Anda di halaman 1dari 5

STEREONET PROJECTION

Solusi bidang sesar untuk studi first motion sering direpresentasikan dengan memakai focal
sphere. Dimana, focal sphere adalah gambaran suatu bola imajiner di sekitar lokasi gempa. Bola
inilah yang nantinya akan menggambarkan mekanisme terjadinya sesar sebagai penyebab utama
gempabumi, sehingga sering dinamakan dengan Focal Mechanism Solutions (FMS).
Ide dasar ploting ini adalah untuk melihat proses terjadinya fault dari model 3 dimensi sebagai
model sederhana 2 dimensi. Seperti ditunjukkan pada gambar, patahan pada gambar paling kiri
akan direpresentasikan dengan model 2 D seperti gambar paling kanan.

Adapun, bidang patahan akan diproyeksikan pada bidang horizontal dari setengah bola bagian
bawah (dengan kata lain, pada bidang bola jika kita lihat dari sisi atas).
Berikut langkah-langkah ploting proyeksi bidang patah pada setengah bola stereonet
1. Berikut adalah stereonet yang dipakai untuk menampilkan permukaan horizontal dari
bagian bola bawah. Azimuth dinyatakan oleh angka sepanjang lingkaran, sedangkan dip
oleh angka sepanjang ekuator.
. Berikut contoh plotting strike & dip pada

stereonet. Dimulai dari yang sederhana, dimana strike berada pada garis lurus sepanjang garis N-
S, dengan artian, strikenya adalah 0 terhadap arah timur. Dengan menggambarkan garis pada
arah sepanjang dip 60, jadilah gambar disamping adalah plotting bidang dengan strike sebesar
N0E, dip 60, atau sering ditulis pula dengan N-S strike, 70E dip.
2. Sebaliknya, jika strike adalah arah 180 terhadap

timur, itu artinya arah dip akan berbalikan dari arah semula. Seperti gambar berikut ; Gambar ini
adalah orientasi dari strike N180E, dip 60.
3. Untuk plotting azimuth yang tidak 0, maka
didapat dengan merotasi stereonet.

Cara sederhana yang saya ambil adalah, pertama, plot titik strike yang dimaksud, kemudian tarik
garis melewati pusat bola. Rotasikan sehingga berada pada garis N-S awal, baru kemudian cari
letak posisi dip yang kita maksud. Barulah tarik garis mengikuti pola bola stereonet. Hasilnya
akan sama dengan jika di awalnya kita mentukan posisi dip , baru kemudian merotasikan garis
sumbu N-S kearah strike yang kita maksud (seperti gambar berikut)
5. Untuk plotting bidang yang tegak lurus dengan bidang ini, pertama-tam dirotasikan garis dari
bidang yang telah diketahui, keaarah sumbu utama N-S. Kemudian, tentukan titik yang jarakanya
90 dari titiknya saat ia berpotongan dengan garis ekuator. Bidang-bidang yang berpotongan
dengan titik kutub inilah yang nantinya berperan sebagai bidang yang tegak lurus dengan bidang
utama.
Berikut langkah plotting dengan visualisasi

langsung ;

=====================================================================
==========
Sumber ;
Stein, S & Wysession, An Introduction to seismology, earthquake & earth Structure.
Afnimar, Sesimologi.
Wikipedia.org.