Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

RADIOLOGI LANJUT II

MAMMOGRAFI

Oleh :

INDRA SUKMANA
HADI DZIKRU RAHMAN

C1 - 2014

TEKNIK ELEKTROMEDIK

POLTEKKES KEMENKES JAKARTA II

2017
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami
panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah
tentang Mammografi untuk pembaca.

Makalah ini telah penyusun susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami
menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam
pembuatan makalah ini.

Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih banyak kesalahan dan kekurangan
dalam penulisan maupun pemilihan kata, oleh karena itu penyusun mengharapkan kritik dan
saran mengena makalah ini, guna mempermudah dalam proses perbaikan. Penyusun
berharap pembaca dapat menambah pengetahuan dan wawasan.

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................................... 2

DAFTAR ISI ................................................................................................................................... 3

BAB I PENDAHULUAN............................................................................................................... 4

A. Latar Belakang ................................................................................................. 4


B. Rumusan Masalah ........................................................................................... 5
C. Tujuan ................................................................................................................. 5

BAB II PEMBAHASAN ................................................................................................................ 6

A.. Pengertian Mammografi .............................................................................. 6


B. Bagian-bagian Mammografi ....................................................................... 6
C. Blok Diagram Mammografi ....................................................................... 10
D. Persyaratan Mammografi ......................................................................... 11
E. Indikasi Mammografi .................................................................................. 12
F. Teknik Radiagrafi Mammografi .............................................................. 12

BAB III KESIMPULAN ............................................................................................................ 16


Daftar Pustaka.................................................................................................... 17

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kanker merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di seluruh dunia.
Pada tahun 2012 sekitar 8,2 juta kematian diakibatkan oleh kanker. Lima jenis
kanker terbesar penyebab kematian antara lain kanker paru, payudara, kolorektal,
prostat, lambung dan hati. Kanker paru, payudara, kolorektal dan lambung
meyumbang sekitar 40% dari seluruh jenis kanker. Kanker payudara sendiri
menyumbang sekitar 521.000 kematian setiap tahunnya (Ferlay, 2012). Di Amerika
Serikat, sekitar satu diantara delapan wanita akan mengidap kanker payudara invasif
selama hidupnya. Pada tahun 2014 perkiraan jumlah kasus baru kanker payudara
sekitar 232.670 pasien (BreastCancer.org, 2014). Di Indonesia kanker payudara
menempati sekitar 30% dari seluruh jenis kanker. Secara nasional prevalensi
penyakit kanker pada penduduk semua umur di Indonesia tahun 2013 sebesar 1,4
atau diperkirakan sekitar 347.792 orang.
Pemeriksaan pencitraan mamografi merupakan salah satu metode
penapisan adanya kelainan payudara. Pemeriksaan mamografi diketahui dapat
menurunkan angka mortalitas akibat kanker payudara (Tabar, 2001). modalitas
pemeriksaan yang paling efektif untuk deteksi dan penegakan diagnosis adalah
mamografi.
Deteksi dini kanker payudara stadium nol dibutuhkan untuk menemukan
penderita kanker pada stadium rendah (down staging), sehingga presentase
kemungkinan untuk dapat disembuhkan tinggi. Stadium nol adalah merupakan
stadium pra kanker, dimana massa tumor belum keluar dari kelenjar susu maupun
saluran susu (LCIS lobular carcinoma in situ atau DCIS ductal carcinoma in situ).
Mamografi merupakan deteksi dini atau screening untuk rnendiagnosis kanker
payudara sedini mungkin menggunakan sinar-X dosis rendah (umumnya berkisar 0,7
mSv). Perangkat ini mampu memperlihatkan kelainan pada payudara dalam bentuk
yang terkeeil hingga kurang dari 5 mm (stadium nol). Pad a stadium ini, mamografi
dapat memperlihatkan adanya mikrokalsifikasi, yaitu suatu benjolan yang tidak
dapat teraba baik oleh perempuan itu sendiri maupun dokter sekalipun, hingga
benjolan tersebut berukuran 1 em atau lebih.

