Anda di halaman 1dari 133

PENGARUH PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN

KERJA (K3) DAN DISIPLIN KERJA KARYAWAN TERHADAP

PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN

(Studi Kasus Pada PT. Wika Realty Proyek Pembangunan Tamansari

Hive Office Park)

Oleh:
Aji Pangestu
NIM: 1111081000123

JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1437 H/2016 M
PENGARUH PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
(K3) DAN DISIPLIN KERJA KARYAWAN TERHADAP
PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN
(Studi Kasus Pada PT. Wika Realty Proyek Pembangunan
Tamansari Hive Office Park)

Skripsi
Diajukan kepada Fakultas Ekonomi Dan Bisnis
Untuk Memenuhi Syarat-syarat Guna Meraih Gelar Sarjana Ekonomi

Oleh:

AJI PANGESTU
NIM: 1111081000123

JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1437 H/2016 M

i
PENGARUH PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
(K3) DAN DISIPLIN KERJA KARYAWAN TERHADAP
PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN (Studi Kasus Pada PT. Wika
Realty Proyek Pembangunan Tamansari Hive Office Park)

Skripsi

Diajukan kepada Fakultas Ekonomi Dan Bisnis

Untuk Memenuhi Syarat-syarat Guna Meraih Gelar Sarjana Ekonomi

Oleh :
Aji Pangestu
NIM : 1111081000123

Di Bawah Bimbingan

Pembimbing I Pembimbing II

Dr. Suhendra, MM Lili Supriyadi, MM


NIP. 19711206 2003 12 1 001 NIP. 19600505 198903 1 005

JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1437 H/2016 M

ii
LEMBAR PENGESAHAN UJIAN KOMPREHENSIF

Hari ini kamis, 09 April 2015 telah dilakukan ujian komprehensif atas mahasiswa:

1. Nama : Aji pangestu


2. NIM : 1111081000123
3. Jurusan : Manajemen
4. Judul Skripsi : Pengaruh Program Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3) dan Disiplin Kerja
Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan
Pada Proyek Pembangunan Tamansari Hive
Office Park PT. Wika Realty

Setelah mencermati dan memperlihatkan penampilan dan kemampuan yang


bersangkutan selama ujian komprehensif, maka diputuskan bahwa mahasiswa
tersebut di atas dinyatakan lulus dan diberi kesempatan untuk melanjutkan
ketahap ujian skipsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana
Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah Jakarta.

Jakarta, 09 April 2015

1. M. Hartana I.Putra., M.Si. ( )


NIP. 150409504 Ketua

2. Titi Dewi Warninda, SE., M.Si. ( )


NIP. 19731221 2005 01 2 002 Sekretaris

3. Dr. Muniaty Aisyah, Ir., MM. (________________________)


NIP. 19780307 201101 2 003 Penguji Ahli

iii
LEMBAR PENGESAHAN UJIAN SKRIPSI

Hari ini 2016 telah dilakukan ujian skripsi atas mahasiswa:

1. Nama : Aji Pangestu


2. NIM : 1111081000123
3. Jurusan : Manajemen
4. Judul Skripsi : Pengaruh Program Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3) dan Disiplin Kerja
Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan
Pada Proyek Pembangunan Tamansari Hive
Office Park PT. Wika Realty

Setelah mencermati dan memperlihatkan penampilan dan kemampuan yang


bersangkutan selama ujian skripsi, maka diputuskan bahwa mahasiswa tersebut di
atas dinyatakan lulus dan skripsi ini diterima sebagai salah satu syarat untuk
memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Jakarta, 26 Januari 2016

1. Dr. Ade Sofyan Mulazid ( )


19750101 200501 1 008 Ketua

2. Ela Patriana, Ir., MM ( )


19690528 200801 2 010 Sekertaris

3. Dr. Suhendra, S.Ag, MM ( )


19711206 2003 12 1 001 Pembimbing I

4. Lili Supriyadi, MM ( )
19600505 198903 1 005 Pembimbing II

5. Bahrul Yaman, M.Si


19620818 198603 1 001

iv
LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH

Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Aji Pangestu

Nomor Induk Mahasiswa : 1111081000123

Fakultas : Ekonomi dan Bisnis

Jurusan : Manajemen

Dengan ini menyatakan bahwa dalam penulisan skripsi ini, saya :

1. Tidak menggunakan ide orang lain tanpa mampu mengembangkan dan


mempertanggungjawabkan
2. Tidak melakukan plagiat terhadap naskah karya orang lain
3. Tidak menggunakan karya orang lain tanpa menyebutkan sumber asli
atau tanpa ijin pemilik karya
4. Tidak melakukan pemanipulasian dan pemalsuan data
5. Mengerjakan sendiri karya ini dan mampu bertanggung jawab atas
karya ini

Jikalau dikemudian hari ada tuntutan dari pihak lain atas karya saya, dan telah
melalui pembuktian yang dapat dipertanggungjawabkan, ternyata memang
ditemukan bukti bahwa saya telah melanggar pernyataan diatas, maka saya siap
untuk dikenai sanksi berdasarkan aturan yang berlaku di Fakultas Ekonomi dan
Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya.

Ciputat, 13 Janurai 2016


Yang Menyatakan

( Aji Pangestu )

v
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

I. Data Pribadi

a. Nama Lengkap : Aji Pangestu


b. Tempat, Tanggal Lahir : Pekalongan, 07 Mei 1993
c. Jenis kelamin : Laki-laki
d. Agama : Islam
e. Alamat : Jl. Agung Raya II No.77 Rt. 006 / 004 , Leteng
Agung, Jagakarsa, Jakarta-Selatan
f. Telepon : 083870527460
g. Motto : Hilangkan segala rasa malas, karena malas akan
menghancurkan semua perencanaan dan strategi
hidup kita.
h. E-mail : ajipangestu448@yahoo.co.id

II. Latar Belakang Pendidikan

a. SD : SDN Kertijayan 03, Pekalongan (1999-2005)


b. SMP : SMP N 14 Pekalongan, Pekalongan (2005-2008)
c. SMK : SMK YAPIMDA, Jakarta-Selatan (2008-2011)
d. S1 : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (2011-2016)

III. Latar Belakang Keluarga

a. Ayah : M. Lukman hakim


b. Ibu : Jumrotun
c. Anak ke/dari : 3/4 bersaudara
d. Alamat : Kertijayan Gg. 05 Buaran, Pekalongan

vi
PENGARUH PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)
DAN DISIPLIN KERJA KARYAWAN TERHADAP PRODUKTIVITAS
KERJA KARYAWAN (Studi Kasus Pada PT. Wika Realty Proyek
Pembangunan Tamansari Hive Office Park)
Aji Pangestu

ABSTRACT
This study aims to (1) determine whether the occupational health and safety
program (K3) and disciplines of team works have significant impact on employee
productivity; (2) determine whether the safety and health program has significant
impact on employee productivity.
The population in this study were all employees of the Castle Hive
Development Project Office Park PT. Wika Realty located at Jl. DI Panjaitan Kav
2, East Jakarta, which amounted to 43 respondents. Data collection techniques
used in this study is a questionnaire / kuosioner, documentation method and
interview method.
Analysis of the data used in this study using multiple regression analysis
with a level of sig <0.05. Results of multiple regression analysis regression
coefficient (R) of 0.626 (F = 12.890; sig 0.000 <0.05); and the determination
coefficient of 0.392. This shows that the program K3 and discipline together have
a significant impact on employee productivity together. As well as each
independent variable positive effect on employee productivity variable which is
equal to 4.333 and 2.033 with a significance level <0.05 through regression
equation Y = 7,661 + 0,571X1 + 0,476X2 + e.
These results indicate that the safety and health program ( K3 ) and
work discipline, have a significant effect both partially and simultaneously to
employee productivity.

Keywords : Occupational Health and Safety (K3) ,Work Discipline and


Employee Productivity

vii
PENGARUH PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
(K3) DAN DISIPLIN KERJA KARYAWAN TERHADAP
PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN (Studi Kasus Pada PT. Wika
Realty Proyek Pembangunan Tamansari Hive Office Park)
Aji Pangestu

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui apakah program keselamatan
dan kesehatan kerja (K3) dan disiplin kerja secara simultan dan parsial
berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan; (2) mengetahui
apakah program keselamatan dan kesehatan kerja berpengaruh signifikan terhadap
produktivitas kerja karyawan.
Populasi pada penelitian ini adalah seluruh karyawan Unit Kontruksi Proyek
Pembangunan Tamansari Hive Office Park PT. Wika Realty yang berada di Jl. DI
Panjaitan Kav 2, Jakarta Timur yang berjumlah 43 responden. Teknik
pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode angket/
kuosioner, metode dokumentasi, dan metode interviu.
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis
regresi ganda dengan taraf sig < 0,05. Hasil analisis regresi ganda diperoleh
koefisien regresi (R) sebesar 0,626 (F = 12,890; sig 0,000 < 0,05); dan koefisien
determinasi sebesar 0,392. Hal ini menunjukkan bahwa Program K3 dan disiplin
kerja secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang berarti terhadap
produktivitas kerja karyawan secara bersama-sama. Serta masing-masing variabel
independent berpengaruh positif terhadap variabel produktivitas kerja karyawan
yakni sebesar 4,333 dan 2,033 dengan tingkat signifikansi <0,05 melalui
Persamaan regresi Y = 7,661 + 0,571X1 + 0,476X2 + e .
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa program keselamatan dan
kesehatan kerja (K3) dan disiplin kerja, memiliki pengaruh yang signifikan baik
secara parsial dan simultan terhadap produktivitas kerja karyawan.

Kata Kunci : Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Disiplin Kerja, dan
Produktivitas Kerja Karyawan.

viii
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-
Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan
baik. Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Rasulullah SAW yang
mengantarkan manusia dari zaman kegelapan ke zaman yang terang benderang
ini. Penyusunan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi sebagian syarat-syarat
guna mencapai gelar Sarjana Ekonomi di Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah Jakarta.
Penulis menyadari bahwa penulisan ini tidak dapat terselesaikan tanpa
dukungan dari berbagai pihak baik moril maupun materiil. Oleh karena itu,
penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyusunan skripsi ini terutama kepada:
1. Kedua orang tua, alm Abah Lukman dan ibunda Jumrotun dan juga kepada
kedua orang tua angkat saya alm Hj. Sholihah dan H. Thohari yang telah
memberikan dukungan baik moril maupun materiil serta doa yang tiada henti-
hentinya kepada penulis.
2. Segenap kerabat dekat yang telah menyemangati dan membantu penyelesaian
skripsi ini.
3. Bapak Dr. M. Arief Mufraini, Lc, M.si selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan
Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
4. Ibu Titi Dewi Warninda, SE., M.Si selaku Ketua Jurusan Akuntansi Fakultas
Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
5. Bapak Dr. Suhendra, MM selaku dosen Pembimbing Skripsi I yang telah
berkenan memberikan tambahan ilmu dan solusi pada setiap permasalahan
atas kesulitan dalam penulisan skripsi ini. Bimbingan dan arahan untuk
membimbing penulis selama menyusun skripsi.
6. Bapak Lili Supriyadi, MM selaku dosen Pembimbing Skripsi II yang telah
bersedia memberikan banyak ilmu dan solusi pada setiap permasalahan atas
kesulitan dalam penulisan skripsi ini.

ix
7. Seluruh Bapak/Ibu dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang telah
memberikan pengetahuan yang sangat bermanfaat selama masa perkuliahan.
8. Seluruh teman-teman jurusan Manajemen 2011 yang selalu kompak di dalam
kelas maupun luar kelas.
9. Kepada seluruh sahabat-sahabati organisasi PMII KOMFEIS dan PC PMII
CIPUTAT yang senantiasa menyemangati saya.
10. Kepada teman-teman dekat saya dan teman-teman saya sekalian yang tidak
dapat saya sebutkan satu persatu yang senantiasa memberikan semangat, tak
lupa juga terimakasih kepada tukang jajan dan jajanannya.
11. Seluruh staf dan karyawan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarta yang telah memberikan bantuan kepada penulis.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna dikarenakan
terbatasnya pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki penulis. Oleh karena itu,
penulis mengharapkan segala bentuk saran serta masukan bahkan kritik yang
membangun dari berbagai pihak. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi para
pembaca dan semua pihak khususnya dalam bidang akuntansi manajemen.

Jakarta, 13 Januari 2016


Penulis

(Aji Pangestu)

x
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .............................................................................. i

HALAMAN PERSETUJUAN SKRIPSI............................................... ii

HALAMAN PENGESAHANKOMPRE ............................................... iii

HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI ................................................ iv

HALAMAN KEASLIAN KARYA ILMIAH ........................................ v

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ............................................................... vi

ABSTRACT............................................................................................. vii

ABSTRAK.............................................................................................. viii

KATA PENGANTAR ............................................................................ x

DAFTAR ISI .......................................................................................... xi

DAFTAR TABEL .................................................................................. xiv

DAFTAR GAMBAR.............................................................................. xv

DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................... xv

BAB I PENDAHULUAN ....................................................................... 1

A. Latar Belakang Masalah........................................................... 1

B. Identifikasi Masalah ................................................................. 15

C. Rumusan Masalah.................................................................... 16

D. Tujuan Penelitian ..................................................................... 16

E. Manfaat Penelitian .................................................................. 17

BAB II LANDASAN TEORI................................................................. 18

A. Produktivitas Kerja .................................................................. 18

1. Pengertian Produktivitas Kerja .......................................... 18

xi
2. Dimensi dan Indikator Produktivitas Kerja ........................ 20

3. Faktor-faktor Produktivitas................................................ 22

4. Pengukuran Produktivitas.................................................. 26

5. Peran Pimpinan Dalam Meningkatkan Produktivitas Karyawan 26

B. Keselamatan dan Kesehatan Kerja ........................................... 28

1. Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja ................... 28

2. Tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja ......................... 31

3. Dimensi dan Indikator Kelesamatan dan Kesehatan Kerja . 32

4. Faktor Penyebab Kecelakaan Dalam Kerja ........................ 34

5. Usaha-usaha Dalam Meningkatkan Keselamatan dan Kesehatan

Kerja ................................................................................. 35

6. Peranan Pemimpin dalam meningkatkan Program Keselamatan dan

Kesehatan Kerja ................................................................ 36

7. Undang-undang Keselamatan dan Kesehatan Kerja ........... 38

C. Disiplin Kerja .......................................................................... 41

1. Pengertian Disiplin Kerja .................................................. 41

2. Pembentukan Disiplin Kerja .............................................. 43

3. Indikator Meningatkan Kedisiplinan.................................. 44

4. Dimensi dan Indikator Disiplin Kerja ................................ 45

5. Peranan Pemimpin dalam Meningkatkan Disiplin Kerja ... 46

D. Hasil-hasil Penelitian Terdahulu............................................... 48

E. Kerangka Penelitian ................................................................. 52

F. Hipotesis .................................................................................. 53

xii
BAB III METODE PENELITIAN ........................................................ 54

A. Ruang Lingkup Penelitian ........................................................ 54

1. Lokasi Penelitian............................................................... 54

2. Fokus Penelitian................................................................ 54

3. Waktu Penelitian ............................................................... 54

4. Populasi ............................................................................ 55

5. Sampel .............................................................................. 55

B. Metode Pengumpulan Data ...................................................... 56

1. Data Primer ....................................................................... 56

2. Data Sekunder................................................................... 57

C. Metode Analisis ....................................................................... 58

1. Statistik Deskriptif ............................................................ 58

2. Uji Kualitas Data............................................................... 58

3. Uji Asumsi Klasik ............................................................. 59

4. Uji Hipotesis ..................................................................... 60

D. Operasional Variabel Penelitian ............................................... 62

1. Variabel Independen ......................................................... 62

2. Variabel Dependen............................................................ 63

BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN........................ 66

A. Sekilas Gambaran Umum Objek Penelitian .............................. 66

1. Sejarah dan Struktur Organisasi Perusahaan ...................... 66

2. Karakteristik Profil Responden.......................................... 67

B. Hasil Uji Instrumen Penelitian ................................................. 76

xiii
1. Hasil Uji Statistik Deskriptif ............................................. 76

2. Hasil Uji Kualitas Data...................................................... 78

3. Hasil Uji Asumsi Klasik .................................................... 81

4. Hasil Uji Hipotesis ............................................................ 84

BAB V PENUTUP ................................................................................. 90

A. Kesimpulan.............................................................................. 90

B. Implikasi.................................................................................. 91

C. Saran........................................................................................ 92

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................. 93

LAMPIRAN ........................................................................................... 95

xiv
DAFTAR TABEL

No. Tabel Keterangan Halaman


1.1 Data Kasus Kecelakaan Kerja di Indonesia Dari th 2001-2010 .......... 6

1.2 Rekap Laporan Kecelakaan Kerja Proyek.......................................... 11

1.3 Temuan-temuan Ketidak Taatan Karyawan Pada Peraturan Kerja ..... 13

1.4 Rekap Absensi Kehadiran Bulan September 2015 ............................. 14

2.1 Hasil-hasil Penelitian Terdahulu........................................................ 51

3.1 Kriteria Skala Penelitian.................................................................... 57

3.2 Operasionalisasi Variabel dan Pengukuran ........................................ 63

4.1 Data Sampel Penelitian ..................................................................... 68

4.2 Jabatan Responden ........................................................................... 68

4.3 Jenis Kelamin Responden ................................................................. 69

4.4 Usia Responden ................................................................................ 69

4.5 Tingkat Pendidikan Terakhir Responden ........................................... 70

4.6 Pengalaman Kerja Responden ........................................................... 71

4.7 Distribusi Jawaban Responden Mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja

(K3) .................................................................................................. 72

4.8 Distribusi Jawaban Responden Mengenai Disiplin Kerja ................... 73

4.9 Distribusi Jawaban Responden Mengenai Produktivitas Kerja........... 75

4.10Hasil Uji Statistik Deskriptif ............................................................. 77

4.11Hasil Uji Validitas Keselamatan dan Kesehatan Kerja....................... 78

4.12Hasil Uji Validitas Disiplin Kerja...................................................... 79

4.13Hasil Uji Validitas Produktivitas Kerja.............................................. 80

xv
4.14Hasil Uji Reliabilitas ......................................................................... 81

4.15 Hasil Uji Multikolonieritas............................................................... 82

4.16 Hasil Uji Normalitas ........................................................................ 83

4.17 Hasil Uji Koefisien Determinasi....................................................... 85

4.18 Hasil Uji Statistik F.......................................................................... 86

4.19 Hasil Uji Statistik T.......................................................................... 87

DAFTAR GAMBAR

No. Gambar Keterangan Halaman


1.1 Tingkat Resiko kecelakaan kerja pada kantor Wika Realty................ 9

1.2 Tingkat Resiko Kecelakaan pada Proyek Pembangunan Tamansari Hive

Office Park PT. Wika Realty ............................................................. 10

2.1 Skema Kerangka Penelitian............................................................... 52

4.1 Struktur Organisasi Unit Konstruksi.................................................. 67

4.2 Hasil Uji Heteroskedastisitas............................................................. 84

DAFTAR LAMPIRAN

No. Lamp. Keterangan Halaman


1. Kuisioner Penelitian .......................................................................... 96

2. Surat Keterangan Dari Perusahaan .................................................... 100

3. Tabulasi Data .................................................................................... 101

4. Output Hasil Pengujian Data ............................................................. 104

xvi
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Perusahaan merupakan salah satu organisasi yang menghimpun orang-

orang yang biasa disebut dengan karyawan atau pegawai untuk menjalankan

kegiatan rumah tangga produksi perusahaan. Hampir di semua perusahaan

mempunyai tujuan yaitu memaksimalkan keuntungan dan nilai bagi

perusahaan, dan juga untuk meningkatkan kesejahteraan pemilik dan

karyawan. Oleh sebab itu karyawan merupakan salah satu modal sumber daya

manusia yang sangat penting keberadaannya dalam setiap sendi operasional

karena sumber daya manusia adalah salah satu aset utama yang berfungsi

sebagai penggerak operasional perusahaan. Setiap perusahaan menyadari

bahwa sumber daya manusia yang profesional, terpercaya, berkompeten dan

tekun adalah kunci bagi perusahaan dalam pencapaian tujuannya. (Ravianto,

1986:3) berpendapat bahwa kunci kesuksesan sebuah perusahaan bukan

hanya terletak pada keunggulan teknologi dan ketersediaan dana saja, tapi

faktor Sumber Daya Manusia merupakan salah satu faktor yang terpenting

pula.

Sumber Daya Manusia dengan tingkat produktivitas yang maksimal

sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan perusahaan dan produktivitas

menjadi salah satu sorotan utama ketika sebuah perusahaan mengalami

kemunduran. Produktivitas merupakan indikator utama bagi kemajuan sebuah

1
perusahaan, sehingga peningkatan produktivitas pada semua bagian sistem

merupakan suatu cara untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi

perusahaan tersebut (Kusumadiantho, dalam Jurnal Universitas Pelita

Harapan Volume i dan ii, 2000). (Anoraga, 2004:102) Berpendapat bahwa

faktor faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja antara lain adalah

mengenai pekerjaan yang menarik, upah yang baik, keamanan dan

perlindungan dalam pekerjaan, penghayatan atas maksud dan makna

pekerjaan, lingkungan dan suasana kerja yang baik, promosi karyawan dan

pengembangan diri, serta tingkat kedisiplinan dan kesetiaan kepada pimpinan

pekerja.

Memperhatikan hal tersebut, maka pengaruh program Keselamatan

dan Kesehatan Kerja (K3) dan kedisiplinan karyawan terhadap produktivitas

kerja karyawan menjadi penting untuk dikaji, karena kedua faktor tersebut

dapat memengaruhi produktivitas perusahaan dalam tujuannya mencapai visi

dan misi perusahaan. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis

hubungan antara program K3 dan kedisiplinan karyawan dengan

produktivitas kerja karyawan unit konstruksi Proyek Pembangunan

Tamansari Hive Office Park PT. Wika Realty.

Wika Realty didirikan berdasarkan Akta Perseroan Terbatas Wika

Realty No. 17 tanggal 20 Januari 2000, dibuat di hadapan Imas Fatimah, SH.,

Notaris di Jakarta, sebelumnya merupakan salah satu unit bisnis di PT Wijaya

Karya (Persero) Tbk. Wika Realty mengubah statusnya menjadi Perusahaan

terbuka berdasarkan Akta Perubahan Anggaran Dasar No. 11 tanggal 7

2
Desember 2004, namun sesuai dengan kebijakan pemegang saham utama

(Wika) untuk melakukan penawaran umum terlebih dahulu, maka penawaran

umum perdana saham-saham Wika Realty kepada masyarakat tersebut

ditunda pelaksanaannya.

