Anda di halaman 1dari 17

PLAN OF ACTION (POA)

PROGRAM PKPR
2015

OLEH :
NURUL CHOTIMAH

UPTD PUSKESMAS KANDANGAN


KABUPATEN KEDIRI

1
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Masa Esa yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyusun laporan dan rencana kegiatan program
Usaha Kesehatan Sekolah UPTD Puskesmas Kandangan Kabupaten Kediri tahun 2014

Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang sudah membantu selama
penyusunan laporan dan POA ini :

1. Dr . Linda Tjahjono Selaku Kepala UPTD Puskesmas Kandangan

2. Seluruh Staff UPTD Puskesmas Kandangan

3. Semua masyarakat di wilayah UPTD Puskesmas Kandangan

4. Semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu yang telah banyak memberikan
bantuan dalam pembuatan laporan, sehingga laporan dan POA ini dapat tersusun
dengan baik.
Dalam penyusunan laporan POA ini kami menyadari masih banyak kekurangan. Untuk
itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan untuk menyempurnakan laporan
dan POA ini yang mana semua tidak lepas dari bimbingan dari berbagai pihak, baik secara
moral, material maupun spiritual.

Semoga Planing Of Action ini bermanfaat bagi penyusun khususnya dan bagi pembaca
umunya.

Kediri, Januari 2015


Penyusun

Nurul Chotimah

2
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Remaja menurut WHO adalah mereka yang berusia 1019 tahun dan belum menikah
(Depkes RI 2003). Menurut Riskesdas 2007, remaja di Indonesia sangat besar jumlahnya, di
mana hampir dua puluh tujuh persen (26,9%) dari penduduk Indonesia tergolong sebagai
kelompok usia remaja. Menurut sensus penduduk Indonesia 2010, menunjukkan bahwa
kelompok usia tersebut sebesar 30 persen dari populasi. Jumlah penduduk remaja meningkat dari
35 juta pada tahun 1980 menjadi lebih dari 42,4 juta pada tahun 2010 (BPS 2010; BPS 2004,
2007a; BPS 2007b). Biro Pusat Statistik menyebutkan bahwa jumlah total penduduk propinsi
Jawa Tengah selama tahun 2010 mencapai 32.382.657 jiwa (BPS 2010).
Masalah kesehatan yang dihadapi remaja di Indonesia antara lain meningkatnya jumlah
remaja dengan HIVAIDS, Infeksi Menular Seksual (IMS), Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD)
dan penyalahgunaan NAPZA (Depkes RI 2005a). Menurut data BAPPENAS, UNFPA dan
BKKBN diketahui bahwa separuh dari 63 juta jiwa remaja berusia 10 sampai 24 tahun di
Indonesia rentan berperilaku tidak sehat. Salah satu yang paling menonjol di kalangan remaja
saat ini, adalah masalah seksualitas (hamil di luar nikah, aborsi, terinfeksi penyakit menular
seksual) serta penyalahgunaan narkoba (BKKBN 2010). Permasalahan perilaku remaja berdasar
STBPL 2012 tercatat dari sampel yang diambil bahwa sebanyak 7% populasi penyebab
permasalahan kesehatan remaja dikarenakan kurangnya akses pelayanan kesehatan remaja, yang
meliputi tidak adanya fasilitas, remaja tidak tahu jika dirinya bermasalah, remaja tidak tahu ada
fasilitas, remaja tahu tapi tidak terakses (waktu, biaya, datang harus dengan orang tua), remaja
tahu ada akses tapi tidakmau (waktu tunggu lama, petugas tidak friendly) (Dinas Kesehatan
Propinsi Tengah 2012a). Remaja lebih senang mengatasi masalahnya sendiri (51,08%) daripada
datang ke pelayanan kesehatan (23,42%). Tetapi hampir semua responden (94,56%) menyatakan
membutuhkan pusat pelayanan remaja. Remaja di Jawa Tengah yang telah mendapatkan
penyuluhan kesehatan reproduksi hanya 31,4% (Kemenkes RI 2010a).
Penanganan permasalahan remaja di Indonesia telah diupayakan walau banyak
kekurangannya. Strategi untuk melaksanakan kebijakan kesehatan remaja dilakukan oleh
pemerintah melalui kerja sama lintas sektoral, pelayanan kesehatan dasar dan rujukannya, pola intervensi.
Strategi ini tentunya telah disesuaikan dengan kebutuhan tahapan proses tumbuh kembang remaja (Depkes
RI 2003). Permasalahan remaja yang dihadapi, tujuan dan komitmen yang hampir sama dari masing-
masing instansi membuat para pengelola program ini merasa perlu saling bekerja sama agar capaiannya
lebih bisa dirasakan. Berbagai program yang dilaksanakan sangat memungkinkan untuk saling
mensinkronisasikan satu sama lain. Selain gagasan, para pengelola program dari berbagai sektor perlu
mengsinkronkanprogram yang sudah dikelola dan berkolaborasi untuk melaksanakan program ini
demi pemenuhan hak informasi dan layanan bagi remaja (PKBI 2012). Tetapi dari penelitian
tahun 2001 didapatkan bahwa program-program yang dilakukan masih belum terkoordinasi dan
belum terevaluasi dengan efektif. Dengan kondisi yang demikian tersebut, maka evaluasi