4
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Mammografi?
2. Bagaiman teknik radiografi mammografi?
3. Apa saja unit rongsen yang dirancang khusus untuk mammografi?

C. Tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui apa itu mammografi,
cara kerja, dan bagian mamografi.

5
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian
Mammografi adalah pemeriksaan sederhana dengan menggunakan mesin Xray.
Dengan menggunakan mesin mammografi tersebut, payudara ditempatkan di antara dua
plat dari mesin x-ray dan akan dilakukan penekanan. Keadaan ini mungkin menimbulkan
sedikit rasa tidak nyaman, namun hal ini penting untuk mendapatkan hasil gambar yang
baik. Penekanan tersebut hanya berlangsung beberapa detik. Seluruh prosedur
mammografi biasanya memakan waktu sekitar 20-30 menit untuk satu payudara.
Mammografi merupakan pemeriksaan paling utama untuk melakukan deteksi
kanker payudara pada stadium awal. Meskipun hasil dari mammografi tidak 100% akurat,
namun mammografi merupakan metode terbaik untuk mendeteksi kanker payudara.
Pemeriksaan mammografi sebaiknya dilakukan dua tahun sekali pada usia 35 50 tahun,
sedangkan usia diatas 50 tahun dilakukan satu tahun sekali.

B. Bagian-bagian Mamografi
Pemeriksaan mammografi memerlukan seperangkat pesawat sinar-X yang
mempunyai komponen khusus. Hal ini dikarenakan organ yang diperiksa mempunyai
struktur yang khusus berupa soft tissue atau jaringan lunak.
Adapun bagian-bagian pesawat mammografi adalah sebagai berikut: :

6
1) Kapasitas pesawat
2)Ukuran focal spot
3) Pembatas sinar
4) Filter
5) Alat kompresi
6) Grid
7) Film

1) Kapasitas pesawat
Pesawat mammografi yang digunakan mempunyai kapasitas tegangan tabung
rendah ( 25 35 kv ) dan mAs yang tinggi.
Jenis-jenis mAs total pada pesawat mammografi adalah sebagai berikut:
Low speed film ( 2000 mAs )
Convensional non screen film (200 mAs ).
Penggunaan factor eksposi berupa kV rendah diikuti dengan peningkatan mAs,
dimaksudkan untuk mendapatkan kontras yang tinggi dalam radiograf.

2) Ukuran focal spot


Ukuran focal spot dari pesawat mammografi antara 0,1 sampai 0,6 mm. Ukuran
focal spot kecil diperlukan untuk mendapatkan ketajaman yang baik dari organ.
Pesawat mammografi biasanya dibuat sistem anoda putar dan bahan dari tungsten
atau molybdenum untuk memungkinkan penggunaan fokus kecil pada pembebanan
arus tabung.

Gambar 1.1. Tungsten (suatu unsur


Gambar 1.0 (Molybdenum (Mo), unsur kimia dalam tabel periodik yang
kimia, logam perak abu-abu tahan api dari memiliki lambang W dan nomor
Grup 6 (VIB) dari tabel periodik, yang atom 74 berbetuk logam sangat
digunakan untuk memberikan kekuatan keras dan berwarna kelabu)
yang unggul untuk baja dan paduan lainnya
pada suhu tinggi) 7
3) Pembatas sinar
Pembatas sinar pada pesawat mammografi berupa conus yang dapat diganti-
ganti sesuai dengan besarnya ukuran payudara.

4) Filter
Filter pada pesawat mammografi dimaksudkan untuk mendapatkan kualitas
berkas yang sesuai dengan keperluan, sehingga sinar-X yang mempunyai panjang
gelombang tinggi akan diserap oleh filter. Filter yang digunakan adalah molybdenum
dengan ketebalan 0,03 sampai 0,5 mm Al.

Gambar 1.3. Filter pada pesawat mamografi

5) Alat kompresi
Alat kompresi pada pesawat mammografi berfungsi untuk menghilangkan
kerutankerutan pada kulit, menahan bagian payudara agar tidak bergerak, dan
untuk mendapatkan penampang payudara yang lebih luas. Alat ini dibuat dari bahan
yang intensitasnya homogen sehingga tidak memberikan bayangan yang menganggu
gambaran.

