Anda di halaman 1dari 17

STUDI TEKNIS REKLAMASI LAHAN PASCA TAMBANG PADA

PT SELUMA PRIMA COAL DI DESA RANGKILING


KECAMATAN MANDIANGIN KABUPATEN
SAROLANGUN PROPINSI
JAMBI

PROPOSAL KERJA PRAKTEK

OLEH:

DIAN ARI SANDI


121016131201005

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIERSITAS MUARA BUNGO
MUARA BUNGO
2016
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Judul Kerja Praktek


Studi Teknis Reklamasi Lahan Bekas Tambang Pada PT. Seluma Prima Coal Di
Desa rangkiling Kecamatan Sarolangun Provinsi Jambi
1.2. Latar Belakang Kerja Praktek
Pembangunan berwawasan lingkungan menjadi suatau kebutuhan penting bagi
setiap bangsa dan negara yang menginginkan kelestarian sumber daya alam. Oleh
karena itu, sumber daya alam perlu dijaga dan diperhatikan untuk kelangsungan hidup
manusia kini, maupun untuk generasi yang akan datang.
Manusia merupakan penyebab utama terjadinya kerusakan lingkungan
(ekosistem). Dengan semakin bertambahnya jumlah populasi manusia, kebutuhan
hidupnya pun meningkat, akibat terjadinya peningkatan permintaan akan lahan seperti
disektor pertanian maupun pertambangan. Sejalan dengan hal tersebut dan semakin
hebatnya teknologi untuk memodifikasi alam, maka manusia yang merupakan faktor
yang paling penting dan dominan dalam merestorasi ekosistem rusak.
Kegiatan pembangunan seringkali menyebabkan kerusakan lingkungan, sehingga
menyebabkan penurunan mutu lingkungan, berupa kerusakan ekosistem yang
selanjudnya mengancam dan membahayakan kelangsungan hidup manusia itu sendiri.
Kegiatan seperti pembukaan hutan, penambangan, pembukaan lahan pertanian dan
pemukiman, bertanggung jawab terhadap kerusakan ekosistem yang terjadi. Akibat
yang ditimbulkan antara lain kondisi fisik, kimia dan biologis tanah menjadi buruk,
seperti contohnya lapisan tanah tidak berprofil, terjadi bulk density (pemadatan),
kekurangan unsur hara yang penting, PH rendah, pencemaran oleh logam-logam berat
pada lahan bekas tambang, serta penurunan populasi mokroba tanah. Untuk itu
diperlukan adanya suatu kegiatan sebagai upaya pelestarian lingkungan agar tidak
terjadi kerusakan lebih lanjud. Upaya tersebut bisa di tempuh dengan cara
merehabilitasi ekosistem yang rusak. Dengan rehabilitasi tersebut diharapkan akan
mampu memperbaiki ekosistem yang rusak sehingga dapat pulih, mendekati atau
bahkan lebih baik dari kondisi semula.
Kegiatan reklamasi tidak harus menunggu sampai seluruh kegiatan penambangan
berakhir, terutama pada lahan penambangan yang luas. Reklamasi sebaiknya di
lakukan secepat mungkin pada lahan bekas penambangan yang telah selesai
dieksploitasi, walaupun kegiatan penambangan tersebut secara keseluruhan belum
selesai karena masih terdapat deposit bahan tambang yang belum ditambang. Sasaran
akhir dari reklamasi adalah untuk memperbaiki lahan bekas tambang agar kondisinya
aman, stabil dan tidak mudah tererosi sehingga dapat dimanfaatkan kembali.
1.3.Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang dimaksud adalah :
a. Bagaimana proses persiapan reklamasi lahan pasca tambang yang dilakukan oleh
PT. Seluma Prima Coal.
b. Bagaimana tahapan reklamasi lahan pasca tambang yang dilakukan perusahaan
guna mengembalikan fungsi lahan pasca penambangan.
c. Bagaimana langkah-langkah pelaksanaan tahapan reklamasi sesuai dengan tatacara
reklamasi yang baik dan benar.
1.4. Batasan Masalah

Pada kesempatan ini pelaksanaa kerja praktrek hanya membatasi masalah


studinya pada tahap proses Revegetasi.