3
program dan sharing information dari program perluditekankan agar masing-masing institusi bisa
saling mendukung dan saling melengkapikelebihan dan kekurangan dari programyang dilakukan
(Hendrawati, 2001).
Strategi yang ditetapkan untuk melaksanakan kebijakan tersebut salah satunya yaitu
pelaksanaan pembinaan kesehatan remaja dilaksanakan melalui keterlibatan remaja secara efektif
dan efisien sehingga mencapai hasil yang optimal. Pelayanan kesehatan remaja dilakukan secara
proaktif melalui penerapan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) (Depkes RI 2005b).
PelayananKeterlibatan atau dukungan masyarakat juga penting untuk pelaksanaan PKPR
karena sebagian besar masyarakat masih takut dan khawatir jika remaja diberikan informasi
kesehatan reproduksi akan terdorong menjadi aktif secara seksual. Oleh karena itu perlu
sosialisasi dan penjelasan tujuan program ke orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat serta
melibatkan merekadalam diskusi dengan remaja (Palupi 2008).

4
BAB II
ANALISA SITUASI

A. DATA UMUM
1. GAMBARAN UMUM

Nomor Kode Puskesmas : 418.48.3.98


Nama Puskesmas : Kandangan
Tahun berdiri : 1968
Alamat : Jl Malang 109 kandangan
No telp/ / email : 0354-326230 / pkmkandangan@gamil.com
Tipe Pelayanan : Rawat jalan / inap / Poned
2. DATA DASAR
a. Jumlah Puskesmas pembantu : 4 buah
c. Jumlah KK (kepala keluarga) : 13.615 KK
d. Jumlah penduduk : 45.767 jiwa

3. DATA WILAYAH

a. Luas wilayah : 5.430.930 km2


dataran rendah : 75 %
dataran tinggi : 25 %
b. Jumlah desa : 12 desa
c. Batas wilayah
Sebelah Utara : Kabupaten Jombang
SebelahTimur : Kabupaten Malang
Sebelah Selatan : Kecamatan Kepung
Sebelah Barat : Kecamatan Badas
Gambar Peta wilayah Kec.Kandangan

5
d. Luas wilayah kerja Puskesmas Kandangan
Tabel 2.1 Luas wilayah, jumlah desa, jumlah penduduk, jumlah rumah tangga,dan
kepadatan penduduk menurut desa,dikecamatan kandangan:

JUML RATA- KEPAD


LUAS JUMLAH
AH RATA ATAN
JUMLAH
NO DESA WILA D PENDUD RUM PENDU
JIWA/RUMAH
YAH U R UK AH DUK
S RT TAN
(km2) W TANGGA per km2
U GGA
N
1 2 3 4 5 6 7 8 9=7/8 10

