Anda di halaman 1dari 13

Modul ke: TANTANGAN AUDIT

SISTEM INFORMASI
Fakultas
EKONOMI EDP AUDIT

Program Studi
AKUNTANSI
www.mercubuana.ac.id
Daftar Isi

tantangan keamanan dan etika TI


tugas CBIS
audit sistem informasi berbasis computer
dampak komputerisasi terhadap prosedur
audit
teknik audit berbasis computer.
Tantangan keamanan dan etika teknologi informasi

Isu-isu etika dapat dikategorikan dalam 4 jenis, yaitu :


1. Isu Privasi, yaitu pengumpulan, penyimpanan dan
penyebaran informasi mengenai berbagai individu.
2. Isu Akurasi, yaitu autentikasi, kebenaran dan akurasi
informasi yang telah dikumpulkan serta diproses.
3. Isu properti, yaitu kepemilikan dan nilai informasi
(hak cipta intelektual)
4. Isu Aksesibilitas, yaitu hak untuk mengakses
informasi dan pembayaran biaya untuk
mengaksesnya
Privacy issue

adalah pengumpulan, penyimpanan dan penyebaran


informasi mengenai berbagai individu. Perkembangan
internet sekarang sangatlah pesat dengan banyaknya
bermunculannya websites dan services.
Sebagian besar dari website dan service yang
berkembang ini meminta pengguna untuk
memberikan data pribadi.
Namun, perusahaan raksasa IT dunia, Google, yang
diberitakan beberapa media telah melanggar banyak
privacy orang dari teknologi-teknologi yang mereka
kembangkan.
Tantangan-tantangan lain
1. Tantangan Teknologi Informasi
Ada beberapa macam teknologi tinggi algoritma yang tersedia dan saling
bersaing saat ini, salah satu diantaranya bernama Sistem Rambutan yang
diilhami oleh karakteristik buah rambutan. Pada mulanya algoritma Rambutan
dibuat khusus untuk kepentingan militer dalam rangka mengamankan
sekaligus melindungi jalur sistem komunikasi antar kawan.

2. Tantangan Globalisasi dalam Sistem Lingkungan Ekonomi Global


Pertumbuhan yang cepat dalam perdagangan internasional dan timbulnya
ekonomi global. Dengan perbedaan bahasa, budaya dan politik diantara
negara tersebut. Untuk membangun SI yang multinasional dan terintegrasi,
maka bisnis harus membangun standar global hardware, software dan
komunikasi.
TUGAS KONTROL COMPUTER BASED INFORMATION SYSTEM (CBIS)

Kontrol CBIS mencakup semua fase siklus hidup. Selama siklus


hidup, control dapat dibagi menjadi control-control yang
berhubungan dengan pengembangan, desain, dan oprasi, yaitu:
Kontrol pengembangan sistem yang memastikan bahwa
perencanaan, analis, disain dan implementasi berjalan sesuai
dengan rencana. Selagi CBIS dikembangkan, manajemen
memastikan bahwa disain tersebut dapat meminimalkan
adanya peluang kesalahan, mendeteksi kesalahan ketika
desain dibuat dan mengoreksi kesalahan retry.
Kontrol desain : Sistem yang dapat dicapai dengan software
maupun dengan hardware.
Kontrol operasi : Sistem CBIS yang telah diimplementasikan
oleh personal operasi untuk mencegah persekongkolan dan
didelegasikan kepada manager operasi computer.
Audit sistem informasi berbasis komputer
Secara umum auditing adalah suatu proses
sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi
bukti secara obyektif mengenai pernyataan-
pernyataan tentang kegiatan dan kejadian
ekonomi, dengan tujuan untuk menetapkan
tingkat kesesuaian antara pernyataan-
pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah
ditetapkan, serta penyampaian hasil-hasilnya
kepada pemakai yang berkepentingan (Mulyadi,
2002).
Audit sistem informasi berbasis komputer
Audit system informasi dilakukan untuk dapat
menilai:
a) Apakah system komputerisasi suatu
organisasi/perusahaan dapat mendukung
pengamanan asset
b) Apakah system komputerisasi dapat
mendukung pencapaian tujuan organisasi /
perusahaan
c) Apakah system komputerisasi tersebut
efektif,efisien dan data integrity terjamin
Audit sistem informasi berbasis komputer
tujuan audit system informasi menurut Ron
Weber (1999, p.11-13) dapat disimpulkan secara
garis besar terbagi empat tahap, yaitu:
1. meningkatkan keamanan asset-aset
perusahaan
2. meningkatkan integritas data
3. meningkatkan efektifitas system
4. meningkatkan efisiensi sistem
DAMPAK KOMPUTERISASI PADA PROSEDUR AUDIT

1. Audit yang melibatkan sistem informasi akuntansi dipengaruhi


oleh metode-metode pemrosesan. Luasnya pemrosesan
komputer yang digunakan dalam aplikasi pengauditan yang
signifikan, seperti halnya kompleksitas pemrosesan, mungkin
juga mempengaruhi sifat, waktu dan luasnya prosedur audit.
2. Suatu sistem yang berbasis komputer tidak menyediakan suatu
audit trails yang kelihatan secara kasat mata.
3. Sistem pemrosesan real time menyebabkan bertambahnya
kesulitan dalam fungsi pengauditan tanpa dokumen-dokumen
sumber.
4. Memungkinkan terjadinya overwrite atas pencatatan pada
periode yang bersangkutan.
DAMPAK KOMPUTERISASI PADA PROSEDUR AUDIT

5. Peralatan hardware atau software komputer dapat


dengan mudah dicuri dan diakses oleh orang yang
tidak berwenang.
6. Paket-paket software komputer seringkali tidak
mencukupi untuk diadakan pengujian ataupun
pengecekan secara terprogram.
7. Jaringan komputer mentransmisikan data secara
luas, sehingga sangat riskan terhadap kerusakan dan
akses data yang tidak diotorisasi.
8. Selama kondisi-kondisi ini mempengaruhi struktur
pengendalian internal, maka akan berpengaruh juga
terhadap proses audit.
AUDIT OPERASIONAL DALAM DEPARTEMEN
PEMROSESAN INFORMASI
Situasi Yang Muncul Dalam Audit Operasional Pemrosesan Data
yang umumnya terjadi adalah:
Biayanya tinggi untuk penyediaan jasa komputer.
Bagian utama dari rencana perusahaan.
Usulan perolehan hardware yang utama atau meng-upgrade
software.
Ketidakmampuan menerima pemrosesan data komputer
secara eksekutif.
Kebutuhan pemrosesan data eksekutif yang baru untuk
penilaian secara intensif.
Ketidakteraturan perputaran personil dalam departemen
pemrosesan data.
Usulan untuk mengkonsolidasi atau mendistribusikan
sumberdaya pemrosesan data.
Terima Kasih