Anda di halaman 1dari 19

Laporan Praktikum Foging Pengasapan /

Swingfogg
cai wardana
09.31
Ringkasan Materi Kesehatan Lingkungan
Latar Belakang
Kemerebakan kasus demam berdarah dengue (DBD) menggugah minat masyarakat untuk
melindungi diri dan memerangi penyakit tersebut, karena takut terhadap akibatnya yang fatal.
Fogging (pengasapan) secara swadaya marak di mana-mana. Namun bila hal ini tidak
dikendalikan bisa memicu ledakan masalah pada masa datang karena umumnya dikerjakan tanpa
dilandasi pengetahuan yang benar. Permintaan fogging swadaya meningkat di berbagai tempat
yang endemis DBD. Tingginya morbiditas penyakit itu memaksa masyarakat bertindak:
memberantas nyamuk Aedes aegypti sebagai serangga yang menularkannya. Akhir-akhir ini,
hampir setiap hari Minggu terdengar dengung mesin fogging di kampung dan perumahan sejak
pagi hingga sore.
Fogging atau pengasapan merupakan salah satu kebijakan yang ditetapkan pemerintah
khususnya Kementerian Kesehatan yang bertujuan menekan angka kejadian DBD ( Demam
Berdarah Dengue ) di beberapa daerah-daerah di seluruh Indonesia. Pengasapan atau fogging
yang dimaksud bertujuan untuk menyebarkan pestisida ke udara/lingkungan melalui asap, yang
diharapkan dapat membunuh nyamuk dewasa (yang infektif), sehingga rantai penularan DBD
bisa diputuskan dan populasinya secara keseluruhan akan menurun. Pengasapan dalam rangka
pengendalian nyamuk vektor DBD,lazimnya digunakan fog machine atau fog generator dengan
spesifikasi dan tertentu.
Mahalnya biaya perawatan penderita DBD di rumah sakit serta kecemasan terjadinya
akibat fatal, membuat masyarakat rela berkorban biaya yang lebih kecil, serta bergotong-royong
membeli insektisida, menyewa perangkat dan operator fogging. Di balik sisi positifnya, sindroma
fogging secara swadaya menggoreskan keprihatinan akan bahaya besar yang mengancam
masyarakat di kelak kemudian hari, akibat aplikasinya tidak sesuai ketentuan. Kekeliruan yang
banyak terjadi adalah dosis insektisida, waktu, dan cara pelaksanaan yang tidak mengikuti kaidah
yang benar. Dosis yang digunakan di bawah standar. Seharusnya, dosis malathion 10 liter per
hektare luas wilayah sasaran, namun kenyataan di lapangan hanya setengah atau sepertiganya.
Lebih tidak rasional lagi, dalam campuran tersebut ditambahkan insektisida komersial berwujud
cair (untuk rumah tangga) merek tertentu, yang dapat dibeli dari minimarket. Dosis yang tidak
standar ini tidak efektif membunuh nyamuk, bahkan jika paparan seperti ini berulang di daerah
tersebut dapat

Tujuan Praktikum

Mengetahui cara menggunakan fogging


Mengtahui proses pencampuran Malation dalam bahan bakar fogging
Mengetahui cara mengaplikasikan fogging dengan baik dan benar

Manfaat Praktikum

Dengan di adakan praktikum tersebut dapat di ambil manfaat yaitu :


Dapat menjadikan mahasiswa yang mandiri, dan mempunyai keterampilan
Menjadikan mahasiswa terampil didalam mengoprasikan sebuah alat raboratorium
Agar dapat mengembangkan pengalaman praktikum menjadi bahan skripsi.

Konsep Teori
Pengasapan dalam rangka pengendalian nyamuk vektor DHF, lazimnya digunakan fog
machine atau fog generator dengan spesifikasi dan persyaratan tertentu. Ada 2 jenis fog
generator, yakni sistem panas (misalnya pulsfog, swingfog) dan sistem dingin (yaitu ULV grond
sprayer). Untuk memperoleh hasil yang optimum, beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai
berikut :

Konsentrasi larutan /solusi, dalam hal ini perlu diperhatikan tentang dosis
akhir (misal : konsentrasi solusi untuk malation = 4-5 % dan dosis = 438
gr/ha) dan cara pembuatan larutan
Nozzle yang dipakai harus sesuai dengan bahan pearut yang digunakan
dan debit keluaran yang diinginkan
Jarak moncong mesin dengan obyek/target (max. 100 m, efektif 50 m).
Kecepatan dan posisi berjalan ketika mem-fog untuk swingfog -+ 2-3
menit setiap 500 m2 untuk satu rumah berikut halamanya, sedangkan untuk
ulv 6-8 km/jam
Waktu foging disesuaikan dengan kepadatan atau aktifitas puncak dari
vektor yang bersangkutan. Biasanya untuk AE jam 09.00-11.00
Ulangan (cycle), biasanya dengan interval seminggu
Tenaga/operator, untuk sistem panas 2 orang/mesin. Untuk sistem dingin 3
orang/mesin
Alat Dan Bahan
1. Alat yang di gunakan yaitu :

swingfogg
Busi
Kunci Busi
Alat tambahan ( kunci inggris, obeng bunga / plat,tang )
Corong
Jerigen
APD ( masker,hanskum,sepatu bot )