1.5. Tujuan Studi


Adapun tujuan kerja praktek yang ingin dicapai adalah :
a. Untuk mengetahui luas wilyah dan lokasi yang akan direklamasi.
b. Untuk mengetahui proses rekamasi.
c. Untuk mengetahui strategi pengendalian erosi dan sedimentasi
1.6. Manfaat Studi
Adapun manfaat studi yang akan di lakukan saat ini yaitu :
1. Sebagai pertimbangan pengetahuan lebih bagi kami mengenai reklamasi pasca
tambang khususnya tahapan revegetasi.
2. Sebagai bahan informasi yang sangat penting bagi masyarakat, bahwa dunia
pertambangan bukanlah faktor yang merusak lingkungan, contohnya seperti lokasi
yang perna dilakukan proses penambangan akan dilakukan proses reklamasi agar
masyarakat dapat memanfaatkan lokasi tersebut untuk lahan pertanian, perkebunan
dan lain-lain.
3. Sebagai bahan masukan kepada perusahaan, agar bisa merumuskan langkah-
langkah pengembangan agar lahan pasca tambang dapat dimanfaatkan bagi
masyarakat sekitar, agar bisa menghasilkan nilai ekonomis kembali bagi
masyarakat.
4. Sebagai bahan perbandingan antara studi yang selanjudnya.
1.7. Lingkup Kerja Praktek
Dalam pelaksanaan kerja praktek ini, saya mengharapkan dapat menekuni dan
memperdalam bidang keahlian pada ruang lingkup penambangan. dan objek kerja
praktek ini adalah analisis biaya produksi penambangan batubara serta referensi
pendukung lainnya yang menunjang mengenai produksi penambangan batubara.
1.8. Metodologi Studi
Data studi ini dilakukan dengan cara klasifikasi dengan pengamatan sebagai
berikut :
a. Studi Literatur
Studi ini dilakukan dengan cara penelusuran daftar pustaka, meliputi :
- Pengumpulan peta-peta (topografi dan administrasi),
- Penggunaan lahan,
- Kemiringan lereng,
- Ketinggian,
- Iklim,
- Data curah hujan.
b. Studi/Praktek Lapangan
Studi lapangan ini dilakukan dengan pengumpulan data lapangan meliputi:
- Tindakan konservasi tanah,
- Panjang lereng,
- Vegetasi.
c. Pembahasan hasil
Pemahasan hasil dilakukan dengan pengolahan data yang di peroleh
dilapangan terlebih dahulu, kemudian menganalisis data tersebut dan membuat
laporan hasil kerja praktek.
Adapun bagan alir dari studi (gambar 2.1). sebagai berikut:

Studi Kepustakaan
Studi Literatur
Peta KP PT. VALE
INDONESIA Tbk.
Peta Reklamasi

Praktek Lapangan
Observasi Lokasi Reklamasi
Pengumpulan Data
Dokumentasi

Pembahasan Hasil
Pengolahan Data
Analisis Data
Pembuatan Laporan
1.9. Fasilitas Yang Digunakan
Peralatan dan fasilitas yang diperlukan pada saat studi antara lain :
a. Safety
b. Buku lapangan
c. Komputer
d. Kamera digital
e. Alat tulis menulis
f. Akomodasi dan transportasi
g. Dan perlengkapan lain yang menunjang studi
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian Reklamasi


Reklamasi adalah usaha memperbaiki (memulihkan kembali) lahan yang
rusak agar bisa menjadi daerah bermanfaat dan berdaya guna sebagai akibat kegiatan
usaha pertambangan agar dapat berfungsi secara optimal sesuai dengan kemampuan
yang mengacu pada penataan lingkungan hidup yang berkelanjutan agar menjadi
seperti keadaan semula, (Tojib Alfiah, Forum RHLBT).
Reklamasi menurut Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No.
18 Tahun 2008, pasal 1 butir 2 adalah kegiatan yang bertujuan memperbaiki atau
menata kegunaan lahan yang terganggu sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan
agar dapat berfungsi dan berdaya guna sesuai peruntukkannya.
Reklamasi berdasarkan Undang - Undang Minerba No 4 Tahun 2009 pasal 1
ayat 26, Reklamasi adalah kegiatan yang dilakukan sepanjang tahapan usaha
pertambangan untuk menata, memulihkan, dan memperbaiki kualitas lingkungan dan
ekosistem agar dapat berfungsi kembali sesuai peruntukannya.

