Anda di halaman 1dari 5

PERANCANGAN PROPELLER SHAFT

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 . Latar Belakang

Sebelum membuat suatu mekanisme atau mesin, haruslah dilakukan

perencanaan mengenai perhitungan-perhitungan terhadap gaya-gaya yang di duga

akan menimpa atau terjadi pada mekanisme atau mesin tersebut. Dugaan atau

asumsi awal yang di ambil haruslah logis dan realistis untuk mendapatkan

pendekatan yang baik terhadap hasil akhir dari mekanisme atau mesin yang akan

dibuat. Untuk melakukan itu semua memang tidaklah mudah, di perlukan

pemahaman yang dalam terhadap teori yang ada serta pengaplikasiannya dalam

dunia nyata.

Poros merupakan salah satu elemen mesin yang memegang peranan

penting sebagai penerus daya bersama-sama dengan putaran. Oleh karena itu poros

harus dirancang melalui suatu perhitungan sesuai dengan beban yang dialaminya.

Pemilihan bahan yang digunakan sebuah komponen akan menjadi pertimbangan

yang mendasar untuk menentukan dimensi sebuah poros yang akan menerima

pembebanan.

Dalam hal ini penulis mengambil judul perancangan propeller shaft yang meliputi

poros, sambungan baut dan universal joint. Komponen dari propeller shaft

merupakan sistem pemindah tenaga yang fungsi utamanya adalah untuk

meneruskan putaran mesin. Propeller shaft digunakan pada kendaraan yang

menggunakan penggerak roda belakang (FR ataupun 4WD). Ketika mesin dan

transmisi dipisahkan dengan poros roda belakang maka tidak ada penerus putaran

TEKNIK MESIN (122015068) 1


PERANCANGAN PROPELLER SHAFT

dari transmisi menuju diferensial. Untuk itulah propeller shaft digunakan untuk

mentransmisikan daya dan juga putaran. Propeller shaft harus memenuhi syarat-

syarat tertentu karena daya dan juga putaran yang dihasilkan oleh mesin sangat

besar dan tinggi. Banyak faktor yang harus diperhatikan dalam perancangan ulang

propeller shaft ini, diantaranya adalah penentuan bahan, perhitungan beban,

perhitungan tegangan, dan lain-lain.

I.2. Rumusan Masalah

Banyak faktor yang harus diperhatikan dalam perancangan ulang propeller

shaft ini, diantaranya adalah penentuan bahan, perhitungan beban, menentukan

diameter, perhitungan tegangan yang diizinkan dan perhitungan tegangan yang

terjadi. Beban yang bekerja pada poros umumnya adalah beban berulang, jika poros

tersebut mempunyai roda gigi untuk meneruskan daya maka akan terjadi kejutan

pada saat mulai atau sedang berputar. Beban tersebut dapat dianalisa berdasarkan

pertimbangan-pertimbangan tertentu sesuai dengan teori. Oleh karena itu,

dilakukan perancangan ulang dengan memperhitungkan seluruh faktor yang

berpengaruh terhadap poros, sambungan baut dan universal joint pada laporan ini.

Perancangan dilakukan agar propeller shaft dapat mentransmisikan daya dan

putaran dengan aman serta dapat menahan beban yang besar. Maka diperlukan

dasar-dasar perancangan serta pengalaman, sehingga dapat dihasilkan rancangan

elemen mesin yang cukup berkualitas dan dapat dipertanggung jawabkan.

TEKNIK MESIN (122015068) 2


PERANCANGAN PROPELLER SHAFT

I.3. Batasan Masalah

Pada laporan ini disusun perancangan ulang suatu propeller shaft dengan

membatasi dan memfokuskan pada tegangan geser, tegangan lentur, dan

perhitungan pada propeller shaft, universal joint, dan sambungan baut.

I.4. Tujuan Penulisan

Tujuan yang akan dicapai pada laporan ini adalah untuk merancang

propeller shaft, universal joint, dan sambungan baut dengan aman dan tepat guna

sesuai fungsinya serta dapat menahan beban yang besar.

I.5. Manfaat Penulisan

Manfaat yang dapat diambil dari penulisan laporan ini yakni mampu dalam

melakukan perancangan propeller shaft, universal joint, dan sambungan baut

dengan aman dan tepat guna sesuai fungsinya serta dapat menahan beban yang

besar.

I.6. Metodologi

Penyusunan yang dipakai adalah Metodologi Deskriptif yang teknik

operasionalnya sebagai berikut :

Observasi

Pengamatan secara langsung elemen-elemen atau komponen propeller shaft

sebagai studi komparatif dari studi literatur yang telah didapat saat kuliah

dengan kenyataan sebenarnya.

TEKNIK MESIN (122015068) 3


PERANCANGAN PROPELLER SHAFT

Studi Literatur

Mempelajari literatur yang berhubungan dengan masalah terkait yang

didapat dari dokumen-dokumen, buku-buku ataupun internet sebagai

referensi.

Bimbingan Dosen

Mendiskusikan secara langsung mengenai masalah yang berhubungan

dengan propeller shaft diawali dengan prinsip kerja hingga perhitungan.

I.7. Sistematika Penulisan

BAB I

Berisi pendahuluan, memberikan gambaran latar belakang dipilihnya

propeller shaft sebagai obyek perancangan, tujuan dan manfaat

perancangan ulang propeller shaft, dan batasan yang akan dibahas.

BAB II

Berisi tinjuan pustaka, yakni teori-teori dasar tentang poros, sambungan

baut dan universal joint berdasarkan jenis pembebanannya, menjelaskan

hal-hal yang penting dalam perancangan berupa penurunan rumus serta

bahan-bahan yang biasa digunakan untuk pembuatan poros, sambungan

baut dan universal joint, cara kerja dari poros dan penentuan objek propeller

shaft yang akan dirancang.

BAB III

TEKNIK MESIN (122015068) 4


PERANCANGAN PROPELLER SHAFT

Berisi pembahasan yang berupa spesifikasi dari mesin, mekanisme (alur)

dan perhitungan dalam perancangan poros, sambungan baut dan universal

joint.

BAB IV

Berisi penutup yang membahas kesimpulan dan saran dari hasil

perancangan ulang propeller shaft.

TEKNIK MESIN (122015068) 5