2. Bahan yang di gunakan yaitu :

Malation
Kain sarbet
Solar
Bensin

Waktu/Lokasi Praktikum
----------------------------------------
----------------------------------------
---------------------------------------
Prosedur Kerja
- Tahap Persiapan
a. Tentukan lokasi untuk pengasapan dan ukur lokasi tersebut.
b. Siapkan swingfogg
c. Siapkan bahan bakar bensin
d. Siapkan larutan malatio / sinop
e. Siapkan solar
f. Siapkan masker
g. Periksa busi dan siapkan busi yang baru minimal 2 buah untuk 1 mesin
h. Siapkan bateray 4 buah untuk 1 buah mesin
i. Siapkan susu kental untuk menetralkan pengaruh larutan
j. Campurkan larutan malation / sinop dengan solar dengan perbandingan 19:1 artinya 1 liter
malation / sinop dengan 19 liter solar dan
k. Perhatikan arah mata angin.
- Proses Pengasapan
a. Masukan 4 buah bateray ke tempat di bagian bawah mesin
b. Masukan bahan bakar bensin
c. Masukan campuran larutan ke dalam tangki larutan
d. Periksalah kondisi busi kalau mesin yang memakai busi
e. Pompa tombol orange sebanyak 10 kali s/d 15 kali dan biarkan mesin dalam keadaan off
(mati) jangan buka gas
f. Setelah itu baru buka gasnya sampai agar besar baru di tekan tombol orange sampai mesin
hidup
g. Perhatikan arah mata angin lalu lakukan pengasapan searah dengan arah mata angin dalam
pengertiannya bahwa kalau arah mata angin menujuh timur berarti kepada nozzlenya menghadap
kearah timur lalu lakukan pengasapan mulai dari paling belakang sampai ke depan
h. Lakukan pengasapan berulang sampai ke bagian paling depan dengan aturan jangan lupa
memakai masker dann setelah proses pengasapan jangan lupa mengkomsumsi susu kental
sebagai penetraliser racun dari larutan dari larutan yang di hirup
i. Setelah selesai pengasapan mesin di matikan dengan cara menutup gas lalu buka tangkai
larutan dan tangki bahan bakar dan biarkan sampai mesin dingin baru di angkat dan di kalibrasi
lagi setelah itu di simpan di tempat yang aman.
Hasil Praktikum
Dari hasil praktikum di atas bahwa Pengasapan atau fogging yang dimaksud bertujuan untuk
menyebarkan pestisida ke udara/lingkungan melalui asap, yang diharapkan dapat membunuh
nyamuk dewasa (yang infektif), sehingga rantai penularan DBD bisa diputuskan dan populasinya
secara keseluruhan akan menurun. Pengasapan dalam rangka pengendalian nyamuk vektor DBD,
lazimnya digunakan fog machine atau fog generator dengan spesifikasi dan persyaratan tertentu.
Ada dua jenis fog generator, yakni sistem panas (misalnya Pulsfog, swingfog) dan sistem dingin
( yaitu : ULV ground sprayer). Kegiatan fogging bukanlah satu-satunya cara untuk menurunkan
kasus DBD, karena dengan fogging yang mati hanya nyamuk dewasa. Selama jentiknya tidak
dibasmi, setiap hari akan muncul nyamuk baru yang menetas dari tempat perkembangbiakannya.
Oleh karena itu penanggulangan kasus DBD perlu dilakukan secara terpadu terutama
pemberantasan jentiknya dengan PSN.Aantara lain kebijakan pemerintah melalui program 3M
Plus, yaitu menguras bak penampungan air, mengubur barang bekas, dan menutup bak
penampungan air, serta plusnya yaitu menaburkan bubuk abate dan melakukan upaya-upaya lain
sebagai langkah pencegahan berkembanbiaknyavektorpenyakit.
Kesimpulan
Dari pembahasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa : Fogging atau pengasapan merupakan
salah satu kebijakan yang ditetapkan pemerintah khususnya Kementerian Kesehatan yang
bertujuan menekan angka kejadian DBD ( Demam Berdarah Dengue ) slst yang digunakan di
dalam pengasapan adalah swingfogg alat ini terdiri dari 2 buah bateray yang di gunakan dalam 1
buah mesin dan 2 buah busi baru yang di gunakan untuk 1 mesin dan perhatikanlah arah mata
angin pada saat melakukan pengasapan searah dengan mata angin. Dalam proses pencampuran
malation dalam satu buah swingfogg adalah Campurkan larutan malation / sinop dengan solar
dengan perbandingan 19:1 artinya 1 liter malation / sinop dengan 19 liter solar, dan waktu yang
efektif didalam melakukan foging adalah dari pukul 05 : 00 08 : 00DAFTAR PUSTAKA
oleh fa siregar - 2004 -epidemiologi dan pemberantasan demam berdarah ( sumber situs :
repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3673/1/fkm-fazidah3.pdf )
Agus Hari Kuswanto 2006- Gejala-gejala-penyakit DBD ( sumber situs :
Wordpress.com/php/gejala-penyakit-Demam..html )
Rian Pestallindo Product Peralatan Pest Control swingfogg. ( sumber situs : Wordpress.com
oleh P Aditya Bagus 2010 partisipasi mayarakat dalam pelaksanaan program pembrantasan
penyakti menular ( sumber : trinyul.com/php/pembrantasan_penyakit_menular/html
http://wardana-sl.blogspot.com/2012/07/laporan-praktikum-foging-pengasapan.html
Swingfog

