perjanjian internasional
3.5.7. Mengidentifikasi tahap-tahap perjanjian internasional
3.5.8. Mengidentifikasi perwakilan diplomatik yang berada di Indonesia
3.5.9. Menganalisis kedudukan perwakilan diplomatik Indonesia
4. Indikator KD pada KI-4
4.5.1.Menyusun hasil evaluasi dari berbagai media massa tentang peran Indonesia dalam
hubungan internasional
4.5.2.Menyaji hasil evaluasi dari berbagai media massa tentang peran Indonesia dalam
Hubungan Internasional
D. Tujuan Pembelajaran :
Setelah mengikuti pembelajaran ini siwa dapat:
1.Memperjelas makna hubungan internasional (C.6)
2.Menganalisis pentingnya hubungan internasional bagi Indonesia ( C.4)
3.Merinci manfaat yang diperoleh bangsa Indonesia dalam menjalin hubungan (C.5)
internasional.
4.Menyebutkan bentuk-bentuk kerja sama yang dikembangkan Indonesia berdasarkan
politik luar negeri bebas aktif.
5. Memperjelas makna perjanjian internasional( C.6)
6. Memperjelas asas-asas perjanjian internasional(C.6)
7;Menyusun 3 macam tahapan pembuatan perjanjian internasional( C.6)
8.Membandingkan Tupoksinya perwakilan diplomatik dan perwakilan konsuler (C.5)
9.Merinci perbedaan kedudukan perwakilan diplomatik dan perwakilan konsuler !(C.4)
Indikator KD pada KI-4
10.Membuat power point tentang peran Indonesia dalam hubungan internasional(C.6)
11.Menyajikan/mempertahankan isi paparannya tentang peran Indonesia dalam hubungan

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 64


Internasional dari pertanyaan pertanyaan dan atau sanggahan kelompok kerja yang lain(C.5)

D. Materi Pembelajaran BAB 5 ( KD 3.5 & KD 4.5 )


1. Pola hubungan internasional yang dibangun Indonesia
a. Makna hubungan internasional
b. Pentingnya hubungan internasional bagi Indonesia
c. Politik luar negeri indonesia dalam menjalin hubungan internasional
2. Perjanjian internasional yang dilakukan Indonesia
a. Makna perjanjian internasional
b. Klasifikasi perjanjian internasional yang dilakukan Indonesia
3. Kedudukan perwakilan diplomatik indonesia
a. Pengertian perwakilan diplomatik
b. Tugas dan fungsi perwakilan diplomatik republik indonesia
c. Perangkat perwakilan diplomatik republik indonesia
E. Kegiatan Pembelajaran

1. Pertemuan Pertama (2 x 45 menit )


Pertemuan pertama diawali dengan mengulas isu-isu yang ada di sekitar peserta didik.
Pada pertemuan pertama guru dapat menyampaikan gambaran umum materi yang akan
dipelajari pada Bab 5, kegiatan apa yang akan dilaksanakan, menjelaskan pentingnya
mempelajari materi ini, serta bagaimana guru dapat menumbuhkan ketertarikan peserta didik
terhadap materi yang akan di pelajari. Setelah itu guru menyampaikan batasan materi apa saja
yang akan dipelajari pada Bab 5.
a.Materi Pembelajaran
1. Makna Hubungan Internasional
Secara umum hubungan internasional diartikan sebagai hubungan yang bersifat global yang
meliputi semua hubungan yang terjadi dengan melampaui batas-batas ketatanegaraan. Konsepsi
hubungan internasional oleh para ahli sering dianggap sama atau dipersamakan dengan konsepsi
politik luar negeri, hubungan luar negeri dan politik internasional. Ketiga konsep tersebut
sebenarnya memiliki makna yang berbeda satu sama lain, akan tetapi mempunyai persamaan
yang cukup mendasar dalam hal ruang lingkupnya yang melampaui batas-batas negara (lingkup
internasional). Untuk memperluas pemahaman kalian, berikut dipaparkan makna dari ketiga
konsep tersebut.
a. Politik luar negeri adalah seperangkat cara yang dilakukan oleh suatu negara untuk
mengadakan hubungan dengan negara lain bagi tercapainya tujuan negara serta kepentingan
nasional negara yang bersangkutan.
b. Hubungan luar negeri adalah keseluruhan hubungan yang dijalankan oleh suatu negara
dengan semua pihak yang tidak tunduk pada kedaulatannya.
c. Politik internasional adalah politik antarnegara yang mencakup kepentingan dan tindakan
beberapa atau semua negara, serta proses interaksi antarnegara maupun antarnegara dengan
organisasi internasional.
Berkaitan dengan hal tersebut, terdapat berbagai pandangan para ahli yang mencoba memberikan
makna terhadap konsep hubungan internasional diantaranya sebagai berikut.
1) Tygve Nathiessen, menyatakan bahwa hubungan internasional merupakan bagian dari ilmu
politik dan karena itu komponen-komponen hubungan internasional meliputi politik
internasional, organisasi dan administrasi internasional dan hukum internasional.
2) Charles A. Mc Clelland, mengungkapkan bahwa hubungan internasional adalah studi
tentang
keadaan-keadaan relevan yang mengelilingi interaksi.
3) Buku Rencana Strategi Pelaksanaan Politik Luar Negeri RI (Renstra), mencantumkan
definisi
hubungan internasional sebagai hubungan antarbangsa dalam segala aspeknya yang
dilakukan oleh suatu negara untuk mencapai kepentingan nasional negara tersebut.
4) Encyclopedia Americana, mendeskripsikan hubungan internasional sebagai hubungan
politis,
budaya, ekonomi ataupun pertahanan dan keamanan.

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 65


5) Warsito Sunaryo, memandang bahwa hubungan internasional merupakan studi tentang
interaksi antara jenis kesatuan-kesatuan sosial tertentu, termasuk studi tentang keadaan yang
relevan yang mengelilingi interaksi. Adapun ,yang dimaksud dengan kesatuan-kesatuan
sosial tertentu,dapat diartikan sebagai negara, bangsa maupun organisasi negara sepanjang
bersifat internasional.

2. Pentingnya Hubungan Internasional Bagi Suatu Negara


Suatu bangsa yang merdeka tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan dari negara lain. Untuk
menjaga kelangsungan hidupnya dan mempertahankan kemerdekaannya, negara tersebut
membutuhkan dukungan dari negara lain. Nah, untuk mendapatkan dukungan tersebut, suatu
negara harus mengadakan hubungan yang baik dengan negara lain. Misalnya, ketika awal
berdirinya negara Kesatuan Republik Indonesia, untuk memperoleh pengakuan dan dukungan
dari negara lain terhadap kemerdekaannya, para pendiri negara kita mengadakan hubungan
dengan Australia, Amerika Serikat, Belgia, Mesir dan sebagainya. Alhasil, negara kita dapat
berdiri dengan tegak dan mempertahankan kemerdekaanya sampai sekarang.
Setiap negara yang merdeka memiliki sumber daya atau sumber kekuatan yang berbeda. Di
dunia ini tidak menutup kemungkinan ada negara yang kaya akan sumber daya alam, tetapi
sangat kekurangan tenaga ahli atau ilmuwan untuk mengelola sumber daya alamnya. Begitu juga
sebaliknya, ada negara yang memiliki tenaga ahli atau ilmuwan yang banyak, tetapi miskin
sumber daya alam.
Kedua kondisi tersebut menyebabkan setiap negara membutuhkan keberadaan negara lain
sehingga terciptalah hubungan di antara negara-negara tersebut.
Proses hubungan internasional, baik yang bersifat bilateral maupun multilateral dipengaruhi oleh
potensi yang dimiliki oleh setiap negara. Potensi tersebut antara lain adalah kekuatan nasional,
jumlah penduduk, sumber daya dan letak geografis.
Potensi tersebut menjelma sebagai kekuatan bagi suatu negara. Apabila suatu negara memiliki
kekuatan dalam keempat potensi tersebut, maka negara tersebut dapat dikatakan sebagai negara
maju dan cenderung tidak mengadakan hubungan internasional. Namun, jika keempat potensi
tersebut lemah, maka suatu negara cenderung akan sangat membutuhkan hubungan internasional.
Akan tetapi, dalam kenyataannya, tidak ada negara yang tidak membutuhkan hubungan dengan
negara lain. Bahkan, negara-negara industri maju pun membutuhkan negara-negara lain yang
belum maju untuk memasarkan produk-produk mereka. Selain itu, negara maju biasanya
membutuhkan bahan-bahan mentah untuk industri yang biasanya tersedia di negara-negara yang
sedang berkembang. Dengan demikian, antara negara maju dengan negara berkembang bahkan
dengan negara miskin sekalipun dapat terjalin hubungan internasional yang sifatnya saling
menguntungkan.
Secara umum, titik berat dalam hubungan internasional antara lain adalah bidang pertahanan dan
keamanan, ekonomi, sosial budaya dan bahkan ideologi.
Bidang-bidang tersebut pada umumnya menjadi faktor yang melatarbelakangi terjadinya
hubungan internasional. Misalnya, dalam bidang ekonomi terutama dalam bidang perdagangan,
kita mengenal negara-negara yang tergabung dalam Group of 8 (kelompok 8 negara maju),
kemudian kita mengenal juga organisasi perdagangan internasional yang biasa disebut World
Trade Organization (WTO) dan sebagainya. Sementara itu, dalam bidang pertahanan, negara-
negara Eropa dan Amerika Serikat membentuk North Atlantic Treaty Organization (NATO).
Suatu negara dapat mengadakan hubungan internasional manakala kemerdekaan dan
kedaulatannya telah diakui baik secara de facto dan de jure oleh negara lain.
Perlunya kerja sama dalam bentuk hubungan internasional antara lain karena
faktor-faktor berikut.
1. Faktor internal, yaitu adanya ancaman bagi kelangsungan hidupnya baik melalui kudeta
maupun intervensi dari negara lain.
2. Faktor ekternal, yaitu ketentuan hukum alam yang tidak dapat dipungkiri bahwa suatu
negara
tidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan dan kerja sama dengan negara lain. Ketergantungan
tersebut terutama dalam upaya memecahkan masalah-masalah ekonomi, politik, hukum,
sosial budaya, pertahanan dan keamanan.
Pembangunan hubungan internasional bangsa Indonesia ditujukan untuk peningkatan
persahabatan dan kerja sama bilateral, regional dan multilateral melalui berbagai macam forum

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 66


sesuai dengan kepentingan dan kemampuan nasional. Selain itu, bagi Bangsa Indonesia,
hubungan internasional diarahkan untuk:
a. membentuk satu negara Republik Indonesia yang berbentuk negara kesatuan dan negara
kebangsaan yang demokratis;
b. membentuk satu masyarakat yang adil dan makmur secara material ataupun spiritual dalam
wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia;
c. membentuk satu persahabatan yang baik antara Republik Indonesia dan semua negara di
dunia, terutama sekali dengan negara-negara Afrika dan Asia atas dasar bekerjsama
membentuk satu dunia baru yang bersih dari imperialisme dan kolonialisme menuju
perdamaian dunia yang sempurna;
d. mempertahankan kemerdekaan bangsa dan menjaga keselamatan negara;
e. memperoleh barang-barang yang diperlukan untuk memperbesar kemakmuran rakyat,
apabila barang-barang itu tidak atau belum dapat dihasilkan sendiri oleh bangsa Indonesia;
f. meningkatkan perdamaian internasional karena hanya dalam keadaan damai, Indonesia dapat
membangun dan memperoleh syarat-syarat yang diperlukan untuk memperbesar
kemakmuran rakyat;
g. meningkatkan persaudaraan segala bangsa sebagai pelaksanaan cita-cita yang tersimpul di
dalam Pancasila, dasar dan filsafat negara kita.
3. Asas-Asas Hubungan Internasional
Pada umumnya hubungan internasional dilakukan oleh setiap negara untuk mewujudkan
kepentingan nasionalnya. Untuk mencapai hal tersebut perlu dibangun hubungan internasional
yang menekankan aspek persamaan harkat, derajat dan martabat sebagai sesama bangsa yang
merdeka. Menurut Hugo de Groot, dalam hubungan internasional asas persamaan derajat
merupakan dasar yang menjadi kemauan bebas dan persetujuan dari beberapa atau semua
negara.
Tujuannya adalah untuk kepentingan bersama dari mereka yang menyatukan diri di dalamnya.
Dalam hubungan internasional, dikenal beberapa asas yang didasarkan pada daerah dan ruang
lingkup berlakunya ketentuan hukum bagi daerah dan warga negara masing-masing. Ada tiga
asas dalam hubungan internasional yang saling mempengaruhi.
a. Asas Teritorial. Asas ini didasarkan pada kekuasaan negara atas daerahnya.
Menurut asas ini, negara melaksanakan hukum bagi semua orang dan semua barang yang
ada di wilayahnya. Jadi, terhadap semua barang atau orang yang berada di luar wilayah
tersebut berlaku hukum asing (internasional) sepenuhnya.
b. Asas kebangsaan. Asas ini didasarkan pada kekuasaan negara terhadap warga negaranya.
Menurut asas ini, setiap warga negara di manapun ia berada tetap mendapat perlakuan
hukum dari negaranya. Asas ini mempunyai kekuatan extrateritorial. Artinya, hukum dari
negaratersebut tetap berlaku bagi warga negaranya walaupun berada di negara lain.
d. Asas kepentingan umum. Asas ini didasarkan pada wewenang negara untuk melindungi dan
mengatur kepentingan dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam hal ini, negara dapat menyesuaikan diri dengan semua keadaan dan peristiwa yang
berkaitan dengan kepentingan umum. Jadi, hukum tidak terikat pada batas-batas wilayah suatu
negara.
Ketiga asas di atas harus diperhatikan oleh setiap negara yang membangun hubungan
internasional, agar hubungan tersebut dapat memberikan keuntungan bagi semua pihak serta
tujuan dari hubungan tersebut dapat tercapai. Apabila ketiga asas tersebut tidak diperhatikan,
akan timbul kekacauan hukum dalam hubungan internasional. Oleh karena itu antara satu
negara dengan negara lain harus menciptakan hubungan yang teratur dan tertib yang
berdasarkan kepada ketentuan hukum internasional. Akan tetapi, walaupun demikian, dewasa
ini kerapkali masih terjadi persoalan antarbangsa yang perlu dipecahkan. Misalnya, persoalan
dwi-kewarganegaraan, batas-batas negara,pengakuan kepemilikan atas wilayah atau pulau
tertentu, wajib militer dan wajib pajak.
4. Sasaran Hubungan Internasional
Hubungan antarbangsa atau yang lebih dikenal dengan hubungan internasional mempunyai
sasaran utama yang disepakati oleh semua negara yang membangun hubungan tersebut. Sasaran
tersebut adalah terciptanya perdamaian dunia.
Berkaitan dengan hal tersebut, terdapat beberapa aliran yang memberikan pandangan mengenai
sasaran dari hubungan internasional, di antaranya sebagai berikut.

