Anda di halaman 1dari 40

Mata kuliah

Jaringan Komputer

Nilai Presensi : 5%
Tugas : 15%
UTS : 40%
UAS : 40%

Materi Kuliah :
1. Definisi dan konsep dasar jaringan komputer
2. Model dan protokol komunikasi data untuk jaringan computer
3. Medium Transmisi
4. Topologi Jaringan
5. Protokol LAN
6. Protokol LAN lanjut
7. Wireless LAN
8. Protokol Internet
9. Pengalamatan IP
10. Pengaturan subnet lanjutan
11. Keamanan jaringan
12. Keamanan pada jaringan wireless
13. Studi kasus I konfigurasi dasar jaringan di windows
14. Studi kasus II konfigurasi dasar jaringan di linux

I. Definisi dan Konsep Dasar Jaringan Komputer


Definisi Jaringan Komputer :
Merupakan hubungan komunikasi kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya (biasa
disebut node) yang terhubung dalam satu kesatuan, dimana kumpulan komputer tersebut
dapat berbagai resource.

1
Kriteria Penting Sebuah Jaringan Komputer :
1. Unjuk kerja (performance).
Ditentukan oleh 5 macam faktor :
Jumlah pemakai (user).
Tipe media simpan yang digunakan
Perangkat keras (hardware)
Perangkat lunak (software)
Seberapa cepat data dapat melewati pada sebuah titik (throughput)
2. Kehandalan (reliability), pada dasarnya pemakai menginginkan frekuensi
kerusakan/kegagalan yang terendah.
3. Kemanan (security), pencegahan terhadap akses ilegal dan virus.
Tipe Jaringan Komputer Berdasarkan Luas Jangkauannya :
1. Workgroup
Merupakan jaringan yang menghubungkan sejumlah terbatas komputer dalam sebuah
ruangan yang dioperasikan secara mandiri.
2. Local Area Network (LAN)
Merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang
berukuran beberapa kilometer. Sering digunakan untuk menghubungkan komputer-
komputer pribadi dan workstation dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik untuk
memakai bersama berbagai sumber daya (resource) dan saling bertukar informasi.
3. Metropolitan Area Network (MAN)
Merupakan jaringan yang luas jangkauannya meliputi area dalam satu kota, biasanya
terbentuk oleh gabungan beberapa LAN.
4. Wide Area Network (WAN)
Merupakan jaringan yang luas jangkauannya meliputi antar kota atau antar negara,
terbentuk oleh dua atau lebih jaringan yang digabungkan melalui router dan
menggunakan media komunikasi publik.
5. Internet
Merupakan jaringan yang sangat komplek dan memiliki struktur dinamis, terbentuk
oleh banyak jaringan LAN dan WAN. Untuk dapat terhubung dengan
jaringan internet harus melalui sebuah Internet Service Provider (ISP).

2
Sasaran yang ingin dicapai dalam membangun suatu jaringan komputer :
1. Resource Sharing, dapat menggunakan sumberdaya yang ada secara bersama-sama.
2. Kehandalan/reliabilitas tinggi, dengan jaringan komputer kita akan mendapatkan
reliabilitas yang tinggi dengan memiliki sumber-sumber alternatif persediaan
3. Menghemat uang, komputer berukuran kecil mempunyai rasio harga/kinerja yang
lebih baik dibandingkan dengan komputer besar.
4. Kemanan data, jaringan komputer memberikan perlindungan terhadap data, dimana
keamanan data tersebut diberikan melalui pengaturan hak akses para pemakai dan
password dan teknik perlindungan terhadap harddisk sehingga data mendapatkan
perlindungan yang efektif.
5. Integritas data, proses data tidak harus dilakukan di komputer pusat saja tetapi dapat
dilakukan secara distribusi, karena hal inilah dapat dikatakan bahwa integritas data
dapat terbentuk sehingga pemakai dapat dengan mudah memperoleh informasi kapan
pun.
6. Komunikasi, memungkinkan terjadi komunikasi antara dua atau lebih pengguna yang
terlibat dalam suatu sistem yang jaraknya jauh.
7. Skalabilitas, memiliki kemampuan untuk meningkatkan kinerja system secara
berangsur-angsur sesuai dengan beban pekerjaan dengan hanya menambah sejumlah
prosesor.

II. Model dan Protokol Komunikasi Data untuk Jaringan Komputer


Model komunikasi data
Komponen dasar suatu sistem komunikasi adalah sebagai berikut :
1. Pesan (messange), merupakan data yang akan dikomunikasikan.
2. Pengirim (sender), merupakan bagian pengirim.
3. Penerima (receiver), merupakan bagian penerima.
4. Media (medium), merupakan media yang menghubungkan antara pengirim dan
penerima.
5. Protokol (protocol), merupakan himpunan aturan main yang mengatur komunikasi
data.

3
Model komunikasi data adalah model yang menunjukkan hubungan antar komponen
dasar sistem komunikasi, ditunjukkan pada diagram blok berikut ini.

Trans- Trans- Desti-


Source mitter mission Receiver nation
System

Source System Destination System

Protokol komunikasi data


Protokol (protocol), merupakan himpunan aturan main yang mengatur komunikasi data.
Secara umum protokol mendefiniskan 3 hal, yaitu :
1. Apa yang dikomunikasikan.
2. Bagaimana dikumunikasikan.
3. Kapan dikomunikasikan.
Sehingga secara umum juga terdapat 3 elemen kunci dalam protokol, yaitu :
1. Sintaks, merupakan struktur atau format data dimana dalam urutan tampilannya
memiliki makna tersendiri. Contohnya : protokol sederhana akan memiliki urutan
dalam delapan bit pertama berupa alamat pengirim, delapan bit kedua berupa alamat
penerima dan sisa bit berikutnya merupakan bit stream yang berisi informasi atau
datanya.
2. Semantik, mengacu pada arti atau maksud dari setiap section bit, atau bagaimana bit-
bit tersebut terpola untuk dapat diterjemahkan.
3. Waktu, berkaitan dengan kapan data harus dikirim dan seberapa cepat data tersebut
dikirim.
Secara umum fungsi protokol adalah menghubungkan dari sisi pengirim dengan penerima
dalam berkomunikasi dan bertukar informasi agar berjalan dengan baik dan benar serta
dengan tingkat kehandalan yang tinggi.

4
Open System Interconnection (OSI)
Untuk menyelenggarakan komunikasi dari berbagai macam vendor komputer diperlukan
sebuah aturan baku yang standar dan disetujui berbagai pihak. Dapat digambarkan seperti
halnya dua orang yang berlainan bangsa, maka untuk berkomunikasi memerlukan
penerjemah/interpreter atau satu bahasa yang dimengerti oleh kedua belah pihak. Dalam
dunia komputer dan telekomunikasi interpreter identik dengan protokol. Untuk itu maka
badan dunia yang menangani masalah standarisasi ISO (International Standardization
Organization) membuat aturan baku yang dikenal dengan nama model referensi OSI
(Open System Interconnection). Dengan demikian diharapkan semua vendor perangkat
telekomunikasi haruslah berpedoman dengan model referensi ini dalam mengembangkan
protokolnya.
Model referensi OSI secara konseptual terbagi ke dalam 7 lapisan dimana masing-masing
lapisan memiliki fungsi jaringan yang spesifik, seperti yang dijelaskan oleh gambar
dibawah ini. Model ini diciptakan berdasarkan sebuah proposal yang dibuat oleh the
International Standards Organization (ISO) sebagai langkah awal menuju standarisasi
protokol internasional yang digunakan pada berbagai layer . Model ini disebut ISO OSI
(Open System Interconnection) Reference Model karena model ini ditujukan bagi
pengkoneksian open system. Open System dapat diartikan sebagai suatu sistem yang
terbuka untuk berkomunikasi dengan sistem-sistem lainnya. Untuk ringkas-nya, kita akan
menyebut model tersebut sebagai model OSI saja.