SWINGFOG

FOGGING SWING FOG SN50 GERMAN

Swingfog adalah pengasapan insektisida dengan mesin swingfog dilaksanakan dengan cara

menyemprotkan insektisida ke dalam bangunan rumah atau lingkungan sekitar rumah diharapkan

nyamuk yang berada dihalaman maupun didalam rumah terpapar dengan isektisida dan dapat dibasmi.

Upaya untuk menekan laju penularan penyakit DBD salah satunya ditunjukkan untuk mengurangi

kepadatan vektor DBD secara kimiawi yang dikenal dengan istilah pengasapan (fogging) yaitu

menggunakan alat yang diberi nama swingfog. Fogging adalah untuk membunuh sebagian besar vektor

infektife dengan cepat, sehingga rantai penularan segera dapat diputuskan. Selain itu kegiatan ini juga

bertujuan untuk menekan kepadatan vektor selama waktu yang cukup sampai dimana pembawa virus

tumbuh sendiri. Alat yang digunakan untuk fogging terdiri dari portable thermal fog machine dan ultra

low volume ground sprayer mounted.

Fogging yang efektif dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 07.00 sampai dengan 10.00 dan sore hari

pukul 15.00 sampai 17.00, bila dilakukan pada siang hari nyamuk sudah tidak beraktiftas dan asap

fogging mudah menguap karena udara terlalu panas. Fogging sebaiknya jangan dilakukan pada keadaan

hujan karena sia-sia saja melakukan pengasapan.

Fogging dapat memutuskan rantai penularan DBD dengan membunuh nyamuk dewasa yang

mengandung virus . namun, fogging hanya efektif selama dua hari. Selain itu, jenis insektisida yang

digunakan untuk fogging ini juga harus ganti-ganti untuk menghindari resistensi dari nyamuk.
Selama 40 tahun terakhir, bahan kimia telah digunakan untuk membasmi nyamuk bagi kesehatan

masyarakat saat ini banyak bermunculan fenomena resistensi terhadap bahan insektisida yang umum

digunakan, antara lain: malathion, temephos, tenthion, permethrin, profoxur, dan fenithrothion. Cara

itu sangat lazim digunakan pada saat outbreak terutama pada bulam-bulan kritis seranga DBD.

Walaupun bahan aktif yang digunakan itu tidak selalu efektif mengendalikan vektor karena dibeberapa

tempat, Aedes sudah menunjukkan resistensi terhadap beberapa insektisida yang digunakan. Hampir

semua populasi aedes aegypti menunjukkan ketahanan terhadap insektisida pyrethroid, permethrin,

dan deltamethrin. Kalaupun pengasapan masih digunakan hasilnya hanya dapat menghalau atau

membunuh naymuk dewasa tetapi tidak termasuk larvanya. Pengasapan dengan malathion 4 persen

dengan pearut solar, yang dinilai masih efektif hanya mampu membunuh nyamuk dewasa pada radius

100-200 meter dari jarak terbang nyamuk yang hanya efektifitas satu sampai dua. Dalam kondisi seperti

itu, penggunaan insektisida selain kurang efektif dan mahal juga berbahaya mterhadap kesehatan dan

lingkungan.

Bahaya Fogging:

a) Dapat mengganggu saluran pernapasan

b) Bila dilakukan fogging terus menurun nyamuk dapat kebal terhadap bahan kimia.

c) Dapat mengakibatkan keracunan terhadap makanan yang terkena asap fogging.

Cara-cara Pelaksanaan Fogging:

Selama ini masyarakat begitu mengandalkan fogging untuk menekan laju penularan penyakit DBD.

Karena itu ada beberapa hal penting yang perlu kita ketahui mengenai fogging antara ain sebagai

berikut:
a) Bahwa fogging efektif untuk membasmi vektor atau nyamuk Aedes agyepti dewasa saja karena itu

upaya fogging saja tidaklah terlal efekif untuk menekan laju penularan DBD dimasyarakat meski tidak

berarti upaya melakuka fogging sia-sia.

b) efek fogging hanya efektif bertahan selama dua hari.

c) selain itu, jenis insektisida yang dipergunnakan mesti diganti secara periodik untuk menghindari

kekebalan (resistensi nyamuk Aedes)

Hal-hal yang diperhatikan dalam pelaksanaan fogging dengan swingfog untuk mendapatkan

hasil yang optimal adalah sebagai berikut:

1. Konsentrasi larutan dan cara pembuatannya. Untuk malathion, konsentrasi larutan adalah 4-5%.

2. Nozzle yang dipakai harus sesuai dengan bahan pelarut yang digunakan dan debit keluaraan yang

diinginkan.