2.2. Tahap tahap reklamasi


Ruang lingkup reklamasi(keputusan menteri kehutanan dan perkebunan No. 149,
tahun 1999)meliputi tahapan kegiatan :
a). Investasi lokasi reklamasi
b). Penetapan lokasi reklamasi
c). Perencanaan reklamasi
1. Penyusunan reklamasi
2. Penyusunan rancangan reklamasi
d). Pelaksanaan reklamasi yang meliputi
1. penyiapan lahan
2. pengaturan bentuk lahan(land scaping)
3. pengadalian erosi dan sedimentasi
4. pengolahan lapisian olah(top soil)
5. revegetasi
6. pemeliharaan
2.3. Dasar Hukum
Upaya pengendalian dampak negatif kegiatan pertambangan terhadap
lingkungan hidup dilakukan berdasarkan peraturan perundang-undangan sebagai
berikut :
a. Peraturan - Pemerintah 78 tahun 2010 tentang reklamasi pasca tambang, (Tajib
Alfiah Direktur Eksekutif FORUM RHLBT).
b. Undang - Undang No. 23 tahun 2009 tentang pengendalian dan pengelolaan
lingkungan hidup, (Tajib Alfiah Direktur Eksekutif FORUM RHLBT).
c. Permenhut P39/2010 tentang pola umum, kriteria dan standar rehabilitas dan
reklamasi hutan, (Tajib Alfiah Direktur Eksekutif FORUM RHLBT).
d. Permenhut P4/2011 tentang pedoman reklamasi hutan, (Tajib Alfiah
Direktur Eksekutif FORUM RHLBT).
e. Permenhut P60/2009 tentang pedoman penilaian keberhasilan reklamasi hutan,
(Tajib Alfiah Direktur Eksekutif FORUM RHLBT).
f. Undang - Undang No 4 tahun 2009 tentang Minerba.
g. Undang - Undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan - Ketentuan Pokok
Pengolahan Lingkungan Hidup.
h. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1993 tentang Analisis
MengenaiDampak Lingkungan (AMDAL).
i. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 121 K/PE/1995 Pasal 1
adalah kegiatan yang bertujuan untuk memperbaiki dan menata lahan
yangterganggu sebagai akibat usaha penambangan umum agar dapat
berfungsidan berdaya sesuai dengan peruntukannya.

2.4. Perencanaan Reklamasi


Untuk melaksanakan reklamasi diperlukan perencanaan yang baik, agar
dalam pelaksanaannya dapat tercapai sasaran sesuai yang dikehendaki, dalam hal ini
reklamasi harus disesuaikan dengan tata ruang perencanaan reklamasi harus sudah
disiapkan sebelum melakukan operasi penambangan dan merupakan program
yang terpadu dalam kegiatan operasi penambangan.
2.4.1. Pemerian Lahan/Tinjauan Dari Kondisi Lahan
Pemerian lahan pertambangan merupakan hal yang terpenting
untuk merencanakan jenis perlakuan dalam kegiatan reklamasi, jenis
perlakuan reklamasi dipengaruhi oleh berbagai faktor utama :
a. Kondisi iklim
b. Geologi
c. Jenis tanah
d. Bentuk alam
e. Air permukaan dan air tanah
f. Flora dan fauna
g. Penggunaan lahan
h. Tata ruang dan lain-lain
Untuk lahan data yang dimaksud diperlukan suatu studi lapangan, dari
berbagai faktor tersebut diatas, kondisi iklim terutama curah hujan dan jenis
tanah merupakan faktor yang penting.