5
Nama unit yang
Layer dipertukarkan
7 Application Application protocol Applicatio n APDU

Interface
6 Presentation Presentation protocol Presentatio n PPDU

Interface
5 Sessio n Sessio n protocol Sessio n SPDU

4 Transport Transport protocol Transport TPDU


Communication subnet boundary
Internet subnet protocol
3 Network Network Network Network Packet

2 Data Link Network Data Link Data Lin k Frame

1 Physical Physical Physical Physical Bit

Host A Router Router Host B


Network layer host-router protocol
Data Lin k layer host-router protocol
Physical la yer host-router protocol

Model Referensi OSI

Model OSI memiliki tujuh layer. Prinsip-prinsip yang digunakan bagi ketujuh layer
tersebut adalah :
1. Sebuah layer harus dibuat bila diperlukan tingkat abstraksi/pemisahan yang berbeda.
2. Setiap layer harus memiliki fungsi-fungsi tertentu.
3. Fungsi setiap layer harus dipilih dengan teliti sesuai dengan ketentuan standar protocol
internasional.
4. Batas-batas layer diusahakan agar meminimalkan aliran informasi yang melewati
interface.
5. Jumlah layer harus cukup banyak, sehingga fungsi-fungsi yang berbeda tidak perlu
disatukan dalam satu layer diluar keperluannya. Akan tetapi jumlah layer juga harus
diusahakan sesedikit mungkin sehingga arsitektur jaringan tidak menjadi sulit dipakai.
Di bawah ini kita membahas setiap layer pada model OSI secara berurutan, dimulai
dari layer terbawah. Perlu dicatat bahwa model OSI itu sendiri bukanlah merupakan
arsitektur jaringan, karena model ini tidak menjelaskan secara pasti layanan dan protokolnya
untuk digunakan pada setiap layernya. Model OSI hanya menjelaskan tentang apa yang harus
dikerjakan oleh sebuah layer. Akan tetapi ISO juga telah membuat standard untuk semua

6
layer, walaupun standard-standard ini bukan merupakan model referensi itu sendiri. Setiap
layer telah dinyatakan sebagai standard internasional yang terpisah.
a. Karakteristik Lapisan OSI
Ke tujuh lapisan dari model referensi OSI dapat dibagi ke dalam dua kategori, yaitu :
lapisan atas dan lapisan bawah.
Lapisan atas, berurusan dengan persoalan aplikasi dan pada umumnya
diimplementasi hanya pada software. Lapisan tertinggi (lapisan applikasi) adalah
lapisan penutup sebelum ke pengguna (user), keduanya, pengguna dan lapisan
aplikasi saling berinteraksi dalam suatu proses dengan software aplikasi yang berisi
sebuah komponen komunikasi.
Lapisan bawah, mengendalikan persoalan transport data. Lapisan fisik dan lapisan
data link diimplementasikan ke dalam hardware dan software. Lapisan-lapisan bawah
yang lain pada umumnya hanya diimplementasikan dalam software. Lapisan
terbawah, yaitu lapisan fisik adalah lapisan penutup bagi media jaringan fisik
(misalnya jaringan kabel), dan sebagai penanggung jawab bagi penempatan informasi
pada media jaringan.
Tabel berikut ini menampilkan pemisahan kedua lapisan tersebut pada lapisan-lapisan model
OSI.
Application
Presentation Application Lapisan Atas
Session
Transport
Network Data Transport Lapisan Bawah
Data Link
Physical
Pemisahan Lapisan atas dan Lapisan bawah pada model OSI

b. Lapisan-lapisan Model OSI


1. Physical Layer
Physical Layer berfungsi dalam pengiriman raw bit ke channel komunikasi. Masalah desain
yang harus diperhatikan disini adalah memastikan bahwa bila satu sisi mengirim data 1 bit,
data tersebut harus diterima oleh sisi lainnya sebagai 1 bit pula, dan bukan 0 bit. Pertanyaan
yang timbul dalam hal ini adalah : berapa volt yang perlu digunakan untuk menyatakan nilai
1? dan berapa volt pula yang diperlukan untuk angka 0?. Diperlukan berapa mikrosekon

7
suatu bit akan habis? Apakah transmisi dapat diproses secara simultan pada kedua arahnya?
Berapa jumlah pin yang dimiliki jaringan dan apa kegunaan masing-masing pin? Secara
umum masalah-masalah desain yang ditemukan di sini berhubungan secara mekanik, elektrik
dan interface prosedural, dan media fisik yang berada di bawah physical layer.
2. Data Link Layer
Data link layer adalah sebagai fasilitas transmisi raw data dan mentransformasi data tersebut
ke saluran yang bebas dari kesalahan transmisi. Sebelum diteruskan ke network layer, data
link layer melaksanakan tugas ini dengan memungkinkan pengirim memecah-mecah data
input menjadi sejumlah data frame (biasanya berjumlah ratusan atau ribuan byte). Kemudian
data link layer mentransmisikan frame tersebut secara berurutan, dan memproses
acknowledgement/balasan frame yang dikirim kembali oleh penerima. Karena physical layer
menerima dan mengirim aliran bit tanpa mengindahkan arti atau arsitektur frame, maka
tergantung pada data link layer-lah untuk membuat dan mengenali batas-batas frame itu. Hal
ini bisa dilakukan dengan cara membubuhkan bit khusus ke awal dan akhir frame. Bila
secara tanpa disengaja pola-pola bit ini ditemui pada data, maka diperlukan perhatian khusus
untuk menyakinkan bahwa pola tersebut tidak secara salah dianggap sebagai batas-batas
frame.
Terjadinya noise pada saluran dapat merusak frame. Dalam hal ini, perangkat lunak
data link layer pada mesin sumber dapat mengirim kembali frame yang rusak tersebut. Akan
tetapi transmisi frame yang sama, secara berulang-ulang bisa menimbulkan duplikasi frame.
Frame duplikat akan dikirim apabila acknowledgement frame dari penerima yang
dikembalikan ke pengirim telah hilang. Tergantung pada layer inilah untuk mengatasi
masalah-masalah yang disebabkan rusaknya, hilangnya dan duplikasi frame. Masalah-
masalah lainnya yang timbul pada data link layer (dan juga sebagian besar layer-layer di
atasnya) adalah mengusahakan kelancaran proses pengiriman data dari pengirim yang cepat
ke penerima yang lambat. Mekanisme pengaturan lalu-lintas data harus memungkinkan
pengirim mengetahui jumlah ruang buffer yang dimiliki penerima pada suatu saat tertentu.
Seringkali pengaturan aliran dan penanganan error ini dilakukan secara terintegrasi.
3. Network Layer
Network layer berfungsi untuk pengendalian operasi subnet. Masalah desain yang penting
adalah bagaimana caranya menentukan route pengiriman paket dari sumber ke tujuannya.

8
Route dapat didasarkan pada table statik yang dihubungkan ke network. Terakhir, route
dapat juga sangat dinamik, dapat berbeda bagi setiap paketnya. Oleh karena itu, route
pengiriman sebuah paket tergantung beban jaringan saat itu.
Bila pada saat yang sama dalam sebuah subnet terdapat terlalu banyak paket, maka
ada kemungkinan paket-paket tersebut tiba pada saat yang bersamaan. Hal ini dapat
menyebabkan terjadinya bottleneck. Pengendalian kemacetan seperti itu juga merupakan
tugas network layer.
Karena operator subnet mengharap bayaran yang baik atas tugas pekerjaannya.
seringkali terdapat beberapa fungsi accounting yang dibuat pada network layer. Untuk
membuat informasi tagihan, setidaknya software mesti menghitung jumlah paket atau
karakter atau bit yang dikirimkan oleh setiap pelanggannya. Accounting menjadi lebih rumit,
bilamana sebuah paket melintasi batas negara yang memiliki tarip yang berbeda.
Perpindahan paket dari satu jaringan ke jaringan lainnya juga dapat menimbulkan
masalah yang tidak sedikit. Cara pengalamatan yang digunakan oleh sebuah jaringan dapat
berbeda dengan cara yang dipakai oleh jaringan lainnya. Suatu jaringan mungkin tidak dapat
menerima paket sama sekali karena ukuran paket yang terlalu besar. Protokolnyapun bisa
berbeda pula, demikian juga dengan yang lainnya. Network layer telah mendapat tugas untuk
mengatasi semua masalah seperti ini, sehingga memungkinkan jaringan-jaringan yang
berbeda untuk saling terinterkoneksi.
4. Transport Layer
Fungsi dasar transport layer adalah menerima data dari session layer, memecah data
menjadi bagian-bagian yang lebih kecil bila perlu, meneruskan data ke network layer, dan
menjamin bahwa semua potongan data tersebut bisa tiba di sisi lainnya dengan benar. Selain
itu, semua hal tersebut harus dilaksanakan secara efisien, dan bertujuan dapat melindungi
layer-layer bagian atas dari perubahan teknologi hardware yang tidak dapat dihindari.
Transport layer juga menentukan jenis layanan untuk session layer, dan pada
gilirannya jenis layanan bagi para pengguna jaringan. Jenis transport layer yang paling
populer adalah saluran error-free point to point yang meneruskan pesan atau byte sesuai
dengan urutan pengirimannya. Akan tetapi, terdapat pula jenis layanan transport lainnya.
Layanan tersebut adalah transport pesan terisolasi yang tidak menjamin urutan pengiriman,