3. Jarak moncong mesin dengan target maksimal 100 meter.

4. Kecepatan berjalan ketika memfogging, untuk swingfog kurang lebih 500 m2 atau 2/3 menit untuk satu

rumah dan halamnnya.

5. Waktu fogging disesuaikan dengan kepadatan/aktifitas puncak dari nyamuk, yaitu 06.00 sampai 10.00.

Dalam pelaksanaan foging ini pun telah diperhatikan hal-hal diatas shingga diharapkan hasilnya juga

optimimum.
Mesin pengabut SWINGFOG dengan bahan bakar bensin yang dikembangkan oleh MOTAN,

bekerja berdasarkan prinsip semburan berpulsa. Campuran bahan bakar bensin dan udara secara berseri

dibakar dalam ruang pembakaran yang berbentuk khusus pada getaran sekitar 90 pulsa per detik. Gas

hasil pembakaran keluar melalui pipa yang lebih kecil dari ruang pembakaran. Larutan bahan kimia

diujung resonator, lewat arus pulsa gas, kemudian pecah menjadi jutaan partikel kecil, dihembuskan ke

udara dalam bentuk kabut tebal. Temperatur diujung resonator, tempat cairan bahan kimia mengalir

berkisar antara 40 sampai 60 derajat Celcius tanpa mengurai komposisi bahan aktif, larutan bahan kimia

yang terkena panas disini, tidak lebih dari 4 sampai 5 mili detik. Oleh sebab itu bahan kimia yang peka

terhadap panas dapat dipakai.

Pada sistem kerja mesin pengabut ini, tidak ada bagian bagian suku cadang yang bergerak.

Tenaga listrik yang berasal dari 4 buah batu batere biasa, hanya digunakan untuk menghidupkan mesin.

Kalibrasi- Tangki bahan bakar diisi dengan bensin sebanyak volume tertentu,demikian juga

tangki solusi diisi dengan solar yang telah diberi pewarna dengan volume tertentu.- Pasang nozle sesuai

nomor/seri yang telah diten tukan. Demikian juga bateraynya.- Tempatkan fog machine pada lokasi yang

telah ditentukan (sedapatmungkin hindarkan dari pengaruh angin).- Tempatkan kertas saring wathman

didepan moncong fog machine dengan jarak yang berbeda-beda (5- 100 m). Jangan lupa tuliskan jarak

dimaksud pada masing-masing kertas saring.- Hidupkan mesin dan buka kran solusi. Catat waktu mulai

mesin hidup danwaktu membuka kran solusi. Biarkan mesin hidup dan kran solusi membukaselama 30
menit.- Amati dan catat : kecepatan angin, suhu, kelemba ban, tinggi asap, jarak jangkauan asap.-

Setelah 30 menit mesin dimatikan, kemudian hitung jumlah bahan bakar dan solusi/solar yang

digunakan dengan rumus :Volume dipakai = Volume awal - Volume sisa- Kertas saring wathman diambil,

kemudian masing- masing dihitung noda-nona partikel fog dengan menggunakan mikroskop atau

magnifier lens.Tentukan partikel fog per Cm. Kerjakan dengan cara yang sama untuk nozle yang lain.

Membuat solusi (larutan pestisida)- Takar pestisida dan pelarutnya, sesuai dengan konsentrasi

dan volumelarutan yang diinginkan, dengan rumus :SAQ = ---- dan P = A - QCQ : volume pestisida murni

(konsentrasi tinggi)S : konsentrasi larutanA : volume larutanC : konsentrasi pestisidaP : volume

pelarutKet. BJ diabaikan- Campurkan pestisida dan bahan pelarutnya pada jerican dan kocok hinggalarut

merata.

Pelaksanaan fogging- Siapkan semua peralatan yang diperlukan dan periksa lokasi yang akandi

fog.- masukan larutan pestisida, bensin dan bateray sesuai dengan tempatnya pada fog machine.-

Pasanglah nozzle yang sesuai.- Hidupkan fog machine dengan cara :* Jika menggunakan mesin Puls

FogBuka kran bensin secukupnya, kemudian tekan bulb (dipompa) beberapakali hingga mesin hidup.*

Jika menggunakan mesin Swing Fog SN11Tutup kran bensin dan pompa 5 kali. Kran bensin dibuka,

kemudian tekantombol starter bersama-sama dengan dipompa beberapa kali hingga mesinhidup.- Atur

kran bensin dan katup udara hingga bunyi mesin terdengar normaldan stabil.- Angkat (gendong) fog

machine, Arahkan moncong mesin ketempat-tempatyang akan di fog, dan moncong mesin dengan lantai

diusahakan membentuk sudut lancip. Kemudian kran larutan dibuka, asap akan menyembur keluar dari

moncong mesin.- Jika target sudah selesai, kran larutan ditutup kembali, hingga asap tidak lagi

menyembur keluar dari moncong mesin. Matikan mesin dengan cara menutup kran bahan bakar.