2.4.2. Pemetaan
Rencana operasi penambangan yang sudah memperhatikan
upaya reklamasi atau sebaliknya dengan sendirinya akan saling mendukung
dalam pelaksanaan kedua kegiatan tersebut, rencana (tahapan pelaksanaan)
reklamasi ditetapkan sesuai dengan kondisi setempat dan rencana kemajuan
penambangan, rencana tahap reklamasi tersebut dilengkapi dengan peta skala
1 : 1000 atau skala lainnya yang disetujui, disertai gambar-gambar teknis
bangunan reklamasi, selanjutnya peta tersebut dilengkapi dengan peta indeks
dengan skala memadai.
Di dalam peta tersebut digambarkan situasi penambangan dan
lingkungan, misalnya kemajuan penambangan, timbunan tanah penutup,
timbunan terak (slag), penyimpanan sementara tanah pucuk, kolam
pengendap, kolam persediaan air, pemukiman, sungai jembatan, jalan,
revegetasi, dan sebagainya serta mencantumkan tanggal situasi/
pembuatannya.
2.4.3. Peralatan Yang Digunakan
Untuk menunjang keberhasilan reklamasi biasanya digunakan
peralatan dan sarana prasarana, antara lain : Dump Truck, Bulldozer,
Excavator (Back Hoe), Sekop, Cangkul. Bangunan pengendali erosi :
Susunan karung pasir, Tanggul, Pagar keliling, Beton pelat baja untuk
menghindari kecelakaan dan lain-lain, adapun peralatan yang digunakan
dalam melaksanakan reklamasi seperti gambar berikut :

Gambar 3.1 : Alat Muat (Excavator)


Excavator ini berfungsi untuk memuat material timbunan ke dalam
Dump Truck yang bertujuan untuk meratakan lahan yang akan di revegetasi.

Gambar 3.2 : Alat Angkut (Dump Truck)


Dump Truck ini berfungsi untuk memuat material dari stock file ke
lahan yang akan ditanami.
2.4.4. Rencana Desain Reklamasi
Adapun rencana desain yang coba diterapkan adalah reklamasi sistem
pot, pada metode ini dipakai campuran top soil dan pupuk kandang untuk
membantu tanaman tumbuh guna memulihkan tanah disekitarnya. lahan yang
akan dimanfaatkan dibersihkan, lalu digali sesuai ukuran dan jenis pohon yang
akan ditanam. Kemudian ukuran lubang juga mesti disesuaikan dengan jenis
tanaman yang akan ditanam serta jarak tanam yang di inginkan.
Keuntungan dari penggunaan cara tersebut adalah :
1. Tingkat keberhasilan tinggi.
2. Tidak memerlukan banyak tenaga kerja.
3. Proses pengerjaannya relatif mudah dengan biaya yang diperlukan relative
murah.
4. Rekayasa lahan yang sangat efisien dan cocok diterapkan pada lahan-lahan
bekas galian yang sangat miskin hara.
Kekurangan dari penggunaan cara tersebut adalah :
1. Memerlukan tambahan atau bahan media tanam lain untuk mengganti dan
menutup lubang galian lahan kritis tersebut.
2. Tampak yang ada tidak mendekati keadaan yang sebenarnya.

2.5. Pelaksanaan Reklamasi


Kegiatan pelaksanaan reklamasi harus segera dimulai sesuai dengan rencana
tahunan pengelolaan lingkungan yang telah disetuju dan harus sudah selesai
pada waktu yang telah ditetapkan, dalam melaksanakan kegiatan reklamasi
perusahaan pertambangan bertanggung jawab sampai kondisi/zona akhir yang
telah disepakati tercapai.
Setiap lokasi penambangan mempunyai kondisi tertentu yang mempengaruhi
pelaksanaan reklamasi, pelaksanaan reklamasi umumnya merupakan gabungan
dari pekerjaan teknik sipil dan teknik vegetasi, pekerjaan teknik sipil meliputi :
pembuatan teras, saluran pembuangan akhir (SPA), bangunan pengendali lereng,
check dam, dan lain-lain yang disesuaikan dengan kondisi setempat. pekerjaan
teknik vegetasi meliputi : pola tanam, sistem penanaman (monokultur, multiple
croping), jenis tanaman yang disesuaikan kondisi setempat, tanaman penutup
dan lain-lain. pelaksanaan reklamasi lahan meliputi kegiatan sebagai berikut :
a. Persiapan lahan yang berupa pengamanan lahan bekas tambang,
pengaturan bentuk tambang (landscaping), pengaturan/penempatan bahan
tambang kadar rendah yang belum dimanfaatkan.
b. Pengendalian erosi dan sedimentasi.
c. Pengelolaan tanah pucuk (top soil).
d. Revegatasi (penanaman kembali) dan pemanfaatan lahan bekas tambang
untuk tujuan lainnya.