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 67


a. Aliran Idealisme
Setiap bangsa memiliki kepentingan yang sama terhadap perdamaian dunia.
Setiap bangsa yang mengganggu perdamaian dunia, berarti bangsa tersebut telah bertingkah laku
tidak rasional dan tidak bermoral. Realitas manusia akan semakin kompleks. Begitu juga dengan
kualitas manusia akan semakin baik.
Perdamain merupakan suatu proses yang tidak dapat dihalangi realisasinya oleh kekuatan
apapun. Perdamaian merupakan hal mutlak dalam hubungan internasional
b. Aliran Realisme
Kunci dari masalah politik internasional adalah kekuatan politik (political power) Otoritas
(kewenangan) yang efektif dari suatu negara hanya dapat berdiri atas kekuatan nasional yang
nyata.
Ketertiban internasional merupakan suatu tatanan yang mustahil terjadi dan tidak dapat
dipercaya.
Perwujudan masyarakat internasional yang berdasarkan hubungan internasional hanyalah
khayalan belaka (utopis), selama kepentingan nasional yang merupakan penggerak politik
internasional masih saling bertabrakan.
c. Aliran Neorealisme.
Menurut aliran ini, hubungan internasional selain berdasarkan pada kalkulasi kekuatan dan
kekuasaan, juga harus berdasarkan pertimbangan moral. Dengan demikian, aliran ini
memadukan pandangan dari aliran idealisme dan realisme.
d. Aliran Polemologi (studi perdamaian)
Sumber konflik banyak terletak pada ketidakseimbangan di bidang ekonomi dan potensi
militer.
Untuk memperoleh jalan keluar dalam memecahkan konflik, dapat dilakukan dengan jalan
mempertajam konflik.
Persamaan dan kesempatan untuk menikmati kemakmuran harus diciptakan oleh setiap
pengusa negara
Masalah dunia ketiga harus dijadikan sasaran penyelidikan dalam setiap studi perdamaian.
e. Aliran Perdamaian dan Ideologi
Aliran ini berpandangan bahwa aspek ideologis harus diletakkan di samping kepentingan
nasional sebagai faktor utama yang menentukan hubungan internasional.
5. Politik Luar Negeri Indonesia dalam Menjalin Hubungan Internasional
Suatu bangsa yang merdeka tidak dengan serta merta dapat hidup sendiri tanpa bantuan dari
negara lain. Untuk menjaga kelangsungan hidupnya dan mempertahankan kemerdekaannya,
negara tersebut membutuhkan dukungan dari negara lain. Nah, untuk mendapatkan dukungan
tersebut, suatu negara harus mengadakan hubungan yang baik dengan negara lain. Misalnya,
ketika awal berdirinya negara Kesatuan republik Indonesia, untuk memperoleh pengakuan dan
dukungan dari negara lain terhadap kemerdekaannya, para pendiri negara kita mengadakan
hubungan dengan Australia, Amerika Serikat, Belgia,Mesir dan sebagainya. Alhasil, negara
kita dapat berdiri dengan tegak dan mempertahankan kemerdekaannya hingga sekarang.
Hubungan yang dilakukan oleh suatu negara dengan negara lain, tentu saja tidak dapat
dilepaskan dari tata pergaulan antarnegara.
Jika dalam pergaulan manusia dan yang dinamakan tata krama pergaulan, maka dalam
pergaulan antarnegara pun terdapat hal yang sama.
Setiap negara mempunyai kebijakan politiknya masing-masing. Kebijakan politik masing-
masing negara dalam pergaulan internasional dinamakan politik luar negeri.
Berkaitan dengan hal tersebut, bentuk kerja sama dan perjanjian internasional yang dilakukan
oleh bangsa Indonesia merupakan perwujudan dari politik luar negeri Indonesia. Selain itu,
politik luar negeri juga memberikan corak atau warna tersendiri bagi kerja sama dan perjanjian
internasional yang dilakukan oleh suatu negara. Apa sebenarnya politik luar negeri bangsa
Indonesia?
Untuk mengetahui corak politik luar negeri Indonesia, coba kalian perhatikan
Pembukaan UUD 1945 alinea keempat, tentang tujuan negara, ...ikut serta dalam perdamaian
dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Pernyataan
tersebut mengindikasikan bahwa politik luar negeri kita memiliki corak tertentu. Pemikiran
para pendiri negara (founding fathers) yang dituangkan dalam Pembukaan UUD 194 tersebut
didasari oleh kenyataan bahwa sebagai negara yang baru merdeka, kita dihadapkan pada

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 68


lingkungan pergaulan dunia yang dilematis.
Pada awal pendirian negara Republik Indonesia, kita dihadapkan pada satu situasi dunia yang
dikuasai oleh dua kekuatan negara adidaya sebagai akibat dari Perang Dunia II. Dua kekuatan
tersebut adalah Blok Barat di bawah kendali Amerika Serikat dengan mengusung ideologi
liberal, sedangkan kekuatan lainnya dikuasai oleh Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet
dengan mengusung ideologi komunis. Kenyataan ini sangat berpengaruh pada negara
Indonesia yang baru saja merdeka dan tengah berupaya keras mempertahankan kemerdekaanya
dari rongrongan Belanda. Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia. Kondisi demikian
mau tidak mau memaksa bangsa Indonesia untuk menentukan sikapnya, walaupun usianya
masih sangat muda. Sikap bangsa Indonesia tersebut tertuang dalam rumusan politik luar
negeri Indonesia.
Pemerintah Indonesia yang pada waktu itu dipimpin oleh Ir. Soekarno sebagai Presiden dan Drs.
Muhammad Hatta sebagai Wakil Presiden, pada tanggal 2 September 1948 di hadapan Badan
Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat mengumumkan pendirian politik luar negeri Indonesia
yang antara lain berbunyi
...tetapi mestikah kita, bangsa Indonesia yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa dan
negara kita hanya harus memilih antara pro-Rusia atau pro-Amerika? Apakah tak ada pendirian
lain yang harus kita ambil dalam mengejar cita-cita kita?.
Pemerintah Indonesia pada waktu itu berpendapat bahwa pendirian yang harus diambil tidak
menjadikan negara kita terjebak dalam kepentingan dua blok tersebut, negara kita tidak mau
menjadi objek dalam pertarungan politik antara dua blok tersebut. Negara kita harus menjadi
subjek yang berhak menentukan sikapnya sendiri dan memperjuangkan tujuan sendiri, yaitu
merdeka seutuhnya tanpa ada rongrongan dari negara lain. Dalam kesempatan itu Drs.
Muhammad Hatta menyampaikan pidatonya dengan judul yang sangat menarik, yaitu
Mendayung antara Dua Karang. Pidato tersebut kemudian dirumuskan lagi secara eksplisit
sebagai prinsip bebas aktif, yang kemudian menjadi corak politik luar negeri Indonesia sampai
sekarang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa politik luar negeri Indonesia bersifat
bebas aktif.
Sifat politik luar negeri inilah yang mewarnai pola kerja sama bangsa Indonesia dengan negara
lain. Hal ini dapat dilihat dari peristiwa-peristiwa di bawah ini yang dengan jelas
menggambarkan bentuk kerja sama yang dikembangkan bangsa Indonesia, yaitu sebagai berikut.
a. Indonesia menjadi anggota Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang ke-60 pada tanggal 28
September 1950. Meskipun pernah keluar dari keanggotaan PBB pada tanggal 7 Januari
1965 sebagai bentuk protes atas diterimanya Malaysia menjadi anggota tidak tetap
DewanKeamanan PBB, akan tetapi pada tanggal 28 September 1966 Indonesia masuk
kembali menjadi anggota PBB dan tetap sebagai anggota yang ke 60
b. Penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika (KAA) pada tahun 1955 yang melahirkan
semangat dan solidaritas negara-negara Asia-Afrika yang kemudian melahirkan Dasasila
Bandung. Pelaksanaan Konferensi ini sering diperingati setiap tahunnya, terakhir pada tahun
bulan April 2005, diperingat 50 tahun KAA di Bandung yang dihadiri oleh para Kepala
Negara di kawasan
Asia-Afrika.
c. Keaktifan Indonesia sebagai salah satu pendiri Gerakan Non-Blok (GNB) pada tahun 1961,
bahkan pada tahun 1992 dalam Konferensi Negara-negara non-Blok yang berlangsung di
Jakarta, Indonesia ditunjuk menjadi Ketua GNB. Melalui GNB ini secara langsung
Indonesia telah turut serta meredakan ketegangan perang dingin antara Blok Barat dan Blok
Timur.
d. Terlibat langsung dalam misi perdamaian Dewan Keamanan PBB dengan mengirimkan
Pasukan Garuda ke negara-negara yang dilanda konflik seperti Konggo, Vietnam, Kamboja,
Bosnia dan sebagainya. Bahkan, pada tahun 2007, Indonesia ditetapkan menjadi anggota
tidak tetap Dewan Kemanan PBB.
e. Indonesia menjadi salah satu pendiri ASEAN (Assosiaciation of South-East Asian Nation)
yaitu organisasi negara-negara di kawasan Asia Tenggara, bahkan Sekretariat Jenderal
ASEAN berada di Jakarta.
f. Ikut serta dalam setiap pesta olah raga internasional mulai dari SEA Games,Asian Games,
Olimpiade, dan sebagainya.

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 69


g. Indonesia aktif juga dalam beberapa organisasi internasional lainnya, hal ini dibuktikan
dengan
tercatatnya bangsa Indonesia sebagai anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI), organisasi
negara-negara pengekspor minyak (OPEC), dan organisasi kerja sama ekonomi Asia Pasifik
(APEC).
h. Menyelenggarakan hubungan diplomatik dengan berbagai negara yang ditandai dengan
pertukaran perwakilan diplomatik dengan negara yang bersangkutan.

Sebagai wujud dari hal tersebut, di negara kita terdapat kantor Kedutaan Besar dan Konsulat
Jenderal negara lain. Begitu juga dengan kantor Kedutaan Besar dan Konsulat Jenderal negara
kita yang terdapat di negara lain.
Kemudian, wujud politik bebas aktif bangsa Indonesia dapat dilihat dari perjanjian
internasional yang dilakukan oleh bangsa Indonesia. Berikut ini contoh perjanjian internasional
yang pernah dilaksanakan oleh bangsa Indonesia dengan negara lain.
a. Perjanjian penyelesaian dwikewarganegaraan dengan Republik Rakyat Cina pada tahun 1955.
b. Perjanjian penyerahan Irian Barat dengan pemerintah Kerajaan Belanda pada 15 Januari 1962.
c. Perjanjian penentuan garis batas Laut Andaman di sebelah utara Selat Malaka dengan
pemerintah Kerajaan Thailand pada tahun 1971.
d.Perjanjian mengenai penentuan garis batas wilayah antara Indonesia dan PapuaNugini dengan
pemerintah Australia pada 12 Februari 1971.
e. Persetujuan mengenai garis batas landas kontinen antara Indonesia dan Singapura di Selat
Singapura
dengan pemerintah Singapura pada tanggal 25 Mei 1973.
f. Perjanjian ekstradisi dengan pemerintah Kerajaan Malaysia pada tahun 1974.
g. Perjanjian mengenai pertahanan dan keamanan dengan pemerintah Australia pada tanggal 16
Desember 1995.

6. Manfaat Kerja Sama dan Perjanjian Internasional Bagi Indonesia


Seperti yang telah diuraikan sebelumnya bahwa hubungan internasional baik dalam bentuk
kerja sama maupun perjanjian internasional memiliki kedudukan yang sangat penting bagi
keberadaan suatu negara. Suatu negara banyak memperoleh manfaat dari hubungan
internasional yang dilakukannya. Secara umum, manfaat yang diperoleh oleh setiap negara
adalah adanya kemudahan dalam mengatasi kekurangan yang terjadi di negaranya. Suatu
negara dengan bantuan dari negaralain yang menjadi mitranya dapat mencukupi kebutuhan
rakyatnya yang tidak dapat dipenuhi sendiri oleh negara yang bersangkutan. Negara Indonesia
pun merasakan hal yang serupa. Kita tidak dapat mengelak kalau negara kita belum
sepenuhnya mampu mencukupi kebutuhan rakyatnya, melalui hubungan internasional secara
langsung maupun tidak langsung beban yang dipikul oleh negara kita untuk mensejahterakan
rakyatnya sedikit lebih mudah karena mendapatkan bantuan dari negara lain. Akan tetapi hal
tersebut tidak membuat bangsa Indonesia selalu bergantung pada negara lain. Hal tersebut
merupakan konsekuensi atau dampak yang kita terima dari pelaksanaan hubungan
internasional.
Secara khusus, manfaat yang dapat bangsa Indonesia peroleh dari kerja sama dan perjanjian
internasional adalah sebagai berikut.
a. Dalam aspek ideologi, di antaranya:
1) dapat mengetahui nilai-nilai ideologi yang dianut oleh negara lain sehingga dapat
membandingkannya dengan ideologi Pancasila yang pada akhirnya akan timbul kebanggaan
terhadap ideologi Pancasila yang dianut oleh negara kita;
2) dapat terhindar dari pengaruh negatif nilai-nilai ideologi yang dianut negara lain dan
mengambil
pengaruh positifnya untuk dilaksanakan dan memperkuat sendi-sendi ideologi Pancasila;
3) diperoleh kesempatan untuk menunjukkan keunggulan ideologi Pancasila dalam setiap
berhubungan dengan negara lain sehingga akan terbentuk citra positif dari negara lain
kepada negara kita
b. Dalam aspek politik, di antaranya:
1) dapat mengetahui perkembangan politik yang terjadi di negara lain;
2) dapat mencontoh aspek-aspek positif dari kehidupan politik di negara lain, misalnya

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 70


Keberhasilan dalam melaksanakan demokratisasi;
3) memperat hubungan diplomatik dengan negara lain yang diwujudkan dengan adanya
pertukaran perwakilan diplomatik.
c. Dalam aspek ekonomi, di antaranya:
1) menarik minat negara lain untuk menanamkan modalnya atau berinvestasi di negara kita
2) dapat menikmati barang-barang yang diproduksi oleh negara lain danbermanfaat bagi rakyat
Indonesia
3) terbukanya peluang untuk mengekspor produksi dalam negeri ke negara lain
d. Dalam aspek sosial-budaya, diantaranya:
1) terbukanya kesempatan untuk mengadakan pertukaran pelajar atau mahasiswa, yang pada
hakikatnya merupakan pertukaran ilmu pengetahuan/ informasi yang saling menguntungkan
2) dapat mendatangkan tenaga ahli untuk bidang tertentu dimana negara kita memiliki
kekurangan untuk tenaga ahli di bidang tersebut
3) dapat saling memperkenalkan budaya masing-masing yang diwujudkan dengan
dilakukannya pertukaran misi kebudayaan.
e. Dalam aspek pertahanan dan keamanan, diantaranya:
1) dapat menghindari konflik dengan negara lain
2) terbukanya kesempatan untuk ikut serta dalam proses perwujudan perdamaian dunia,
misalmya dengan menjadi anggota PBB
3) terciptanya stabilitas keamanan dalam negeri terutama dari ancaman agresi dari negara lain.

b.Proses Pembelajaran
Proses pembelajaran menggunakan pendekatan Saintifik, Metode Diskusi, model pembelajaran
bekerja dalam kelompok. Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi menjadi tiga tahapan
yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

No. Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi


Waktu
01. Pendahuluan 1).Guru mempersiapkan kelas agar 10 Menit
lebih kondusif dan menyenangkan
untuk proses belajar-mengajar;
kerapian dan kebersihan ruang kelas,
presensi (kehadiran, agenda kegiatan,
menyiapkan media dan alat serta buku
yang diperlukan.
2) Guru menyampaikan kompetensi
yang akan dicapai dan manfaatnya
dalam kehidupan sehari-hari.
3) Guru menyampaikan garis besar
cakupan materi dan kegiatan yang
akandilakukan.
4) Guru menyampaikan lingkup dan
teknik penilaian yang akan digunakan
02 Kegiatan Inti
FASE 1 a) Peserta didik dibagi menjadi
Mengamati beberapa kelompok masing-
(observing) masing berjumlah 5 6 orang.
b) Pada kegiatan ini peserta didik
mengamati Gambar 5.1 atau
jikamemungkinkan mengamati
tayangan video yang berkaitan dengan
hubungan internasional. Kemudian,
guru dapat menambahkan penjelasan
tentang gambar tersebut dengan
berbagai fakta baru yang berhubungan
dengan hubungan internasional.
c) Guru memberikan stimulasi dengan

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 71


mengajukan
pertanyaanpertanyaan yang dapat
menghadapkan peserta
didik pada kondisi internal yang
mendorong eksplorasi.
FASE 2 a) Peserta didik diberi kesempatan
Menanya untuk mengidentifikasi
(questioning) sebanyak mungkin masalah yang
relevan dengan hubungan
internasional kemudian salah
satunya dipilih dan dirumuskan
pertanyaannya dan diikuti dengan
merumuskan hipotesis (jawaban
sementara atas solusi pertanyaan
masalah).
b) Peserta didik diminta secara
kelompok untuk mengidentifikasi
sekaligus mencatat pertanyaan
yang ingin diketahui tentang
hubungan internasional. Guru
membimbing dan mendorong
peserta didik untuk terus menggali
rasa ingin tahu dengan pertanyaan
mendalam.
Daftarpertanyaan disusun sebagai
berikut
N0 Pertanyaa Jawaba Skoor
n n
1
2
3
4
5
Tiap soal =4.Skor Max 20
Nilai =Jmlh Skoor X 5
FASE 3 a) Peserta didik secara kelompok
Mengumpulkan dibimbing untuk mencari informasi
informasi/mencoba sebagai jawaban atas pertanyaan
(experimenting) yang disusun dengan membaca
uraian materi Bab 5 Sub-bab A
tentang Pola hubungan Internasional
yang dibangun Indonesia atau
membaca dari buku sumber lain
yang relevan, internet; web, media
sosial.
b) Peserta didik juga diminta untuk
mengidentifikasi makna
hubungan internasional (Tugas
Mandiri 5.1) dan manfaat yang
diambil bangsa Indonesia dalam
menjalin hubungan
internasional (Tugas Mandiri 5.2).
FASE 4 a) Peserta didik menghubungkan
Menalar/Mengasosi informasi yang diperolah
asi (associating sebagai dasar untuk menarik
kesimpulan tentang pentingnya
hubungan internasional bagi
RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 72
bangsa Indonesia.
b) Peserta didik dibimbing untuk
menyusun laporan hasil
Identifikasi yang berkaitan dengan
pola hubungan internasional yang
dibangun Indonesia. Laporan tersebut
dapat berupa display, bahan tayang
dan sebagainya sesuai dengan situasi
sekolah.
FASE 5 Setiap kelompok dengan bimbingan
Mengomunikasikan guru diminta untuk menyajikan hasil
(communicating identifikasi yang berkaitan dengan
pola hubungan internasional yang
dibangun Indonesia di depan kelas dan
kelompok lain memberikan komentar.
03. Penutup 1) Guru dan peserta didik 15 Menit
menyimpulkan materi yang telah di
bahas pada
pertemuan ini.
2) Peserta didik ditugaskan untuk
mengerjakan Tugas Mandiri 5.3. .
3) Guru dan peserta didik menutup
kegiatan dengan mengucapkan rasa
syukur
kepada Tuhan YME bahwa
pertemuan kali ini telah berlangsung
dengan baik
dan lancar

c. Penilaian
1) Penilaian sikap
Penilaian sikap terhadap peserta didik dapat dilakukan selama proses belajar berlangsung.
Penilaian dapat dilakukan dengan observasi. Dalam observasi ini misalnya dilihat aktivitas
peserta didik dalam mengumpulkan data dari berbagai sumber berkaitan dengan pola
hubungan Internasional yang dibangun Indonesia dan tingkat perhatian peserta didik pada
saat berdiskusi. Aspek yang dinilai adalah kemampuan menyampaikan pendapat,
argumentasi atau menjawab pertanyaan serta aspek kerjasama kelompok.