Pada tahun 2001, Wika Realty melakukan diversifikasi usaha yang

semula fokus pada bisnis Realty sebagai developer berkembang menjadi tiga

bidang usaha yaitu pengembangan bisnis Realty, manajemen properti dan jasa

konstruksi. Disamping itu untuk mendukung bisnis properti khususnya

Building Management, PT Wijaya Karya menyerahkan berbagai aset tetap

Wika, seperti Gedung Perkantoran dan Kawasan Industrinya untuk dikelola.

Sampai saat ini bidang usaha properti juga mengelola aset selain milik Wika

dan juga mulai mengelola apartemen.

Pembentukan unit bisnis jasa konstruksi pada tahun 2001 terbentuk

karena adanya peluang memasuki bidang usaha ini. Hal ini terjadi karena

disamping memiliki sumber daya yang memadai, gedung yang dibangun

masih berkaitan dengan unit bisnis Realty seperti Mall, Trade Center,

Perkantoran dan Rumah Susun. Pada Perkembangannya, bidang usaha Realty

selain mengembangkan hunian Landed House juga merambah ke hunian

Vertikal atau High Rise Building (http://www.wikarealty.co.id).

PT. Wika Realty adalah salah satu anak perusahaan PT. Wijaya Karya

(persero) Tbk, yang bergerak dibidang konstruksi bangunan yang pada

pelaksanaanya menerapkan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

dan Disiplin Kerja karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa PT. Wika Realty

3
sangat memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja karyawannya. Pada

penelitian ini ditetapkan lima faktor keselamatan kerja yaitu: pelatihan

keselamatan, publikasi keselamatan kerja, kontrol lingkungan kerja,

pengawasan dan disiplin, serta peningkatan kesadaran K3. Sedangkan

produktivitas kerja dapat dilihat dari faktor-faktor yang memengaruhi

produktivitas kerja karyawan yang terdiri dari kemauan kerja, kemampuan

kerja, lingkungan kerja, kompensasi, jaminan sosial, dan hubungan kerja.

Tidak mudah bagi perusahaan untuk menciptakan lingkungan yang

aman dan nyaman guna memotivasi karywan agar mereka terdorong untuk

melaksanakan tugasnya dan dapat meningkatkan produktivitas perusahaan

secara menyeluruh. Faktor keamanan dan perlindungan dalam bekerja

menjadi salah satu faktor produktivitas kerja karyawan. Ketika karyawan

memiliki rasa aman dan nyaman karena dirinya merasa mendapatkan

perlindungan yang baik dari perusahaan, maka karyawan tersebut juga akan

bekerja dengan perasaan yang tenang dan akan bekerja secara baik.

Diharapkan karyawan perusahaan yang seperti ini akan memiliki

produktivitas kerja yang maksimal. Salah satu upaya dalam menerapkan

perlindungan bagi karyawan adalah dengan melaksanakan program

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah suatu sistem

program yang dibuat bagi pekerja maupun pengusaha sebagai upaya

pencegahan timbulnya kecelakaan kerja dan penyakit akibat hubungan kerja

dalam lingkungan kerja dengan cara mengenali hal - hal yang berpotensi

4
menimbulkan kecelakaan kerja serta tindakan antisipatif bila terjadi hal

demikian (Lubis, 2011:3).

Di indonesia angka kecelakaan kerjanya masih tinggi. Pada tahun

2011, tercatat 96.314 kasus dengan korban meninggal 2.144 orang dan

mengalami cacat sebanyak 42 orang. Berdasarkan data ILO (International

Labour Organization) organisasi perburuhan nasional, kerugian akibat

kecelakaan kerja di indonesia mencaai Rp. 280 triliun pertahun. Dengan

budaya keselamatan dan kesehatan kerja kita harapkan dapat menurunkan

biaya risiko dan perusahaan akan lebih untung.

Keterangan resmi pemerintah mengatakan bahwa dalam satu hari

terdapat lebih dari sembilan orang meninggal akibat kecelakaan kerja. Angka

kematian tersebut diperkirakan jauh lebih besar. Karena PT Jamsostek

sebagai badan pemerintah hanya mendasarkan perhitungan kecelakaan kerja

pada buruh-buruh yang menjadi anggotanya. Padahal, masih banyak

perusahaan yang tidak mendaftarkan buruhnya kepada Jamsostek. Seperti

diakui Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor, dari dua ribu industri di

Kabupaten Bogor, hanya dua perusahaan yang disiplin melaporkan aktivitas

K3-nya.

Saat ini Jumlah tenaga kerja di Indonesia untuk sektor formal

diperkirakan mencapai 30 juta orang, sekitar 9 juta pekerja telah

diikutsertakan dalam program Jamsostek, sedangkan sisanya lebih dari 20

juta orang tenaga kerja formal yang belum tergabung dalam program

jamsostek. Begitu pun dengan pekerja informal yang jumlahnya mencapai 70

5
juta orang, hanya satu persen yang telah terlindungi oleh polis asuransi.

Secara umum, angka yang dilaporkan pemerintah mengenai kecelakaan kerja

sebagai berikut:

Tabel 1.1
Data Kasus Kecelakaan kerja di Indonesia dari tahun 2008-2013

Jumlah Kasus
Cacat Cacat Cacat
Tahun Kecelakaan Meninggal Sembuh
Total Sebagian Fungsi
Kerja

2008 93.823 2.124 44 2.547 4.018 85090


2009 96.314 2.144 42 2.713 4.380 87.035

2010 98.711 1.965 31 2.313 3.662 78.722


2011 109.696 31.195 45 35.285 108.945 86.354
2012 117.949 29.544 43 39.704 128.312 95.746
2013 93.578 23.384 51 27.054 104.976 98.632

Sumber : PT. Jamsostek dan Depnaker RI.

Dari data di atas, rata-rata kecelakaan kerja mencapai lebih dari

100.000 kasus per tahun. Data di atas diambil dari 9 juta orang pekerja formal

yang menjadi anggota program jamsostek dari total 100 juta orang pekerja di

seluruh Indonesia. Artinya, terdapat 90 juta buruh Indonesia yang tidak

dilindungi keselamatan dan kesehatan kerjanya. Para buruh tersebut bekerja

di berbagai sektor informal. Untuk diketahui, para buruh informal mengalami

hubungan kerja yang lebih buruk dibanding buruh formal, baik dari segi upah

maupun kondisi kerjanya.

Kondisi di beberapa daerah di Indonesia, sampai semester pertama

tahun 2011 menujukan skala yang meningkat dibandingkan tahun

sebelumnya seperti di Karawang sampai dengan bulan Mei 2011 telah terjadi

6
kasus kecelakaan kerja sebanyak 1.355 kasus terdiri dari, kecelakaan proses

produksi sebanyak 883 kasus, kecelakaan lalu lintas sebanyak 472 kasus,

meninggal dunia di tempat kerja sebanyak empat kasus dan meninggal dunia

di jalan raya sebanyak 12 kasus. Sedangkan di daerah Jawa Timur Angka

kecelakaan kerja Hingga Agustus 2011 ini terjadi 9.846 kasus.

Bila dilihat secara per sektor jenis usaha, angka kecelakaan kerja di

sektor jasa kontruksi paling tinggi dibandingkan dengan sector lainnya.

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mencatat hingga tahun 2010,

kecelakaan kerja masih didominasi bidang jasa kontruksi (31,9%), disusul

sektor Industri manufaktur (31,6%), transport (9,3%), pertambangan (2,6%),

kehutanan (3,6%), dan lain-lain (20%).

Berdasarkan dari hasil penelitian, telah terungkapkan bahwa dari

jumlah kecelakaan kerja yang terjadi, secara umum dapat dikualifikasi bahwa

kecelakaan yang disebabkan oleh kesalahan manusia itu sendiri unsafe action

adalah sebesar 78% dan kecelakaan kerja yang diakibatkan oleh kondisi

berbahaya dari peralatan yang digunakan dalam bekerja unsafe condition

adalah sebesar 20% serta faktor lainnya adalah sebesar 2% (Fathoni, 2008: 4).

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku manusia merupakan

penyebab utama terjadinya kecelakaan kerja di tempat kerja. Dampak yang

dihasilkan dari kecelakaan kerja ini pun dapat berakibat buruk, seperti adanya

korban jiwa, cacat, kerusakan hasil produksi, yang pada akhirnya merugikan

semua pihak.

7
Berbagai tuntutan tentang masalah keselamatan dan kesehatan kerja

(K3) ini, menyadarkan perusahaaan harus memberi perhatian lebih dalam

memenuhi tanggung jawabnya untuk memberikan perlindungan pada

karyawan.

Memperhatikan hal tersebut, maka pengaruh program Keselamatan

dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap produktivitas kerja karyawan menjadi

penting untuk dikaji, karena faktor tersebut dapat memengaruhi produktivitas

perusahaan dalam tujuannya mencapai visi dan misi perusahaan. Pada

penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh antara program

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan produktivitas kerja karyawan

unit konstruksi Proyek Pembangunan Tamansari Hive Office Park PT. Wika

Realty.

Penelitian diawali dengan mengetahui bagaimana penerapan program

K3 dan disiplin kerja di proyek pembangunan Tamansari Hive Office Park

PT. Wika Realty melalui wawancara langsung, pengamatan, dan beberapa

dokumen perusahaan. Penelitian dilakukan pada seluruh karyawan unit

kontruksi proyek pembangunan Taman Sari Hive Office Park. Karyawan

dibagian unit konstruksi dituntut memiliki produktivitas kerja yang tinggi

agar tercapai hasil yang optimal.

Proyek Tamansari Hive Office Park PT. Wika Realty dalam

penerapan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terbagi menjadi

dua bagian, yaitu area kantor untuk karyawan Wika Realty dan area

pembangunan gedung Tamansari Hive Office Park PT. Wika Realty.

8
Gambar 1.1
Tingkat Resiko kecelakaan kerja pada kantor Wika Realty

Sumber: Form Hazard Identification, Risk Analysis & Risk Control


(HIRARC) proyek.

Pada area kantor karywan proyek terdapat lokasi kegiatan yaitu kantor

seperti penggunaan alat-alat kantor, pantry tempat pencucian alat makan dan

pemilihan sampah, tangga darurat ketika terjadi keadaan darurat, toilet dan

tempat wudhu aktifitas menuju toilet dan tempat wudhu. Pada area kantor

karyawan proyek peluang terjadinya kecelakaan kerja mungkin dapat terjadi

dan cenderung akan terjadi. Akibat kecelakaan kerja tersebut yaitu cidera

ringan (P3K) kerugian material sedang dan hilang hari kerja kerugian

material cukup besar. (Sumber: Dari hasil wawancara dan data Form Hazard

Identification, Risk Analysis & Risk Control (HIRARC) proyek dari Bpk.

Anas Septiadi penanggung jawab bagian SHE Officer, Agustus 2015).

9
Pada area pembangunan gedung tamansari hive office park terdapat

beberapa lokasi kegiatan yaitu bagian pekerjaan, pos keamanan, pekerjaan

galian, (pekerjaan shorsceat) pencampuran material dan penyempotan

shorscreat, (pekerjaan struktur) pengecoran, dan (pemasangan precast)

erection kolom dan balok. Pada area pembangunan gedung peluang

terjadinya kecelakaan kerja mungkin dapat terjadi dan cenderung akan terjadi.

Akibat kecelakaan kerja tersebut cidera ringan (P3K) kerugian material

sedang dan hilang hari kerja kerugian cukup besar. (Sumber: Dari hasil

wawancara dan data Form Hazard Identification, Risk Analysis & Risk

Control (HIRARC) proyek dari Bpk. Anas Septiadi penanggung jawab

bagian SHE Officer, Agustus 2015)

Gambar 1.2
Tingkat Resiko Kecelakaan pada Proyek Pembangunan Tamansari
Hive Office Park PT. Wika Realty

10
Sumber: Form Hazard Identification, Risk Analysis & Risk Control
(HIRARC) proyek.

11
Tabel 1.2
REKAP LAPORAN KECELAKAAN KERJA PROYEK

Jml Kejadian Hari Hilang Total


Jumlah
s.d. Bulan Tenaga Hari FR SR
Manhours Ringan STMB Berat Meninggal Ringan STMB Berat Meninggal Kejadian
Kerja Hilang
Oktober 2014 116 39.578 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 25,27 0,00
November 2014 149 88.847 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 11,26 0,00
Desember 2014 183 151.206 4 0 0 0 0 0 0 0 4 0 26,45 0,00
Januari 2015 166 207.669 2 0 0 0 0 0 0 0 2 0 9,63 0,00
Februari 2015 181 263.527 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0,00
Maret 2015 148 313.940 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0,00
April 2015 204 381.139 3 0 0 0 0 0 0 0 3 0 7,87 0,00
Mei 2015 223 457.281 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0,00
Juni 2015 201 563.409 2 0 0 0 0 0 0 0 2 0 3,55 0,00
Juli 2015 129 564.905 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0,00
Agustus 2015 205 623.194 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0,00
September 2015 254 706.860 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0,00 0,00
Keterangan :
: Sementara Tak Mampu
STMB Bekerja
Jml Manhours : Jumlah pekerja x Jam kerja orang x waktu pelaksanaan proyek
FR : Jumlah kejadian / jumlah jam kerja orang x 1.000.000
SR : Jumlah hari hilang / jumlah jam kerja orang x 1.000.000

Sumber: Bpk. Anas Septiadi penanggung jawab bagian SHE Officer

12
Berkaitan dengan bahaya yang akan timbul dalam bekerja,

kedisiplinan dalam bekerja menjadi salah satu sorotan ketika keteledoran

yang terjadi dapat mempengaruhi keselamatan karyawan. Disiplin kerja

adalah suatu sikap, perilaku yang dilakukan secara sukarela dan penuh

kesadaran serta keadaan untuk mengikuti peraturan yang telah ditetapkan

perusahaan baik tertulis maupun tidak tertulis (Nitisemito, 2002:199).

Kedisiplinan merupakan salah satu fungsi operatif dari manajer karena

semakin disiplin karyawan, semakin tinggi prestasi kerja yang dapat

dicapainya dan akan menciptakan karyawan yang berkualitas dan

berproduktivitas tinggi (Helmi, Buletin Psikologi Tahun IV No. 2, 2006).

Tanpa disiplin karyawan yang baik, sulit bagi organisasi perusahaan untuk

mencapai hasil yang optimal. Disiplin kerja karyawan dapat dilihat dari

kehadiran karyawan setiap hari, ketepatan jam kerja, mengenakan pakaian

kerja sesuai dengan ketentuan perusahaan seperti pakaian pelingdung, dan

alat pelindung lainnya, dan tanda pengenal, serta ketaatan karyawan terhadap

peraturan. Hilangnya disiplin akan berpengaruh terhadap efektivitas kerja dan

produktivitas.

Pada Proyek Tamansari Hive Office Park PT. Wika Realty mengenai

tingkat kedisiplinan kerjanya adalah beberapa kali terlihat pegawai tidak

bertugas pada waktu jam kerja, beberapa karyawan tidak memakai baju

pelindung dan helm pelindung diarea proyek, dan beberapa karyawan

merokok diarea proyek. Adanya karyawan yang berkeliaran pada waktu jam

kerja, mengobrol yang tidak berkaitan dengan pekerjaan pada saat jam kerja,

13
dan tidak masuk kerja tanpa alasan yang jelas. Hal ini merupakan salah satu

masalah yang terhadap dala program disiplinan kerja karyawan. (Sumber:

Dari hasil wawancara dan pengamatan dengan Bpk. Badru Tamam

penanggung jawab bagian Kasi Keuangan dan Personalia, September 2015).

Tabel 1.3
Temuan-temuan Ketidak Taatan Karyawan Pada Peraturan Kerja

No. Temuan Lokasi Data dari


Pekerja tidak lengkap
1 APD+ROKOK Lantai 8 Picture PT MPM
Pengelasan tidak ada
2 APAR+Rompi Lantai 12 Picture PT MPM
2 pekerja tidak memakai APD
3 lengkap Lantai 6 Picture Mandor
Amin
Pekerja tidak lengkap APD
4 Lantai 9 Picture PT CTM
Sampah
5 Lantai 9 Picture PT CTM
Bekas pipa besi berantakan
6 Lantai B3 Picture PT MPM
Sampah pekerjaan
7 Tangga B dari Picture Mandor
Lantai 3-2 Fauzan
Sampah potongan habel Picture Mandor
8 Tangga B dari Lt Fauzan
2-1

Sumber : Hasil Safety Patrol dari Bpk. Anas Septiadi penanggung jawab bagian
SHE Officer, Agustus 2015.

14
Tabel 1.4

Rekapitulasi Absensi Kehadiran Bulan September 2015

Bulan September

Jabatan Jumlah karyawan Hadir Tidak Hadir Sakit Izin Cuti Weekend Lembur Jumlah

Staff keuangan 2 41 1 0 0 2 16 0 60
Qa 1 15 5 0 0 1 8 0 29
Me 3 82 2 0 0 2 13 7 106
Surveyor 2 56 2 0 0 1 0 16 75
Drafter 3 69 2 0 0 3 16 8 98
Gudang 2 48 4 0 0 2 7 9 70
Pelaksana 3 67 11 0 0 2 11 13 104
Staff 1 23 1 0 0 1 4 3 32
So 2 53 1 0 0 2 4 12 72
Driver 1 15 6 0 0 1 8 0 30
Qc 2 46 1 0 0 2 10 6 65
SHE 1 14 10 0 0 1 5 3 33
Storing 2 48 4 0 0 2 7 9 70
Staff teknik 2 38 8 0 0 2 12 4 64
K3 9 123 100 0 0 9 36 0 268
gudang 3 52 16 0 0 2 20 1 91
fauzy 4 65 40 0 0 4 17 7 133
TOTAL 43 855 214 0 0 39 194 98 1400
Sumber : Bpk. Badru Tamam (data absensi karyawan unit kontruksi Proyek Pembangunan Tamansari Hive Office Park)

15
Dari data diatas, peneliti memiliki tujuan untuk melihat pengaruh

antara program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Disiplin Kerja

terhadap produktivitas kerja karyawan. Dengan adanya program K3 dan

Disiplin kerja, diharapkan karyawan akan merasa aman dan nyaman dalam

menyelesaikan pekerjaannya sehingga diharapkan produktivitas kerja

karyawan meningkat.

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan diatas, peneliti merasa

tertarik untuk membuat suatu kajian yang lebih mendalam mengenai masalah

tersebut yang berbentuk karya ilmiah yang penulis beri judul Pengaruh

Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dan Disiplin Kerja

Karyawan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan (Studi Kasus Pada

PT. Wika Realty Proyek Pembangunan Tamansari Hive Office Park).

B. Identifikasi Masalah

Dari latar belakang masalah yang telah di uraikan sebelumnya, maka

penulis mengidentifikasikan masalah penelitian sebagai berikut :

1. Bagaimanakah pelaksanaan penerapan program Keselamatan dan

Kesehatan Kerja (K3) pada PT. Wika Realty dalam proyek pembangunan

Tamansari Hive Office Park?

2. Bagaimanakah pelaksanaan program disiplin kerja yang ada pada PT.

Wika Realty dalam proyek pembangunan Tamansari Hive Office Park?

3. Bagaimanakah pengaruh penerapan program Keselamatan dan Kesehatan

Kerja (K3) dan disiplin kerja terhadap produktivitas kerja karyawan PT.

Wika Realty dalam proyek pembangunan Tamansari Hive Office Park?

16
C. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, maka

dirumuskan permasalahan sebagai berikut:

1. Apakah penerapan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

karyawan berpengaruh tehadap produktivitas kerja karyawan pada

Proyek Pembangunan Tamansari Hive Office Park PT. Wika Realty?

2. Apakah penerapan program Disiplin Kerja karyawan berpengaruh

terhadap produktivitas kerja karyawan pada Proyek Pembangunan

Tamansari Hive Office Park PT. Wika Realty?

3. Apakah penerapan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan

disiplin Kerja karyawan berpengaruh terhadap produktivitas kerja

karyawan pada Proyek Pembangunan Tamansari Hive Office Park PT.

Wika Realty?

D. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan permasalahan yang telah dirumuskan, maka tujuan

yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:

1. Untuk mengkaji dan menganalisis sejauh mana besarnya pengaruh

penerapan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap

produktivitas kerja karyawan.

2. Untuk mengkaji dan menganalisis sejauh mana besarnya pengaruh

penerapan program disiplin Kerja terhadap produktivitas kerja karyawan.

17
3. Untuk mengkaji dan menganalisis sejauh mana besarnya pengaruh

penerapan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan disiplin

kerja terhadap produktivitas kerja karyawan.

E. Manfaat Penelitian

Hasil dari penelitian ini diharapkan memberikan manfaat sebagai

berikut:

1. Secara teoritis :

a. Bagi penulis atau peneliti

Penelitian ini dapat digunakan membandingkan teori manajemen yang

di dapat di bangku kuliah dengan yang terjadi dilapangan. Sebagai

upaya lebih mndalami masalah sumber daya manusia serta

menerapkan teori-teori yang telah diperoleh dibangku kuliah terhadap

praktek dilapangan.

b. Bagi akademisi

Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi penelitian

berikut, serta memberikan sumbangan pemikiran bagi ilmu sumber

daya manusia.

2. Secara praktis :

c. Bagi perusahaan

Dapat digunakan untuk melihat kebutuhan karyawan dalam program

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Disiplin Kerja karyawan

agar produktivitas kerja karyawan meningkat.

18
BAB II

LANDASAN TEORI

A. Prduktivitas Kerja

1. Pengertian Produktivitas Kerja

a. Secara Harfiah

Filosofi dan spirit tentang produktivitas sudah ada sejak awal

peradaban manusia karena makna produktivitas adalah keinginan (the

will) dan upaya (effort) manusia untuk selalu meningkatkan kualitas

kehidupan dan penghidupan di segala bidang. Menurut Encyclopedia

Britanica (1982:27) disebutkan bahwa produktivitas dalam ekonomi

berarti rasio dari hasil yang dicapai dengan pengorbanan yang

dikeluarkan untuk menghasilkan sesuatu. Secara umum yang

dimaksud dengan produktivitas kerja adalah perbandingan antara hasil

yang dicapai (output) dengan keseluruhan sumber daya yang

digunakan (input). Konsep produktivitas dikembangkan untuk

mengukur besarnya kemampuan menghasilkan nilai tambah atas

komponen masukan yang digunakan (Cahyono, 1996: 281). Secara

sederhana produktivitas yang dimaksud disini adalah perbandingan

ilmu hitung antara jumlah yang dihasilkan dan jumlah setiap sumber

yang digunakan selama kegiatan berlangsung.

