Anda di halaman 1dari 17

Analisis Aspek Perpajakan Uber & GO-JEK di Indonesia

Disusun Oleh :

Defi Wirdah Amara 1406533882

Fakultas Ekonomi dan Bisnis


Universitas Indonesia
Depok
ASPEK PERPAJAKAN UBER DI INDONESIA
Uber merupakan perusahaan rintisan dan perusahaan jaringan transportasi asal San
Francisco, California, yang menciptakan aplikasi mobile penyedia transportasi yang
menghubungkan penumpang dengan sopir kendaraan sewaan serta layanan tumpangan.
Uber mulai beroperasi di Indonesia sejak pertengahan tahun 2014. Sejak kemunculannya
banyak timbul kontroversi mengenai aspek perpajakan Uber karena Uber sendiri merupakan
aplikasi berbasis teknologi sehingga terdapat perdebatan apakah Uber harus membayar
pajak atau tidak baik oleh perusahaan Uber sendiri yang berbasis di Amerika maupun oleh
pengemudi Uber.

Pengakuan Pendapatan Dari Customer& Pengeluaran Untuk Driver

TRANSAKSI BISNIS UBER

1. Customer yang akan menggunakan jasa taksi UBER melakukan download aplikasi
dengan mengisi data antara lain :
Nama, alamat sesuai identitas, foto
Kartu kredit yang akan digunakan dalam pembayaran
Alamat tujuan

2|Page
2. Sistem pada aplikasi UBER akan mengirimkan data-data customer ke server UBER di
Amerika
3. Server UBER akan mengirimkan data customer ke aplikasi driver taksi UBER di
Indonesia. Driver taksi UBER telah terdaftar pada server UBER, dimana terdapat
aplikasi tersendiri untuk menjadi driver taksi UBER, dengan data lengkap antara lain,
nama, alamat sesuai identitas dan foto driver
4. Driver UBER yang ditunjuk akan menjemput customer sesuai alamat customer
terdaftar, server UBER akan mengirimkan data driver taksi UBER yang akan
menjemput ke aplikasi customer UBER
5. Customer diantar oleh taksi UBER ke lokasi sesuai tujuan customer
6. Sesampainya ke lokasi, aplikasi driver akan mengirimkan data ke server UBER di
Amerika yaitu jumlah tagihan yang harus dibayar customer
7. Jumlah tagihan tersebut dikirimkan pula dari server ke aplikasi customer, dengan
memotong melalui kartu kredit yang telah diinput dan disetujui customer saat
mendaftar pertama kali
8. Server UBER akan mengirimkan data ke Server Mastercard/Visa atas pemotongan
kartu kredit customer
9. Server Mastercard/Visa akan mengirimkan uang ke rekening UBER di Amerika, sesuai
total pemotongan pada kartu kredit customer
10. UBER di Amerika akan mengirimkan uang ke rekening driver taksi UBER setelah
sebesar 80% dari total tagihan ke customer.

Dari proses diatas, terlihat bahwa jumlah tagihan yang harus dibayar oleh customer
baru diketahui ketika customer sampai dilokasi tujuan kemudian Uber
memotongnya melalui kartu kredit (Mastercard/Visa) namun Uber harus mengirim
uang ke rekening driver sebesar 80% sehingga uang yang diterima uber yaitu hanya
20% sehingga dapat dikatakan pendapatan diakui ketika Uber menerima yang
sebesar 20%