Pemeliharaan fog machine- Bilas tangki solusi dengan solar, kemudian hidupkan mesin dan kranlarutan
dibuka hingga semua solar habis. Bersihkan mesin dengan serbetyang dibasahi solar.- Ambil sisa bahan

bakar dan batu bateray. Simpan lah mesin di tempat yang aman.

Diposkan oleh Gusti Muhammad Hambali di 07.55

http://gusti-muhammadh.blogspot.com/2012/05/swingfog.html

PRINSIP KERJA SWINGFOG

Mesin pengabut SWINGFOG dengan bahan bakar bensin yang dikembangkan oleh MOTAN, bekerja
berdasarkan prinsip semburan berpulsa. Campuran bahan bakar bensin dan udara secara berseri dibakar
dalam ruang pembakaran yang berbentuk khusus pada getaran sekitar 90 pulsa per detik. Gas hasil
pembakaran keluar melalui pipa yang lebih kecil dari ruang pembakaran. Larutan bahan kimia diujung
resonator, lewat arus pulsa gas, kemudian pecah menjadi jutaan partikel kecil, dihembuskan ke udara
dalam bentuk kabut tebal. Temperatur diujung resonator, tempat cairan bahan kimia mengalir berkisar
antara 40 sampai 60 derajat Celcius tanpa mengurai komposisi bahan aktif, larutan bahan kimia yang
terkena panas disini, tidak lebih dari 4 sampai 5 mili detik. Oleh sebab itu bahan kimia yang peka
terhadap panas dapat dipakai.

Pada sistem kerja mesin pengabut ini, tidak ada bagian bagian suku cadang yang bergerak. Tenaga listrik
yang berasal dari 4 buah batu batere biasa, hanya digunakan untuk menghidupkan mesin.

Unit SWINGFOG terdiri dari :


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Nyamuk dalam kehidupan sehari hari keberadaan nyamuk sangat dekat dengan manusia.
Nyamuk tinggal dan berkembang biak disekitar lingkungan hidup manusia, dekat penampungan
air, dibawah daun, baju yang tergantung, dalam botol bekas, pot bunga, saluran air dan lain lain.
Secara umum nyamuk dikenal dalam tiga kelompok: Aedes, Culex, Anopheles. Nyamuk sebagai
penyebab demam berdarah dan juga malaria, oleh karena itu harus ada upaya yang dibutuhkan
untuk mencegah penyakit tersebut.
Metode yang digunakan dalam pengendalian nyamuk adalah dengan memutus sirkulasi
hidup nyamuk, dengan membasmi nyamuk dewasa dan menghambat perkembangan larva
menjadi nyamuk. Teknis pengendalian yang dilakukan meliputi fogging mesin (pengasapan),
spraying (penyemprotan), mist blower, ultra light fogger (Pengkabutan) dan abatesasi (penaburan
bubuk abate).
1. Fogging (Pengasapan)
Fogging (pengasapan) adalah salah satu teknis pengendalian nyamuk yang dilakukan diluar
ruangan. Alat yang digunakan adalah mesin fogging (Termal Fogger). Target dari cara
pengendalian ini adalah nyamuk dewasa yang berada diluar gedung. Area yang biasa dilakukan
pengasapan antara lain Garbage Area (tempat sampah), drainage (STP), pengasapan tebal pada
seluruh jalur got (drainage) yang tertutup treatment dengan insektisida khusus termal fogger.
2. Spraying (Penyemprotan).
Spraying atau penyemprotan adalah salah satu cara pengendalaian nyamuk dengan
menggunakan alat semprot berupa knapsack sprayer atau hand sprayer dan mist blower dengan
sasaran nyamuk dewasa, cara ini dilakukan di dalam dan di luar ruangan. Treatment dilakukan
pada semua tempat yang menjadi persembunyian nyamuk dan kecoa. Bagian bawah/sela
(counter, dipan, meja, lemari, rak file), ruangan yang terbuka (office, lobby, corridor), dan public
area lainnya.

B. Tujuan Praktikum
1. Mahasiswa dapat menggetahui cara kerja dari kedua alat ini;
2. Mahasiswa dapat mengoperasikan swingfog dan spraycan.

C. Manfaat Praktikum
Manfaat dari praktikum ini adalah agar mahasiswa terampil dalam pengoperasian dan
cara-cara penggunaan swingfog dan spraycan.

BAB II
TINJAUN PUSTAKA
A. Pengertian Penyemprotan Nyamuk
Penyemprotan Nyamuk adalah salah satu pekerjaan yang dilakukan oleh operator pest
control yang sistem pekrjaannya adalah dengan melakukan Fogging (pengasapan) disekitar
lingkungan yang sudah ada manusia kena gigitan nyamuk demam berdarah dan mengakibatkan
manusia tersebut menjadi sakit. Untuk menghindari agar nyamuk demam berdarah tidah
bersarang dilingkungan anda diutamakan kebersihan daripada lingkungan dan disarankan
dilakukan Fogging (pengasapan) yang dikerjakan oleh badan usaha yang profesional. prima
professional siap untuk membantu anda apabila ada terindikasi menderita demam berdarah.