9
dan membroadcast pesan-pesan ke sejumlah tujuan. Jenis layanan ditentukan pada saat
koneksi dimulai.
Transport layer merupakan layer end to end sebenarnya, dari sumber ke tujuan.
Dengan kata lain, sebuah program pada mesin sumber membawa percakapan dengan
program yang sama dengan pada mesin yang dituju.
5. Session Layer
Session layer mengijinkan para pengguna untuk menetapkan session dengan
pengguna lainnya. Sebuah session selain memungkinkan transport data biasa, seperti yang
dilakukan oleh transport layer, juga menyediakan layanan yang istimewa untuk aplikasi-
aplikasi tertentu. Sebuah session digunakan untuk memungkinkan seseorang pengguna log ke
remote timesharing system atau untuk memindahkan file dari satu mesin kemesin lainnya.
Sebuah layanan session layer adalah untuk melaksanakan pengendalian dialog.
Session dapat memungkinkan lalu lintas bergerak dalam bentuk dua arah pada suatu saat,
atau hanya satu arah saja. Jika pada satu saat lalu lintas hanya satu arah saja (analog dengan
rel kereta api tunggal), session layer membantu untuk menentukan giliran yang berhak
menggunakan saluran pada suatu saat.
Layanan session di atas disebut manajemen token. Untuk sebagian protokol, adalah
penting untuk memastikan bahwa kedua pihak yang bersangkutan tidak melakukan operasi
pada saat yang sama. Untuk mengatur aktivitas ini, session layer menyediakan token-token
yang dapat digilirkan. Hanya pihak yang memegang token yang diijinkan melakukan operasi
kritis.
Layanan session lainnya adalah sinkronisasi. Ambil contoh yang dapat terjadi ketika
mencoba transfer file yang berdurasi 2 jam dari mesin yang satu ke mesin lainnya dengan
kemungkinan mempunyai selang waktu 1 jam antara dua crash yang dapat terjadi. Setelah
masing-masing transfer dibatalkan, seluruh transfer mungkin perlu diulangi lagi dari awal,
dan mungkin saja mengalami kegagalan lain. Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya
masalah ini, session layer dapat menyisipkan tanda tertentu ke aliran data. Karena itu bila
terjadi crash, hanya data yang berada sesudah tanda tersebut yang akan ditransfer ulang.
6. Pressentation Layer
Pressentation layer melakukan fungsi-fungsi tertentu yang diminta untuk menjamin
penemuan sebuah penyelesaian umum bagi masalah tertentu. Pressentation Layer tidak

10
mengijinkan pengguna untuk menyelesaikan sendiri suatu masalah. Tidak seperti layer-layer
di bawahnya yang hanya melakukan pemindahan bit dari satu tempat ke tempat lainnya,
presentation layer memperhatikan syntax dan semantik informasi yang dikirimkan.
Satu contoh layanan pressentation adalah encoding data. Kebanyakan pengguna tidak
memindahkan string bit biner yang random. Para pengguna saling bertukar data seperti :
nama orang, tanggal, jumlah uang, dan tagihan. Item-item tersebut dinyatakan dalam bentuk
string karakter, bilangan interger, bilangan floating point, struktur data yang dibentuk dari
beberapa item yang lebih sederhana. Terdapat perbedaan antara satu komputer dengan
komputer lainnya dalam memberi kode untuk menyatakan string karakter (misalnya, ASCII
dan Unicode), integer (misalnya komplemen satu dan komplemen dua), dan sebagainya.
Untuk memungkinkan dua buah komputer yang memiliki presentation yang berbeda untuk
dapat berkomunikasi, struktur data yang akan dipertukarkan dapat dinyatakan dengan cara
abstrak, sesuai dengan encoding standard yang akan digunakan pada saluran.
7. Application Layer
Sesuai namanya Application layer ini menjembatani interaksi antara manusia dengan
perangkat lunak/software aplikasi. Layer ini bertanggung jawab memberikan layanan-
layanan aplikasi bagi para pemakai akhir (end user), missalnya : aplikasi FTP atau SMTP
(email)
Transmisi Data Pada Model OSI
Gambar dibawah ini menjelaskan sebuah contoh tentang bagaimana data dapat
ditransmisikan dengan menggunakan model OSI. Proses pengiriman memiliki data yang
akan dikirimkan ke proses penerima. Proses pengirim menyerahkan data ke application layer,
yang kemudian menambahkan aplication header (AH) yang mungkin juga kosong, ke ujung
depannya dan menyerahkan hasilnya ke presentation layer.
Pressentation layer dapat membentuk data ini dalam berbagai cara dan mungkin saja
menambahkan sebuah header di ujung depannya, yang diberikan ke session layer. Penting
untuk diingat bahwa presentation layer tidak menyadari tentang bagian data yang mana yang
diberi tanda AH oleh application layer yang merupakan data pengguna yang sebenarnya.
Proses pemberian header ini berulang terus sampai data tersebut mencapai physical
layer, dimana data akan ditransmisikan ke mesin lainnya. Pada mesin tersebut, semua header
tadi dicopoti satu per satu sampai mencapai proses penerimaan.

11
Proses Proses
Pengiriman Penerimaan
Data

Application Application protocol Application


AH Data
Layer Layer

Presentation Presentation protocol Presentation


PH Data
Layer Layer

Session Session protocol Session


SH Data
Layer Layer

Transport Transport Transport


protocol TH Data
Layer Layer
Network
Network Network
protocol NH Data
Layer Layer

Data Link Data Link


DH Data DT
Layer Layer

Physical Physical
Bits
Layer Layer

Path transmisi data sebenarnya

Contoh tentang bagaimana model OSI digunakan

Yang menjadi kunci di sini adalah bahwa walaupun transmisi data aktual berbentuk
vertikal seperti pada gambar diatas, setiap layer diprogram seolah-olah sebagai transmisi
yang bersangkutan berlangsung secara horizontal. Misalnya, saat transport layer pengiriman
mendapatkan pesan dari session layer, maka transport layer akan membubuhkan header
transport layer dan mengirimkannya ke transport layer penerima.

Protokol TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol)


Merupakan sekelompok protokol yang mengatur komunikasi data komputer di internet.

12
Keterangan :
1. Physical dan Data Link Layer
Pada lapisan ini TCP/IP tidak mendefinisikan protokol yang spesifik. Artinya TCP/IP
mendukung semua standar dan proprietary protokol lain.
2. Network Layer
Pada lapisan ini TCP/IP mendukung IP dan didukung oleh protokol lain yaitu RARP,
ICMP, ARP dan IGMP.
Internetworking Protocol (IP)
Adalah mekanisme transmisi yang digunakan oleh TCP/IP. IP mentransportasikan
data dalam paket-paket yang disebut datagram.
Address Resolution Protocol (ARP)
ARP digunakan untuk menyesuaikan alamat IP dengan alamatfisik (Physical
address).
Reverse Address Resolution Protocol (RARP)
RARP membolehkan host menemukan alamat IP nya jika dia sudah tahu alamat
fisiknya. Ini berlaku pada saat host baru terkoneksi ke jaringan.

13
Internet Control Message Protocol (ICMP)
ICMP adalah suatu mekanisme yang digunakan oleh sejumlah host dan gateway
untuk mengirim notifikasi datagram yang mengalami masalah kepada host pengirim.
Internet Group Message Protocol (IGMP)
IGMP digunakan untuk memfasilitasi transmisi message yang simultan kepada
kelompok/group penerima.
3. Transport Layer
User Datagram Protocol (UDP)
UDP adalah protokol process-to-process yang menambahkan hanya alamat port,
check-sum error control, dan panjang informasi data dari lapisan di atasnya.
Transmission Control Protocol (TCP)
TCP menyediakan layanan penuh lapisan transpor untuk aplikasi. TCP juga dikatakan
protocol transpor untuk stream yang reliabel. Dalam konteks ini artinya TCP
bermakna connectionoriented, dengan kata lain: koneksi end-to-end harus dibangun
dulu di kedua ujung terminal sebelum kedua ujung terminal mengirimkan data.
4. Application Layer
Application Layer dalam TCP/IP adalah kombinasi lapisan-lapisan session, presentation
dan application pada OSI.
Simple Mail Transfer Protocol (SMTP)
Protokol untuk pertukaran mail.
Simple Network Management Protocol (SNMP)
Protokol untuk manajemen jaringan.
Remote Procedure Call (RPC)
Prosedur pemanggilan jarak jauh.
File Transfer Protocol (FTP)
Protokol untuk transfer file.
Trivial FTP (TFTP)
Protokol untuk transfer file.
Telnet
Protokol untuk akses dari jarak jauh.
Domain Name Server (DNS).

14
Database nama domain mesin dan nomer IP.
Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP)
Protokol untuk distribusi IP pada jaringan dengan jumlah IP yang terbatas.
Hyper Text Transfer Protocol (HTTP)
Protokol untuk transfer file HTML dan Web.
Post Office Protocol (POP)
Protokol untuk mengambil mail dari server.
Hal-hal yang perlu diketahui dalam hubungannya dengan protocol TCP/IP :
Komputer-komputer yang terhubung ke internet berkomunikasi dengan protokol TCP/IP,
karena menggunakan bahasa yang sama perbedaan jenis komputer dan sistem operasi
tidak menjadi masalah. Misalnya : komputer PC dengan sistem operasi Windows dapat
berkomunikasi dengan komputer dengan system operasi Linux atau Macintosh.
Sebuah komputer yang menggunakan protokol TCP/IP dan terhubung langsung ke
internet, maka komputer tersebut dapat berhubungan dengan komputer di belahan dunia
mana pun yang juga terhubung ke internet.
Berasal dari proyek DARPA (development of Defense Advanced Research Project
Agency) ditahun 1970-an yang dikenal dengan nama ARPANET.
TCP/IP sendiri sebenarnya merupakan suite dari gabungan beberapa protokol. Di
dalamnya terdapat protokol TCP, IP, SMTP, POP, dan sebagainya.

TCP
Hal-hal yang perlu diperhatikan tentang TCP (Transmission Control Protokol ) :
Melakukan transmisi data per segmen, artinya paket data dipecah dalam jumlah yang
sesuai dengan besaran paket, kemudian dikirim satu persatu hingga selesai.
Komputer yang menerima paket tersebut harus mengirim balik sebuah sinyal
ACKnowledge dalam satu periode yang ditentukan. Jika pada waktunya sang penerima
paket belum juga memberikan ACK, maka terjadi time out yang menandakan
pegiriman paket gagal dan harus diulang kembali.
TCP PORT
Port merupakan pintu masuk datagram dan paket data. Port data dibuat mulai dari 0
sampai dengan 65.536.