UBER BELUM MEMILIKI BUT DI INDONESIA

Walaupun Uber menerima pendapatan sebesar 20% atas jasa aplikasinya, namun
Uber sampai saat ini tidak membayar pajak di Indonesia karena Uber sendiri tidak
memiliki BUT di Indonesia
Dalam Pasal 2 ayat (4) UU PPh disebutkan bahwa salah satu syarat bagi subjek pajak
luar negeri agar dapat dikenai pajak yaitu subjek pajak luar negeri tersebut harus
memiliki BUT di Indonesia
definisi BUT di Indonesia yang ada pada Pasal 2 ayat (5) UU PPh masih sebatas BUT
berupa wujud fisik seperti kantor, pabrik, atau computer service dalam hal usaha
yang dijalankan melalui internet
Sampai saat ini sejak mulai beroperasinya Uber di Indonesia, Uber tidak memiliki
BUT di Indonesia. Jika merujuk pada Pasal 2 ayat (5) UU PPh yang mengharuskan
suatu subjek baru bisa dipajaki yaitu ketika subjek tersebut memiliki BUT berwujud
fisik di Indonesia namun karena hingga saat ini Uber tidak memiliki BUT di Indonesia
maka Uber tidak dapat dikenai pajak, namun Uber bisa dikenai pajak atas
penghasilan pasif tertentu seperti atas dividen, bunga, royalty, atau imbalan atas

3|Page
jasa lainnya, sedangkan sulit untuk mengkategorikan penghasilan itu sebagai
deviden, bunga, atau royalti karena penumpang membayar tagihan layanan langsung
ke rekening Uber menggunakan kartu kredit, yang lalu kemudian akan dibagi kepada
pengemudi.
Namun saat ini tersebar kantor Uber di berbagai daerah di Indonesia khususnya di
wilayah Jakarta, Bandung, dan Bali. Berdasarkan pemaparan dari Tbrights (sebuah
perusahaan jasa konsultan pajak dan bisnis di Jakarta) bahwasanya kantor Uber yang
tersebar di berbagai daerah tersebut hanyalah sebuar RO atau Representative Office
bukan merupakan BUT sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 2 ayat (4) dan (5) UU
PPh karena hanya dengan memiliki RO pun Uber masih tetap dapat beroperasi. Pada
semua Treaty, Representative Officebukanlah PE atau Permanent Established dan
Implikasinya adalah NO PE NO TAX sehingga RO tersebut tidak bisa dikenakan pajak
sehingga dari sisi Uber tidak bisa dikenakan pajak dari sisi BUT, namun jika
seandainya Uber memiliki BUT maka perlakuan pajaknya akan sama dengan PPh
Badan

BAGAIMANA PEMERINTAH INDONESIA MEMAJAKI UBER?

Uber tidak memiliki perwakilan di Indonesia. Penetapan status BUT saat ini masih
proses dan akan dilakukan lewat kerjasama dengan Kementrian Komunikasi dan
Informatika (Kominfo).Masih menjadi kendala bagi pemerintah untuk mengenakan
pajak kepada perusahaan digital yang berbasis diluar negeri, meski telah berstatus
BUT di Indonesia. sebab transaksi antara konsumen Indonesia dilakukan langsung
dengan perusahaan di luar negeri.Cara yang harus dilakukan untuk mengatasi
kendala tersebut yaitu kementrian keuangan harus mewajibkan mereka untuk
bertansaksi melalui perusahaan di Indonesia, tidak langsung ke perusahaan di luar
negeri. Dari transaksi itu akan dikenakan pajak penghasilan (PPh) Pasal 26 dan Pajak
Pertambahan Nilai (PPN). Pajak PenghasilanPasal 26 adalah PPh yang
dikenakan/dipotong atas penghasilan yang bersumber dari Indonesia yang diterima
atau diperoleh Wajib Pajak (WP) luar negeri selain bentuk usaha tetap (BUT) di
Indonesia. Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 26 adalah penerapan dari azas sumber yang
dianut dalam ketentuan Pajak Penghasilan di Indonesia. Berdasarkan azas sumber,
penghasilan yang bersumber dari Indonesia yang dinikmati oleh orang atau badan di
luar Indonesia, bisa dikenakan pajak di Indonesia. Bentuk pemajakannya adalah
dengan sistem witholding tax yang bersifat final yang diatur dalam Pasal 26 Undang-
undang Pajak Penghasilan 1984. Sekali lagi, hal ini hanya bisa dilakukan jika transaksi
dilakukan melewati perusahaan di Indonesia.

Dalam beberapa kasus, Uber bekerja sama baik dengan perusahaan maupun usaha
perseorangan penyewaan mobil di Indonesia. jika memang ini yang terjadi, maka
perusahaan atau individu yang memiliki penyewaan mobil tersebut dapat dikenai
pajak. Untuk yang berbentuk perusahaan dikenakan pajak badan (memperoleh
penghasilan dari hasil penyewaan mobil yang digunakan driver Uber) sedangkan jika
usaha penyewaan mobil tersebut usaha individu maka dikenakan pajak penghasilan
atas kegiatan usaha.