B. Alat-alat Penyemprotan
Nyamuk memang menyebalkan. Disamping sebagai vektor penular penyakit, nyamuk
juga menimbulkan suara kurang nyaman di pinggir telinga ketika tidur dan rasa gatal yang
menggangu ketika digigitnya. Terkadang bingung bagaimana cara efektif dalam
memberantasnya. Ada alternatif dalam memberantasnya yaitu dengan cara penyemprotan.
Sering kita menggunakan alat penyemprot nyamuk rumahan yang sangat familiar dengan
kita. Alat yang sederhana berisi racun nyamuk yang langsung disemprotkan ke udara atau ke
kolong tempat tidur. Tetapi tahukah anda ada beberapa macam alat dan metode dalam hal
penyemprotan nyamuk. Berikut ini beberapa macam peralatan tersebut. Mungkin dapat anda
jadikan referensi dalam pemberantasan nyamuk di sekitar anda.

1. SwingFog.
Swingfog adalah pengasapan insektisida dengan mesin swingfog dilaksanakan dengan cara
menyemprotkan insektisida ke dalam bangunan rumah atau lingkungan sekitar rumah diharapkan
nyamuk yang berada dihalaman maupun didalam rumah terpapar dengan isektisida dan dapat
dibasmi. Upaya untuk menekan laju penularan penyakit DBD salah satunya ditunjukkan untuk
mengurangi kepadatan vektor DBD secara kimiawi yang dikenal dengan istilah pengasapan
(fogging) yaitu menggunakan alat yang diberi nama swingfog. Fogging adalah untuk membunuh
sebagian besar vektor infektife dengan cepat, sehingga rantai penularan segera dapat diputuskan.
Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk menekan kepadatan vektor selama waktu yang
cukup sampai dimana pembawa virus tumbuh sendiri. Alat yang digunakan untuk fogging terdiri
dari portable thermal fog machine dan ultra low volume ground sprayer mounted.
Fogging yang efektif dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 07.00 sampai dengan 10.00 dan
sore hari pukul 15.00 sampai 17.00, bila dilakukan pada siang hari nyamuk sudah tidak
beraktiftas dan asap fogging mudah menguap karena udara terlalu panas. Fogging sebaiknya
jangan dilakukan pada keadaan hujan karena sia-sia saja melakukan pengasapan.
Fogging dapat memutuskan rantai penularan DBD dengan membunuh nyamuk dewasa yang
mengandung virus . namun, fogging hanya efektif selama dua hari. Selain itu, jenis insektisida
yang digunakan untuk fogging ini juga harus ganti-ganti untuk menghindari resistensi dari
nyamuk.
Selama 40 tahun terakhir, bahan kimia telah digunakan untuk membasmi nyamuk bagi
kesehatan masyarakat saat ini banyak bermunculan fenomena resistensi terhadap bahan
insektisida yang umum digunakan, antara lain: malathion, temephos, tenthion, permethrin,
profoxur, dan fenithrothion. Cara itu sangat lazim digunakan pada saat outbreak terutama pada
bulam-bulan kritis seranga DBD. Walaupun bahan aktif yang digunakan itu tidak selalu efektif
mengendalikan vektor karena dibeberapa tempat, Aedes sudah menunjukkan resistensi terhadap
beberapa insektisida yang digunakan. Hampir semua populasi aedes aegypti menunjukkan
ketahanan terhadap insektisida pyrethroid, permethrin, dan deltamethrin. Kalaupun pengasapan
masih digunakan hasilnya hanya dapat menghalau atau membunuh naymuk dewasa tetapi tidak
termasuk larvanya. Pengasapan dengan malathion 4 persen dengan pearut solar, yang dinilai
masih efektif hanya mampu membunuh nyamuk dewasa pada radius 100-200 meter dari jarak
terbang nyamuk yang hanya efektifitas satu sampai dua. Dalam kondisi seperti itu, penggunaan
insektisida selain kurang efektif dan mahal juga berbahaya mterhadap kesehatan dan lingkungan.
Bahaya Fogging:
a. Dapat mengganggu saluran pernapasan
b. Bila dilakukan fogging terus menurun nyamuk dapat kebal terhadap bahan kimia.
c. Dapat mengakibatkan keracunan terhadap makanan yang terkena asap fogging.
Cara-cara Pelaksanaan Fogging:
Selama ini masyarakat begitu mengandalkan fogging untuk menekan laju penularan penyakit
DBD. Karena itu ada beberapa hal penting yang perlu kita ketahui mengenai fogging antara ain
sebagai berikut:
a. Bahwa fogging efektif untuk membasmi vektor atau nyamuk Aedes agyepti dewasa saja karena
itu upaya fogging saja tidaklah terlal efekif untuk menekan laju penularan DBD dimasyarakat
meski tidak berarti upaya melakuka fogging sia-sia.
b. Efek fogging hanya efektif bertahan selama dua hari.
c. Selain itu, jenis insektisida yang dipergunnakan mesti diganti secara periodik untuk
menghindari kekebalan (resistensi nyamuk Aedes)
Hal-hal yang diperhatikan dalam pelaksanaan fogging dengan swingfog untuk mendapatkan
hasil yang optimal adalah sebagai berikut:
a. Konsentrasi larutan dan cara pembuatannya. Untuk malathion, konsentrasi larutan adalah 4-5%.
b. Nozzle yang dipakai harus sesuai dengan bahan pelarut yang digunakan dan debit keluaraan
yang diinginkan.
c. Jarak moncong mesin dengan target maksimal 100 meter.
d. Kecepatan berjalan ketika memfogging, untuk swingfog kurang lebih 500 m2 atau 2/3 menit
untuk satu rumah dan halamnnya.
e. Waktu fogging disesuaikan dengan kepadatan/aktifitas puncak dari nyamuk, yaitu 06.00 sampai
10.00.
Dalam pelaksanaan foging ini pun telah diperhatikan hal-hal diatas shingga diharapkan
hasilnya juga optimimum.
Mesin pengabut Swing Fog dengan bahan bakar bensin yang dikembangkan oleh Motan,
bekerja berdasarkan prinsip semburan berpulsa. Campuran bahan bakar bensin dan udara secara
berseri dibakar dalam ruang pembakaran yang berbentuk khusus pada getaran sekitar 90 pulsa
per detik. Gas hasil pembakaran keluar melalui pipa yang lebih kecil dari ruang pembakaran.
Larutan bahan kimia diujung resonator, lewat arus pulsa gas, kemudian pecah menjadi jutaan
partikel kecil, dihembuskan ke udara dalam bentuk kabut tebal. Temperatur diujung resonator,
tempat cairan bahan kimia mengalir berkisar antara 40 sampai 60 derajat Celcius tanpa mengurai
komposisi bahan aktif, larutan bahan kimia yang terkena panas disini, tidak lebih dari 4 sampai 5
mili detik. Oleh sebab itu bahan kimia yang peka terhadap panas dapat dipakai.
Pada sistem kerja mesin pengabut ini, tidak ada bagian bagian suku cadang yang bergerak.
Tenaga listrik yang berasal dari 4 buah batu batere biasa, hanya digunakan untuk menghidupkan
mesin.