V=AxT
Untuk menghitung volume material digunakan persamaan sebagai berikut :

Dimana :
V : Volume (
A : Luas Lahan Terbongkar
T : Tebal Top Soil (m)
Sedang untuk menentukan jumlah pohon yang akan ditanam dapat menggunakan
perhitungan sebagai berikut :
Mengingat sifat lahannya dan kegiatannya yang memerlukan penjelasan
rinci, maka kegiatan pelaksanaan reklamasi di atas, dalam BAB III ini juga
dijelaskan mengenai pelaksanaan reklamasi khusus, reklamasi pada infrastruktur
dan reklamasi lahan bekas tambang.

2.6. Persiapan Lahan


2.6.1. Pengamatan Lahan Bekas Penambangan
Kegiatan ini meliputi :
a. Pemindahan/pembersihan seluruh peralatan dan prasarana yang tidak
digunakan di lahan yang akan direklamasi.
b. Perencanaan secara tepat lokasi pembuangan sampah/limbah beracun
dan berbahaya dengan perlakuan khusus agar tidak mencemari
lingkungan.
c. Pembuangan atau penguburan potongan beton dll pada tempat khusus.
d. Penutupan lubang bukaan tambang secara aman dan permanen.
e. Melarang atau menutup jalan masuk ke lahan bekas tambang yang
akan direkla masi.

2.6.2. Pengaturan Bentuk Lahan


Pengaturan bentuk lahan disesuaikan dengan kondisi topografi
setempat kegiatan ini meliputi :
a. Pengaturan bentuk lereng
- Pengaturan bentuk lereng dimaksud untuk mengurangi
kecepata air limpasan (run off), erosi dan sedimentasi serta
longsor.
- Lereng jangan terlalu tinggi atau terjal dan dibentuk
berterasteras.
b. Pengaturan saluran pembuangan air
- Pengaturan saluran pembuangan air (SPA) dimaksudkan
untuk mengatur air agar mengalir pada tempat tertentu dan
dapat mengurangi kerusakan lahan akibat erosi.
- Jumlah/kerapatan dan bentuk (SPA) tergantung dari bentuk
lahan dan luas areal yang direklamasi.