4|Page
SKEMA PERPAJAKAN

Terdapat 2 skenario dalam analisis skema perpajakan Uber yaitu :

1. Jika transaksi antara konsumen Indonesia dilakukan langsung dengan perusahaan di


luar negeri
2. Jika seandainya Uber bertansaksi melalui perusahaan di Indonesia

DARI SISI UBER

Skenario 1 Karena transaksi antara konsumen Indonesia dilakukan langsung dengan


perusahaan di luar negeri, maka masih sulit bagi pemerintah Indonesia untuk
memungut pajak atas penghasilan Uber (dalam hal ini penghasilan aktif) namun
Pemerintah Indonesia dapat mewajibkan Uber untuk membayar lisensi karena Uber
menjalankan roda bisnisnya di Indonesia artinya Uber menggunakan
ruang/infrastruktur Indonesia dan mendapatkan penghasilan atas penggunaan
infrastruktur tersebut.

Skenario 2 Jika seandainya Uber bertansaksi melalui perusahaan di Indonesia, tidak


langsung ke perusahaan di luar negeri. Dari transaksi tersebut akan dikenakan pajak
penghasilan (PPh) yaitu PPh Pasal 26 dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang dipungut
oleh perusahaan rental mobil baru kemudian disetorkan ke kantor pajak.

PPh 26
Pihak Pemotong : Perusahaan rental mobil
Skema pembayaran pajak :
1. PPh 26 terutang pada akhir bulan dilakukannya pembayaran atau akhir bulan
terutangnya penghasilan
2. Perusahaan rental mobil membuat bukti pemotongan PPh Pasal 26 rangkap 3
:
a. Lembar pertama untuk Uber
b. Lembar kedua untuk KPP
c. Lembar ketiga untuk arsip bagi perusahaan rental mobil
3. Perusahaan rental mobil kemudian menyetorkan PPh 26 ke bank persepsi
atau kantor pos dengan menggunakan SPP, Paling lambat tanggal 10 bulan
berikutnya
4. Perusahaan rental mobil melaporkan PPh pasal 26 paling lambat tanggal 20
bulan berikutnya

Skema Pemungutan :

5|Page
PPN
Perusahaan rental mobil wajib memungut PPN atas jasa nya tersebut karena jasa
tersebut termasuk JKP yang dapat dikenakan PPN dengan tarif 10%. JKP tersebut
berada di dalam daerah pabean bukan merupakan ekspor JKP keluar daerah pabean
sehingga tarif pajaknya 10% bukan 0%

Pihak Pemungut : Perusahaan rental mobil

Skema Pemungutan :

Dasar Hukum :

UU PPN Nomor 42 Tahun 2009 Pasal 4 ayat (1) huruf c yang menyebutkan
PPN dikenakan atas penyerahan JKP di dalam daerah pabean yang dilakukan
oleh Pengusaha
Pasal 7 ayat (1) yang menyebutkan tarif PPN adalah 10%

Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-57/PJ/2009

DARI SISI RENTAL MOBIL

Skenario 1 Jika transaksi antara konsumen Indonesia dilakukan langsung dengan


perusahaan di luar negeri, maka perusahaan rental mobil akan dikenakan pajak atas
penghasilan yang diterimanya dari posisinya sebagai mitra Uber dan perusahaan
rental mobil ini tidak berkewajiban memotong PPh Pasal 26 maupun PPN karena ada
uang yang mengalir dari perusahaan rental mobil ke Uber di Amerika

Formula pembagian persentase berdasarkan http://bisnisuber.com:


Driver 35%
Rental (pinjam bendera) 5%
Pemilik Kendaraan 60%

Jika pemilik rental sekaligus pemilik kendaraan maka penghasilan yang diterima
rental mobil yaitu sebesar 65%