2. Spraycan
Alat yang satu ini hanya digunakan untuk penyemprotan nyamuk malaria. Berbentuk seperti
alat penyemprot hama. Tidak membutuhkan bahan bakar untuk menghidupkannya. Tetapi
dengan menggunakan udara. Cara kerjanya yaitu, dengan menyemprotkan bahan aktifnya (
ICON ) yang dicampur dengan air ke dinding rumah. Output yang dikeluarkannya adalah
berbentuk cairan.
Kelebihannya : efektif dalam waktu yang lama. Kurang lebih 2-3 bulan. Fungsinya menahan
nyamuk masuk kedalam rumah dan menghindari nyamuk menempel pada dinding dalam dan
luar rumah.
Kekurangan : membutuhkan waktu yang lama dalam pengerjaanya. Sangat beracun bagi manusia
terutama anak-anak.

3. Penyemprot Biasa dan Hand Auto Maizer


Ini sering kita gunakan dirumah tangga. Dan banyak dijual di pasaran. Cara kerjanya hanya
menyemprotkan bahan aktif racun nya ke udara. Output yang dikeluarkannya adalah berbentuk
cairan.
Kelebihannya : dapat dikerjakan oleh siapa saja. Murah dan mudah.
Kekurangannya : hanya untuk skala kecil dan rumah tangga.

BAB III
PELAKSANAAN PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan


Hari / tanggal : Kamis, 16 Mei 2013
Waktu : 09.00 WITA selesai
Tempat : Workshop Jurusan Kesling

B. Jenis Kegiatan
Jenis kegiatan yang dilakukan adalah melihat dan memahami cara kerja mesin swingfog
dan spraycan.

C. Alat dan Bahan


1. Swingfog
2. Spraycan
D. Cara Kerja
1. Swingfog
a) Masukan larutan pestisida, bensin, solar dan bateray sesuai dengan tempatnya pada mesin
swingfog
b) Hidupkan mesin dengan cara membuka kran bensin dan pompa sebanyak 5 kali, kemudian tekan
tombol starter bersama-sama dengan dipompa beberapa kali hingga mesin hidup
c) Angkat (gendong) mesin, arahkan moncong mesin ketempat-tempat yang akan di fogging
d) Buka kran larutan maka asap akan menyembur keluar dari moncong mesin atau nozzle
e) Jika target sudah selesai, kran larutan ditutup kembali hingga asap tidak lagi menyembur keluar
dari moncong mesin.

