Anda di halaman 1dari 3

Band Gap ( Pita Energi ) Semikonduktor

Melany Putri Razita (140310130029 )


Program Studi Fisika, FMIPA Universitas Padjadjaran
30 Oktober 2015
Asistan : Heri Pernando

Abstrak

Dalam ranah fisika tentunya kita tidak bisa terlepas dalam teori tentang bahan
semikonduktor. Dalam kehidupan sehari-hari pun banyak sekali kiita jumpai bahan-banah
semikonduktor seperti alarm kebakaran dalam suatu gedung, layar LCD, dioda, dan transistor.
Bahan semikonduktor mempunyai beberapa kelebihan salah satunya dapat berubah menjadi bahan
konduktor pada saat temperatur tinggi dan berubah menjadi bahan isolator pada saat temperatur
rendah. Bahan semikonduktor dapat berubah seperti itu karena dipengaruhi oleh pita valensi dan
pita konduksi sehingga terjadi selisih perbedaan di pita energi di dalam bahan dan bias akita sebut
dengan nama band gap.

Kata kunci : Jenis bahan, Band gap, bahan semikonduktor, pita valensi, pita konduksi,
klasifikasi semikonduktor, aplikasi bahan semikonduktor.

I. Pendahuluan konduksi dimana selisih perbandingan


Semikonduktor adalah sebuah bahan kedanya menghasilkan pita energi atau
dengan konduktivitas biasa kita sebut dengan band gap. Pita
valensi adalah pita energi yang diisi oleh
listrik yang berada diantara isolator dan k
elektron dari zat padat hingga lengkap.
onduktor. Tentunya bahan semikonduktor Setiap pita memiliki elektron 2N dengan N
ini mempunyai energi band yang berbeda adlah jumlah atom. Pada bahan
dari bahan yang lainnya (isolator dan kon semikonduktor Eg ~1 eV sedangkan pada
duktor). Perbedaan energi pada pita isolator berkisar Eg ~6eV.
terlarang ini dipengaruhi oleh sifat dasar
dari bahan itu dan struktur atom/ populasi B. Bahan Semikonduktor
atom menempati ruang Semikonduktor adalah sebuah bahan
pada bahan itu. Bahan semikonduktor ya dengan konduktivitas
ng banyak dikenal adalah silikon, listrik yang berada diantara isolator dan ko
germanium, galium arsenide. Germanium nduktor. Bahan semikonduktor
adalah mempunyai beberapa kelebihan salah
salah satu bahan yang digunakan untuk me satunya dapat berubah menjadi bahan
mbuat bahankomponen semikonduktor. konduktor pada saat temperatur tinggi dan
berubah menjadi bahan isolator pada saat
Teori dasar temperatur rendah. Bahan semikonduktor
A. Jenis Bahan dapat berubah seperti itu karena
Secara sederhana zat padat dapat
dipengaruhi oleh pita valensi dan pita
dikelompokkan menjadi 3 yaitu bahan
konduktor, bahan isolator dan bahan konduksi sehingga terjadi selisih
semikonduktr. Bahan semikonduktor perbedaan di pita energi di dalam bahan
adalah suatu material dengan sifat dan bias akita sebut dengan nama band
konduktifitas diantra konduktor dan gap.
isolator. Dalam konduktifitas sangat erat
kaitannya dengan pita valensi dan pita
C. Klasifikasi Semikonduktor dengan doping ketidakmurnian ke
Berdasarkan murni atau tidak murninya dalam semikonduktor.
bahan, semikonduktor dibedakan menjadi
dua jenis, yaitu semikonduktor intrinsik II. Data dan Analisa
dan ekstrinsik : Pada arus 0,5 A
Semikonduktor Intrinsik
Semikonduktor intrinsik merupakan
semikonduktor yang terdiri atas satu
unsur saja, misalnya Si saja atau Ge
saja. Pada Kristal semikonduktor Si, 1
atom Si yang memiliki 4 elektron
valensi berikatan dengan 4 atom Si
lainnya. Pada kristal semikonduktor
instrinsik Si, sel primitifnya berbentuk
kubus.Ikatan yang terjadi antar atom
Si yang berdekatan adalah ikatan
kovalen. Hal ini disebabkan karena
adanya pemakaian 1 buah elektron
bersama ( ) oleh dua atom Si yang
berdekatan.
Semikonduktor Ekstrinsik
Semikonduktor yang telah terkotori
(tidak murni lagi) oleh atom dari jenis
Pada arus 0,6 A
lainnya dinamakan semikonduktor
ekstrinsik. Proses penambahan atom
pengotor pada semikonduktor murni
disebut pengotoran(doping). Dengan
menambahkan atom pengotor
(impurities), struktur pita dan
resistivitasnya akan berubah.
Ketidakmurnian dalam semikonduktor
dapat menyumbangkan elektron
maupun hole dalam pita energi.
Dengan demikian, konsentrasi
elektron dapat menjadi tidak sama
dengan konsentrasi hole, namun
masing-masing bergantung pada
konsentrasi dan jenis bahan
ketidakmurnian. Dalam aplikasi
terkadang hanya diperlukan bahan
dengan pembawa muatan elektron
saja, atau hole saja. Hal ini dilakukan
Pada arus 0,7 A didapatkan akan semakin bertambah kecil
pada setiap penurunan.

Kesimpulan
Setelah kita melakukan praktikum dan
melakukan perhitungan data kita
memperoleh kesimpulan yang mengacu
pada tujuan percobaan yaitu :
Melakukan eksperimen untuk
memperoleh band gap yaitu kita
dapatkan pada saat suhu naik dan
tegangann mengalami penurunan.
Nilai tegangan itu mempresentasikan
besaran nilai band gap dalam bahan
Band gap dapat bersifat
semikonduktor dikarenakan konduksi
intrinsik dan ekstrinsik.
Dari bahan germanium kita
mendapatkan nilai konduktifitas
Analisa :
2,173911 / m
Pada praktikum kali ini berjudul band
gap yang bertujuan melakukan eksperimen Suhu mempengaruhi nilai band gap
untuk memperoleh band gap, pada germanium.
menghubungkan konsep band gap dengan
bahan semikonduktor, menghitung nilai Daftar Pustaka
band gap dan mengetahui pengaruh suhu Griffith, David. 1999.
terhadap perubahan band gap. Dari Elektronika. Erlangga. Jakarta.
praktikum kita menggunakan arus masukan Young, & Freedman. 2003.
sebesar 0,5 A; 0,6A; dan 0,7 A. Kita Fisika Universitas. Erlangga.
memulai percobaan dengan suu 37C sampai Jakarta
dengan suhu 170C. Kita mengetahui Dewi. Band gap http://dewi-s-
bersama disaaat suhu naik maka tegangan fstQq.web.unair.ac.id/artikel_detail_3
yang terjadi penurunan. Dari hal ini kita 8161.html. Diakses pada hari kamis 27
dapat mempresentasiikan band gap melalui oktober 2015 pukul 20.00 WIB.
tegangan yaitu pada suhu naik maka band
gap berbanding terbalik. Apabila kita tinjau
dariarus masukan yang diberikan, semaki
besar arus maka nilai suhu yang didapatkan
pada setiap penaikan akan semakin lebih
besar begitu pula dengan tegangan yang