Dewan Produktivitas Nasional Departemen Tenaga Kerja

Republik Indonesia dalam kaitannya dengan pengertian produktivitas

18
tenaga kerja sebagai berikut: Produksi dan produktivitas merupakan

dua pengertian yang berbeda. Peningkatan produksi menunjukkan

pertambahan jumlah hasil yang dipakai, sedangkan peningkatan

produktivitas mengandung pengertian pertambahan dan perbaikan

cara produksi. Peningkatan produksi tidak selalu disebabkan oleh

peningkatan produktivitas. Karena produksi dapat meningkatkan

walaupun produktivitasnya tetap ataupun menurun.Sedangkan

menurut formulasi National Productivity Board (NPB) Singapore,

dikatakan bahwa produktivitas adalah sikap mental (attitude of mind)

yang mempunyai semangat untuk melakukan peningkatan perbaikan

(Sedarmayanti 2001:56).

b. Secara teorits

Produktivitas dapat diartikan pula sebagai ukuran tingkat

efisiensi dan efektivitas dari setiap sumber yang digunakan selama

produksi berlangsung. Produktivitas merupakan suatu kombinasi dari

efektivitas dan efisiensi (Gaspersz, 2000).

Efisiensi lebih menekankan pada daya guna dari penggunaan

sumber daya, yang berarti penghematan dan meniadakan segala

pemborosan yang tidak diperlukan, sehingga tenaga, pikiran, waktu

dan biaya dalam proses produksi dapat dihemat. Efisiensi adalah

pengertian sampai sejauh mana sumber daya dengan pengorbanan

sekecil-kecilnya dapat menjadi hasil yang sebesra-besarnya. Dari

19
uraian ini dapat dikatakan bahwa efisiensi lebih memperhatikan

kecermatan penggunaan sumber daya.

Efektivitas berhubungan dengan pelaksanaan tugas agar

tercapai suatu tujuan dari penggunaan sumber daya untuk memberikan

hasil guna, serta bagaimana sumber daya digunakan sesuai fungsi dari

sumber daya tersebut, sehingga dapat memberikan manfaat yang

sebesar-besarnya. Efektivitas berfokus pada keluaran sehingga

merupakan petunjuk seberapa besar hasil yang dicapai dengan

penggunaan sumber daya yang ada digunakan untuk mencapai hasil

(keluaran) yang optimal, sehingga efektivitas dapat dikatakan sebagai

ketepatan penggunaan sumber daya (Umar, 2004).

2. Dimensi dan Indikator Produktivitas Kerja

Banyak dimensi dan indikator yang mempengaruhi produktivitas

kerja, baik yang berhubungan tenaga kerja maupun yang berhubungan

dengan lingkungan perusahaan dan kebijaksanaan pemerintah secara

keseluruhan (Sedarmayanti 2001).

Ada enam dimensi serta indikator utama yang menentukan

produktivitas tenaga kerja, adalah :

a. Sikap kerja. Sikap kerja adalah Kesediaan untuk bekerja bergiliran,

dapat menerima tambahan tugas, bekerja dalam suatu tim

(Sedarmayanti, 2001 : 71). Adapun indikator dari sikap kerja adalah

sebagai berikut :

20
1) Kesediaan untuk bekerja bergiliran

2) Dapat menerima tambahan tugas

3) Bekerja dalam suatu tim

b. Tingkat ketrampilan. Tingkat ketrampilan adalah kemampuan

melaksanakan tugas/ pekerjaan dengan menggunakan anggota badan

dan peralatan kerja yang tersedia. (Sedarmayanti, 2001 : 71) Adapun

indikator dari tingkat ketrampilan adalah sebagai berikut:

1) Pendidikan formal dan informal

2) Adanya pelatihan dalam manajemen dan superviser

3) Ketrampilan dalam teknik

c. Hubungan antara tenaga kerja dan pimpinan organisasi. Hubungan

antara tenaga kerja dan pimpinan organisasi merupakan hubungan

yang terjadi antara tenaga kerja dan pimpinan organisasi

(Sedarmayanti, 2001 : 71) . Adapun indikator dari Hubungan antara

tenaga kerja dan pimpinan organisasi ini adalah sebagai berikut :

1) Adanya pengawasan mutu terhadap produk

2) Pengawasan karyawan mengenai pekerjaan

d. Manajemen produktivitas. Manajemen produktivitas adalah

manajemen yang efesien mengenai sumber dan system kerja untuk

mencapai peningkatan produktifitas. (Sedarmayanti, 2001 : 72)

Adapun indikator dari manajemen produktivitas adalah sebagai

berikut :

21
1) Efesiensi sumber daya manusia

2) System kerja yang terdapat dalam organisasi

e. Efesiensi tenaga kerja. Efesiensi tenaga kerja di definisikan sebagai

efesiensi yang mencakup perencanaan tenaga kerja dan tambahan

tugas (Sedarmayanti, 2001 : 72). Adapun indikator dari efesiensi tenga

kerja Sedarmayanti adalah sebagai berikut :

1) Perencanaan tenaga kerja

2) Tambahan tugas dari organisasi

f. Kewiraswastaan. Kewiraswataan adalah sikap yang mencerminkan

kemandirian seseorang dalam suatu organisasi. (Sedarmayanti, 2001 :

72) Adapun indikator dari kewiraswastaan ini adalah sebagai berikut :

1) Pengambilan resiko

2) Kreatifitas dalam berusaha

3) Berada dalam jalur yang benar dalam berusaha

3. Faktor-Faktor Produktivitas Kerja

Disamping hal tersebut terdapat pula berbagai faktor yang

mempengaruhi produktivitas kerja, diantaranya adalah (Sedarmayanti,

2001:71-78):

a. Sikap mental, berupa :

1) Motivasi kerja

2) Disiplin kerja

3) Etika kerja

22
b. Pendidikan

Pada umumnya orang yang memiliki pendidikan lebih tinggi

akan mempunyai wawasan yang lebih luas terutama penghayatan akan

arti pentingya produktivitas dapat mendorong pegawai yang

bersangkutan melakukan tindakan yang produktif.

c. Keterampilan

Pada aspek tertentu apabila pegawai semakin terampil, maka

akan lebih mampu bekerja serta menggunakan fasilitas kerja dengan

baik. Pegawai akan lebih menjadi terampil apabila mempunyai

kecakapan (Ability) dan pengalaman (Experience) yang cukup.

d. Manajemen

Pengertian manajemen ini berkaitan dengan sistem yang

dikaitkan oleh pimpinan untuk mengelola ataupun memimpin serta

mengendalikan staf/bawahannya. Apabila manajemennya tepat akan

menimbulkan semangat yang lebih tinggi sehingga dapat mendorong

pegawai untuk melakukan tindakan yang produktif.

e. Hubungan industrial pancasila

Dengan penerapan hubungan industrial pancasila, maka akan :

1) Menciptakan ketenangan kerja dan memberikan motivasi kerja

secara produktif sehingga produktifitas meningkat.

2) Menciptakan hubungan kerja yang serasi dinamis sehingga

menumbuhkan partisipasi dalam usaha meningkatkan

produktivitas.

23
3) Menciptakan harkat dan martabat pegawai sehingga mendorong

diwujudkannya jiwa yang berdedikasi dalam upaya peningkatan

produktivitas.

f. Tingkat penghasilan

Apabila tingkat penghasilan memadai maka dapat menimbulkan

konsentrasi kerja dan kemampuan yang dimiliki dapat dimanfaatkan

untuk meningkatkan produktivitas.

g. Gizi dan kesehatan

Apabila pegawai dapat dipenuhi kebutuhan gizinya dan

berbadan sehat, maka akan lebih kuat bekerja, apalagi bila mempunyai

semangat yang tinggi maka akan dapat meningkatkan produktivitas

kerjanya.

h. Jaminan sosial

Jaminan sosial yang diberikan oleh suatu organisasi kepada

pegawainya dimaksudkan untuk menigkatkan pengabdian dan

semangat kerja. Apabila jaminan sosial pegawai mencukupi maka

akan dapat menimbulkan kesenangan bekerja. Sehingga mendorong

pemanfaatan kemampuan yang dimiliki untuk meningkatkan

produktivitas kerja.

i. Lingkungan dan iklim kerja

Lingkungan dan iklim yang kerja yang baik akan mendorong

pegawai akan senang bekerja dan meningkatkan rasa tanggung jawab

24
untuk melakukan pekerjaan dengan lebih baik menuju kearah

peningkatan produktivitas.

j. Sarana produksi

Mutu sarana produksi sangat berpengaruh terhadap peningkatan

produktivitas. Apabila sarana produksi yang digunakan tidak baik

kadangkadang dapat menimbulkan pemborosan bahan yang dipakai.

k. Teknologi

Apabila teknologi yang dipakai tepat dan lebih maju

tingkatannya maka akan memungkinkan:

1) Tepat waktu dalam penyelesaian proses produksi

2) Jumlah produksi yang dihasilkan lebih banyak dan bermutu

3) Memperkecil terjadinya pemborosan bahan sisa

Dengan memperhatikan hal termaksud, maka penerapan teknologi

dapat mendukung peningkatan produktivitas.

l. Kesempatan berprestasi

Pegawai yang bekerja tentu mengharapkan peningkatan karir

atau pengembangan potensi yang pribadi yang nantinya akan

bermanfaat baik bagi dirinya maupun bagi organisasi. Apabila terbuka

kesempatan untuk berprestasi, maka akan menimbulkan psikologis

untuk meningkatkan dedikasi serta pemanfaatan potensi yang dimiliki

untuk meningkatkan produktivitas kerja.

25
4. Pengukuran Produktivitas

Secara umum pengukuran produktivitas berarti perbandingan

yang dapat dibedakan dalam tiga jenis yang sangat berbeda

(Muchdarsyah Sinungan, 2003:56).

a. Perbandingan-perbandingan antara pelaksanaan sekarang dengan

pelaksanaan secara historis yang tidak menunjukkan apakah

pelaksanaan sekarang ini memuaskan namun hanya

mengetengahkan apakah meningkat atau berkurang serta

tingkatannya.

b. Perbandingan pelaksanaan antara satu unit (perorangan tugas, seksi,

proses) dengan lainnya. Pengukuran seperti itu menunjukkan

pencapaian relatif.

c. Perbandingan pelaksanaan sekarang dengan targetnya, dan inilah yang

terbaik sebagai memusatkan perhatian pada sasaran/tujuan.

5. Peranan Pimpinan Organisasi Dalam Meningkatkan Produktivitas

Karyawan

Dalam upaya meningkatkan produktivitas kerja perlu diingat

bahwa faktor manusia menjadi dasar penentuan dalam meningkatkan

produklivitas kerja. Tujuan sebuah program peningkalan produktivitas

kerja harus mencapai perubahan yang signifikan, yailu untuk

memperoleh perbandingan yang lebih antara keluaran (output) dan

masukan (input).

26
SB.Handayani (2000) mengatakan bahwa hal utama yang perlu

dilakukan dalam upaya peningkatan produktivitas kerja ini adalah

mengatasi sikap "tidak peduli" baik manajer maupun karyawan. Mereka

sebenarnya sama-sama memiliki kepenlingan dalam meningkalkan

produktivilas kerja, oleh karena itu mereka perlu komilmen bersama

lerhadap peningkalan produklivitas kerja. Dalam meningkalkan

produklivitas kerja membuluhkan tindakan yang memerlukan kekualan

kepemimpinan yang besar dari manajemen puncak.

Menurul Panji Anoraga (2001) peningkatan produktivilas dapat

berarti peningkatan hasil yang dicapai dengan penggunaan sumber daya

secara efektif dan efisien. Pada umumnya, strategi yang diterapkan untuk

meningkatkan produktivitas, antara lain:

a. Penyempurnaan manajemen, melalui :

1) Peningkatan kemampuan manejerial dalam bidang perencanaan dan

pengambilan keputusan,

2) perbaikan prosedur dan sistem manajemen (termasuk kemampuan

pimpinan dalam merancang dan menggunakan sistem yang ada).

3) peningkatan "personal and interpersonal skill".

b. Perbaikan manajemen sumber daya manusia, melalui :

1) Peninjauan kembali peraturan kepegawaian,

2) Perumusan kembali tata cara dalam meningkatkan motivasi

pegawai,

3) Menyempurnakan penilaian prestasi kerja,

27
4) Penyempurnaan hubungan antara pegawai dan organisasi kerja.

c. Perbaikan kualitas kerja, melalui :

1) Perbaikan Iingkungan kerja (dalam arti lingkungan fisiknya),

2) Penerapan prinsip-prinsip pengembangan organisasi dalam praktek

kerja dan menciptakan budaya organisasi yang dapat menaikkan

rasa bangga dan rasa memiliki terhadap organisasi kerjanya.

Yulis Rasul (1996) mengatakan bahwa usaha mengatasi

rendahnya kualitas dan produktivitas tenaga kerja dimana perlu

ditemukan cara-cara yang dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja

yaitu dengan memberikan penggajian yang baik, pendidikan, peningkatan

partisipasi karyawan, perbaikan komunikasi dan perbaikan kondisi kerja.

Dari penjelasan diatas adapun faktor yang menghambat produktivitas

kerja adalah ketika semua faktor pendukung tersebut tidak dilaksanakan

dengan baik, baik dari sistem perencanaan dan strategi yang telah disusun

tidak dilaksanakan oleh karywan dan komunikasi pimpinan organisasi

yang tidak menerapkan sistem tersebut dengan baik.

B. Keselamatan dan Kesehatan Kerja

1. Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja

a. Secara Harfiah

Dalam manajemen SDM konsep keselamatan dan kesehatan

kerja selalu disatukan dan dibahas secara bersamaan, meskipun pada

praktiknya keselamatan dan kesehatan kerja merupakan dua hal yang

berbeda. Dilihat dari sisi difinisi bahasa keselamatan adalah terbebas

28
dari bahaya, bencana, dan malapetaka. Kesehatan adalah baik seluruh

badan serta bagian-bagiannya (bebas dari sakit). (kamus bahasa

indonesia:2011)

Dalam pembahasan SDM konsep keselamatan dan kesehatan

kerja dapat diartikan sebagai kegiatan yang ditujukan untuk mencegah

semua jenis kecelakaan yang ada kaitannya dengan ligkungan dan

situasi kerja dalam america safety and engineering society of (ASSE).

b. Secara teorits

Pendapat Mangkunegara (2002, p.163). Mengenai

kesealamatan dan kesehatan kerja adalah suatu pemikiran dan upaya

untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan jasmaniah dan rohaniah

khususnya tenaga kerja dan manusia pada umumnya, hasil karya dan

budaya untuk menuju masyarakat adil dan makmur.

Pendapat Pandji Anoraga, 2005. Mengatakan bahwa

Keselamatan dan kesehatan kerja adalah usaha mencegah kecelakaan

kerja dan memberikan perasaan yang aman bagi para karyawan

dengan memperhatikan aspek lingkungan, mesin dan alat, dan

manusianya sendiri.

Keselamatan dan kesehatan kerja menunjuk pada kondisi-

kondisi fisiologis-fisikal dan psikologis tenaga kerja yang diakibatkan

oleh lingkungan kerja yang disediakan oleh perusahaan. Jika sebuah

perusahaan melaksanakan tindakan-tindakan keselamatan dan

kesehatan kerja yang efektif, maka lebih sedikit pekerja yang

29
menderita cedera atau penyakit jangka pendek maupun jangka panjang

sebagai akibat dari pekerjaan mereka di perusahaan tersebut. Kondisi

fisiologis-fisikal meliputi penyakit-penyakit dan kecelakaan kerja

seperti kehilangan nyawa atau anggota badan, cedera yang

diakibatkan gerakan berulang-ulang, sakit punggung, sindrom carpal

tunnel, penyakit-penyakit kardiovaskular, berbagai jenis kanker

seperti kanker paru-paru dan leukimia, emphysema, serta arthritis.

Kondisi-kondisi lain yang diketahui sebagai dari tidak sehatnya

lingkungan pekerjaan meliputi penyakit paru-paru putih, penyakit

paru-paru coklat, penyakit paru-paru hitam, kemandulan, kerusakan

sistem syaraf pusat, dan bronhitis kronis. Kondisi-kondisi psikologis di

akibatkan oleh stres pekerjaan dan kehidupan kerja yang berkualitas

rendah. Hal ini meliputi ketidakpuasaan, sikap apatis, penarikan diri,

penonjolan diri, pandangan sempit, menjadi pelupa, kebingungan

terhadap peran dan kewajiban, tidak mempercayai orang lain,

bimbang dalam mengambil keputusan, kurang perhatian, mudah

marah, selalu menunda pekerjaan, dan kecenderungan untuk mudah

putus asa terhadap hal-hal yang remeh (Schuler, Randall S 1999, p.

222).

Dengan demikian kesimpulan bahwa keselamatan dan

kesehatan kerja pada dasarnya mencari dan mengungkapkan

kelemahan yang memungkinkan terjadinya kecelakaan. fungsi ini

dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu mengungkapkan sebab akibat

30
suatu kecelakaan dan meneliti apakah pengendalian secara cermat

dilakukan atau tidak.

2. Tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Menurut AA Anwar Prabumangkunegara (1993) tujuan dari

penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam perusahaan adalah

sebagai berikut :

a. Setiap pegawai mendapat jaminan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

baik secara fisik , sosial dan psikologis.

b. Setiap perlengkapan dan peralatan kerja digunakan sebaik-baiknya

dan seefektif mungkin.

c. Semua hasil produksi dipelihara keamanannya

d. Adanya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan gizi pegawai.

e. Meningkatkan kegairahan, keserasian kerja dan partisipasi kerja.

f. Terhindar dari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh lingkungan

kerja.

g. Setiap pegawai merasa aman dan terlindungi dalam bekerja.

Diterbitkannya Undang-undang tentang Keselamatan Kerja,

bertujuan agar setiap tenaga kerja dan orang lain yang berada ditempat

kerja terlindungi keselamatan dan kesehatannya. Pelaksanaan

Keselamatan dan Kesehatan Kerja juga telah ditujukan untuk

mengidentifikasi kondisi yang tidak aman (unsafe condition) dan

tindakan tidak aman (unsafe act). Tindakan tidak aman bisa terjadi

karena pekerja kurang mengenal bahaya yang berasal dari pekerjaannya.

31
Menurut Undang-undang, manajemen hanya dapat mempekerjakan

tenaga kerja setelah yakin tenaga kerja tersebut telah memahami syarat-

syarat keselamatan kerja, karena itu manajemen wajib melakukan

pembinaan dan memberikan penjelasan mengenai keselamatan dan

kesehatan kerja (Soekotjo, dkk, 2000).

3. Dimensi dan Indikator Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Berdasarkan teori "tiga faktor" yang menyebutkan bahwa aspek-

aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) (Pandji Anoraga, 2005),

antara lain:

a. Lingkungan kerja

Lingkungan kerja ialah segala sesuatu yang berada disekitar

karywan dan yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan

tugas-tugas yang dibebankan kepadanya. Keadaan Iingkungan kerja

memberikan pengarug yang besar terhadap kinerja karyawan.

Lingkungan kerja yang baik dapat mempertinggi efisien dan

efektifitas kerja. Faktor-faktor keadaan lingkungan kerja yang penting

untuk diperhatikan antara lain:

1) Penerangan yang baik memungkinkan pekerja melihat objek yang

dikerjakannya dengan jelas dan cepat. Penerangan yang tidak

sempurna, sehingga gelap atau dapat membuat silau, yang

berpengaruh negatif terhadap ketrampilan kerja. Warna ruang

kantor yang serasi dapat meningkatkan produksi dan semangat

kerja (AA Anwar, 1993).

32
2) Suhu dan sirkulasi udara yang tidak sempurna, sehingga ruangan

kerja berdebu dan lembab. Temperatur dan kelembaban yang

terlalu panas atau terlalu dingin dapat mempengaruhi kondisi fisik,

semangat kerja dan emosi karyawan.

3) Kebisingan merupakan bunyi-bunyi yang tidak dikehendaki dan

mengganggu serla dapat merusak pendengaran dan penggunaan

musik di tempat kerja pada waktu-waktu terlentu dapat

menciptakan suasana kerja yang lebih serasi.

4) Ketentuan-ketentuan kerja yang sering dilanggar, seperli fasilitas

umum didalam perusahaan yang tidak terpelihara, contohnya wc

yang tidak dibersihkan, lantai licin dan kotor yang memungkinkan

orang tergelincir, tempat pembuangan sisa-sisa bahan pembuangan

yang tidak sempurna, cara penempatan mesin dan bahan baku yang

tidak tepat, jalur lalu lintas digunakan untuk menempatkan

bahanbahan baku, dan ruang kerja yang terlalu padat dan sesak.

b. Mesin dan alat-alat kerja

Kondisi mesin dan peralatan kerja dapat berpengaruh baik

secara langsung maupun tidak langsung terhadap kemungkinan

timbulnya kasus kecelakaan kerja. Peralatan dan mesin kerja yang

tidak ergonomis dapat cepat menimbulkan kelelahan bagi karyawan.

Peralatan yang baik adalah yang senantiasa siap dipergunakan oleh

karyawan. Menurut A.A. Anwar Prabu Mangkunegara (1993)

kesalahan dapat terletak pada mesin yang letaknya salah, tidak

33
dilengkapi dengan alat pelindung, dan alat-alat kerja yang telah rusak

atau terlalu tua dan alat-alat perlindungan perseorangan telah rusak.

c. Manusia

Dibawah ini merupakan kesalahan-kesalahan manusia yang

dapat menimbulkan kecelakaan, meliputi:

1) Sikap yang tidak wajar, seperti sembrono, tidak mengindahkan

instruksi, lalai, melamun, tidak memakai alat pelindung diri, tidak

kooperatif serta tidak sabar.