15
Port 0 sampai dengan 1024 disediakan untuk layanan standar, seperti FTP, TELNET,
Mail, Web dan lainnya, port ini lebih dikenal dengan nama well known port.
Dapat dilihat contoh port pada table dibawah.:
No Port Keterangan
21 FTP
110 POP3
23 Telnet
25 SMTP
80 HTTP/ Web

Internet Protokol ( IP )
Internet protocol menggunakan IP address sebagai identitas. Pengiriman data akan
dibungkus dalam paket dengan label berupa IP address si pengirim dan IP-address
penerima. Jika IP penerima melihat pengiriman paket tersebut dengan identitas IP address
yang sesuai, maka datagram tersebut akan diambil dan disalurkan ke TCP melalui port,
dimana aplikasi menunggunya.
IP address terbagi dua ( 2 ) bagian, yaitu : Network ID ( identitas jaringan ) dan HOST
ID ( identitas komputer ).

Mengkonfigurasi TCP/IP
Implementasi TCP/IP pada suatu sistem operasi meliputi protokol standar TCP/IP,
kompatible dengan TCP/IP berbasis jaringan. Protokol standar TCP/IP termasuk:
1. Internet Protocol,
2. Transmission Control Protocol (TCP),
3. Internet Control Message Protocol (ICMP),
4. Address Resolusion Protocol (ARP),
5. User Datagram Protocol (UDP).
TCP/IP harus dikonfigurasikan dahulu agar bisa berkomunikasi di dalam jaringan
komputer. Setiap kartu jaringan komputer yang telah diinstall memerlukan IP address dan
subnet mask. IP address harus unik (berbeda dengan komputer lain), subnet mask digunakan
untuk membedakan network ID dari host ID.

16
Alamat Broadcast
Sebuah Address khusus didefinisikan dalam TCP/IP sebagai alamat BroadCast, yaitu alamat
yang dapat dikirim kesemua jaringan sebagai upaya broadcasting.
Broadcasting IP diperlukan untuk :
Memberikan informasi kepada jaringan, bahwa layanan tertentu exist.
Mencari informasi dijaringan

Subnet Mask
Setiap jaringan TCP/IP memerlukan nilai subnet yang dikenal sebagai subnet mask atau address mask.
Nilai subnet mask memisahkan network id dengan host id. Dapat dilihat pada table dibawah ini :
CLASS Subnet Mask
A 255.0.0.0
B 255.255.0.0
C 255.255.255.0
Subnet mask diperlukan oleh TCP/IP untuk menentukan, apakah jaringan yang dimaksud adalah jaringan
local atau non local. Untuk jaringan non local berarti harus mentransmisi paket data melalui sebuah router.
Dengan demikian diperlukan address mask untuk menyaring ( filter ) IP address dan paket data yang
keluar masuk jaringan tersebut.

Tutorial : TCP/IP
Sebelum TCP/IP digunakan, tentukan lebih dahulu IP-address dan subnet yang akan
digunakan. Jika pada suatu jaringan disertakan dengan IP-address yang berbeda jaringan,
maka komputer tersebut tidak dapat berkomunikasi dengan jaringan yang sudah ada.
Untuk menghubungkan 2 jaringan yang berbeda inilah dibutuhkan alat bantu yang
disebut dengan ROUTER.
Router dapat berbentuk mesin Windows NT, UNIX, atau real router seperti CISCO.
Router ini mempunyai 2 IP yang berbeda atau lebih, sesuai dengan jaringan yang
dihubungkannya.
Router pada konfigurasi TCP/IP disebut sebagai GATEWAY, yaitu pintu untuk mencapai
jaringan diluar jaringan local.

17
Testing TCP/IP
Lakukan Testing dengan intruksi Ipconfig :
Perintah IPConfig digunakan untuk melihat indikasi pada konfigurasi IP yang terpasang
pada komputer kita, dari gambar diatas kita dapat melihat beberapa informasi penting
setelah kita menjalankan perintah IPConfig pada jendela command prompt dikomputer
kita, misalnya adalah kita bisa melihat Host Name, primary DNS jaringan, physical
Address dan sebagainya. Harus diingat bahwa perintah ini dapat dijalankan dengan baik
apabila telah terpasang Network Card di komputer anda. Ipconfig menampilkan
informasi berdasarkan Network Card yang terpasang.
Untuk mendeteksi apakah hubungan komputer dengan jaringan sudah berjalan dengan
baik, utilitas ping dapat digunakan untuk mengecek apakah jaringan kita sudah bisa
berfungsi dan terhubung dengan baik.

III. Topologi Jaringan


Topologi merupakan suatu pola hubungan antara terminal dalam jaringan komputer.
Pola ini sangat erat kaitannya dengan metode access dan media pengiriman yang digunakan.
Topologi yang ada sangatlah tergantung dengan letak dari masing-masing terminal, kualitas
kontrol yang dibutuhkan dalam komunikasi ataupun penyampaian pesan, serta kecepatan dari
pengiriman data.
Topologi jaringan menjelaskan struktur dari suatu jaringan komputer. Satu bagian dari
definisi topologi adalah physical topology, dimana merupakan suatu layout aktual dari kabel.
atau media. Bagian lainnya adalah logical topology, yang menjelaskan bagaimana host-host
mengakses media untuk mengirim data.
Topologi-topologi physical yang biasanya digunakan adalah dibawah ini :
1. Topologi Titik ke-Titik (Point to Point) :
Jaringan kerja titik ke titik merupakan jaringan kerja yang paling sederhana tetapi
dapat digunakan secara luas. Begitu sederhananya jaringan ini, sehingga seringkali
tidak dianggap sebagai suatu jaringan tetapi hanya merupakan komunikasi biasa.

18
2. Topologi bus :
Menggunakan satu backbone tunggal yang diterminasikan pada kedua ujungnya
dimana semua host terhubung langsung ke backbone ini.
Cocok digunakan untuk daerah yang tidak terlalu luas.
Setiap komputer (setiap simpul) akan dihubungkan dengan sebuah kabel
komunikasi melalui sebuah interface.
Setiap komputer dapat berkomunikasi langsung dengan komputer ataupun
peralatan lainnya yang terdapat didalam network dan mempunyai kedudukan
yang sama.
Dapat melakukan tugas-tugas dan operasi yang berbeda.
Jaringan tidak tergantung kepada komputer yang ada dipusat, sehingga bila salah
satu peralatan atau salah satu simpul mengalami kerusakan, sistem tetap dapat
beroperasi.

3. Topologi cicin (ring) :

19
Menghubungkan satu host ke selanjutnya dan host terakhir ke host pertama
sehingga membentuk suatu ring physical pada kabel.
Jaringan cincin tidak memiliki suatu titik yang bertindak sebagai pusat ataupun
pengatur lalu lintas data, semua simpul mempunyai tingkatan yang sama.
Data yang dikirim akan berjalan melewati beberapa simpul sehingga sampai pada
simpul yang dituju.
Dalam menyampaikan data, jaringan bisa bergerak dalam satu ataupun dua arah,
namun demikian data yang ada tetap bergerak satu arah dalam satu saat. Misalnya
: pesan yang ada akan disampaikan dari titik ke titik lainnya dalam satu arah, bila
ditemui kegagalan, misalnya terdapat kerusakan pada peralatan yang ada, maka
data yang ada akan dikirim dengan cara kedua, yaitu pesan kemudian
ditransmisikan dalam arah yang berlawanan, dan pada akhirnya bisa berakhir
pada tempat yang dituju.
Konfigurasi semacam ini relative lebih mahal apabila dibanding dengan
konfigurasi jaringan bintang, karena setiap simpul yang ada akan bertindak
sebagai komputer yang akan mengatasi setiap aplikasi yang dihadapinya, serta
harus mampu membagi sumber daya yang dimilikinya pada jaringan yang ada.
Sistem ini lebih sesuai digunakan untuk sistem yang tidak terpusat (decentralized-
system), dimana tidak diperlukan adanya suatu prioritas tertentu.

4. Topologi bintang (star) :


Dalam konfigurasi ini beberapa peralatan yang ada akan dihubungkan kedalam
satu pusat komputer.
Kontrol yang ada akan dipusatkan pada satu titik, seperti misalnya mengatur
beban kerja serta pengaturan sumber daya yang ada.

20
Semua link harus berhubungan dengan pusat apabila ingin menyalurkan data
kesimpul lainnya yang dituju sehingga jika pusat mengalami gangguan, maka
semua terminal juga akan terganggu.
Model jaringan bintang ini banyak digunakan oleh pihak per-bank-kan yang biasanya
mempunyai banyak kantor cabang yang tersebar dipelbagai lokasi. Dengan adanya
konfigurasi bintang ini, maka segala macam kegiatan yang ada di-kantor cabang
dapatlah dikontrol dan dikoordinasikan dengan baik. Disamping itu, dunia pendidikan
juga banyak memanfaatkan jaringan bintang ini guna mengontrol kegiatan anak didik
mereka.