Gambar 1.4. Alat kompresi

8
6) Grid
Grid berfungsi untuk mengurangi sinar hambur diantara obyek dan film.
Pesawat mammografi biasanya menggunakan grid dengan ratio 3,5 : 1. Grid yang
digunakan yaitu grid yang bergerak dan pergerakannya sudah diatur oleh pesawat.

Gambar 1.5. Grid mamografi

7) Film
Film yang digunakan dalam mammografi biasanya non screen dengan
emulsi tunggal (single emulsi) tanpa lembaran penguat, diletakkan dalam suatu
amplop. Film ini berukuran 15x 20 cm.

9
C. Blok Diagram

Cara kerja

Penerapannya hampir sama dengan sinar x lainnya yang menerapkan radiasi ion, cara
kerjanya nya adalah sinar x di tembakan ke objek lalu akan diteruskan ke image reseptor
(film), hasil dari sinar x tersebut kemudian di scan dan disimpan dalam format DICOM lalu
dirubah lagi dalam bentuk jpg yang kemudian akan tampil pada display.

10
D. Persyaratan Mammografi

1. Bagian Elektromekanik
Untuk mekanik mammografi memenuhi beberapa persyaratan :
a) Stand harus mampu dan kuat menyangga beban/berat dari C-arm tersebut.
b) Stand harus stabil dan setimbang baik saat C-arm diam maupun saat bergerak.
c) C-arm mampu berotasi 180o menyesuaikan posisi pemeriksaan
CranioCaudal(CC) maupun MedioLateral Oblique(MLO) [7].
d) C-arm mampu bergerak vertikal mengikuti tinggi pasien di Indonesia dengan
jangkauan pergerakan 100 em - 170 em.
e) Stand dan C-arm bisa menyesuaikan posisi jika pasiennya menggunakan kursi
roda.
f) Konsul selain mampu melindungi modul elektronik yang ada didalamnya, juga
harus mempertimbangkan faktor ergonomi operator saat mengoperasikan
pesawat.
g) Shielding operator mampu melindungi operator terhadap paparan sinar-X. namun
tidak menghalangi sudut pandang terhadap pasien dan sekitarnya.
h) Pasien dan operator terlindungi dari potensi kejutan listrik.
i) Catu daya kelistrikan dilengkapi dengan proteksi terhadap beban lebih (overload
protection)
j) Penggunaan material/bahan mekanik harus sesuai untuk medis

2. Bagian Elektronika
Untuk elektronika mempunyai beberapa persyaratan :
a) Tegangan catu jala-jala (single phase) minimal 180 Vac dan maksimal 240 Vac pad
a frekuensi kerja 50 Hz.
b) Modul tegangan tingginya mampu menyediakan tegangan sebesar :::;35 KVp yang
dapat diatur sesuai keperluan.
c) Modul tegangan tinggi harus stabil, aman dari arus kebocoran dan arus pendek
(short circuit protection).
d) Kabel untuk tegangan tinggi menggunakan jenis kabel tegangan tinggi (high
tension cable)
e) Kemampuan arus tabung hingga 30 mA untuk focal spot kecil ::::0,1 - 0,3 mm.
f) Pewaktu bisa diatur minimal 0,4 detik sampai dengan maksimal 2 detik.

11
g) Adanya sensor temperatur tabung untuk memperpanjang waktu pakai tabung
sinar-X.
h) Adanya modul interlock dan emergency untuk keamanan bagi pasien dan
operator.
i) Adanya lampu indikator saat sedang pesawat mamografi sedang bekerja dan saat
situasi emergensi.

3. Bagian Perangkat Lunak


a) Perangkat lunak graphical user interface (GUI) mampu merekam, menyimpan dan
mengolah hasil/citra digital 2 dimensi.
b) Perangkat lunak mampu menyimpan data hasil pemeriksaan pasien secara valid.
c) Perangkat lunak embedded system mampu mengendalikan modul elektronik secara
aman dan akurat.
d) GUI harus mudah dioperasikan oleh operator dan informatif.