2) Kondisi fisik yang kurang sehat cenderung mengakibatkan

menurunnya produktivitas kerja, cepat mengalami kelelahan dan

kurang konsentrasi. Kuang sehat secara fisik maupun psikis, seperti

cacat badan, tuli, kurang penglihatan, reaksi yang lamban dan

kekuatan fisik umum yang kurang, emosi yang tidak stabil,

kepribadian yan rapuh, cara berpikir serta motivasi kerja yang

rendah memberikan peluang yang lebih besar pada terjadinya

kecelakaan kerja.

3) Kurangnya kecakapan dalam mengerjakan suatu pekerjaan, dapat

dikarenakan belum cukup latihan, salah mengerti instruksi, tidak

mendapat pelajaran terlebih dahulu mengenai suatu pekerjaan, serta

merasa asing dalam pekerjaan.

4. Faktor Penyebab Kecelakaan Dalam Kerja

Secara terperinci, pada sekitar tahun 1930, H. W.Heinrich

menyebutkan suatu rangkaian faktor penyebab kecelakaan yang berkaitan

34
satu dengan yang lainnya. Teori yang dikenal sebagai teori domino ini

menganggap faktor asal usul seseorang dan Iingkungan sosialnya akan

mempengaruhi sikap serta perilaku dalam melakukan pekerjaan,

sehingga mengakibatkan seseorang cenderung untuk bekerja ceroboh,

tidak berhati-hati dan menjurus kearah kemungkinan terjadinya

kesalahan dalam bekerja.

Kondisi demikian ditambah faktor lainnya seperti bahaya

Iingkungan kerja dan peralatan mekanik, mengakibatkan suatu

kecelakaan kerja beserta seluruh akibatnya. Teori tersebut sekaligus

memperluas prinsip penerapan keselamatan dan kesehatan kerja, bahkan

upaya yang perlu dilakukan tidak sekedar memperbaiki suatu "unsafe

condition", melainkan juga mengoreksi tindakan manusia yang

berbahaya (unsafe action)

5. Usaha-usaha dalam meningkatkan Keselamatan dan Kesehatan

Kerja (K3).

Usaha-usaha yang perlu dilakukan untuk meningkatkan

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Mutiara, 2002) guna mengurangi

kecelakaan kerja yang diakibatkan oleh kecenderungan karyawan untuk

berperilaku dan bersikap yang tidak diinginkan (ubsafe act), adalah

sebagai berikut:

a. Seleksi dan alat yang lain

b. Penyebaran poster dan propaganda

c. Pelatihan keselamatan

d. Program insentif dan program penguatan yang positif

35
e. Komitmen manajer puncak

f. Penentuan kebijaksanaan dalam keselamatan

g. Penetapan tujuan keselamatan dan mengendalikannya

h. Melakukan pengawasan terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja

i. Memonitor pekerjaan-pekerjaan yang sangat berat (overload).

6. Peranan Pemimpin Dalam Meningkatkan Program Keselamatan

dan Kesehatan Kerja.

Berikut akan dijelaskan elemen-elemen dasar kepemimpinan yang

dapat diterapkan dalam meningkatkan program K3 (Ismail. A, 2010):

a. Komunikasi yang jelas, transparan dan memiliki visi yang jauh

kedepan. K3 harus dikomunikasikan secara jelas, sederhana dan

terdapat pengembangan visi. Manajemen puncak bertanggung jawab

untuk mengembangkan visi dan memastikan pesan yang dibuat jelas

dan dimengerti oleh semua pihak. Disamping adanya kebijakkan K3,

menajemen puncak dapat mengembangkan sendir istilah-istilah yang

secara spesifik memeberikan arahan dan tindakan yang dapat

dilakukan sesuai dengan tinkat personel di dalam perusahaan.

Misalnya, Safety adalah prioritas utama. Istilah ini sangat sederhana

tetapi siapapun yang membacanya akan dapat memahami dan

mengingatnya disaat melakukan aktifitas kerja.

b. Rencana yang ringkas, jelas untuk mencapai visi. Manajemen puncak

bertanggung jawab untuk memastikan penyusunan manual sistem

manajemen K3 yang terdiri dari penjelasan singkat struktur

dan program SMK3 yang telah dilakukan. Untuk setiap manajemen

36
K3, sebaiknya terdiri dari: alur yang dapat dipahami, matriks

tanggung jawab yang jelas, dan indikator pengukuran kinerja (KPI).

Manajemen puncak dapat menunjuk siapa saja yang diberi tanggung

jawab menerapkan program tersebut.

c. Secara aktif ikut mendukung dan terlibat dalam pencapaian

program. Ini mencakup setting standar kinerja bagi manajer dan

supervisor pada aktifitas seperti safety patrol, investigasi kecelakaan,

diskusi kelompok K3 dan proyek-proyek khusus. Para manajer dan

supervisor secara aktif menyingkirkan berbagai hambatan,

mempromosikan pentingnya K3 disamping kualitas dan produktifitas,

dan berpartisipasi dalam inspeksi, investigasi, dan lain-lain.

d. Dapat mempertanggungjawabkan semua program K3 kepada semua

level didalam perusahaan. Ini memerlukan keterlibatan aktif semua

pihak dengan memberikan peluan yang luas bagi staff untuk

memberikan masukkan dan menerima tanggung jawab K3. Hal ini

sangat penting dan menunjukkan bahwa standar K3 dan aturannya

diketahui, ditaati bersama-sama, dan bila ada pelanggaran, diperkuat

dengan tindakkan pendisiplinan.

e. Mengintegrasikan elemen K3 kedalam fungsi inti pengelolaan

bisnis. K3 jangan dianggab sebagai tambahan pekerjaan, atau menjadi

sistem diluat aktifitas sehari-hari. K3 harus menjadi bagian dari setiap

pekerjaan. Organisasi yang berkomitmen kuat kepada K3 memiliki

batas yang luas bagi SMK3 didalam organisasinya. Bentuk yang biasa

37
dilakukan adalah dengan mengintegrasikan SMK3 kedalam sistem

manajemen lainnya seperti ISO 9001 dan ISO 14001.

f. Komitmen kepada K3 sebagai prioritas. Memiliki SMK3 yang

meliputi banyak hal, terstruktur, dan adanya proses dalam

meningkatkan kompetensi sumberdaya manusianya merupakan

sebuah pesan bahwa K3 menjadi prioritas didalam organisasi.

Pelatihan sebaiknya tidak dipandang sebagai pengganti tapi sebagai

tambahan untuk keterlibatan. Pemimpin dalam K3 mengambil setiap

peluang dalam memperkuat SMK3, dan menemukan dukungan,

keterlibatan pekerja dan mengakui hal tersebut sebagai prestasi positif

mereka.

g. Fokus pada perbaikkan berkelanjutan (continous improvement) dari

sistem manajemen K3. Mengelola SMK3 adalah sama dengan

mengelola produktivitas, kualitas atau area-area lain dalam organisasi.

Peningkatan dan perbaikkan sistem dapat dijadikan sebagai bagian

dari aktifitas sehari-hari.

7. Undang-undang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Dibuatkannya Undang-undang Keselamatan dan Kesehatan

Kerja dalam praktik Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah

sesuatu yang sangat penting dan harus. Karena hal ini akan menjamin

dilaksanakannya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara baik

dan benar. Kemudian konsep ini berkembang menjadi employers

liability yaitu K3 menjadi tanggung jawab pengusaha, buruh/pekerja,

dan masyarakat umum yang berada di luar lingkungan kerja.

38
Dalam pasal 86 UU No.13 tahun 2003, dinyatakan bahwa setiap

pekerja atau buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan

atas keselamatan dan kesehatan kerja, moral dan kesusilaan dan

perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat serta nilai-nilai

agama.

Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut, maka

dikeluarkanlah peraturan perundangan-undangan dibidang keselamatan

dan kesehatan kerja sebagai pengganti peraturan sebelumnya yaitu

Veiligheids Reglement, STBl No.406 tahun 1910 yang dinilai sudah

tidak memadai menghadapi kemajuan dan perkembangan yang ada.

Peraturan tersebut adalah Undang-undang No.1 tahun 1970

tentang keselamatan kerja yang ruang lingkupnya meliputi segala

lingkungan kerja, baik di darat, didalam tanah, permukaan air, di dalam

air maupun udara, yang berada di dalam wilayah kekuasaan hukum

Republik Indonesia.

Undang-undang tersebut juga mengatur syarat-syarat

keselamatan kerja dimulai dari perencanaan, pembuatan, pengangkutan,

peredaran, perdagangan, pemasangan, pemakaian, penggunaan,

pemeliharaan dan penyimpanan bahan, barang produk tekhnis dan

aparat produksi yang mengandung dan dapat menimbulkan bahaya

kecelakaan.

Walaupun sudah banyak peraturan yang diterbitkan, namun

pelaksaannya masih banyak kekurangan dan kelemahannya karena

39
terbatasnya personil pengawasan, sumber daya manusia K3 serta sarana

yang ada. Oleh karena itu, masih diperlukan upaya untuk

memberdayakan lembaga-lembaga K3 yang ada di masyarakat,

meningkatkan sosialisasi dan kerjasama dengan mitra sosial guna

membantu pelaksanaan pengawasan norma K3 agar terjalan baik.

Sesuai dengan ketentuan pemerintah agar meminimalisir

terjadinya kecelakaan kerja dan lingkungan yang aman bagi karyawan

dan masyarakat maka diperlukannya AMDAL. AMDAL adalah

singkatan dari Analisis Dampak Lingkungan.

Pengertian AMDAL menurut PP No. 27 Tahun 1999 yang berbunyi

bahwa pengertian AMDAL adalah Kajian atas dampak besar dan

penting untuk pengambilan keputusan suatu usaha atau kegiatan yang

direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses

pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha atau kegiatan.

AMDAL adalah analisis yang meliputi berbagai macam faktor seperti

fisik, kimia, sosial ekonomi, biologi dan sosial budaya yang dilakukan

secara menyeluruh.

Alasan diperlukannya AMDAL untuk diperlukannya studi

kelayakan karena dalam undang-undang dan peraturan pemerintah serta

menjaga lingkungan dari operasi proyek kegiatan industri atau

kegiatan-kegiatan yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan.

Komponen-komponen AMDAL adalah PIL (Penyajian informasi

lingkungan), KA (Kerangka Acuan), ANDAL (Analisis dampak

40
lingkungan), RPL ( Rencana pemantauan lingkungan), RKL (Rencana

pengelolaan lingkungan).

Tujuan AMDAL merupakan penjagaan dalam rencana usaha

atau kegiatan agar tidak memberikan dampak buruk bagi lingkungan.

Adapun Fungsi AMDAL adalah sebagai berikut :

a. Bahan perencanaan pembangunan wilayah.

b. Membantu proses dalam pengambilan keputusan terhadap kelayakan

lingkungan hidup dari rencana usaha dan/atau kegiatan.

c. Memberikan masukan dalam penyusunan rancangan rinci teknis dari

rencana usaha dan/atau kegiatan.

d. Memberi masukan dalam penyusunan rencana pengelolaan dan

pemantauan lingkungan hidup.

e. Memberikan informasi terhadap masyarakat atas dampak yang

ditimbulkan dari suatu rencana usaha dan atau kegiatan.

f. Tahap pertama dari rekomendasi tentang izin usaha.

g. Merupakan Scientific Document dan Legal Document.

h. Izin Kelayakan Lingkungan

C. Disiplin Kerja

1. Pengertian Disiplin Kerja

a. Secara harfiah

Kata disiplin itu sendiri berasal dari Bahasa Latin discipline

yang berarti latihan atau pendidikan kesopanan dan kerokhanian serta

pengembangan tabiat. Disiplin muncul sebagai usaha untuk

41
memperbaiki perilaku individu sehingga taat azas dan selalu patuh

pada aturan atau norma yang berlaku. Disiplin diartikan bilamana

pegawai selalu datang dan pulang tepat pada waktunya, mengerjakan

semua pekerjaan dengan baik, mematuhi semua peratran perusahaan

yang berlaku. Dan dalam disiplin kerja pegawai diperlukan peraturan

dan hukuman. Peraturan itu sangat diperlukan untuk memberi

bimbingan dan penyeluruhan bagi pegawai dalam menciptakan

tatatertib yang baik diperusahaan. Hal ini akan mendukung

tercapainya tujuan perusahaan, dan pegawai. Perusahaan sulit mecapi

tujuannya, jika pegawai tidak mematuhi peraturan-peraturan

perusahaan tersebut. Disiplin suatu perusahaan dikatakan baik,jika

sebagian besar pegawai mematuhi peraturan-peraturan yang ada.

b. Secara teoritis

Disiplin kerja dapat diartikan sebagai pelaksanaan manajemen

untuk memperteguh pedoman-pedoman organisasi (Mangkunegara,

2001:129). Disiplin pada hakikatnya adalah kemampuan untuk

mengendalikan diri dalam bentuk tidak melakukan suatu tindakan

yang tidak sesuai dan bertentangan dengan sesuatu yang telah

ditetapkan dan melakukan sesuatu yang mendukung dan melindungi

sesuatu yang telah ditetapkan.

Disiplin kerja menurut Husain (2005) adalah karyawan yang

taat dan patuh dalam melaksanakan peraturan kerja yang berupa lisan

maupun tulisan dari kelompok maupun perusahaan.

42
Disiplin juga merupakan salah satu fungsi manajemen sumber

daya manusia yang penting dan merupakan kunci terwujudnya tujuan,

karena tanpa adanya disiplin maka sulit mewujudkan tujuan yang

maksimal (Sedarmayanti, 2001:10). Melalui disiplin pula timbul

keinginan dan kesadaran untuk menaati peraturan organisasi dan

norma sosial. Namun tetap pengawasan terhadap pelaksanaan disiplin

tersebut perlu dilakukan. Menurut pendapat ahli lain disiplin kerja

adalah kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan-

peraturan perusahaan dan norma yang berlaku (Hasibuan, 2003:193).

2. Pembentukan Disiplin

Menurut Cenzo & Robbins (2005), Disiplin berdasarkan faktor

terjadinya dapat dibedakan menjadi dua hal, yaitu:

a. Disiplin Intrinsik

Disiplin intrinsik adalah disiplin yang muncul atas kesadaran

dan kesukarelaan untuk taat dan patuh terhdap nilai-nilai, norma-

norma, dan peraturan, khususnya yang ditetapkan oleh suatu organisas

dan kesukarelaan itu muncul dilingkungan dimana seseorang itu

berada. Kesadaran dan kesukarelaan itu muncul karena adanya

motivasi yang tinggi dalam diri seseorang untuk mematuhi peraturan

yang berlaku. Seseorang yang berperilaku disiplin karena adanya

motivasi yang kuat dapat mengembangkan dirinya ke arah

penyelesaian yang lebih baik dalam bekerja. Dengan demikian,

seseorang yang memiliki disiplin diri secara sukarela dan senang hati

untuk bekerja dengan semangat yang tinggi dan penuh tangung jawab.

43
b. Disiplin ekstrinsik

Disiplin ekstrinsik adalah disiplin yang muncul karena dipaksa

oleh pihak luar untuk mematuhi nilai, norma, dan aturan yang ada.

Disiplin ini terjadi karena adanya reward dan punishment yang

diberlakukan oleh organisasi atau lingkungannya. Seseorang yang

mematuhi dan menjalankan aturan dengan baik, akan mendapat pujian

dan penghargaan, sedangkan bagi yang melanggar aturan akan

mendapat hukuman. Hal ini dapat mendorong karyawan untuk

mematuhi peraturan dalam bekerja. Tujuan akhir yang akan dicapai

dari dua faktor disiplin adalah terbentuknya perilaku disiplin

karyawan. Dimana karyawan dapat mematuhi peraturan yang berlaku

di perusahaan.

3. Indikator Dalam Meningkatkan Kedisiplinan

Menurut Hasibuan (2000), untuk menjaga dan meningkatkan

kedisiplinan karyawan dalam bekerja, terdapat beberapa indikator yang

harus diperhatikan, yaitu:

a. Tujuan dan kemampuan, tujuan dari pekerjaan yang dibebankan harus

sesuai dengan kemampuan, agar karyawan dapat bekerja dengan baik.

b. Teladan pemimpin, adanya pimpinan yang dapat dijadikan contoh

karyawan dalam berperilaku disiplin.

c. Balas jasa, adanya balas jasa atau imbalan akan memberikan

kepuasan dan kecintaan karyawan terhadap pekerjaannya.

d. Keadilan, Penerapan disiplin pada karyawan tanpa membeda-bedakan

pangkat dan jabatan.

44
e. Pengawasan, tindakan untuk mencegah atau mengetahui terjadinya

kesalahan, memelihara kedisiplinan, meningkatkan prestasi kerja,

mengaktifkan peran atasan bawahan, mengali sistem kerja yang

efektif, menciptakan sistem kerja yang efektif, menciptakan sistem

internal kontrol yang baik dalam mendukung terwujudnya tujuan

perusahaan, karyawan dan masyarakat.

f. Sanksi, adanya sanksi (punishment) bila ada karyawan yang

melanggar aturan.

g. Ketegasan, adanya ketegasan pimpinan dalam menegur.

h. Hubungan kemanusian, lingkungan kerja yang menyenangkan dalam

memotivasi kedisiplinan karyawan.

Dari penjelasan diatas adapun faktor yang menghambat

produktivitas kerja adalah ketika semua faktor pendukung tersebut tidak

dilaksanakan dengan baik, baik dari sistem perencanaan dan strategi yang

telah disusun tidak dilaksanakan oleh karywan dan komunikasi pimpinan

organisasi yang tidak menerapkan sistem tersebut dengan baik.

4. Dimensi dan Indikator Disiplin Kerja

Husain (2005) berpendapat, seorang karyawan yang dianggap

melaksankan prinsip-prinsip disiplin kerja apabila ia melaksanakan hal-

hal sebagai berikut:

a. Hadir ditempat kerja sebelum waktu mulai kerja.

b. Bekerja sesuai dengan prosedur maupun aturan kerja dan peraturan

perusahaan.

c. Patuh dan taat kepada saran maupun perintah atasan.

45
d. Ruang kerja dan perlengkapannya selalu di jaga dengan bersih dan

rapih.

e. Menggunakan peralatan kerja dengan efektif dan efisien.

f. Mengunakan jam istirahat tepat waktu dan meninggalkan tempat

setelah lewat jam kerja.

g. Tidak pernah menunjukan sikap malas kerja.

h. Selama bekerja tidak pernah absen/tidak masuk kerja dengan alasan

yang tidak tepat, dan hampir tidak pernah absen karena sakit.

5. Peranan Pimpinan Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Karyawan

Sudarsono Merto Prawiro (dalam Siagian, 2001) untuk

meningkatkan disiplin perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut:

a. Memberikan pujian kepada pegawai yang telah menyelesaikan tugas.

b. Memberikan teguran kepada pegawai yang berbuat salah.

c. Memberikan penjelasan yang penerangan mengenai hal-hal yang

belum diketahui untuk menghilangkan rasa ragu-ragu.

d. Memberikan latihan dan kegiatan yang berkesenimbungan untuk

menambah keterampilan dan rasa percaya diri.

D. Penelitian Terdahulu

Beberapa penalitian di Indonesia telah dilakukan untuk menganalisis

pengaruh K3 dan Disiplin Kerja terhadap Produktivitas Kerja perusahaan,

namun hasilnya tidaklah selalu signifikan. Peneltian berikut merupakan

kelanjutan penelitian-penelitian terdahulu yang telah memperoleh kesimpulan

mengenai pengaruh K3 dan Disiplin Kerja terhadap Produktivitas Kerja

46
perusahaan. Penelitian-penelitian tersebut telah banyak memberikan referensi

dan kontribusi pada penelitian ini. Berikut ini peneliti tampilkan tabel yang

menunjukkan hasil-hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan

produktivitas kerja sertabeberapa faktor yang mempengaruhinya.

47
Tabel 2.1

Hasil-hasil Penelitian Terdahulu

Peneliti (Tahun) &


No. Metodelogi Penelitian Persamaan dan Perbedaan Hasil Penelitian
Judul Penelitian
1 T. Lestari, Erlin Jenis Penelitian: Persamaan: 5. Secara parsial
Trisyulianti (2007) Kuantitatif 1. Variabel K3 dan Produktivitas (individu) terdapat
Hubungan Sumber Data: kerja pengaruh yang
Keselamatan dan PTPN VIII Gunung Mas 2. Jenis penelitian Kuantitatif positif dan
Kesehatan (K3) Bogor 3. Menggunakan Regresi Linier signifikan antara
dengan Sampel: Berganda program kesehatan
Produktivitas Kerja 75 Responden (karyawan 4. Hasil yang signifikan dan keselamatan
Karyawan (Studi bagian pengolahan) Perbedaan: kerja (X1) terhadap
Kasus: Bagian Metode Analisis: 1. Jumlah responden produktivitas
Pengolahan Regresi Linier Barganda 2. Tempat penelitian karyawan (Y).
PTPN VIII Gunung Variabel Penelitian: 3. Tidak terdapat variable disiplin
Mas, Bogor). Kesehatan dan keselamatan kerja
kerja
Produktivitas kerja karyawan
2 Nia Malinasari (2015) Jenis Penelitian: Persamaan: 5. Penerapan program
Pengaruh Program Kuantitatif 1. Variabel K3 dan Produktivitas kesehatan dan
Keselamatan, Sumber Data: kerja Keselamatan Kerja
Kesehatan Kerja (K3) Karyawan PT PJB UP Brantas 2. Jenis penelitian kuantitatif di lingkungan kerja
dan Jaminan Sosial Karangkates 3. Menggunakan regresi liner PT Pembangkitan
Terhadap Sampel: berganda Jawa-Bali Malang
Produktivitas Kerja 45 Responden 4. Hasil yang signifikan berpengaruh

48
Karyawan Metode Analisis: Perbedaan: signifikan terhadap
(Studi Pada PT PJB Regresi Linier Barganda 1. Tidak terdapat variabel peningkatan
UP Brantas Variabel Penelitian: Disiplin kerja Produktivitas Kerja
Karangkates Kab. Kesehatan dan keselamatan 2. Jumlah responden karyawan.
Malang) kerja 3. Tempat penelitiannya Semakin baik
Jaminan sosial tingkat
Produktivitas kerja karyawan Keselamatan,
Kesehatan Kerja
(K3) yang
diterapkan maka
semakin baik pula
Produktivitas
karyawan, begitu
sebaliknya.