PPh Badan

Ilustrasi :
Total keuntungan yang didapat oleh perusahaan rental selama 1 bulan dari Uber
Rp80.000.000 (setelah dipotong 20% karena persentase pembagian keuntungan
antara Uber dengan perusahaan rental mobil yaitu 20% : 80%)

6|Page
Pengalokasian ke driver : Rp80.000.000 x 35% = Rp28.000.000
sisanya Rp80.000.000x 65% = Rp52.000.000 menjadi keuntungan rental mobil.
Jika peredaran usaha tahun sebelumnya kurang dari 4,8 setahun maka
perusahaan rental mobil tersebut boleh menggunakan fasilitas 1% yang mulai
berlaku efektif juni 2013. Caranya adalah 1% x omzet/bulan (dibayar tiap bulan)
dan sifatnya final sehingga di akhir tahun tidak perlu bayar lagi
Walaupun menggunakan fasilitas 1%, perusahaan rental mobil tersebut tetap
harus melakukan pembukuan
Dasarhukum :
PPh Pasal 4 ayat (2) yaitu sebesar 1 %
Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013

Skenario 2 Jika seandainya Uber bertansaksi melalui perusahaan di Indonesia,


tidak langsung ke perusahaan di luar negeri. Uber harus memungut PPh Pasal 26
sertaPPN dan menyetorkannya ke kas negara.

Ilustrasi : persentase pembagian keuntungan antara Uber dengan perusahaan rental


mobil yaitu 20% : 80%. Total keuntungan yang di dapat selama 1 bulan dari
perusahaan rental mobil sebesar Rp100.000.000. artinya keuntungan Uber 20% x
Rp100.000.000 = Rp20.000.000 . Sebelum perusahaan rental mobil mengirimkan
keuntungan Uber tersebut terlebih dahulu harus memotong PPh 26. Di Indonesia
tarif PPh pasal 26 yaitu 20% sehingga Rp20.000.000 harus dikenakan PPh 26 yaitu
Rp20.000.000 x 20% = Rp4000.000. Selain itu penghasilan Uber tersebut juga harus
dikenakan PPN atas JKP yaitu Rp20.000.000 x 10% = Rp2000.000 sehingga pajak
terutangPPh 26 dan PPN sebesar Rp6000.000 dan keuntungan bersih yang diterima
Uber yakni Rp20.000.000 Rp6000.000 = Rp14.000.000

Selain PPh Pasal 26 dan PPN yang dipungut oleh Perusahaan rental mobil yang
nantinya disetor ke kas Negara, Perusahaan rental mobil juga wajib memotong PPh
21 atas gaji karyawan tetapnya (bukan driver Uber, misalnya karyawan operasional
perusahaan rental mobil). Misal total PPh 21 yang dipotong Perusahaan rental
mobilsebesar5.000.000

Skema pelaporan PPh 21

1. Perusahaan rental mobil memotong PPh Pasal 21 terutang

2. Perusahaan rental mobilmenyetorkan ke bank/kantor pos paling lama tanggal 10


bulan berikutnya

3. Perusahaan rental mobilmelaporkan SPT Masa PPh Pasal 21 paling lama tanggal 20
bulan berikutnya

7|Page
Contoh Perhitungan Pajak Perusahaan Rental Mobil (scenario 2)

>4,8 M tarif PPh Badan 12,5%

Asumsi : Perusahaan rental menggunakanPPh 25 atasperhitunganPPhBadanterutangnya


(tidakmenggunakanfasilitas 1%)

No. Keterangan Rp
1 Penghasilan Kotor (Setahun) 600.000.000
2 Pengeluaran (Biaya) 300.000.000

3 Penghasilan Kena Pajak (PKP) (1-2) 300.000.000


4 Kredit Pajak PPh 21 (setahun) 5.000.000
5 Kredit Pajak PPh 23 (setahun) 10.000.000
6. KreditPajak PPN 10.000.000
7 Pajak Penghasilan Badan (12,5%% x (3) ) 37.500.000
8 Pajak Penghasilan Terhutang ((7)-(4)-(5)-(6)) 12.500.000