2. Spraycan
a) Masukan larutan pestisida dan air kedalam tangki spraycan
b) Pompa alat sebanyak 50 kali untuk mendapatkan tekanan yang sesuai
c) Angkat (gendong) alat, arahkan nozzle kedinding rumah yang akan di semprot larutan
d) Atur jarak antara nozle dengan dinding 46 cm agar lebar pancaran dapat mencakup 75 cm,
lakukan selama 3 menit
e) Jika penyemprotan telah dilakukan selama 3 menit, atur kembali tekanan dengan memompa
sebanyak 25 kali agar tekanan tetap
f) Lakukan sampai larutan dalam tangki habis.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil
Gambar 1.1 Spraycan

Gambar 1.2 Swingfog

B. Pembahasan
1. Swingfog
Swingfog adalah alat yang sering digunakan dalam penyemprotan pada kasus Demam
Berdarah atau Demam Chikungunya. Bahan aktif yang digunakan adalah malation (pada
beberapa daerah tidak lagi menggunakan malation) dicampur dengan solar. Sebagai
pembangkitnya menggunkan bensin. Prinsip kerja alat ini sangat unik. Cara menghidupkannya
juga unik, yaitu dengan memompa pada bagian atas yang berbentuk bulat setengah lingkaran dan
berbahan karet. Output yang dikeluarkannya adalah asap.
Mesin pengabut Swingfog dengan bahan bakar bensin yang dikembangkan oleh Motan,
bekerja berdasarkan prinsip semburan berpulsa. Campuran bahan bakar bensin dan udara secara
berseri dibakar dalam ruang pembakaran yang berbentuk khusus pada getaran sekitar 90 pulsa
per detik. Gas hasil pembakaran keluar melalui pipa yang lebih kecil dari ruang pembakaran.
Larutan bahan kimia diujung resonator, lewat arus pulsa gas, kemudian pecah menjadi jutaan
partikel kecil, dihembuskan ke udara dalam bentuk kabut tebal. Temperatur diujung resonator,
tempat cairan bahan kimia mengalir berkisar antara 40 sampai 60 derajat Celcius tanpa mengurai
komposisi bahan aktif, larutan bahan kimia yang terkena panas disini, tidak lebih dari 4 sampai 5
mili detik. Oleh sebab itu bahan kimia yang peka terhadap panas dapat dipakai.
Pada sistem kerja mesin pengabut ini, tidak ada bagian-bagian suku cadang yang bergerak.
Tenaga listrik yang berasal dari 4 buah batu bateray biasa, hanya digunakan untuk
menghidupkan mesin.
2. Spraycan
Spraycan adalah alat yang sering digunakan untuk penyemprotan nyamuk malaria.
Berbentuk seperti alat penyemprot hama. Tidak membutuhkan bahan bakar untuk
menghidupkannya. Tetapi dengan menggunakan udara. Cara kerjanya yaitu, dengan
menyemprotkan bahan aktifnya ( ICON ) yang dicampur dengan air ke dinding rumah. Output
yang dikeluarkannya adalah berbentuk cairan.
Prinsip kerja alat penyemprot adalah memecah cairan menjadi butiran partikel halus yang
menyerupai kabut. Dengan bentuk dan ukuran yang halus ini maka pemakaian pestisida akan
efektif dan merata ke seluruh permukaan dinding. Untuk memperoleh butiran halus, biasanya
dilakukan dengan menggunakan proses pembentukan partikel dengan menggunakan tekanan
(hydraulic atomization), yakni cairan di dalam tangki dipompa sehingga mempunyai tekanan
yang tinggi, dan akhirnya mengalir melalui selang karet menuju ke alat pengabut. Cairan dengan
tekanan tinggi dan mengalir melalui celah yang sempit dari alat pengabut, sehingga cairan akan
pecah menjadi partikel-partikel yang sangat halus.

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari praktikum penggunaan alat swingfog dan spraycan dapat disimpulkan bahwa :
1. Teknik atau cara ketika melakukan foging adalah dengan meletakkan mesin swingfog di bahu
dan berjalan mundur menjauhi arah asap yang keluar dari nozzler.
2. Cara penyemprotan yang dilakukan menggunakan spraycan adalah dengan menyemprotkan
secara rata pada dinding rumah dan berjalan mundur menjauhi tempat yang sudah disemprot.
B. Saran
1. Ketika melakukan penyemprotan wajib untuk menggunakan APD (alat pelindung diri) seperti
masker dan sarung tangan.
2. Selain itu menggunakan formulasi/ takaran yang sesuai dan efektif untuk nyamuk.
3. Sebaiknya pelaksanaan foging dilakukan pada pagi hari ketika kepadatan/aktifitas puncak dari
nyamuk, yaitu 06.00 sampai 10.00.
4. Nozzle yang dipakai harus sesuai dengan bahan pelarut yang digunakan dan debit keluaraan
yang diinginkan.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2010. Mengenal Macam-Macam Alat Penyemprot Nyamuk. http


http://sobatsehat.com/2010/05/24/mengenal-macam-macam-alat-penyemprot-nyamuk/. Di akses
pada tanggal 22 Mei 2013 pukul 08.15 Wita.

Hermawan, Wawan. 2012. Alat dan Mesin.


http://wawanhermawandr54.wordpress.com/2012/07/28/alsintan-xii1/. Di akses pada tanggal 22
Mei 2013 pukul 08.25 Wita

Lala, Farath. 2012. Praktikum Fogging dan Miss Blower.


http://tralalaikrima.blogspot.com/2012/12/praktikum-fogging-dan-miss-blower.html. Di akses
pada tanggal 22 Mei 2013 pukul 08.17 Wita.

Muhammadh, Guti. 2012. Swingfog. http://gusti-muhammadh.blogspot.com/2012/05/swingfog.html.


Di akses pada tanggal 22 Mei 2013 pukul 08.11 Wita.