Pedoman Pengamatan Sikap


Kelas : .
Hari, Tanggal : .
Pertemuan Ke- : .
Materi Pokok : .....................................
No. Nama Siswa ASPEK SIKAP PERILAKU YG DIMILAI
Taqwa Syukur Toler Kerjasama Skor Rerata Pre
ansi dik
at
01.
02.
03.

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 73


04.
dst
Keterangan :
Skor penilaian menggunakan skala 1 4, yaitu:
Skor 1 apabila peserta didik tidak pernah sesuai aspek sikap yang dinilai
Skor 2 apabila peserta didik kadang-kadang sesuai aspek sikap yang dinilai
Skor 3 apabila peserta didik sering sesuai aspek sikap yang dinilai
Skor 4 apabila peserta didik selalu sesuai aspek sikap yang dinilai
Skor Perolehan
Nilai = --------------------- x 4
16
2) Penilain Pengetahuan
Penilaian pengetahuan dilakukan dalam bentuk penugasan yaitu
Tugas Mandiri 5.1,
Tugas Mandiri 5.2 dan Tugas Mandiri 5.3.
Pensekoran Tugas Mandiri 5.1
Soal nomor 1 masing-masing kolom skornya 2 sehingga skor maksimal adalah 6.
Soal nomor 2, 3 dan 4 skornya masing-masing 2. Total skor tertinggi adalah 12.
Skor Perolehan
Nilai = -------------------- x 4
12
Penyekoran Tugas Mandiri 5.2Soal nomor 1 5 masing-masing skornya 2 sehingga skor
Maksimal adalah 10,

Skor Perolehan
Nilai = -------------------- x 4
10

Penyekoran Tugas Mandiri 5.3Soal nomor 1 4 masing-masing skornya 2 sehingga skor


maksimal adalah 8.

Skor Perolehan
Nilai = -------------------- x 4
8

3) Penilaian Keterampilan
Penilaian keterampilan dilakukan guru dengan melihat kemampuan peserta didik dalam menyajikan
hasil analisis, kemampuan bertanya, kemampuan menjawab pertanyaan atau mempertahankan
argumentasi kelompok, kemampuan dalam memberikan masukan/saran terkait dengan materi yang
sedang dibahas (mengomunikasikan secara lisan). Penilaian dapat menggunakan format di bawah
ini,dengan rentangan skor 1 4.
No. Nama Siswa Menyajika Mengajukan Menjawab Member Skor Rerata
n pertanyaan pertanyaan i skor:4
gagasan Saran

01.
02.
03.
04.
dst
Pedoman penskoran :
No Kemampuan ketrampilan Diskripsi penskoran
. yang dinilai

01. Menyajikan Skor 4, apabila sistematis, kreatif, menarik

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 74


gagasan Skor 3, apabila sistematis, kreatif, tidak menarik
Skor 2, apabila sistematis, tidak kreatif, tidak menarik
Skor 1, apabila tidak sistematis, tidak kreatif, tidak
menarik
02. Mengajukan Skor 4, apabila selalu menanya
pertanyaan Skor 3, apabila sering menanya
Skor 2, apabila kadang-kadang menanya
Skor 1, apabila tidak pernah menanya
03. Menjawab Skor 4, apabila jawaban benar, rasional, danjelas.
pertanyaan Skor 3, apabila jawaban benar, rasional, dan kurang jelas.
Skor 2, apabila jawaban benar, kurang rasional/tidak jelas.
Skor 1, apabiljawaban tidak benar, tidak rasional/ tidak jelas
04. Memberi Skor 4, apabila sistematis, kreatif, menarik
Saran Skor 3, apabila sistematis, kreatif, tidak menarik
Skor 2, apabila sistematis, tidak kreatif, tidak menarik
Skor 1, apabila tidak sistematis, tidak kreatif, tidak
menarik
2. Pertemuan Kedua ( 2 x 45 menit )
a. Materi Pembelajaran
Perjanjian Internasional yang dilakukan Indonesia
1. Makna Perjanjian Internasional
Perjanjian internasional mempunyai kedudukan yang penting dalam pelaksanaan hubungan
internasional. Biasanya negara-negara yang menjalin hubungan atau kerja sama internasional selalu
menyatakan ikatan hubungan tersebut dalamsuatu perjanjian internasional. Di dalam perjanjian
internasional, diatur hal-hal yang menyangkut hak dan kewajiban antara negara-negara yang
mengadakan perjanjian dalam rangka hubungan internasional.
Perjanjian internasional mempunyai pengertian yang beragam. Berikut ini beberapa pandangan
yang dikemukan oleh para ahli mengenai makna perjanjian internasional.
a. Mochtar Kusumaatmadja, menyatakan bahwa perjanjian internasional adalah perjanjian
yang
diadakan antarbangsa yang bertujuan untuk menciptakan akibat-akibat hukum tertentu.
b. Oppenheimer-Lauterpacht, mengungkapkan bahwa perjanjian internasional adalah suatu
persetujuan antarnegara yang menimbulkan hak dan kewajiban di antara pihak-pihak yang
mengadakannya.
c. G. Schwarzenberger, memaknai perjanjian internasional sebagai suatu perjanjian antara
subjek-subjek hukum hukum internasional yang menimbulkan kewajiban-kewajiban yang
mengikat dalam hukum internasional. Perjanjianinternasional dapat berbentuk bilateral
maupun multilateral. Subjek-subjek hukum dalam hal ini selain lembaga-lembaga
internasional, juga negaranegara.
d. Konvensi Wina tahun 1969, merumuskan perjanjian internasional sebagai suatu perjanjian
yang diadakan oleh dua negara atau lebih yang bertujuan untuk mengadakan akibat-akibat
hukum tertentu.
e. Academy of Sciences of USSR, menyimpulkan bahwa suatu perjanjian internasional adalah
suatu persetujuan yang dinyatakan secara formal antara dua atau lebih negara-negara
mengenai pemantapan, perubahan atau pembatasan hak-hak dan kewajiban mereka secara
timbal balik.
Dengan demikian, dari pandangan-pandangan di atas, dapat dirumuskan bahwa secara
umum perjanjian internasional dapat diartikan sebagai perjanjian antarnegara atau antara
negara dengan organisasi internasional yang menimbulkan akibat hukum tertentu berupa
hak dan kewajiban di antara pihak-pihak yang mengadakan perjanjian tersebut.
Perjanjian internasional menjadi sumber hukum terpenting bagi hukum internasional positif,
karena lebih menjamin kepastian hukum. Di dalam proses perumusan suatu perjanjian
internasional, yang paling penting adalah adanya kesadaran masing-masing pihak yang
membuat perjanjian untuk mematuhinya secara etis normatif.
Menurut Pasal 38 Ayat (1) Statuta Mahkamah Internasional, perjanjian internasional
merupakan sumber utama dari sumber-sumber hukum internasional lainnya. Hal tersebut
dapat dibuktikan terutama dalam kegiatan-kegiatan internasional dewasa ini yang sering

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 75


berpedoman pada perjanjian antara para subjek hukum internasional yang mempunyai
kepentingan yang sama. Misalnya,Deklarasi Bangkok 1968 yang melahirkan Organisasi
ASEAN dengan tujuankerja sama di bidang ekonomi, sosial dan budaya.

Kedudukan perjanjian internasional dianggap sangat penting, karena alasan berikut.


a. Perjanjian internasional lebih menjamin kepastian hukum sebab perjanjian internasional
diadakan secara tertulis.

b. Perjanjian internasional mengatur masalah-masalah kepentingan bersama di antara para


subjek hukum internasional.
Dari dua alasan tersebut, suatu perjanjian internasional yang dibuat secara sepihak karena ada unsur
paksaan dianggap tidak sah dan batal demi hukum. Oleh karena itu, dalam membuat suatu
perjanjian internasional harus diperhatikan asasasas berikut.
a. Pacta Sunt Servada, yaitu asas yang menyatakan bahwa setiap perjanjian yang telah dibuat
harus ditaati oleh pihak-pihak yang mengadakannya.
b. Egality Rights, yaitu asas yang menyatakan bahwa pihak yang saling mengadakan
hubungan atau perjanjian internasional mempunyai kedudukan yang sama.
c. Reciprositas, yaitu asas yang menyatakan bahwa tindakan suatu negara terhadap negara lain
dapat dibalas setimpal, baik tindakan yang bersifat negatif maupun positif.
d. Bonafides, yaitu asas yang menyatakan bahwa perjanjian yang dilakukan harus didasari
oleh itikad baik dari kedua belah pihak agar dalam perjanjian tersebut tidak ada pihak yang
merasa dirugikan.
e. Courtesy, yaitu asas saling menghormati dan saling menjaga kehormatan negara.
f. Rebus sig Stantibus, yaitu asas yang dapat digunakan terhadap perubahan yang mendasar
dalam keadaan yang bertalian dengan perjanjian itu.
2. Istilah-istilah Perjanjian Internasional
Perjanjian internasional mempunyai istilah yang beragam. Pemberian istilah perjanjian
Internasional didasarkan pada tingkat pentingnya suatu perjanjian internasional serta keharusan
untuk mendapatkan ratifikasi dari setiap kepala negara yang mengadakan suatu perjanjian.
Adapun, istilah lain dari perjanjian internasional adalah sebagai berikut.
a.Traktat (treaty), yaitu suatu perjanjian antara dua negara atau lebih untuk mencapai hubungan
hukum mengenai objek hukum (kepentingan) yang sama.
Dalam hal ini, masing-masing pihak mempunyai hak dan kewajiban yang mengikat dan mutlak
serta harus diratifikasi. Istilah traktat digunakan dalam perjanjian internasional yang bersifat
politis. Misalnya, traktat antara Republik Indonesia dan Australia tentang batas landas kontinen
dan eksplorasi di celah Timor pada tahun 1990, yang dikenal dengan perjanjian Celah Timor.
b.Persetujuan (agreement), yaitu suatu perjanjian/persetujuan antara dua negara atau lebih yang
mempunyai akibat hukum seperti dalam traktat. Namunagreement lebih bersifat teknis atau
administratif, dan tidak mutlak harus diratifikasi. Misalnya agreement tentang ekspor-impor
komoditas tertentu.
c.Konvensi (convention),yaitu suatu perjanjian yang bersifat multilateral.
Ketentuan-ketentuanya berlaku bagi masyarakat internasional secara keseluruhan (law making
treaty). Misalnya, Konvensi Hukum Laut Internasional tahun 1982 di Montego-Jamaika.
d.Protokol (protocol),yaitu suatu perjanjian yang kurang resmi dibandingkan traktat atau konvensi
dan pada umumnya tidak dibuat oleh kepala negara. Protokol hanya mengatur masalah-
masalah tambahan, seperti penafsiran klausul-klausul atau persyaratan perjanjian tertentu.
Contohnya,
Protokol Den Haag tahun 1930 tentang perselisihan penafsiran undang-undang nasionalitas
tentang wilayah perwalian dan lain-lain.
e.Piagam (statuta),yaitu himpunan peraturan yang ditetapkan sebagai persetujuan internasional,
baik mengenai lapangan-lapangan kerja internasional maupun mengenai anggaran dasar suatu
lembaga.
Misalnya, Statuta of The International Court of Justice, pada tahun 1945. Adakalanya piagam
itu digunakan untuk alat tambahan/lampiran pada konvensi, seperti Piagam Kebebasan Transit
yang dilampirkan pada Convention of Barcelona tahun 1921.
f. Charter, yaitu suatu piagam yang digunakan untuk membentuk badan tertentu.
Misalnya, The Charter of The United Nations tahun1945 dan Atlantic Charter tahun 1941.

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 76


g.Deklarasi (declaration), yaitu suatu perjanjian yang bertujuan untuk memperjelas atau
menyatakan adanya hukum yang berlaku atau menciptakan hukum baru. Misalnya Universal
Declaration of Human Rights pada tanggal 10 Desember 1948.
h. Modus vivendi, yaitu suatu dokumen yang mencatat persetujuan internasional yang bersifat
sementara, sampai berhasil diwujudkan secara permanen, terinci dan sistematis serta tidak
membutuhkan ratifikasi.
i.Covenant, yaitu istilah yang digunakan untuk menyebut anggaran dasar Liga Bangsa-Bangsa
pada tahun 1920, yang bertujuan untuk menjamin terciptanya perdamaian dunia, meningkatkan
kerja sama internasional dan mencegah terjadinya peperangan.
j.Ketentuan penutup (final act),yaitu suatu dokumen yang mencatat ringkasan hasil konferensi, di
sini disebutkan tentang negara-negara peserta dan namanama utusan yang ikut berunding serta
hal-hal yang disetujui dalam konferensi itu, termasuk interpretasi ketentuan-ketentuan hasil
konferensi.
k.Ketentuan umum (general act), yaitu traktat yang bersifat resmi dan tidak resmi. Misalnya, LBB
(Liga Bangsa-Bangsa) menggunakan ketentuan umum mengenai arbitrasi untuk menyelesaikan
secara damai pertikaian internasional tahun 1928.
l. Pertukaran nota,yaitu metode yang tidak resmi, tetapi akhir-akhir ini banyak digunakan.
Biasanya,pertukaran nota dilakukan oleh wakil-wakil militer dan negara serta bersifat
multilateral. Akibat pertukaran nota ini tibul kewajiban yang menyangkut mereka.
m.Pakta (pact), yaitu suatu perjanjian oleh beberapa negara secara khusus dan membutuhkan
ratifikasi.Misalnya, Pakta Warsawa tahun 1955.

3. Klasifikasi Perjanjian Internasional yang Dilakukan Indonesia


Secara formal perjanjian internasional tidak mengenal penggolongan. Namun demikian, suatu
perjanjian internasional dapat dikelompokkan dalam bermacammacam penggolongan yang
didasarkan atas hal-hal tertentu. Adapun, klasifikasi dari perjanjian internasional adalah
sebagai berikut.
Menurut subjeknya, meliputi beberapa hal berikut.
Perjanjian antarnegara yang dilakukan oleh banyak negara yang merupakan subjek hukum
internasional. Misalnya, perjanjian antara Indonesia dengan Cina, Indonesia dengan Australia
dan sebagainya.
Perjanjian antara negara dengan subjek hukum internasional lainnya, misalnya dengan organisasi
internasional atau dengan Takhta Suci (Vatikan). Seperti, Indonesia dengan ASEAN, Indonesia
dengan PBB dan sebagainya.
Perjanjian antar-subjek hukum internasional selain negara. Misalnya, perjanjian antara ASEAN
dengan PBB, antara ASEAN dengan MEE dan sebagainya.

Menurut jumlah pihak yang mengadakan perjanjian, meliputi beberapa hal berikut.
Perjanjian bilateral, artinya perjanjian antara dua negara yang mengatur kepentingan dua negara
tersebut. Misalnya, perjanjian antara Indonesia dengan Australia pada tanggal 9 Oktober 1973
tentang batas dasar laut selatan Pulau Tanimbar dan Pulau Timor.
Perjanjian multilateral, artinya perjanjian yang melibatkan banyak negara yang mengatur
kepentingan semua pihak. Misalnya, konvensi hukum laut di Montego Bay-Jamaika pada
tanggal 10 Desember 1982 tentang Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE).
Menurut isinya, terdiri dari:
Segi politis, seperti pakta pertahanan dan pakta perdamaian. Misalnya, NATO, ANZUS dan
SEATO.
Segi ekonomi, seperti bantuan ekonomi dan keuangan. Misalnya, CGI, IMF, IBRD dan
sebagainya.
Segi hukum, seperti status kewarganegaraan (Indonesia-Cina), ekstradisi dan sebagainya.
Misalnya,perjanjian ekstradisi antara Indonesia dengan Malaysia tahun 1974.
Segi batas wilayah, seperti batas laut teritorial, batas alam daratan dan sebagainya. Misalnya,
persetujuan antara Indonesia dengan Singapura tentang garis batas laut teritorial di Selat
Singapura.
Segi kesehatan, seperti masalah karantina, penanggulangan wabah penyakit, dan sebagainya.

Menurut proses pembentukannya. meliputi beberapa hal berikut.

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 77


Perjanjian bersifat penting yang dibuat melalui proses perundingan, penandatanganan dan
ratifikasi.
Misalnya, Perjanjian antara Indonesia dengan Republik Rakyat Cina tahun 1955 tentang
dwikewarganegaraan.
Perjanjian bersifat sederhana yang dibuat melalui dua tahap, yaitu perundingan dan
Penandatanganan (biasanya digunakan kata persetujuan). Misalnya Persetujuan antara
indonesia dengan Malaysia tentang batas laut teritorial di Selat Malaka

Menurut sifat pelaksanaan perjanjian, meliputi beberapa hal berikut.


