Anda di halaman 1dari 2

SKRINING PASIEN TERSANGKA HIV/AIDS

No. Kode: Ditetapkan Oleh


Kepala Puskesmas Peureulak
Terbitan :

SPO No. Revisi :

Tgl Mulai Berlaku :


Mukhlis,SKM., M.Kes.
Halaman:1 /2 NIP. 19720709 199303 1 003

1. Pengertian Skrining pasien tersangka HIV/AIDS yaitu proses atau kegiatan


yang harus dilakukan untuk mengetahui apakah pasien yang
masuk ke Puskesmas Peureulak adalah tersangka HIV/AIDS
sehingga kepada pasien tersebut dapat diberikan pelayanan sesuai
dengan fasilitas dan tenaga ahli di Puskesmas Peureulak.
2. Tujuan a. Untuk mencegah terjadinya pasien tersangka HIV/AIDS
datang ke Puskesmas Peureulak namun tidak dapat dilayani
dengan optimal
b. Agar pasien tersangka HIV/AIDS mendapatkan pelayanan
secara cepat dan tepat

3. Kebijakan Keputusan Direktur Nomor 2674/SK-DIR/RSHT/VIII/2012


tentang Kebijakan Penanggulangan Pasien HIV Dan AIDS
(ODHA) bahwa Puskesmas Peureulak dapat melakukan skrining
terhadap pasien tersangka HIV/AIDS.
4. Referensi -
5. Langkah-langkah a. Pasien-pasien di IGD, Poliklinik, Ruang Perawatan, Kamar
Bersalin, dan Kamar Operasi yang diperkirakan tersangka
penderita HIV/AIDS harus dilakukan informed consent oleh
dokter untuk dilakukan skrining yang tertulis dalam formulir
informed consent .
b. Pasien-pasien di IGD, Poliklinik, Ruang Perawatan, Kamar
Bersalin, dan Kamar Operasi yang sudah terdiagnosa HIV
dan dalam pengobatan ARV, petugas harus melakukan
penanganan dengan menggunakan APD lengkap.
c. Skrining pasien-pasien yang dicurigai HIV/AIDS dilakukan
dengan cara :
d. Pemeriksaan darah dengan menggunakan metode Rapid Test
- Jika hasilnya positif dirujuk ke pusat HIV (menurut
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor
782/MENKES/SK/IV/2011 tentang rumah sakit rujukan
bagi ODHA untuk Kota atau Kabupaten Tangerang
yaitu RSU Tangerang, RS Usada Insani, RS Al Qadr)
untuk konseling dan pengobatan ARV.
- Jika negatif pasien dapat melanjutkan penanganan
seperti semula.
- Untuk pasien-pasien yang ada di kamar bersalin, kamar
operasi, kamar perawatan yang sudah terdiagnosa HIV
dan dalam pengobatan ARV tidak perlu dirujuk tetapi
diupayakan pengobatannya bisa dilanjutkan di RS
Hermina Tangerang.

6. Hal-hal yang perlu


-
diperhatikan
7. Unit Terkait Bidang Pelayanan Medis / Bidang Penunjang Medis
8. DokumenTerkait -