3 Ary Trianto, Toto Jenis Penelitian: Persamaan: 5. The results showed


Sugiharto S., Ir., Kuantitatif 1. Variabel disiplin kerja dan that compensation,
M.Sc., Ph.D. (2010) Sumber Data: variabel Prouktivitas kerja discipline, and
Effect Of PT Kukdong International 2. Jenis penelitian kuantitatif work motivation
Compensation, Sampel: 3. Menggunakan regresi liner partially and
Discipline, And Work 100 Responden berganda simultaneously
Motivation On Metode Analisis: 4. Hasil yang signifikan affect employee
Employee Regresi Linier Barganda Perbedaan: productivity.
Productivity Of Variabel Penelitian: 1. Jumlah responden 6. Discipline is the
PT Kukdong Compensation 2. Tidak terdapat vaariabel K3 most dominant
International. Discipline 3. Tempat penelitian variable in
affectivity of work
Work Motivation
productivity that
Productivity

49
follows work
motivation and
compensation.

4 Sebastian Buhai, Jenis Penelitian: Persamaan: 5. positive and large


Elena Cottini and Kuantitatif 1. variabel K3 dan Produktivitas productivity eects
Niels Westerg rd- Sumber Data: kerja of improved
Nielsen (2015) Danish longitudinal 2. jenis penelitian kuantitatif physical
How productive is Sampel: 3. menggunaka Regresi liner dimensions of the
workplace health and 2 Responden berganda health and safety
safety. Metode Analisis: 4. Hasil yang signifikan environment
Regresi Linier Barganda Perbedaan:
Variabel Penelitian: 1. Jumlah responden
Occupational health and 2. Tidak terdapat variabel disiplin
safety kerja
work environment 3. Tempat dan waktu penelitian
firm performance
production function estimation
5 Leni Diana, Dartu dan Jenis Penelitian: Persamaan: 5. Disiplin kerja dan
Sri Kustilah (2014) Kuantitatif 1. Variabel disiplin kerja dan motivasi kerja
Pengaruh Disiplin Sumber Data: produktivitas kerja secara bersama-
Kerja Dan Motivasi Kp-Ri Mekkar Kecamatan 2. Jenis enelitian kuantitatif sama mempunyai
Kerja Terhadap Kutoarjo Kabupaten 3. Menggunakan analisis regresi pengaruh yang
Produktivitas Kerja Purworejo linier berganda berarti terhadap
Karyawan Di Kp-Ri Sampel: 4. Hasil yang signifikan produktivitas kerja
Mekkar Kecamatan 9 Responden Perbedaan: karyawan secara

50
Kutoarjo Kabupaten Metode Analisis: 1. Tidak terdapat variabel K3 bersama-sama
Purworejo. Regresi Linier Barganda 2. Jumlah responden
Variabel Penelitian: 3. Tempat dan waktu penelitian
Disiplin Kerja
Motivasi Kerja
Produktivitas Kerja Karyawan
Sumber: Diperoleh dari berbagai sumber

51
E. Kerangka Penelitian

Gambar 2.1
Skema Kerangka Penelitian
Fenomena yang terjadi pada PT. Wika Realty Unit kontruksi proyek
pembangunan tamansari hive office park

Basis Teori: Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3), Disiplin kerja, dan
Produktivitas kerja

Kesehatan dan
keselamatan kerja (X1)
(Pandji Anoraga, 2005)
Produktivitas kerja
(Sedarmayanti 2001)
Disiplin kerja (X2)
(Husain 2005)

Metodologi Penelitian :
-Uji Kualitas data
-Uji Asumsi Klasik
-Uji Hipotesis

Kesimpulan dan Implikasi

52
F. Hipotesis

Hipotesis merupakan dugaan sementara atas suatu hubungan, sebab

akibat dari kinerja variabel yang perlu dibuktikan kebenarannya (Abdul

Hamid, 2010:16). Berdasarkan kerangka penelitian tersebut, maka hipotesis

sebagai berikut:

1. Pengaruh variabel program K3 terhadap variabel produktivitas kerja.

Ho : Tidak terdapat pengaruh antara variabel program K3 terhadap

variabel produktivitas kerja secara parsial.

Ha : Terdapat pengaruh antara variabel program K3 terhadap variabel

produktivitas kerja secara parsial.

2. Pengaruh variabel disiplin kerja terhadap variabel produktivitas kerja.

Ho : Tidak terdapat pengaruh antara variabel disiplin kerja terhadap

variabel produktivitas kerja secara parsial.

Ha : Terdapat pengaruh antara variabel disiplin kerja terhadap variabel

produktivitas kerja secara parsial.

3. Ho : Tidak terdapat pengaruh antara variabel K3 dan Disiplin kerja

terhadap variabel produktivitas kerja secara simultan.

Ha : Terdapat pengaruh antara varialer K3 dan Disiplin kerja terhadap

variabel produktivitas kerja secara simultan.

53
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Ruang Lingkup Penelitian

1. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada Proyek Pembangunan Tamansari

Hive Office Park PT. Wika Realty yang berada di Jl. DI Panjaitan Kav 2,

Jakarta Timur. Dimana objek penelitian ini adalah karyawan PT. Wika

Realty Unit Kontruksi Proyek Pembangunan Tamansari Hive Office

Park.

2. Fokus Penelitian

Penelitian ini di fokuskan pada hal-hal yang terkat dengan

program K3 dan Disiplin kerja terhadap Produktivitas kerja karyawan.

Yang dianalisis dari aspek manajemen sumber daya manusia. Karena

perusahaan ini bergerak dibidang kontruksi maka penelti ingin

mengetahui seberapa besar pengaruh program K3 dan Disiplin kerja

terhadap Produktivita kerja. Hal ini dikarenakan keterbatasan waktu dan

pengetahuan yang penulis miliki.

3. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 2015 sampai 07

Desember 2016. Untuk mendapatkan data yang tidak bias dan berkualitas

tinggi, kuesioner didistribusikan secara langsung kepada responden,

54
selain itu pendistribusian kuesioner juga dilakukan melalui email.

Periode penyebaran kuesioner dimulai pada tanggal 15 November 2015

sampai dengan tanggal 17 November 2015.

4. Populasi

Populasi adalah suatu wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek

atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang

ditetapkan oleh peneliti supaya dapat dipelajari dan kemudian ditarik

kesimpulannya (Sugiyono, 2013:119). Dalam penelitian ini populasinya

adalah seluruh karyawan PT. Wika Realty Unit Kontruksi Proyek

Pembangunan Tamansari Hive Office Park. Berdasarkan data yang

diperoleh diketahui jumlah karyawan tetap 43 orang, dan karyawan

kontraktor 100 orang jumlah populasi adalah 143.

5. Sampel

Merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki

oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2009:116). Jadi sampel dapat

dikatakan sebagai wakil dari seluruh populasi yang akan diteliti. Sampel

yang diambil adalah karyawan tetap PT. Wika Realty Unit Kontruksi

Proyek Pembangunan Tamansari Hive Office Park berjumlah 43 orang

karyawan. Sedangkan karyawan kontraktor yag berjumlah 100 orang

tidak termasuk dalam sampel karena sudah terwakilkan oleh 43 karyawan

tetap dimana karyawan kontraktor tersebut diawasi oleh karyawan tetap.

Berdasarkan karakteristik sampel yang sudah diuraikan, maka teknik

pengumpulan sampel yang digunakan adalah teknik sampling jenuh.

55
Teknik sampling jenuh menurut Sugiyono (2007:96) adalah sampel yang

diambil apabila jumlah populasi relative kecil, kurang dari 30 orang, atau

penelitian ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat

kecil.

B. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini

adalah:

1. Data Primer

Data primer yaitu data yang diperoleh dari sumber dan bersifat

mentah atau belum diolah. Data primer belum mampu memberikan

informasi dalam pengambilan keoutusan sehingga perlu diolah lebih

lanjut (Wijaya, 2013:19). Data primer ini dikumpulkan melalui

wawancara dan kuesioner.

a. Wawancara

Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila

peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan

permasalahan yang harus diteliti (Sugiyono, 2013:188). Dalam penelitian

ini dilakukan wawancara terbuka, tidak terstruktur. Menurut Sugiyono

(2013:191) wawancara tidak terstruktur adalah hanya pada garis-garis

besar permasalahan yang akan dinyatakan. Wawancara terbuka adalah

wawancara yang berdasarkan pertanyaan yang tidak terbatas (tidak

terikat) jawabannya. Wawancara dilakukan dengan Bpk. Anas Septiadi

56
penanggung jawab bagian SHE Officer dan Bpk. Badru Tamam

penanggung jawab bagian Kasi Keuangan dan Personalia.

b. Kuesioner

Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan

dengan cara memberikan seperangkat pernyataan tertulis kepada

reponden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2013:192). Jawaban responden

yang diberikan melalui angket dapat diukur dengan dua cara

menggunakan skala likert dan ordinal. Menurut Ghozali (2011:47) skala

yang sering dipakai dalam penyusunan kuesioner adalah skala likert,

yaitu skala yang berisi lima tingkat preferensi jawaban dengan pilihan

sebagai berikut:

Tabel 3.1
Kriteria skala penilaian
Keterangan Bobot
Sangat Setuju 5
Setuju 4
Ragu-ragu 3
Tidak Setuju 2
Sangat Tidak Setuju 1

2. Data Sekunder

Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari sumber yang

menerbitkan dan bersifat siap pakai (Wijaya, 2013:19). Data sekunder ini

digunakan untuk melengkapi atau mendukung data primer. Dalam hal ini

data sekunder yang digunakan berasal dari penelitian kepustakaan yang

dapat memberikan landasan teori yang diperoleh dengan cara :

Studi Kepustakaan;

57
Jurnal-jurnal ilmiah;

Internet;

Serta sumber lainnya yang berkaitan dengan objek yang diteliti.

C. Metode Analisis

1. Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu

data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, varian,

maksimum, minimum, sum, range, kurtosis, dan skewness (kemencengan

distribusi) (Ghozali, 2011:19).

2. Uji Kualitas Data

a. Uji Validitas

Pengujian ini dilakukan untuk mengukur sah atau validnya

suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada

kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh

kuesioner tersebut. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan

pearson correlation yaitu dengan cara menghitung korelasi antar skor

masing-masing butir pertanyaan dengan total skor (Ghozali, 2011:52).

Kriteria valid atau tidak adalah jika korelasi antar skor masing masing

butir pertanyaan dengan total skor mempunyai tingkat signifikan

dibawah 0,05 maka butir pertanyaan tersebut dapat dikatakan valid

dan jika korelasi skor masing- masing butir pertanyaan dengan total

skor mempunyai tingkat signifikan diatas 0,05 maka butir pertanyaan

tersebut dinyatakan tidak valid (Ghozali, 2011:52).

58
b. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah

kuesioner dapat memberikan ukuran yang konstan atau tidak. Teknik

yang digunakan adalah teknik koefisien cronbachs alpha. Suatu

variabel dikatakan reliable jika memberikan nilai cronbachs alpha >

0,60 (Ghozali, 2009:46).

3. Uji Asumsi Klasik

Untuk melakukan uji asumsi klasik atas data primer ini, maka

peneliti melakukan uji multikoloniearitas, uji normalitas, dan uji

heteroskedastisitas.

a. Uji Multikoloniearitas

Pengujian ini bertujuan apakah pada model regresi ditemukan

adanya korelasi antar variabel independen. Model regresi yang baik

seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen (Imam

Ghozali, 2011:105). Uji multikolinearitas dilakukan dengan melihat

besarnya variance invelations factor (VIF) dan tolerance. Jika nilai

VIF >10 dan tolerance <0,1, hal ini berarti terjadi korelasi antar

variabel independen dan sebaliknya jika nilai VIF < 10 dan nilai

tolerance > 0,1 hal ini berarti tidak terjadi korelasi antar variabel

(Ghozali, 2009:96).

59
b. Uji Heteroskedastisitas

Bertujuan untuk menguji apakah model regresi terjadi

ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan

lainnya (Ghozali, 2011:139).

c. Uji Normalitas

Bertujuan untuk mengukur apakah di dalam model regresi

variabel independen dan variabel dependen keduanya mempunyai

distribusi normal atau mendekati normal (Ghozali, 2011:160).

4. Uji Hipotesis

Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda karena ingin

mengetahui bagaimana variabel independen (X) dapat mempengaruhi

variabel dependen (Y) secara langsung. Model regresi berganda

bertujuan untuk memprediksi besar variabel dependen dengan

menggunakan data variabel independen yang sudah diketahui besarnya

(Santoso, 2004:154).

Analisis regresi ini mempuyai persamaan sebagai berikut:

Y = a + b1X1 + b2X2 + e

Keterangan:
Y = Produktivitas kerja
a = Konstanta
X1 = K3
X2 = Disiplin Kerja
b1 b2 = Koefisien Regresi
e = Error
Pengujian hipotesis dilakukan melalui:

60
a. Uji Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa

jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel

dependen. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel

independen dalam menjelskan variasi variabel dependen amat

terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel

independen memberikan hampir semua variabel yang dibutuhkan

untuk memprediksi variasi variabel dependen (Ghozali, 2011: 97).

b. Uji Statistik F

Uji statistik F menunjukkan apakah semua variabel independen

yang dimasukkan dalam model regresi berganda mempunyai pengaruh

secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel dependen yang diuji

secara signifikan dengan nilai 0,05 (Ghozali, 2011:88).

c. Uji Statistik t

Uji statistik t menunjukan seberapa jauh pengaruh satu variabel

penjelas atau independen secara individual dalam menerangkan

variasi variabel dependen dan digunakan untuk mengetahui ada atau

tidaknya pengaruh masing-masing variabel independen secara

individual terhadap variabel dependen yang di uji pada tingkat

signifikan 0.05 (Ghozali, 2009:88).

61
D. Operasional Variabel Penelitian

Pada bagian ini akan diuraikan definisi dari masing-masing variabel

yang digunakan.

1. Variabel Independen (X)

a. Keselamatan dan kesehatan kerja (X1)

Dalam pembahasan SDM konsep keselamatan dan kesehatan

kerja dapat diartikan sebagai kegiatan yang ditujukan untuk mencegah

semua jenis kecelakaan yang ada kaitannya dengan ligkungan dan

situasi kerja dalam america safety and engineering society of (ASSE).

Pendapat Mangkunegara (2002, p.163). Mengenai kesealamatan dan

kesehatan kerja adalah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin

keutuhan dan kesempurnaan jasmaniah dan rohaniah khususnya

tenaga kerja dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budaya

untuk menuju masyarakat adil dan makmur.

b. Disiplin Kerja (X2)

Disiplin kerja menurut Husain (2005) adalah karyawan yang

taat dan patuh dalam melaksanakan peraturan kerja yang berupa lisan

maupun tulisan dari kelompok maupun perusahaan. Disiplin juga

merupakan salah satu fungsi manajemen sumber daya manusia yang

penting dan merupakan kunci terwujudnya tujuan, karena tanpa

adanya disiplin maka sulit mewujudkan tujuan yang maksimal

(sedarmayanti, 2001:10). Melalui disiplin pula timbul keinginan dan

kesadaran untuk menaati peraturan organisasi dan norma sosial.

Namun tetap pengawasan terhadap pelaksanaan disiplin tersebut perlu

dilakukan.

62
2. Variabel Dependen (Y)

a. Produktivitas Kerja (Y)

Menurut Encyclopedia Britanica (1982:27) disebutkan bahwa

produktivitas dalam ekonomi berarti rasio dari hasil yang dicapai

dengan pengorbanan yang dikeluarkan untuk menghasilkan sesuatu.

Sedangkan menurut formulasi National Productivity Board (NPB)

Singapore, dikatakan bahwa produktivitas adalah sikap mental

(attitude of mind) yang mempunyai semangat untuk melakukan

peningkatan perbaikan (Sedarmayanti 2001:56). Produktivitas dapat

diartikan pula sebagai ukuran tingkat efisiensi dan efektivitas dari

setiap sumber yang digunakan selama produksi berlangsung.

Produktivitas merupakan suatu kombinasi dari efektivitas dan efisiensi

(Gaspersz, 2000).

Tabel 3.2

Operasionalisasi Variabel dan Pengukuran

Variabel Dimensi Indikator - No. Skala


indikator Pertanyaan
a. Penerangan dan Ordinal
1
penataan ruang
1. Lingkungan
b. Suhu dan
kerja 2
sirkulasi udara
Kesehatan c. Kebisingan
3
dan d. ketentuan-
4
keselamatan ketentuan kerja
kerja (X1) a. Peletakan mesin 5
2. Mesin dan
(Pandji b. Perawatan mesin 6
alat kerja
Anoraga, c. Alat pelindung 7
2005) a. Sikap kerja 8
b. Kesehatan 9
3. Manusia c. Keahlian dan 10, 11
pengetahuan K3
d. Pelatihan K3 12

63
1. Kehadiran a. Hadir ditempat Ordinal
kerja sebelum
waktu kerja
dimulai
1
b. Selama bekerja
tidak pernah
absen/tidak
masuk dengan
2, 3
alasan, dan
hampir tidak
pernah absen
karena sakit
2. Ketaatan a. Bekerja sesuai
pada prosedur
4
peraturan maupun aturan
kerja kerja
perusahaan
b. Patuh dan taat
terhadap saran
Disiplin kerja 5, 6
maupun perintah
(X2) (Husain
atasan
1997)
3. Ketaatan a. Ruang kerja dan
pada standar perlengkapan
7, 8
kerja selalu di jaga
bersih dan rapi,
b. Mengunakan
peralatan kerja
9
dengan efektif
dan efisien
4. Bekerja etis a. Mengunakan
waktu istirahat
10, 11
tepat waktu dan
meninggalkan
tempat kerja
setelah lewat jam
kerja
b. Tidak pernah
menunjukan
12
sikap malas
selama bekerja
1. Sikap Kerja a. Kesediaan untuk Ordinal
1
Produktivitas bekerja
kerja (Y) bergiliran
(Sedarmayanti b. Dapat menerima
2
2001) tambahan tugas
c. Bekerja dalam
3
suatu tim

64
2. Tingkat a. Pendidikan
4, 5
Ketrampilan formal dan
informal
b. Adanya
6
pelatihan dalam
manajemen dan
superviser
c. Ketrampilan
7
dalam teknik
3. Hubungan a. Adanya
antara pengawasan
8
tenaga kerja mutu terhadap
dan produk
pimpinan b. Pengawasan
organisasi karyawan
9
mengenai
pekerjaan
4. Manajemen a. Efesiensi sumber
Produktivita daya manusia 10
s b. System kerja
yang terdapat 11
dalam organisasi
5. Efisiensi a. Perencanaan
Tenaga tenaga kerja
Kerja b. Tambahan tugas
12
dari organisasi
6. Kewiraswast a. Pengambilan
aan resiko 13
b. Kreatifitas dalam
berusaha 14
c. Berada dalam
jalur yang benar 15
dalam berusaha
Sumber : diolah dari berbagai referensi

65
BAB IV

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A. Sekilas Gambaran Umum Objek Penelitian

1. Sejarah dan Struktur Organisasi Perusahaan

Wika Realty didirikan berdasarkan Akta Perseroan Terbatas Wika

Realty No. 17 tanggal 20 Januari 2000, dibuat di hadapan Imas Fatimah,

SH., Notaris di Jakarta, sebelumnya merupakan salah satu unit bisnis di

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Wika Realty mengubah statusnya menjadi perusahaan terbuka

berdasarkan Akta Perubahan Anggaran Dasar No. 11 tanggal 7 Desember

2004, namun sesuai dengan kebijakan pemegang saham utama (Wika)

untuk melakukan penawaran umum terlebih dahulu, maka penawaran

umum perdana saham-saham Wika Realty kepada masyarakat tersebut

ditunda pelaksanaannya.

Pada tahun 2001, Wika Realty melakukan diversifikasi usaha yang

semula fokus pada bisnis Realty sebagai developer berkembang menjadi

tiga bidang usaha yaitu pengembangan bisnis Realty, manajemen properti

dan jasa konstruksi.

66
Gambar 4.1
Struktur Organisasi Unit Konstruksi

2. Karakteristik Profil Responden

Responden dalam penelitian ini adalah para karyawan PT. Wika

Realty Unit Kontruksi Proyek Pembangunan Tamansari Hive Office

Park. Berikut ini adalah deskripsi mengenai jumlah data responden dan

identitas responden penelitian yang terdiri dari jenis kelamin, usia,

jabatan, pendidikan terakhir, dan pengalaman kerja responden.

67
a. Data jumlah kuisioner yang disebarkan

Tabel 4.1 berikut ini menyajikan jumlah kuisioner yang

disebarkan kepada responden.

Tabel 4.1
Data Sampel Penelitian

No. Keterangan Jumlah Presentase


1 Jumlah kuesioner yang disebar 43 100%
2 Jumlah kuesioner yang tidak kembali 0 0%
3 Jumlah kuesioner yang tidak dapat diolah 0 0%
4 Jumlah kuesioner yang dapat diolah 43 100%
Sumber: Data primer

b. Deskripsi responden berdasarkan jabatan

Tabel 4.2 berikut ini menyajikan hasil uji deskripsi responden

berdasarkan jabatan.

Tabel 4.2
Jabatan Responden

Jabatan Frekuensi Persentase


Manajer Proyek 1 2,3 %
Kasi teknik 13 30,2 %
Kasi Keuangan & Personalia 7 16,2 %
Pelaksana Utama 12 27,9 %
Pelaksana Utama ME 5 11,6 %
SHE Officer 5 11,6 %
Jumlah 43 100 %
Sumber: Data primer yang diolah

Tabel 4.2 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 43 responden

karyawan wika realty dari berbagai jabatan memberikan jawaban pada

pada kuisioner yang peneliti sebarkan.

68
c. Deskripsi responden berdasarkan jenis kelamin

Tabel 4.3 berikut ini menyajikan hasil uji deskripsi responden

berdasarkan jenis kelamin.

Tabel 4.3
Jenis Kelamin Responden
Jenis Kelamin Frekuensi Persentase
Laki-laki 37 86,1%
Perempuan 6 13,9%
Jumlah 43 100%
Sumber: Data primer yang diolah

Tabel 4.3 diatas menunjukkan bahwa sebanyak 37 orang atau

86,1% responden berjenis kelamin laki-laki, dan sisanya sebesar 6

orang atau 13,9% responden berjenis kelamin perempuan. Hal ini

menjelaskan bahwa mayoritas sebagian besar responden adalah laki-

laki. Karena perusahaan ini bergerak dibidang konstruksi maka

dibutuhkan banyak pekerja laki-laki guna meningkatkan produktivitas

kerja.

d. Deskripsi responden berdasarkan usia

Tabel 4.4 berikut ini menyajikan hasil uji deskripsi responden

berdasarkan usia.