Perjanjian yang menentukan (dispositive treaties), yaitu suatu perjanjian yang maksud dan
tujuannya dianggap sudah tercapai sesuai isi perjanjian itu. Misalnya, perjanjian tentang tapal
batas negara, penyerahan wilayah kedaulatan dan sebagainya.
Perjanjian yang dilaksanakan (executory treaties), yaitu perjanjian yang pelaksanaannya tidak
sekali, melainkan dilanjutkan secara terus-menerus selama jangka waktu perjanjian berlaku.
Misalnya, perjanjian dagang.
Menurut fungsinya, meliputi bebeapa hal berikut.
1.Perjanjian yang membentuk hukum (law making treaties), yaitu suatu perjanjian yang
meletakkan ketentuan-ketentuan hukum bagi masyarakat internasional secara keseluruhan atau
bersifat multilateral. Perjanjian ini bersifat terbuka bagi pihak ketiga. Misalnya, Konvensi Wina
tahun 1958 tentang hubungan diplomatik, Konvensi Montenegro tentang hukum laut
internasional tahun 1982,dan sebagainya.
2.Perjanjian yang bersifat khusus (treaty contract), yaitu perjanjian yang hanya menimbulkan
akibat-akibat hukum (hak dan kewajiban) bagi pihak-pihak yang mengadakan perjanjian atau
bersifat bilateral. Misalnya perjanjian antara Indonesia dengan Republik Rakyat Cina tahun
1955 tentang dwikewarganegaraan, perjanjian antara Indonesia dengan Australia pada tanggal 9
Oktober 1973 tentang batas dasar laut selatan Pulau Tanimbar dan Pulau Timor, dan
sebagainya.
4. Tahap-Tahap Perjanjian Internasional
Dalam Konvensi Wina tahun 1969 tentang Hukum Perjanjian Internasional disebutkan bahwa
dalam pembuatan perjanjian baik bilateral maupun multilateral dapat dilakukan melalui tahap-
tahap berikut.
a. Perundingan (negotiation)
Perundingan tentang suatu perjanjian internasional dilakukan oleh seorang pejabat negara yang
memiliki kuasa penuh (full powers). Namun tidak menutup kemungkinan pula bagi dia untuk
senantiasa berhubungan dengan pemerintahnya untuk meminta nasehat atau sumbangan
pemikiran.
Selain pejabat tersebut, proses perundingan juga dapat dilakukan oleh kepala negara, kepala
pemerintahan,menteri luar negeri atau duta besar.
Dalam proses perundingan, ada pula pembicaraan yang dilakukan di tempat lain, seperti di
kamar- kamar hotel, ruang makan dan di tempat lain di samping pembicaraan dalam sidang
umum yang resmi. Perundingan yang dilakukan di luar sidang resmi disebut perundingan
informal. Di antara juru runding, ada pula yang bertugas khusus sebagai pelapor. Tugasnya
adalah melaporkan hasil
rumusan atau naskah perjanjian yang telah disepakati bersama.
b. Penandatanganan (signature)
Setelah rencana perjanjian dalam bentuk rumusan atau naskah disetujui maka dokumen itu siap
untuk ditandatangani. Namun, sebelum penandatanganan,biasanya diawali dengan proses
penerimaan naskah. Setelah adanya proses penerimaan naskah maka tahap selanjutnya adalah
proses penandatanganan.
Proses ini merupakan tindakan pengesahan terhadap bunyi naskah yang sifatnya formil. Dalam
suatu konferensi, biasanya ada prosedur pengesahan naskah.
Prosedur ini ada yang dilakukan dengan penandatanganan, penandatanganan ad referendum
(sementara) atau dengan pembubuhan paraf.
Lazimnya penandatanganan dilakukan oleh menteri luar negeri atau kepala pemerintahan.
Untuk perundingan yang bersifat multilateral, penandatanganan teks perjanjian sudah dianggap
sah jika 2/3 dari peserta yang hadir memberikan suaranya, kecuali jika ditentukan lain. Apakah
perjanjian ini telah mengikat bagi para peserta? Daya mengikat suatu perjanjian tergantung

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 78


kepada bunyi atau isi ketentuan yang ada dalam naskah itu. Ada yang mengatakan bahwa
setelahpenandatanganan dilakukan maka perjanjian iu secara langsung mengikat atau
menimbulkan akibat hukum. Perjanjian lain baru mengikat peserta atau negara setelah melalui
proses ratifikasi.
c. Pengesahan (ratification)
Pengesahan/ratifikasi adalah suatu persetujuan atau pengesahan oleh suatu lembaga kenegaraan
yang dianggap mewakili seluruh rakyat atau secara sah mengatasnamakan rakyat negara. Dengan
kata lain, ratifikasi adalah pernyataan resmi negara untuk terikat pada ketentuan traktat.
Pengesahan suatu perjanjianbiasanya dilakukan oleh kepala negara dan lembaga perwakilan
rakyat.

Prosedur ratifikasi ada dua tahap.


Pertama, penandatanganan naskah perjanjian oleh badan
eksekutif, kemudian disampaikan kepada badan legislatif untuk meminta persetujuan.
Kedua, badan eksekutif membuat piagam ratifikasi, bagi perjanjian bilateral diadakan
pertukaran piagam ratifikasi. Pada perjanjian multilateral, piagam ratifikasi diserahkan kepada
negara penyimpan yang telah ditentukan dalam perjanjian.

d. Pengumuman (declaration)
Setelah suatu perjanjian disahkan melalui proses ratifikasi oleh setiap negara peserta, tahap
berikutnya adalah perlu adanya pendaftaran dan pengumuman di organisasi internasional
(PBB).
Keharusan ini sesuai dengan bunyi Pasal 102 Ayat (1) Bab XVI Piagam PBB yang menetapkan
bahwa Setiap traktat atau perjanjian internasional yang diadakan oleh anggota-anggota PBB
sesegera mungkin harus didaftarkan pada Sekretariat PBB dan diumumkan.

Suatu perjanjian internasional berlaku pada saat peristiwa berikut ini.


a. Mulai berlaku sejak tanggal ditentukan atau menurut yang disetujui oleh negara-negara
perunding.
b. Jika tidak ada ketentuan atau persetujuan, perjanjian mulai berlaku segera setelah
persetujuan diikat dan dinyatakan oleh semua negara perunding.
c. Bila persetujuan suatu negara untuk diikat oleh perjanjian timbul setelah perjanjian itu
berlaku, maka perjanjian mulai berlaku bagi negara tersebut, kecuali bila perjanjian
menentukan lain.
d. Ketentuan-ketentuan perjanjian yang mengatur pengesahan teksnya, pernyataan persetujuan
suatu negara untuk diikat oleh suatu perjanjian, cara dan tanggal berlakunya, persyaratan,
fungsi-fungsi penyimpanan, dan masalah-masalah lain yang timbul dan perlu sebelum
berlakunya perjanjian itu, berlaku sejak saat disetujuinya teks perjanjian itu.

Kemudian, persetujuan suatu negara untuk mengikatkan diri pada suatu perjanjian dapat diberikan
seperti berikut ini.
a. Penandatanganan, yaitu jika suatu perjanjian menyebutkan secara jelas dan tegas bahwa
perjanjian itu mulai mengikat sejak ditandatangani. Hal ini berarti dengan ditandatanganinya
perjanjian tersebut, telah mengikat dan sekaligus menimbulkan hak dan kewajiban bagi para
peserta.
b. Ratifikasi, yaitu jika perjanjian itu menentukan lain, yang baru mengikat apabila telah dilakuan
pengesahan (ratifikasi). Jadi, penandatanganan itu hanya sebagai persetujuan yang dilakukan
oleh kuasa penuh atas penerimaan isi naskah perjanjian.
c. Pernyataan turut serta (accesion) atau menerima (acceptance), yaitu jika suatu negara yang
semula tidak ikut aktif dalam perundingan, tetapi ingin ikutserta dalam suatu perjanjian
multilateral.

Sebagai akibat hukum dari tindakanntersebut adalah secara otomatis negara tersebut menjadi terikat
oleh perjanjian, baik selruhnya maupun hanya sebagian saja.

b.Proses Pembelajaran

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 79


Proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik, model pembelajaran discovery laerning,
melalui kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan data/ informasi, menalar dan
Mengomunikasikan, dengan metode diskusi. Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi tiga
tahapan yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup.

No DISKRIPSI KEGIATAN Alokasi


Waktu
.
01 Pendahuluan 10 Menit
1).Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif dan
menyenangkan untuk proses belajar-mengajar; kerapian
dan kebersihan ruang kelas, presensi (kehadiran,
agenda kegiatan), menyiapkan media dan alat serta buku
yang diperlukan.
2) Guru dan peserta didik mendiskusikan kompetensi yang
telah dipelajari dan dikembangkan pada pertemuan
sebelumnya.
3) Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan
Manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
4) Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan
kegiatan yang akan dilakukan.
5).Guru menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang
akan digunaka
02. Kegiatan Inti 65 Menit
Langkah Deskripsi Kegiatan
KBM
FASE 1 a) Peserta didik dibagi menjadi beberapa
Mengamati kelompok terdiri atas 5 6 orang
(observing) b) Peserta didik mengamati Gambar 5.4,
kemudian guru dapat
menambahkan penjelasan tentang
gambar tersebut dengan
berbagai fakta baru yang
berhubungan dengan perjanjian
internasional yang dilakukan oleh
Indonesia.
a) Guru memberikan stimulasi
dengan mengajukan
pertanyaanpertanyaan yang dapat
menghadapkan peserta didik pada
kondisi internal yang mendorong
eksplorasi
FASE 2 a) Peserta didik secara kelompok diberi
Menanya kesempatan untuk
(questioning) mengidentifikasi sekaligus mencatat
pertanyaan yang ingin diketahui tentang
perjanjian internasional yang dilakukan
oleh Indonesia. Guru membimbing dan
mendorong peserta didik untuk terus
menggali rasa ingin tahu dengan
pertanyaan yang mendalam. Daftar
pertanyaan misalnya disusun sebagai
berikut.

Daftarpertanyaan disusun sebagai


berikut :
No. Pertanyaan Jawaban Skor

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 80


1. Mengapa
negara
melakukan
perjanjian
internasiona
l?
2. Untuk apa
perjanjian
internasiona
l itu dibuat?
3 Bagaimana
proses
pembuatan
perjanjian
internasiona
l?
4 Apa
akibatnya
jika suatu
negara
melanggar
perjanjian
internasiona
l?
5
Jumlah Skor (@.4)
Nilai Akhir= JS X5
Bagi kelompok yang dapat
menyusun pertanyaan dan
jawaban terbanyak dan sesuai
dengan tujuan pembelajaran
diberikan penghargaan.
FASE 3 a) Peserta didik mencari informasi
Mengumpulk sebagai jawaban atas
an pertanyaan yang sudah disusun
informasi/me dengan membaca uraian materi
ncoba Bab 5 Sub-bab B. tentang
(experimentin Perjanjian Internasional yang
g) dilakukan Indonesia.
b) Peserta didik juga mencari
informasi untuk menjawab
Pertanyaan yang terdapat dalam
Tugas Kelompok 5.1 dan
Tugas Kelompok 5.2.
FASE 4 a) Peserta didik secara kelompok
Menalar/Men menghubungkan informasi
gasosiasi yangdiperoleh sebagai dasar
(associating untuk menarik kesimpulan
tentang perjanjian internasional
yang berdampak positif bagi
bangsa Indonesia.
b) Guru membimbing peserta didik
menyusun laporan hasil
telaah tentang makna perjanjian
internasional, tahap-tahap
perjanjian internasional, dan
perjanjian internasional yang
RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 81
dilakukan Indonesia

FASE 5 a).Peserta didik secara kelompok


Mengomunik mempresentasikan hasil telaah
asikan tentang makna perjanjian internasional,
(communicati tahap-tahap
ng perjanjian internasional, perjanjian
bilateral yang dilakukan
ndonesia.
b) Kelompok lain saling memberikan
komentar dan masukan dari
kelompok lain. Peserta didik dapat
melakukan penyajian
sesuai dengan kondisi sekolah.
03. 1) Guru dan peserta didik menyimpulkan materi yang telah 15 Menit
dibahas pada
pertemuan ini.
2) Peserta didik diminta untuk mempelajari materi berikutnya
yaitu Sub bab C
tentang Kedudukan Perwakilan Diplomatik Indonesia.
3) Guru dan peserta didik menutup kegiatan dengan
mengucapkan rasa
syukur kepada Tuhan YME bahwa pertemuan kali ini telah
berlangsung
dengan baik dan lancar.

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 82


c.Penilaian
1) Penilaian sikap
Penilaian sikap terhadap peserta didik dapat dilakukan selama proses belajar
berlangsung.
Penilaian dapat dilakukan dengan observasi. Dalam observasi ini misalnya dilihat
aktivitas dalam mengumpulkan data dari berbagai sumber berkaitan dengan
perjanjian internasional yang dilakukan Indonesia dan tingkat perhatian peserta
didik pada saat berdiskusi. Aspek yang dinilai adalah iman taqwa, toleransi,
disiplin, jujur, tanggung jawab.

Pedoman Pengamatan Sikap


Kelas : .
Hari, Tanggal : .
Pertemuan Ke- : .
Materi Pokok : .....................................
No. Nama Siswa ASPEK SIKAP PERILAKU YG DIMILAI
Taqwa Syukur Toler Kerjasama Skor
ansi

01.
02.
03.
04.
dst
Keterangan :
Skor penilaian menggunakan skala 1 4, yaitu:
Skor 1 apabila peserta didik tidak pernah sesuai aspek sikap yang dinilai
Skor 2 apabila peserta didik kadang-kadang sesuai aspek sikap yang dinilai
Skor 3 apabila peserta didik sering sesuai aspek sikap yang dinilai
Skor 4 apabila peserta didik selalu sesuai aspek sikap yang dinilai
Skor Perolehan
Nilai = --------------------- x 4
16
2) Penilain Pengetahuan
Penilaian pengetahuan dilakukan dengan menilai hasil penugasan yaitu
Tugas Kelompok 5.1 dan
Tugas Kelompok 5.2.
Pensekoran Tugas Kelompok 5.1
Soal nomor 1 masing-masing skornya 2 sehingga skor maksimal adalah 8,
soal nomor 2 skornya 2 sehingga total skor tertinggi adalah 10.
Skor Perolehan
Nilai = -------------------- x 4
10
Pensekoran Tugas Kelompok 5.2
Nomor 1 13 masing-masing skornya 2 sehingga skor maksimal adalah 26.
Skor Perolehan
Nilai = -------------------- x 4
26

3.Penilaian Keterampilan
Penilaian keterampilan dilakukan guru dengan melihat kemampuan peserta didik
dalam mempresentasikan pengumpulan data tentang istilah-istilah perjanjian
internasional, tahap-tahap perjanjian internasional dan identifikasi perjanjian
bilateral yang dilakukan Indonesia.
3. Pertemuan Ketiga (2 x 45 Menit)

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 83


a.Materi Pembelajaran
1. Pengertian Perwakilan Diplomatik
Duta besar dan konsul jenderal merupakan dua unsur yang ada dalam perwakilan
suatu negara di negara lain. Hal tersebut merupakan instrumen atau sarana yang
melaksanakan hubungan internasional yang berkedudukan di negara lain.

Perwakilan suatu negara di negara lain dapat dibedakan menjadi dua, yaitu
perwakilan dalam arti politik dan perwakilan dalam arti non-politik. Perwakilan
dalam arti politik sering disebut perwakilan diplomatik, sedangkan perwakilan
non-politik sering disebut dengan istilah konsuler.
Perwakilan diplomatik adalah perwakilan yang kegiatannya mewakili negaranya
dalam melaksanakan hubungan diplomatik dengan negara penerima atau suatu
organisasi internasional. Atau dengan kata lain, perwakilan yang kegiatannya
melaksanakan kepentingan negaranya di luar negeri. Seseorang yang diberi tugas
sebagai anggota perwakilan diplomatik suatu negara biasanya disebut sebagai
diplomat.
2. Tugas dan Fungsi Perwakilan Diplomatik Republik Indonesia
Secara umum seorang anggota perwakilan diplomatik mempunyai tugas yang
mencakup hal-hal berikut ini.
a. Representasi, yaitu selain mewakili pemerintah negaranya, ia juga dapat
melakukan protes, mengadakan penyelidikan dengan pemerintah negara
penerima. Ia mewakili kebijaksanaan politik pemerintah negaranya.
b. Negosiasi, yaitu mengadakan perundingan atau pembicaraan baik dengan
negara tempat ia diakreditasikan maupun dengan negara-negara lainnya.
c. Observasi, yaitu menelaah dengan teliti setiap kejadian atau peristiwa di
negara penerima yang mungkin dapat mempengaruhi kepentingan
negaranya.
d. Proteksi, yaitu melindungi pribadi, harta benda dan kepentingan-kepentingan
warga negaranya yang berada di luar negeri.
e. Persahabatan, yaitu meningkatkan hubungan persahabatan antara negara
pengirim dengan negara penerima, baik di bidang ekonomi, kebudayaan
maupun ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dalam melaksanakan tugasnya, seorang diplomat dapat berfungsi sebagai lambang
prestise nasional negaranya di luar negeri dan mewakili kepala negaranya di negara
penerima. Selain itu, dia dapat berfungsi sebagai perwakilan yuridis dari pemerintah
negaranya. Misalnya, dia dapat menandatangani perjanjian,meratifikasi dokumen,
mengumumkan pernyataan dan lain-lain. Dia juga dapat berfungsi sebagai
perwakilan politik. Dalam melaksanakan fungsinya tersebut, seorang diplomat dapat
menjadi alat penghubung timbal balik antara kepentingan negaranya dengan
kepentingan negara penerimanya.