2.7. Pengendalian Erosi dan Sedimentasi


Defenisi erosi merupakan peristiwa pengikisan tanah, sedimen, dan partikel
lain akibat angin, air, atau es, sedangkan sedimentasi proses pengendapan
material cair atau padat dari kondisi lahan yang terganggu yang biasanya terlarut
dalam suatu air.
Pengendalian erosi merupakan hal yang mutlak dilakukan selama kegiatan
penambangan dan setelah penambangan erosi dapat mengakibatkan berkurangnya
kesuburan tanah, terjadinya endapan lumpur dan sedimentasi di alur-alur sungai.,
faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya erosi oleh air adalah : curah hujan,
kemiringan lereng (topografi), jenis tanah, dan tanaman penutup tanah, maka dari
itu sebelum melakukan penambangan maka diperlukan perencanaan pengendali
erosi dan sedimentasi.
beberapa cara mengendalikan erosi dan air limpasan adalah sebagai berikut :
a. Meminimalisir areal terganggu dengan :
- Membuat rencana detail kegiatan penambangan dan reklamasi.
- Membuat batas-batas yang jelas areal tahapan penambangan.
- Penebangan pohon sebatas areal yang akan dilakukan
penambangan.
- Pengawasan yang ketat pada pelaksanaan penebangan
pepohonan.
b. Membatasi/mengurangi kecepatan air limpasan dengan :
- Pembuatan teras-teras.
- Pembuatan SPA.
- Dam pengendali.
c. Meningkatkan peresapan air tanah (infiltrasi) :
- Dengan penggaruan tanah searah kontur.
- Akibat penggaruan tanah menjadi gembur dan volume tanah
meningkat sebagai media perakaran tanah.
- Pembuatan lubang-lubang tanaman, pendangiran, dll.
d. Pengelolaan air yang keluar dari lokasi penambangan
- Membuat bendungan sedimen untuk menampung air yang banyak mengandung
sedimen.
- Bila curah hujan tinggi perlu dibuat bendungan yang kuat dan permanen yang
dilengkapi dengan saluran pengelak.
- Letak bendungan ditempatkan sedemikian sehingga aliran air mudah
ditampung dan dibelokkan serta kemiringan saluran air (SPA) jangan terlalu
curam.
- Bila endapan sedimen telah mencapai setengah dari badan bendungan sebaiknya
sedimen dikeruk dan dapat dipakai sebagai lapisan atas tanah.
- Kurangi kecepatan aliran permukaan dengan membuat teras, check dam dari
beton, kayu atau dalam bentuk lain.
3.8. Revegetasi
Revegetasi meurut keputusan menteri kehutanan dan perkebunan No. 146
tahun 1999 adalah usaha atau kegiatan penanaman kembali pada lahan bekas
tambang.
Revegetasi dilakukan melalui tahapan kegiatan penyusunan rancangan teknis
tanaman, persediaan lapangan, pengadaan bibit/persemaian, pelaksanaan penanaman
dan pemeliharaan tanamanan.
1. Penyusunan rancangan teknis tanaman
Penyusunan rancangan teknis tanaman adalah rencana detail kegiatan revegetasi
yang menggambarkan kondisi detail kegiatan revegetasi Yang mengambarkan
kondisi lokasi, jenis tanaman yang ditanam, uraian jenis pekerjaan, kebutuhan
bahan dan alat, kebutuhan tenaga kerja, kebutuhan biaya dan tata waktu
pelaksanaan kegiatan
2. Persiapan lapangan
Pada umumnya persiapan lapangan meliputi pekerjaan pembersihan lahan
tanah dan kegiatan perbaikan tanah. Kegiatan tersebut sangat penting agar
keberhasilan tanamanan tanaman dapat tercapai.
3. Pengadaan bibit atau persemaian
Bibit yang dibutuhkan untuk revegetasi dapat memenuhi melalui pembelian bibit
siap tanam atau melalui pengadaan bibit.
4. Pelaksanaan penanaman
Tahap pelaksanaan penanaman meliputi pengaturan arah larikan tanaman,
pemasangan ajir, distribusi bibit, pembuatan lubang tanaman dan penanaman.
5. Pemeliharaan
Tingkat keberhasilan dari suatu metode penanaman akan berkurang bila tidak
dilakukannya pemeliharaan yang baik. Pemeliharaan tanaman dimaksudkan
untuk memacu pertumbuhan tanaman sedemikian rupa shingga dapat
diwujudkan keadaan optimal bagi pertumbuhan tanaman
BAB III
PENUTUP

Demikian proposal ini saya sampaikan agar pada proses selanjutnya dapat berguna
sebagai kerangka acuan Kerja Praktek yang dilakukan oleh mahasiswa jurusan Teknik
Pertambangan Universitas Muara Bungo. Saya berharap perusahaan yang saya tuju dapat
menyetujui dan menerima proposal Kerja Praktek ini. Untuk ini kami siap dan bersedia
datang ke perusahaan, guna memantapkan rencana Kerja Praktek ini selanjutnya setelah
adanya persetujuan proposal ini.
Atas perhatian dan kesediaan perusahaan, untuk menerima pelaksanaan Kerja
Praktek mahasiswa jurusan Teknik Pertambangan Universitas Muara Bungo, saya ucapkan
terima kasih.
3.1 Waktu dan Rencana Pelaksanaaan
Kerja praktek rencana akan dilaksanakan selama 1 bulan, tidak menutup
kemungkinan setelah waktu tersebut ada kebijakan penambahan waktu kerja praktek
dari Perusahaan yang bersangkutan ( waktu disesuaikan dengan kebijakan
Perusahaan ).

No Tanggal Kegiatan Catatan


1. 23 maret 2017 Kedatangan di Tanggal dan lama
perusahaan kegiatan ini dapat
2. 24-25 maret 2017 Pengenalan lapangan berubah sesuai
3. 26maret-16 april2017 Kegiatan pengambilan dengan kondisi
data dan ikut serta dalam perusahaan
proses pekerjaan.
4. 17-19 april 2017 Penyusunan laporan
5. 20 april 2017 Kembali ke kampus
3.2 Peserta
Peserta kerja praktek ini adalah mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan
Universitas Muara Bungo yang disebut namanya dalam surat pengantar resmi, yaitu :
Nama : Dian ari sandi
NIM : 121016131201005
Contact person
Telpon : 082377266466