1 kandangan 4,580 6 26 31 12,151 3,499 3.47 2.65

2 kemiri 1,910 2 5 7 2,519 529 4.76 1.32

3 klampisan 4,390 5 15 20 7,227 1,890 3.82 1.65

4 karangtengah 7,880 8 23 31 6,709 1,886 3.56 0.85

5 banaran 2,270 2 8 10 3,577 915 3.91 1.58

6 jerukgulung 2,300 3 7 10 2,142 697 3.07 0.93

7 jerukwangi 1,360 2 6 8 2,261 568 3.98 1.66

8 medowo 4,740 4 14 18 3,266 1,029 3.17 0.69

9 mlancu 8,200 5 16 21 4,704 1,374 3.42 0.57

10 jlumbang 720 1 1 2 376 111 3.39 0.52

11 bukur 1,130 2 4 6 1,068 299 3.57 0.95

12 kasreman 2,210 3 7 10 2,971 818 3.63 1.34

41,690. 4 13 13,61
JUMLAH 174 48,971 3.60 1
0 1 2 5

6
e. Jumlah Penduduk menurut Umur
Jumlah penduduk menurut umur di puskesmas Kandangan tahun 2014 dapat dilihat
pada tabel dibawah ini :
Tabel 2.2 Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur Tahun 2014.
No Umur Jumlah Ket
1 0-1 749
2 1-4 3017
3 5-9 3686
4 10-14 3568
5 15-19 3666
6 20-24 3323
7 25-29 3253
8 30-34 3379
9 35-39 3473
10 40-44 3494
11 45-49 3346
12 50-54 2940
13 55-59 2421
14 60-64 1803
15 65-69 1352
16 70-74 994
17 >75 1303

f. Jumlah Penduduk menurut Jenis Kelamin


Jumlah penduduk menurut jenis kelamin di Kecamatan Kandangan pada tahun 2014
dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 2.3 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin Tahun 2014
No Jenis Kelamin Jumlah (Orang)

1. Laki-laki 22.926

2. Perempuan 22.841.

Jumlah 45.767

7
4. Data Pendidikan
Tabel 2.4 .Jumlah sarana pendidikan di wilayah kerja Puskesmas Kandangan,Th 2014

No Uraian Jumlah Sekolah Jumlah Murid

1 Taman Kanak-kanak 33 1.989

2 SD / MI 38 4.591

3 SLTP / MT 7 1.923

4 SMU / MA 3 2.145

5 Akademi 0 0

6 Perguruan Tinggi 0 0

7 Ponpes 9 1.320

Jumlah 90 11.968

Berdasarkan data di atas diketahui bahwa sarana pendidikan di wilayah Puskesmas Putat

JaKandangan ya hanya sampai setinggat SMU/ MA dan SMK.

B. DATA KHUSUS
1. Data Sarana Kesehatan

Tabel 2.5 Jumlah sarana pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Kandangan, tahun
2014

No Uraian Jumlah

1 Rumah Sakit Umum/ Islam 1


2 Rumah Bersalin 1
3 Puskesmas Pembantu 4
4 Poliklinik/Balai Pengobatan Swasta 2
5 Praktek Dokter / Dokter Gigi Swasta 2
6 Prakter Bidan Swasta 10
7 Praktek Perawat Swasta 0
8 Apotek 3
9 Laboratorium 0
Jumlah 23

Berdasarkan tabel 2.5. diketahui sarana pelayanan kesehatan yang ada, hal ini
dimaksudkan untuk memudahkan hubungan lintas sektor dalam rangka pemantauan kesehatan di
wilayah Puskesmas Kandangan.

8
2. Capaian Program PKPR
Capaian Program PKPR UPTD Puskesmas Kandangan Tahun 2014

No Kegiatan Target Target Capaian Ket

1 Cakupan Seluruh remaja diwilayah 75 55


PKPR belum Puskesmas Kandangan
terpenuhi

9
BAB III
ANALISA MASALAH
3.1 Identifikasi Masalah

No Kegiatan Target Target Capaian Kesenjangan

1 Cakupan Seluruh remaja diwilayah 75 55 20


PKPR Puskesmas Kandangan
belum
terpenuhi

10
BAB IV
PRIORITAS MASALAH
A. Penentuan Prioritas Masalah

Penentuan prioritas masalah menggunakan metode scoring dengan kriteria USG


(Urgent, Seriousness, Growth)