DRIVER Jika bekerja pada perusahaan rental mobil, penghasilan driver Uber
tersebut seharusnya dikenakan PPh 23 atas penggunaan mobil perusahaan rental
dan perusahaan rental mobil wajib memotong nya atas PPh 23 tersebut selain itu
jika dalam satu bulan penghasilan driver melebihi PTKP orang pribadi, driver tersebut
juga seharusnya membayar PPh 25 atas penghasilannya dari pekerjaan bebas dan
karena driver tersebut bukanlah karyawan perusahaan rental maka driver harus
menghitung, membayar, dan melaporkan sendiri PPh 25nya. Jika tidak bekerja pada
perusahaan rental, maka driver hanya perlu membayar PPh 25
Ilustrasi : Asumsi driver memiliki kendaraan sendiri dan mendapat penghasilan driver
dalam 1 tahun mendapat penghasilan sebesar Rp100.000.000 atas profesinya
sebagai driver uber. Beban-beban yang boleh dikurangkan sebesar Rp50.000.000
sehingga DPP nya sebesar Rp50.000.000 karena melebihi PTKP maka dikenakan
pajak yaitu sebesar Rp50.000.000 x 5% TarifPasal 17 ayat (1) a UU PPhadalah :

LapisanPenghasilanKenaPajak TarifPajak
SampaidenganRp 50.000.000,- 5%
di atasRp 50.000.000,- sampaidenganRp 250.000.000,- 15%
di atasRp 250.000.000,- sampaidenganRp 500.000.000,- 25%
di atasRp 500.000.000,- 30%

*Jika penghasilan kurangdariPTKP maka tidak dikenakan pajak

Skema perpajakan bagi driver Uber apapun bentuknya baik bekerja pada perusahaan
rental mobil maupun bekerja sendiri (memiliki kendaraan sendiri) ataupun
mendapat penghasilan langsung dari Uber di amerika tetap harus menyetor
angsuranPPh 25 atas penghasilannya sebagai driver Uber dengan sistem self
assesment

8|Page
REFERENSI

http://bisnisuber.com/2015/08/
http://bisnisuber.com/2016/05/09/berapa-pasaran-pembagian-komisi-driver-uber/

http://www.pajak.go.id/content/article/mengenal-penghindaran-pajak-tax-avoidance

http://kesehatan.kontan.co.id/news/giliran-grab-dan-uber-diuber-pajak

http://forumpajak.org/inovasi-dan-regulasi-pajak-kasus-taksi-uber/

http://news.ddtc.co.id/artikel/6485/analisis-menguber-pajak-taksi-uber/

https://www.cermati.com/artikel/pph-pasal-26-inilah-penjelasan-dan-perhitungannya

https://bellalaydrus361.wordpress.com/2015/06/13/pph-pasal-26-beserta-contoh-soal/

https://www.cermati.com/artikel/pph-pasal-23-penjelasan-tarif-dan-perhitungannya

http://bisnisuber.com/2016/05/09/berapa-pasaran-pembagian-komisi-driver-uber/

9|Page
ASPEK PERPAJAKAN PT. GOJEK

PT. GOJEK merupakan perusahaan penyedia aplikasi ojek online. Perusahaan ini
didirikan pada tahun 2010 di Jakarta oleh Nadiem Makarim. Layanan Gojek tersedia di
wilayah Jabodetabek, Bali, Bandung, Surabaya, Makassar, Medan, Palembang, Semarang,
Yogyakarta, dan Balikpapan. Hingga bulan Januari 2016, aplikasi Gojek sudah diunduh
sebanyak hampir 10 juta kali di Google Play pada sistem operasi android. Saat ini juga ada
untuk Ios, di Apss Store.