Berdasarkan Konvensi Wina Tahun 1961 disebutkan bahwa fungsi perwakilan


diplomatik adalah sebagai berikut :
a.Mewakili negara pengirim di negara penerima.
b.Melindungi kepentingan negara pengirim dan warga negaranya di negara
penerima dalam batas- batas yang dizinkan oleh hukum internasional.
c.Mengadakan persetujuan dengan pemerintah negara penerima.
d.Memberikan keterangan tentang kondisi dan perkembangan negara penerima,
sesuai dengan undang-undang dan melaporkan kepada pemerintah negara
pengirim.
e.Memeliharan hubungan persahabatan antara kedua negara.

Berkaitan dengan hal tersebut, apa saja fungsi perwakilan diplomatik bagi bangsa
Indonesia?
Bagi bangsa Indonesia penempatan perwakilan diplomatik di negara lain berfungsi
sebagai sarana berikut.
1. Mewakili negara Republik Indonesia secara keseluruhan di negara penerima

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 84


atau pada suatu organisasi internasional.
2. Melindungi kepentingan nasional dan warga negara Indonesia di negara
penerima.
3. Melaksanakan pengamatan, penilaian dan pelaporan.
4. Mempertahankan kebebasan Indonesia terhadap imperialisme dalam segala
bentuk dan manifestasinya dengan melaksanakan ketertiban dunia
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
5. Mengabdi kepada kepentingan nasional dalam mewujudkan masyarakat adil
dan makmur.
6. Menciptakan persahabatan yang baik antara negara Republik Indonesia dan
semua negara guna menjamin pelaksanaan tugas negara melalui perwakilan
diplomatik.
7. Menyelenggarakan bimbingan dan pengawasan terhadap warga negara
Indonesia yang berada di wilayah kerjanya.
8. Menyelenggarakan urusan pengamanan, penerangan, konsuler protokol,
komunikasi dan persandian.
9. Melaksanakan urusan tata usaha, kepegawaian, keuangan, perlengkapan dan
urusan rumah tangga perwakilan diplomatik.

3.Perangkat Perwakilan Diplomatik Republik Indonesia


Pelaksanaan tugas dan fungsi perwakilan diplomatik suatu negara di negara laian
dilakukan oleh beberapa orang diplomat yang secara khusus mempunyai tugas dan
fungsi berbeda satu sama lain tergantung dari tingkatan atau pangkat
masingmasing diplomat. Menurut ketetapan Kongres Wina 1815 dan Kongres Aux
La Chapella 1818 (Kongres Achen), pelaksanaan peranan perwakilan
Diplomatik suatu negara di negara lain dilakukan oleh perangkat-perangkat
perwakilan diplomatik dengan tingkatan sebagai berikut.
1. Duta Besar Berkuasa Penuh (Ambassador), adalah tingkat tertinggi dalam
perwakilan diplomatik yang mempunyai kekuasaan penuh dan luar biasa.
Ambassador ditempatkan pada negara yang banyak menjalin hubungan
timbal balik.
2. Duta (Gerzant), yaitu wakil diplomatik yang pangkatnya lebih rendah dari
duta besar. Dalam menyelesaikan segala persoalan kedua negara dia harus
berkonsultasi dengan pemerintahnya.
3. Menteri Residen, seorang menteri residen dianggap bukan wakil pribadi
kepala negara. Dia hanya mengurus urusan negara. Mereka ini pada dasarnya
tidak berhak mengadakan pertemuan dengan kepala negara tempat mereka
bertugas.
4. Kuasa Usaha (Charge d Affair), yaitu perwakilan tingkat rendah yang
ditunjuk oleh Menteri Luar
Negeri dari pegawai negeri lainnya. Kuasa Usaha dalam mengadakan hubungan
dengan kepala negara tempat ia bertugas, harus melalui Menteri Luar Negeri
tempat ia bertugas. Kuasa Usaha yang tidak diperbantukan kepada kepala negara
dapat dibedakan atas dua jenis.
a.Kuasa Usaha tetap yang menjabat kepala dari suatu perwakilan.
b.Kuasa Usaha sementara yang melaksanakan pekerjaan dari kepala perwakilan,
ketika pejabat ini belum atau tidak ada ditempat
5. Atase-atase, yaitu pejabat pembantu dari Duta Besar Berkuasa penuh. Atase
terdiri atas dua bagian, yaitu:
a. Atase Pertahanan. Atase ini dijabat oleh seorang perwira militer yang
diperbantukan Departemen Luar Negeri dan ditempatkan di Kedutaan
Besar negara bersangkutan, serta diberi kedudukan sebagai seorang
diplomat. Tugasnya adalah memberikan nasihat di bidang militer dan
pertahanan keamanan kepada Duta Besar Berkuasa Penuh.

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 85


b. Atase Teknis. Atase ini dijabat oleh seorang pegawai negeri sipil tertentu
yang tidak berasal dari lingkungan Departemen Luar Negeri dan
ditempatkan di salah satu kedutaan besar untuk membantu Duta Besar. Dia
berkuasa penuh dalam melaksanakan tugas-tugas teknis sesuai dengan
tugas pokok dari departemennya sendiri. Misalnya, Atase Perdagangan,
Atase Perindustrian dan atase Pendidikan dan Kebudayaan. Dari perangkat
perwakilan diplomatik di atas, Duta Besar, Duta dan Menteri Residen
berkedudukan sebagai kepala perwakilan tingkat tinggi yang dapat
mengadakan hubungan langsung dengan kepala negara asing tempat
mereka bertugas dan ditempatkan. Adapun Kuasa Usaha merupakan kepala
perwakilan tingkat rendah yang tidak dapat langsung berhubungan dengan
kepala negara tempat ia bertugas, tetapi harus terlebih dahulu melalui
Menteri Luar Negeri tempat ia bertugas.
Secara umum semua negara yang membuka perwakilan diplomatik di negara lain,
mempunyai perangkat perwakilan diplomatik dengan tingkatan sebagaimana
diuraikan di atas. Bagaimana dengan perangkat perwakilan diplomatik negara
Republik Indonesia? Unsur atau perangkat perwakilan diplomatik Indonesia terdiri
dari jabatan-jabatan berikut.
a. Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh.
Perangkat ini merupakan kepala perwakilan diplomatik tingkat tinggi yang
bertanggung jawab kepada Presiden RI melalui Menteri Luar Negeri. Duta besar
luar biasa dan berkuasa penuh mempunyai kewajiban sebagai berikut:
1) Mengatur pelaksanaan tugas-tugas pokok perwakilan Republik Indonesia.
2) Melaksanakan petunjuk, perintah, dan kebijaksanaan yang ditetapkanpemerintah
3) Memberikan laporan, pertimbangan, saran dan pendapat baik diminta atau tidak
diminta mengenai segala hal yang berhubungan dengan tugas-tugas pokok
kepada menteri luar negeri.
4) Melakukan pembinaan semua staf agar tercapai kesempurnaan tugas
masingmasing.

Dalam melaksanakan tugasnya tersebut, duta besar luar biasa dan berkuasa penuh
mempunyai wewenang untuk berikut.
1) Menetapkan kebijaksanaan pelaksanaan kegiatan perwakilan diplomatik.
2) Mengeluarkan peraturan yang diperlukan dalam menyelenggarakan dan
Menyempurnakan kegiatan perwakilan.
3) Melakukan tindakan-tindakan otorisasi,yaitu berwenang mengatur penggunaan
anggaran.
b. Kuasa Usaha
Kuasa Usaha adalah pejabat dinas luar negeri dari pegawai negeri lainnya yang
ditunjuk oleh menteri luar negeri untuk bertindak sebagai kepala perwakilan
diplomatik. Hal ini dilakukan selama duta besar luar bisa dan berkuasa penuh
tidak berada di wilayah kerjanya, atau sama sekali berhalangan dalam
menjalankan tugasnya.
Kuasa Usaha tidak ditempatkan oleh kepala negara kepada kepala negara, tetapi
kuasa usaha ini ditempatkan oleh menteri luar negeri RI kepada menteri luar
negeri pihak negara penerima.
c. Atase-atase Republik Indonesia
1) Atase Pertahanan
Atase pertahanan adalah perwira TNI/POLRI dari departemen pertahanan dan
keamanan yang diperbantukan kepada departemen luar negeri. Perwira ini
ditempatkan di perwakilan luar negeri dengan status sebagai unsur korps
diplomatik. Mereka melaksanakan tugas-tugas perwakilan luar
negeri di bidang pertahanan dan keamanan. Atase pertahanan mempunyai fungsi
untuk:
a.Mengamati, menelaah dan melaporkan perkembangan berbagai masalah yang
berhubungan dengan keamanan dan pertahanan.
b.Mengumpulkan dan mengolah data serta bahan-bahan keterangan lainnya

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 86


menganai berbagai masalah.
c.Melaksanakan tugas-tugas khusus yang diberikan oleh kepala perwakilan RI
tempat ia bertugas.
d.Mengkoordinasikan kegiatan lembaga-lembaga ekstra-struktural yang
mempunyai kaitan dengan bidang keamanan dan pertahanan, kecuali ditetapkan
lain oleh kepala perwakilan RI yang terkait.
e.Memberikan laporan perkembangan, sasaran dan pendapat baik diminta atau
tidak diminta,mengenai segala hal yang berhubungan dengan masalah keamanan
dan pertahanan, kepada perwakilan RI setempat.
2) Atase Teknis
Atase teknis adalah pegawai negeri RI dari Departemen Luar Negeri atau
pegawai negeri dari departemen lain atau dari lembaga pemerintahan
nondepartemen.
Mereka diperbantukan kepada Departemen Luar Negeri untuk melaksanakan
tugas-tugas teknis sesuai dengan tugas pokok departemen yang mengirimkan atau
sesuai dengan tugas pokok lembaga pemerintah.
Atase teknis diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Luar Negeri atas usul
menteri dan pimpinan lembaga pemerintah non-departemen yang bersangkutan.
d. Perwakilan Konsuler
Selain perwakilan diplomatik, perwakilan luar negeri suatu negara di negara lain
juga dilaksanakan oleh perwakilan konsuler yang sifatnya non-politis.
Perwakilan konsuler mewakili suatu negara dalam menjalankan hubungannya
dengan negara lain di luar bidang politik.
Tugas perwakilan konsuler dilaksanakan oleh Koprs Konsuler yang terbagi
dalam kepangkatan sebagai berikut:
1. Konsul Jenderal, yang membawahi beberapa konsul dan ditempatkan di ibu
kota negara tempat ia bertugas.
2. Konsul dan Wakil Konsul. Konsul mengepalai suatu kekonsultan yang
kadangkadang diperbantukan kepada konsul jenderal. Wakil konsul
diperbantukan kepada konsul atau konsul jenderal yang kadang diserahi
pimpinan kantor konsuler.
3. Agen Konsul. Agen konsul diangkat oleh konsul jenderal dengan tugas untuk
mengurus hal-hal yang bersifat terbatas dan berhubungan dengan
kekonsulan.
Agen konsul ditugaskan di kota-kota yang termasuk kekonsulan.
Perwakilan konsuler mempunyai beberapa fungsi, yaitu berikut.
1. Melaksanakan usaha peningkatan hubungan dengan negara penerima di
bidang perekonomian, perdagangan, perhubungan, kebudayaan dan ilmu
pengetahuan.
2. Melindungi kepentingan nasional negaranya dan warga negaranya yang
berada di wilayah
kerjanya.
3. Melaksanakan pengamatan, penilaian dan pelaporan.
4. Menyelenggarakan bimbingan dan pengawasan terhadap warga negara
Indonesia yang berada diwilayah kerjanya.
4. Menyelenggarakan urusan pengamanan, penerangan, konsuler protokol,
komunikasi dan persandian.
5. Melaksanakan urusan tata usaha, kepegawaian, keuangan, perlengkapan dan
urusan rumah tangga perwakilan diplomatik.

Dalam melaksanakan fungsinya tersebut, perwakilan konsuler mempunyai


tugastugas yang berhubungan dengan kekonsulan dalam bidang-bidang berikut.
1. Bidang ekonomi, yaitu menciptakan tata eknomi dunia baru dengan
menggalakkan ekspor
komoditas non-migas, promosi perdagangan, mengawasi pelayanan,
pelaksanaan perjanjian perdagangan, dan lain-lain.
2. Bidang kebudayaan dan ilmu pengetahuan, seperti tukar menukar pelajar,

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 87


mahasiwa dan lain-lain.
3. Bidang-bidang lain, seperti berikut.
a. Memberikan paspor dan dokumen perjalanan kepada warga pengirim dan
visa atau dokumen kepada orang yang ingin mengunjungi negara pengirim.
b. Bertindak sebagai notaris dan pencatat sipil serta menyelenggarakan
administratif lainnya.
f. Bertindak sebagai subjek hukum dalam paraktik dan prosedur pengadilan
atau badan lain di negara penerima.
Sebagian besar negara di dunia mempunyai perwakilan konsuler di negara lain,
termasuk Indonesia. Adapun perwujudan perwakilan konsuler Republik Indonesia
berupa adalah sebagai berikut.
1. Konsulat Jenderal Republik Indonesia yang dipimpin oleh seorang konsul
jenderal.
2. Konsulat Republik Indonesia yang dipimpin oleh seorang konsul jenderal
maupun konsul dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, bertanggung
jawab kepada duta besar luar biasa dan berkuasa penuh.
Persamaan dan Perbedaan Perwakilan Diplomatik dengan Perwakilan Konsuler
Perwakilan diplomatik dan perwakilan konsuler merupakan perwakilan suatu negara
di negara lain dalam rangka menjalin hubungan internasional dengan negara
tersebut. Perwakilan diplomatik dan perwakilan konsuler memiliki persamaan dan
perbedaan. Persamaan di antara keduanya adalah merupakan utusan dari suatu
negara tertentu untuk mewakili kepentingan negaranya di negara lain.

Adapun, perbedaannya dapat dilihat dari dua aspek, yaitu sebagai berikut.
1) Ditinjau dari fungsi dan kedudukannya. Perbedaan dari aspek ini dapat
dilihat dari tabel di bawah ini.
No. Perwakilan Diplomatik N Perwakilan Konsuler
o.
1. Memelihara kepentingan negaranya 1. Memelihara kepentingan negaranya
dengan melakukan hubungan dengan dengan melaksanakan hubungan
pejabat-pejabat tingkat pusat. hubungan dengan pejabat-pejabat
tingkat derah (setempat).
2. Berhak mengadakan hubungan yang 2. Berhak mengadakan hubungan yang
bersifat politik. bersifat non-politik.
3. Satu negara hanya mempunyai satu 3. Satu negara dapat mempunyai lebih dari
perwakilan diplomatik saja dalam satu satu perwakilan konsuler
negara penerima
4. Mempunyai hak ekstrateritorial (tidak 4. Tidak mempunyai hak esktrateritorial
tunduk pada pelaksanaan kekuasan (tunduk pada kekuasaan peradilan).
peradilan).

2).Perbedaan dari aspek ini dapat dilihat dari tabel di bawah ini.:
A. Ditinjau dari mulai berlakunya fungsi misi diplomatik dan konsuler
No Perwakilan Diplomatik No. Perwakilan Konsuler
.
1. Pada saat menyerahkan 1. Setelah negara penerima
surat kepercayaan (letter of pemberitahuan yang layak
Credence). pejabat perwakilan konsuler
sudah dapat melakukan
fungsinya di negara penerima

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 88


B. Ditinjau dari mulai berakhirnya fungsi misi diplomatik dan konsuler
No Perwakilan Diplomatik No Perwakilan Konsuler
.
1. Sudah habis masa jabatannya 1. Fungsi seorang pejabat
konsuler telah berakhir
2. Ditarik oleh pemerintah negaranya. 2. Penarikan dari negara
pengirim.

3. Tidak disenangi negara penerima (persona 3. Tidak disenangi negara penerima


non grata). (persona non grata).