Defenisi USG :

1. Urgent adalah tingkat kegawatan masalah, artinya apabila masalah tidak segera
ditanggulangi akan semakin gawat :
Dengan bobot skor :

a. 5 = sangat gawat
b. 4 = gawat
c.3 = cukup gawat
d. 2 = kurang gawat
e.1 = tidak gawat
2. Seriousness adalah tingkat keseriusan sebuah masalah, apabila masalah tidak
diselesaikan akan berakibat serius pada masalah lain. Dengan bobot skor :
a. 5 = sangat serius
b. 4 = serius
c. 3 = cukup serius
d. 2 = kurang serius
e. 1 = tidak serius
3. Growth adalah besar atau luasnya masalah berdasarkan pertumbuhan atau
perkembangan, artinya apabila masalah tersebut bila tidak segera ditangani
pertumbuhannya akan berjalan terus.
Dengan bobot skor :

a. 5 = sangat besar
b. 4 = besar
c. 3 = cukup besar
d. 2 = kurang besar
e. 1 = tidak besar

11
Berikut adalah matriks penentuan prioritas masalah yang akan diselesaikan

Tabel 4.1 prioritas masalah

NO KRITERIA Cakupan PKPR belum terpenuhi

1 U (URGENCY) 4

2 SERIOUSNESS (S) 3

3 GROWTH (G) 3

TOTAL (UxSxG) 36

RUMUSAN MASALAH :

1. Cakupan PKPR belum terpenuhi

B. Menentukan Penyebab Masalah

Upaya pencarian akar penyebab masalah dengan mencoba menelusuri faktor penyebab yang
berpengaruh terhadap cakupan Pemberdayaan Masyarakat baik secara langsung maupun tidak
langsung menggunakan alat analisis diagram tulang ikan ( fist bone analizer ). Beberapa faktor
akar penyebab masalah tersebut dikelompokkan dalam berbagai kelompok faktor internal (
Sumber daya ) maupun fakator eksternal (lingkungan ) yang dapat dilihat sebagai berikut :
Berdasarkan uraian di atas maka masalah dapat dirumuskan sebagai berikut:
PROGRAM PKPR
Manusia Methode

Belum terbentuknya konselor


sebaya
Koordinasi lintas
sektor dan lintas
program kurang

Cakupan PKPR belum


terpenuhi

Jumlah dana kegiatan


Media KIE kurang yang kurang

Sarana Dana Lingkungan


lingkungan

12
C. PRIORITAS MASALAH

Cakupan PKPR belum terpenuhi SKOR HASIL


NO RANKING
C A R L C xAxRxL

1 Penyuluhan ke sekolah-sekolah 3 3 4 2 72 1

2 Pemeriksaan kesehatan di sekolah 3 3 3 2 54 2

3 Koordinasi lintas sector ditingkatkan 2 3 2 2 24 3

13
D. PEMECAHAN MASALAH

NO PRIORITAS MASALAH PENYEBAB MASALAH ALTERNATIF PEMECAHAN PEMECAHAN MASALAH KET


MASALAH TERPILIH

Pemetaan pemangku 1. Kurang pengetahuan masyarakat tentang 1. Advokasi melalui forum 1. Penyuluhan ke sekolah-
kepentingan dan Partisipasi Kesehtan remaja TP sekolah
Remaja 2. Sosialisasi masih kurang UKS tk. Kab/Kota dan 2. Pemeriksaan kesehatan di
3. Advokasi untuk Kecamatan sekolah
4. mendukung program 2. Pembentukan PR konselor 3. Koordinasi lintas sector
5. kesehatan remaja belummaksimal 3. Penyuluhan ke sekolah- ditingkatkan
6. Belum ada pemetaan sekolah
7. jejaring/stakeholder dan belum terbentuk 4. Pemeriksaan kesehatan di
jejaring dengan lintas sektor lain sekolah
8. Belum ada pembentukan dan pelatihan 5. Koordinasi lintas sector
Konselor ditingkatkan
9. penyuluhan yg kurang aktif
10. Media KIE dan buku- buku pedoman
sudah ada namun belum memadai
11. Jumlah dana kegiatan yang kurang
12. Tingkat
13. pendidikan rendah