Pendapatan PT. GOJEK

Sistem penghasilan PT. GOJEK dan driver nya yaitu sistem bagi hasil 20% :
80% yang artinya 20% untuk PT. GOJEK dan 80% untuk driver sehingga PT.
GOJEK hanya menerima bersih 20% nya saja. Namun kenyataannya adalah
sampai saat ini PT. GOJEK masih menggelontorkan subsidi untuk customer
yang bertujuan agar tarif tetap murah sehingga mungkin saja PT. GOJEK tidak
sepenuhnya menerima bagian yang 20% dari customer

Walaupun demikian, selain penghasilan dari customer PT. GOJEK juga


mendapat penghasilan dari sumber lain. Diantaranya :

1) Penghasilan atas kerjasama layanan GO-FOOD dengan restaurant


atau gerai makanan
2) Penghasilan dari iklan yang dipasang di aplikasi Gojek
3) Penjualan atas perlengkapan driver

Penghasilan yang didapat dari sumber tersebut tentu jumlahnya sangat besar
mengingat ada ribuan gerai makanan yang telah menjalin kerjasama dengan
PT.Gojek dan banyak sekali iklan yang juga bekerjasama dengan PT. GOJEK.
Perlengkapan driver yang meliputi handphone, jaket, dan helm juga sudah
terjual ribuan.

10 | P a g e
Pengeluaran PT. GOJEK

Pengeluaran untuk driver

Bagi driver selain uang tunai yang ia dapatkan dari customer ia juga mendapat
uang secara kredit dari PT. GOJEK sehingga salah satu pengeluaran PT. GOJEK
untuk driver nya adalah pembayaran secara kredit ke driver ketika ada ada
customer yang menggunakan layanan Gojek
PT. GOJEK juga melakukan pembayaran atas bonus bagi driver (ketentuan
berlaku)
Pengeluaran Atas Biaya-Biaya
PT.GOJEK melakukan pengeluaran atas biaya-biaya terkait dengan usaha nya
baik biaya operasional dan biaya promosi. Namun dari kesemua biaya-biaya
yang dikeluarkan oleh PT. GOJEK yang boleh dikurangkan saat menghitung
PPh Badan hanyalah biaya-biaya untuk mendapatkan, menagih, dan
memelihara penghasilan sesuai dengan UU PPh Pasal 6 misalnya biaya gaji
untuk karyawan tetapnya

Pengeluaran Untuk Pajak

11 | P a g e
PPh 21

Setap karyawan tetap maupun karyawan lepas yang bekerja di kantor Gojek wajib
dikenakan PPh 21. Pajak tersebut dipotong oleh PT. GOJEK untuk kemudian disetor
ke kas Negara
Pihak pemotong : PT. GOJEK
Skema pelaporan :

1. PT. Gojek memotong PPh Pasal 21 terutang


2. PT. GOJEK menyetorkan ke bank/kantor pos paling lama tanggal 10 bulan
berikutnya
3. PT. GOJEK melaporkan SPT Masa PPh Pasal 21 paling lama tanggal 20 bulan
berikutnya

Dasar Hukum :

PMK Nomor 184/PMK.03/2007


PMK-254/PMK.03/2008
Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-57/PJ/2009

PPh 23

1. Penghasilan Driver

Penghasilan dari driver yang sebesar 80% seharusnya dikenakan PPh 23 dengan
tarif 2% dari jumlah bruto atas jasa perantara melalui aplikasi oleh PT.GOJEK.
Definisi "jasa perantara" menurut sumber ortax adalah adalah jasa yang
diberikan oleh orang pribadi/badan yang bertindak sebagai perantara dalam
perikatan perjanjian di bidang tertentu, dengan mendapat imbalan balas jasa
atau pembagian keuntungan dan bertindak atas perintah atau atas nama orang-
orang yang tidak ada ikatan kerja tetap dengan dirinya, selain jasa yang telah
dipotong PPh Pasal 21. Dari definisi tersebut jasa yang diberikan pihak PT. GOJEK
dapat dikategorikan sebagai jasa perantara sehingga penghasilan yang diterima
driver atas jasa tersebut dapat dikenakan PPh 23

Pihak pemotong : PT. GOJEK


Skema pembayaran dan pelaporan :

1. PT. Gojek memotong PPh Pasal 23 terutang


2. PT. GOJEK menyetor melalui Bank Persepsi (ATM, Teller Bank, fitur bayar
pajak online. Dll ) yang disetujui Kementrian Keuangan paling tanggal 10
bulan berikutnya
3. PT. GOJEK melaporkan SPT Masa PPh Pasal 23 paling lama tanggal 20 bulan
berikutnya

12 | P a g e
Dasar hukum :