5. Topologi pohon (tree) :


Topologi ini mirip dengan topologi star yang ditambahkan dengan
menghubungkan topologi star lainnya.
Berbentuk seperti pohon bercabang yang terdiri dari komputer induk yang
dihubungkan dengan simpul/node lain secara berjenjang, dimana jenjang yang
lebih tinggi berfungsi sebagai pengatur kerja jenjang dibawahnya.
Keungguluan jaringan model pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya suatu
kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat
membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok
lain dibentuk untuk terminal penjualan.
Kelemahannya adalah apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi,
maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak
efektif.

21
6. Topologi berantakan (mesh) :
Merupakan bentuk topologi yang masing-masing simpul/node dalam jaringan dapat
saling berhubungan dengan node lainnya melalui beberapa link.
Suatu bentuk web network dengan n node, akan menggunakan link sebanyak n(n-
1)/2.
Tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan meningkatnya jumlah node terpasang,
sehingga kurang ekonomis dan juga relatif mahal dalam pengoperasiannya.

IV. Piranti-Piranti Jaringan Komputer.


o Workstation
Merupakan node atau host yang berupa suatu sistem komputer, dimana sistem
komputer ini dapat berupa PC atau dapat pula berupa suatu komputer yang
besar seperti sistem minicomputer, bahkan suatu mainframe.

22
Dapat bekerja sendiri (stand-alone), dapat pula menggunakan jaringan untuk
bertukar data dengan workstation atau user yang lain.
o Server
Perangkat keras (hardware) yang berfungsi untuk melayani jaringan dan
workstation yang terhubung pada jaringan tersebut.
Umumnya sumber daya (resources) seperti printer, disk, dan sebagainya yang
hendak digunakan secara bersama oleh para pemakai di workstation berada
dan bekerja pada server.
Berdasarkan jenis pelayanannya dikenal disk server, file server, print server, dan
suatu server juga dapat mempunyai beberapa fungsi pelayanan sekaligus.
2. Network Interface Card (NIC)
Suatu workstation tidak dihubungkan secara langsung dengan kabel jaringan
ataupun tranceiver cable, tetapi melalui suatu rangkaian elektronika yang
dirancang khusus untuk menangani network protocol yang dikenal dengan
Network Interface Card (NIC).
Peralatan yang memungkinkan terjadinya hubungan antara network dengan
komputer workstation atau network dengan komputer server.

3. Bandwidth
Menunjukan kapasitas dalam membawa informasi.
Istilah ini dapat digunakan dalam banyak hal: telepon, jaringan kabel, bus,
sinyal frekuensi radio, dan monitor.
Sering digunakan ukuran bit per second (bps).
4. Repeater
Pada OSI, bekerja pada lapisan Physical
Meneruskan dan memperkuat sinyal
Banyak digunakan pada topologi Bus
Penggunaannya mudah dan harga yang relatif murah
Tidak memiliki pengetahuan tentang alamat tujuan sehingga penyampaian
data secara broadcast

23
Hanya memiliki satu domain collision sehingga bila salah satu port sibuk maka
port-port yang lain harus menunggu.
5. Hub
Bekerja pada lapisan Physical
Meneruskan sinyal
Tidak memiliki pengetahuan tentang alamat tujuan
Penggunaannya relatif mudah dan harga yang terjangkau
Hanya memiliki satu buah domain collision
6. Switch
Bekerja di lapisan Data Link
Setiap port didalam swith memiliki domain collision sendiri-sendiri.
Memiliki tabel penterjemah pusat yang memiliki daftar penterjemah untuk
semua port.
Memungkinkan transmisi secara full duflex (dua arah)
7. Bridge
Bekerja di lapisan Data Link
Telah menggunakan alamat-alamat untuk meneruskan data ke tujuannya
Secara otomatis membuat tabel penterjemah untuk diterima masing-masing
port
8. Gateway
Merujuk kepada hardware atau software yang menjembatani dua aplikasi atau
jaringan yang tidak kompatibel, sehingga data dapat ditransfer antar komputer
yang berbeda-beda.
9. Router
Router berfungsi menyaring atau memfilter lalu lintas data.
Menentukan dan memilih jalur alternatif yang akan dilalui oleh data.
Menghubungkan antar jaringan LAN, bahkan dengan WAN
10. DNS (domain name sistem)
Sistem yang menerjemahkan domain Internet, seperti www.microsoft.com
menjadi alamat Internet, yaitu serangkaian nomor yang terlihat seperti
101.232.12.5.

24
11. Backbone
Saluran atau koneksi berkecepatan tinggi yang menjadi lintasan utama dalam
sebuah jaringan.
12. Link (hubungan)
Workstation dan server tidak dapat berfungsi apabila peralatan tersebut secara
fisik tidak terhubung. Hubungan tersebut dalam LAN dikenal sebagai media
transmisi yang umumnya berupa kabel. Adapun beberapa contoh dari link adalah:
Kabel Twisted Pair
o Kabel ini terbagi dua, yaitu Shielded Twisted Pair (STP) dan Unshielded
Twisted Pair (UTP).
o Lebih banyak dikenal karena merupakan kabel telpon
o Relatif murah
o Jarak yang pendek
o Mudah terpengaruh oleh gangguan
o Untuk menghubungkan dengan peralatan diperlukan konektor RJ-45.
o Kecepatan data yang dapat didukung terbatas sehingga kurang cocok untuk
transmisi kecepatan tinggi.

25
Kabel Coaxial, sering disebut BNC (Bayone-Neill-Concelman)
o Umumnya digunakan pada antenna televisi
o Jarak yang relatif lebih jauh
o Kecepatan pengiriman data lebih tinggi di banding Twisted Pair.
o Harga yang relatif tidak mahal
o Ukurannya lebih besar dari Twisted Pair.
o Untuk menghubungkan dengan peralatan diperlukan konektor BNC.
o Mempunyai 2 penghantar di dalam kabel : penghantar dalam yang berupa kawat
padat dan penghantar luar yang berbentuk serabut.

Kabel Fiber Optic


o Jarak yang jauh
o Kecepatan data yang tinggi.
o Ukuran yang relatif kecil
o Sulit dipengaruhi gangguan
o Harga yang relatif masih mahal
o Instalasi yang relatif sulit

26
V. Protokol LAN
Suatu standar LAN telah ditetapkan di IEEE Amerika Serikat. Standar-standar tersebut
adalah sebagai berikut
1. IEEE 802.1 merupakan perkenalan terhadap keluarga 802 yang berurusan
dengan relasi di dalam keluarga dan relasi mereka dengan model OSI.
2. IEEE 802.2 mengambarkan fungsi dan protocol pada kendali sambungan
logika yang biasa digunakan pada semua media (menjelaskan bagian atas dari
data link layer).
3. IEEE 802.3 mendefinisikan system akses bus CSMA/CD(Carrier Sense
Multiple Access / Collision Detection).
4. IEEE 802.4 mendefinisikan metoda akses bus tokenpassing.
5. IEEE 802.5 mendefinisikan metoda akses cicin tokenpassing.
6. IEEE 802.6 berurusan dengan jaringan metropolitan (MAN) yang
menyediakan komunikasi data, ucapan dan gambar di antara dua tempat
dalam suatu area geografis yang relatif kecil seperti sebuah kota.
7. IEEE 802.11 yang mengatur tentang Wireless LAN.
VI. Pengantar Alamat IP
Hal-hal yang perlu diketahui dalam hubungannya dengan alamat IP :
1. Peralatan-peralatan yang ada dalam sistem jaringan berbasis TCP/lP dikenali dengan
alamat IP (internet protocol).
2. Peralatan jaringan seperti komputer, print server, switch atau alat lain harus mempunyai
alamat IP tertentu supaya dapat dikenali dalam jaringan.
3. Alamat IP ini merupakan alamat yang melekat pada kartu jaringan, perlu dipahami karena
sangat dimungkinkan untuk satu peralatan semacam komputer dapat mempunyai lebih

27
dari satu kartu jaringan sehingga untuk satu peralatan dimungkinkan untuk mempunyai
beberapa alamat IP bahkan untuk satu kartu jaringan dapat diberi lebih dari satu alamat
IP.
4. Biasanya untuk satu peralatan hanya mempunyai satu kartu jaringan umumnya orang
memahami alamat IP sebagai alamat yang melekat pada peralatan.
5. Alamat IP merupakan bilangan biner 32 bit yang terbagi menjadi empat kelompok
sehingga masing-masing kelompok terdiri dari bilangan biner 8 bit. Ini merupakan
implementasi alamat IP yang disebut IPv4, sebagai contoh:
11000000.10101000.01100100.01100111.
6. Kebanyakan orang tidak terbiasa menggunakan bilangan biner mereka lebih terbiasa
dengan bilangan desimal sehingga untuk memudahkan pembacaan orang mengenai
alamat IP di atas sebagai : 192.168. 100. 103
7. Masing-masing kelompok bit biner terdiri dari 8 bit, sehingga jika diubah menjadi
bilangan desimal, maka bilangan yang mungkin adalah dari 0 (biner = 00000000) sampai
255 (biner = 11111111 ) yaitu ada 256 bilangan desimal.
Alamat Jaringan, Host, Broadcast
1. Alamat IP dapat dilihat sebagai 2 bagian kelompok bilangan. Bagian pertama sebagai
bagian jaringan dan bagian kedua sebagai bagian host.
2. Bagian jaringan, akan menentukan alamat jaringan peralatan tersebut. Alamat jaringan
adalah alamat IP yang mana bit bilangan bagian host semuanya dibuat menjadi 0.
Alamat jaringan akan menentukan lokasi peralatan dalam sistem jaringan, apakah ada
pada lokasi yang sama atau tidak. Bagian jaringan akan menentukan alamat jaringan.
3. Bagian host, menentukan nomor host atau kartu jaringan untuk peralatan jaringan yang
dimaksud. Bagian host akan menentukan alamat host.
4. Selain alamat jaringan dan alamat host, juga dapat diambil pengertian tentang alamat
broadcast. Alamat broadcast adalah alamat IP yang mana semua bit bilangan bagian
host dibuat menjadi 1. Alamat broadcast digunakan untuk berbicara secara simultan
kepada semua peralatan dalam suatu jaringan.
Perhatikan contoh berikut :
11000000.10101000.01100100.01100111 = 192.168.100.103
jika yang dicetak tebal adalah bagian host, maka alamat jaringannya
11000000.10101000.01100100.00000000 = 192 168.100.0

