Anda di halaman 1dari 1

Nurhayati / M0413041 / Tugas Ekologi Terestrial

Konsep Suksesi
Suksesi adalah suatu proses perubahan, berlangsung satu arah secara teratur yang
terjadi pada suatu komunitas dalam jangka waktu tertentu hingga terbentuk komunitas baru
yang berbeda dengan komunitas semula. Dengan kata lain, suksesi dapat diartikan sebagai
perkembangan ekosistem tidak seimbang menuju ekosistem seimbang. Suksesi terjadi
sebagai akibat modifikasi lingkungan fisik dalam komunitas atau ekosistem. Tumbuhan
pertama yang tumbuh di habitat yang kosong disebut tanaman Pionir. Kehadiran kelompok
pionir ini akan menciptakan kondisi lingkungan tertentu yang memberikan kemungkinan
untuk hidup tumbuhan lainnya. Koloni tumbuhan pionir ini akan menghasilkan proses
pembentukan lapisan tanah, memecah batuan dengan akarnya dan membebaskan materi
organik ketika terjadi pelapukan dari tumbuhan yang mati. Proses akan berkembang sesuai
dengan perubahan waktu dan akan menciptakan komunitas tumbuhan yang semakin lama
semakin padat dan kompleks, mengarah pada pematangan bentuk komunitas tumbuhannya.

Jika habitat menjadi ekstrem tidak memenuhi syarat untuk tumbuhnya tanaman-
tanaman maka timbul tanaman dari komunitas berikutnya yang sesuai dengan lingkungan
yang baru, kemudian tanaman ini menjadi dominan. Setelah beberapa kali mengalami
pergantian semacam itu, suatu saat habitat akan terisi oleh spesies-spesies yang sesuai dan
mampu bereproduksi dengan baik. Sehingga proses ini mencapai komunitas klimaks yang
matang, dominan, dapat memelihara dirinya sendiri dan selanjutnya bila ada pergantian,
maka pergantian itu relatif sangat lambat. Clements (1974) membedakan 6 sub komponen
dalam proses suksesi yaitu: 1. Nudasi (terbukanya lahan, bersih dari vegetasi) ; 2. Migrasi
(tersebarnya biji) ; 3. Eksesis (proses perkecambahan, pertumbuhan dan reproduksi) ; 4.
Kompetisi (adanya pergantian spesies) ; 5. Reaksi (perubahan habitat karena aktivitas
spesies) ; 6. Klimaks (komunitas stabil).

Perubahan komunitas tumbuhan atau vegetasi yang di kemukakan atas dasar


menggambarkan bertambah kayanya suatu daerah oleh berbagai jenis tumbuhan yang hidup
di atasnya, proses perubahan ini di sebut suksesi progresif. Perubahan vegetasi dapat pula
mengarah pada penurunan jumlah jenis tumbuhan, penurunan kompleksitas struktur
komunitas tumbuhan. Hal ini terjadi biasanya akibat penurunan kadar zat hara dari tanah,
misalnya akibat degradasi habitat. Perubahan komunitas tumbuhan mengarah ke yang lebih
sederhana ini disebut suksesi retrogresif atau suksesi regresif.

Berdasarkan kondisi habitat pada awal proses suksesi, dibedakan menjadi dua macam
yaitu suksesi primer dan suksesi sekunder. Suksesi primer adalah suksesi yang terjadi belum
ada vegetasinya atau di daerah yang tadinya sudah ada vegetasi, kemudian terganggu,
sehingga daerah tersebut menjadi koson. Pada habitat tersebut tidak ada lagi organisme dan
komunitas asal yang tertinggal sehingga pada substrat yang baru ini akan berkembang suatu
komunitas yang baru pula. Suksesi sekunder adalah suksesi yang terjadi pada habitat yang
pernah ditumbuhi vegetasi kemudian mengalami gangguan, tetapi gangguan tersebut tidak
merusak total organisme sehingga dalam komunitas tersebut, substrat lama dan kehidupan
masih ada.

Daftar Pustaka

Frick, Heinz dan B. Suskiyanto. 2007. Dasar-dasar Arsitektur Ekologis. Yogyakarta:Kanisius


Tjhiaw, G. and T. S. Djohan. 2009. Suksesi Vegetasi Alami di Bekas Tambang Timah Pulau
Bangka. Jurnal Manusia dan Lingkungan. 16(1): 23-41