14
BAB V

RENCANA USULAN KEGIATAN PKPR TAHUN 2015

PKPR Penyuluhan Untuk memberikan usia remaja 75% Transport, ATK,LCD 1. dokter 75 % dari BOK
Kesehatan pada pengetahuan tentang 10-19 tahun konsumsi , Form umum/ jumlah remaja
remaja kesehatan reproduksi perawat telah
remaja dan kesehatan umum mendapatkan
secara umum 2. Petugas pelayanan
promkes promotif dan
3. preventif
Pemegang
program
kesehatan
remaja
4. Bidan
Pemeriksaan Remaja sehat dan usia remaja 75% transport PKPR Team 75 % dari BOK
kesehatan di sekolah produktif 10-19 tahun KIT PKPR jumlah remaja
sehat
pembinaan usia penyuluhan dan SD,SMP,SM 1 kali honor nara materi, Kapus, terlaksananya BOK
sekolah bimbingan teknis A kegiatan sumber, lacd Pet Aru, pembinaan usia
pada sekolah dengan 70 transport proyektor, pet sekolah
orang peserta, ruangan Promkes
peserta konsumsi
penjaringan pelaksanaan sd kelas 6, 40 sekolah transport materi,scre tim terlaksananya BOK
kesehatan siswa baru screening anak smp kelas 7, ening kit screening screening pada
sekolah sma kelas 10 sekolah
pemberian TTD upaya kesehatan remaja puteri 10 kali transport TTD, form tim 50% remaja BOK
reproduksi kegiatan pencatatan screening pernah
mendapatkan
TTD
pembinaan SLB penjaringan dan siswa SLB 2 kali transport materi, tim terlaksananya BOK
screening siswa SLB kegiatan screening screening pembinaan dan

15
dengan 1 Kit screening pada
SLB siswa SLN
Koordinasi lintas Mempermudah Lintor Seluruh transport ,ko form Team Terlaksananya BOK
sector ditingkatkan koordinasi sekolah nsumsi PKPR koordinasi
pelaksanaan PKPR dan lintor lintor
dengan lintas sektor

16
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Stakeholder remaja masih dikategorikan sebagai pemerhati (mendukung, power lemah


dan keterlibatan pasif) dikarenakan belum mengetahui tugas yang akan dijalankan, belum ada
follow up atau sustainabilitas dari stakeholder decision maker. Bahkan hanya 1 dari 12
stakeholder yang mengetahui program PKPR, dikarenakan pernah mendapatkan sosialisasi PKPR
dari Dinas Kesehatan saat pelatihan Pendidik Sebaya. Padahal keterlibatan remaja merupakan
kunci dari program PKPR. Puskesmas perlu melibatkan remaja dalam pelaksanaan langkah
strategis PKPR misalnya melibatkan remaja dalam pelaksanaan identifikasi masalah (remaja
menggambarkan masalah kesehatannya baik berdasarkan pengalaman pribadi maupun dari
pengalaman temannya) hingga evaluasi program.
Selama ini Remaja hanya sebagai objek program, belum menjadi subjek. Padahal remaja
telah menyadari perilaku berisiko, dampaknya sehingga remaja merasa membutuhkan program
kesehatan remaja namun remaja belum mengetahui ada program PKPR karena remaja belum
pernah dilibatkan. Remaja seharusnya menjadi pelopor program kesehatan remaja (dari oleh dan
untuk remaja) sehingga remaja perlu menyampaikan kepada stakeholder (decision maker dan
provider) bahwa ada permasalahan remaja baik yang dialami secara pribadi maupun pengalaman
orang lain, kebutuhan akan program kesehatan remaja, ketersediaan remaja untuk terlibat aktif
dalam pelaksanaan program PKPR.
B. Saran
a. Dimungkinkan agenda refresh untuk tim PKPR Puskesmas
b. Segera dibentuk konselor remaja
c. Segera diberikan bantuan dana untuk melengkapi sarana prasarana PKPR termasuk
pembangunan ruang khusus untuk konseling remaja
d. Segera dilakukan advokasi dengan lintas sektor

17