Peraturan Menteri Keuangan No. 141/PMK.03/2015


PPh 23 ayat (7) huruf l yakni jasa selain jasa yang telah dipotong PPh 21 yaitu
jasa perantara. PT. GOJEK merupakan perantara antara customer dengan
driver melalui aplikasi Gojek sehingga wajib dopotong PPh 23 atas
penghasilan driver dengan tarif 2% dari DPP Jumlah Bruto tidak termasuk PPN

2. Jasa Informasi/Iklan

Salah satu layanan yang terdapat dalam aplikasi Gojek yakni GO-FOOD. Dalam
hal ini restaurantatau gerai makanan bekerja sama secara resmi dengan Gojek
sehingga ketika customer menggunakan aplikasi GO-FOOD ia bisa mendapatkan
informasi mengenai restaurant atau gerai makanantersebut. Berdasarkan
sumber dari go-food.co.id, restaurant atau gerai makanan yang bekerjasama
dengan PT. GOJEK harus setuju dengan adanya Revenue-Sharing sehingga PT.
GOJEK mendapat penghasilan dari kerjasama tersebut. Selain itu, PT. GOJEK juga
menerima penghasilan dari iklan yang bekerjasama dengan PT. GOJEK.
Baik penghasilan atas kerjasama GO-FOOD maupun iklan, penghasilan tersebut
terutang PPh 23 dengan objek pajak nya jasa informasi/ iklan dengan tarif 2%

Pihak Pemotong : PT. GOJEK


Skema pembayaran dan pelaporan : sama dengan PPh 23 atas penghasilan driver
yang telah dijabarkan sebelumnya
Dasar Hukum :

Peraturan Menteri Keuangan No. 244/PMK.03/2008


PPh 23 angka 7 huruf x yang menyebutkan jasa penyedia tempat dan/atau
waktu dalam media masa, media luar ruang atau media lain untuk
penyampaian informasi dikenakan tarif 2% dari DPP Jumlah Bruto tidak
termasuk PPN
PMK 141/PMK.03/2015

PPN

1. Penjualan atas perlengkapan driver

Menurut pemaparan langsung dari driver Gojek yang saya wawancarai, saat
pertama kali bergabung dengan PT. GOJEK, driver diwajibkan membeli
perlengkapan Gojek meliputi Handphoneseharga Rp800.000 dicicil selama 4
bulan, jaket seharga Rp100.000 dicicil selama 1 bulan dan Helm seharga
Rp100.000 dicicil selama 1 bulan sehingga total yang dibayarkan driver atas
pembelian tersebut seharga Rp1.000.000. walaupun dibayar dengan cara
mencicil namun semua perlengkapan tersebut diserahkan diawal. Karena PT.

13 | P a g e
GOJEK merupakan PKP dan perlengkapan tersebut merupakan BKP maka atas
penyerahan perlengkapan tersebut wajib dipungut PPN dengan tarif 10%

Pihak Pemungut : PT. GOJEK


Skema pemungutan PPN

Dasar Hukum :
UU PPN Nomor 42 Tahun 2009 Pasal 4 ayat (1) huruf a yang menyebutkan
PPN dikenakan atas penyerahan BKP di dalam daerah pabean yang dilakukan
oleh Pengusaha
Pasal 7 ayat (1) yang menyebutkan tarif PPN adalah 10%

2. Jasa Perantara

Selain PPh 23 yang dikenakan atas jasa perantara dari PT. GOJEK ke driver, PT.
GOJEK juga wajib memungut PPN atas jasa nya tersebut karena jasa tersebut
termasuk JKP yang dapat dikenakan PPN dengan tarif 10%

Pihak Pemungut : PT. GOJEK


Skema Pemungutan

Dasar Hukum :

UU PPN Nomor 42 Tahun 2009 Pasal 4 ayat (1) huruf cyang menyebutkan
PPN dikenakan atas penyerahan JKP di dalam daerah pabean yang dilakukan
oleh Pengusaha
Pasal 7 ayat (1) yang menyebutkan tarif PPN adalah 10%
Pasal 1 angka 21 UU PPN