Tabel 4.4
Usia Responden
Usia Frekuensi Persentase
< 30 tahun 19 44,2%
31-40 tahun 18 41,9%
> 40 tahun 6 13,9%
Jumlah 43 100%
Sumber: Data primer yang diolah

Tabel 4.4 menunjukkan bahwa responden yang bekerja pada

PT. Wika Realty Unit Kontruksi Proyek Pembangunan Tamansari

69
Hive Office Park sebesar 44,2% diantaranya dalam rentang usia

dibawah 30 tahun sedangkan yang berusia antara dari 31-40 tahun

sebanyak 41,9%, dan sisanya adalah responden yang berusia diatas 40

tahun sebesar 13,9%. Rata-rata responden yaitu berusia dibawah 30

tahun dan 31-40 tahun dimana usia tersebut adalah usia yang ideal

untuk menghasilkan produktivitas kerja yang maksimal. Umur antara

25-40 tahun mampu berfikiran maju, pandai, pengetahuan luas,

usahanya rata-rata maju, penghasilan tinggi dan memiliki

produktivitas yang tinggi (Moekijad, 1992:36).

e. Deskripsi responden berdasarkan tingkat pendidikan terakhir

Hasil uji deskripsi responden berdasarkan posisi terakhir

disajikan pada tabel berkut ini:

Tabel 4.5
Tingkat Pendidikan Terakhir Responden

Pendidikan Frekuensi Persentase


SMA 13 30,2%
D3 19 44,2%
S1 11 25,6%
S2 0 0%
S3 0 0%
Jumlah 43 100%
Sumber: Data primer yang diolah

Berdasarkan tabel 4.5 di atas diperoleh informasi bahwa

mayoritas responden sebanyak 19 orang atau sebesar 44,2%

mempunyai pendidikan terakhir D3, sedangkan sisanya yaitu

mempunyai pendidikan terakhir S1 sebesar 11 orang atau sekitar

25,6% dan SMA sebesar 13 orang atau sekitar 30,2%. Pendidikan

70
yang lebih tinggi mengakibatkan produktivitas kerja yang lebih tinggi

dan oleh sebab itu memungkinkan penghasilan yang lebih tinggi juga

(Simanjuntak dalam Susilowati: 2008).

f. Karakteristik responden berdasarkan pengalaman kerja

Tabel 4.6 berikut ini menyajikan hasil uji deskripsi responden

berdasarkan pengalaman kerja.

Tabel 4.6
Pengalaman Kerja Responden

Pengalaman Kerja Frekuensi Persentase


< 3 tahun 10 23,3%
3-5 tahun 12 27,9%
> 5 tahun 21 48,8%
Jumlah 43 100%
Sumber: Data primer yang diolah

Berdasarkan tabel 4.6 di atas dapat diketahui bahwa mayoritas

responden sebanyak 48,8% atau sekitar 21 orang karyawan memiliki

pengalaman bekerja lebih dari 5 tahun. Responden yang memiliki

pengalaman kerja kurang dari 3 tahun sebanyak 10 orang atau 23,3%

dan sisanya 27,9% atau sekitar 12 orang karyawan memiliki

pengalaman bekerja antara 3-5 tahun. Semakin lama masa kerja

karyawan pada sebuah perusahaan, maka semakin banyak pula

pengalaman yang ia dapatkan. Dengan pengalaman kerja yang

banyak, maka tingkat produktivitas yang dihasilkanpun juga akan

semakin tinggi. Simanjuntak dalam Susilawati (2008:37) menyatakan

bahwa orang yang baru mulai bekerja kurang berpengalaman dan

biasanya memiliki produktivitas yang rendah pula. Sedangkan

71
menurut istilah umum ketenagakerjaan, pengalaman kerja adalah

pengetahuan atau kemampuan karyawan yang terserap oleh seorang

pekerja karena melakukan pekerjaan dalam kurun waktu tertentu.

g. Distribusi Jawaban Responden Mengenai Keselamatan dan Kesehatan

Kerja (K3).

Variabel X1 pada penelitian ini diukur melalui 12 pertayaan

yang disebarkan ke 43 responden dan mempresentasikan indikator-

indikator dari variabel tersebut. Hasil tanggapan terhadap kesehatan

dan keselamatan kerja (K3) dijelaskan pada tabel 4.7 berikut:

Tabel 4.7
Distribusi Jawaban Responden Mengenai Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3)
STS TS N S SS Total
No. Pernyataan
% % % % % %
Penerangan yang terdapat di tempat
1 kerja saya memadai untuk 4,7 9,3 16,3 39,5 30,2 100
pelaksanaan pekerjaan sehari-hari.
Saya yakin perusahaan telah
2 menyediakan fasilitas pembuangan 7 11,6 39,5 34,9 7 100
udara kotor (exhaust).
Perusahaan menyediakan peredam
3 suara untuk menghindari 4,7 13,9 53,5 18,6 9,3 100
kebisingan kerja.
Saya selalu mentaati ketentuan-
4 ketentuan kerja agar tidak terjadi 0 0 2,3 55,8 41,9 100
kecelakaan kerja.
Peletakaan mesin produksi
5 diperusahaan memudahkan saya 2,3 2,3 16,3 53,5 25,6 100
dalam pekerjaan.
Perusahaan selalu melakukan
6 4,7 4,7 11,6 39,5 39,5 100
perawatan mesin produksi.
Saya selalu menggunakaan alat
7 0 0 4,7 27,9 67,4 100
pelindung dalam bekerja.
Saya berhati-hati dalam
8 0 0 2,3 25,6 72,1 100
menyelesaikan pekerjaan saya.
Perusahaan memberikan jaminan
9 0 7 30,2 30,2 32,6 100
kesehatan bagi para pegawai.

72
Saya mengetahui risiko pekerjaan
10 0 0 9,3 60,5 30,2 100
yang saya lakukan.
Saya dapat mengatasi kemungkinan
11 0 2,3 20,9 46,5 30,2 100
resiko yang akan terjadi.
Perusahaan memberikan pelatihan
12 kesehatan dan keselamatan kerja 0 2,3 23,3 16,3 58,1 100
(K3) kepada karyawan.
Total % 3,9 4,5 19,2 37,4 35 100
Sumber : Data primer yang diolah

Tabel 4.7 menunjukan bahwa pada variabel keselamatan dan

kesehatan kerja mayoritas responden manjawab setuju sebesar 37,4

%. Dan pertanyaan yang paling berpengaruh adalah pertanyaan no. 8,

hal ini dapat dilihat dengan mayoritas responden pada pertanyaan no.8

menjawab sangat setuju sebesar 72,1 %. Hal ini menunjukan bahwa

indikator sikap kerja karyawan berpengaruh terhadap produktivitas

kerja karyawan, dimana perusahaan dan pimpinan organisasi

diharapkan memperhatikan sikap kerja karyawannya.

h. Distribusi Jawaban Responden Mengenai Disiplin Kerja.

Variabel X2 pada penelitian ini diukur melalui 12 pertayaan

yang disebarkan ke 43 responden dan mempresentasikan indikator-

indikator dari variabel tersebut. Hasil tanggapan terhadap disiplin

kerja dijelaskan pada tabel 4.8 berikut:

Tabel 4.8
Distribusi Jawaban Responden Mengenai Disiplin Kerja
STS TS N S SS Total
No. Pernyataan
% % % % % %
Saya selalu hadir ditempat kerja
1 lebih awal sebelum waktu kerja 0 0 7 55,8 37,2 100
dimulai.
2 Selama bekerja saya tidak pernah 0 0 0 60,5 39,5 100

73
absen atau tidak masuk tanpa alasan.

3 Saya hampir tidak pernah absen 0 0 7 23,2 69,8 100


karena sakit.
4 Saya selalu bekerja sesuai aturan 0 0 0 69,8 30,2 100
kerja perusahaan.
5 Saya patuh dan taat terhadap saran 0 0 0 30,2 69,8 100
atasan.
6 Saya patuh dan taat terhadap perintah 0 0 0 37,2 62,8 100
atasan
7 Saya biasa membersihkan dan 0 0 0 46,5 53,5 100
menjaga ruang kerja saya.
8 Saya biasa membersihkan dan 0 0 0 46,5 53,5 100
menjaga perlengkapan kerja saya.
9 Saya mengunakan peralatan kerja 0 0 0 60,5 39,5 100
sesuai dengan kebutuhan produksi.
Saya mengunakan waktu istirahat
10 0 0 2,3 62,8 34,9 100
saya tepat waktu.
11 Saya meninggalkan tempat kerja 0 0 0 62,8 37,2 100
setelah lewat jam kerja.
12 Saya tidak pernah menunjukan sikap 0 0 0 60,5 39,5 100
malas selama bekerja.
Total % 0 0 1,4 51,4 47,2 100
Sumber : Data primer yang diolah

Tabel 4.8 menunjukan bahwa pada variabel disiplin kerja

mayoritas responden manjawab setuju sebesar 51,4 %. Dan

pertanyaan yang paling berpengaruh adalah pertanyaan no. 5, hal ini

dapat dilihat dengan mayoritas responden pada pertanyaan no.5

menjawab setuju sebesar 30,2 % sangat setuju sebesar 69,8 %.

Hal ini menunjukan bahwa indikator patuh dan taat terhadap saran

maupun perintah atasan berpengaruh terhadap produktivitas kerja

karyawan, dimana perusahaan dan pimpinan organisasi diharapkan

memperhatikan saran dan masukan kepada karyawannya guna

meningkatkan produktivitas kerja karyawan.

74
i. Distribusi Jawaban Responden Mengenai Produktivitas Kerja.

Variabel Y pada penelitian ini diukur melalui 15 pertayaan

yang disebarkan ke 43 responden dan mempresentasikan indikator-

indikator dari variabel tersebut. Hasil tanggapan terhadap

produktivitas kerja dijelaskan pada tabel 4.9 berikut:

Tabel 4.9
Distribusi Jawaban Responden Mengenai Produktivitas Kerja

STS TS N S SS Total
No. Pernyataan
% % % % % %
Saya bersedia untuk bekerja
1 0 0 32,5 60,5 7 100
bergiliran.
Saya tidak masalah jika ada
2 0 0 41,9 44,2 13,9 100
tambahan tugas kerja saya.
Setiap pekerja saling bekerja sama
3 0 0 16,3 44,2 39,5 100
untuk memudahkan pekerjaan.
Saya selalu mengikuti pendidikan
4 0 0 18,6 62,8 18,6 100
formal yang diberikan perusahaan.
Saya selalu mengikuti pendidikan
5 0 0 27,9 62,8 9,3 100
informal yang diberikan perusahaan.
Perusahaan mengadakan pelatihan
6 0 0 30,2 48,9 20,9 100
manajemen superviser.
Saya memahami bagaimana teknik
7 kerja yang tepat untuk 0 0 23,2 48,9 27,9 100
menyelesaikan pekerjaan saya.
Adanya pengawasan mutu terhadap
8 0 0 13,9 44,2 41,9 100
pekerjaan saya.
Pimpinan selalu melakukan
9 pengawasan mengenai pekerjaan 0 0 2,3 55,8 41,9 100
saya.
Jumlah karyawan yang terdapat
10 dibagian saya sudah sesuai dengan 0 0 18,6 44,2 37,2 100
kebutuhan kerja.
Saya ditempatkan sesuai dengan
11 0 0 4,7 58,1 37,2 100
keahlian saya.
Perusahaan biasa memberikan tugas
12 0 0 23,2 48,9 27,9 100
tambahan kepada karyawan.
Saya berani mengambil resiko untuk
13 hasil yang maksimal dalam 0 0 37,2 39,5 23,2 100
pekerjaan saya.

75
Terkadang saya berkreatifitas
14 menggunakan cara lain untuk hasil 0 0 23,2 48,9 27,9 100
yang maksimal.
Walaupun saya sering berinovasi
15 namun saya tetap pada peraturan 0 2,3 18,7 39,5 39,5 100
perusahaan.
Total % 0 0,15 22,16 50 27,6 100
Sumber : Data primer yang diolah

Tabel 4.9 menunjukan bahwa pada variabel produktivitas

kerja mayoritas responden manjawab setuju sebesar 50 %. Dan

pertanyaan yang paling berpengaruh adalah pertanyaan no. 9, hal ini

dapat dilihat dengan mayoritas responden pada pertanyaan no.9

menjawab setuju sebesar 55,8 % sangat setuju sebesar 41,9 %.

Hal ini menunjukan bahwa indikator adanya pengawasan karyawan

mengenai pekerjaannya berpengaruh terhadap produktivitas kerja

karyawan, dimana perusahaan dan pimpinan organisasi diharapkan

selalu memberikan pengawasan pada karyawannya guna

meningkatkan produktivitas kerja karyawan.

B. Hasil Uji Instrumen Penelitian

1. Hasil Uji Statistik Deskriptif

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu meliputi

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Disiplin Kerja dan Produktivitas

kerja akan diuji secara statistik deskriptif seperti pada tabel 4.10.

76
Tabel 4.10
Hasil Uji Statistik Deskriptif

Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

K3 43 34 60 48,49 6,177
DK 43 47 60 53,53 3,473
PK 43 48 75 60,81 6,537
Valid N (listwise) 43
Sumber: Data primer yang diolah

Tabel 4.10 menjelaskan bahwa pada variabel Keselamatan dan

Kesehatan Kerja (K3) memiliki jawaban minimum responden yang

didapat dari penyebaran kuesioner adalah sebesar 34 dan jawaban

maksimum responden yang didapat dari penyebaran kuesioner adalah

sebesar 60, dengan rata-rata total jawaban 48,49 (rata-rata jawaban

responden yang didapat melalui penyebaran kuesioner) dan standar

deviasi sebesar 6,177. Variabel Disiplin Kerja memiliki jawaban

minimum responden yang didapat dari penyebaran kuesioner adalah

sebesar 47 dan jawaban maksimum responden yang didapat dari

penyebaran kuesioner adalah sebesar 60, dengan rata-rata total jawaban

53,53 (rata-rata jawaban responden yang didapat melalui penyebaran

kuesioner) dan standar deviasi sebesar 3,475. Sedangkan variabel

Produktivitas Kerja memiliki jawaban minimum responden yang didapat

dari penyebaran kuesioner adalah sebesar 48 dan jawaban maksimum

responden yang didapat dari penyebaran kuesioner adalah sebesar 75,

dengan rata-rata total jawaban sebesar 60,81 (rata-rata jawaban

77
responden yang didapat melalui penyebaran kuesioner) dan standar

deviasi sebesar 6,537.

2. Hasil Uji Kualitas Data

a. Hasil Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya

suatu kuesioner. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan

Pearson Corelation, pedoman suatu model dikatakan valid jika

tingkat signifikansinya dibawah 0,05 maka butir pertanyaan tersebut

dapat dikatakan valid. Tabel berikut menunjukkan hasil uji validitas

dari tiga variabel yang digunakan dalam penelitian ini. Keselamatan

dan Kesehatan Kerja (K3), Disiplin Kerja (DK) dan Produktivitas

Kerja (PK) dengan 43 sampel responden.

Berikut adalah rincian tabel hasil uji validitas untuk setiap

variabel yang digunakan dalam penelitian ini:

1) Uji Validitas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Tabel 4.11
Hasil Uji Validitas Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Nomor Pearson Sig
Keterangan
Butir Pertanyaan Corelation (2-Tailed)
K3 1 0,782** 0,000 Valid
K3 2 0,573** 0,000 Valid
K3 3 0,689** 0,000 Valid
K3 4 0,376* 0,013 Valid
K3 5 0,716** 0,000 Valid
K3 6 0,772** 0,000 Valid
K3 7 0,319* 0,037 Valid
K3 8 0,386** 0,011 Valid
K3 9 0,735** 0,000 Valid
K3 10 0,376* 0,013 Valid

78
K3 11 0,716** 0,000 Valid
K3 12 0,589** 0,000 Valid
Sumber: Data primer yang diolah

Tabel 4.11 menunjukkan variabel Keselamatn dan

Kesehatan Kerja (K3) mempunyai kriteria valid untuk semua item

pertanyaan dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 hal ini

menunjukan bahwa masing-masing pertanyaan pada variabel

keselamatan dan kesehatan kerja dapat diandalkan dan layak

sebagai penelitian.

2) Uji Validitas Disiplin Kerja (DK)

Tabel 4.12
Hasil Uji Validitas Disiplin Kerja

Nomor Pearson Sig


Keterangan
Butir Pertanyaan Corelation (2-Tailed)
DK 1 0,527** 0,000 Valid
DK 2 0,664** 0,000 Valid
DK 3 0,505** 0,001 Valid
DK 4 0,487** 0,001 Valid
DK 5 0,516** 0,000 Valid
DK 6 0,653** 0,000 Valid
DK 7 0,371* 0,014 Valid
DK 8 0,526** 0,000 Valid
DK 9 0,664* 0,000 Valid
DK 10 0,624** 0,000 Valid
DK 11 0,609** 0,000 Valid
DK 12 0,664** 0,000 Valid
Sumber: Data primer yang diolah

Tabel 4.12 menunjukkan variabel Disipin Kerja (DK)

mempunyai kriteria valid untuk semua item pertanyaan dengan

nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05. hal ini menunjukan bahwa

79
masing-masing pertanyaan pada variabel disiplin kerja dapat

diandalkan dan layak diajukan sebagai penelitian.

3) Uji Validitas Produktivitas Kerja (PK)

Tabel 4.13
Hasil Uji Validitas Produktivitas Kerja

Nomor Pearson Sig


Keterangan
Butir Pertanyaan Corelation (2-Tailed)
PK 1 0,789*** 0,000 Valid
PK 2 0,321** 0,036 Valid
PK 3 0,719** 0,000 Valid
PK 4 0,555** 0,000 Valid
PK 5 0,685** 0,000 Valid
PK 6 0,702** 0,000 Valid
PK 7 0,703** 0,000 Valid
PK 8 0,697** 0,000 Valid
PK 9 0,452** 0,002 Valid
PK 10 0,619** 0,000 Valid
PK 11 0,538** 0,000 Valid
PK 12 0,703** 0,000 Valid
PK 13 0,715** 0,000 Valid
PK 14 0,703** 0,000 Valid
PK 15 0,624** 0,000 Valid
Sumber: Data primer yang diolah

Tabel 4.13 menunjukkan variabel Produktivitas Kerja (PK)

mempunyai kriteria valid untuk semua item pertanyaan dengan

nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukan bahwa

masing-masing pertanyaan pada variabel Produktivitas kerja dapat

diandalkan dan layak sebagai diajukan sebagai penelitian.

b. Hasil Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas dilakukan untuk menilai konsistensi dari

instrumen penelitian. Suatu instrumen penelitian dapat dikatakan

80
reliabel jika nilai Cronbach Alpha berada diatas 0,60. Tabel 4.14

menunjukkan hasil uji reliabilitas untuk variabel penelitian yang

digunakan dalam penelitian ini.

Tabel 4.14
Hasil Uji Reliabilitas

Cronbachs
Variabel Keterangan
Alpha
Keselamatan dan Kesehatan
0,843 Reliabel
Kerja (K3)
Disiplin Kerja 0,805 Reliabel
Produktivitas Kerja 0,894 Reliabel
Sumber : Data primer yang diolah

Tabel 4.14 menunjukkan nilai cronbachs alpha atas variabel

keselamatan dan kesehatan kerja manajemen sebesar 0,843, disiplin

kerja sebesar 0,805, dan produktivitas kerja sebesar 0,894. Dengan

demikian, dapat disimpulkan bahwa pernyataan dalam kuesioner ini

reliabel karena mempunyai nilai cronbachs alpha lebih dari 0,60. Hal

ini menunjukkan bahwa setiap item pernyataan yang digunakan akan

mampu memperoleh data yang konsisten yang berarti bila pernyataan

itu diajukan kembali akan diperoleh jawaban yang relatif sama dengan

jawaban sebelumnya.

3. Hasil Uji Asumsi Klasik

a. Hasil Uji Multikolonieritas

Untuk mendeteksi adanya problem multiko, maka dapat

dilakukan dengan melihat nilai Tolerance dan Variance Inflation

81
Factor (VIF) serta besaran korelasi antar variabel independen. Tabel

4.15 menunjukkan hasil uji multikolonieritas pada penelitian ini.

Tabel 4.15
Hasil Uji Multikolonieritas
Coefficientsa

Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients Collinearity Statistics

Model B Std. Error Beta t Sig. Tolerance VIF


1 (Constant) 7,661 13,297 ,576 ,568
K3 ,571 ,132 ,539 4,333 ,000 ,981 1,019

DK ,476 ,234 ,253 2,033 ,049 ,981 1,019

a. Dependent Variable: PK
Sumber : Data primer yang diolah

Berdasarkan tabel 4.15 diatas terlihat bahwa nilai tolerance

mendekati angka 1 dan nilai variance inflation factor (VIF) disekitar

angka 1 untuk setiap variabel, yang ditunjukkan dengan nilai

tolerance kesehatan dan keselamatan kerja sebesar 0,981, dan disiplin

kerja sebesar 0,981. Selain itu nilai VIF untuk keselamatan dan

kesehatan kerja sebesar 1,019, dan disiplin kerja sebesar 1,019. Suatu

model regresi dikatakan bebas dari problem multiko apabila memiliki

nilai VIF kurang dari 10. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa

model persamaan regresi tidak terdapat problem multiko dan dapat

digunakan dalam penelitian ini.

b. Hasil Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah

model regresi, variabel dependen dan variabel independen atau

82
keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang

baik adalah distribusi data normal atau mendekati normal.