E. Indikasi Mammografi
Tujuan klinik dari pemeriksaan mammografi secara umum adalah mendeteksi secara dini
adanya kelainan pada payudara.
Pemeriksaan mammografi dilakukan apabila :
1. Screening test, pemeriksaan penyaring terutama pada wanita yang berumur di atas 35
tahun.
2. Tiap kelainan benjolan pada payudara kemungkinan dapat dibedakan ganas atau tidak.
3. Keluhan rasa tidak enak pada daerah mamae.
4. Mempunyai riwayat keganasan.
5. Pada pasien-pasien pasca operasi (mastektomi) payudara yang kemungkinan kambuh.
6. Diagnosa klinik Paget Disease of The Nipple.

F. Teknik Radiografi Mammografi

1. Proyeksi SuperoInferior (Cranio Caudal)


Untuk memperlihatkan struktur jaringan payudara dengan jelas dilihat dari pandangan
superior inferior.
Posisi pasien : Duduk di atas kursi atau dapat juga berdiri
Posisi obyek : - Mammae diletakkan di atas kaset.
- Film diatur horizontal

12
- Tangan sebelah mammae yang difoto manekan kaset ke arah dalam, tangan lain
di belakang tubuh.
- Sebaiknya dengan sistem kompresi (mengurangi ketebalan mammae agar rata
dan tipis)
- Kepala menoreh ke arah yang berlawanan
Arah sinar : Vertical tegak lurus film
Titik bidik : Pertengahan mammae
FFD : 35-40 cm

Gambar 1.6. Contoh Proyeksi SuperoInferior (Cranio Caudal)

2. Proyeksi MedioLateral

Bertujuan memperlihatkan jaringan payudara terutama daerah lateral.

Posisi pasien : - Tidur atau berdiri miring.


- Bagian mammae yang difoto terletak didekat kaset.
Posisi obyek : - Mammae diletakkan di atas kaset dengan posisi horizontal.
- Lengan posisi yang difoto diletakkan di atas sebagai ganjal kepala.

13
Arah sinar : Tegak lurus mammae arah medio lateral
Titik bidik : Pertengahan mammae
FFD : Sedekat mungkin (konuc menempel mammae), bila perlu kontak.

Gambar 1.7. contoh Proyeksi MedioLateral

3. Proyeksi Axila

Bertujuan untuk melihat penyebaran tumor di bagian kelenjar axial.


Posisi pasien : Berdiri dari posisi AP tubuh yang tidak difoto dirotasikan anterior 150-300
sehingga sedikit oblik.
Posisi obyek : - Obyek diatur di tengah film
- Film vertical pada tepi posterior
- Batas atas film yaitu iga 11-12
- Lengan sisi yang difoto diangkat ke atas dan fleksi denagn tangan di belakang
kepala, lengan yang tidak difoto diletakkan di samping tubuh.
Arah sinar : Horizontal tegak lurus film Titik bidik : 5 cm di bawah axila
FFD : 35 50 cm

14
Gambar 1.8. contoh Proyeksi Axila

15
BAB III

KESIMPULAN

Mammografi adalah merupakan pemeriksaan secara radiagrafis dari kelenjar payudara untuk
mendeteksi secara dini semua kelainan yang ada pada payudara bahkan sampai pada
kemungkinan untuk membedakan tumor yang bersifat ganas dan tidak ganas
Unit rontgen yang dirancang khusus dalam pemeriksaan mammography antara lain,ukuran
fokus ,Pembatas sinar,Filter,Alat kompresi,Grid,Film
Teknik radiography yang digunakan antara lain Craniocaudal, Mediolateral, axial
Proteksi radiasi pada pemeriksaan mammography antara lain Dilakukan hanya bila ada
perintah dari dokter, Luas lapangan pemeriksaan seminimal mungkin,
Bekerja seteliti mungkin dan mempergunakan efisiensi waktu dengan baik.

16
DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Mammografi
http://lisdanurindra.blogspot.co.id/2013/11/teknik-pemeriksaan-mamografi-di-rs-
tebet.html

17