4. negara penerima perang dengan negara 4. Pemberitahuan bahwa ia


pengirim bukan lagi sebagai anggota
staf konsuler.

b.Proses Pembelajaran
Proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik, metode diskusi dan bekerja
dalam kelompok. Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi tiga tahapan yaitu
kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

No DISKRIPSI KEGIATAN

01 Pendahuluan
1) Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif dan menyenangkan
untuk proses belajar-mengajar; kerapian dan kebersihan ruang kelas,
presensi (kehadiran, agenda kegiatan), menyiapkan media dan alat serta
buku yang diperlukan.
2) Guru dan peserta didik mendiskusikan kompetensi yang telah dipelajari
dan dikembangkan pada pertemuan sebelumnya.
3) Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya
dalam kehidupan sehari-hari.
4) Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang
akan dilakukan.
6) Guru menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan

02. Kegiatan Inti


Langkah KBM Deskripsi Kegiatan

FASE 1 a) Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok


Mengamati masing-masing
(observing) berjumlah 5 6 orang.
b) Peserta didik mengamati Gambar 5.6. Kemudian,
guru dapat
menambahkan penjelasan tentang gambar tersebut
dengan berbagai
fakta terbaru yang berhubungan dengan kedudukan
perwakilan
diplomatik Indonesia .
c) Guru memberikan stimulasi dengan mengajukan
pertanyaan-pertanyaan
yang dapat menghadapkan peserta didik pada kondisi
internal yang mendorong eksplorasi.
FASE 2 a) Peserta didik diberi kesempatan untuk
Menanya mengidentifikasi sebanyak

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 89


(questioning) mungkin masalah yang relevan dengan kedudukan
perwakilan
diplomatik Indonesia.
b) Peserta didik secara kelompok mengidentifikasi
sekaligus mencatat
pertanyaan yang ingin diketahui terkait dengan
kedudukan perwakilan
diplomatik Indonesia.
c) Guru membimbing dan mendorong peserta didik
untuk terus menggali
rasa ingin tahu dengan pertanyaan mendalam. Daftar
pertanyaan,
misalnya, disusun sebagai berikut.
No. Pertanyaan Jawaban Skor
1. Apa yang
dimaksud dengan
perwakilan
diplomatik?
2. Untuk apa
perwakilan
diplomatik itu
ditempatkan di
suatu negara?
3. Apa dampaknya
jika suatu negara
tidak memiliki
perwakilannya
di negara lain?
4. Apa syarat-syarat
yang harus
dipenuhi jika
suatu negara akan
menempatkan
perwakilannya di
negara lain
Bagimana
prosedur
pembukaan dan
pengangkatan
perwakilan
diplomatik di
negara lain?
5. Bandingkan
tingkatan
perwakilan
diplomatic dan
konsuler !
Total skor @ 4
Nilai =Jumlah skor X 5
FASE 3 a) Peserta didik secara kelompok mencari
Mengumpulkan informasi sebagai
informasi/mencoba jawaban atas pertanyaan yang sudah disusun
(experimenting) berdasarkan uraian materi Bab 5 Sub-bab C
tentang Kedudukan Perwakilan Diplomatik
Indonesia atau membaca buku-buku lainnya
yang relevan, internet; web, media sosial
lainnya.
RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 90
b) Peserta didik juga mengumpulkan informasi
berkaitan
dengankedudukan perwakilan diplomatik Indonesia,
yaitu pengertianperwakilan diplomatik dan proses
pembukaan perwakilan diplomatik dan konsuler,
keberadaan perwakilan diplomatik dan konsuler yang
adadi Indonesia serta menganalisis manfaat
keberadaanya.
FASE 4 Peserta didik secara kelompok dengan bimbingan guru
Menalar/Mengasosia menghubungkan informasi yang diperolah sebagai
si (associating dasar untuk melakukan analisis tugas dan fungsi
perwakilan diplomatik Indonesia serta menyimpulkan
pentingnya perwakilan diplomatik Indonesia
FASE 5 Peserta didik diminta untuk menyajikan hasil
Mengomunikasikan pengumpulan data danidentifikasi tentang tugas dan
(communicating) fungsi perwakilan diplomatik, perangkatperwakilan
diplomatik Indonesia.

3. PENUTUP

. 1) Guru dan Peserta didik melakukan refleksi pembelajaran melalui berbagai


cara
seperti tanyajawab tentang apa yang sudah dipelajari, apa manfaat
pembelajaran.
2) Guru melakukan tes secara lisan/tertulis untuk menilai pengetahuan peserta
didik.
3) Peserta didik secara kelompok diminta untuk menyusun tulisan ilmiah dengan
memilih salah satu topik dibawah ini.
1. Masih relevankan pemberian hak veto kepada anggota tetap D K PBB
2. Peran Indonesia dalam PBB
3. Peran PBB dalam mewujudkan perdamaian dunia
4. Pengaruh hubungan internasional terhadap pembangunan bangsa
Hasil tulisan ilmiah dikumpulkan pada pertemuan keempat setelah terlebih
dahulu dipresentasikan secara kelompok di depan kelas.
4) Guru dan peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran dan menutup
kegiatan dengan mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan YME bahwa
pertemuan
kali ini telah berlangsung dengan baik dan lancar.

Malang ,1 JULI 2017


Mengetahui: Guru Mata Pelajaran PPKn,
Kepala SMA Negeri 5 Malang.

Anis Isrofin ,M.Pd. Drs.Effendi Harsono.


NIP. 19630917 198702 2 001. NIP.19560723 198503 1 018.

Catatan Kepala Sekolah


......................................................................................................................................
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................

Lampiran :
RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 91
1) Penilaian sikap
Penilaian sikap terhadap peserta didik dapat dilakukan selama proses belajar
berlangsung. Penilaian dapat dilakukan dengan observasi. Dalam observasi ini
misalnya dilihat aktivitas peserta didik dalam mengumpulkan data dari berbagai
sumber berkaitan dengan kedudukan perwakilan diplomatik Indonesia dan
tingkat
1) Penilaian sikap
Penilaian sikap terhadap peserta didik dapat dilakukan selama proses belajar
berlangsung. Penilaian dapat dilakukan dengan observasi. Dalam observasi ini
misalnya dilihat aktivitas dalam mengumpulkan data dari berbagai sumber
berkaitan dengan perjanjian internasional yang dilakukan Indonesia dan tingkat
perhatian peserta didik pada saat berdiskusi. Aspek yang dinilai adalah iman
taqwa, toleransi, disiplin, jujur, tanggung jawab

Pedoman Pengamatan Sikap


Kelas : .
Hari, Tanggal : .
Pertemuan Ke- : .
Materi Pokok : .....................................
No. Nama Siswa ASPEK SIKAP PERILAKU YG DIMILAI
Taqwa Syukur Toler Kerjasama Skor
ansi

01.
02.
03.
04.
dst
Keterangan :
Skor penilaian menggunakan skala 1 4, yaitu:
Skor 1 apabila peserta didik tidak pernah sesuai aspek sikap yang dinilai
Skor 2 apabila peserta didik kadang-kadang sesuai aspek sikap yang dinilai
Skor 3 apabila peserta didik sering sesuai aspek sikap yang dinilai
Skor 4 apabila peserta didik selalu sesuai aspek sikap yang dinilai
Skor Perolehan
Nilai = --------------------- x 4
16
2) Penilain Pengetahuan
Penilaian pengetahuan dilakukan dalam bentuk tes tertulis/lisan dengan menjawab
pertanyaan dibawah ini.
a. Jelaskan pengertian perwakilan diplomatik!
b. Jelaskan pengertian perwakilan konsuler!
c. Apakah tugas dan fungsi perwakilan diplomatik Indonesia?
d. Apakah tugas dan fungsi perwakilan konsuler Indonesia?
e. Untuk apa perwakilan diplomatik itu ditempatkan di suatu negara?
f. Apa dampaknya jika suatu negara tidak memiliki perwakilannya di negara lain?
g. Apa syarat-syarat yang harus dipenuhi jika suatu negara akan menempatkan
perwakilannya di
negara lain?

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 92


h. Bagimana prosedur pembukaan dan pengangkatan perwakilan diplomatik di
negara lain?

Pensekoran :
Masing-masing soal skornya adalah 2 sehingga skor maksimal adalah 16.
Skor Perolehan
Nilai = -------------------- x 4
16
3) Penilaian Keterampilan
Penilaian keterampilan dilakukan guru dengan melihat kemampuan peserta didik
dalam mengumpulkan informasi, kemampuan bertanya, kemampuan menjawab
pertanyaan atau mempertahankan argumentasi kelompok, kemampuan dalam
memberikan masukan/saran terkait dengan materi yang sedang dibahas
(mengomunikasikan secara lisan).

4. Pertemuan Keempat (2 x 45 Menit)


Pada pertemuan keempat ini Peserta didik akan mempresentasikan hasil inquiry
kepustakaan sesuai dengan topik yang dipilih, dilanjutkan dengan ulangan harian.
a.Materi Pembelajaran
Materi yang disampaikan pada minggu ketiga ini adalah Bab 5, Sub-Bab C:
Kedudukan Perwakilan Diplomatik Indonesia.
b.Proses Pembelajaran
Proses pembelajaran menggunakan Pendekatan saintifik, model pembelajaran
inquiry, metode pembelajaran menggunakan Diskusi kelompok, model
pembelajaran bekerja dalam kelompok.
Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi tiga tahapan yaitu kegiatan
pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

F. Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan


1. Teknik penilaian
2. Instrumen penilaian
a. Pertemuan Pertama
b. Pertemuan Kedua
c. Pertemuan seterusnya
3. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan

Pembelajaran remedial dilakukan segera setelah kegiatan penilaian.


G. Media/alat, Bahan, dan Sumber Belajar
1. Media/alat
2. Bahan
3. Sumber Belajar

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 93


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : SMA NEGERI 5 MALANG


Kelas/Semester : XII/2
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
Materi Pokok : Strategi Indonesia dalam menyelesaikan ancaman
Terhadap negara
Alokasi Waktu: 8 x 45 menit (4 X Pertemuan )

A. Kompetensi Inti

1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya


2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab,
peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-
aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 94


prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan
metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

No. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi


1 1.4 Menghargai karakter 1.4.1. Berserah diri (tawakal) kepada Tuhan setelah
berakhlak muilia dalam berikhtiar atau melakukan usaha
memperkuat komitmen 1.4.2 Menjaga lingkungan hidup disekitar rumah tempat
Negara kesatuan tinggal, sekolah dan masyarakat.
1.4.3 Memelihara hubungan baik dengan sesama umat
beragama yang berbedabeda.1.1.

2 2.4 mengamalkan tanggung 2.4.1 Menunjukkan perilaku tanggung jawab dalam


jawab warga Negara untuk proses pembelajaran.
mengatasi ancaman 2.4.2 Menunjukkan perilaku responsif dan proaktif dalam
terhadap Negara proses pembelajaran.
2.4.3 Menunjukkan perilaku percaya diri dalam proses
pembelajaran.

3 3.5. menganalisis strategi 3.5.1 Menjelaskan pengertian sistem pertahanan


yang diterapkan dalam keamanan rakyat semesta
Negara Indonesia untuk 3.5.2Menjelaskan ciri-ciri sistem pertahanan keamanan
menyelesaikan ancaman rakyat semesta
terhadap Negara dalam
memperkokoh persatuan 3.5.3 Menganalisis strategi yang sudah diterapkan untuk
dengan bingkai Bhineka mengatasi gerakan separatisme yang terjadi di
tunggal ika negara kita
3.5.4 Menganalisis strategi yang sudah diterapkan untuk
mengatasi gerakan terorisme yang terjadi di negara
kita...
3.5.5 Menganalisis strategi yang sudah diterapkan untuk
mengatasi konflik komunal yang terjadi di negara
kita
3.5.6 Menganalisis strategi yang diterapkan Negara dalam
mengatasi ancaman Nirmiliter bidang ideology
3.5.7 Menganalisis strategi yang diterapkan Negara dalam
mengatasi ancaman nirmiliter bidang politik.
3.5.8 Menganalisis strategi yang diterapkan Negara dalam
mengatasi ancaman nirmiliter bidang ekonomi.
3.5.9 Menganalisis strategi yang diterapkan Negara dalam
mengatasi ancaman nirmiliter bidang sosial budaya.
3.5.10 Menguraikan bentuk bentuk perwujudan usaha
bela negara di berbagai lingkungan kehidupan

4. 4.5. Menyaji hasil analisis 4..1 Menyusun hasil analisis strategi yang diterapkan
strategi yang diterapkan negara Indonesia dalam menyelesaikan ancaman
Negara Indonesia dalam terhadap negara dalam memperkokoh persatuan
menyelesaikan ancaman bangsa

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 95


terhadap Negara dalam 4.5.2 Menyaji hasil analisis strategi yang diterapkan
memperkokoh persastuan negara Indonesia dalam menyelesaikan ancaman
bangsa. terhadap negara dalam memperkokoh persatuan
bangsa

C. Tujuan Pembelajaran

3.5.1.Memperjelas pengertian sistem pertahanan keamanan rakyat semesta


3.5.2.Memperjelas ciri-ciri sistem pertahanan keamanan rakyat semesta
3.5.3 Menganalisis strategi yang sudah diterapkan untuk mengatasi gerakan
separatisme yang terjadi di negara kita
3.5.4 Menganalisis strategi yang sudah diterapkan untuk mengatasi gerakan
terorisme yang terjadi di negara kita...
3.5.5 Menganalisis strategi yang sudah diterapkan untuk mengatasi konflik komunal
yang terjadi di negara kita
3.5.6 Menganalisis strategi yang diterapkan Negara dalam mengatasi ancaman
Nirmiliter bidang ideology
3.5.7 Menganalisis strategi yang diterapkan Negara dalam mengatasi ancaman
nirmiliter bidang politik.
3.5.8 Menganalisis strategi yang diterapkan Negara dalam mengatasi ancaman
nirmiliter bidang ekonomi.
3.5.9 Menganalisis strategi yang diterapkan Negara dalam mengatasi ancaman
nirmiliter bidang sosial budaya.
3.5.10 Merinci bentuk bentuk perwujudan usaha bela negara di berbagai lingkungan
kehidupan

4.5.1.Menyusun hasil analisis strategi yang diterapkan negara Indonesia dalam


menyelesaikan ancaman terhadap negara dalam memperkokoh persatuan
bangsa
4.5.2 Menyaji hasil analisis strategi yang diterapkan negara Indonesia dalam
menyelesaikan ancaman terhadap negara dalam memperkokoh persatuan
bangsa

D. Materi Pembelajaran

1. Strategi dalam mengatasi berbagai ancaman dalam membangun persatuan


dankesatuan Bangsa Indonesia.
a. Strategi menghadapi ancaman militer.
b. Strategi menghadapi ancaman Nirmiliter.
2. Partisipasi Warga Negara dalam mengatasi ancaman guna membangun
persatuandan kesatuan Bangsa Indonesia

E.Kegiatan Pembelajaran
b. Pertemuan pertama (2x45 menit)
Proses pembelajaran menggunakan Pendekatan saintifik, model
pembelajaran
discovery metode diskusi. Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi
tiga
tahapan yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 96


Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Pendahuluan 1. Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif dan
menyenangkanuntuk proses belajar-mengajar; kerapian dan
kebersihan ruang kelas,presensi (kehadiran, agenda kegiatan),
menyiapkan media dan alat serta buku yang diperlukan.
2. Guru dan peserta didik mendiskusikan kompetensi yang telah
dipelajaridan dikembangkan pada pertemuan sebelumnya.
3. Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan
manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
4. Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akandilakukan.
5. Guru menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan
digunakan.
Inti 1) Mengamati
a) Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok masing-
masingberjumlah 5 6 orang.
b) Peserta didik secara bersama-sama menyanyikan lagu
Satu NusaSatu Bangsa, guru dapat menambahkan
penjelasan terkait denganlagu tersebut.
c) Peserta didik membuat pertanyaan terkait dengan isi lagu
tersebut.Guru dapat mengkaitkan isi lagu dengan berbagai
ancaman terhadap persatuan dan kesatuan bangsa.

2) Menanya
a) Peserta didik secara kelompok mengidentifikasi sekaligus
mencatatpertanyaan yang ingin diketahui tentang strategi
dalam menghadapiancaman militer. Peserta didik
dibimbing dan didorong untuk terusmenggali rasa ingin
tahu dengan pertanyaan secara mendalam
terkaitkeanekaragaman dan potensi ancaman, tantangan,
hambatan dangangguan yang muncul akibat adanya
keanekaragaman. Kompetensiyang dikembangkan adalah
mengembangkan kreativitas, rasa ingintahu, kemampuan
merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikirankritis.
b) Untuk menumbuhkan motivasi dan kebiasaan bertanya,
pesertadidik dapat diminta untuk menuliskan pertanyaan
ke dalam daftar pertanyaan yang disusun sebagai berikut.
N Pertanyaan
o
1
2
3
ds
t

3) Mengumpulkan data/Informasi
a) Peserta didik secara berkelompok mencari informasi
sebagai jawabanatas pertanyaan yang telah disusun
dengan membaca uraian materiBab 6 Sub-bab A Materi 1
mengenai strategi menghadapi ancaman militer.
b) Peserta didik juga diminta untuk mencari informasi
sebagai jawaban pertanyaan yang terdapat dalam Tugas
Kelompok 6.1 yaitu membuat analisis berita tentang
pelanggaran wilayah udara Indonesia oleh oleh pesawat
terbang Singapura dengan menggunakan berbagai sumber

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 97


Kegiatan Deskripsi Kegiatan
yang relevan dari internet, web, media social lainnya.
Sebelum mengerjakan Tugas Kelompok 6.1 peserta didik
diminta untuk mengingat kembali konsep-konsep tentang
ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan serta jenis-
jenis ancaman bidang militer dan nirmiliter.
c) Peserta didik diberi kesempatan untuk melakukan
pemeriksaan, mengolah atau menafsir informasi yang
diperoleh guna membuktikan benar tidaknya hipotesis
yang dirumuskan.