Tabel 4.16
Hasil Uji Normalitas Menggunakan Kolmogorov-Smirnov Test
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized
Residual
N 43
Normal Parametersa,b Mean ,0000000
Std. Deviation 5,09718673
Most Extreme Differences Absolute ,085
Positive ,055
Negative -,085
Test Statistic ,085
Asymp. Sig. (2-tailed) ,200c,d
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
d. This is a lower bound of the true significance.
Sumber : Data primer yang diolah

Pada tabel 4.16 uji selanjutnya yang digunakan adalah uji

kolmogorov-smirnov, diperoleh hasil output asymp. sig. (2-tailed)

sebesar 0,200 atau jauh diatas 0,05 menunjukkan bahwa angka

signifikan diatas 0,05 adalah data tersebut terdistribusi secara normal.

c. Hasil Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji apakah dalam

sebuah model regresi, terjadi ketidaksamaan varians dari residual dari

satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Deteksi ada tidaknya

heteroskedastisitas dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola

tertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED, yang

diperlihatkan pada gambar 4.2

83
Gambar 4.2
Hasil Uji Heteroskedastisitas

Sumber : Data primer yang diolah

Berdasarkan gambar 4.2, grafik scatterplot menunjukkan

bahwa data tersebar di atas dan di bawah angka 0 (nol) pada sumbu

Y dan tidak terdapat suatu pola yang jelas pada penyebaran data

tersebut. Hal ini berarti tidak terjadi heteroskedastisitas pada model

persamaan regresi, sehingga model regresi layak digunakan untuk

memprediks produktivitas kerja karyawan berdasarkan variabel yang

mempengaruhinya, yaitu keselamatan dan kesehatan kerja, dan

disiplin kerja.

4. Hasil Uji Hipotesis

a. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)

Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel independen

dalam menjelaskan variabel dependen sangat terbatas. Nilai yang

84
mendekati satu berarti variabel-varabel independen memberikan

hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel

dependen (Ghozali, 2011: 97).

Tabel 4.17
Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)
Model Summaryb

Adjusted R Std. Error of the


Model R R Square Square Estimate

1 ,626a ,392 ,362 5,223

a. Predictors: (Constant), DK, K3


b. Dependent Variable: PK
Sumber : Data primer yang diolah

Tabel 4.17 menunjukkan nilai Adjusted R Square sebesar 0,392

atau 39,2%, ini menunjukkan bahwa variabel produktivitas kerja yang

dapat dijelaskan oleh variabel keselamatan dan kesehatan kerja dan

disiplin kerja adalah sebesar 39,2%. Sedangkan sisanya sebesar 0,608

atau 60,8%.

b. Hasil Uji Statistik F

Pengujian secara simultan dilakukan dengan menggunakan uji

F dilakukan untuk mengetahui apakah semua variabel independen

dalam model mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen yang

diuji secara simultan. Tabel 4.18 berikut menggambarkan hasil uji

statistik F.

85
Tabel. 4.18
Hasil Uji Statistik F
ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 703,297 2 351,648 12,890 ,000b
Residual 1091,215 40 27,280
Total 1794,512 42
a. Dependent Variable: PK
b. Predictors: (Constant), DK, K3
Sumber : Data primer yang diolah

Berdasarakan hasil uji F pada tabel 4.18 didapat nilai F hitung

sebesar 12,890 dengan signifikansi 0,000. Karena tingkat signifikansi

lebih kecil dari pada 0,05 maka model regresi dapat dikatakan bahwa

Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) dan Disiplin Kerja mempunyai

pengaruh terhadap Produktivitas Kerja karyawan.

Hipotesis 3 : Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

dan Disiplin Kerja terhadap Produktivitas Kerja

Ho : Tidak terdapat pengaruh antara variabel K3 dan Disiplin

kerja terhadap variabel produktivitas kerja secara simultan.

Ha : Terdapat pengaruh antara varialer K3 dan Disiplin kerja

terhadap variabel produktivitas kerja secara simultan.

Hasil uji hipotesis 3 dapat dilihat pada tabel 4.18 nilai F

diperoleh sebesar 12,890 dengan signifikansi 0,000. Ini berarti model

regresi ini layak untuk digunakan. Karena tingkat signifikansi lebih

kecil dari 0,05, sehingga dapat dikatakan bahwa keselamatan dan

kesehatan kerja (K3) dan disipln kerja berpengaruh secara simultan

dan signifikan terhadap produktivitas kerja.

86
c. Hasil Uji Statistik t

Hasil uji statistik t dapat dilihat pada tabel 4.19, jika nilai

probability t lebih kecil dari 0,05 maka Ha diterima dan menolak H0,

sedangkan jika nilai probability t lebih besar dari 0,05 maka H0

diterima dan menolak Ha (Ghozali, 2011).

Tabel 4.19
Hasil Uji Statistik t
Coefficientsa

Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.

1 (Constant) 7,661 13,297 ,576 ,568

K3 ,571 ,132 ,539 4,333 ,000

DK ,476 ,234 ,253 2,033 ,049

a. Dependent Variable: PK

Sumber: Data primer yang diolah


Berdasarkan tabel 4.19, maka diperoleh persamaan regresi
sebagai berikut:

Y = 7,661 + 0,571X1 + 0,476X2 + e

Hipotesis 1 : Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap

Produktivitas Kerja

Ho : Tidak terdapat pengaruh antara variabel program K3

terhadap variabel produktivitas kerja secara parsial.

Ha : Terdapat pengaruh antara variabel program K3 terhadap

variabel produktivitas kerja secara parsial.

Hasil uji hipotesis 1 dapat dilihat pada tabel 4.19, variabel

keselamatan dan kesehatan kerja mempunyai tingkat signifikansi

87
sebesar 0,000. Hal ini mengindikasikan bahwa berpengaruh positif

dan secara signifikan terhadap produktivitas kerja karena tingkat

signifikansi yang dimiliki variabel keselamatan dan kesehatan kerja

lebih kecil dari 0,05.

Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian terdahulu yang

dilakukan oleh T. Lestari, Erlin Trisyulianti (2007) dimana faktor-

faktor Keselamatan dan Kesehatan kerja berpengaruh positif terhadap

Produktivitas kerja karyawan. Begitu juga dengan penelitian yang

dilakukan oleh Nia Malinasari (2015) bahwa Penerapan program

kesehatan dan Keselamatan Kerja di lingkungan kerja PT

Pembangkitan Jawa-Bali Malang berpengaruh signifikan terhadap

peningkatan Produktivitas Kerja karyawan. Semakin baik tingkat

Keselamatan, Kesehatan Kerja (K3) yang diterapkan maka semakin

baik pula Produktivitas karyawan, begitu sebaliknya.

Hipotesis 2 : Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Produktivitas

Kerja

Ho : Tidak terdapat pengaruh antara variabel disiplin kerja

terhadap variabel produktivitas kerja secara parsial.

Ha : Terdapat pengaruh antara variabel disiplin kerja terhadap

variabel produktivitas kerja secara parsial.

Hasil uji hipotesis 2 dapat dilihat pada tabel 4.19, variabel

disiplin kerja mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,049. Hal ini

mengindikasikan bahwa disiplin kerja berpengaruh positif dan secara

88
signifikan terhadap produktivitas kerja karena tingkat signifikansi

yang dimiliki variabel disiplin kerja lebih kecil dari 0,05.

Pengaruh positif yang ini mengindikasikan bahwa semakin

besarnya tingkat kedisiplinan yang dimiliki karyawan maka semakin

baik pula tingkat Produktifitas kerja karyawan. Hasil penelitian ini

seseuai dengan penelitian terdahulu oleh Leni Diana, Dartu dan Sri

Kustilah (2014) dimana tingkat Disiplin kerja karyawan memberikan

pengaruh yang positif terhadap produktivitas kerja karyawan pada KP-

RI Mekkar Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo.

89
BAB V

PENUTUP

Pada bab terakhir ini peneliti mencoba menyimpulkan dari semua hasil

penelitian serta mendiskusikan hasil penelitian ini yang berkaitan dan juga dengan

saran untuk penelitian yang sejenis dengan apa yang penulis teliti agar lebih

berkembang dan tentu saja lebih baik dari penelitian yang sudah ada.

A. Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari keselamatan

dan kesehatan kerja (K3) dan disiplin kerja terhadap produktivitas kerja para

karyawan PT. Wika Realty Proyek Pembangunan Tamansari Hive Office

Park. Berdasarkan hasil dari analisis dan pembahasan yang dilakukan dengan

menggunakan regresi linier berganda, dapat ditarik kesimpulan sebagai

berikut:

1. Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) mempunyai pengaruh yang

signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan PT. Wika Realty Unit

Kontruksi Proyek Pembangunan Tamansari Hive Office Park.

2. Disiplin kerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas

kerja karyawan PT. Wika Realty Unit Kontruksi Proyek Pembangunan

Tamansari Hive Office Park.

3. Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan disiplin kerja secara bersama-

sama atau simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap

90
produktivitas kerja karyawan PT. Wika Realty Unit Kontruksi Proyek

Pembangunan Tamansari Hive Office Park.

B. Implikasi

Berdasarkan penjelasan dan kesimpulan yang telah diuraikan

menyatakan bahwa kedua variabel independen, yakni keselamatan dan

kesehatan kerja (K3) dan disiplin kerja memiliki pengaruh yang signifikan

terhadap variabel dependen, yakni produktivitas kerja baik secara parsial

maupun simultan. Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu berimplikasi

terhadap perusahaan pada khususnya, dan terhadap perkembangan dunia

pendidikan pada umumnya.

Oleh karena itu, perlu menjadi perhatian yang serius bagi perusahaan,

PT. Wika Realty Unit Kontruksi Proyek Pembangunan Tamansari Hive

Office Park mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas

kerja para karyawannya, terutama mengenai keselamatan dan kesehatan kerja

(K3) dan juga disiplin kerja. Sesuai dengan hasil yang didapatkan melalui

kuesioner, para pimpinan harus lebih memperhatikan seluruh aspek yang

menyangkut keselamatan dan kesehatan kerja (K3), sikap kerja para

karyawannya agar berhati-hati dalam meneyelesaikan pekerjaannya. Serta

kelengkapan alat-alat pelindung dan penyediaan pelatihan keselamatan dan

kesehatan kerja (K3) bagi para karyawan. Sedangkan terkait dengan disilin

kerja, ialah dengan kesadaran pimpinan untuk mampu menciptakan

karyawan-karyawan yang selalu rajin masuk kerja dan hampir jarang masuk

tanpa alasan, ketaatan pada peraturan kerja dan bekerja secara etis.

91
Dari beberapa indikator yang penulis jelaskan berdasarkan hasil

kuisioner diharapkan semangkin ditingkatkan oleh perusahaan agar tingkat

produktivitas PT. Wika Realty Unit Kontruksi Proyek Pembangunan

Tamansari Hive Office Park semankin meningkat dan meningkatkan

profitabilitas serta kapabilitas karyawan.

C. Saran

Adapun saran-saran yang dapat penulis sampaikan sehubungan

dengan hasil penelitian yang telah dilakukan, ialah sebagai berikut:

1. Bagi peneliti selanjutnya

Dengan telah selesainya penelitian ini, diharapkan penelitian

selanjutnya dapat menggunakan penelitian ini sebagai referensi, dengan

model penelitian yang berbeda dan pada objek yang berbeda. Misalnya

pada perusahaan lain atau industri lain sehingga dapat dilihat

perbedaannya. Selain itu, sebaiknya penelitian berikutnya menggunakan

jumlah responden yang lebih banyak agar hasil perhitungannya lebih

akurat, dengan menggunakan atau menambahkan variabel lain untuk

diteliti serta didukung oleh teori-teori atau penelitian terbaru.

2. Bagi perusahaan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat membuat PT. Wika Realty

Unit Kontruksi Proyek Pembangunan Tamansari Hive Office Park lebih

memperhatikan hal-hal yang dapat meningkatkan produktivitas kerja

seluruh karyawannya. Seperti melalui keselamatan dan kesehatan kerja

(K3) yang lebih baik, dengan meningkatkan kompetensi, pengawas, dan

92
pengelolaan keselamatan sesuai regulasi yang ada. Selain itu, yang tidak

kalah penting ialah PT. Wika Realty Unit Kontruksi Proyek Pembangunan

Tamansari Hive Office Park sebaiknya menanamkan unsur-unsur disiplin

kerja yang kuat agar seluruh pekerja memahami aturan dan ketentuan-

ketentuan kerja perusahaan, sehingga membuat karyawan menjalankan

tugas-tugasnya sesuai dengan target perusahaan.

93
DAFTAR PUSTAKA

Anoraga, Panji. 2005. Psikotogi Kerja. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Buhai Sebastian, Elena Conttini and Niels Westerg Ard-Nielsen, 2015. How
Productive is workplace health and safety Jurnal Produktivitas Kerja

Christina, Wieke Yuni. 2012 Pengaruh budaya Keselamatan dan Kesehatan


Kerja Terhadap Kinerja Proyek Konstruksi Jurnal Teknik sipil, Vol 6

De Cenzo,David & Robbins.(1996). Human resource management. Universitas


Indiana: Wiley

Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS.


Badan Penerbit UNDIP, Semarang

Hamid, Abdul. 2007. Buku Panduan Penulisan Skripsi. FEIS UIN Syarif
Hidayatullah, Jakarta

Hasbullah, Husain.(1997). Manajemen menurut Islamologi. Jakarta: Biro


Konsultasi Managemen

Hasibuan, Malayu SP.(2005). Managemen sumber daya manausia. Jakarta: Bumi


Aksara Perkasa

Lestari, T 2010. hubungan Keselamatan dan Kesehatan (K3) dengan


Produktivitas kerja karyawan Jurnal Ekonomi.

Melissa Akmal, 2013. Pengaruh Kepemimpinan, Keselamatan dan Kesehatan


Kerja Terhadap Kinerja Pegawai (studi kasus: PT. PUTRA ABADI JAYA
MANDIRI) Skripsi Ilmu Ekonomi dan Bisnis, Universitas UIN Syarif
Hidayatullah.

Moekijad, 1992. Asas-Asas Perilaku Organisasi, Cetakan Pertama, Bandung: PT.


Alumni.

91
Muchdarsyah Sinungan, 2003. Produktivitas: Apa dan Bagaimana. Bandung:
Mandar Maju

Mutiara.S. (2002). Manajemen SOM. Jakarta: Ghalia Indonesia

Nia Malinasari. (2015). Pengaruh Program Keselamatan, Kesehatan Kerja (K3)


dan Jaminan Sosial Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan, Malang: PT
PJB UP Brantas Karangkates

Prabu Mangkunagara, AA Anwar. 2001. Manajemen SOM . Bandung: PT.


Remaja Rosdakarya

Randall S. Schuler, Susan E. Jackson, 1999. Manajemen Sumber Daya


Manusia Erlangga, Jakarta.

Samamur, 1986. Keselamatan kerja dan Pencegahan Kecelakaan, Gunung


Agung, Jakarta.

Sedarmayanti, 2001. Sumber Daya Manusia Dan Produktivitas Kerja, Cet. Ke-2
Mandar Maju, Bandung

Simanjuntak, J. Payaman, 1985. Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia,


Jakarta: LPFE UI.

Sinungan, Muchdarsyah, Produktivitas : apa dan bagaimana

T. Lestari, Erlin Trisyulianti 2007. Hubungan Keselamatan dan Kesehatan (K3)


dengan Produktivitas Kerja Karyawan (Studi Kasus: Bagian Pengolahan
PTPN VIII Gunung Mas, Bogor) Jurnal K3

Trianto ary, Toto Sugiarto S., Ir., M.Sc., Ph.D, 2010. Effect Of Compensation,
Discipline, And Work Motivation On Employee Productivity Of PT
Kukdong International Jurnal Disiplin Kerja

http://www.hrcentro.com/peraturan_naker/Undang_Undang_RI_No13_Tahun_20
03_Tentang_Ketenagakerjaan_100915.html

92
LAMPIRAN - LAMPIRAN

95
KUISIONER
PENGARUH PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN
KERJA (K3) DAN DISIPLIN KERJA KARYAWAN
TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN (Studi
Kasus Pada PT. Wika Realty Proyek Pembangunan Tamansari
Hive Office Park)

Oleh:
Aji Pangestu
NIM: 1111081000123

JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1436 H/2015 M

Bila ada kritik dan saran dapat menghubungi Aji Pangestu (083870527460)
Email: ajipangestu448@yahoo.co.id, terima kasih. Page 96
Nomor : (diisi oleh peneliti)

IDENTITAS RESPONDEN
Nama : .
(boleh tidak diisi)
Jabatan : .
Jenis Kelamin : Laki-laki Perempuan
Umur : tahun
Pendidikan Terakhir : SMA D3 S1 S2 S3
Pengalaman Kerja : < 3 tahun 3-5 tahun > 5 tahun

BAGIAN I KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3)


Petunjuk pengisian :
Berikut ini sejumlah pernyataan mengenai Kesehatan dan Keselamatan Kerja
(K3). Berilah tanda ceklis () pada jawaban yang anda pilih!
1 = Sangat Tidak Setuju (STS) 3 = Netral (N) 5 = Sangat Setuju (SS)
2 = Tidak Setuju (TS) 4 = Setuju (S)

No. Pernyataan STS TS N S SS


Penerangan yang terdapat di tempat kerja
1 saya memadai untuk pelaksanaan
pekerjaan sehari-hari.
Saya yakin perusahaan telah menyediakan
2 fasilitas pembuangan udara kotor
(exhaust).
Perusahaan menyediakan peredam suara
3
untuk menghindari kebisingan kerja.
Saya selalu mentaati ketentuan-ketentuan
4
kerja agar tidak terjadi kecelakaan kerja.
Peletakaan mesin produksi diperusahaan
5
memudahkan saya dalam pekerjaan.
Perusahaan selalu melakukan perawatan
6
mesin produksi.
Saya selalu menggunakaan alat pelindung
7
dalam bekerja.
Saya berhati-hati dalam menyelesaikan
8
pekerjaan saya.

Bila ada kritik dan saran dapat menghubungi Aji Pangestu (083870527460)
Email: ajipangestu448@yahoo.co.id, terima kasih. Page 97
Perusahaan memberikan jaminan
9
kesehatan bagi para pegawai.
Saya mengetahui risiko pekerjaan yang
10
saya lakukan.
Saya dapat mengatasi kemungkinan resiko
11
yang akan terjadi.
Perusahaan memberikan pelatihan
12 kesehatan dan keselamatan kerja (K3)
kepada karyawan.

BAGIAN II DISIPLIN KERJA


Petunjuk pengisian :
Berikut ini sejumlah pernyataan mengenai Dsiplin Kerja. Berilah tanda ceklis ()
pada jawaban yang anda pilih!
1 = Sangat Tidak Setuju (STS) 3 = Netral (N) 5 = Sangat Setuju (SS)
2 = Tidak Setuju (TS) 4 = Setuju (S)
No. Pernyataan STS TS N S SS

1 Saya selalu hadir ditempat kerja lebih awal


sebelum waktu kerja dimulai.
2 Selama bekerja saya tidak pernah absen
atau tidak masuk tanpa alasan.
3 Saya hampir tidak pernah absen karena
sakit.
4 Saya selalu bekerja sesuai aturan kerja
perusahaan.
5 Saya patuh dan taat terhadap saran atasan.
6 Saya patuh dan taat terhadap perintah
atasan
7 Saya biasa membersihkan dan menjaga
ruang kerja saya.
8 Saya biasa membersihkan dan menjaga
perlengkapan kerja saya.
9 Saya mengunakan peralatan kerja sesuai
dengan kebutuhan produksi.
10 Saya mengunakan waktu istirahat saya
tepat waktu.
11 Saya meninggalkan tempat kerja setelah
lewat jam kerja.
12 Saya tidak pernah menunjukan sikap malas
selama bekerja.

Bila ada kritik dan saran dapat menghubungi Aji Pangestu (083870527460)
Email: ajipangestu448@yahoo.co.id, terima kasih. Page 98
BAGIAN III PRODUKTIVITAS KERJA
Petunjuk pengisian :
Berikut ini sejumlah pernyataan mengenai Produktivitas Kerja. Berilah tanda
ceklis () pada jawaban yang anda pilih!
1 = Sangat Tidak Setuju (STS) 3 = Netral (N) 5 = Sangat Setuju (SS)
2 = Tidak Setuju (TS) 4 = Setuju (S)
No. Pernyataan STS TS N S SS
1 Saya bersedia untuk bekerja bergiliran.
2 Saya tidak masalah jika ada tambahan
tugas kerja saya.
3 Setiap pekerja saling bekerja sama untuk
memudahkan pekerjaan.
4 Saya selalu mengikuti pendidikan formal
yang diberikan perusahaan.
5 Saya selalu mengikuti pendidikan informal
yang diberikan perusahaan.
6 Perusahaan mengadakan pelatihan
manajemen superviser.
Saya memahami bagaimana teknik kerja
7 yang tepat untuk menyelesaikan pekerjaan
saya.
8 Adanya pengawasan mutu terhadap
pekerjaan saya.
9 Pimpinan selalu melakukan pengawasan
mengenai pekerjaan saya.
10 Jumlah karyawan yang terdapat dibagian
saya sudah sesuai dengan kebutuhan kerja.
11 Saya ditempatkan sesuai dengan keahlian
saya.
12 Perusahaan biasa memberikan tugas
tambahan kepada karyawan.
13 Saya berani mengambil resiko untuk hasil
yang maksimal dalam pekerjaan saya.
Terkadang saya berkreatifitas
14 menggunakan cara lain untuk hasil yang
maksimal.
15 Walaupun saya sering berinovasi namun
saya tetap pada peraturan perusahaan.