28
dan alamat broadcastnya
11000000.10101000.01100100.11111111 = 192.168.100.255

Contoh berikut ini nantinya berhubungan dengan subnetwork


11000000.10101000.01100100.01100111 = 192.168.100.103
jika yang dicetak tebal adalah bagian host, maka alamat jaringannya
11000000.10101000.01100100.01100000 = 192.168.100.96
dan alamat broadcastnya
11000000.10101000.01100100.01111111 = 192.168.100.127

Kelas Pada Alamat IP


Pada awalnya, untuk menentukan bagian jaringan dan bagian host suatu alamat IP digunakan
pengelompokan alamat IP menjadi kelas-kelas. Dalam hal ini alamat IP dikelompokkan
menjadi 5 kelas. Pengelompokan ini didasarkan pada nilai kelompok bit paling kiri dari
alamat IP.
Cara pembagian kelas alamat IP adalah sebagai berikut.
0xxxxxxx.--------. --------.-------- : kelas A
10xxxxxx.--------. --------.-------- : kelas B
110xxxxx.--------. --------.-------- : kelas C
1110xxxx.--------. --------.-------- : kelas D
11110xxx.--------. --------.-------- : kelas E

Keterangan:
Alamat IP kelas A adalah alamat IP yang mana bit pertama dari kelompok 8 bit paling
kiri bernilai 0.
Alamat IP kelas B adalah alamat IP yang mana 2 bit pertama dari kelompok 8 bit paling
kiri bernilai 10.
Alamat IP kelas C adalah alamat IP yang mana tiga bit pertama dari kelompok 8 bit
paling kiri bernilai 110
Alamat IP kelas D adalah alamat IP yang mana empat bit pertama dari kelompok 8 bit
paling kiri bemilai 1110
Alamat IP kelas E adalah alamat IP yang mana lima bit pertama dari kelompok 8 bit
paling kiri bernilai 11110

Pada alamat IP kelas A :


1. Bagian pertama (8 bit) dari empat kelompok bit merupakan bagian jaringan, sedangkan
tiga bagian berikutnya (24 bit) merupakan bagian host.
2. Karena pada alamat IP kelas A ditentukan bahwa bit pertama adalah 0, maka nilai pada
kelompok bit pertama hanya ditentukan oleh 7 bit mulai dari 00000000 (desimal = 0)
sampai 01111111 (desimal = 127).
3. Perlu diketahui bahwa alamat jaringan 0.0.0.0 dipakai untuk default route, sedangkan

29
alamat jaringan 127.0.0.0 dipakai untuk alamat loopback. Dengan demikian jumlah
alamat jaringan dalam alamat IP kelas A adalah 27 - 2 = 126 buah.
4. Karena 8 bit pertama sudah digunakan untuk menentukan alamat jaringan, alamat IP
kelas A menyisakan 24 bit untuk menentukan alamat host. Dengan demikian jumlah
alamat host yang mungkin tiap jaringan adalah 224 - 2 = 16777214 buah. Mengapa
dikurangi 2 ? Hal ini disebabkan alamat IP x.0.0.0 sudah dipakai untuk alamat jaringan
dan alamat IP x.255.255.255 digunakan untuk alamat broadcast.
Pada alamat IP kelas B :
1. Bagian pertama dan kedua (16 bit) dari empat kelompok bit merupakan bagian jaringan,
sedangkan dua bagian berikutnya (16 bit) merupakan bagian host.
2. Karena pada alamat IP kelas B ditentukan bahwa dua bit pertama adalah 10, maka nilai
pada kelompok bit pertama hanya ditentukan oleh 6 bit mulai dari 100000000 (desimal =
128) sampai 10111111 (desimal = 191).
3. Jumlah alamat jaringan yang mungkin dalam alamat IP kelas B adalah 2(6+8) = 16384
buah. Sedangkan alamat host yang mungkin tiap jaringan adalah 216 - 2 = 65534. Alamat
IP x.y.0.0 dipakai untuk alamat jaringan dan alamat IP x.y.255.255 digunakan untuk
alamat broadcast.
Pada alamat IP kelas C :
1. Bagian pertama, kedua dan ketiga (24 bit) dari empat kelompok bit merupakan alamat
jaringan, sedangkan bagian keempat (8 bit) merupakan bagian host.
2. Karena pada alamat IP kelas C ditentukan bahwa tiga bit pertama adalah 110, maka nilai
pada kelompok bit pertama hanya ditentukan oleh 5 bit mulai dari 11000000 (desimal =
192) sampai 11011111 (desimal = 223).
3. Jumlah alamat jaringan yang mungkin dalam alamat IP kelas C adalah 2 (5+8+8) = 2097152.
Sedangkan alamat host yang mungkin untuk tiap jaringan adalah 2 8 - 2 = 254. Alamat IP
x.y.w.0 dipakai untuk alamat jaringan dan alamat IP x.y.w.255 digunakan untuk alamat
broadcast.
Pada alamat IP kelas D dan E :
1. Kelompok alamat IP kelas D digunakan untuk multicasting, sedangkan kelompok alamat
IP kelas E dicadangkan dan belum dialokasikan.

30
2. Alamat IP multicast dipakai untuk alamat semua grup komputer pada satu waktu. Salah
satu contohnya adalah streaming audio atau video. Misalkan banyak komputer ingin
menerima transmisi video pada waktu yang bersamaan. Jika data tersebut dikirimkan ke
setiap komputer secara individu, maka diperlukan beberapa aliran data. Jika data tersebut
dikirimkan sebagai broadcast, maka tidak perlu lagi proses untuk semua system. Dengan
multicast data tersebut hanya dikirim sekali, tetapi diterima oleh banyak system.
3. Dalam pengertian ini, tidak diijinkan untuk memberi alamat IP pada kartu jaringan
dengan alamat IP yang berada pada kelas D dan kelas E. Dengan demikian, tidak
diijinkan untuk membuat alamat IP dengan angka desimal yang lebih besar dari 223 pada
bagian pertama.
Dengan demikian, dapat dibuat ringkasan nilai yang mungkin untuk masing-masing kelas
alamat IP sebagai berikut :
Kelas-Kelas Alamat IP
Kelas IP Bagian Pertama Jumlah Jaringan Jumlah Host
A 1 s/d 126 126 16777214
B 128 s/d 191 16384 65534
C 192 s/d 223 2097152 254

Alamat IP 127.y.w.z. tidak dimasukkan dalam alamat IP kelas A, karena alamat IP pada
kelompok ini digunakan untuk alamat loopback (lo). Alamat loopback digunakan untuk
mengirim paket bagi dirinya sendiri. Ada atau tidak kartu jaringan, alamat loopback tetap ada
dalam jaringan TCP/IP.

Alamat IP Privat (Non Routed)


Dari semua alamat IP yang mungkin baik untuk kelas A, B maupun C, ada alamat IP khusus
yang disebut alamat IP privat. Alamat IP ini tidak tehubung dengan alamat IP publik atau
tidak dirouting. Alamat IP privat digunakan untuk membentuk jaringan yang sifatnya
local,dalam pengertian tidak terhubung ke jaringan publik secara langsung.
Ketentuan tentang alamat IP privat diatur dalam dokumen RFC 1918 (Request for Comments
1918). Inti isi dokumen tersebut adalah bahwa IANA ( Internet Assigned Numbers Authority)
menyediakan tiga blok alamat IP berikut untuk alamat IP privat.

Tabel. Alamat IP Privat.