4) Menalar
a) Peserta didik secara kelompok dibimbing untuk
menghubungkaninformasi yang diperoleh sebagai dasar
untuk menarik kesimpulanmengenai strategi yang sudah
diterapkan untuk menghadapi ancamanmiliter yang terjadi
di Indonesia.
b) Peserta didik dengan bimbingan guru menyusun hasil
telaah tentangstrategi yang sudah diterapkan untuk
mengatasi gerakan separatisme,terorisme dan konflik
komunal yang terjadi di Indonesia.

5) Mengomunikasikan
a) Peserta didik secara kelompok mempresentasikan hasil
identifikasistrategi yang sudah diterapkan untuk
mengatasi gerakan separatisme,terorisme dan konflik
komunal yang terjadi di Indonesia.
b) Peserta didik dari kelompok lain menanggapi presentasi
yang telah disampaikan oleh kelompok penyaji.
Penutup 1) Guru dan Peserta didik menyimpulkan materi yang telah
dibahas padapertemuan ini.
2) Guru meminta peserta didik untuk mempelajari materi
selanjutnya yaitustrategi menghadapi ancaman nirmiliter.
3) Guru dan peserta didik menutup kegiatan dengan
mengucapkan rasasyukur kepada Tuhan YME bahwa
pertemuan kali ini telah berlangsungdengan baik dan lancar.

c. Pertemuan kedua (2x45 menit)


Proses pembelajaran menggunakan Pendekatan saintifik, model
pembelajaranDiscovery learning. Metode yang digunakan adalah diskusi
kelompok dan bekerjadalam kelompok. Proses pembelajaran meliputi
kegiatan pendahuluan, kegiataninti dan penutup.

Kegiatan Deskripsi Kegiatan


Pendahuluan 1) Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif dan
menyenangkanuntuk proses belajar mengajar; kerapian dan
kebersihan ruangkelas,presensi (kehadiran, agenda kegiatan),
menyiapkan media dan alat serta buku yang diperlukan.
2) Guru dan peserta didik mendiskusikan kompetensi yang telah
dipelajaridan dikembangkan pada pertemuan sebelumnya.
3) Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan
manfaatnyadalam kehidupan sehari-hari.
4) Guru menyampaikan kegiatan yang akan dilakukan pada
pertemuankedua.
RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 98
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
5) Guru menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan
digunakan.
Inti 1) Mengamati
a) Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok masing-
masingberjumlaah 5 6 orang.
b) Peserta didik mengamati dengan membaca teks tentang
StrategiMenghadapi Ancaman Nirmiliter yang terdapat
pada buku teks,kemudian guru dapat menambahkan
penjelasan terkait denganwacana tersebut dengan berbagai
fakta baru yang berhubunganstrategi dalam menghadapi
ancaman Nirmiliter.

2) Menanya
a) Peserta didik secara kelompok mengidentifikasi
sekaligusmencatat pertanyaan yang ingin diketahui
berkaitan dengan strategimenghadapi ancaman nirmiliter .
b) Peserta didik didorong untuk terus menggali rasa ingin
tahudengan pertanyaan secara mendalam terkait strategi
dalammenghadapi ancaman di bidang ideologi, politik,
ekonomi, social budaya. Kompetensi yang dikembangkan
adalah mengembangkankreativitas, rasa ingin tahu,
kemampuan merumuskan pertanyaanuntuk membentuk
pikiran kritis. Untuk menumbuhkan motivasi
dankebiasaan bertanya, peserta didik dapat diminta untuk
menuliskanpertanyaan ke dalam daftar pertanyaan yang
disusun sebagai berikut.
N Pertanyaan
o
1
2
3
ds
t

3) Mengumpulkan Informasi
a) Peserta didik secara berkelompok mencari informasi
sebagai jawabanatas pertanyaan yang telah disusun.
b) Peserta didik juga mencari informasi dari sumber lain
yangrelevan sebagai jawaban yang terdapat dalam Tugas
Kelompok6.2 yaitu menilai strategi yang diterapkan
Bangsa Indonesia dalammenghadapi ancaman terhadap
persatuan dan kesatuan bangsa.

4) Menalar
Peserta didik secara kelompok menghubungkan informasi
yang
diperolah sebagai dasar untuk menarik kesimpulan tentang
strategi yangditerapkan Bangsa Indonesia dalam menghadapi
ancaman terhadappersatuan dan kesatuan bangsa.

5) Mengomunikasikan
a) Peserta didik secara kelompok mempresentasikan hasil
penilaianatas strategi yang diterapkan bangsa Indonesia
dalam menghadapiancaman terhadap persatuan dan
kesatuan bangsa.
RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 99
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
b) Peserta didik dari kelompok yang lain menanggapi
presentasi yangtelah disampaikan oleh kelompok penyaji.

Penutup 1) Guru dan peserta didik menyimpulkan materi yang telah


dibahas padapertemuan sebelumnya.
2) Peserta didik diminta untuk mempelajari materi berikutnya
yaitu SubbabB tentang Partisipasi warga negara dalam
mengatasi ancaman gunamembangun persatuan dan kesatuan
Bangsa Indonesia.
3) Guru dan peserta didik menutup kegiatan dengan
mengucapkan rasasyukur kepada Tuhan YME bahwa
pertemuan kali ini telah berlangsungdengan baik dan lancar.

d. Pertemuan ketiga (2x45 menit)


Proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik, model
pembelajaran
discovery, metode diskusi dan bekerja dalam kelompok. Pelaksanaan
pembelajaran
secara umum dibagi tiga tahapan yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti,
dan
kegiatan penutup.

Kegiatan Deskripsi Kegiatan


Pendahuluan 1) Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif dan
menyenangkanuntuk proses belajar-mengajar; kerapian dan
kebersihan ruang kelas,presensi (kehadiran, agenda kegiatan),
menyiapkan media dan alat sertabuku yang diperlukan.
2) Guru dan peserta didik mendiskusikan kompetensi yang telah
dipelajaridan dikembangkan pada pertemuan sebelumnya.
3) Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan
manfaatnyadalam kehidupan sehari-hari.
4) Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akandilakukan.
5) Guru menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan
digunakan.
Inti 1) Mengamati
a) Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok masing-
masing berjumlah 5 6 orang.
b) Peserta didik mengamati Gambar 6.5 dan membaca materi
SubbabB tentang dengan partisipasi warga negara dalam
mengatasi ancaman guna membangun persatuan dan
kesatuan Bangsa Indonesia. kemudian guru dapat
menambahkan penjelasan terkaitdengan wacana tersebut
dengan berbagai fakta baru yang berhubungan partisipasi
warga Negara dalam mengatasi ancaman guna
membangun persatuan dan kesatuan bangsa.

2) Menanya
a) Peserta didik secara kelompok diberi kesempatan
untukmengidentifikasi sekaligus mencatat pertanyaan
yang ingin diketahuitentang partisipasiwarga negara
dalam mengatasi ancaman guna membangun
persatuandan kesatuan Bangsa Indonesia.
b) Peserta didik didorong untuk terus menggali rasa ingin

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 100


Kegiatan Deskripsi Kegiatan
tahu denganmembuat pertanyaan secara mendalam. Daftar
pertanyaan dapat disusun sebagai berikut.
N Pertanyaan
o
1
2
3
ds
t

3) Mengumpulkan Informasi
Peserta didik secara kelompok mencari informasi sebagai
jawaban atas pertanyaan yang telah disusun dan
mendiskusikan bentuk partisipasi dalam usaha bela negara
( Tugas Mandiri 6.1) dari berbagai sumber yang relevan.

4) Mengasosiasi
Peserta didik secara kelompok menghubungkan informasi
yang diperoleh sebagai dasar untuk menarik kesimpulan
tentang pentingnya partisipasi warga negara dalam mengatasi
ancaman guna membangun persatuan dan kesatuan bangsa
Indonesia.

5) Mengkomunikasikan
a) Peserta didik diminta untuk mempresentasikan hasil
identifikasi perilaku perwujudan usaha bela negara.
b) Peserta didik yang lain diminta untuk menanggapi hasil
presentasi yang dilakukan oleh kelompok lain.

Penutup 1) Guru melakukan refleksi pembelajaran dengan mengajukan


pertanyaan tentang apa yang sudah dipelajari, apa manfaat
pembelajaran, apa perubahan sikap yang harus dilakukan.
2) Guru memberikan tugas menyusun Proyek Kewarganegaraan
Mari Menyelesaikan Masalah yang harus dipresentasikan
pada pertemuan berikutnya.
3) Guru dan peserta didik menutup kegiatan dengan
mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan YME bahwa
pertemuan kali ini telah berlangsung dengan baik dan lancar.

e. Pertemuan keempat (2x45 menit)


Proses pembelajaran menggunakan Pendekatan pembelajaran
menggunakanprojek based learning, metode diskusi dengan model
pembelajaran bekerja dalamkelompok. Pelaksanaan pembelajaran secara
umum dibagi tiga tahapan yaitukegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan
kegiatan penutup

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 101


Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Pendahuluan 1) Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif dan
menyenangkan untuk proses belajar-mengajar; kerapian dan
kebersihan ruang kelas, presensi (kehadiran, agenda
kegiatan), menyiapkan media dan alat serta buku yang
diperlukan.
2) Guru menanyakan kesiapan peserta didik untuk
mempresentasikan hasil Proyek Kewarganegaraan.
3) Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan
manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
4) Guru menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan
digunakan.
Inti 1) Mengomunikasikan
a) Masing-masing kelompok diminta untuk
mempresentasikan hasil tugas kelompoknya di depan
kelas secara bergantian.
b) Kelompok lain di minta untuk memberikan tanggapan dan
masukan atas hasil kerja kelompok yang di paparkan.
c) Kelompok penyaji memperbaiki hasil pekerjaannya sesuai
dengan masukan dan tanggapan kelompok lain.
d) Hasil pekerjaan kelompok 1 s/d 4 diperbaiki dan
digabungkan menjadi satu karya sebagai portofolio kelas.
Penutup 1) Peserta didik dapat ditanya apakah sudah memahami materi
pelajaran tersebut.
2) Peserta didik menyimpulkan materi yang telah dibahas pada
pertemuan ini dan guru dan peserta didik melakukan refleksi.
3) Peserta didik mengerjakan uji kompetensi Bab 6.
4) Guru dan peserta didik menutup kegiatan dengan
mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan YME bahwa
pertemuan kali ini telah berlangsung dengan baik dan lancar.

2. Penilaian
a. Teknik penilaian
Penilaian/Jenis Teknik Bentuk Instrumen
Observasi Lembar pengamatan sikap (terlampir)
Sikap/nontes Penilaian diri Lembar penilaian diri
Penilaian antarteman Lembar penilaian antarteman (terlampir)
Jurnal Lembar jurnal (terlampir)
Pengetahuan/tes Tes tertulis Tes uraian
Keterampilan/nonte Praktek
Lembar penilaian proyek (terlampir)
s kewarganegaraan

Malang , 1 JULI 2017


Mengetahui: Guru Mata Pelajaran PPKn,
Kepala SMA Negeri 5 Malang.

Anis Isrofin ,M.Pd. Drs.Effendi Harsono.


NIP. 19630917 198702 2 001. NIP.-.
Catatan Kepala Sekolah
......................................................................................................................................
......................................................................................................................................

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 102


............................................
......................................................................................................................................
.....................

Lampiran :
01.Instrumen Penilaian Kompetensi Sikap
a. Penilaian Kompetensi Sikap Melalui Observasi
Penilaian Sikap Kegiatan Praktikum/Diskusi
Mata Pelajaran : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Kelas/Semester : XI/2
Kompetensi Dasar : 3.5.Menganalisis strategi yang diterapkan
negara Indonesiadalam
menyelesaikan ancaman terhadap
negara dalam memperkokoh
persatuan dengan bingkai
Bhineka Tunggal Ika

Topik/Subtopik : Strategi Indonesia Dalam Menyelesaikan


Ancaman terhadap Negara

Indikator Pencapaian Kompetensi : 2.4.1. Menunjukkan perilaku, tanggung


jawab dalam proses pembelajaran
2.4.2. Menunjukkan perilaku responsif
dan proaktif dalam proses
pembelajaran
2.4.3. Menunjukkan perilaku percaya diri
dalam proses pembelajaran

Instrumen:
LEMBAR PENILAIAN DISKUSI

N NAMA KERJAS RASA AKTI TANG JML


O AMA INGIN F GUNG SKOR
TAHU JAWA
B
1 .........
2
3
4

Keterangan:
4 = sangat baik
3 = baik
2 = cukup baik
1 = kurang
Perhitungan nilai

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 103


Jumlah skor
Nilai = ----------------- x 100
4
RUBRIK
Kerja sama
NILAI KETERANGAN
4 Jika siswa mahir untuk mendiskusikan sesuai dengan materinya
3 Jika Siswa mampu untuk mendiskusikan sesuai dengan
materinya
2 Jika Siswa cukup mampu untuk mendiskusikan sesuai dengan
materinya
1 Jika siswa kurang mampu untuk mediskusikan materinya

RASA INGIN TAHU


Nilai Keterangan
4 Jika siswa mempunyai rasa keingintahuan yang sangat tinggi
3 Jika siswa mempunyai rasa keingintahuan yang tinggi
2 Jika siswa mempunyai rasa keingintahuan yang cukup tinggi
1 Jika siswa mempunyai rasa keingintahuan yang rendah

AKTIF
Nilai Keterangan
4 Jika siswa mahir untuk melakukan komunikasi secara timbal balik
3 Jika siswa mampu untuk melakukan komunikasi secaratimbal balik
2 Jika siswa cukup mampu untuk melakukan komunikasi secara timbal
balik
1 Jika siswa kurang mampu untuk melakukan komunikasi secara timbal
balik

TANGGUNG JAWAB

Nilai Keterangan
4 Jika siswa mempunyai tanggung jawab dalam berdiskusi yang sangat
tinggi
3 Jika siswa mempunyai tanggung jawab dalam berdiskusi yang tinggi
2 Jika siswa mempunyai tanggung jawab dalam berdiskusi yang cukup tinggi
1 Jika siswa mempunyai tanggung jawab dalam berdiskusi yang rendah

b. Penilaian Sikap melalui Penilaian Diri

Mata Pelajaran : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN


Kelas/Semester : XI/2
Kompetensi Dasar : 3.5.Menganalisis strategi yang diterapkan
negara Indonesia dalam menyelesaikan
ancaman terhadap negara dalam

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 104


memperkokoh persatuan dengan bingkai
Bhineka Tunggal Ika

Topik/Subtopik : Strategi Indonesia Dalam Menyelesaikan


Ancaman terhadap Negara
Indikator Pencapaian : 2.4.1. Menunjukkan perilaku, tanggung jawab
Kompetensi dalam proses pembelajaran
2.4.2. Menunjukkan perilaku responsif dan
proaktif dalam proses pembelajaran
2.4.3. Menunjukkan perilaku percaya diri
dalam proses pembelajaran

Instrumen:
Penilaian Diri
Setelah mempelajari materi strategi Indonesia dalam menyelesaikan ancaman terhadap
negara, kalian dapat melakukan penilaian diri dengan cara memberikan tanda (v), pada
kolom yang tersedia
N Pernyataan Sudah Memahami Belum
o Memahami
1 Memahami strategi dalam
mengatasi ancaman bermuatan
ideologi
2 Memahami strategi dalam
mengatasi ancaman bermuatan
politik
3 Memahami strategi dalam
mengatasi ancaman bermuatan
ekonomi
4 Memahami strategi dalam
mengatasi ancaman bermuatan
sosial budaya
5 Memahami strategi dalam
mengatasi ancaman bermuatan
teknologi dan informasi

RUBRIK
Nilai Keterangan
4 Jika siswa mampu memahami 5 poin
3 Jika siswa mampu memahami 4 poin
2 Jika siswa mampu memahami 3 poin
1 Jika siswa mampu memahami kurang dari 3 poin

c. Penilaian Antar Peserta Didik

Mata Pelajaran : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN


Kelas/Semester : XI/2
Kompetensi Dasar : 3.5.Menganalisis strategi yang diterapkan
negara Indonesia dalam menyelesaikan
ancaman terhadap negara dalam
memperkokoh persatuan dengan

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 105


bingkai Bhineka Tunggal Ika
Topik/Subtopik : Strategi Indonesia Dalam Menyelesaikan
Ancaman terhadap Negara