Bila ada kritik dan saran dapat menghubungi Aji Pangestu (083870527460)
Email: ajipangestu448@yahoo.co.id, terima kasih. Page 99
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Responden K3.1 K3.2 K3.3 K3.4 K3.5 K3.6 K3.7 K3.8 K3.9 K3.10 K3.11 K3.12
1 5 3 3 5 5 5 5 5 5 5 5 5
2 5 4 3 5 4 5 5 5 5 5 4 5
3 5 3 3 4 4 4 5 5 2 4 4 5
4 5 4 3 4 4 3 5 4 3 4 4 4
5 5 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4
6 5 1 3 5 5 5 5 5 5 5 5 5
7 4 4 4 4 4 5 4 5 5 4 4 5
8 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
9 4 4 4 4 4 5 5 5 5 4 4 5
10 4 4 3 4 4 4 5 4 4 4 4 5
11 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3
12 4 3 3 4 4 4 4 5 4 4 4 5
13 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 5
14 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
15 5 3 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5
16 4 3 3 4 4 4 4 5 4 4 4 5
17 4 4 3 4 4 4 5 4 4 4 4 4
18 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4
19 4 4 4 5 4 4 5 5 4 5 4 4
20 2 2 2 4 4 4 5 5 2 4 4 2
21 4 3 3 5 5 5 5 5 4 5 5 5
22 4 3 3 4 5 5 5 5 5 4 5 5
23 4 4 3 4 5 5 5 5 5 4 5 5
24 3 3 3 4 4 4 5 5 3 4 4 3
25 3 3 3 5 3 3 5 5 3 5 3 4
26 5 4 5 4 4 5 4 5 3 4 4 3
27 3 3 2 5 2 5 5 5 2 5 2 3
28 1 1 1 5 1 1 5 5 3 5 1 5
29 5 5 5 4 4 4 4 5 3 4 4 3
30 2 2 2 5 5 2 5 5 3 5 5 3
31 3 3 3 4 4 4 5 5 4 4 4 5
32 1 1 1 4 4 1 4 4 3 4 4 3
33 3 3 3 4 3 4 4 4 3 4 3 3
34 2 2 2 5 3 3 5 5 3 5 3 3
35 2 2 2 5 4 4 5 5 3 5 4 3
36 4 2 4 4 4 2 5 5 4 4 4 4
37 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 3 5
38 4 3 3 4 4 3 5 5 3 4 4 5
39 5 5 4 5 4 5 5 5 5 5 4 5
40 3 4 4 5 4 5 5 4 5 5 4 5
41 4 3 3 5 5 5 5 5 5 5 5 5
42 4 4 2 4 4 5 4 4 5 4 4 5
43 5 3 3 5 5 4 4 5 4 5 5 5

100
Disiplin Kerja

Responden DK1 DK2 DK3 DK4 DK5 DK6 DK7 DK8 DK9 DK10 DK11 DK12
1 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
2 3 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5
3 5 5 3 5 4 5 5 4 5 5 5 5
4 4 4 4 4 4 5 4 5 4 4 4 4
5 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4
6 4 4 5 4 5 4 5 4 4 4 4 4
7 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 4
8 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
9 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5
10 4 4 5 4 5 5 4 4 4 4 4 4
11 4 5 5 4 5 4 4 4 5 5 4 5
12 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
13 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4
14 4 5 4 4 4 4 4 4 5 3 4 5
15 5 4 5 4 5 5 4 4 4 4 5 4
16 4 4 5 4 5 5 4 4 4 4 4 4
17 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4
18 5 4 5 5 5 5 5 5 4 4 5 4
19 5 4 5 5 5 5 4 5 4 4 5 4
20 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 4 5
21 4 4 5 4 5 5 5 5 4 4 4 4
22 5 5 5 4 5 5 4 5 5 5 5 5
23 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5
24 4 5 4 4 4 4 5 5 5 4 4 5
25 4 4 5 4 5 5 5 5 4 4 4 4
26 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5
27 4 4 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4
28 3 4 5 4 5 5 5 5 4 4 4 4
29 5 4 4 4 4 4 5 5 4 4 5 4
30 4 4 5 4 5 5 5 5 4 4 4 4
31 5 5 5 4 5 5 4 5 5 5 5 5
32 4 5 4 4 4 4 5 5 5 5 4 5
33 4 5 5 5 5 5 4 4 5 5 4 5
34 4 4 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4
35 5 4 5 5 5 5 5 4 4 4 5 4
36 4 4 4 4 4 4 5 5 4 5 4 4
37 5 4 4 4 4 4 5 5 4 4 5 4
38 4 5 4 4 4 4 4 4 5 5 4 5
39 3 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 4
40 5 4 5 4 5 5 4 4 4 4 5 4
41 4 5 5 4 5 5 5 4 5 5 4 5
42 4 4 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4
43 5 4 5 4 5 5 5 5 4 4 5 4

101
Produktivitas Kerja
Responden PK1 PK2 PK3 PK4 PK5 PK6 PK7 PK8 PK9 PK10 PK11 PK12 PK13 PK14 PK15
1 4 5 5 4 4 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5
2 4 4 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5
3 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 5 4 5 4 5
4 4 4 5 4 4 5 5 4 4 5 4 5 5 5 4
5 4 4 4 5 4 4 4 5 4 3 4 4 4 4 5
6 4 4 5 4 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5
7 4 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4
8 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
9 5 3 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5
10 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3
11 3 3 4 5 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4
12 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4
13 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4
14 4 3 4 4 4 4 5 5 5 5 4 5 4 5 5
15 4 3 5 4 4 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5
16 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4
17 3 4 4 3 3 5 4 4 4 5 4 4 5 4 4
18 4 3 4 4 4 3 3 4 5 5 5 3 3 3 4
19 4 3 5 4 4 3 4 4 5 4 3 4 3 4 4
20 4 3 4 4 4 5 4 3 4 4 4 4 5 4 2
21 4 4 5 5 4 4 3 5 5 5 4 3 4 3 5
22 4 3 5 4 4 4 5 5 5 5 4 5 4 5 5
23 4 4 5 4 4 3 4 5 5 5 5 4 3 4 5
24 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3
25 3 4 3 4 3 3 4 5 4 4 4 4 3 4 4
26 3 3 4 3 5 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3
27 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 5 3 3
28 4 3 3 4 4 4 4 4 5 3 4 4 3 4 3
29 3 3 3 4 3 3 4 3 4 3 4 4 3 4 5
30 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4
31 3 5 4 3 3 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4
32 4 3 3 4 4 4 5 3 4 5 5 5 4 5 4
33 3 5 3 3 3 3 3 4 5 4 4 3 3 3 5
34 4 4 4 5 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 3
35 4 3 4 4 4 4 5 4 4 4 5 5 4 5 4
36 4 4 4 4 4 4 5 4 3 3 5 5 4 5 5
37 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 5 4 3 4 3
38 4 3 4 4 4 3 4 3 4 3 5 4 3 4 3
39 4 4 5 4 4 4 4 5 5 4 5 4 4 4 5
40 4 4 5 4 4 5 4 5 5 4 5 4 5 4 5
41 4 5 5 4 4 4 3 5 5 5 4 3 4 3 5
42 3 4 5 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
43 4 4 4 4 4 4 4 5 5 5 5 4 4 4 5

102
Uji Kualitas Data
Uji Validitas
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Correlations
K31 K32 K33 K34 K35 K36 K37 K38 K39 K310 K311 K312 K3TOT
K31 Pearson ** ** ** ** ** ** **
1 ,638 ,727 ,006 ,466 ,625 -,036 ,107 ,469 ,006 ,466 ,476 ,782**
Correlation
Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,967 ,002 ,000 ,819 ,494 ,002 ,967 ,002 ,001 ,000
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43
K32 Pearson ** ** ** *
,638 1 ,701 -,131 ,173 ,571 -,136 -,139 ,354 -,131 ,173 ,235 ,573**
Correlation
Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,404 ,266 ,000 ,386 ,375 ,020 ,404 ,266 ,130 ,000
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43
K33 Pearson ** ** * ** ** *
,727 ,701 1 -,017 ,358 ,515 -,034 ,139 ,415 -,017 ,358 ,227 ,689**
Correlation
Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,912 ,018 ,000 ,831 ,375 ,006 ,912 ,018 ,144 ,000
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43
K34 Pearson ** ** **
,006 -,131 -,017 1 ,174 ,174 ,558 ,527 ,183 1,000 ,174 ,138 ,376*
Correlation
Sig. (2-tailed) ,967 ,404 ,912 ,264 ,266 ,000 ,000 ,240 ,000 ,264 ,378 ,013
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43
K35 Pearson ** * ** * ** **
,466 ,173 ,358 ,174 1 ,443 ,270 ,308 ,489 ,174 1,000 ,252 ,716**
Correlation
Sig. (2-tailed) ,002 ,266 ,018 ,264 ,003 ,080 ,045 ,001 ,264 ,000 ,103 ,000
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43
K36 Pearson ** ** ** ** ** ** *
,625 ,571 ,515 ,174 ,443 1 ,106 ,200 ,542 ,174 ,443 ,351 ,772**
Correlation
Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,266 ,003 ,500 ,199 ,000 ,266 ,003 ,021 ,000
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43

104
Correlations
K31 K32 K33 K34 K35 K36 K37 K38 K39 K310 K311 K312 K3TOT
K37 Pearson -,036 -,136 -,034 ,558
**
,270 ,106 1 ,574
**
,049 ,558
**
,270 ,083 ,319*
Correlation
Sig. (2-tailed) ,819 ,386 ,831 ,000 ,080 ,500 ,000 ,755 ,000 ,080 ,598 ,037
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43
K38 Pearson ** * ** ** *
,107 -,139 ,139 ,527 ,308 ,200 ,574 1 ,024 ,527 ,308 ,098 ,386*
Correlation
Sig. (2-tailed) ,494 ,375 ,375 ,000 ,045 ,199 ,000 ,880 ,000 ,045 ,532 ,011
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43
K39 Pearson ** * ** ** ** ** **
,469 ,354 ,415 ,183 ,489 ,542 ,049 ,024 1 ,183 ,489 ,722 ,735**
Correlation
Sig. (2-tailed) ,002 ,020 ,006 ,240 ,001 ,000 ,755 ,880 ,240 ,001 ,000 ,000
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43
K310 Pearson ,006 -,131 -,017 1,000
**
,174 ,174 ,558
**
,527
**
,183 1 ,174 ,138 ,376*
Correlation
Sig. (2-tailed) ,967 ,404 ,912 ,000 ,264 ,266 ,000 ,000 ,240 ,264 ,378 ,013
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43
K311 Pearson ** * ** ** * **
,466 ,173 ,358 ,174 1,000 ,443 ,270 ,308 ,489 ,174 1 ,252 ,716**
Correlation
Sig. (2-tailed) ,002 ,266 ,018 ,264 ,000 ,003 ,080 ,045 ,001 ,264 ,103 ,000
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43
K312 Pearson ** * **
,476 ,235 ,227 ,138 ,252 ,351 ,083 ,098 ,722 ,138 ,252 1 ,589**
Correlation
Sig. (2-tailed) ,001 ,130 ,144 ,378 ,103 ,021 ,598 ,532 ,000 ,378 ,103 ,000
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43
K3TO Pearson ,782
**
,573
**
,689
**
,376
*
,716
**
,772
**
,319
*
,386
*
,735
**
,376
*
,716
**
,589
**
1
T Correlation
Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,013 ,000 ,000 ,037 ,011 ,000 ,013 ,000 ,000
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

105
Displin Kerja
Correlations
DK1 DK2 DK3 DK4 DK5 DK6 DK7 DK8 DK9 DK10 DK11 DK12 DKTOT
DK1 Pearson * **
1 ,149 ,054 ,177 ,080 ,312 ,138 ,240 ,149 ,135 ,907 ,149 ,527**
Correlation
Sig. (2-tailed) ,339 ,732 ,256 ,612 ,042 ,378 ,121 ,339 ,389 ,000 ,339 ,000
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43
DK2 Pearson ** ** **
,149 1 ,025 ,193 ,014 ,130 ,049 ,182 1,000 ,688 ,165 1,000 ,664**
Correlation
Sig. (2-tailed) ,339 ,872 ,216 ,927 ,404 ,755 ,243 ,000 ,000 ,291 ,000 ,000
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43
DK3 Pearson ** **
,054 ,025 1 ,235 ,925 ,555 ,071 ,195 ,025 ,089 ,154 ,025 ,505**
Correlation
Sig. (2-tailed) ,732 ,872 ,129 ,000 ,000 ,650 ,210 ,872 ,569 ,325 ,872 ,001
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43
DK4 Pearson * **
,177 ,193 ,235 1 ,323 ,402 ,178 ,106 ,193 ,173 ,227 ,193 ,487**
Correlation
Sig. (2-tailed) ,256 ,216 ,129 ,035 ,008 ,254 ,498 ,216 ,266 ,144 ,216 ,001
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43
DK5 Pearson ** * **
,080 ,014 ,925 ,323 1 ,646 ,026 ,097 ,014 ,121 ,192 ,014 ,516**
Correlation
Sig. (2-tailed) ,612 ,927 ,000 ,035 ,000 ,868 ,537 ,927 ,440 ,216 ,927 ,000
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43
DK6 Pearson * ** ** ** * **
,312 ,130 ,555 ,402 ,646 1 ,187 ,343 ,130 ,206 ,394 ,130 ,653**
Correlation
Sig. (2-tailed) ,042 ,404 ,000 ,008 ,000 ,230 ,024 ,404 ,185 ,009 ,404 ,000
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43
DK7 Pearson **
,138 ,049 ,071 ,178 ,026 ,187 1 ,485 ,049 ,108 ,201 ,049 ,371*
Correlation
Sig. (2-tailed) ,378 ,755 ,650 ,254 ,868 ,230 ,001 ,755 ,492 ,197 ,755 ,014
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43

106
DK8 Pearson * ** *
,240 ,182 ,195 ,106 ,097 ,343 ,485 1 ,182 ,227 ,332 ,182 ,526**
Correlation
Sig. (2-tailed) ,121 ,243 ,210 ,498 ,537 ,024 ,001 ,243 ,143 ,030 ,243 ,000
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43
DK9 Pearson ** ** **
,149 1,000 ,025 ,193 ,014 ,130 ,049 ,182 1 ,688 ,165 1,000 ,664**
Correlation
Sig. (2-tailed) ,339 ,000 ,872 ,216 ,927 ,404 ,755 ,243 ,000 ,291 ,000 ,000
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43
DK10 Pearson ** ** **
,135 ,688 ,089 ,173 ,121 ,206 ,108 ,227 ,688 1 ,167 ,688 ,624**
Correlation
Sig. (2-tailed) ,389 ,000 ,569 ,266 ,440 ,185 ,492 ,143 ,000 ,284 ,000 ,000
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43
DK11 Pearson ** ** *
,907 ,165 ,154 ,227 ,192 ,394 ,201 ,332 ,165 ,167 1 ,165 ,609**
Correlation
Sig. (2-tailed) ,000 ,291 ,325 ,144 ,216 ,009 ,197 ,030 ,291 ,284 ,291 ,000
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43
DK12 Pearson ** ** ** **
,149 1,000 ,025 ,193 ,014 ,130 ,049 ,182 1,000 ,688 ,165 1 ,664
Correlation
Sig. (2-tailed) ,339 ,000 ,872 ,216 ,927 ,404 ,755 ,243 ,000 ,000 ,291 ,000
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43
DKTO Pearson ** ** ** ** ** ** * ** ** ** ** **
,527 ,664 ,505 ,487 ,516 ,653 ,371 ,526 ,664 ,624 ,609 ,664 1
T Correlation
Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,001 ,001 ,000 ,000 ,014 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

107
Produktivitas Kerja
Correlations
PKTO
PK1 PK2 PK3 PK4 PK5 PK6 PK7 PK8 PK9 PK10 PK11 PK12 PK13 PK14 PK15 T
PK1 Pearson ** ** ** ** ** ** ** ** ** ** ** ** *
1 ,113 ,545 ,664 ,833 ,512 ,483 ,413 ,405 ,394 ,549 ,483 ,501 ,483 ,359 ,789**
Correlation
Sig. (2-tailed) ,472 ,000 ,000 ,000 ,000 ,001 ,006 ,007 ,009 ,000 ,001 ,001 ,001 ,018 ,000
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43
PK2 Pearson ** **
,113 1 ,274 ,000 -,013 ,184 -,021 ,453 ,172 ,150 ,054 -,021 ,190 -,021 ,429 ,321*
Correlation
Sig. (2-tailed) ,472 ,076 1,000 ,932 ,238 ,895 ,002 ,269 ,337 ,729 ,895 ,223 ,895 ,004 ,036
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43
PK3 Pearson ** ** ** ** ** ** ** ** **
,545 ,274 1 ,430 ,500 ,505 ,300 ,577 ,432 ,504 ,219 ,300 ,531 ,300 ,434 ,719**
Correlation
Sig. (2-tailed) ,000 ,076 ,004 ,001 ,001 ,051 ,000 ,004 ,001 ,158 ,051 ,000 ,051 ,004 ,000
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43
PK4 Pearson ** ** ** ** * * *
,664 ,000 ,430 1 ,525 ,269 ,214 ,440 ,214 ,263 ,341 ,214 ,349 ,214 ,324 ,555**
Correlation
Sig. (2-tailed) ,000 1,000 ,004 ,000 ,081 ,169 ,003 ,168 ,088 ,025 ,169 ,022 ,169 ,034 ,000
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43
PK5 Pearson ** ** ** ** ** * * * ** ** ** **
,833 -,013 ,500 ,525 1 ,522 ,413 ,360 ,312 ,359 ,473 ,413 ,465 ,413 ,179 ,685**
Correlation
Sig. (2-tailed) ,000 ,932 ,001 ,000 ,000 ,006 ,018 ,042 ,018 ,001 ,006 ,002 ,006 ,251 ,000
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43
PK6 Pearson ** ** ** ** * ** ** ** **
,512 ,184 ,505 ,269 ,522 1 ,468 ,384 ,097 ,396 ,194 ,468 ,919 ,468 ,193 ,702**
Correlation
Sig. (2-tailed) ,000 ,238 ,001 ,081 ,000 ,002 ,011 ,536 ,009 ,213 ,002 ,000 ,002 ,216 ,000
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43
PK7 Pearson ** ** ** ** ** ** **
,483 -,021 ,300 ,214 ,413 ,468 1 ,256 ,074 ,253 ,428 1,000 ,438 1,000 ,300 ,703**
Correlation
Sig. (2-tailed) ,001 ,895 ,051 ,169 ,006 ,002 ,098 ,638 ,101 ,004 ,000 ,003 ,000 ,050 ,000
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43

108
PK8 Pearson ** ** ** ** * * ** ** * **
,413 ,453 ,577 ,440 ,360 ,384 ,256 1 ,518 ,453 ,186 ,256 ,381 ,256 ,672 ,697**
Correlation
Sig. (2-tailed) ,006 ,002 ,000 ,003 ,018 ,011 ,098 ,000 ,002 ,233 ,098 ,012 ,098 ,000 ,000
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43
PK9 Pearson ** ** * ** ** **
Correlation ,405 ,172 ,432 ,214 ,312 ,097 ,074 ,518 1 ,471 ,114 ,074 ,078 ,074 ,446 ,452**
Sig. (2-tailed) ,007 ,269 ,004 ,168 ,042 ,536 ,638 ,000 ,001 ,467 ,638 ,619 ,638 ,003 ,002
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43
PK10 Pearson ** ** * ** ** ** * ** *
,394 ,150 ,504 ,263 ,359 ,396 ,253 ,453 ,471 1 ,310 ,253 ,467 ,253 ,364 ,619**
Correlation
Sig. (2-tailed) ,009 ,337 ,001 ,088 ,018 ,009 ,101 ,002 ,001 ,043 ,101 ,002 ,101 ,016 ,000
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43
PK11 Pearson ** * ** ** * ** ** *
Correlation ,549 ,054 ,219 ,341 ,473 ,194 ,428 ,186 ,114 ,310 1 ,428 ,269 ,428 ,307 ,538**
Sig. (2-tailed) ,000 ,729 ,158 ,025 ,001 ,213 ,004 ,233 ,467 ,043 ,004 ,081 ,004 ,045 ,000
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43
PK12 Pearson ** ** ** ** ** ** **
,483 -,021 ,300 ,214 ,413 ,468 1,000 ,256 ,074 ,253 ,428 1 ,438 1,000 ,300 ,703**
Correlation
Sig. (2-tailed) ,001 ,895 ,051 ,169 ,006 ,002 ,000 ,098 ,638 ,101 ,004 ,003 ,000 ,050 ,000
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43
PK13 Pearson ** ** * ** ** ** * ** ** **
,501 ,190 ,531 ,349 ,465 ,919 ,438 ,381 ,078 ,467 ,269 ,438 1 ,438 ,231 ,715**
Correlation
Sig. (2-tailed) ,001 ,223 ,000 ,022 ,002 ,000 ,003 ,012 ,619 ,002 ,081 ,003 ,003 ,136 ,000
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43
PK14 Pearson ** ** ** ** ** ** **
,483 -,021 ,300 ,214 ,413 ,468 1,000 ,256 ,074 ,253 ,428 1,000 ,438 1 ,300 ,703**
Correlation
Sig. (2-tailed) ,001 ,895 ,051 ,169 ,006 ,002 ,000 ,098 ,638 ,101 ,004 ,000 ,003 ,050 ,000
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43
PK15 Pearson * ** ** * ** ** * *
Correlation ,359 ,429 ,434 ,324 ,179 ,193 ,300 ,672 ,446 ,364 ,307 ,300 ,231 ,300 1 ,624**
Sig. (2-tailed) ,018 ,004 ,004 ,034 ,251 ,216 ,050 ,000 ,003 ,016 ,045 ,050 ,136 ,050 ,000
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43

109
PKT Pearson ** * ** ** ** ** ** ** ** ** ** ** ** ** **
,789 ,321 ,719 ,555 ,685 ,702 ,703 ,697 ,452 ,619 ,538 ,703 ,715 ,703 ,624 1
OT Correlation
Sig. (2-tailed) ,000 ,036 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,002 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000
N 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43 43
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

110
Uji Reliabilitas

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)


Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items

,843 12

Disiplin Kerja
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
,805 12

Produktivitas Kerja
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items

,894 15

111
Uji Asumsi Klasik

Uji Multikolonieritas
Coefficientsa

Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients Collinearity Statistics

Model B Std. Error Beta t Sig. Tolerance VIF


1 (Constant) 7,661 13,297 ,576 ,568
K3 ,571 ,132 ,539 4,333 ,000 ,981 1,019

DK ,476 ,234 ,253 2,033 ,049 ,981 1,019

a. Dependent Variable: PK

Uji Hetrokedastisitas

112
Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test


Unstandardized
Residual

N 43
a,b
Normal Parameters Mean ,0000000
Std. Deviation 5,09718673
Most Extreme Differences Absolute ,085
Positive ,055
Negative -,085
Test Statistic ,085
Asymp. Sig. (2-tailed) ,200c,d
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
d. This is a lower bound of the true significance.

113
Uji Hipotesis

Uji Determinasi (R2)

Model Summaryb

Adjusted R Std. Error of the


Model R R Square Square Estimate

1 ,626a ,392 ,362 5,223


a. Predictors: (Constant), DK, K3
b. Dependent Variable: PK

Uji Statistik F

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 703,297 2 351,648 12,890 ,000b

Residual 1091,215 40 27,280

Total 1794,512 42

a. Dependent Variable: PK
b. Predictors: (Constant), DK, K3

Uji Statistik t

Coefficientsa

Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.

1 (Constant) 7,661 13,297 ,576 ,568

K3 ,571 ,132 ,539 4,333 ,000

DK ,476 ,234 ,253 2,033 ,049

a. Dependent Variable: PK

114

Anda mungkin juga menyukai