31
Kelas IP Rentang
A 10.0.0.0 s/d 10.255.255.255
B 172.16.0.0 s/d 172.31.255.255
C 192.168.0.0 s/d 192.168.255.255

Network Mask (Suhnetwork Mask)


Network Mask atau istilah lengkapnya Subnetwork Mask atau disingkat Netmask digunakan
untuk menginterpretasikan secara lokal satu bagian alamat jaringan. Netmask secara mudah
diperoleh dengan cara mengubah semua bit pada bagian jaringan menjadi 1 dan mengubah
semua bit pada bagian host menjadi 0. Dengan demikian untuk alamat IP kelas A, B dan C
dapat ditentukan netmasknya sebagai berikut :
- Alamat IP kelas A punya netmask 255.0.0.0
- Alamat IP kelas B punya netmask 255.255.0.0
- Alamat I P kelas C punya netmask 255.255.255.0
Netmask akan menentukan rentang alamat IP yang berada pada satu jaringan yang sama. Jika
suatu alamat IP sudah bisa diketahui berada pada jaringan yang sama, maka tidak perlu dicari
dengan cara routing (melalui table route). Berikut ini diberikan contoh bagaimana netmask
menentukan rentang alamat IP yang berada dalam satu jaringan.
Misalnya ditentukan alamat IP 192.168.100.103 netmask 255.255.255.0
Jika ditulis dalam bentuk biner :

192.168.100.103 = 11000000.10101000.01100100.01100111
255.255.255.0 = 11111111.11111111.11111111.00000000
maka alamat jaringan untuk alamat IP tersebut adalah
192 .168 .100 .0 = 11000000 . 10101000. 01100100. 00000000
Rentang alamat IP yang berada pada satu jaringan dengan alamat IP tersebut ditentukan oleh
bagian host alamat IP tersebut yaitu 192.1 68.100.1 s/d 192.168.100.254. Mengapa alamat IP
192.168.100.255 tidak disertakan ? karena digunakan untuk broadcast.

Contoh yang lain, misalnya ditentukan : alamat IP 192.168.100.103 netmask 255.255255.224


Jika ditulis dalarn bentuk biner
192.168.100.103 = 11000000.10101000.01100100.01100111
255.255.255.224 = 11111111.11111111.11111111. 11100000
maka alamat jaringan untuk alamat IP tersebut adalah
192 .168.100.96 = 11000000.10101000.01100100.01100000

32
Rentang alamat IP yang berada pada satu jaringan dengan alamat IP tersebut ditentukan oleh
bagian host alamat IP tersebut yaitu 192.168.100.97 s/d 192.168.100.126. Mengapa alamat IP
192.168.100.127 tidak disertakan? karena digunakan untuk broadcast.

Selain seperti yang sudah disebutkan di atas orang sering menyebut netmask dengan cara
menyebut jumlah bit 1 pada netmask.
Misalnya :
10.110.100.11 netmask 255.0.0.0 ditulis 10.110.100.11 /8
172.31.80.253 netmask 255.255.0.0 ditulis 172.31.80.253 / 16
192.168.100.1 netmask 255.255.255.0 ditulis 192.168.100.1 /24
192.168.100.1 netmask 255.255.255.128 ditulis 192.168.100.1 /25
192.168.100.1 netmask 255.255.255.192 ditulis 192.168.100.1 / 26
192.168.100.1 netrnask 255.255.255.224 ditulis 192.168.100.1 /27
192.168.100.1 netmask 255.255.255.240 ditulis 192.168.100.1 /28
192.168.100.1 netmask 255.255.255.248 ditulis 192.168.100.1 /29
192.168.100.1 netmask 255.255.255.252 ditulis 192.168.100.1 /30
192.168.100.1 netmask 255.255.255.254 ditulis 192.168.100.1 /31
192.168.100.1 netmask 255.255.255.255 ditulis 192.168.100.1 /32

Sub Network (Subnet)


Sub Network atau disingkat subnet merupakan bagian atau potongan dari suatu jaringan.
Suatu jaringan dapat dibagi menjadi beberapa bagian jaringan yang lebih kecil yang disebut
subnet.
Pembentukan subnet dilakukan dengan cara meminjam satu atau lebih bit pada bagian host
dan memperlakukan secara lokal sebagai bit dari bagian jaringan. Untuk menjelaskan
masalah subnet, perhatikan beberapa contoh berikut ini.
Misalnya ada alamat jaringan kelas C, 192.168.100.0 netmask 255.255.255.0
Dapat dibagi menjadi dua subnet dengan cara meminjam satu bit dari bagian host menjadi bit
bagian jaringan. Dengan demikian netmask berubah menjadi 225.225.255.128.
Jaringan pertama dapat diperoleh dengan cara memberi nilai 0 pada bit yang dipinjam dari
bagian host menjadi bagian jaringan.
alamat jaringan :
192.168.100.0 = 11000000.10101000.01100100.00000000
netmask:
255.255.255.128 = 11111111. 11111111.11111111.10000000
broadcast:
192.168.100.127 = 11000000.10101000.01100100.01111111
rentang host :

33
192.168.100.1 s/d 192.168.100.126
Jaringan kedua dapat diperoleh dengan cara memberi nilai 1 pada bit yang dipinjam dari
bagian host menjadi bagian jaringan.
alamat jaringan:
192.168.100.128 = 11000000.10101000.01100100.10000000
netmask:
255.255.255.128 = 11111111.11111111.11111111.10000000
broadcast:
192.168.100.255 = 11000000.10101000.01100100.11111111
rentang host:
192.168.100.129 s/d 192.168.100.254

Dengan cara yang sama, jaringan di atas dapat dibagi menjadi empat subnet dengan cara
meminjam 2 bit dari bagian host dan diperlakukan secara lokal sebagai bit bagian jaringan.
Dengan cara yang sama pula, jaringan di atas dapat dibagi menjadi delapan subnet dengan
cara meminjam 3 bit dari bagian host dan diperlakukan secara lokal sebagai bit bagian
jaringan.
Berikut ini diberikan ringkasan pembagian subnet sampai 8 subnet.

Tabel Pembagian Subnet


Sub Netmask Jaringan Broadcast Rentang Host
2 255.255.255.128 x.y.w.0 x.y.w.127 x.y.w.1 s/d x.y.w.126
x.y.w.128 x.y.w.255 x.y.w.129 s/d x.y.w.254
4 255.255.255.192 x.y.w.0 x.y.w.63 x.y.w.1 s/d x.y.w.62
x.y.w.64 x.y.w.127 x.y.w.65 s/d x.y.w.126
x.y.w.128 x.y.w.191 x.y.w.129 s/d x.y.w.190
x.y.w.192 x.y.w.255 x.y.w.193 s/d x.y.w.254
8 255.255.255.224 x.y.w.0 x.y.w.31 x.y.w.1 s/d x.y.w.30
x.y.w.32 x.y.w.63 x.y.w.33 s/d x.y.w.62
x.y.w.64 x.y.w.95 x.y.w.65 s/d x.y.w.94
x.y.w.96 x.y.w.127 x.y.w.97 s/d x.y.w.126
x.y.w.128 x.y.w.159 x.y.w.129 s/d x.y.w.158
x.y.w.160 x.y.w.191 x.y.w.161 s/d x.y.w.190
x.y.w.192 x.y.w.223 x.y.w.193 s/d x.y.w.222
x.y.w.224 x.y.w.255 x.y.w.225 s/d x.y.w.254

Contoh soal :
1. Suatu jaringan klas C, dengan Network Number = 192.168.10.0, network tersebut di
subnet dengan subnet mask 255.255.255.192.
Tentukan :

34
Ada berapa subnet ?
Ada berapa host per subnet ?
Alamat subnetnya berapa saja ?
Alamat broadcastnya berapa saja ?
Alamat berapa yang valid (dari alamat awal sampai alamat akhir per subnet)

Jawaban
Diketahui :
alamat jaringan :
192.168.10.0 = 11000000.10101000.00001010.00000000
netmask:
255.255.255.192 = 11111111. 11111111.11111111.11000000
Jumlah subnetnya adalah 22 2 = 4 subnet
Host per subnet adalah 26 2 = 62 host per subnet
Alamat subnetnya adalah :
- 11000000.10101000.00001010.00000000 = 192.168.10.0 (subnet 1)
- 11000000.10101000.00001010.01000000 = 192.168.10.64 (subnet 2)
- 11000000.10101000.00001010.10000000 = 192.168.10.128 (subnet 3)
- 11000000.10101000.00001010.11000000 = 192.168.10.192 (subnet 4)
Alamat broadcastnya adalah :
- 11000000.10101000.00001010.00111111 = 192.168.10.63 (subnet 1)
- 11000000.10101000.00001010.01111111 = 192.168.10.127 (subnet 2)
- 11000000.10101000.00001010.10111111 = 192.168.10.191 (subnet 3)
- 11000000.10101000.00001010.11111111 = 192.168.10.255 (subnet 4)
Alamat berapa yang valid (dari alamat awal sampai alamat akhir per subnet)
- 192.168.10.1 - 192.168.10.62 (subnet 1)
- 192.168.10.65 - 192.168.10.126 (subnet 2)

- 192.168.10.129 - 192.168.10.190 (subnet 3)


- 192.168.10.193 - 192.168.10.254 (subnet 4)

)
JaringanTanpaKabel(Wireless
Inovasi di dalam teknologi telekomunikasi berkembang dengan cepat dan selaras dengan
perkembangan karakteristik masyarakat modern yaitu :
Memiliki mobilitas tinggi.
Mencari layanan yang fleksibel, serba mudah dan memuaskan.
Mengejar efisiensi di segala aspek.
Oleh karena itu, teknik telekomunikasi memiliki target untuk masa depan, yaitu mencapai
sistem Future Wireless Personal Communication (FWPC). Sistem tersebut menawarkan
layanan komunikasi :

