Anda di halaman 1dari 2

PROSEDUR TETAP

VOLUNTARY COUNSELING AND TESTING (VCT)


No. Kode: Ditetapkan Oleh
Kepala Puskesmas Peureulak
Terbitan :

SPO No. Revisi :

Tgl Mulai Berlaku :


Mukhlis,SKM., M.Kes.
Halaman:1 /2 NIP. 19720709 199303 1 003

1. Pengertian a. Konseling dan tes sukarela selanjutnya disebut VCT


(Voluntary Counseling and Testing) adalah kegiatan
konseling yang bersifat sukarela dan rahasia antara konselor
dari Tim penanggulanggan HIV-AIDS Puskesmas Peureulak
dengan orang yang ingin mengetahui status HIV nya atau
orangyang berisiko tertular HIV.
b. Disebut telahmenjalani VCT apabila menjalani : konseling
pre tes, testing, dan konseling pasca tes.
c. Konseling adalah saran, anjuran, nasehat profesional yang
diberikan kepada seseorang yang mempunyai
masalah/problem (oxford Advance Learnes Dictionary 4th
ed).
d. Konselor adalah petugas yang memiliki ketrampilan
konseling dan pemahaman akan seluk belik HIV/AIDS.
e. Prosedur Pelaksanaan VCT adalah alur pelayanan yang wajib
dilalui oleh semua orang yang akan menjalani VCT di
Puskesmas Peureulak.
f. Tempat melaksanakan VCT adalah poli VCT atau di ruang
rawat inap.
2. Tujuan Tujuan pembuatan protap ini :
a. Sebagai acuan baagi petugas medis & non medis di
Puskesmas Peureulak dalam pelaksanaan VCT.
b. Sebagai acuan bagi orang yang akan menjalani tes HIV.
c. Sebagai pedoman pelaksanaan pemeriksaan tes HIV di
Puskesmas Peureulak
Tujuan pelaksanaan VCT adalah :
Membantu terduga HIV dan atau ODHA untuk melakukan
perubahan perilaku ke arah perilaku lebih sehat dan aman
melalui:
a) Memberikan dukungan psikologis bagi pasien &
keluarga.
b) Mencegah penularan HIV dengan
menyampaikan informasi tentang perilaku berisiko
membantu mengembangkan keahliab pribadi yang
diperlukan untuk mendukung perilaku hidup sehat.
c) Memastikan pengobatan yang efektif sedini mungkin
termasuk alternatif pemecahan berbagai masalah.
3. Kebijakan a. Pelaksana pelayanan VCT adalah konselor dari Tim
Penanggulangan HIV/AIDS.
b. Biaya pelaksanaan pelayanan VCT adalah sesuai dengan
ketentuan Puskesmas Peureulak tentang biaya klinik rawat
jalan dan biaya pemeriksaan laboratorium.
4. Referensi -
5. Langkah-langkah a. Klien atau pasien yang akan menjalani VCT baik datang
sendiri atau dikirim oleh petugas medis terlebih dahulu
mendaftar di tempat pendaftaraan
b. Klien/Pasien menjalani konseling.
c. Apabila setuju untuk diperiksa tes HIV, klien/pasien
menandatangani Informed Consent yang disediakan
d. Klien menjalani tes di laboratorium .
e. Untuk pembukaan hasil tes anti HIV, klien/pasien menjalani
konseling pasca tes.
f. Bagi pasien yang belum setuju untuk menjalani tes pada saat
itu dianjurkan untuk kunjungan ulang pada waktu yang
disepakati.
6. Hal-hal yang perlu
-
diperhatikan
7. Unit Terkait -
8. DokumenTerkait a. Pedoman Nasional PERAWATAN DUKUNGAN DAN
PENGOBATAN BAGI ODHA, Dirjen Pemberantasan
Penyakit Menular & Penyehatan Lingkungan DEPKES RI
tahun 2005.
b. Pedoman Pelayanan Konseling dan Testing HIV/AIDS Secara
Sukarela,Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan
Lingkungan,DEPKES 2005.
c. Modul VCT, DEPKES 2004.
d. Ketentuan tentang biaya pelayanan Rawat Jalan dan Rawat
inap di Puskesmas Peureulak
e. Formulir Informed Consent Puskesmas Peureulak
f. Formulir Laporan Pajanan Puskesmas Peureulak