3. Iklan/Jasa Informasi

Periklanan adalah jenis jasa yang tidak termasuk dalam negative list (jenis
jasa yang tidak dikenai PPN). Dengan demikian jasa periklanan merupakan

14 | P a g e
Jasa Kena Pajak (JKP) sehingga jasa pemasangan Iklan maupun Jasa informasi
yang bekerja sama dengan PT. GOJEK wajib wajib dipungut PPN . DPP yang
berlaku pada umumnya, yaitu nilai penggantian

Pihak Pemungut : PT. GOJEK


Skema Pemungutan

Dasar Hukum :
UU PPN Nomor 42 Tahun 2009 Pasal 4 ayat (1) huruf c yang menyebutkan
PPN dikenakan atas penyerahan JKP di dalam daerah pabean yang dilakukan
oleh Pengusaha
Pasal 7 ayat (1) yang menyebutkan tarif PPN adalah 10%

Ilustrasi Perhitungan Pajak PT. GOJEK

> 50 M tarif PPh Badan 25%

No. Keterangan Rp
1 Penghasilan Kotor 60.000.000.000
2 Pengeluaran (Biaya) 30.000.000.000

3 Penghasilan Kena Pajak (PKP) (1-2) 30.000.000.000


4 Kredit Pajak PPh 21 1.000.000.000
5 Kredit Pajak PPh 23 2.000.000.000
6. Kredit PPN 2.000.000.000
7. Pajak Penghasilan Badan (25% x (3)) 7.500.000.000
8. Pajak Penghasilan Terhutang ((7)-(4)-(5)-(6)) 2.500.000.000

Dasar hukum
Pasal 17 dan Pasal 31E UU No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan

15 | P a g e
Lampiran Draft Wawancara Dengan Driver Go-Jek

Q : Sudah berapa lama Bapak menjadi driver Gojek?

A : Kurang lebih 2 tahun, gabung dengan Gojek sejak pertengahan tahun 2014

Q : Untuk atribut bagi driver gratis atau bayar? Seperti jaket dan helm Gojek

A : Bayar tapi boleh dicicil, Handphone harganya 800 ribu dicicil 4 bulan, Jaket dan Helm
Gojek maing-masing 100 ribu dicicil selama 1 bulan

Q : Untuk atribut tersebut dikenakan PPN atau tidak?

A : Kurang tahu mengenai hal itu

Q : Bagaimana Bapak menerima penghasilan sebagai driver Gojek?

A : Tunai dari customer ditambah kredit dari PT. GOJEK itu sendiri. Sistem nya bagi hasil saya
80% sedangkan PT. GOJEK 80% tapi yang saya tahu PT. GOJEK juga kasih subsidi ke customer
makanya para customer bisa pakai layanan Gojek dengan tarif yang murah. Driver Gojek
juga bisa dapat bonus jika dalam 1 hari mendapat 5 customer , bonusnya 50 ribu dalam 1
hari

Q : Berapa penghasilan Bapak sebagai driver Gojek ?

A : Kurang lebih penghasilan kotor dalam 1 bulan 2,5 juta. Saya driver Gojek Cuma
sampingan aja, pekerjaan utama saya sebagai karyawan di salah satu perusahaan swasta di
Jakarta sebagai teknisi. Saya nyambi jadi driver Gojek sebelum berangkat ke tempat kerja
dan setelah pulang kerja

Q : apakah Bapak bayar pajak atas penghasilan yang Bapak terima sebagai driver Gojek?

A : Sejauh ini tidak pernah

Q : Kalo dari PT. GOJEK sendiri memotong penghasilan Bapak atau tidak ?

A : Kalau itu saya juga kurang tahu. Intinya saya cuma terima bersih sekian ribu yang masuk
ke rekening Gojek saya

16 | P a g e
REFERENSI

http://www.putra-putri-indonesia.com/perhitungan-pajak-penghasilan.html

https://nasikhudinisme.com/2015/05/30/memahami-aspek-pajak-pada-usaha-jasa-
pemesanan-ojek-secara-online/

http://pitunews.com/aparat-hukum-layak-usut-wajib-pajak-grab-gojek-dan-uber/
www.go-food.co.id/join

17 | P a g e