35
Dari siapa saja, kapan saja, di mana saja, melalui satu deretan nomor sambungan yang
tetap, dengan delay yang sekecil-kecilnya.
Menggunakan suatu unit yang portabel (kecil, dapat dipindah-pindahkan, murah dan
hemat).
Memiliki sistem yang kualitasnya tinggi dengan kerahasiaan yang terjamin.
Beberapa hal yang dimiliki teknologi wireless, yaitu :
Memiliki fleksibilitas.
Mendukung mobilitas.
Memiliki teknik frequency reuse.
Menawarkan efisiensi dalam waktu (penginstalan).
Biaya (pemeliharaan dan penginstalan ulang di tempat lain).
Mengurangi pemakaian kabel
Penambahan jumlah pengguna dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.
WirelessLocalAreaNetwork(WLAN)
Dengansemakinbertambahnyapemakaiankomputer,makaakanmenjadikan:
Semakinbesarkebutuhanakanpentransferandatadarisatuterminalketerminallain
yangdipisahkanolehsatuanjarak.
Semakintinggikebutuhanakanefisiensipenggunaanalatalatkantor(sepertiprinter
danplotter).
Semakincepatwaktuperolehandatabase.
Hal ini akan menjadikan semakin tinggi pula kebutuhan akan suatu jaringan yang
menghubungkan terminalterminal yang ingin berkomunikasi dengan efisien. Jaringan
tersebutdikenaldengan LocalAreaNetwork (LAN)yangbiasamemakai kabel atau fiber
optik sebagai media transmisinya. Sesuai perkembangan karakteristik masyarakat seperti
yang telah disebutkan di atas maka LAN menawarkan suatu alternatif untuk komputer
portabel yaitu wireless LAN (WLAN).WLAN menggunakan frekuensi radio (RF)atau
infrared(IR)sebagaimediatransmisi.
SejarahdanStandarWLAN
Tahaptahapannya:

36
1. Pada akhir 1970an IBM mengeluarkan hasil percobaan mereka dalam merancang
WLAN dengan teknologi IR, perusahaan lain seperti HewlettPackard (HP) menguji
WLANdenganRF,namunkeduaperusahaantersebuthanyamencapai datarate 100
Kbps, sehingga tidak memenuhi standar IEEE 802 untuk LAN yaitu 1 Mbps maka
produknyatidakdipasarkan.
2. Pada tahun 1985, Federal Communication Commission (FCC) menetapkan pita
Industrial,ScientificandMedical (ISMband)yaitu902928MHz,24002483.5MHz
dan 57255850 MHz yang bersifat tidak terlisensi, sehingga pengembangan WLAN
secarakomersialmemasukitahapanserius.
3. Pada tahun 1990 WLAN dapat dipasarkan dengan produkyang menggunakan teknik
spreadspectrum (SS)padapitaISM,frekuensiterlisensi1819GHzdanteknologiIR
dengandatarate>1Mbps.
Pasar yang menjadi targetnya adalah pabrik, kantor-kantor yang mengalami kesulitan dalam
pengkabelan (seperti kantor dengan interior marmer dll), perkulakan, laboraturium, tempat-
tempat yang bersifat sementara (seperti ruang kuliah, rapat, konfrensi dll) dan kampus.

Dengan adanya berbagai merek perangkat keras dan lunak, maka diperlukan suatu standar, di
mana perangkat-perangkat yang berbeda merek dapat difungsikan pada perangkat merek lain.
Standar-standar WLAN adalah :
IEEE 802.11, dilahirkan oleh Institute Electrical and Electronics Engineer (IEEE),
standariniadalahyangpalingbanyakdipakai.
WINForum, WirelessInformationNetworkForum(WINForum)dilahirkanolehApple
Computer.
HIPERLAN, HighPerformanceRadioLocalAreaNetwork (HIPERLAN)dilahirkan
olehEuropeanTelekommunicationsStandardsInstitute(ETSI).

37
HalhalyangperludiperhatikanpadaWLANadalah:
1. Dataratetinggi(>1Mbps),dayarendahdanhargamurah.
2. Metodeaksesyaitumetodemembagikanalkepadabanyakpemakaidenganaturanaturan
tertentu.
3. Media transmisi yang merupakan faktor penting pada keterbatasan data rate dan
memiliki teknik tersendiri, di mana bila teknik yang berhubungan dengan media
transmisi,dapatdiperhitungkandenganbaikmakaakandihasilkansistemWLANyang
tangguh.
4. Topologiyaitucaradanpolayangdigunakandalammenghubungkansemuaterminal.

MediatransmisidatayangdigunakanolehWLANadalahIRatauRF:
1) Infrared(IR)
Infraredbanyakdigunakanpadakomunikasijarakdekat,contohpalingumumpemakaian
IRadalahremotecontrol(untuktelevisi).GelombangIRmudahdibuat,harganyamurah,
lebih bersifat directional, tidak dapat menembus tembok atau benda gelap, memiliki
fluktuasi daya tinggi dan dapat diinterferensi oleh cahaya matahari. Pengirim dan
penerima IR menggunakan Light Emitting Diode (LED) dan Photo Sensitive Diode
(PSD).WLANmenggunakanIRsebagaimediatransmisikarenaIRdapatmenawarkan
dataratetinggi(100anMbps),konsumsidayanyakecildanharganyamurah.
2) RadioFrequency(RF)
PenggunaanRFtidakasinglagibagikita,contohpenggunaannyaadalahpadastasiun
radio,stasiunTV,teleponcordlessdll.RFselaludihadapiolehmasalahspektrumyang
terbatas,sehinggaharusdipertimbangkan caramemanfaatkan spektrumsecaraefisien.
WLAN menggunakan RF sebagai media transmisi karena jangkauannya jauh, dapat
menembustembok,mendukungteknikhandoff,mendukungmobilitasyangtinggi,meng
coverdaerahjauhlebihbaikdariIRdandapatdigunakandiluarruangan.
WLANdenganRFmemikibeberapatopologisebagaiberikut:
Tersentralisasi
Namalainnyaadalahstarnetworkatauhubbased.Topologiiniterdiridariserverdan

38
beberapa terminal pengguna, di mana komunikasi antara terminal harus melalui
server terlebihdahulu.Keunggulannyaadalahdaerahcakupanluas,transmisirelatif
efisiendandesainterminalpenggunacukupsederhanakarenakerumitanadapada
server.Kelemahannyaadalah delaynyabesardanjika server rusakmakajaringan
tidakdapatbekerja.
Terdistribusi
Dapatdisebutpeertopeer,dimanasemuaterminaldapatberkomunikasisatusama
lain tanpa memerlukan pengontrol (servers). Di sini, server diperlukan untuk
mengoneksiWLANkeLANlain.Topologiinidapatmendukungoperasimobiledan
merupakan solusi ideal untuk jaringan ad hoc. Keunggulannya jika salah satu
terminal rusak maka jaringan tetap berfungsi, delaynya kecil dan kompleksitas
perencanaan cukup minim. Kelemahannya adalah tidak memiliki unit pengontrol
jaringan(kontroldaya,aksesdantiming).
Jaringanselular
Jaringaninicocokuntukmelayanidaerahdengancakupanluasdanoperasi mobile.
Jaringan ini memanfaatkan konsep microcell dan teknik frequency reuse.
Keunggulannyaadalahdapatmenggabungkankeunggulandanmenghapuskelemahan
dari ke dua topologi di atas. Kelemahannya adalah memiliki kompleksitas
perencanaanyangtinggi.
PerbedaanAntaraJaringanWirelessdanJaringanKabel
Jaringanwirelessmemilikikeunggulandankelemahansebagaiberikut:
Keunggulannya:
1. Biaya pemeliharannya murah (hanya mencakup stasiun sel bukan seperti pada
jaringankabelyangmencakupkeseluruhankabel).
2. Infrastrukturnyaberdimensikecil.
3. Pembangunannyacepat
4. Mudah dikembangkan (misalnya dengan konsep mikrosel dan teknik frequency
reuse).
5. Mudah&murahuntukdirelokasidanmendukungportabelitas.

39
Kelemahannya:
1. Biayaperalatanmahal(kelemahaninidapatdihilangkandenganmengembangkandan
memproduksi teknologi komponen elektronika sehingga dapat menekan biaya
jaringan).
2. Delay yangbesar,adanyamasalahpropagasiradiosepertiterhalang,terpantuldan
banyak sumber interferensi (kelemahan ini dapat diatasi dengan teknik modulasi,
teknikantena,teknikspreadspectrumdll).
3. Kapasitas jaringan menghadapi keterbatas spektrum (pita frekuensi tidak dapat
diperlebar tetapi dapat dimanfaatkan dengan efisien dengan bantuan bermacam
macamtekniksepertispreadspectrum/DSCDMA)
4. Keamanandata(kerahasian)kurangterjamin(kelemahaninidapatdiatasimisalnya
denganteknikspreadspectrum).
Yangunikdarimediatransmisiwirelessadalah:
1. Sinyalnyaterputusputus(intermittence)yangdisebabkanolehadanyabendaantara
pengirimdanpenerimasehinggasinyalterhalangdantidaksampaipadapenerima
(gejalainisangatterasapadakomunikasiwirelessdenganIR).
2. Bersifat broadcast akibatpolaradiasinyayangmemancarkesegalaarah,sehingga
semuaterminaldapatmenerimasinyaldaripengirim.

40