Instrumen:
Penilaian Antar Peserta Didik
- Amati perilaku temanmu selama mengikuti pembelajaran PPKn
- Berlkan tanda v pada kolom yang sudah disediakan
N PERILAKU YA
O
1 Mau bekerjasama dengan teman
2 Tidak pernah Mengganggu teman
3 Membantu temennya untuk memahami materi yang
belum di kuasai
4 Mencarikan solusi bagi teman yang mempunyai
masalah
5 Tidak pernah melakukan perbuatan yang melanggar
tata tertib sekolah
RUBRIK
Nilai Keterangan
4 Jika siswa menjawab ya lebih dari 3
3 Jika siswa menjawab ya sebanyak 3
2 Jika siswa menjawab ya sebanyak 2
1 Jika siswa menjawab ya sebanyak 1

d. Penilaian Sikap melaluJurnal

Mata Pelajaran : PENDIDIKAN


KEWARGANEGARAAN
Kelas/Semester : XI/2
Kompetensi Dasar : 3.5.Menganalisis strategi yang
diterapkan negara Iondonesia dalam
menyelesaikan ancaman terhadap
negara dalam memperkokoh persatuan
dengan bingkai Bhineka Tunggal Ika
Topik/Subtopik : Strategi Indonesia Dalam
Menyelesaikan Ancaman terhadap
Negara

Instrumen: JURNAL
Nama Peserta Didik : ................................
Kelas : .................................
Aspek yang di amati: ................................
NO Hari/Tgl Kejadian Tindak Lanjut
1
2
3
Dst

2. InstrumenPenilaianKompetensi Pengetahuan
a. TesTulis

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 106


1) SoalPilihanGanda

Mata Pelajaran : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN


Kelas/Semester : XI/2
Kompetensi Dasar : 3.5 Menganalisis strategi yang diterapkan
negara Indonesia dalam menyelesaikan
ancaman terhadap negara dalam
memperkokoh persatuan dengan bingkai
Bhineka Tunggal Ika

Topik/Subtopik : Strategi Indonesia Dalam Menyelesaikan


Ancaman terhadap Negara

Indikator Pencapaian : 3.6.6. Menganalisis strategi yang diterapkan


Kompetensi Negara dalam mengatasi ancaman
nirmiliter bidang ideologi
3.6.7. Menganalisis strategi yang diterapkan
Negara dalam mengatasi ancaman
nirmiliter bidang politik
3.6.8. Menganalisis strategi yang diterapkan
Negara dalam mengatasi ancaman
nirmiliter bidang ekonomi
3.6.9. Menganalisis strategi yang diterapkan
negara dalam mengatasi ancaman
nirmiliter bidang sosial budaya
3.6.10. Menguraikan bentuk bentuk
perwujudan usaha bela negara di
berbagai lingkungan kehidupan

Instrumen
Pilihlah jawaban yang benar
1.Ancaman yan tidak bersifat fisik serta bentuknya tidak terlihat adalah....
a. ancaman ideologi
b. ancaman nir militer
c. ancaman ekonomi
d. ancaman sosial budaya
e. ancaman politik
2. Penguatan penyelenggaraan pemerintahan negara yang sah efektif, bersih, berwibawa,
bertanggung jawab serta bebas KKN merupakan strategi dalam mengatasi ancaman di
bidang..
a.Ideologi
b. Politik
c. Sosial Budaya
d. militer
e. teritorial
3. Tiap tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan
Keamanan Negara. Pernyataan tersebut merupakan bunyi dari pasal....
a.30 ayat 1
b. 30 ayat 2
c. 27 ayat 1
d. 27 ayat 2
e. 27 ayat 3
4. Yang bukan merupakan bentuk bela negara adalah ....
a.Pendidikan Kewarganegaraan
b. Pendidikan Agama
c. Pelatihan Dasar kemiliteran

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 107


d. Pengabdian sebagai TNI
e. Pengabdian sesuai Keahlian dan Profesi
5. Pemberantasan angka kemiskinan merupakan salah satu strategi penanggulan ancaman
pertahanan keamanan di bidang....
a.Ideologi
b. Politik
c. Sosial Budaya
d. militer
e. Ekonom
Kunci Jawaban
1.B
2.B
3.A
4.B
5.E
Jawaban yang benar mendapatkan skor 2
Nilai = ............... x 4
10

2) SoalUraian
Mata Pelajaran : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Kelas/Semester : XI/2
Kompetensi Dasar : 3.5 Menganalisis strategi yang diterapkan
negara Indonesia dalam menyelesaikan
ancaman terhadap negara dalam
memperkokoh persatuan dengan bingkai
Bhineka Tunggal Ika

Topik/Subtopik : Strategi Indonesia Dalam Menyelesaikan


Ancaman terhadap Negara

Indikator Pencapaian : 3.5.1. Menjelaskan pengertian sistem


Kompetensi pertahanan keamanan rakyat semesta
3.5.2. Menjelaskan ciri ciri sistem pertahanan
keamanan rakyat semesta
3.5.3 Menganalisis strategi yang sudah
Diterapkan untuk mengatasi gerakan
separatisme yang terjadi di negara kita
3.5.4 Menganalisis strategi yang sudah
Diterapkan untuk mengatasi gerakan
terorisme yangterjadi di negara kita
3.5.5 Menganalisis strategi yang sudah
diterapkan untuk mengatasi konflik
komunal yang terjadi di negara kita

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 108


Instrumen
Jawablah pertanyaan di bawah ini
1.Jelaskan secara rinci tentang pengertian Sishamkamrata!
2. Tunjukan 4 bukti-bukti tentang adanya caman nir militer di Indonesia !
3. Perjelaslah tentang factor-faktor pendukung tentang perlunya strategi dalam
mengatasi ancaman terhadap negara?
4. Uraikan secara rinci tentang 5 sifatnya Ketahanan Nasional!
5. Bagaimana menurut kalian, seharusnya strategi pemerintah untuk mengatasi
gerakan terorisme?
KUNCI JAWABAN DAN PENSKORAN
NO KUNCI JAWABAN SKOR
1 Segala upaya untuk menjaga pertahanan dan keamanan negara
yang seluruh rakyat dan segenap sumber daya nasional, sarana
dan prasarana nasional serta seluruh wilayah negara
2 Ancaman Nir militer merupakan ancaman yang tidak bersifat
fisik serta bentuknya tidak terlihat seperti ancaman militer
karena ancaman ini berdimensi ideologi, politik, ekonomi, sosial
budaya, teknologi, informasi serta keselamatan umum
3 Karena Negara indonesia adalah negara yang majemuk,
berbagai agama, budaya, wilayah yang terdiri dari kepulauan
yang sebagian besar wilayah indonesia adalah perairan.
sehingga untuk mengatasi ancaman yang datang dari dalam dan
luar negeri kita harus mengatur strategi yang tepat
4 Ciri sishankamrata
-kerakyatan yaitu orientasi pertahan dan keamanan negara
diabdikan oleh dan untuk kepentingan seluruh rakyat
-kesemestaan yaitu seluruh sumber daya nasional
didayagunakan bagi upaya pertahanan
-kewilayahan yaitu gelar kekuatan pertahan dilaksanakan
secara menyebar di seluruh wilayan NKRI sesuai dengan
kondisi geografis sebagai negara kepulauan
5 (Tetap harus mencakup stategi di bidang IPOLEKSOSBUD)
anak diberi kebebasan untuk mengutarakan pendapatnya
JUMLAH

SKOR PEROLEHAN
Nilai = .................. x 4
2

b. Observasi Terhadap Diskusi/ Tanya Jawab


Mata Pelajaran : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Kelas/Semester : XI/2
Kompetensi Dasar : 4.5. Menyaji hasil analisis strategi yang
diterapkan negara Indonesia dalam
menyelesaikan ancaman terhadap
negara dalam memperkokoh persatuan
bangsa
Topik/Subtopik : Strategi Indonesia Dalam Menyelesaikan
Ancaman terhadap Negara

Indikator Pencapaian : 4.5.1 Menyususn hasil analis, strategi yang


Kompetensi diterapkan negara Indonesia dalam
menyelesaikan ancaman terhadap
negara dalam memperkokoh

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 109


persatuan bangsa
4.5.2. Menyaji hasil analis yang diterapkan
Negara Indonesia dalam menyelesaikan
Ancaman terhadap negara dalam
memperkokoh persatuan bangsa

Instrumen
NAMA Pengungkapan Kebenaran Ketepatan Jumlah
PESERTA gagasan yang Konsep dalam
DIDIK orisinal Penggunaan
YA istilah
YA TIDAK YA TIDAK
TIDAK

RUBRIK
NILAI KETERANGAN
4 Jika siswa dapat memenuhi 3 kriteria
3 Jika siswa dapat memenuhi 2 kriteria
2 Jika siswa dapat memenuhi 1 kriteria
1 Jika siswa dapat memenuhi 0 kriteria

c. Penugasan

Mata Pelajaran : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN


Kelas/Semester : XII/2
Kompetensi Dasar : 3.6 Menganalisis strategi yang diterapkan
negara Indonesia dalam menyelesaikan
ancaman terhadap negara dalam
memperkokoh persatuan dengan bingkai
Bhineka Tunggal Ika

Topik/Subtopik : Strategi Indonesia Dalam Menyelesaikan


Ancaman terhadap Negara

Indikator Pencapaian : 3.6.10 Menguraikan bentuk bentuk


Kompetensi perwujudan usaha bela negara di berbagai
bidang kehidupan

Instrumen
Peserta didik diminta untuk mengerjakan tugas mandiri 6.1 dan tugas kelompok
6.2
*Penskoran Tugas Mandiri 6.1
Nomor 1,2,3 dan 4 masing masing nomer jika jawabannya tepat maka
nilainya 4.
Jadi umlah skor total adalah 100
Skor perolehan
Nilai = .................x 4
100
*Penskoran Tugas Mandiri 6.1

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 110


Nomor 1,2,3,4,5,6 dan 7 masing masing nomer jika jawabannya tepat
maka nilainya
4.
Jadi jumlah skor total adalah 100
Skor perolehan
Nilai = .................x 4
100

3. InstrumenPenilaianKompetensi Keterampilan
a. Penilaian Praktik

Mata Pelajaran : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN


Kelas/Semester : XI/2
Kompetensi Dasar : 3.5 Menganalisis strategi yang diterapkan
negara Indonesia dalam menyelesaikan
ancaman terhadap negara dalam
memperkokoh persatuan dengan bingkai
Bhineka Tunggal Ika

Topik/Subtopik : Strategi Indonesia Dalam Menyelesaikan


Ancaman terhadap Negara
Indikator Pencapaian : 3.6.4. Menganalisis strategi yang sudah
Kompetensi diterapkan untuk mengtasi gerakan
terorisme yang terjadi di negara kita

Instrumen
Kelas : ............
Kegiatan : Bermain peran
Tema : Pencegahan ancaman terhadap negara
NAMA KETEPATAN PENGHAYATAN RATA RATA
PERILAKU PERAN SKOR

Pedoman penskoran
Aspek penilaian Rubrik
Ketepatan Skor 4 Apabila perilaku sangat sesuai dengan peran
Perilaku Skor 3 Apabila perilaku sesuai dengan peran
Skor 2 Apabila perilaku kurang sesuai dengan peran
Skor 1 Apabila perilaku tidak sesuai dengan peran
Penghayatan Skor 4 apabila sangat menghayati peran
Peran Skor 3apabila menghayati peran
Skor 2 apabila kurang menghayati peran
Skor 1 apabila tidak menghayati peran
Skor perolehan
Nilai = ................ x 4
8

b. Penilaian Proyek

Mata Pelajaran : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN


Kelas/Semester : XII/2

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 111


Kompetensi Dasar : 3.6 Menganalisis strategi yang diterapkan
negara Indonesia dalam menyelesaikan
ancaman terhadap negara dalam
memperkokoh persatuan dengan bingkai
Bhineka Tunggal Ika
Topik/Subtopik : Strategi Indonesia Dalam Menyelesaikan
Ancaman terhadap Negara
Indikator Pencapaian : 3.6.4. Menganalisis strategi yang sudah
Kompetensi diterapkan untuk mengtasi gerakan
terorisme yang terjadi di negara kita

Instrumen
Mata Pelajaran: Guru Pembimbing:
Nama Proyek : Nama Siswa :
Alokasi Waktu : Kelas
No ASPEK SKOR (1 4)
1 PERENCANAAN
a.Rancangan Alat
- Alat dan bahan
- Gambar
b.Uraian cara menggunakan alat
2 PELAKSANAAN
a.Keakuratan Sumber Daya/Informasi
b.kuantitas Sumber Data
c.Analisis Data
d.Penarikan Kesimpulan
3 LAPORAN PROYEK
a.Sistematika Laporan
b.Performans
c.Presentasi
TOTAL SKOR

Kriteria Penilaian>
1.Kemampuan Pengelolaan , Kemampuan peserta didik dalam memilih topik, mencari
informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan
2.Relevansi: Kesesuaian dengan mata pelajaran dengan mempertimbangkan tahap
pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan dalam pembelajaran
3.Keaslian: Projek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya
Rubrik
Nilai Keterangan
4 Jika terpenuhi ketiga kriteria
3 Jika terpenuhi dua kriteria
2 Jika terpenuhi satu kriteria
1 Jika tidak terpenuhi ketiga kriteria

Nilai =..................x 4
100

c. Penilaian Produk

Mata Pelajaran : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN


Kelas/Semester : XI/2
Kompetensi Dasar : 3.5 Menganalisis strategi yang diterapkan
negara Indonesia dalam menyelesaikan

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 112


ancama terhadap negara dalam
memperkokoh persatuan dengan bingkai
Bhineka Tunggal Ika
Topik/Subtopik : Strategi Indonesia Dalam Menyelesaikan
Ancaman terhadap Negara
Indikator Pencapaian : 3.6.4. Menganalisis strategi yang sudah
Kompetensi diterapkan untuk mengtasi gerakan
terorisme yang terjadi di negara kita

Instrumen:

FORMAT PENILAIAN PRODUK


Materi Pelajaran : Nama Siswa:
Nama Proyek : Kelas :
Alokasi Waktu :

N Tahapan Skor (1 -4)


o
1 Tahap Perencanaan Bahan
2 Tahap Proses Pembuatan
a.Persiapan alat dan bahan
b. Tehnik Pengolahan
C,K3{ Keselamatan Kerja, keamanan dan
kebersihan)
3 Tahap Akhir {hasil Produk)
a.Bentuk fisik
b.Inovasi
TOTAL SKOR

Rubrik
Skor diberikan dengan rentang skor 1 sampai dengan 4 dengan ketentuan semakin
lengkap jawaban dan ketpatan dalam proses pembuatan maka semakin tinggi
nilainya

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 113


d. Penilaian Portofolio
Mata Pelajaran : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Kelas/Semester : XII/2
Kompetensi Dasar : 3.6 Menganalisis strategi yang diterapkan
negara Indonesia dalam menyelesaikan
ancaman terhadap negara dalam
memperkokoh persatuan dengan bingkai
Bhineka Tunggal Ika
Topik/Subtopik : Strategi Indonesia Dalam Menyelesaikan Ancaman
terhadap Negara

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 114


Instrumen

Mata Pelajaran :PPKn


Kelas/semester: XII/2
Tahun Ajaran : 2015/2016
Judul Portofolio: Pelaporan Terhadap Permasalahan-permasalahan yang dapat mengancam
keselamatan negara Indonesia beserta solusinya
Tujuan : Peserta didik dapat menyusun laporan tentang permasalahan yang dapat
menganam keselamatan negara Indonesia beserta dengan solusinya

Ruang Lingkup
Karya Portofolio yang dikumpulkan adalah laporan tentang permasalahan yang dapat
menganam keselamatan negara Indonesia beserta dengan solusinya

Uraian Tugas Portofolio


1.Buatlah laporan kegiatan laporan-laporan tentang permasalahan yang dapat
menganam
keselamatan negara Indonesia beserta dengan solusinya
1. Setiap laporan dikumpulkan selambat lambatnya sebulan setelah peserta didik
mendapatkan tugas

NO KOMPONEN YANG DINILAI SKOR


1 Persiapan
2 Pelaksanaan
3 Hasil Praktikum

Rubrik Penilaian
NO KOMPONEN SKOR
1 Persiapan meliputi ketepatan -Skor 3 jika pemilihan alat dan bahan
pemilihan alat dan bahan praktikum tepat
-Skor 3 jika pemilihan alat dan bahan
kurang tepat
-Skor 3 jika pemilihan alat dan bahan
tidak tepat
2 Pelaksanaan meliputi langkah kerja -Skor 3 jika langkah kerja dan waktu
dan waktu pelaksanaan pelaksanaan tepat
-Skor 3 jika langkah kerja dan waktu
pelaksanaan kurang tepat
-Skor 3 jika langkah kerja dan waktu
pelaksanaan tidak tepat
3 Hasil Praktik meliputi keakuratan data -Skor 3 jika data akurat dan simpulan
dan ketepatan simpulan hasil tepat
-Skor 3 jika data akurat dan simpulan
Krang tepat
-Skor 3 jika data akurat dan simpulan
Tidak tepat

Ket:
Skor maksimal = Jumlah komponen yang dinilai x 3
Nilai Portofolio = Nilai = jumlah skor x 4
--------------
Skor maksimal
b. Media/alat
LCD proyektor

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 115


Komputer

RPP PPKn Kelas XI SMAN 5 MALANG.SMESTER GANJIL&GENAP 2017/2018 Page 116